cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,421 Documents
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Persalinan Kala 1 Memanjang di Puskesmas Larangan Syuhada, Fatkhan; Yektiningtyastuti, Yektiningtyastuti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.22750

Abstract

ABSTRACT The maternal mortality rate serves as a key indicator for evaluating the health status of women in a region. One of the primary causes of maternal death is prolonged labor. The most common issue during prolonged labor is a latent phase lasting more than 12 hours. Several factors are suspected to be linked with the prolonged first stage of labor, including contraction strength, maternal age, parity, pregnancy spacing, education, and labor contractions. This study aims to identify factors associated with the prolonged first stage of labor. This analytic quantitative study employed a retrospective, case-control design. The case group consists of all mothers with prolonged labor at the Larangan Community Health Center in 2024, totaling 19 respondents. The sampling method for the case group was total sampling. The control group included 19 women with normal labor, selected through simple random sampling from 277 women who delivered normally. The research instrument used was a checklist for secondary data collection (RM). The Chi-square test found a significant association between maternal age (p=0.000), education (p=0.000), and labor contractions (p=0.017) with prolonged first stage of labor. Parity and gestational spacing were not significantly associated with prolonged first stage of labor (p>0.05). Multiple logistic regression indicated that education was the most significant factor associated with the prolonged first stage of labor, with a p-value of 0.003. There was a significant relationship between maternal age, education, and labor contractions with the prolonged first stage of labor. Among these, education is the most dominant factor. Keywords: Factors, Prolonged First Stage of Labor.  ABSTRAK Angka Kematian Ibu merupakan tolok ukur untuk menilai derajat kesehatan perempuan di suatu wilayah. Faktor utama penyebab kematian ibu salah satunya yaitu persalinan yang berkepanjangan. Masalah yang paling sering ditemukan pada persalinan lama adalah kala 1 memanjang, yaitu fase laten lebih dari 12 jam atau lebih. Banyak faktor yang diduga berkaitan dengan terjadinya persalinan kala 1 memanjang meliputi usia ibu, paritas, jarak kehamilan, pendidikan dan kontraksi persalinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan persalinan kala 1 memanjang. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain retrospektif dan rancangan penelitian case-control. Kelompok kasus pada penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan kala 1 memanjang di Puskesmas Larangan Tahun 2024 sejumlah 19 responden. Teknik sampling yang digunakan untuk sample kasus adalah total sampling. Sedangkan kelompok kontrol adalah ibu bersalin normal, diambil sejumlah 19 responden dengan teknik simple random sampling dari 277 ibu bersalin normal. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar check list untuk pengumpulan data sekunder (RM). Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu (p=0,000), pendidikan (p=0,000), dan kontraksi persalinan (p=0,017) dengan persalinan kala 1 memanjang. Sedangkan paritas dan jarak kehamilan tidak berhubungan dengan persalinan kala 1 memanjang (p>0,05). Hasil uji regresi logistik berganda menunjukkan variabel paling dominan berhubungan dengan kejadian persalinan kala 1 memanjang yaitu pendidikan dengan p=0,003. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu, pendidikan, dan kontraksi persalinan dengan kejadian persalinan kala 1 memanjang. Pendidikan merupakan faktor yang paling dominan.  Kata Kunci: Faktor-Faktor, Persalinan Kala 1 Memanjang.
Efektivitas Terapi Musik Instrumental terhadap Nyeri Pada Pasien Pasca Operasi Orif Fraktur Ekstremitas Bawah di RSUD Cileungsi Chotimah, Chusnul; Sahrudi, Sahrudi; Rudana, I Wayan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19744

