cover
Contact Name
Johanes Hasugian
Contact Email
johaneswhasugian@gmail.com
Phone
+6285265222617
Journal Mail Official
johaneswhasugian@gmail.com
Editorial Address
johaneswhasugian@gmail.com
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : 27216020     EISSN : 2721432X     DOI : 10.46305
Core Subject : Religion, Education,
IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan pendidikan agama Kristen, dengan nomor ISSN: 2721-432X (online), ISSN: 2721-6020 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara, Medan. Focus dan Scope penelitian IMMANUEL adalah: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Praktika Pendidikan Agama Kristen IMMANUEL menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi yang ada, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review. IMMANUEL terbit dua kali dalam satu tahun, April dan Oktober
Articles 109 Documents
Relevansi Pendidikan Kristen dalam Membentuk Resiliensi Iman Remaja Generasi Z terhadap Pemikiran Kristen Progresif dari Bingkai Teologi Kristen Arifianto, Yonatan Alex; Sumual, Elisa Nimbo; Rahayu, Yohana Fajar
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v6i1.421

Abstract

Social changes and technological advancements, generation Z (Gen Z) teenagers face issues and challenges maintaining their Christian faith, especially with the emergence of progressive Christian thought that offers reinterpretations of traditional teachings that strongly deviate from doctrinal orthodoxy. This thinking often puts forward values of inclusivity such as including the view that salvation is not only limited to those who explicitly identify as Christians by believing in Jesus, but can also include individuals from other religious backgrounds or beliefs, as long as they live a life of love, kindness, and morality and there is also the value of relativism that has the potential to influence teenagers' faith beliefs. The purpose of this research is to make the relevance of Christian education in strengthening the resilience of Gen Z teenagers' faith against the influence of progressive Christian thought. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, which examines relevant literature on Christian education, faith resilience, and progressive Christian thought. It can be concluded that Christian education based on the teachings of the Bible can actually form the resilience of teenagers' faith against the influence of progressive Christianity. So it is necessary to understand progressive Christianity and its thinking, so that generation Z in the era of globalisation development, can receive teaching from Christian education and the importance of Gen Z teenagers' faith resilience. This starts from the strategic of Christian education in the integrity of teenagers' faith in the midst of the flow of progressive Christian thought and in the midst of the flow of thoughts that continue to develop but deviate. AbstrakPerubahan sosial dan kemajuan teknologi, remaja generasi Z (Gen Z) menghadapi persoalan dan tantangan mempertahankan iman Kristen mereka, terutama dengan munculnya pemikiran Kristen progresif yang menawarkan reinterpretasi ajaran tradisional yang sangat menyimpang dari doktrin ortodoksi. Pemikiran ini sering kali mengedepankan nilai-nilai inklusivitas seperti  mencakup pandangan bahwa keselamatan tidak hanya terbatas pada mereka yang secara eksplisit mengidentifikasi diri sebagai Kristen dengan percaya pada Yesus, tetapi juga dapat mencakup individu dari latar belakang agama atau keyakinan lain, selama mereka menjalani kehidupan yang penuh kasih, kebaikan, dan moralitadan juga ada nilai relativisme yang berpotensi memengaruhi keyakinan iman remaja. Tujuan dari penelitian ini supaya relevansi pendidikan Kristen dalam memperkuat ketahanan iman remaja Gen Z terhadap pengaruh pemikiran Kristen progresif. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, yang mengkaji literatur yang relevan mengenai pendidikan Kristen, resiliensi iman, dan pemikiran Kristen progresif. Dapat disimpulkan pendidikan Kristen yang berbasis pada ajaran Alkitab sejatinya dapat membentuk ketahanan iman remaja terhadap pengaruh Kristen progresif. Maka perlunya memahami Kristen progresif dan pemikirannya, sehingga generasi Z di era perkembangan Globalisasi, dapat menerima pengajaran dari pendidikan Kristen dan pentingnya  resiliensi iman remaja Gen Z. Hal ini dimulai dari  strategis Pendidikan Kristen dalam integritas iman remaja di tengah arus pemikiran  Kristen progresif dan di tengah arus pemikiran yang terus berkembang namun menyimpang.
Kontribusi Redaktur Deuteronomist dalam Teologi Mikha 3:1-12 Yanti, Maria Evvy; Lamsir, Seno
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v6i1.416

