cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
syarifmbojo2@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
bimaberilmu@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, RT. 009, RW. 003 desa Leu, Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
ISSN : 27972879     EISSN : 27972860     DOI : https://doi.org/10.53299/jppi.v1i1
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) dengan p-ISSN: 2797-2879 dan e-ISSN: 2797-2860 merupakan jurnal pendidikan dan pembelajaran yang menerbitkan artikel hasil kajian teori dan hasil penelitian dibidang pendidikan dan pembelajaran pada satuan pendidikan sekolah dasar, satuan pendidikan sekolah menengah, dan pendidikan tinggi, serta menerbitkan hasil kajian teori dan hasil penelitian dibidang pendidikan non-formal. Untuk mengirim artikel pada JPPI, silahkan sesuaikan dengan template dan ketentuan yang berlaku pada jurnal ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 585 Documents
Pengaruh Pembelajaran Finger Painting Berbasis Experiential Learning terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 3-4 Tahun Hastuti, Tanti Tri; Saidah, Kuni; Mualim, Siti Ma'rifah; Wahyuningsih, Wahyuningsih; Dulasa, Mardhiyah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4110

Abstract

Perkembangan kognitif memerlukan stimulasi pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman langsung dan bermakna pada anak usia dini. Melalui pendekatan experiential learning, kegiatan pembelajaran yang berpotensi mendukung perkembangan kognitif anak adalah finger painting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif anak usia 3-4 tahun melalui kegiatan finger painting berbasis experiential learning di SRAMBI PAUD CENTER. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain pre-experimental berupa one group pretest-posttest design. Subjek penelitian terdiri dari delapan anak usia 3-4 tahun. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan usia dan karaketristik perkembangan anak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif anak pada seluruh indikator, dari kategori Mulai Berkembang (MB) dan Berkembang Sesuai Harapan (BSH) menjadi Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Temuan dalam penelitian ini menegaskan bahwa kegiatan finger painting berbasis experiential learning merupakan strategi pembelajaran yang efektif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Pendekatan ini dapat dijadikan sebagai alternatif inovasi pembelajaran di satuan PAUD untuk mengoptimalkan perkembangan kognitif anak secara holistik, dan dapat dijadilan pacuan bagi peneliti selanjutnya dalam mengembangkan penelitian mengenai pembelajaran berbasis experiential learning.
Perbedaan Penerapan Permainan Round of Dragon Snake Rainbow dan Metode Ceramah pada Kesadaran Sosial Zahra Azkiya; Eklys Cheseda Makaria; Nina Permata Sari
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.3906

Abstract

Kesadaran sosial menjadi hal yang penting dalam perkembangan siswa, karena tanpa kesadaran yang kuat, sulit bagi seseorang untuk memahami, berinteraksi dan berempati dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kesadaran sosial siswa pada permainan Round of Dragon Snake Rainbow dan metode ceramah di SMP Negeri 30 Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis komparatif. Subjek penelitian sebanyak 30 siswa di kelas VII E pada tahun ajaran 2025/2026 yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket kesadaran sosial dengan empat aspek, yaitu empati primal, penyesuaian, akurasi empati, dan kognisi sosial. Data dianalisis melalui uji prasyarat dan uji hipotesis menggunakan paired sampel t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai Sig sebesar 0,004, dengan demikian hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesadaran sosial siswa antara permainan Round of Dragon Snake Rainbow dan metode ceramah. Penelitian ini memberikan kesempatan kepada peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian dengan cakupan sampel yang lebih luas.
Strategi Guru dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Siswa di Indonesian Community Center Muar Malaysia Adistia Rahma Putri; Lilis Sumaryanti; Afitria Rizkiana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.3932

Abstract

Membaca merupakan salah satu keterampilan dasar dalam berbahasa yang penting untuk dikuasai siswa pada jenjang sekolah dasar.  Pada jenjang ini, kemampuan membaca menjadi bagian dari kompetensi dasar yang diajarkan melalui berbagai mata pelajaran, terutama pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh guru untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, melalui tahapan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari pengelola/guru, siswa dan dokumen dokumen yang dibimbing langsung oleh pengelola. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan membaca permulaan dilakukan melalui teknik pengulangan suku kata identik atau yang biasa disebut dengan metode double. Strategi ini menggunakan alur yang terintegrasi yang dirancang mandiri untuk menyesuaikan karakteristik dari setiap siswa.  Efektivitas dari pembelajaran tetap dihadapkan dengan tantangan eksternal yang berasal dari latar belakang mereka. Kondisi ini menempatkan sekolah sebagai pusat belajar tunggal, dimana peran guru dan dedikasinya menjadi instrumen utama dalam menyeimbangkan minimnya dukungan di lingkungan keluarga demi menjaga keberlanjutan kemampuan membaca siswa. Rekomendasi pada penelitian selanjutnya, diharapkan dapat menguji efektivitas metode double pada cakupan subjek yang lebih luas serta mengeksplorasi strategi kolaborasi antara sekolah dan orang tua untuk meminimalisir hambatan eksternal dalam pembelajaran membaca.
Habituation of Asmaul Husna as a Strategy for Developing Students’ Religious Character: A Qualitative Study in a Rural Madrasah Khairul Abdillah Harahap; Sukiman Sukiman; Nelly Setia Wati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.3939