Abstract

ABSTRACT Fracture is a term for the loss of bone continuity, either in whole or in part, which is determined based on the type and extent, usually caused by trauma or physical exertion. One of the treatments is Open Reduction Internal Fixation (ORIF) which aims to mobilize and repair broken bone fragments with several surgical procedures. One of the body's responses after surgery is pain, a physiological mechanism aimed at protecting itself. This study was conducted for effective non-pharmacological treatment to help reduce pain intensity. Classical music therapy is a non-pharmacological effort to improve physical and mental quality with stimuli containing rhythm, song, and harmony which is a work that is useful for reducing anxiety, pain, stress and creating a positive mood. The research used is quantitative research, the design used is "Quasi Experimental Pre-Post Test" The calculation of the number of samples was carried out using statistical methods using purposive sampling. The statistical test method uses univariate tests, normality tests, and Wilcoxon tests. The effect of instrumental music therapy on pain in post-operative patients with lower extremity fractures p value 0.00 <0.05. From the results of the study, it is known that there is an influence of the effectiveness of instrumental music therapy on pain in patients after lower extremity fracture surgery. After it is proven that there is an influence of instrumental music therapy on pain levels, it is hoped that this method can be implemented as one of the complementary therapies provided in the form of SOP and become one of the options in managing pain in patients after ORIF surgery. The results of the study add insight and knowledge in nursing education, especially complementary therapy for pain management. So that instrumental music therapy is included in complementary materials. Keywords: Instrumental Music Therapy, Pain, Fracture  ABSTRAK Fraktur adalah kejadian hilangnya kontinuitas tulang dan terjadi secara keseluruhan atau sebagian ditentukan oleh jenis dan luasnya yang pada umumnya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik. Salah satu penanganannya dengan Open Reduction Internal Fixation (ORIF) untuk mobilisasi dan memulihkan fragmen tulang yang patah dengan tindakan pembedahan. Salah satu respon tubuh setelah dilakukan pembedahan adalah nyeri merupakan mekanisme fisiologis untuk melindungi diri. Penelitian ini dilakukan untuk pengobatan non-farmakologis yang efektif untuk membantu mengurangi intensitas nyeri. Terapi musik instrumental merupakan tindakan  non farmakologis untuk meningkatkan kualitas mental dan fisik menggunakan rangsangan mengandung lagu, irama dan keharmonisan yang merupakan suatu karya bermanfaat menurunkan nyeri, stres, cemas dan menghasilkan mood positif. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, desain menggunakan "Quasi Experimental Pre-Post Test" Perhitungan jumlah sampel dengan metode statistik menggunakan purposive sampling. Metode uji statistik menggunakan uji normalitas, uji univariat dan uji Wilcoxon. Pengaruh terapi musik instrumental terhadap nyeri pada pasien pasca operasi fraktur ekstremitas bawah ditandai nilai p 0,00 < 0,05. Dari hasil penelitian, diketahui terdapat pengaruh efektivitas terapi musik instrumental terhadap nyeri pada pasien pasca operasi patah tulang ekstremitas bawah. Setelah diketahui adanya pengaruh terapi musik instrumental terkait dengan tingkat nyeri, diharapkan metode ini dilaksanakan sebagai salah satu terapi komplementer yang disajikan dalam bentuk SOP dan dipilih dalam melakukan manajemen nyeri pasien pasca operasi ORIF. Hasil penelitian ini diperlukan untuk menambah pengetahuan dalam pendidikan keperawatan, khususnya terapi komplementer manajemen nyeri. Kata Kunci: Terapi Musik Instrumental, Nyeri, Fraktur
Hubungan Pengetahuan, Riwayat Keluarga, dan Status Gizi dengan Kejadian Hipertensi pada Usia Produktif Firdaniansyah, Al’aminniati; Sulaiman, Lalu; Fatoni, Akhmad
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19831

