cover
Contact Name
Johanes Hasugian
Contact Email
johaneswhasugian@gmail.com
Phone
+6285265222617
Journal Mail Official
johaneswhasugian@gmail.com
Editorial Address
johaneswhasugian@gmail.com
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : 27216020     EISSN : 2721432X     DOI : 10.46305
Core Subject : Religion, Education,
IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan pendidikan agama Kristen, dengan nomor ISSN: 2721-432X (online), ISSN: 2721-6020 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara, Medan. Focus dan Scope penelitian IMMANUEL adalah: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Praktika Pendidikan Agama Kristen IMMANUEL menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi yang ada, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review. IMMANUEL terbit dua kali dalam satu tahun, April dan Oktober
Articles 109 Documents
Sang Gambar Otoritas Ilahi: Pelayanan yang Bertanggung Jawab dengan Lensa Vocation Dei dan Imitatio Christi Tarigan, Karel Benridho
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 5, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v5i1.271

Abstract

Church ministers organize church life institutionally and guide church member's spirituality. This research focuses on the spiritual dimension, especially on morality. Church Ministers are seen as role models and are not treated as examples only, but also as actors of good-moral. The benchmark of good-moral in this research is Christ as the main nomos because the church minister is the image of divine authority in the church's life. however, how can Christ the Nomos be interpreted, so that the service carried out is full of passion and responsibility? Therefore, this research uses the idea of vocation Dei which has nuances of responsibility fulfillment. In addition, the idea of imitatio Christi and the theology of participation are elaborated to emphasize that fulfilling the responsibility of the call to serve is an attempt to demonstrate the image of divine authority. The results of this study show that as an image of divine authority, ecclesiastical ministers are responsible for "mediating" the citizens of the congregation to the Head of the Church because they are in the two scopes. AbstrakPara pelayan gerejawi tidak hanya sekadar mengatur kehidupan jemaat secara institusional, melainkan juga membimbing perkembangan spiritualitas warga jemaat. Penelitian ini berfokus pada cakupan dimensi spiritual, terutama tentang moralitas dalam pelayanan gerejawi. Para pelayan gerejawi kemudian dilihat sebagai role model yang tidak hanya menjadi contoh, tetapi juga menjadi pelaku moral-baik. Tolok ukur moral-baik dalam penelitian ini adalah pribadi Kristus sebagai Nomos utama, karena para pelayan gerejawi adalah gambaran dari otoritas ilahi dalam kehidupan jemaat. Lantas, bagaimana Kristus Sang Nomos dapat dimaknai, sehingga pelayanan yang dilakukan penuh gairah dan tanggung jawab? Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan gagasan dari vocation Dei yang memiliki nuansa pemenuhan tanggung jawab. Selain itu, ide imitatio Christi dan teologi partisipasi dielaborasi untuk menegaskan bahwa pemenuhan tanggung jawab dari panggilan untuk melayani merupakan upaya untuk mendemonstrasikan gambaran otoritas ilahi. Hasil penelitian ini menampilkan bahwa sebagai gambaran otoritas ilahi, para pelayan gerejawi bertanggung jawab untuk menjadi “pengantara” warga jemaat kepada Sang Kepala Gereja, karena mereka berada dalam dua cakupan tersebut.
Roh Kudus dan Transformasi: Sebuah Kajian Biblis tentang Pembaharuan Karakter Paulus Tafonao, Diana; Waruwu, Anwar Three Millenium; Tan, Timotius; Sitorus, Johnson
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 5, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v5i1.283

