Jurnal Abdimas Sangkabira
Jurnal Abdimas Sangkabira adalah jurnal pengabdian pada masyarakat yang diterbitkan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram. Sangkabira yang dalam bahasa Sasak Lombok memiliki arti tolong menolong dan gotong royong, dengan harapan akademisi kampus dan masyarakat saling tolong menolong, bahu membahu dalam membangun bangsa. Ruang kajian Jurnal Abdimas Sangkabira adalah pada bidang: 1. Pembangunan manusia dan daya saing bangsa 2. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal 3. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal 4. Pengembangan Ekonomi, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM 5. Pengembangan teknologi berwawasan lingkungan 6. Kesehatan, gizi, penyakit tropis, dan obat-obatan herbal, Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial 7. Inovasi teknologi dalam bisnis 8. Pengembangan bisnis konvensional dan bisnis syariah 9. Analisis kebencanaan dari sudut pandang ekonomi, bisnis konvensional dan syariah, akuntansi, manajemen, dan sosial humaniora.
Articles
210 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENCATATAN KEUANGAN SEDERHANA MENUJU TERTIB PEMBUKUAN BAGI PELAKU UMKM NASABAH PANTAS ULAMM PT. PNM CABANG TEGAL
Fitri Amaliyah;
Imam Hasan;
Kholifah Fil Ardhi;
Yeni Priatna Sari
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdimas Sangkabira, Desember 2021
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v2i1.69
Program Pengembangan Kapasitas Usaha dan Pengembangan Kelompok (PKU-PK) yang diselenggarakan oleh PNM bertujuan memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM yang merupakan nasabah binaan PNM. Program tersebut memiliki konsep mengkombinasikan bisnis pembiayaan dan pendampingan usaha untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha yang dilakukan secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam pengabdian yaitu pemberian materi pengenalan pembukuan secara sederhana dan diskusi tanya jawab melalui whatsapp grup. Tahap pertama, memberikan motivasi tentang pentingnya pembuatan laporan keuangan kepada nasabah binaan PNM dan selanjutnya diberikan materi tentang penyusunan laporan keuangan secara sederhana dan contoh soal kasusnya. Tahap selanjutnya diskusi tanya jawab. Secara garis besar kegiatan ini dapat dinyatakan berhasil dilihat dari nasabah Binaan PNM yang antusias bertanya dan mau menerapkan materi yang sudah disampaikan dalam pelatihan. Kegiatan pelatihan ini juga dapat berkontribusi dalam peningkatan pengetahuan dan wawasan mengenai proses penyusunan laporan keuangan secara sederhana. Saran yang dapat diberikan adalah adanya pelatihan lanjutan mengenai cara menyusun laporan laba rugi.
PENINGKATAN NILAI EKONOMI HASIL PERKEBUNAN (PISANG) MENJADI PRODUK OLAHAN (PERMEN JELLY) UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA KOTARAJA KECAMATAN SIKUR LOMBOK TIMUR
Siti Aisyah Hidayati;
Sri Wahyulina;
Embun Suryani;
Gusti Ayu Sri Oktariyani
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdimas Sangkabira, Desember 2021
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v2i1.70
Pisang merupakan komoditas hortikultura (buah) yang dapat dimakan langsung atau diolah. Namun tentunya pengkonsumsian pisang secara langsung ataupun diolah memiliki kelebihan masing-masing. Di Desa Kotaraja masih banyak mengkonsumsi pisang dalam keadaan segar ataupun pengolahan yang masih sederhana seperti direbus dan digoreng. Sehingga perlu adanya upaya diversifikasi dan peningkatan nilai ekonomi pangan olahan berbahan baku pisang menjadi produk olahan, salah satunya yaitu permen Jelly. Metode pelaksanaan dilakukan dengan sosialisasi dan praktik pembuatan permen jelly. Sosialisasi pembuatan permen jelly dari pisang dilakukan dihadapan ibu-ibu rumah tangga di Desa Tetebatu Selatan. Kegiatan sosialisasi ini memberikan penjelasan tentang peningkatan nilai ekonomi pisang. Untuk dapat meningkatkan nilai ekonomi harus dilakukan diversifikasi produk berbahan dasar pisang. Setelah dilakukannya sosialiasi, dilanjutkan dengan praktik pembuatan permen jelly. Praktik ini dimulai dengan menjelaskan bahan dan peralatan yang digunakan sampai dengan proses pembuatan permen jelly. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan ibu-ibu rumah tangga dapat memproduksi permen jelly dari buah pisang untuk dijual sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat terutama bagi ibu-ibu rumah tangga yang ada di Desa Kotaraja Kecamatan Sikur Lombok Timur.
