cover
Contact Name
Ervi Herawati
Contact Email
erviherawati@uniga.ac.id
Phone
+6289662488101
Journal Mail Official
janhusscience@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Samarang No 52 A Tarogong Kaler Kabupaten Garut.
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science
Published by Universitas Garut
Janhus : Jurnal Ilmu peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) merupakan jurnal ilmiah yang memuat tulisan hasil dari penelitian ataupun laporan kasus dalam bidang peternakan. Jurnal ini berisi tentang ilmu-ilmu dalam semua bidang peternakan yang mencakup genetika dan pemuliaan ternak, nutrisi ternak, reproduksi ternak, produksi ternak, teknologi hasil ternak, sampai kepada sosial ekonomi dunia peternakan serta pemasaran produk peternakan. Fokus dan ruang lingkup naskah yang diterbitkan dalam jurnal JANHUS meliputi : Nutrisi dan Makanan Ternak Teknologi Pakan Fisiologi Ternak Hijauan makanan ternak Produksi Ternak Reprodksi Ternak Genetika dan Pemuliaan Ternak Teknologi Hasil Ternak Sosial ekonomi peternakan Pemasaran Produk Peternakan
Articles 129 Documents
ANALISIS TOTAL BAKTERI DAN KOLIFORM PADA MEDIA PERTUMBUHAN MAGGOT Black Soldier Flies DENGAN FORMULASI MEDIA FESES SAPI POTONG, ENDAPAN SUSU, DAN SAMPAH ORGANIK DAPUR Harlia, Ellin; Rahmadita, Hepia
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i2.3767

Abstract

Limbah endapan susu dan feses sapi potong dapat menyebabkan masalah utama untuk lingkungan apabila tidak diolah dengan baik. Salah satu solusi untuk menangani limbah tersebut yaitu menggunakannya sebagai media pertumbuhan maggot BSF. Keberadaan mikroba dalam media pertumbuhan magot memberikan peran positif maupun peran negatif. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui jumlah bakteri dan koliform pada media pertumbuhan sampah organik dapur dan endapan susu. Metode yang digunakan yaitu eksperimental data yang diperoleh dilakukan analisis statastik menggunakan uji paired t-test dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 = sampah organik dapur, P1 = Sampah organik dapur dan feses sapi potong, P2 = sampah organik dapur dan endapan susu, dan P3 = feses sapi potong, sampah organik dapur, dan endapan susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi media pertumbuhan maggot BSF memberikan pengaruh yang berbeda terhadap perubahan total bakteri dan koliform pada awal dan akhir proses degradasi. Formulasi media pertumbuhan endapan susu dan sampah organik dapur memberikan penurunan total bakteri dan koliform tertinggi.
Pengaruh Penggunaan Air Gula Merah Dan Kepadatan Kandang Terhadap Performa Ayam Broiler Yang Dipelihara Pada Sistem Open House Nurdiana, Nanang; Rahayu, Novia; Frasiska, Nurul
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i2.3902

Abstract

Komoditas peternakan yang dapat memberikan kontribusi yang besar dalam penyediaan protein hewani adalah ayam ras pedaging (broiler). Untuk mengetaui pengaruh penggunaan air gula merah sebagai anti stress dan kepadatan kandang terhadap performa ayam broiler. Untuk mengetahui berapa level penggunaan air gula merah sebagai anti stress dan kepadatan kandang terhdap performa ayam broiler. Metode penelitian dilakukan eksperimen mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial Penelitian mengunakan faktor A adalah kepadatan kandang yaitu: kepadatan kandang pertama (A1) berisi 8 ekor/m², kepadatan kandang kedua (A2) berisi 10 ekor/m². Faktor B adalah level pengunaan air gula antara lain B1= 0% , B2= 1%, B3= 2%, B4= 3%. Sehingga didapatkan 8 kombinasi perlakuan A x B yaitu: A1B1 = 8 ekor + 0% air gula A1B2 = 8 ekor + 1% air gula, A1B3 = 8 ekor + 2% air gula , A1B4 = 8 ekor + 3% air gula , A2B1 = 10 ekor + 0% air gula , A2B2 = 10 ekor + 1% aiar gula , A2B3 = 10 ekor + 2% air gula , A2B4 = 10 ekor + 3% air gula Parameter yang di ukur konsumsi pakan, pertubuham bobot badan, feed convertion ratio dan bobot akhir. Kepadatan kandang memberikan pengaruh nyata sementara gula secara statistik tidak memberikan pengaruh nyata pada semua parameter produksi ayam broiler.
Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Peternakan Sapi Potong Di Desa Wanajaya Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut Ramadhan, Yustian; Kusmayadi, Tendy; Rohayati, Tati; Herawati, Ervi
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i2.4134

