cover
Contact Name
Muh Yaasiin Raya
Contact Email
yasin.raya@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285343981818
Journal Mail Official
iqtishaduna@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No.63, Romangpolong, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 92113
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah
ISSN : -     EISSN : 27146197     DOI : https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v3i1.21877
Core Subject : Economy, Social,
IQTISHADUNA: JURNAL ILMIAH MAHASISWA HUKUM EKONOMI SYARIAH, FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM IS TO PROVIDE A VENUE FOR ACADEMICIANS, RESEARCHERS, AND PRACTITIONERS FOR PUBLISHING THE ORIGINAL RESEARCH ARTICLES OR REVIEW ARTICLES. THE SCOPE OF THE ARTICLES PUBLISHED IN THIS JOURNAL DEALS WITH A BROAD RANGE OF TOPICS IN THE FIELDS: ECONOMIC LAW SHARIA ECONOMIC LAW / ISLAMIC ECONOMIC LAW ECONOMIC CRIMINAL LAW ECONOMIC CIVIL LAW INTERNATIONAL ECONOMIC LAW
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 395 Documents
PENGARUH PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG BSI TERHADAP MINAT MENABUNG DI BANK SYARIAH INDONESIA Nurmadina; Sohrah
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Volume 4 Nomor 2 Januari 2023
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v4i2.29566

Abstract

Abstrak Prinsip ekonomi Islam telah diterapkan sejak zaman Nabi Muhammad saw. dan terus merambat ke masa dinasti setelahnya. Model transaksi seperti menghimpun dana umat, pinjam meminjam uang dan barang, menyalurkan dana kepada masyarakat ditangani oleh lembaga keuangan negara (baitul mal). Bermuamalah membutuhkan dua pihak yakni antara pihak pertama dan kedua, sebagai bentuk hubungan sosial yang akan dibangun nantinya. Bermuamalah sangat erat kaitannya dengan hubungan antar sesama. Salah satu contoh dari bermuamalah yaitu menabung di bank yang nantinya untuk memenuhi kebutuhan. Secara umum bank dibagi menjadi dua yaitu bank syariah dan bank konvensional. Pada dasarnya bank yang sesuai dengan tuntunan syariah adalah bank syariah. Namun, pada realitasnya eksistensi bank syariah masih kurang diketahui di masyarakat. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kurangnya minat mahasiswa dalam menggunakan bank syariah, yaitu: faktor lokasi atau penyebaran unit Bank Syariah yang tidak merata di setiap daerah, faktor promosi yaitu strategi marketing yang kurang baik, faktor pengetahuan mahasiswa tentag Bank syariah yang masih kurang serta adanya stigma bahwa Bank Syariah hanya sekedar berlabel syariah namun praktiknya masih menggunakan sistem konvensional, serta faktor kebijakan universitas yang masih menggunakan layanan Bank Konvensional dalam melakukan pembayaran SPP. Berdasarkan hal tersebut sehingga mendorong penulis untuk mengangkat “Pengaruh Pengetahuan Mahasiswa Tentang BSI Terhadap Minat Menabung Di Bank Syariah Indonesia (Studi Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah UIN Alauddin Makassar) sebagai judul penelitian ini. Kata Kunci: Bank Syariah Indonesia, Minat Menabung, Pengetahuan, Pengaruh. Abstract The principles of Islamic economics have been applied since the time of the Prophet Muhammad. and continued to propagate into the dynasty that followed. Transaction models such as collecting people's funds, borrowing money and goods, distributing funds to the public are handled by state financial institutions (baitul mal). Bermuamalah requires two parties, namely between the first and second parties, as a form of social relations that will be built later. Bermuamalah is very closely related to the relationship between each other. One example of muamalah is saving in a bank which will later meet needs. In general, banks are divided into two, namely Islamic banks and conventional banks. Basically, a bank that is in accordance with sharia guidelines is a sharia bank. However, in reality the existence of Islamic banks is still not well known in the community. There are several factors that influence the lack of interest of students in using Islamic banks, namely: location factors or the spread of Islamic Bank units that are not evenly distributed in each region, promotion factors, namely poor marketing strategies, student knowledge factors about Islamic banks that are still lacking and stigma that Islamic banks are only labeled as sharia but in practice they still use the conventional system, as well as university policy factors that still use conventional bank services in paying tuition fees. Based on this, it encourages the author to raise "The Influence of Student Knowledge About BSI on Interest in Savings in Indonesian Islamic Banks (Student Study of Sharia Economics Law UIN Alauddin Makassar) as the title of this research. Keywords: Bank Syariah Indonesia, Influence, Interest in Saving, Knowledge.
PELAKSANAAN E-LITIGASI DALAM PENYELESAIAN PERKARA SENGKETA EKONOMI SYARIAH DI PENGADILAN AGAMA MAKASSAR Dewi Puji Astuti; Suriyadi
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Volume 4 Nomor 2 Januari 2023
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v4i2.29736