USAHATANI TEMBAKAU SEBAGAI ALTERNATIF USAHATANI MUSIM TANAM II DI DESA GAPURA KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Akhmad Jufri;
Moh. Huzaini;
Satarudin;
Wahyunadi
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdimas Sangkabira, Desember 2021
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v2i1.73
Kegiatan usahatani padi musim tanam II di Desa Gapura Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok tengah sering mengalami gagal panen sehingga mengakibatkan kerugian bagi petani. Kegalan ini disebabkan karena keterbasan air untuk usahatani padi. Beberapa petani pada musim tanam yang sama mengusahakan usahatani tembakau virginia dan mereka berhasil memperoleh sejumlah pendapatan. Atas dasar fenomena ini dipandang penting untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat terkait usahatani tembakau sebagai alternatif usatani musim tanam II. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan kepada petani dalam melaksanakan usahatani tembakau sebagai alternatif usahatani musim tanam II guna menghindari resiko kegagalan panen padi. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan sekaligus focus discussion group serta pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa petani memahami keberadaan resiko usatani musim tanam II dan bersedi melaksanakan usahatani tembakau virginia sebagai alternatif usahatani musim tanam II tahun depan.
PELATIHAN TEKNIK PERHITUNGAN UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) PADA ANGGOTA TRIPARTIT KOTA MATARAM BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 78 TAHUN 2015
Siti Fatimah;
Tuty Handayani
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdimas Sangkabira, Desember 2021
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v2i1.83
Pengabdian pada Masyarakat ini berjudul Pelatihan Teknik Perhitungan Upah Minimum Regional (UMR) pada Anggota Tripartit Kota Mataram. Adapun tujuan Pengabdian ini adalah : (1) Untuk mengetahui cara perhitungan kebutuhan hidup layak pekerja lajang dengan masa kerja kurang dari satu tahun, (2) Untuk mengetahui tata cara perhitungan Upah Minimum regional (UMR) bagi pekerja lajang dengan masa kerja kurang dari satu tahun dan (3)Memberikan panduan kepada unsur tripartit agar mempunyai dasar yang akan dipedomani guna penetapan Upah Minimu Regional (UMR) Kota Mataram dimasa yang akan datang.Adapun metode pelatihan yang digunakan disamping menggunakan tutorial, diskusi-diskusi yang juga lebih ditekankan pada latihan-latihan terhadap beberapa hasil survey terdahulu tentang : bagaimana tata cara penetapan kebutuhan hidup layak (KHL) berdasarkan hasil survey harga pasar khusunya kebutuhan pokok. Selanjutnya dari hasil penetapan KHL selanjutnya bagaimana tata cara menetapkan Upah Minimum Regional (UMR). Selanjutnya melalui latihan juga dilakukan diskusi terhadap hasil yang dikerjakan oleh setiap peserta agar diperoleh gambaran tentang hasil analisis yang lebih akurat.Setelah dilakukan survey terhadap ke 60 jenis barang kebutuhan masyarakat tersebut secara priodik per 3 bulan atau 4 kali selama satu tahun, maka selanjutnya dilakukan perhitungan dengan mempertimbangkan ada 4 kriteria sebagai berikut : (1) Laju pertumbuhan ekonomi daerah, (2) Tingkat Produktivitas (3) Tingkat inflasi daerah dan (4) Kelompok usaha Marjinal daerah. Adapun hasil nilai Upah Minimu Regional (UMR) berdasarkan hasil analisis data dan dengan mempertimbangkan keempat kriteria tersebut maka dapat disajikan nilai upah minimum regional (UMR) tahun 2017 - 2021 adalah sebagai berikut : Rp 1.714.216, Rp 1.863.524, Rp 2.013.165 dan Rp 2..184.485,- artinya terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sedangkan untuk Tahun 2021 tidak mengalami kenaikan yang disebabkan oleh kondisi masa pandemic Corona Virus Disease 2019 atau (Covid 19) dan sesuai Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor : M/11/HK.04/X/2020 untuk tidak menaikkan Upah Minumum Regional Tahun 2021.