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a medical condition in which a person's blood pressure consistently remains above normal levels. In Southeast Asia, the prevalence of hypertension ranges between 36-42%, with Indonesia being one of the countries in the region with a high prevalence. The level of knowledge and understanding among hypertension patients regarding their condition plays a crucial role in the success of hypertension management, enabling better blood pressure control. The better patients understand their disease, the more aware they become of maintaining a healthy lifestyle, adhering to medication schedules, and improving compliance.This study aims to identify the factors associated with the incidence of hypertension among the productive-age population in the working area of Puskesmas Kediri, West Lombok. This research is a quantitative analytical study with a cross-sectional design. A total of 100 respondents were selected using a simple random sampling method. The study results indicate that 60 respondents (60%) had hypertension, while 40 respondents (40%) did not. Furthermore, 48 respondents (48%) had adequate knowledge about hypertension, 52 respondents (52%) had a family history of hypertension, and 47 respondents (47%) were classified as overweight. Statistical analysis using the Chi-Square test at a significance level of α (0.05) revealed a significant relationship between knowledge level, family history, and nutritional status with the incidence of hypertension in the productive-age group. Additionally, multivariate logistic regression analysis identified family history and respondents' knowledge as the dominant factors contributing to the condition. Keywords:Virtual Reality, Knowledge, Family History, and Nutritional Status.  ABSTRAK Hipertensi merupakan suatu kondisi medis di mana tekanan darah seseorang secara konsisten berada di atas tingkat normal. Di Asia Tenggara, prevalensi hipertensi berkisar antara 36-42%, dengan Indonesia menjadi salah satu negara di kawasan ini yang memiliki prevalensi hipertensi yang tinggi. Tingkat pengetahuan dan pemahaman pasien hipertensi mengenai kondisi mereka dapat mendukung keberhasilan tentang hipertensi, sehingga memungkinkan kontrol tekanan darah yang lebih baik. Semakin baik pemahaman pasien tentang penyakitnya, semakin sadar mereka dalam menjaga gaya hidup sehat, mematuhi jadwal pengobatan, dan meningkatkan kepatuhan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada populasi usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Kediri, Lombok Barat. Penelitian ini merupakan studi analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 100 responden Dipilih dengan metode pengambilan sampel acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 responden yang diteliti, 60 responden (60%) mengalami hipertensi, sementara 40 responden (40%) tidak. Tingkat pengetahuan tentang hipertensi ditemukan pada 48 responden (48%), riwayat keluarga dengan hipertensi terdapat pada 52 responden (52%), dan 47 responden (47%) diklasifikasikan sebagai overweight. Analisis statistik yang dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α (0,05) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan, riwayat keluarga, dan status gizi dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia produktif. Selain itu, hasil dari analisis regresi logistik multivariat mengindikasikan bahwa riwayat keluarga dan tingkat pengetahuan responden merupakan faktor dominan yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut. Kata Kunci: Pengetahuan, Riwayat Keluarga, Status Gizi
Hubungan Kepuasaan Pasien Peserta BPJS Kesehatan di UPTD Blud Puskesmas Aik Mual Subari, Subari; Sulaiman, Lalu; Karjono, Karjono
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19779

Abstract

ABSTRACT Patient satisfaction is an important indicator in assessing the quality of health services, especially for BPJS Kesehatan participants who have wide access to service facilities. However, the level of patient satisfaction at the UPTB BLUD Aik Mual Health Center has not reached the optimal standard, so it requires an evaluation of the factors that influence this satisfaction. This study aims to analyze the determinant factors related to the level of patient satisfaction of BPJS Kesehatan participants at the UPT BLUD Aik Mual Health Center in 2024. This s tudy used a cross-sectional design with a quantitative approach. involving 99 respondents selected through the purposive sampling method. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using bivariate (Chi-Square) and multivariate (regression, multiple logistic) tests. The results of the study showed that several variables had a significant relationship with patient satisfaction, namely Type of Service (p = 0.002; OR = 11.481), completion time (p = 0.003; OR 10.549) and completeness of Facilities and Infrastructure (p = 0.024; OR0.189). From the results of the regression, multiple logistic, Type of Service and completion time are the factors that most influence patient satisfaction. with the chance of dissatisfaction 11 and 10 times greater if the Type of Service and completion time do not match, Other factors, such as facilities and infrastructure, also contribute to the level of satisfaction, although not as strong as the main factor. Concluded that increasing patient satisfaction can be achieved by improving the completion time of services, simplifying administrative requirements, and increasing the competence of health workers. The implications of this study provide strategic recommendations for the Aik Mual Health Center to optimize services based on patient need.  Keywords: Patient Satisfaction. BPJS Kesehatan, Determinant of Satisfaction With the Time of Completion of Health Services.  ABSTRAK Kepuasan pasien adalah salah satu indikator yang sangat penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan, terutama bagi peserta BPJS Kesehatan yang memiliki akses luas terhadap berbagai fasilitas. Namun, tingkat kepuasan pasien di UPTD BLUD Puskesmas Aik Mual masih belum memenuhi standar optimal. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi terhadap berbagai faktor yang dapat memengaruhi kepuasan pasien di sana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor determinan yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien peserta BPJS Kesehatan di UPTD BLUD Puskesmas Aik Mual pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 99 responden yang dipilih melalui metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji bivariat (Chi-Square) serta multivariat (regresi logistik berganda). Menunjukkan bahwa beberapa variabel memiliki hubungan signifikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa variabel memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan pasien, antara lain Jenis Pelayanan (p = 0,002; OR = 11,481), waktu penyelesaian (p = 0,003; OR = 10,549), dan kelengkapan sarana dan prasarana (p = 0,024; OR = 0,189). Dari analisis regresi logistik berganda, ditemukan bahwa Jenis Pelayanan dan waktu penyelesaian adalah faktor utama yang paling memengaruhi kepuasan pasien. Peluang ketidakpuasan pasien meningkat 11 dan 10 kali lipat apabila Jenis Pelayanan dan waktu penyelesaian tidak sesuai. Faktor lain, seperti sarana dan prasarana, juga berkontribusi terhadap tingkat kepuasan, meskipun pengaruhnya tidak sekuat faktor utama. Untuk meningkatkan kepuasan pasien, perlu dilakukan perbaikan dalam waktu penyelesaian pelayanan, penyederhanaan persyaratan administrasi, serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. Implikasi dari penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi UPTD BLUD Puskesmas Aik Mual dalam mengoptimalkan pelayanan yang berbasis pada kebutuhan pasien. Kata Kunci: Kepuasan Pasien, BPJS Kesehatan, Determinan Kepuasan, Waktu Penyelesaian, Pelayanan Kesehatan.
Analisis Pelaksanaan Rekredensial dan Adaptasi Budaya Kerja Baru terhadap Kinerja Perawat RS Bina Husada Khoiriyah, Khoiriyah; Hadi, Muhammad; Naryati, Naryati; Suminarti, Tini
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19917