Abstract

Character plays a central role in shaping individual behavior, with the presence of both good and bad character traits reflected in daily actions. This article investigates the role of the Holy Spirit in shaping character, particularly through the transformation of Paul's character. Through qualitative methods and literary analysis, this research highlights the crisis of character in society and aims to elucidate the impact of the Holy Spirit in addressing it. The findings demonstrate the Holy Spirit's role in transforming Paul's character from a persecutor into a loving and forgiving follower of Christ. The Holy Spirit serves as a comforter and helper, guiding Paul from darkness to light, and transforming his harsh character into one of gentleness and love. Paul's life testimony confirms the power of the Holy Spirit in changing hearts and human character, making them more like Christ. AbstrakKarakter memainkan peran sentral dalam membentuk perilaku individu, dengan terdapatnya karakter baik dan buruk yang tercermin dalam tindakan sehari-hari. Artikel ini menginvestigasi peran Roh Kudus dalam membentuk karakter, terutama melalui transformasi karakter Paulus. Melalui metode kualitatif dengan analisis literatur, penelitian ini menyoroti krisis karakter dalam masyarakat dan bertujuan menjelaskan dampak Roh Kudus dalam mengatasinya. Hasil penelitian menunjukkan peran Roh Kudus dalam transformasi karakter Paulus dari seorang penganiaya menjadi seorang pengikut Kristus yang penuh kasih dan pengampunan. Roh Kudus berperan sebagai penghibur dan penolong yang membawa Paulus keluar dari kegelapan menuju terang, mengubah karakter keras menjadi lembut dan penuh kasih. Kesaksian hidup Paulus menegaskan kekuatan Roh Kudus dalam mengubah hati dan karakter manusia, menjadikan mereka lebih mirip dengan Kristus.
Implementasi Metode Role-Play Berbasis Kecerdasan Spiritual Kristen di Sekolah Inklusi TK Talenta Semarang Ela, Ela; Triposa, Reni; Octavianus, Steaven
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 5, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v5i1.243

Abstract

This research was conducted in an inclusive school that focused on the Quiet Time class at TK Talenta Semarang. By cultivating Christian spiritual intelligence that is centered on the character of students, as well as laying the foundation of faith as early as possible, through teaching that is based on the Bible and centered on Christ, with a role-play learning method approach. The existence of special children (Children with Special Needs) who have special needs in certain aspects, the author wants to research learning methods, using the role-play method which is centered on developing the abilities of special children in inclusive schools, which involves interaction and communication in a learning process activities, through role-play method learning activities. From the learning process activities of the role-play method based on spiritual intelligence, it is known and found that in the role-play method there are three other correlations of intelligence, namely: linguistic intelligence, movement-kinesthetic intelligence, and musical intelligence whose existence cannot be separated. This research was carried out to develop several intelligence, from Howard Gardner’s theory, including spiritual intelligence, linguistic intelligence, movement-kinesthetic intelligence, and musical intelligence, in children with special needs. The research method used is a qualitative descriptive method, with data analysis techniques from Miles and Huberman such as data collection, data reduction, data presentation, and drawing results from data verification conclusions, in the form of interviews, observations, documentation, and portfolio. The expected result of this research is the development of a curriculum in inclusive schools by the needs of students, which develops the potential of students. AbstrakPenelitian ini dilakukan, di sekolah inklusi yang berfokus pada kelas Saat Teduh di TK Talenta Semarang. Dengan adanya penanaman kecerdasan spiritual Kristen yang berpusat pada karakter peserta didik, serta meletakan dasar iman sedini mungkin, melalui pengajaran yang bersumber pada Alkitab dan berpusat pada Kristus, dengan pendekatan metode pembelajaran role-play. Keberadaan anak istimewa (Anak Berkebutuhan Khusus) yang memiliki kebutuhan khusus pada aspek tertentu, maka penulis ingin melakukan sebuah penelitian mengenai metode pembelajaran, dengan menggunakan metode role-play yang berpusat pada pengembangan kemampuan anak istimewa di sekolah inklusi, yang melibatkan adanya interaksi, komunikasi dalam suatu kegiatan proses pembelajaran, melalui kegiatan belajar metode role-play. Dari kegiatan proses belajar metode role-play berbasis kecerdasan spiritual, diketahui dan ditemukan bahwa metode role-play terdapat adanya tiga korelasi kecerdasan lainnya yaitu: kecerdasan linguistik, kecerdasan gerak-kinestetik dan kecerdasan musik yang tidak dapat dipisahkan keberadaannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan beberapa kecerdasan dari teori Howard Gardner yang diantaranya yaitu: kecerdasan spiritual, kecerdasan linguistik, kecerdasan gerak-kinestetik, dan kecerdasan musik, pada anak ABK. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis data dari Miles dan Huberman seperti: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan hasil dari kesimpulan/verifikasi data, yang berupa wawancara, observasi, dokumentasi dan portofolio. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini, adanya pengembangan kurikulum di sekolah inklusi sesuai dengan kebutuhan peserta didik, yang mengembangkan potensi peserta didik.
Meretas Kesejahteraan Mental: Eksplorasi Potensi Terapi melalui Pendekatan Soteriologi pada Gangguan Kecemasan Herman, Samuel; Trifosa, Florence
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 5, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v5i1.249