Abstract

The actuality of colorful interpretations of Micah 3:1-12 results in different theological views as well. Especially when interpreting the theology of review of religious leaders and the government in the textbook. There's an opinion that Micah 3:1-12 as part of the composition of Micah 1- 3 is material that comes from the period of the prophet's declamation with review of the cult. There is also the opinion that Micah 35- 8 gives a theological meaning to the false prophets. There's also the view that Micah 3:1- 12 points to the theology of the people's commination through the sumptuous exile. The theological exploration of this textbook is n't on one theological meaning alone because it's embedded in the period of the anthology's evolving environment. There are attempts by pens or editors to report complaints from colorful ages with the gradational development of textbooks over time that shape theology. The donation of the Deuteronomist editor makes the theological meaning of the textbook more comprehensive by integrating the social situation of the author. This composition shows the theological communication of the textbook of Micah 3: 1-12 through the social history approach of the textbook. The result of this exploration is to place the meaning of theology in the history of the life of the people by paying attention to the history of the publication of the textbook and the perceptivity of the editors in the period. AbstrakAdanya beragam penafsiran dari Mikha 3:1-12 menghasilkan pandangan teologi yang beragam pula. Khususnya ketika menafsir teologi kritik terhadap pemimpin agama dan pemerintah pada bagian teks. Terdapat pendapat bahwa Mikha 3:1-12 sebagai bagian dari komposisi Mikha 1-3 merupakan materi yang berasal dari periode orasi nabi dengan kritik terhadap kultus. Ada juga pendapat bahwa Mikha 3:5-8 memberikan pemaknaan teologi para nabi palsu. Ada pula pandangan bahwa Mikha 3:1-12 mengarah pada teologi penghukuman umat melalui pembuangan Babilonia. Penelitian teologi teks ini tidak pada satu makna teologi saja karena berakar pada periode konteks pembacanya yang berkembang. Terdapat usaha penulis atau redaktur yang melaporkan keluhan- keluhan dari periode yang beragam dengan perkembangan teks secara berangsur sepanjang waktu yang membentuk teologi. Kontribusi redaktur Deuteronomist menjadikan makna teologi teks menjadi lebih komprehensif dengan mengintegrasikan situasi sosial penulis. Tulisan ini memperlihatkan pesan teologi teks Mikha 3:1-12 melalui pendekatan sejarah sosial peredaksian teks. Hasil dari penelitian ini adalah menempatkan pemaknaan teologi dalam sejarah kehidupan umat dengan memerhatikan sejarah peredaksian teks dan kepekaan para redaktur pada periodenya.
Dari Usaha ke Anugerah: Memahami Jalan Keselamatan melalui Pembenaran oleh Iman Berdasarkan Roma 3:21-31 Obehetan, Yeheskiel; Fufu, Eni Marisa; Ruku, Noh; Pandandari, Galuh
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v6i1.408

Abstract

This study aims to examine the significance of Romans 3:21-31, in relation to the concept of justification by faith. This is based on the understanding of the laity that justification can be obtained from God through various human efforts, while humans are imperfect sinners so that in any effort it will not be possible for anyone to achieve justification from God. By using literature study, this study shows that the preaching of the gospel to the laity is the responsibility of believers to provide an understanding of the concept of justification by faith, the basis of justification by faith, the object of justification by faith, and the conditions of justification by faith. This study provides benefits to the church, theological colleges and believers to provide an understanding to the laity regarding the understanding of justification by faith alone. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji signifikansi Roma 3:21-31, dalam kaitannya dengan konsep pembenaran karena iman. Hal itu dilatarbelakangi oleh pemahaman kaum awam bahwa pembenaran dapat diperoleh dari Allah dengan berbagai upaya manusia, sedangkan manusia adalah umat berdosa yang tidak sempurna sehingga dalam upaya apapun tidak akan mungkin bisa dilakukan oleh seorangpun untuk mencapai pembenaran Allah. Dengan menggunakan studi literatur, penelitian ini menunjukkan bahwa pemberitaan Injil kepada kaum awam adalah tanggung jawab orang percaya untuk memberi pemahaman tentang konsep pembenaran karena iman, dasar pembenaran karena iman, obyek pembenaran karena iman, dan syarat pembenaran karena iman. Penelitian ini memberikan manfaat kepada gereja, sekolah tinggi teologi dan kepada orang percaya untuk memberikan pemahaman kepada kaum awam berkaitan dengan pemahaman pembenaran hanya karena iman.
Etika Pengembalaan Berdasarkan 1 Petrus 5:1-11: Studi Eksegesis Waruwu, Junieli; Nesimnasi, Ruben
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v6i1.390