Abstract

ABSTRACT Re-credentialing is a re-evaluation process for nursing staff who already have clinical authority to determine the appropriateness of granting clinical authority. Implementing the new work culture acquired by the hospital, which includes caring, respect, empathy, innovativeness, and teamwork, is expected to influence the performance of nurses in providing services at the hospital. This research was conducted to analyze the relationship between recruitment and adaptation to a new work culture on the performance of nurses at Bina Husada Cibinong Hospital. This research design uses descriptive analytics with a cross-sectional approach. The total sample for this research was 79 respondents. The multiple logistic regression test found that credentials and work culture were most related to nurse performance with a new work culture p-value of 0.018 and OR 461.878, and credentials p-value of 0.018 and OR 2.090. Based on the results of multiple logistic regression, it was found that the work culture variable was the factor most related to the performance of nurses at Bina Husada Cibinong Hospital. The majority of nurses' performance is good, with the most significant variables related to performance being re-credentials and work culture adaptation. Keywords: Nurse Performance, Re-credentials, Work Culture Adaptation.  ABSTRAK Rekredensial adalah proses re-evaluasi terhadap tenaga keperawatan yang telah memiliki kewenangan klnis untuk menentukan kelayakan pemberian kewenangan klnis. Pelaksanaan budaya kerja baru yang mengakuisisi RS, yang meliputi caring, respect, empathy, innovative dan Teamwork diharapkan dapat mempengaruhi kinerja perawat dalam memberikan pelayanan di Rumah sakit. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan rekredensial dan adaptasi budaya kerja baru terhadap kinerja perawat di RS Bina Husada Cibinong. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini adalah 79 responden. Dari uji regresi logistik ganda didapatkan rekredensial dan budaya kerja yang paling berhubungan dengan kinerja perawat dengan budaya kerja baru p-value 0,018 dan OR 461,878, serta rekredensial p-value 0,018 dan OR 2,090. Berdasarkan hasil regresi logistik berganda didapatkan hasil variabel budaya kerja merupakan faktor yang paling berhubungan dengan kinerja perawat di RS Bina Husada Cibinong. Mayoritas kinerja perawat baik, dengan variabel yang paling signifikan dengan kinerja adalah rekredensial dan adaptasi budaya kerja. Kata Kunci: Adaptasi Budaya Kerja, Kinerja Perawat, Rekredensial.
Pengaruh Aromaterapi Lemon Terhadap Pencegahan Postpartum Blues: Tinjauan Literatur Sistematis Maghfirotunnisa, Ridha; Widyawati, Melyana Nurul; Fatmasari, Diyah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19946