Abstract

This study aims to analyze the implementation process, students’ responses, and challenges of Asmaul Husna habituation as part of religious character development at MI Ma’arif Sambeng. This research employs a descriptive qualitative approach. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by triangulation to ensure the validity of the findings. The results indicate that Asmaul Husnahabituation is carried out routinely every morning through several stages, including prayer, recitation, explanation of meanings, and motivational reinforcement. Most students demonstrate a positive level of enthusiasm in participating in the activity, although some remain passive and less focused during the process. The habituation contributes to the development of religious behaviors, such as improved discipline, the habit of greeting others, increased calmness during learning, and enhanced memorization of Asmaul Husna. However, the implementation still faces several challenges, including student boredom, weather conditions, limited learning media, and insufficient variation in teaching methods. These findings suggest that consistent religious habituation plays an important role in fostering students’ religious character and requires pedagogical innovation to enhance its effectiveness and meaningfulness.
Implementation of the Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education and Its Impact on Students’ Learning Autonomy at SMA Negeri 2 Sarolangun Nelly Setia Wati; Sukiman Sukiman; Khairul Abdillah Harahap; Sofia Yunus Putri; Agus Alfaya Arif
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.3940

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education and its impact on student learning independence at the high school level. This study uses a qualitative approach with a case study design at SMA Negeri 2 Sarolangun. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation analysis, then analyzed using an interactive model that included data reduction, data presentation, and verification through triangulation. The results showed that the implementation of the Merdeka Curriculum was reflected in competency-based planning, diagnostic assessment, differentiated learning, and contextual project integration. This transformation encourages an increase in student learning independence, which is seen in the aspects of learning initiative, self-regulation, and metacognitive reflection. Project-based learning and reflective assessment play an important role in strengthening academic responsibility and learning awareness. However, variations in intrinsic motivation and limited facilities are challenges in optimizing implementation. This study confirms that the Merdeka Curriculum has significant potential in developing self-regulated learning in Islamic Religious Education. These findings have practical implications for the development of more autonomous, reflective, and contextual learning strategies in secondary schools.
Improving Students' Quran Reading Skills through the At-Tanzil Method at Malaysian School Yusriah Nabil Latifah; Nurul Iman; Syamsul Arifin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.3946

Abstract

The level of ability to read the Qur'an properly and correctly among students is currently an important issue for educational institutions. This research is urgent to find a structured way to overcome the difficulties of makhraj and tajweed that students often experience. This research aims to examine the application of the At-Tanzil method and assess its success rate in improving students' skills in reading the Qur'an. In addition, this study examines various factors that serve as both supporters and obstacles to the implementation of the At-Tanzil method, to improve the quality of the learning process for reading the Qur'an. This research will be carried out using a qualitative case study design in 2025 at SB At-Tanzil, Lembah Jaya, Selangor, Malaysia. The information collection process is carried out through observation, interviews, and documentation, and the data are then processed using an interactive model analysis, which includes the stages of data collection, data presentation, data reduction, and data conclusions. Based on the study's results, students' ability to read the Qur'an has increased significantly after participating in learning using the At-Tanzil method. The increase can be seen from the accuracy of the pronunciation of hijaiyah letters, the application of the tajweed law, and the fluency in reading the verses of the Qur'an. The gradual, step-by-step learning, starting from the basics and conveyed clearly and without hurry, is an important factor in the success of the At-Tanzil method. Some obstacles to applying the At-Tanzil method include the requirement that teachers attend training before teaching it. This is to ensure the learning process runs effectively and in a directed manner.
Enhancing Engagement and Literacy-Based Creative Thinking through Project-Based Learning Sari, Yenita Sandra; Alkhozahe, Hussein
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.3960

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the Project-Based Learning (PBL) model in enhancing student engagement and literacy-based creative thinking skills in an Environmental Chemistry course. The novelty of this research lies in integrating a structured literature review project as a core PBL activity to simultaneously strengthen academic literacy and foster creative thinking within environmental chemistry contexts. The study employed a Classroom Action Research (CAR) design with a mixed-method approach conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The participants were 33 third-semester students. Data were collected through classroom engagement observations, learning achievement tests, literature review project assessments, and documentation. Quantitative data were analyzed using Likert scales and percentage achievement indicators. The findings revealed a significant improvement in both student engagement and literacy-based creative thinking skills from Cycle I to Cycle II. Therefore, literature-integrated PBL is an effective pedagogical strategy to enhance both the learning process and student outcomes in Environmental Chemistry courses. Further research is recommended to investigate its long-term effectiveness, broader applicability across disciplines, and potential integration with emerging learning technologies.
Analisis Skor Akhir Penilaian Psikomotorik sebagai Indikator Peningkatan Kreativitas Siswa Kelas VII pada Pembelajaran Ecoprint Pranestya Diva Poetmayona; I Ketut Sunarya
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.3966