Abstract

Pastoring the congregation requires good ethics and in accordance with God's standards. Pastors often ignore ethics and ethical principles in pastoring, so that many fall into sexual sin, drugs, theft and other inappropriate behavior. Through exegetical studies, this study highlights the principles of pastoral ethics as taught in 1 Peter 5:1-11. This paper aims to examine the principles of pastoral ethics based on 1 Peter 5:1-11 as a solution to the moral crisis of today's pastors. This paper uses exegetical studies by exploring the meaning and intent of each verse according to the context analyzed. Based on the results of the exegesis, it can be explained that pastoral ethics are very important and influence the growth of the congregation. Pastoral ethics must be possessed by a pastor because it is God's command. A pastor must have voluntary ethics, self-dedication and role models with the principles of pastoral ethics, namely humbling oneself to God, trusting in God and being vigilant. In addition, pastors have responsibilities, namely to complete, confirm, strengthen, and solidify. Thus, the results of this study can be a guideline for service ethics for today's pastors. AbstrakDalam penggembalaan jemaat diperlukan etika yang baik dan sesuai dengan standar Tuhan Allah. Para gembala sering mengabaikan etika dan prinsip etika di dalam penggembalaan, sehingga tidak sedikit yang jatuh dalam dosa seksual, narkoba, pencurian dan perilaku yang tidak terpuji lainnya. Melalui studi eksegesis, penelitian ini menyoroti prinsip etika penggembalaan sebagaimana diajarkan dalam 1 Petrus 5:1-11. Tulisan ini bertujuan mengkaji prinsip-prinsip etika penggembalaan berdasarkan 1 Petrus 5:1-11 sebagai solusi atas krisis moral para gembala masa kini. Tulisan ini menggunakan studi eksegesis dengan menggali makna dan maksud dari setiap nas sesuai dengan konteks yang dianalisis. Berdasarkan hasil eksegesis, maka dapat diuraikan bahwa etika penggembalaan sangat penting dan memengaruhi pertumbuhan jemaat. Etika penggembalaan harus dimiliki seorang gembala karena itu perintah Allah. Seorang gembala harus memiliki etika sukarela, pengabdian diri dan teladan dengan prinsip etika penggembalaan yakni merendahkan diri kepada Tuhan, percaya kepada Allah dan berjaga-jaga. Selain itu, gembala memiliki tanggungjawab, yakni melengkapi, meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan. Dengan demikian, hasil kajian ini bisa menjadi pedoman etika pelayanan bagi gembala-gembala masa kini.
Dari Kekerasan Menuju Kelembutan: Pendekatan Pastoral Konseling Berbasis Nilai Kristiani terhadap Pola Asuh Keluarga Sahureka, Zacharias
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v6i1.406

Abstract

This study examines the relationship between parenting styles within the congregation of GPI Papua Getsemani Wagom Utara. The primary focus of this research is the impact of parenting that involves elements of violence on children's psychological, social, and emotional development. This study employs a qualitative approach using participatory observation and in-depth interviews. The findings indicate that the most dominant form of violence is verbal abuse, followed by emotional punishment, and in some cases, physical violence. The main factors contributing to violence include economic pressure, inherited parenting patterns, and a lack of parental awareness of its impact. Children who experience violence tend to have low self-confidence, anxiety, and difficulty establishing social relationships. To address this issue, pastoral approaches have been implemented through guidance and counseling, although challenges remain in their execution. With a more personalized pastoral strategy based on Christian values, it is hoped that the GPI Papua Getsemani Wagom Utara congregation can foster a nurturing environment that supports the healthy and holistic development of adolescents. AbstrakPenelitian ini membahas keterkaitan pola asuh orang tua dalam konteks Jemaat GPI Papua Getsemani Wagom Utara. Fokus utama dalam penelitian ini yakni pada dampak pola asuh yang mengandung unsur kekerasan terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan emosional anak. Pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam diterapkan dalam studi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kekerasan yang paling dominan adalah kekerasan verbal, diikuti oleh hukuman emosional dan dalam beberapa kasus kekerasan fisik pun terjadi. Faktor utama yang mendorong terjadinya kekerasan meliputi tekanan ekonomi, warisan pola asuh, serta kurangnya kesadaran orang tua terhadap dampaknya. Anak yang mengalami kekerasan cenderung memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah, kecemasan, serta kesulitan dalam menjalin hubungan sosial. Untuk mengatasi masalah ini, pendekatan pastoral telah diterapkan melalui bimbingan dan konseling, meskipun masih menghadapi tantangan dalam implementasinya. Dengan strategi pastoral yang lebih personal dan berbasis nilai-nilai Kristen, diharapkan Jemaat GPI Papua Getsemani Wagom Utara mampu membentuk lingkungan pengasuhan yang mendukung perkembangan remaja secara sehat dan holistik.
Mengoptimalkan Perkembangan Belajar Siswa melalui Penerapan Teori John Dewey dalam Pendidikan Agama Kristen Telaumbanua, Arozatulo; Duha, Asni Darmayanti
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v6i1.420