Abstract

ABSTRACT The postpartum period (puerperium) is the period after childbirth that lasts up to 6 weeks. In general, it takes 3 months for the mother's reproductive organs to recover. Lemon aromatherapy has the main compounds linalool and limonene, has a positive effect on pain, anxiety, and mood. Lemon aromatherapy is effective in reducing pain and anxiety by affecting the limbic system, improving brain function, and providing neuroprotective effects through its antioxidant properties. To determine the use of lemon aromatherapy to prevent postpartum blues. The study design or method applied in this writing uses the literature review method, namely searching literature both domestically and internationally. A literature review of 1,181 articles produced 10 relevant studies discussing the benefits of lemon aromatherapy, including pain and anxiety. The research variables are lemon aromatherapy as the dependent variable and prevention of postpartum blues as the independent variable. Findings based on the literature review method showed that lemon aromatherapy can reduce pain and anxiety in postpartum mothers. Lemon aromatherapy can prevent postpartum blues. Keywords: Aromatherapy, Lime, Painful, Anxiety.  ABSTRAK Masa nifas (puerperium) adalah periode setelah persalinan yang berlangsung hingga 6 minggu. Secara general, membutuhkan waktu 3 bulan untuk pemulihan alat reproduksi ibu. Aromaterapi lemon memiliki senyawa utama linalool dan limonene, memiliki efek positif pada nyeri, kecemasan, dan suasana hati. Aromaterapi lemon efektif mengurangi nyeri dan kecemasan dengan memengaruhi sistem limbik, meningkatkan fungsi otak, dan memberikan efek neuroprotektif melalui sifat antioksidannya. Mengetahui pemanfaatan aromaterapi lemon untuk pencegahan postpartum blues. Desain studi atau metode yang diterapkan dalam penulisan ini menggunakan metode kajian pustaka, yaitu penelusuran pustaka baik dari dalam maupun luar negeri maupun dalam negeri. Kajian pustaka terhadap 1.181 artikel menghasilkan 10 studi relevan yang membahas manfaat aromaterapi lemon, meliputi nyeri dan kecemasan. Variabel penelitian yaitu aromaterapi lemon sebagai variabel dependent dan pencegahan postpartum blues sebagai variabel independent. Temuan berdasarkan metode kajian pustaka didapatkan hasil bahwa aromaterapi lemon dapat mengurangi nyeri dan kecemasan pada ibu postpartum. Aromaterapi lemon dapat mencegah postpartum blues. Kata Kunci: Aromaterapi, Lemon, Nyeri, Kecemasan.
Efektifitas Pijat Bayi terhadap Perubahan Kualitas Tidur dan Berat Badan pada Bayi Lahir Prematur di Klinik Pratama Mitra Subang Jusmawati, Jusmawati; Widiastuti, Dewi Ayu; Selviyana, Linda
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19884