Abstract

Kurangnya integrasi antara keterampilan teknis praktis dengan pengembangan kreativitas, sering kali menyebabkan hasil karya siswa menjadi monoton dan kurang inovatif. Padahal, penguasaan psikomotorik yang matang merupakan kunci utama bagi siswa untuk mengeksplorasi media baru secara berani dan terstruktur. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hasil penilaian psikomotorik dalam meningkatkan kreativitas siswa. Di mana penelitian ini juga bertujuan untuk melihat pentingnya penguasaan keterampilan teknis (psikomotorik) sebagai fondasi dalam mengembangkan inovasi dan karya seni kreatif berbasis sekolah, khususnya pada materi ecoprint. Penelitian dilakukan pada 92 siswa kelas VII jenjang Sekolah Menengah Pertama, yang ditentukan dengan teknik total sampling. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengolahan data dilakukan dengan mengonversi skor mentah menjadi nilai standar menggunakan rumus Skor Akhir Siswa, yaitu membandingkan Skor Perolehan (jumlah poin yang didapat siswa berdasarkan indikator) dengan Skor Maksimal (total poin tertinggi yang mungkin dicapai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian hasil belajar siswa pada ranah psikomotorik mendapatkan skor rata-rata siswa kelas VII A memperoleh rata-rata 3,86 dan presentase 96,45%; kelas VII B memperoleh rata-rata 3,91 dan presentase 97,81%; serta kelas VII C memperoleh rata-rata 3,72 dan presentase 92,93%. Berdasarkan perolehan skor akhir siswa dapat dikategorikan “Sangat Baik atau Sangat Terampil”. Penilaian psikomotorik yang terukur melalui skor akhir terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa secara sangat baik dalam pembelajaran seni rupa, serta dengan adanya materi ecoprint dapat digunakan sebagai pengembangan inovasi dan potensi kreatif siswa dalam berkarya seni. Penelitian dapat dilanjutkan dengan mengkaji aspek kewirausahaan (ecopreneurship) guna melihat dampak jangka panjang dari penguasaan keterampilan kreatif terhadap kemandirian ekonomi siswa.
Pengaruh Game Online terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X Teknik Komputer Jaringan SMK Negeri 1 Kendari Sofyan Nurdin; Hasmira Said; Roni Amaludin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.3974

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan penggunaan game online di kalangan pelajar, yang berpotensi memengaruhi motivasi belajar siswa. Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan sehingga perlu dikaji pengaruh game online terhadap motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh game online terhadap motivasi belajar siswa kelas X jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 1 Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 71 siswa jurusan TKJ yang ditentukan menggunakan teknik sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa game online berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa dengan nilai signifikansi 0,000 kurang dari 0,05 dan koefisien determinasi sebesar 0,503. Hal ini berarti game online memberikan kontribusi sebesar 50,3% terhadap variasi motivasi belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas bermain game online, maka motivasi belajar siswa cenderung menurun. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan serta pengelolaan waktu yang baik agar penggunaan game online tidak mengganggu aktivitas akademik. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran sekolah dan orang tua dalam membimbing siswa memanfaatkan teknologi secara bijak. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor lain yang memengaruhi motivasi belajar, seperti lingkungan keluarga, metode pembelajaran, dan kontrol diri, serta menggunakan pendekatan kualitatif atau eksperimen untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.
Analisis Model Incremental dalam Perencanaan Evaluasi Diri Sekolah di SDN Telaga Biru 1 Banjarmasin Dian Purnama; Arisandi Tiya Rini; Sulistiyana Sulistiyana; Suhaimi Suhaimi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4039

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya perencanaan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) yang adaptif dan berkelanjutan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, serta masih ditemukannya perencanaan yang bersifat kaku dan kurang responsif terhadap kondisi nyata sekolah. Selain itu, belum optimalnya pemanfaatan hasil evaluasi sebelumnya menjadi dasar perencanaan menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model inkremental dalam perencanaan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) di SDN Telaga Biru 1 Banjarmasin. Penelitian ini mengkaji bagaimana proses perencanaan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan kondisi aktual sekolah serta hasil evaluasi sebelumnya. Model inkremental dipahami sebagai pendekatan perencanaan yang menekankan pada penyesuaian kecil, realistis, dan terukur sesuai dengan kebutuhan serta kapasitas sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kepala sekolah dan tim pengembang sekolah, observasi terhadap proses penyusunan EDS, serta analisis dokumen perencanaan dan laporan evaluasi sekolah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model inkremental dalam perencanaan EDS dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan prioritas serta ketersediaan sumber daya sekolah. Partisipasi guru melalui forum diskusi turut mendukung pengambilan keputusan yang lebih kontekstual dan implementasi program yang lebih efektif, sekaligus memperkuat budaya refleksi di lingkungan sekolah. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam konsistensi monitoring dan evaluasi tindak lanjut program. Oleh karena itu, model inkremental dinilai relevan dalam perencanaan EDS karena mendukung proses peningkatan mutu sekolah secara berkelanjutan.

Filter by Year

2021 2026