Abstract

This paper highlights the problems that occur in the development of student learning, which are influenced by several factors, namely the inability of Christian religious teachers to design Christian religious education learning that is taught to students, rigid learning methods and materials, and the environment and limitations of students in various aspects such as intellectual, genetic, social, cultural and physical. This paper uses a library research method with the main reference being John Dewey's book entitled "Experience and Education" and references to literature related to the research. Data collection techniques consist of collecting data, reviewing books and literature, analyzing data and presenting data. The purpose of this paper is to conduct a study of John Dewey's learning theory, to describe how to apply John Dewey's learning theory in Christian religious education to student learning development. The results of the study indicate that John Dewey's learning theory can influence student learning development through learning experiences, social, environment and individual activity that can be applied through Christian religious education learning. AbstrakTulisan ini menyoroti permasalahan yang terjadi pada perkembangan belajar siswa, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni ketidakmampuan guru agama Kristen dalam mendesain pembelajaran pendidikan agama Kristen yang diajarkan kepada siswa, metode dan materi pembelajaran yang kaku serta lingkungan dan keterbatasan siswa dalam berbagai hal seperti intelektual, genetik, sosial, budaya dan fisik. Tulisan ini menggunakan metode penelitian pustaka dengan rujukan utama buku John Dewey yang berjudul ”Experience and Education” dan rujukan literatur-literatur yang berhubungan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data terdiri atas mengumpulkan data, melakukan penelaan terhadap buku dan literatur, analisis data dan menyajikan data. Tujuan tulisan ini adalah untuk melakukan kajian teori belajar John Dewey, menguraikan cara penerapan teori belajar John Dewey dalam pendidikan agama Kristen terhadap perkembangan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori belajar John Dewey dapat memengaruhi perkembangan belajar siswa melalui pengalaman belajar, sosial, lingkungan dan keaktifan individu yang dapat diterapkan melalui pembelajaran pendidikan agama Kristen.
Dimensi-dimensi Misional Daniel dalam Pembuangan di Babel Michael, Richard Hedwig
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v6i1.442

Abstract

The Book of Daniel is known as one of the important parts of the Old Testament because it tells about the life of God's chosen people in the midst of exile. Daniel's presence in Babylon was a call to proclaim God's sovereignty among the nations and not just an effort to survive. Investigating how Daniel interacted with foreign rulers and cultures during the Babylonian exile while upholding his religious beliefs is the purpose of this study. To achieve the purpose of this study, the author will show specific examples where Daniel's choices and actions show his testimony of faith. The author will also discuss how Daniel's actions and the fruits of his faithfulness influenced the foreign rulers' acceptance of Israel's God and how this affected their views of God. The method used is the literature study method where the author will use books and other supporting literature to research and find the dimensions of mission in Daniel's life. Based on the results of the description and analysis carried out on the missionary dimensions that Daniel had in exile, the author found Daniel's missionary dimensions in the form of: Daniel's awareness of God's calling, the development of his spirituality, his commitment to the sanctity of life, and his excellence in his service to the pagan kings. AbstrakKitab Daniel dikenal sebagai salah satu bagian penting dari Perjanjian Lama karena menceritakan tentang kehidupan umat pilihan Tuhan di tengah pembuangan. Kehadiran Daniel di Babel merupakan panggilan untuk mewartakan kedaulatan Tuhan diantara bangsa-bangsa dan bukan sekadar upaya untuk bertahan hidup. Menyelidiki bagaimana Daniel berinteraksi dengan para penguasa dan budaya asing selama pembuangan di Babel sambil menegakkan keyakinan agamanya adalah tujuan dari penelitian ini. Untuk mencapai tujuan studi ini, penulis akan menunjukkan contoh-contoh spesifik di mana pilihan dan tindakan Daniel menunjukkan kesaksian imannya. Penulis juga akan membahas bagaimana tindakan Daniel dan buah dari kesetiaannya mempengaruhi penerimaan penguasa asing terhadap Tuhan Israel dan bagaimana hal ini memengaruhi pandangan mereka tentang Tuhan. Metode yang digunakan adalah metode studi kepustakaan dimana penulis akan menggunakan buku-buku dan literatur pendukung lainnya untuk meneliti dan menemukan dimensi-dimensi misi dalam kehidupan Daniel. Berdasarkan hasil uraian dan analisis yang dilakukan tentang dimensi-dimensi misional yang dimiliki Daniel dalam pembuangan, penulis menemukan dimensi-dimensi misional Daniel dalam bentuk: kesadaran Daniel akan panggilan Allah, perkembangan spiritualitasnya, komitmennya pada kesucian hidup, dan keunggulannya dalam pelayanannya kepada raja-raja kafir.
Dari Tenda Pembuat Kemah ke Ruang Kelas: Transformasi Gaya Mengajar Rasul Paulus dalam Dunia Pendidikan Saefatu, Meyrlin
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v6i1.424