Abstract

Abstract E-litigation is a trial that is conducted electronically in a way that minimizes the parties' meeting face-to-face and coming to the court office. The main problem of this research is how is the practice of sharia economic dispute proceedings in the Makassar religious court through E-litigation and to find out the provisions of the implementation of E-litigation in the settlement of sharia economic dispute cases at the Makassar religious court. This type of research is classified as normative-empirical research with the research approach used is a statutory approach and a case approach. The results of this study indicate that in the implementation of E-litigation against sharia economic dispute cases at the Makassar Religious Court, the practice is the same as in ordinary cases. But the difference between E-litigation and manual is that E-Litigation is filed by E-court. When the first trial was held, if both the plaintiff and the defendant were present, an amicable settlement was sought. If successful in seeking peace, the case will not be continued. Technically, the parties can briefly conduct a series of court proceedings in front of a computer. In Article 2 Paragraph 4 of Law Number 48 Year 2009 concerning judicial power, it is stated that the judiciary must be carried out in a simple, fast and low cost manner. Keywords: E-Court, E-Litigation, Sharia Economic Disputes
PRAKTIK BAGI HASIL TERNAK SAPI DALAM PERSPEKTIF AKAD MUDHARABAH DI KABUPATEN TAKALAR Fitra Febianti; Nur Taufiq Sanusi; Fadli Andi Natsif
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Volume 4 Nomor 2 Januari 2023
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v4i2.30505

Abstract

Abstrak Agama Islam menghendaki kepada seluruh umat manusia untuk saling tolong menolong berdasarkan rasa tanggung jawab, jamin menjamin, dan tanggung menanggung dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini dikenal dengan istilah muamalah yang mengatur hubungan antar manusia. Muamalah ialah semua hukum syariat yang bersangkutan dengan urusan duniawi, dengan memandang kelanjutan hidup seseorang, seperti jual beli, tukar-menukar, pinjam-meminjam, beri-memberi, dan lain sebagainya. Pada dasarnya seluruh konsep muamalah adalah boleh selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip al-Qur’an dan sunnah seperi kaidah ushul yang artinya asal (hukum) muamalah adalah boleh selama tidak ada dalil yang melarangnya.Manusia diciptakan oleh Allah Swt untuk terhubung secara sosial dan bergantung satu sama lain. Ada yang memiliki harta tambahan tetapi tidak memiliki waktu dan pengalaman untuk mengelola, serta ada pula yang memiliki kemampuan dan keahlian tetapi kekurangan dana. Diharapkan dengan bertemunya kedua tipe orang ini dapat saling melengkapi dan membantu dalam pengembangan harta tersebut. Untuk itu Islam memperbolehkan syarikat dalam usaha diantaranya mudharabah. Kata Kunci: Bagi Hasil, Perjanjian, Perlindungan Hukum, Mudharabah. Abstract Islam requires all human beings to help each other based on a sense of responsibility, guarantee, and responsibility in community life. This is known as muamalah which regulates human relations. Muamalah are all sharia laws related to worldly affairs, by looking at the continuation of a person’s life, such as buying and selling, exchanging, borrowing, giving and so on. Basically the whole concept of muamalah is permissible as long as it does not conflict with the principles of Qur’an and sunnnah such as the rules of ushul, which means that the origin (law) of muamalah is permissible as long as there is no evidence that probhibits it. Human were created by Allah Swt to be socially connected and dependent on one other. Some have additional assets but do not have the time and experience to manage them, and some have the skills and experties but lack funds. It is hoped that by meeting these types of people, they can complement each other and help in the development of these treasures. For this reason, Islam allow the company to do business, including mudharabah. Keyword: Agreement, Legal Protection, Mudharabah, Profit Sharing.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENGGUNAAN E-MONEY PADA BANK MANDIRI CABANG BULUKUMBA Sri Anggraeni Putri; Muhammad Yaasiin Raya
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Volume 4 Nomor 2 Januari 2023
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v4i2.35365