KIAT MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI UMKM “BENGKEL FIRA” DI MASA PANDEMI COVID-19
Isnawati Isna;
Biana Adha Inapty;
Eni Indriani
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdimas Sangkabira, Desember 2021
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v2i1.86
UMKM merupakan usaha paling berdampak sehingga berdasarkan survei ADB sebanyak 48,6 persen UMKM tutup sementara. Tak hanya itu UMKM Indonesia juga turut mengalami permasalahan lain akibat pandemic yaitu sulit mendapatkan bahan baku dan terhambatnya distribusi karena logistic yang tersendat akibat terbatasnya pergerakan orang dann barang. Bengkel “Fira” merupakan salah satu perusahaan jasa yang berlokasi di Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. Bengkel “Fira” juga merupakan salah satu UMKM yang terdampak dengan pandemic Covid-19, dimana banyaknya kebijakan pemerintah larangan berkerumun menyebabkan angkutan umum yang menjadi konsumen utama Bengkel ini juga tidak banyak beroperasional, sehingga menyebabkan jumlah pemasukan menurun, bahkan dikhawartirkan tutup jika kondisi pandemic berjalan terus. Sementara faktanya usaha Bengkel ini merupakan sumber penghasilan utama bagi bapak Nurjayadi, semua kebutuhan sehari-hari bergantung dari usaha ini. Sehingga. Solusi yang ditawarkan untuk pemecahan masalah yang dijelaskan di atas adalah dengan cara memberikan edukasi tentang kita-kiat untuk bertahan di masa Pandemi Covid-19. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat berjalan sesuai dengan rencana yang dijadwalkan selama 5 (lima) bulan untuk keseluruhan rangkaian kegiatan yang meliputi kegiatan pelaksanaan, evaluasi sampai dengan penyusunan laporan. Khusus kegiatan pelaksanaan terlaksana hanya 2 kali yaitu pada hari Jumat tanggal 6 bulan Agustus 2021 dan hari Jumat tanggal 3 bulan September 2021. Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh tim selama kegiatan pengabdian untuk membantu Bengkel Fira bangkit dan bertahan di masa pandemic Covid 19, antara lain: a)Inovasi Pemasaran, yaitu New Normal di mata pengusaha asrtinya harus new Strategi untuk bisa bertahan di masa pandemic. b) Inovasi Pelayanan Selain melakukan inovasi pemasaran, Bengkel Fira juga diarahkan untuk melakukan inovasi pelayanan. Jika sebelumnya pelayanan dilakukan untuk mobil-mobil yang dating langsung ke Bengkel, namun sekarang sudah berinovasi layanan “panggil ke rumah
PENYULUHAN JENIS-JENIS PEMBIAYAAN SYARIAH BAGI PEDAGANG KULINER DI DESA SENTELUK KECAMATAN BATULAYAR KABUPATEN LOMBOK BARAT
M. Irwan;
Muaidy Yasin;
Abdul Manan;
Siti Maryam
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdimas Sangkabira, Desember 2021
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v2i1.88
Terdesak oleh pemenuhan kebutuhan yang meningkat, Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pemahaman tentang (a) Arti, kebijaksanaan pembiayaan syariah; (b) Jenis-jenis pembiayaan syariah; (c), Manfaat pembiayaan syariah dan (d) Perbedaan sistem pembiayaan syariahg dengan suku bunga.Kegiatan ini dapat dikatakan berjalan baik dan berhasil dilihat dari beberapa indikator yaitu: (a) Peserta secara saksama memperhatikan materi yang diberikan meskipun disampaikan dengan metode ceramah yang disertai dengan beberapa pertanyaan yang diajukan berkenaan dengan kegiatan ini; (b) Peserta ingin memulai usaha dengan berupaya menghimpun modal sendiri maupun modal pinjaman secara bergulir. Peserta membutuhkan modal usaha lain ketika usaha yang dijalani sekarang mengalami penurunan jumlah pembeli atau pelanggan; (c) Peserta penyuluhan telah memiliki pengetahuan tambahan berkenaan dengan pembiayaan syariah. Berdasarkan pengetahuan tersebut dapat diterapkan pada usaha yang dijalani sekarang.Saran yang berkenaan dengan kegiatan ini adalah Tim harus menindaklanjuti keinginan peserta untuk memberikan penyuluhan berkenaan dengan pemantapan pemahaman mengenai pembiayaan syariah yang disertai dengan conto-contoh aktual melaui kegiatan pendidikan atau pembinaan.dan Penyajian tim masih dalam bentuk ceramah, dikembangkan dalam bentuk pendidikan seperti mempraktekkan langkah-langkah memulai usaha dengan prinsip-prinsip Islami.