Abstract

Peternakan sapi potong sering kali menghadapi tantangan lingkungan, terutama terkait dengan aroma yang kurang sedap yang dapat memiliki dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi pandangan masyarakat terhadap keberadaan peternakan sapi potong di Desa Wanajaya, Kecamatan Wanajaya, Kabupaten Garut. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli hingga Agustus 2023 dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi studi mencakup masyarakat yang tinggal dalam jarak 200 meter dari peternakan, dengan total populasi sebanyak 543 kepala keluarga. Sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus Slovin, menghasilkan 82 kepala keluarga sebagai sampel. Data diperoleh melalui survei dan wawancara dengan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan tabel distribusi frekuensi dan garis kontinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap bau dari peternakan mencatat skor 599 yang masuk dalam kategori "setuju" bahwa bau tersebut mengganggu. Sementara itu, persepsi terhadap limbah dari peternakan mencatat skor 772 yang masuk dalam kategori "biasa", menunjukkan bahwa limbah tersebut dianggap wajar oleh masyarakat. Pada variabel manfaat, skor 619 yang masuk dalam kategori "setuju" menunjukkan bahwa masyarakat melihat adanya manfaat dari keberadaan peternakan, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja dan penyediaan pupuk bagi pertanian lokal
KARAKTER SPESIFIK DAN NON SPESIFIK EKSTRAK ETANOL PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta L.) UNTUK FEED ADDITIVE DENGAN PENGERING LAKTOSA Puspitasari, Maryati; -, Abun; Widjastuti, Tuti
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i2.4145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter spesifik dan non spesifik dari ekstrak etanol patikan kebo (Euphorbia hirta L.) yang dikeringkan dengan laktosa untuk digunakan sebagai feed additive pada ternak.   Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Analisis, Fakultas MIPA  Universitas Garut.  Metode yang dilakukan adalah dengan membuat beberapa perbandingan antara ekstrak kental : laktosa.  Perbandingannya adalah P1 = 1:1, P2 = 1:1,5, P3 =  1:2, P4 = 1: 2,5 dan P5 = 1 : 3. Peubah yang diamati yaitu karakteristik spesifik  yang terdiri dari   kadar sari larut etanol, kadar sari larut air,  dan karakter non spesifik terdiri dari  kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam dan susut pengeringan.. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P1 sampai P5 menghasilkan karakter spesifik dan non spesifik yang telah sesuai standar, tapi perlakuan yang optimal adalah pada perlakuan P5 yaitu perbandingan ekstrak kental dan laktosa 1 : 3
Karakteristik Hasil Tetasan Berdasarkan Bobot dan Tata Letal Telur dalam Mesin Tetas Yuniarti, Nurcahyani; Setiawan, Iwan; Garnida, Dani
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v9i1.41568

Abstract

Penelitian tentang Karakteristik Hasil Tetasan Berdasarkan Bobot dan Tata Letak Telur Ayam dalam Mesin tetas telah dilaksanakan di PT Karya Indah Pertama Hatchery Ciamis dari tanggal 22 Mei sampai tanggal 21 Juni 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik hasil tetasan (daya tetas, bobot teta, dan saleable chick) berdasarkan bobot dan tata letak telur yang berbeda dalam mesin tetas. Metode penelitian menggunakan metode percobaan Split Plot RAL dengan perlakuan petak utama yaitu letak telur dalam mesin tetas yang terdiri atas L1 (letak paling atas), L2 (letak bagian tengah) dan L3 (letak paling bawah) serta anak petak yaitu bobot telur yang terdiri atas B1 (bobot Grade A yang berkisar antara 56-60 gram), B2 ( bobot Grade B yang berkisar antara 61-65 gram) dan B3 (bobot Grade C yang berkisar antara 66-70 gram). Bahan percobaan yang digunakan adalah telur tetas ayam strain Cobb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara bobot dan tata letak telur dalam mesin tetas terhadap daya tetas, bobot tetas, dan saleable chick. Daya tetas yang dihasilkan dari ketiga grade bobot telur relatif sama. Bobot telur Grade C (66-70 gram) menghasilkan bobot tetas paling tinggi (43,64 gram) dibandingkan dengan bobot telur Grade A (56-60 gram) dan bobot telur Grade B (61-65 gram). Telur yang diletakkan pada rak bagian atas mesin tetas menghasilkan saleable chick tertinggi (99,49%).
Dampak Penggunaan Tepung Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Dalam Ransum Terhadap Berat Telur Shape Index Dan Ketebalan Kerabang Telur Itik Master Maulana, Andri; Rohayati, Tati; Herawati, Ervi
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v9i1.41593

Abstract

Telur merupakan produk unggas dengan kandungan gizi tinggi dan mudah dicerna. Kualitas eksterior telur dapat dinilai berdasarkan beberapa aspek, seperti berat telur, bentuk dan ukuran telur (shape index) dan ketebalan kerabang telur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan pakan dalam campuran ransum itik petelur, serta menentukan persentase optimal tepung eceng gondok (Eichhornia crassipes) dalam ransum yang memberikan pengaruh terbaik pada berat telur, shape index dan ketebalan kerabang telur Itik Master.  Penelitian dilaksanakan di peternakan Citra Prawira yang berlokasi di Dusun Cigarukgak, Desa Padamukti, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan.  Perlakukan yang diberikan meliputi: R0 (100% ransum basal tanpa eceng gondok), R1 (95% ransum basal + 5% eceng gondok), R2 (90% ransum basal + 10% eceng gondok), R3 ( 85% ransum basal + 15% eceng gondok). Variabel yang diteliti terdiri dari berat telur, shape index dan ketebalan kerabang. Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan tepung eceng gondok dalam ransum meningkatkan ketebalan kerabang, tetapi tidak memengaruhi berat telur maupun shape index. Tepung eceng gondok (Eichhornia crassipes) dapat dimanfaatkan hingga 15% dalam ransum Itik Master.
Pengaruh Lama Pembaluran Menggunakan Buah Nanas Terhadap Kualitas Fisik Daging Dada Ayam Petelur Afkir Husen, Muhammad Fahmi; Nurhayatin, Titin; Kusmayandi, Tendy
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i2.41644

Abstract

Ayam petelur afkir adalah ayam yang sudah tidak lagi produktif, biasanya karena penurunan produksi telur yang terjadi sekitar usia 96 minggu. Menggunakan buah nanas adalah salah satu cara untuk mengempukkan daging ayam petelur afkir. Nanas mengandung enzim proteolitik yang efektif dalam melembutkan daging. Penelitian ini bertujuan untuk menilai bagaimana durasi pembaluran menggunakan buah nanas memengaruhi kualitas fisik daging dada ayam petelur afkir, termasuk dalam hal keempukan, pH, Daya Ikat Air (DIA), serta susut masak. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2023 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran, Sumedang. Metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) diterapkan dalam penelitian ini, yang melibatkan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari P0 sebagai kontrol, P1 dengan durasi 15 menit, P2 dengan durasi 30 menit, P3 dengan durasi 45 menit, dan P4 dengan durasi 60 menit. Buah nanas digunakan dengan proporsi 15% dari bobot karkas dada ayam petelur afkir dalam setiap perlakuan. Variabel yang diukur dalam penelitian ini meliputi pH, Daya Ikat Air (DIA), susut masak, dan keempukan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata keempukan berkisar antara 0,017 hingga 0,040, nilai rata-rata pH antara 5,10 hingga 5,90, nilai rata-rata Daya Ikat Air (DIA) berkisar antara 39,25% hingga 55,25%, dan nilai rata-rata susut masak antara 29,77 hingga 40,68. Kesimpulannya pembaluran buah nanas dengan lama pembaluran 60 menit mampu meningkatkan keempukan dan DIA, serta efektif menurunkan nilai pH pada daging dada ayam petelur afkir, tetapi tidak memengaruhi susut masak.
SEBARAN RUMPUN, POLA WARNA, DAN MOTIF BULU DOMBA LOKAL JANTAN PADA BEBERAPA PASAR HEWAN DI WILAYAH KABUPATEN BANDUNG Sundari, Holis Sri; Ken Ratu Gharizah Alhuur; An An Nurmeidiansyah
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v9i1.41711

Abstract

Domba lokal yang tersebar luas di Wilayah Jawa Barat mempunyai sebaran rumpun dan pola warna bulu yang cukup beragam. Hal tersebut dapat mempengaruhi pola pemeliharaan peternak dan preferensi konsumen. Rumpun yang cukup sering ditemukan di Wilayah Jawa Barat adalah Domba Garut, Domba Priangan, dan Domba Ekor Tipis. Pola warna pada domba terdiri dari warna putih, hitam, kombinasi dan cokelat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran rumpun dan pola warna bulu domba lokal jantan pada beberapa pasar hewan di Wilayah Kabupaten Bandung. Penelitian dilakukan pada Bulan Januari 2024 di tiga pasar hewan, yaitu Pasar Hewan Majalaya, Pacet, dan Banjaran. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan cara pengumpulan data menggunakan metode sensus dengan melihat parameter rumpun dan pola warna bulu domba lokal jantan yang ada di setiap pasar hewan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa ditemukan dua rumpun domba pada tiga pasar hewan yang berlokasi di Kabupaten Bandung, yaitu rumpun Domba Garut sebesar 67,1% dan Domba Priangan sebesar 32,9%, sedangkan untuk Domba Ekor Tipis tidak ditemukan pada ketiga lokasi pasar hewan di Kabupaten Bandung. Pola warna bulu domba yang ditemukan pada saat penelitian adalah warna dominan putih sebesar 74,84%, dominan hitam sebesar 14,19%, dominan coklat sebanyak sebesar 1,29%, dan kombinasi sebesar 9,68% dari total domba sebanyak 155 ekor.
Pengaruh Dosis Garam Terhadap Bobot Dan Tingkat Kesukaan Telur Asin Ayam Ras Jaya, Nurhalim; Nurhayatin, Titin; Herawati, Ervi; Kusmayadi, Tendy
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v9i1.41889

Abstract

Telur asin ayam ras merupakan telur segar yang diolah dengan penambahan garam sehingga menjadi awet dan menciptakan rasa yang khas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2023 di Kampung Ciparay Irigasi Desa Tanjungsari Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri dari P1 = 15% garam + bata merah, P2 = 30% garam + bata merah, P3 = 45% garam + bata merah. Lama pemeraman selama 14 hari. Variabel yang diamati yaitu pengaruh bobot, aroma, warna, rasa dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis garam mulai 15%, 30% dan 45% tidak berpengaruh terhadap bobot telur, aroma, rasa, dan tekstur, namun berpengaruh pada warna telur asin ayam ras. Dosis garam optimal 30% berdasarkan tingkat kesukaan pada warna kuning telur.
EVALUASI PERFORMA REPRODUKSI KAWIN PERTAMA PADA SAPI PERAH FRISIEN HOLLAND DI KECAMATAN SUKALARANG KABUPATEN SUKABUMI Adhira Alfansa Exa Putrayana; Johar Arifin; Didin S Tasripin
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v9i1.41986

Abstract

Indonesia memiliki permintaan susu sapi lokal yang sangat tinggi, namun permintaan susu ini tidak sebanding dengan produksi susu sapi lokal yang dihasilkan. Sapi perah Friesian Holstein (FH) menjadi sumber utama untuk produksi susu terutama di daerah Sukabumi. Dalam upaya untuk memenuhi permintaan susu sapi lokal yang tinggi, diperlukan adanya peningkatan populasi sapi dengan meningkatkan produktivitas ternak melalui perbaikan genetik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan inseminasi buatan (IB). Penelitian ini dilakukan untuk menilai performa reproduksi dan tingkat keberhasilan IB periode kawin pertama sapi perah FH di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi. Metode penelitian menggunakan metode analisis deskriptif dan sumber data berasal dari data sekunder berupa catatan reproduksi tahun 2019-2021. Parameter yang digunakan meliputi Service per Conception (S/C), Conceptive Rate (CR), dan Non-Return Rate (NRR). Penelitian ini menghasilkan nilai S/C sebesar 1,25. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa tingkat kesuburan sapi cukup tinggi. Parameter CR bernilai 74,3% menandakan efisiensi reproduksi sapi tergolong baik, dan NRR 74.3% menandakan jumlah ternak yang meminta kawin kembali relatif sedikit dibandingkan dengan yang tidak minta kawin kembali. Dengan demikian, berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa performa reproduksi sapi perah FH di Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi tergolong cukup baik sehingga tingkat produktivitas tergolong tinggi.

Page 11 of 13 | Total Record : 129


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 6, No 1 (2021): Janhus: Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 5, No 2 (2021): Janhus: Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 5, No 1 (2020): Janhus: Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 4, No 2 (2020): Janhus: Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 4, No 1 (2019): Janhus: Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 3, No 2 (2019): Janhus: Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 3, No 1 (2018): Janhus: Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 2, No 2 (2018): Janhus: Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 2, No 1 (2017): Janhus: Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 1, No 2 (2017): Janhus: Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 1, No 1 (2016): Janhus: Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) More Issue