Abstract

Abstrak E-Money atau Uang elektronik didefenisikan sebagai alat pembayaran dalam bentuk uang elektronik dimana nilai uangnya disimpan dalam media elektronik tertentu. Pokok masalah penelitian ini adalah Bagaimanakah Produk E-Money Bank Mandiri Cabang Bulukumba dan Bagaimana Ketentuan Hukum Islam Tentang Produk E-Money Bank Mandiri Cabang Bulukumba. Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris, pendekatan sosiologis dan pendekatan muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Produk E-Money ialah salah satu produk hasil co-branding antara Bank Mandiri dengan Bank Syariah Mandiri. Bank Mandiri hanya sebagai agen penjual kartu E-Money kepada masyarakat luas melalui kantor cabang Bank Mandiri yang tersebar dibeberapa daerah. Dalam penyelenggaraannya, nominal uang elektronik yang ada pada kartu E-Money di simpan di Bank mandiri dan dana tersebut dapat dipakai kapan saja oleh pemegang kartu E-Money bahkan dalam keadaan mendesak. Hal ini dilakukan agar nominal simpanan tersebut terpisah dengan Bank induknya. Dana tersebut juga bukan merupakan dana pihak ketiga, sehingga pihak Bank Mandiri tidak menjadikan dana tersebut sebagai piutang atau kegiatan lainnya menggunakan dana milik pemegang kartu E-Money. Dalam Islam bertransaksi menggunakan produk E-money Bank Mandiri diperbolehkan karena kegiatan bermuamalah menggunakan E-Money terhindar dari larangan riba’, gharar, maisir, tadlis dan israf. Kesyariahannya dapat dilihat dari alur transaksi penukaran uang tunai dengan uang elektronik sama jumlahnya. Kata Kunci: Alat Pembayaran, Hukum Islam, Uang Elektronik. Abstract E-Money or electronic money is defined as a means of payment in the form of electronic money where the value of the money is stored in certain electronic media. The main problem of this research is How is the E-Money Product of Bank Mandiri Bulukumba Branch and How are the Islamic Law Provisions regarding E-Money Products of Bank Mandiri Bulukumba Branch. This type of research is classified as qualitative with the research approach used is empirical juridical, sociological approach and muamalah approach. The results of the study indicate that the E-Money product is one of the products resulting from the co-branding between Bank Mandiri and Bank Syariah Mandiri. Bank Mandiri only acts as an agent for selling E-Money cards to the wider community through Bank Mandiri branch offices spread across several areas. In its implementation, the nominal electronic money contained in the E-Money card is stored at Bank Mandiri and the funds can be used at any time by the E-Money card holder even in urgent circumstances. This is done so that the nominal deposit is separated from the parent bank. These funds are also not third party funds, so Bank Mandiri does not use these funds as receivables or other activities using funds belonging to the E-Money card holder. In Islam, transactions using Bank Mandiri's E-money products are allowed because muamalah activities using E-Money avoid the prohibition of riba', gharar, maisir, tadlis and israf. The sharia can be seen from the flow of cash exchange transactions with the same amount of electronic money.Keywords: Electronic Money, Islamic Law, Means of Payment.
PERANAN ZAKAT PERTANIAN KONTEMPORER PADA EKONOMI SYARIAH Mahmuda Mulia Muhammad
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Volume 4 Nomor 2 Januari 2023
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v4i2.35366

Abstract

Abstrak Besarnya kontribusi yang diberikan sektor pertanian menunjukkan eksistensi signifikan terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Namun sektor pertanian menghadapi berbagai macam problematika. Mulai dari keterhambatan dalam pengoptimalan usaha pertanian, masalah disverifikasi pangan, munculnya ancaman globalisasi hingga pada kesejahteraan petani itu sendiri. Penelitian ini dilakukan berdasarkan studi pustaka dengan berbagai referensi jurnal dan buku serta beberapa artikel terbaik dan terbaru. Penelitian Pustaka (library research) yaitu Penelitian dilaksanakan dengan mengumpulkan data dan landasan teoritis dengan mempelajari buku, karya ilmiah, hasil penelitian terdahulu, jurnal-jurnal terkait, artikel-artikel yang terkait serta sumber-sumber yang terkait dengan penelitian sesuai dengan penelitian yang diteliti. Hasil pertanian kontemporer ini dapat dikenakan zakat dengan mengkiaskan kepada empat jenis tumbuhan yang disebutkan dalam Hadis Nabi. Berbagai tantangan dalam pengelolaan zakat pertanian berupa minimnya sumber daya manusia, pemahaman fikih amil yang belum memadai, rendahnya kesadaran masyarakat, sistem informasi zakat dan sikap mental para penerima zakat. Kata Kunci: Kontemporer, Pertanian, Zakat. Abstract The magnitude of the contribution made by the agricultural sector shows a significant presence in the growth of Gross Domestic Product (GDP). However, the agricultural sector faces various problems. Starting from delays in optimizing agricultural businesses, the problem of food diversification, the emergence of the threat of globalization to the welfare of the farmers themselves. This research was conducted based on literature studies with various journal and book references as well as some of the best and newest articles. Library research, namely research carried out by collecting data and theoretical foundations by studying books, scientific papers, previous research results, related journals, related articles and sources related to research in accordance with the research being studied. These contemporary agricultural products can be subject to zakat by alluding to the four types of plants mentioned in the Hadith of the Prophet. Various challenges in the management of agricultural zakat include the lack of human resources, inadequate understanding of amil fiqh, low public awareness, zakat information systems and the mental attitude of zakat recipients. Keywords: Agriculture, Contemporary, Zakat.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SEWA MENYEWA EMPANG DI DESA SAPPA BUNGORO KECAMATAN BUNGORO KABUPATEN PANGKEP Hasri ainun Pratiwi; M. Thahir Maloko
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Volume 4 Nomor 3 April 2023
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.29713