MANAJEMEN USAHA DAN KOPERASI PADA UMKM DAN PENGRAJIN GERABAH DIDESA BANYUMULEK KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN LOMBOK BARAT
Muhammad Alwi;
I Dewa Gde Bisma;
Iwan Kusuma Negara;
Endang Astuti
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdimas Sangkabira, Desember 2021
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v2i1.89
Desa Banyumulek memiliki hasil kerajinan tangan yang sudah terkenal dan merupakan salah satu sentra industri kerajinan gerabah yang ada di pulau Lombok. Berbagai jenis kerajinan gerabah yang dibuat di desa ini seperti teko, tong sampah mewah, gentong besar, aneka guci, mangkuk buah, hiasan dinding dan sebagainya. Namun demikian masih lemah dalam manajemen usaha dan koperasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 12 Oktober 2021 di Aula Desa Banyumulek. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada UMKM dan pengrajin Gerabah tentang manajemen usaha dan koperasi. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan ini adalah dengan ceramah dan Focus Group Discussion (FGD) dengan materi manajemen usaha dan koperasi. Hasil dari kegiatan ini adalah UMKM dan pengrajin gerabah sudah dapat mengetahui pentingnya pengetahuan manajemen usaha agar usaha dapat maju dan berkembang kembali. Namun demikian saat ini terjadi kemunduran produksi gerabah yang diakibatkan oleh menurunnya wisatawan yang berkunjung sampai sekarang dan tingginya harga gerabah yang belum mempunyai hak paten, hal ini terjadi karena ketidakamanan dan ketidaknyamananan para pengunjung baik domestik maupun wisatawan Manca Negara. Di samping juga ulah dari pada guide yang meminta 50% sampai dengan 60% insentip dari harga jual gerabah kepada pemilik artshop apabila membawa wisatawan belanja pada artshop mereka, akibatnya para pemilik artshop membeli gerabah kepada pengrajin dengan harga yang murah. Koperasi yang ada menjadi macet akibat ketidakjujuran para pengurus sehingga para pengrajin tidak berniat untuk menjadi anggota koperasi. Disarankan kepada UMKM dan Pengrajin gerabah agar dapat mengelola usaha mereka dengan baik dan masuk menjadi anggota koperasi. Pengurus Koperasi harus jujur dalam menjalankan usaha koperasi sehingga koperasi dapat berkembang dan maju.
PELATIHAN DAN PEMBINAAN KEWIRAUSAHAAN UKM BERBASIS POTENSI LOKAL DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KAWASAN PESISIR PANTAI CEMARA LEMBAR KABUPATEN LOMBOK BARAT
Masrun;
Akhmad Jufri;
Titi Yuniarti;
M. Firmansyah;
Suprianto
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdimas Sangkabira, Desember 2021
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v2i1.90
Pelatihan yang dilaksanakan ini merupakan wujud dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang berupa pengabdian pada masyarakat, dengan tema “Pelatihan Dan Pembinaan Kewirausahaan UKM Berbasis Potensi Lokal Dalam Pengembangan Pariwisata Di Kawasan Pesisir Pantai Cemara Lembar Kabupaten Lombok Barat”. Adapun tujuan kegiatan pelatihan dan pembinaan adalah membantu mengembangkan kemampuan pengusaha kecil mikro yang meliputi : membangun motivasi untuk berusaha, meningkatkan akses pasar dan menyiapkan masyarakat usaha kecil untuk menyesuikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan yang cepat dan tidak pasti. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah melalui metode : ceramah untuk menyampaikan materi yang telah ditentukan, Tanya jawab/diskusi dan setelah pelatihan peserta akan dibina oleh tim pelaksana pengabdian.Berdasarkan hasil pengamatan selama pelatihan berlangsung, hampir seluruh peserta yang hadir memberikan tanggapan positif (baik) pada materi pelatihan. Dengan melalui pelatihan dan pembinaan, peserta telah membawa perubahan yang meningkat, walaupun tidak signifikan dari kondisi sebelum dengan sesudahnya. Dari kondisi hasil tersebut, maka dapat direkomendasikan hal penting yaitu peserta pelatihan ini diharapkan ditindak lanjuti dengan kegiatan pendampingan, pemagangan dan studi banding ditempat pengusaha/perusahaan yang sukses
PENYULUHAN MANAJEMEN USAHA PADA KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PRASEJAHTERA DI DESA TAMAN SARI KECAMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT
Emi Salmah;
Titi Yuniarti;
Endang Astuti;
Eka Agustiani