Abstract

: Education plays a crucial role in shaping future generations who are prepared to face global challenges. However, the effectiveness of learning continues to encounter various obstacles, such as the lack of contextualized teaching, the dominance of teacher-centered methods, the digital divide, and the limited implementation of experiential learning and mentorship. A memorization-oriented education system also hinders the development of critical thinking skills. The aim of this study is to analyze the challenges within the current educational system and to design a contextual learning model based on the teaching methods of the Apostle Paul as an alternative solution. This research employs a qualitative method using a library research approach, in which data is collected through analysis of relevant literature and biblical texts related to Paul's teaching style. The findings indicate that Paul’s teaching methods were flexible, contextual, participatory, experience-based, and emphasized mentorship. This approach proved effective in shaping character, understanding, and the practical application of life values among learners. The implication for modern education is the urgent need to transform teaching methods into a more interactive model that is relevant to students' real-life contexts and emphasizes personal relationships between educators and learners. Thus, learning becomes not only cognitive but also transformative. AbstrakPendidikan memiliki peran krusial dalam membentuk generasi penerus yang siap menghadapi tantangan global. Namun, efektivitas pembelajaran masih menghadapi berbagai kendala, seperti kurangnya kontekstualisasi pengajaran, dominasi metode teacher-centered, kesenjangan digital, serta minimnya pembelajaran berbasis pengalaman dan mentorship. Sistem pendidikan yang berorientasi pada hafalan juga menghambat pengembangan keterampilan berpikir kritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tantangan dalam sistem pendidikan masa kini serta merancang model pembelajaran kontekstual berbasis metode pengajaran Rasul Paulus yang dapat menjadi solusi alternatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, dimana data dikumpulkan melalui analisis terhadap literatur dan teks-teks Alkitab yang relevan mengenai gaya mengajar Paulus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengajaran Rasul Paulus bersifat fleksibel, kontekstual, partisipatif, berbasis pengalaman nyata, dan menekankan pada mentorship. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membentuk karakter, pemahaman, dan penerapan nilai-nilai hidup peserta didik. Implikasinya terhadap pendidikan modern adalah perlunya transformasi metode pengajaran menuju model yang lebih interaktif, relevan dengan konteks kehidupan siswa, serta menekankan hubungan personal antara pendidik dan peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga transformatif
Transformasi Evaluasi Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Buatan: Peluang dan Tantangan Masa Depan Sitorus, Johnson
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v6i1.340