Abstract

ABSTRACT The growth and development of premature babies is different from that of full-term babies. The growth and development of premature babies is influenced by various factors including sleep quality and body weight. Massage on the baby will provide stimulation to the body in a sustainable manner, providing a sense of security and comfort to the baby. Babies become relaxed, comfortable, calm, gain weight and sleep well so as to stimulate their growth and development. To analyse the effectiveness of infant massage on changes in sleep quality and weight of premature born babies at Pratama Mitra Subang Clinic. This study used a pre-experimental method with a research design of one group pretes-posttest design involving 60 respondents divided into two groups 30 groups of sleep quality of infants aged 0-6 months and 30 groups of baby weight aged 0-6 months. The research instrument used BISQ questionnaire to measure sleep quality and baby scale (which has been calibrated) for measuring baby weight. Theresults showed that infant massage was effective on changes in sleep quality and changes in body weight of premature infants. The quality of sleep of infants before the majority was sufficient as many as 20 infants (66.7%) after the majority was good as many as 23 infants (76.7%) (p=0.000), while the weight of infants before reat-average 6230 grams and after the average weight of infants 6530 grams (p=0.000). Infant massage is effective in improving the quality of infant sleep and weight gain of infants born prematurely. Keywords: Preterm Infants, Infant Weight Gain, Sleep Quality, Infant Massage.  ABSTRAK Pertumbuhan dan perkembangan bayi prematur berbeda dengan bayi cukup bulan. Pertumbuhan dan perkembangan bayi lahir premature dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya kualitas tidur dan berat badan. Pijat pada bayi akan memberikan rangsangan pada tubuh secara berkelanjutan, memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi. Bayi menjadi rileks, nyaman, tenang, berat badan naik dan tidur pulas sehingga mampu menstimulasi tumbuh kembangnya.Untuk menganalisis efektivitas pijat bayi terhadap perubahan kulaitas tidur dan berat badan bayi lahir prematur di Klinik Pratama Mitra Subang. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan desain penelitian one group pretes-posttest design dengan melibatkan 60 responden terbagi dalam dua kelompok 30 kelompok kualitas tidur bayi usia 0-6 bulan dan 30 kelompok berat badan bayi usia 0-6 bulan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner BISQ untuk mengukur kualitas tidur dan timbangan baby scale (yang sudah di kalibrasi) untuk pengukuran berat badan bayi.Hasil menunjukkan bahwa pijat bayi terbukti efektif terhadap perubahan kualitas tidur dan perubahan berat badan bayi prematur. Kualitas tidur bayi sebelum mayoritas cukup sebanyak 20 bayi (66,7%) sesudah mayoritas baik sebanyak 23 bayi (76,7%) (p=0,000), sedangkan berat badan bayi sebelum reat-rata 6230 gram dan sesudah ata-rata berat badan bayi 6530 gram (p=0,000).Pijat bayi efektif  terhadap peningkatan kualitas tidur bayi dan kenaikan berat badan bayi lahir prematur. Kata Kunci: Bayi Prematur, Berat Badan Bayi, Kualitas Tidur, Pijat Bayi
Pengaruh Eduksi Perawatan Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Bayi di Ruang Perinatologi RSUD Karawang Saryati, Saryati; Risdiana, Rani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19772

Abstract

ABSTRACT Low Birth Weight (LBW) babies are babies whose birth weight is less than 2,500 grams. This condition occurs more often in twins or babies born prematurely. Babies with low birth weight (LBW) can have a severe impact on their growth and development. They are at greater risk of death, stunting and lower IQ than full-term babies. Babies with low birth weight require special care because they can cause various health problems due to unstable conditions. The impact of this condition will trigger anxiety for mothers who have babies with low birth weight which can be influenced by the mother's age, education and the number of children she has given birth to. Factors that influence the concerns of mothers who have low birth weight (LBW) babies include the mother's lack of knowledge about the condition and care given to her child, the atmosphere of the baby care room, the appearance of the baby and role conflict because the mother cannot interact with her baby intensely. One effort to increase the mother's knowledge of the baby in order to reduce the anxiety they feel is by providing education. To determine the effect of LBW care education on the anxiety level of mothers who have LBW babies in the Perinatology room at Karawang Regional Hospital. The type of research used is quantitative research with Pre-Experimental research methods using One Group Pretest-Posttest Design. The instrument used was a pre- and post-education questionnaire using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) anxiety scale. The sampling technique used in this research is Non Probability Sampling with an Incidental Sampling approach. The data collection tool uses a questionnaire sheet and data analysis uses the Paired Sample T-Test.  There is an influence of providing education on caring for LBW babies on the anxiety level of mothers who have LBW babies in the Perinatology room at Karawang District Hospital with a p-value of 0.030. From the results of research that has been carried out, it is known that there is a significant effect of providing education on the anxiety level of mothers who have LBW babies in the Perinatology Room at Karawang Regional Hospital. It is known that there is a difference between the anxiety level of the baby's mother before and after being given the educational intervention. Keywords: LBW, Anxiety and Health Education.    ABSTRAK Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang berat lahirnya kurang dari 2.500 gram. Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi kembar atau bayi yang lahir secara prematur. Bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) dapat memberikan dampak yang parah terhadap tumbuh kembangnya. Mereka berisiko lebih besar mengalami kematian, stunting, dan IQ lebih rendah dibandingkan bayi cukup bulan. Bayi dengan berat badan lahir rendah memerlukan perawatan khusus karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan akibat kondisi yang tidak stabil. Dampak dari kondisi tersebut akan memicu kecemasan ibu yang memiliki bayi dengan berat badan rendah yang dapat dipengaruhi oleh usia ibu, pendidikan, dan jumlah anak yang pernah dilahirkannya. Faktor yang mempengaruhi kekhawatiran ibu yang mempunyai bayi berat lahir rendah (BBLR) antara lain adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang kondisi dan perawatan yang diberikan kepada anaknya, suasana ruang perawatan bayi, penampilan dari buah hati dan konflik peran karena ibu tidak dapat berinteraksi dengan bayinya secara intens. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu bayi agar dapat mengurangi kecemasan yang dirasakan adalah dengan memberikan edukasi. Untuk mengetahui pengaruh edukasi perawatan BBLR terhadap tingkat kecemasan ibu yang memiliki bayi BBLR di ruang Perinatologi RSUD Karawang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian Pre-Eksperimental menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pre dan post edukasi menggunakan skala kecemasan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Non Probability Sampling dengan pendekatan Insidental Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan analisa data menggunakan Uji Paired Sample T-Test. adanya pengaruh pemberian edukasi perawatan bayi BBLR terhadap tingkat kecemasan ibu yang memiliki bayi BBLR di ruang Perinatologi RSUD Karawang dengan nilai p-value 0,030. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan diketahuiadanya pengaruh yang bermakna dari pemberian edukasi terhadap tingkat kecemasan ibu yang memiliki bayi BBLR di Ruang Perinatologi RSUD Karawang. Diketahui bahwa ada perbedaan antara tingkat kecemasan ibu bayi sebelum dan sesudah diberikan intervensi pemberian edukasi.  Kata Kunci: BBLR, Kecemasan dan Edukasi Kesehatan
Analisis Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Berobat Pasien TB Paru di Puskesmas Tirtamulya Kabupaten Karawang Herlina, Desy; Barkah, Asep
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19749