Abstract

This research explores the role of soteriology in managing anxiety disorders. Utilizing a literature review method with a descriptive analysis approach, this journal indicates that soteriology, through its holistic approach encompassing spiritual dimensions, personality theory, and cognitive-behavioral therapy, has the potential to enhance mental well-being. While the literature provides a positive overview, further research is needed to delve into the impact of soteriology on the anxiety disorder cycle, compare it with conventional therapy, and evaluate its influence on the subjects' quality of life. The results highlight the necessity to incorporate spiritual aspects and personality theory in future research to comprehend the effectiveness of soteriology. With a deeper understanding, the application of this approach is anticipated to make a valuable contribution to addressing anxiety disorders. AbstrakPenelitian ini mengeksplorasi peran soteriologi dalam mengelola gangguan kecemasan. Menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan analisis deskriptif, jurnal ini menunjukkan bahwa soteriologi, melalui pendekatan holistiknya yang mencakup dimensi spiritual, teori kepribadian, dan terapi kognitif-behavioral, memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan mental. Meskipun literatur memberikan gambaran positif, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendalami dampak soteriologi pada siklus gangguan kecemasan, membandingkannya dengan terapi konvensional, dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap kualitas hidup subjek. Hasilnya menyoroti kebutuhan untuk melibatkan aspek spiritual dan teori kepribadian dalam penelitian mendatang untuk memahami efektivitas soteriologi. Dengan pemahaman yang lebih mendalam, penerapan pendekatan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi berharga dalam mengatasi gangguan kecemasan.
Kurikulum Merdeka Belajar dan Implementasinya dalam Pendidikan Kristen pada Tingkat Sekolah Dasar di Pelosok Kepulauan Nias Duha, Asni Darmayanti
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 5, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v5i1.292

Abstract

The independent learning curriculum is one of the programs for developing and improving the quality of education in Indonesia. However, the problems that occur with the implementation of the free learning curriculum in remote areas of the Nias Islands, especially in elementary schools, are the lack of preparedness of human resources, both educators who are not well equipped and students who are not ready to accept the free learning curriculum system and inadequate infrastructure. adequate to support the successful implementation of the independent learning curriculum in Christian education. The aims of this research consist of first, revealing the problems that occur so that they become evaluation material for both the central, provincial, and regional governments as well as for private educational institutions. Second, to offer a simple solution as an effort to implement the independent learning curriculum in remote areas of the Nias Islands, namely providing extra (gradual and continuous) teacher training and completing infrastructure. The research method used is a literature study. Based on the results of data analysis, it can be concluded that efforts to implement the independent learning curriculum in Christian education at the elementary school level in remote areas of the Nias Islands have not gone well and maximally, thereby affecting the quality of human resources produced. AbstrakKurikulum merdeka belajar merupakan salah satu program pengembangan dan peningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Namun, persoalan yang terjadi pada penerapan kurikulum merdeka belajar tersebut pada pelosok Kepulauan Nias, khususnya pada satu pendidikan Sekolah Dasar, yakni kurangnya kesiapan sumber daya manusia baik pendidik yang tidak dibekali dengan baik maupun siswa yang tidak siap menerima sistem kurikulum merdeka belajar dan sarana prasarana yang kurang memadai sebagai penunjang keberhasilan penerapan kurikulum merdeka belajar dalam pendidikan Kristen. Tujuan penelitian ini terdiri atas: pertama, untuk mengungkapkan masalah yang terjadi sehingga menjadi bahan evaluasi baik bagi pemerintah pusat, provinsi dan daerah serta bagi lembaga pendidikan swasta. Kedua, untuk menawarkan solusi yang sederhana sebagai upaya dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar di pelosok Kepulauan Nias, yakni melakukan pembekalan para guru secara ekstra (bertahap dan berkesinambungan) dan melengkapi sarana prasana. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa upaya penerapan kurikulum merdeka belajar dalam pendidikan Kristen pada tingkat sekolah dasar di pelosok Kepulauan Nias belum berjalan dengan baik dan maksimal sehingga memengaruhi kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan.
Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila melalui Pendidikan Agama Kristen: Studi pada SMKN 1 Kendari Setiawan, Ho Lucky; Bungaa, Devi Maria
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 5, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v5i1.89