Abstract

Abstrak Islam adalah agama yang tidak menyulitkan masyarakat untuk melakukan praktik sewa menyewa asalkan sesuai dengan syariat Islam. Hukum Islam tidak mengabaikan kenyataan dalam setiap perkara yang dihalalkan dan diharamkannya, juga tidak mengabaikan realitas dalam setiap peraturan dan hukum yang di tetapkannya baik individu, keluarga, masyarakat, negara maupun umat manusia.[1] Praktik sewa menyewa empang di Desa Sappa Bungoro Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep memberikan solusi kepada masyarakat yang akan melakukan perjanjian bahwa jika ingin melakukan perjanjian sebaiknya menggunakan perjanjian secara tertulis karena mengunakan bukti yang lebih kuat. Sehingga kedua belah pihak yang melakukan perjanjian tidak mengalami kerugian. Ditinjaun dari ketentuan hukum Islam tentang sewa menyewa empang tidak sesuai dengan syariat Islam. karena merugikan salah satu pihak yang dimana pihak pemilik empang meminta biaya tambahan kepada penyewa setelah perjanjian sudah ada. Banyak terjadi peristiwa sewa menyewa, salah satunya adalah sewa menyewa empang yang digunakan untuk mencari nafkah dengan cara menggarapnya. Jika seseorang melakukan perjanjian dengan pihak lain maka, semua pihak harus patuh pada isi perjanjian tersebut dan tidak boleh dengan sepihak mengubah atau mencabut perjanjian, tapi pada kenyataannya ada kasus yang dimana setelah melakukan perjanjian dia mengingkari isi perjanjian tersebut dimana pihak yang menyewakan empang menambah biaya setelah melakukan perjanjian Berdasarkan hal tersebut sehingga mendorong penulis untuk mengangkat Tinjauan Hukum Islam Terhadap Sewa Menyewa Empang di Desa Sappa Bungoro Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep Kata kunci: Empang, Hukum Islam, Sewa Menyewa [1]Ismail Nawawi, Fikih Muamalah Klasik Dan Kontemporer (Bogor: Ghalia Indonesia, 2012), h. 184.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENGGUNAAN E-WALLET SEBAGAI SISTEM PEMBAYARAN BERBASIS ELEKTRONIK DI KALANGAN MAHASISWA Irsan Taufik; Muhammad Anis; Ashar Sinilele
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Volume 4 Nomor 3 April 2023
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.30379

Abstract

Abstract The development of E-wallet grows in tandem with the emergence of E-commerce and Marketplaces. Payment instruments for products/services that consumers want to buy can be done anywhere and anytime using their smartphone with top up on E-wallet. The key to the success of the two technology products above is the ease of transactions and the top-up system. Based on BI regulations, E-wallet is an electronic service for storing data and other payment instruments using cards and electronic money that accommodates funds that can be used for transactions. Islam views E-wallet as a treasure (tsaman) by the community, whether it consists of metal, printed paper or from any material, then issued by an authorized financial institution. However, E-wallet also has a gharar nature in that contracts that occur between companies are not clear and do not follow sharia principles so that the rights and obligations of the parties are unclear. E-wallet as a payment method that appeared later, basically if we search in the Qur'an and hadith, we will find it difficult to find the arguments that specifically regulate it. The possibility of Gharar elements in the use of E-wallet attracts researchers to raise issues related to the use of E-wallet among students of the Sharia Economics Law Study Program, Uin Alauddin Makassar. Keywords: Islamic law, use of E-wallet, electronic-based payments
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TALANGAN DANA UMRAH PADA UJAS TOUR & TRAVEL MELIANA OKI SYAH PUTRI; Hadi Daeng Mapuna
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Volume 4 Nomor 3 April 2023
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.30443