Abstract

ABSTRACT Pulmonary TB is a deadly lung disease with an incidence rate that is still high in the world. Indonesia is one of the contributors to the highest incidence of pulmonary TB in the world. Indonesia is said to be the second country with the highest incidence of pulmonary TB after India. The treatment success rate for pulmonary TB patients is expected to increase every year. Because this is one of the main efforts to realize a roadmap for eliminating pulmonary TB. Compliance with taking medication is one of the things that must be emphasized to patients undergoing pulmonary TB treatment so that treatment success can be achieved. Lack of knowledge is a barrier to change. Barriers like this need to be overcome when starting the process of change by increasing awareness to evaluate oneself. To determine the relationship between the level of knowledge and compliance with treatment for pulmonary TB patients at the Tirtamulya health center, Karawang district in 2025. This research is experimental research with the research design being one group pre test-post test design. Data analysis used the T paired test and the Wilcoxon statistical test. The research design used in this research is descriptive correlation with a cross-sectional approach. Data were collected using a knowledge questionnaire and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). The research respondents were 58 respondents with a sampling technique using the Purposive Sampling method. There is a relationship between the knowledge of respondents suffering from pulmonary TB and compliance with pulmonary TB treatment at the Tirtamulya health center, Karawang district. It is hoped that tuberculosis sufferers will remain compliant in carrying out pulmonary TB treatment until completion. Keywords: Knowledge, Compliance, Tuberculosis  ABSTRAK TB paru adalah merupakan suatu penyakit paru yang mematikan dengan angka kejadian yang masih tinggi di dunia. Indonesia merupakan salah satu penyumbang angka tertinggi kejadian TB paru di dunia. Indonesia disebutkan menjadi urutan kedua negara dengan kejadian TB paru terbanyak setelah negara India. Keberhasilan pengobatan (treatment success rate) pada pasien TB paru diharapkan meningkat setiap tahunnya. Karena hal ini merupakan salah satu upaya utama untuk mewujudkan peta jalan eliminasi TB paru. Kepatuhan minum obat menjadi salah satu hal yang harus ditekankan kepada pasien yang melakukan pengobatan TB paru agar keberhasilan pengobatan bisa tercapai. Kurangnya pengetahuan merupakan hambatan untuk berubah. Hambatan seperti ini perlu diatasi saat memulai proses berubah dengan meningkatkan kesadaran untuk mengevaluasi diri sendiri. Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan berobat pasien TB paru di puskesmas Tirtamulya kabupaten Karawang tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan metode pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Responden peneilitian sebanyak 58 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan ari 58 responden sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 49 (84,5%) responden dan memiliki kepatuhan sedang terhadap pengobatan TB paru sebanyak 38 (65,5%). Hasil analisis analisis menggunakan uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti bahwa ada hubungan pengetahuan responden penderita TB paru dengan kepatuhan pengobatan TB paru di puskesmas Tirtamulya kabupaten Karawang. Ada hubungan pengetahuan responden penderita TB paru dengan kepatuhan pengobatan TB paru di puskesmas Tirtamulya kabupaten Karawang Diharapkan penderita tuberkulosis tetap patuh dalam melakukan pengobatan TB paru sampai dengan selesai.  Kata Kunci: Pengetahuan, Kepatuhan, Tuberkulosis
Intradialytic Flexybility Exercise Terhadap Fatigue Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis Inayati, Anik; Jumaiyah, Wati; Latipah, Siti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.23020