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdimas Sangkabira, Desember 2021
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v2i1.91
Kegiatan penyuluhan dilakukan di Desa Taman Sari Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, yang dihadiri oleh anggota Kelompok Usaha Bersama ( KUBE) Dusun Medas Taman Sari. Penyuluhan bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para anggota kelompok yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama ( KUBE ) agar membuat catatan keuangan. Diharapkan setelah para anggota kelompok mengikuti pelatihan dan penyuluhan ini, mereka bisa menghitung penerimaan dan pengeluaran dari usaha yang dilakukan. Pada akhirnya timbul kesadaran dari anggota kelompok dalam hal pengelolaan keuangan, untuk meningkatkan usaha mereka agar lebih berdaya dan berkesinambungan.Bentuk dari kegiatan adalah ceramah yang dilanjutkan dengan diskusi (Tanya jawab ) secara interaktif untuk mempertajam pokok permasalahan yang disampaikan, yang dipandu oleh tim pengabdian. Dari hasil diskusi dapat diketahui bahwa ibu ibu yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama ( KUBE) di Desa Taman Sari sangat bersemangat / antusias dan mendukung kegiatan penyuluhan dan bimbingan dengan pokok bahasan sebagaimana yang disampaikan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Mereka pada umumnya baru tiga (3) tahun berusaha ( Budidaya Jamur Tiram ), setelah ada pembinaan atau bimbingan dari Yayasan Islamic Relief dengan memberikan bantuan / pinjaman dalam bentuk peralatan untuk membudidayakan Jamur Tiram. Hasil kegiatan dan penyuluhan telah menambah pengetahuan dan wawasan mereka tentang bagaimana cara mengelola keuangan ( mencatat uang yang masuk dan keluar ) agar diketahui untung atau rugi usaha mereka. Untuk itu penyuluhan seperti ini perlu terus ditingktakan dan dikembangkan kearah yang lebih kreatif dan inovatif pada usaha lainnya secara intensif dan kontinyu, sehingga masyarakat dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya, dimana hal ini akan berdampak pada terjadinya perkembangan usaha ibu ibu yang tergabung dalam KUBE dan terjadi peningkatan pendapatan.
PENDAMPINGAN PENGGUNAAN APLIKASI ANDROID “AKUNTANSI UKM” UNTUK PENJUAL ONLINE
Nurabiah;
Herlina Pusparini;
Nur Fitriyah
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Abdimas Sangkabira, Juni 2022
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v2i2.78
Berkembangnya e-commmerce (online shoping) di masa covid-19 ini mengakibatkan semakin banyak yang bekerja sebagai penjual online dan rata-rata penjual online belum mencatat semua transaksi penjualannya. Dengan adanya aplikasi ini memudahkan penjual online tersebut membuat laporan keuangan dan akses ke perbankan lebih terbuka. Pengabdian ini bertujuan untuk untuk untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penggunaan aplikasi android “akuntansi UKM” pada penjual online di Kota Mataram. pelaksanan pengabdian ini ada dua tahap, antara lain : 1) memberikan pengetahuan tentang aplikasi android “Aplikasi UKM” dengan berbagai kemanfaatannya bagi penjual online sehingga bisa melek dengan aplikasi ini. 2) pendampingan penggunaan aplikasi android “Aplikasi UKM” untuk memudahkan penjual online dalam hal pembukuan. Dalam pelatihan ini metodenya ceramah, latihan dan diskusi. Sasaran pendampingan penggunaan aplikasi android “akuntansi UKM” ini pada penjual online di Kota Mataram. Pendampingan ini dilaksanakan selama sehari dengan 12 orang yang berjualan lewat on-line yang ada di kota Mataram. Pengabdian ini dilaksanakan tanggal 15 September 2021. Pengabdian ini menfokuskan pendampingan dalam hal penggunaan aplikasi akuntansi UKM berbasis android. Aplikasi ini sangat mudah dijalankan dan outputnya berupa laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi terutama standar akuntansi untuk EMKM. Aplikasi Akuntansi UKM dapat dijalankan oleh siapa saja dengan hanya membutuhkan sedikit saja pengetahuan tentang akuntansi. Karena waktu terbatas ada beberapa penjual online yang belum terlalu paham untuk penggunaan aplikasi ini. Oleh karena itu Kami Tim pengabdi membuatkan modul cara-cara penggunaan aplikasi akuntansi UKM ini dari awal sampai menghasilkan laporan keuangan. Dan Tim pengabdi bisa melakukan pendampingan secara berkelanjutan dengan mencantumkan contac person tim pengabdian.