Abstract

Artificial intelligence (AI)-based learning evaluation is one of the most significant innovations in the transformation of higher education. It has the potential to make assessment more adaptive, rapid, transparent, and personalized, supporting reflective and learner-centered learning. This research aims to examine the transformation of learning evaluation through AI, as well as identify opportunities and challenges that arise in the future. Using a literature review approach and thematic analysis of the last five years of scholarly literature, this research found that AI can facilitate real-time feedback, map learning achievement patterns, and reduce educators' administrative burden. However, challenges such as potential algorithm bias, data security issues, digital literacy gaps, and the risk of marginalizing human values must be anticipated through appropriate policies and multi-actor collaboration. The contribution of this research provides insights for the development of learning evaluations that are not only technology-based but also emphasize the importance of ethics, justice, and humanity in education in the future. AbstrakEvaluasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu inovasi penting dalam transformasi pendidikan tinggi. Teknologi ini berpotensi menghadirkan penilaian yang lebih adaptif, cepat, transparan, dan personal, sehingga mendukung proses belajar yang reflektif dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengkaji transformasi evaluasi pembelajaran melalui AI, sekaligus mengidentifikasi peluang dan tantangan yang muncul di masa depan. Dengan pendekatan studi pustaka dan analisis tematik terhadap literatur ilmiah lima tahun terakhir, penelitian ini menemukan bahwa AI mampu mempermudah umpan balik real-time, memetakan pola capaian belajar, dan mengurangi beban administratif pendidik. Namun demikian, sejumlah tantangan seperti potensi bias algoritma, isu keamanan data, kesenjangan literasi digital, serta risiko terpinggirkannya nilai-nilai kemanusiaan perlu diantisipasi dengan kebijakan yang tepat dan kolaborasi multiaktor. Kontribusi penelitian ini memberikan wawasan bagi pengembangan evaluasi pembelajaran yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga menegaskan pentingnya etika, keadilan, dan keberpihakan pada kemanusiaan dalam pendidikan di masa depan.  
Dilema Etis Keterlibatan Hamba Tuhan dalam Politik Praktis di Indonesia: Suatu Analisis Etika Kristen Welikinsi, Welikinsi; Beriang, Senan
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v6i2.240

Abstract

Politics is a calling for the church to be involved in it. It is normal for the church to support its members to enter politics, but it is somewhat ambiguous if a pastor or servant of God enters practical politics. It is therefore difficult to see the limits of who can be involved in practical politics in the church. The purpose of writing this article is to answer the main problem in this article, namely to what extent can servants of God be involved in practical politics? What is the analysis from the perspective of Christian ethics regarding the involvement of God's servants and practical politics? The method used in this article is a descriptive qualitative method, where in the process the researcher uses a library approach, namely by examining several reference sources including books, journals and other relevant sources. The result of this research is that the church is called to be the salt and light of the world, one of which is to enter the world of politics. The church is called to be involved in welfare and upholding justice in society. Servants of God who want to get involved in practical politics must be very careful because of the various challenges that await them in the arena of political battle. The urgency of the ministry of God's servants is more inclined to serve the congregation. By serving the congregation, God's servants are expected to be able to guide and provide correct direction regarding practical politics, how the congregation should be involved in it. This is in accordance with the vocation of God's servants in general who are called to serve the congregation. AbstrakDalam konteks demokrasi Indonesia yang dinamis, keterlibatan umat Kristen, khususnya hamba Tuhan, dalam politik praktis menjadi isu etis dan teologis yang penting untuk dikaji. Masih kuatnya anggapan bahwa politik adalah wilayah “kotor” membuat banyak gereja bersikap pasif terhadap politik, padahal iman Kristen memanggil gereja untuk menjadi garam dan terang dunia. Artikel ini berupaya menjawab dua pertanyaan utama: pertama, sejauh mana hamba Tuhan dapat dan seharusnya terlibat dalam politik praktis di Indonesia; kedua, bagaimana telaah etika Kristen terhadap keterlibatan tersebut serta respon gereja dan masyarakat terhadapnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kepustakaan, menelaah sumber-sumber teologis dan empiris dari buku, jurnal, dan laporan penelitian. Analisis dilakukan melalui tahapan pengumpulan, klasifikasi, analisis tematik, dan sintesis etis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan hamba Tuhan dalam politik dapat dibenarkan sejauh berlandaskan panggilan pelayanan dan orientasi pada keadilan sosial, bukan ambisi kekuasaan. Namun, tanpa pendidikan politik yang etis dan akuntabilitas gerejawi, keterlibatan tersebut berisiko mencemari kesaksian iman dan menimbulkan konflik loyalitas. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembekalan politik yang berakar pada nilai-nilai Kristiani serta mekanisme akuntabilitas etis bagi pelayan gereja. Dengan demikian, politik dipahami bukan sebagai lawan iman, tetapi sebagai medan pelayanan publik yang merealisasikan nilai Kerajaan Allah dalam masyarakat demokratis.

Page 9 of 11 | Total Record : 109