Abstract

ABSTRACT Chronic kidney disease (CKD) is a global health problem with increasing prevalence and mortality rates, leading most patients to require hemodialysis therapy. However, this procedure often causes complications, particularly fatigue, a condition of physical and mental exhaustion that does not improve with rest, which negatively impacts patients’ activity, psychosocial functioning, and quality of life. Non-pharmacological interventions such as intradialytic flexibility exercise are considered effective in reducing fatigue levels, improving physical function, and supporting the overall health of patients undergoing hemodialysis. To determine the effectiveness of intradialytic flexibility exercise in reducing fatigue among patients with chronic kidney disease. This experimental study employed a one-group pretest–posttest design. The population consisted of all CKD patients undergoing hemodialysis at Dr. H. Abdul Moeloek Regional General Hospital. A total of 15 patients were recruited using purposive sampling. The intervention consisted of intradialytic flexibility exercise administered in 8 sessions over 4 weeks, with each session lasting 10–15 minutes. The research instrument used was the FACIT-Fatigue scale. Intradialytic flexibility exercise was proven effective in reducing fatigue levels among CKD patients undergoing hemodialysis. This was indicated by an increase in the mean FACIT-Fatigue score from baseline to week 2 by 8.267 points, further increasing to 16.133 points at week 4, with an additional improvement of 7.867 points from week 2 to week 4 (p<0.05). These findings indicate that intradialytic flexibility exercise provides a significant and sustained positive impact on reducing fatigue in patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis. Keywords: Intradialytic Flexibility Exercise, Fatigue, Chronic Kidney Disease  ABSTRAK  Penyakit gagal ginjal kronik (GGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi dan angka mortalitas yang terus meningkat, sehingga sebagian besar pasien memerlukan terapi hemodialisis. Namun, prosedur ini kerap menimbulkan komplikasi, terutama berupa fatigue, yaitu kondisi kelelahan fisik dan mental yang tidak membaik dengan istirahat, serta berdampak pada aktivitas, fungsi psikososial, dan kualitas hidup pasien. Intervensi nonfarmakologis seperti intradialytic flexibility exercise diyakini efektif dalam mengurangi tingkat fatigue, meningkatkan fungsi fisik, serta mendukung kualitas kesehatan pasien yang menjalani hemodialisis. Mengetahui efektifitas pemberian intervensi intradialytic flexybility exercise terhadap penurunan fatique Pasien penyakit ginjal kronik. Studi eksperimen, desain one group pretest posttest. Populasi adalah seluruh pasien GGK yang menjalani hemodialisa di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Besar sampel 15 pasien dengan teknik purposive sampling. intradialytic flexibility exercise pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis, dilakukan sebanyak  8 sesi dalam waktu 4 minggu, dimana setiap sesi menjalani waktu 10-15 menit latihan. Instrumen penelitian menggunakan FACIT Fatigue. Intradialytic flexibility exercise terbukti efektif menurunkan tingkat fatigue pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan rerata skor FACIT-fatigue dari pengukuran awal ke minggu ke-2 sebesar 8,267 poin, meningkat menjadi 16,133 poin pada minggu ke-4, serta tambahan peningkatan 7,867 poin dari minggu ke-2 ke minggu ke-4 (p<0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi tersebut memberikan dampak positif yang signifikan dan berkelanjutan terhadap penurunan kelelahan pasien. Kata Kunci:  Intradialytic Flexybility Exercise, Fatigue, Gagal Ginjal Kronis

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue