cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
syarifmbojo2@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
bimaberilmu@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, RT. 009, RW. 003 desa Leu, Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
ISSN : 27972879     EISSN : 27972860     DOI : https://doi.org/10.53299/jppi.v1i1
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) dengan p-ISSN: 2797-2879 dan e-ISSN: 2797-2860 merupakan jurnal pendidikan dan pembelajaran yang menerbitkan artikel hasil kajian teori dan hasil penelitian dibidang pendidikan dan pembelajaran pada satuan pendidikan sekolah dasar, satuan pendidikan sekolah menengah, dan pendidikan tinggi, serta menerbitkan hasil kajian teori dan hasil penelitian dibidang pendidikan non-formal. Untuk mengirim artikel pada JPPI, silahkan sesuaikan dengan template dan ketentuan yang berlaku pada jurnal ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 575 Documents
Pendidikan Agama dan Perdamaian dalam Praktik Prakarya Barang Bekas: Pembelajaran Agama dan Ekologi (Cooperative learning) Dendy Wahyu Subekti; Nasruddin Nasruddin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4042

Abstract

Di Indonesia keberagaman budaya, adat, dan agama menjadi ciri khas bangsa Indonesia dalam dekapan bhineka Tunggal ika. Kajian dan pengenalan moderasi perlu di literasikan di masyarakat luas sebagai bentuk toleransi dan penghormatan adat,budaya,agama di masing-masing daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendidikan perdamaian berbasis moderasi beragama melalui pendekatan cooperative learning dalam kegiatan prakarya berbahan barang bekas, serta mengevaluasi kontribusinya terhadap pembentukan sikap toleransi, kerjasama sosial, dan kesadaran lingkungan pada siswa sekolah dasar. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa mampu bekerja dalam kelompok heterogen tanpa konflik yang berarti. Interaksi antar siswa meningkat, dan mulai muncul sikap saling menghargai perbedaan agama, budaya, maupun latar belakang. Dalam hal ini Pendidikan perdamaian sangat di perlukan dalam kehidupan bermasyarakat pendekatan-pendekatan pun juga bermacam-macam. Namun dalam artikel ini kami memaparkan Sebagian pengalaman pengabdian masyarakat dalam mata kuliah agama dan ekologi kami di sekolah SDK Aloysius Surabaya. Metode pendekatan yang di gunakan dalam hal ini adalah Pembelajaran Koperatif sebagaimana Pelajaran paling sederhana yang bisa di lakukan dalam pengenalan moderasi ber agama adalah Kerjasama. Guna urgensi pengenalan moderasi ber agama kepada anak usia di bawah anak-anak hingga remaja sangat penting. Agar tidak terjadi bullying terhadap perbedaan agama ras dan kesukuan. Pembelajaran Koperatif menjadi salah satu metode yang luas dalam kajian Pendidikan. Tujuan rekomendasi penelitian selanjutnya adalah integrasi media pembelajaran masih terbatas pada barang bekas sebagai pendekatan ekologis. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan inovasi berbasis teknologi digital, seperti penggunaan aplikasi edukasi atau media interaktif, untuk meningkatkan keterlibatan siswa, terutama dalam konteks generasi digital saat ini.
Pengembangan Profesional Digital Guru melalui Platform Ruang GTK dan Implikasinya terhadap Kompetensi Pedagogik Guru Sekolah Dasar Agus Hery Susanto; Widya Kusumaningsih; Joko Sulianto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4083

Abstract

Kompetensi pedagogik guru merupakan salah satu unsur utama yang menentukan kualitas proses pembelajaran di sekolah dasar. Namun, pengembangan kompetensi tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam menghadapi perubahan kebijakan pendidikan dan perkembangan teknologi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan pemanfaatan platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (Ruang GTK) terhadap kompetensi pedagogik guru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian terdiri atas 98 guru sekolah dasar di Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis dengan teknik regresi linear berganda menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi pedagogik guru. Pemanfaatan platform Ruang GTK juga terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi pedagogik guru. Secara simultan, kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 50% variasi kompetensi pedagogik guru. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik kepemimpinan transformasional yang didukung oleh pemanfaatan platform pengembangan profesional berbasis digital dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru. Oleh karena itu, kepala sekolah dan pemangku kebijakan pendidikan diharapkan dapat mengintegrasikan praktik kepemimpinan yang inspiratif dengan pemanfaatan platform digital secara optimal guna mendukung pengembangan profesional guru secara berkelanjutan. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji variabel lain yang berpotensi memengaruhi kompetensi pedagogik guru, seperti budaya organisasi sekolah, motivasi kerja guru, serta dukungan kebijakan pendidikan. Penelitian di masa mendatang juga dapat menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) agar memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif, serta memperluas cakupan wilayah dan jumlah sampel untuk meningkatkan generalisasi hasil penelitian. Selain itu, kajian longitudinal perlu dilakukan guna melihat keberlanjutan pengaruh kepemimpinan transformasional dan pemanfaatan platform digital terhadap perkembangan kompetensi guru dari waktu ke waktu.
Kepemimpinan Manajerial Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Prestasi Sekolah: Studi Kasus di SMP Negeri 1 Grobogan Mochamad Musta’in; Nurkolis Nurkolis; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4088

Abstract

Peran kepala sekolah sebagai manajer memiliki posisi strategis dalam meningkatkan prestasi sekolah, baik akademik maupun nonakademik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh capaian prestasi SMP Negeri 1 Grobogan yang menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajerial kepala sekolah dalam perencanaan program, pengelolaan pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, serta evaluasi program sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah melaksanakan fungsi manajerial secara efektif melalui perencanaan program yang sistematis, pengelolaan pembelajaran yang inovatif, pengembangan profesional guru, serta evaluasi program secara berkelanjutan. Implementasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan prestasi akademik dan nonakademik serta penguatan budaya mutu di sekolah. Penelitian ini merekomendasikan agar penelitian selanjutnya dapat mengkaji peran manajerial kepala sekolah dengan pendekatan kuantitatif atau mixed methods untuk mengukur pengaruhnya secara lebih luas, serta memperluas objek penelitian pada berbagai jenjang dan konteks sekolah guna memperoleh generalisasi yang lebih komprehensif.
Implementasi Metode Sorogan pada Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Darul Quro’ Gunung Pati Semarang Fahreza Junda Robbi Al Maahi; Rina Priarni; Ida Zahara Adibah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode sorogan dalam pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Darul Quro’ Gunung Pati, serta mengidentifikasi faktor pendukung, faktor penghambat, dan strategi yang dilakukan oleh ustadz dan pengelola pesantren dalam mengoptimalkan pelaksanaannya. Fokus penelitian mengacu pada praktik metode sorogan yang terdapat kompleksitas sehingga memengaruhi keberhasilan pembelajaran pada santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung pada aktivitas pembelajaran kitab kuning yang menggunakan metode sorogan, wawancara mendalam dengan ustadz, kepala pondok, dan sejumlah santri Pondok Pesantren Darul Quro`, dengan langkah terakhir berupa studi dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan mencakup reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sorogan dilaksanakan melalui kegiatan pembacaan kitab secara individual oleh santri di hadapan ustadz yang kemudian diikuti dengan koreksi dan penjelasan terhadap kesalahan bacaan maupun pemahaman. Metode ini diterapkan pada kitab Mabadi’ul Fiqhiyah dan Bulugh al-Maram. Keberhasilan pelaksanaan metode sorogan dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung seperti bimbingan langsung dari ustadz, kesiapan santri, serta dukungan dari pihak pesantren. Pelaksanaan metode sorogan juga menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu pembelajaran dan jumlah santri yang cukup banyak. Perlu adanya strategi pengelolaan pembelajaran yang tepat agar metode sorogan dapat berjalan secara lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan santri dalam membaca dan memahami kitab kuning.
Sistem Among Ki Hadjar Dewantara dalam Era Digital Pedagogi Ellen Sintya Dewi; Monica Innanda Chiaralazzo
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4103

Abstract

Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan mendorong transformasi pembelajaran menuju sistem yang lebih adaptif, personal, dan efisien. Di sisi lain, integrasi AI memunculkan persoalan kritis, seperti melemahnya agency siswa, penurunan kemampuan berpikir kritis, serta dilema etika terkait integritas akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kritis integrasi AI dalam pembelajaran serta mengkaji relevansi Sistem Among Ki Hadjar Dewantara sebagai landasan pedagogis yang humanistik dalam merespons tantangan digital pedagogi. Penelitian ini menggunakan pendekatan narrative critical review dengan menganalisis enam belas artikel ilmiah terpilih dalam lima tahun terakhir sebagai sumber data. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI meningkatkan personalisasi dan efisiensi pembelajaran, tetapi berpotensi menggeser peran siswa dari subjek aktif menjadi pengguna pasif teknologi. Sistem Among menawarkan kerangka yang menekankan keseimbangan antara kebebasan belajar dan bimbingan etis melalui prinsip asah, asih, dan asuh. Integrasi AI berbasis nilai-nilai tersebut memungkinkan pembelajaran yang inovatif sekaligus humanistik. Penelitian selanjutnya disarankan mengembangkan model implementasi AI yang kontekstual serta mengkaji dampaknya terhadap karakter, kemandirian belajar, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan digital pedagogi yang mengintegrasikan teknologi dan nilai.
Determinan Kinerja Guru Sekolah Dasar: Peran Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah, Supervisi Akademik, dan Budaya Sekolah Fatihatul Mahmudah; Ghufron Abdullah; Lilik Ariyanto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4120

Abstract

Kinerja guru merupakan faktor kunci dalam menentukan kualitas pembelajaran di sekolah dasar, namun dalam praktiknya masih ditemukan variasi kinerja yang dipengaruhi oleh faktor manajerial dan lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterampilan manajerial kepala sekolah, supervisi akademik, dan budaya sekolah terhadap kinerja guru sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Populasi penelitian adalah guru sekolah dasar di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, dengan sampel sebanyak 189 responden yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan manajerial kepala sekolah, supervisi akademik, dan budaya sekolah masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai koefisien determinasi berturut-turut sebesar 0,646; 0,588; dan 0,538. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 75,3% terhadap variasi kinerja guru. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja guru tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan pendekatan yang terintegrasi melalui penguatan kepemimpinan kepala sekolah, pelaksanaan supervisi akademik yang berkelanjutan, serta pengembangan budaya sekolah yang kondusif. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola pendidikan dalam merancang strategi peningkatan mutu pembelajaran berbasis sistem manajemen sekolah yang holistik.
Exploring Students’ Perspectives on the Integration of TikTok Storytelling in Project-Based Learning Classroom Junior High School Sri Sulis Kurniawati; Yeny Prastiwi; Endang Fauziati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4125

Abstract

This study explores students’ perspectives on the integration of TikTok storytelling in Project-Based Learning (PjBL) classrooms. The purpose of the research is to investigate how the use of TikTok as a digital storytelling platform influences students’ engagement, learning experiences, and perceived learning outcomes. A qualitative descriptive approach was employed, involving students who participated in project-based activities that required them to create and share storytelling videos using TikTok. Data were collected through questionnaires, classroom observations, and interviews, and were analyzed thematically. The findings indicate that the integration of TikTok storytelling in PBL promotes positive student engagement, enhances creativity, and increases motivation in the learning process. Students perceived improvements in their communication skills, particularly in speaking and storytelling abilities, as well as greater confidence in expressing ideas. Additionally, the platform’s accessibility and multimedia features supported collaborative learning and learning autonomy. However, some challenges were identified, including technical limitations and the need for clear instructional guidance. Overall, the study concludes that TikTok storytelling can serve as an effective and innovative learning medium when integrated thoughtfully into Project-Based Learning classrooms, contributing to meaningful and student-centered learning experiences.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Proses dalam Keterampilan Penulisan Aksara Bali di SMA Negeri 10 Denpasar I Komang Mahendra; I Nyoman Temon Astawa; Ni Gusti Ayu Agung Nerawati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan implementasi pembelajaran berdiferensiasi proses dalam keterampilan penulisan aksara Bali, (2) mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya, serta (3) menganalisis dampaknya terhadap keterampilan menulis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Informan penelitian ditentukan secara purposive, meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru bahasa Bali, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi proses dilakukan secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan menyesuaikan aktivitas belajar berdasarkan kesiapan, minat, dan profil belajar siswa. Kendala utama meliputi perbedaan latar belakang siswa, keterbatasan waktu, dan kompleksitas pengelolaan kelas. Upaya yang dilakukan antara lain melalui pengelompokan fleksibel, pendampingan individual, optimalisasi waktu, dan penciptaan lingkungan belajar yang suportif. Penerapan strategi ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan teknis penulisan aksara Bali, keaktifan belajar, motivasi, serta pengurangan kesenjangan kemampuan antar siswa. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi proses terbukti efektif sebagai pendekatan pedagogis yang adaptif, inklusif, dan berpusat pada peserta didik dalam meningkatkan keterampilan penulisan aksara Bali di sekolah menengah.
Efektivitas Model PBL Berbantu Media Maket Simulasi Gunung Meletus Berbasis Tradisi Labuhan Merapi untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana SMA Muhammad Hanif Tsabit; Pradika Adi Wijayanto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang didukung oleh media maket simulasi letusan gunung berapi berbasis kearifan lokal Tradisi Labuhan Merapi dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana pada siswa SMA. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas XI yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes, kemudian dianalisis dengan membandingkan hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan kesiapsiagaan siswa secara signifikan setelah penerapan model pembelajaran tersebut. Hal ini terlihat dari kenaikan rata-rata nilai posttest dibandingkan dengan pretest, serta peningkatan pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Penerapan model PBL mampu mendorong partisipasi aktif siswa dalam menyelesaikan permasalahan terkait kebencanaan, sementara penggunaan media maket membantu memberikan gambaran konkret mengenai proses erupsi. Selain itu, pengintegrasian kearifan lokal memberikan pemahaman yang lebih kontekstual sehingga memperkuat kesadaran siswa terhadap upaya mitigasi bencana. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah yang dikombinasikan dengan media simulasi serta kearifan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana siswa. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar melibatkan kelompok kontrol, memperluas jumlah sampel, serta mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi digital guna memperoleh hasil yang lebih menyeluruh.
Pemaknaan Guru Terhadap Landasan Evaluasi Pembelajaran Dalam Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah Samarinda Evi Pratama Sari; Fathul Jannah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4152

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada masih adanya kesenjangan antara konsep evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang ideal dan praktik di lapangan yang cenderung belum sepenuhnya mencerminkan penilaian yang komprehensif, khususnya pada aspek sikap dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemaknaan guru terhadap landasan evaluasi pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Ibtidaiyah Tijanul Jawahir Samarinda. Evaluasi pembelajaran PAI tidak hanya dipahami sebagai kegiatan pengukuran hasil belajar, tetapi sebagai proses komprehensif untuk menilai perkembangan peserta didik secara utuh pada aspek kognitif, afektif, psikomotorik, dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan. Subjek penelitian terdiri dari kepala madrasah dan guru rumpun PAI yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memaknai evaluasi sebagai sarana untuk mengetahui pemahaman siswa, perubahan sikap, serta pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Guru telah menerapkan berbagai teknik evaluasi seperti tes, observasi, penugasan, praktik, portofolio, serta penilaian diri dan teman sebaya. Namun, penilaian aspek sikap dan spiritual masih menjadi tantangan karena memerlukan pengamatan yang berkelanjutan dan objektif. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan evaluasi pembelajaran PAI dipengaruhi oleh pemahaman dan pengalaman guru serta dukungan kebijakan sekolah dalam membangun budaya religius. Oleh karena itu, evaluasi pembelajaran PAI perlu diarahkan tidak hanya pada pengukuran hasil akademik, tetapi juga pada pembinaan karakter peserta didik secara menyeluruh.

Filter by Year

2021 2026