Abstract

Religious education has a vital role in forming character and moral values in students. However, what is the role of religious education in internalizing the values of Pancasila? This is a significant effort to make in the era of disruption. This research aims to show how Christian education can be instrumental in strengthening awareness of Pancasila values, especially for Christian students, in a pluralistic school environment. This research uses a descriptive analysis method with a qualitative and literature approach, finding that Christian religious education significantly instills Pancasila values in vocational high school students, specifically in the environment of SMK 1 Kendari. Thus, it is concluded that internalizing Pancasila values through Christian religious education can form Christian students' noble character and morals, especially in the Kendari Vocational School 1 environment.AbstrakPendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai moral pada siswa. Namun, bagaimana peran pendidikan agama dalam menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila, hal ini menjadi upaya yang sangat penting untuk dilakukan di era disrupsi. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana pendidikan kristiani dapat dipergunakan sebagai pendekatan instrumental dalam memperkuat kesadaran akan nilai-nilai Pancasila, khususnya pada siswa Kristen, di lingkungan sekolah yang bersifat plural. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan literatur, serta menemukan bahwa pendidikan agama Kristen sangat berfungsi signifikan dalam penanaman nilai-nilai Pancasila kepada siswa menengah Kejuruan, secara khusus di lingkungan SMK 1 Kendari. Internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran pendidikan agama Kristen dapat membentuk karakter dan moral siswa Kristen yang luhur, khususnya di lingkungan SMK 1 Kendari.
Keistimewaan Metode Role-Playing untuk Siswa SMP di Kelas Pendidikan Agama Kristen Sihotang, Sarwedy; Yulianingsih, Dwiati
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 5, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v5i1.236

Abstract

The purpose of this research is to find out that the role-playing method is a special method that is suitable for Christian religious education lessons. This method provides an attraction for junior high school students to like Christian religious education lessons. The subjects of this research were junior high school students from class VII to class IX, aged 13-15 years. The method used in this research is a qualitative method with a literature study approach. The following are the features of the role-playing method in Christian religious education lessons for junior high school students, namely: increasing learning concentration and making it easier for them to understand the material, fun, practicing skills or psychomotor training for junior high school students, instilling a good identity, as a place to train emotions or emotional control. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa metode role-playing adalah metode yang istimewa, yang sesuai untuk pelajaran pendidikan agama Kristen. Metode ini memberikan daya tarik bagi siswa SMP untuk menyukai pelajaran pendidikan agama Kristen. Subyek penelitian ini yaitu siswa SMP dari kelas VII sampai kelas IX, meliputi rentang usia 13-15 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Keistimewaan metode role-playing pada pelajaran pendidikan agama Kristen bagi siswa SMP mencakup: meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan mereka memahami materi, menyenangkan, melatih keterampilan atau melatih psikomotorik siswa SMP, menanamkan jati diri yang baik, sebagai wadah melatih emosi atau kontrol emosi. 
Tradisi Mangongkal Holi Batak Toba: Eksplorasi Kesesuaian dengan Perspektif Alkitabiah 2 Samuel 21:12-14 Purba, Edward; Hutagalung, Stimson
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 5, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v5i1.286

Abstract

This study compares the Toba Batak Mangongkal Holi Tradition to 2 Samuel 21:12-14's Biblical perspective. To understand the Toba Batak culture's Mangongkal Holi ceremony challenges, this study uses a qualitative descriptive approach. Researchers actively participate in the study process, from problem identification to findings, in this research approach. The purposive selection was used to select informants. Data was collected by interviewing respondents, examining the GMAHK community's views of Toba Batak Culture and Mangongkal Holi, and preserving historical data. A qualitative approach was used to accurately depict current situations in data analysis. Credibility tests verify data, while data processing involves interpreting and analyzing data to determine its significance. The research shows how local rituals and traditions can include religious ideals like reverence for ancestors without spiritualism or prayer. Despite differences in practice, culture and religion can coexist and provide a moral foundation for society. This study concludes that intercultural discourse and religious understanding maintain social and spiritual balance in heterogeneous communities. AbstrakPenelitian ini membandingkan tradisi Mangongkal Holi Batak Toba dengan 2 Samuel 21:12-14 dalam perspektif Alkitab. Untuk memahami tantangan upacara Mangongkal Holi budaya Batak Toba, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Peneliti berpartisipasi aktif dalam keseluruhan proses penelitian, mulai dari identifikasi masalah hingga temuan, dalam pendekatan penelitian ini. Seleksi purposif digunakan untuk memilih informan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada responden, mengkaji pandangan masyarakat GMAHK terhadap Budaya Batak Toba dan Mangongkal Holi, serta melestarikan data sejarah. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggambarkan situasi terkini secara akurat dalam analisis data. Uji kredibilitas memverifikasi data, sedangkan pemrosesan data melibatkan interpretasi dan analisis data untuk menentukan signifikansinya. Penelitian ini menunjukkan bagaimana ritual dan tradisi lokal dapat mencakup keagamaan seperti penghormatan terhadap leluhur tanpa spiritualisme atau doa. Meski terdapat perbedaan praktik, budaya dan agama dapat hidup berdampingan dan memberikan landasan moral bagi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wacana antarbudaya dan pemahaman keagamaan menjaga keseimbangan sosial dan spiritual dalam komunitas heterogen.
Peran Majelis Gereja dalam Pertumbuhan Rohani Jemaat: Analisis 1 Timotius 3:8-13 Halawa, Iman Kristina; Sesatonis, Yos Adoni; Purwonugroho, Daniel Pesah
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 5, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v5i2.322

Abstract

This paper aims to explore the role of church elders in the spiritual growth of the congregation. The role of church elders is examined through the lens of 1 Timothy 3:8-13. Church elders are believers entrusted with significant responsibilities within a local church. It is essential that church elders exhibit good character and integrity, as their attitudes directly influence the spiritual life of the local church they serve. Church elders must align their lives with the truth of God’s Word. 1 Timothy 3:8-13 outlines the proper attitudes in the context of church ministry. These attitudes, as described in 1 Timothy 3:8-13, should be adopted and lived out by church elders. When elders embody these attitudes, their ministry will have a positive impact on the spiritual growth of the congregation. Through a qualitative descriptive method, it can be concluded that the attitudes in 1 Timothy 3:8-13 must be possessed and expressed in the lives of church elders. When these attitudes are cultivated and become integral to their character, the congregation will experience significant spiritual growth. AbstrakTulisan ini dibuat untuk menjelajahi peran majelis gereja dalam pertumbuhan rohani jemaat. Peran majelis gereja tersebut akan diperhatikan dalam perspektif 1 Timotius 3:8-13. Majelis gereja adalah orang percaya yang memegang pelayanan penting di dalam sebuah gereja lokal. Majelis gereja perlu memiliki sikap yang baik dan berintegritas. Kualitas sikap akan mempengaruhi kehidupan rohani dalam sebuah gereja lokal tempat majelis gereja melayani. Majelis gereja perlu membangun hidupnya sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. 1 Timotius 3:8-13 menunjukkan sikap-sikap yang tepat sesuai dengan konteks ayat tersebut dalam membangun sebuah pelayanan gereja. Sikap-sikap dalam 1 Timotius 3:8-13 perlu dimiliki dan dihidup oleh para majelis gereja. Saat para majelis gereja memiliki sikap seperti yang dinyatakan dalam 1 Timotius 3:8-13, maka pelayanan majelis gereja akan memberi dampak kepada pertumbuhan rohani jemaat. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, dapat disimpulkan bahwa sikap-sikap dalam 1 Timotus 3:8-13 harus dimiliki dan diekspresikan dalam kehidupan majelis gereja. Saat sikap tersebut terbangun dan menjadi karakter majelis gereja, maka jemaat akan mengalami pertumbuhan rohani yang signifikan.
Ice Breaking dalam Pembelajaran: Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Materi Pendidikan Agama Kristen Gulo, Betieli; Gulo, Rayani Arnidar; Zai, Anugerah Jaya; Hia, Sesilia; Gulo, Liami
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 5, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v5i2.324

Abstract

The average attention span of students in the process of teaching and learning activities in class is between ten and twenty minutes. After that, the teacher reacts to being sleepy, disturbing friends, being busy with his own activities, going in and out of class and sometimes finding it difficult to return to a conducive state. This problem is very serious and has the potential to reduce students' interest in learning about Christian Religious Education subject matter. The Ice breaking learning strategy is able to change a passive atmosphere into an active one. This strategy can be used by teachers to increase students' interest in receiving the material presented. This research aims to determine the effectiveness of the ice breaking learning strategy in increasing students' interest in learning and returning students' attention to Christian Religious Education material. This research uses qualitative research based on library research. Researchers search for and analyze research in the form of journals, proceedings, books and other articles related to the research title and then write them down as research results. From the results of the analysis, it was found that the application of the ice breaking learning strategy was able to develop and optimize students' brains and creativity, train them to think systematically to solve problems and increase their self-confidence. Therefore, teachers need to carefully consider using the ice breaker learning method and choose the type of ice breaker used based on the principles of motivation, synchronization, appropriate situation, and does not contain elements of SARA and pornography. AbstrakRata-rata rentang perhatian naradidik dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas antara sepuluh sampai dua puluh menit. Setelah itu, reaksi mengantuk, mengganggu teman, sibuk pada kegiatan sendiri, keluar masuk kelas ditemui guru dan terkadang sulit dikembalikan pada keadaan yang kondusif. Permasalahan ini sangat serius dan berpotensi mengurangi minat belajar siswa pada materi pelajaran pendidikan agama Kristen. Strategi belajar ice breaking mampu mengubah suasana yang pasif menjadi aktif. Strategi ini dapat digunakan oleh guru dalam meningkatkan minat siswa untuk menerima materi yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efetivitas strategi belajar ice breaking dalam meningkatkan minat belajar siswa serta mengembalikan perhatian siswa pada materi pendidikan agama Kristen. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif berbasis library research. Peneliti mencari dan menganalisis litertur penelitian dalam bentuk jurnal, prosiding, buku, dan artikel lainnya yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Dari hasil analisis ditemukan bahwa penerapan strategi pembelajaran ice breaking mampu mengembangkan dan mengoptimalkan kemampuan berpikir dan kreatifitas siswa, melatih berfikir sistematis untuk memecahkan masalah serta dapat meningkatkan rasa percaya diri. Oleh karena itu, guru perlu mempertimbangkan dengan matang untuk menggunakan metode pembelajaran ice breaking dan memilih jenis ice breaking yang digunakan berdasarkan prinsip motivasi, sinkronisasi, tepat situasi, dan tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.

Page 7 of 11 | Total Record : 109