Abstract

Abstract Muamalah is an activity in which there are transactions between humans and humans, as well as between humans and their environment. This is what is often referred to as social life, where a person's status or position as a place or position in a social group, against other groups in a larger group. Humans were created by Allah swt. as social beings who always interact with other humans. Muslims are the majority of Indonesia's population, most Muslims certainly want to visit the holy land to carry out the pilgrimage and umrah in order to perfect the fifth pillar of Islam. Performing Umrah requires a lot of money, and not all Muslims can do it. Nowadays, Umrah is easier to do by utilizing the services and services of an Umrah travel agency, one of which is by using the Umrah bailout system. Based on this, it encourages the author to raise "Review of Islamic Law on Umrah Fund bailouts for Ujas Tour & Travel" as the title of this research. Muamalah is an activity in which there are transactions between humans and humans, as well as between humans and their environment. This is what is often referred to as social life, where a person's status or position as a place or position in a social group, against other groups in a larger group. Humans were created by Allah swt. as social beings who always interact with other humans. Muslims are the majority of Indonesia's population, most Muslims certainly want to visit the holy land to carry out the pilgrimage and umrah in order to perfect the fifth pillar of Islam. Performing Umrah requires a lot of money, and not all Muslims can do it. Nowadays, Umrah is easier to do by utilizing the services and services of an Umrah travel agency, one of which is by using the Umrah bailout system. Based on this, it encourages the author to raise "Review of Islamic Law on Umrah Fund bailouts for Ujas Tour & Travel" as the title of this research. Keywords: Islamic law, bailout, Umrah
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP MEKANISME AKAD RAHN (GADAI SYARIAH) PADA BANK SYARIAH INDONESIA KANTOR CABANG MAKASSAR 1 Rosdiana Deceng; Sohrah
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Volume 4 Nomor 3 April 2023
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.30597

Abstract

Abstrak Gadai syariah (Rahn) merupakan produk inovasi dari lembaga keuangan syariah yang bukan hanya dapat dilakukan di pegadaian syariah namun dapat juga dilakukan di perbankan syariah. Dalam pelaksanaan gadai syariah (rahn) di perbankan syariah pada mulanya masih menerapkan fee (biaya) terhadap jumlah pinjaman yang diberikan sebesar 4% yang dialokasikan sebagai pendapatan yang dibagikan kepada para deposin dan biaya administrasi bank termasuk didalamnya asuransi. Dalam islam rahn (gadai syariah) merupakan saling tolong menolong (ta’awun) bagi umat islam tanpa adanya imbalan jasa. Semua dilakukan secara sukarela tanpa mencari keuntungan seperti yang terjadi pada zaman Rasulullah saw. Namun jika melihat kepada zaman sekarang rahn (gadai syariah) dilakukan di lembaga keuangan formal yang mencari keuntungan. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw. Kata kunci: Rahn (gadai syariah), Hukum Islam, Bank Syariah Indonesia
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENGGUNAAN E-WALLET OVO DALAM TRANSAKSI PEMBAYARAN PADA DRIVER GRAB DI KOTA MAKASSAR Arman Saputra; Fadli Andi Natsir
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Volume 4 Nomor 3 April 2023
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.30742

Abstract

Abstrak Salah satu perkembangan teknologi yang banyak diminati masyarakat indonesia untuk mempermudah aktivitas keseharian sebagian masyarakat seperti grab, gojek, e-wallet ovo, go-pay. Aplikasi ini sebagai alat untuk mengakses transportasi online untuk mempermudah penggunanya, salah satu transportasi online yang dimaksud adalah ojek online (grab) dengan sistem pembayarannya dapat dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi Ovo atau E-money. Pokok permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana tinjauan hukum Islam dalam transaksi pembayaran E-wallet Ovo pada driver Grab di kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah teologi normative (syar’i), yuridis dan sosiologis. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam transaksi pembayaran E-wallet Ovo pada driver Grab di kota Makassar banyak digunakan dikalangan masyarakat di kota Makassar, karena banyaknya promo yang membuat hati pelanggan menjadi senang, E-wallet Ovo juga sangat mudah dalam menggunakannya. Transaksi online dengan menggunakan E-wallet Ovo ini bukanlah termasuk riba dikarenakan kedua pihak baik pengguna E-wallet Ovo sebagai costumer dan driver Grab sama-sama mendapatkan keuntungan dan tidak ada yang dirugikan sebab dengan melakukan transaksi melalui E-wallet Ovo, driver grab juga terhindar dari orderan fiktif. Kata kunci : E-wallet, Grab, Hukum Islam

Page 11 of 40 | Total Record : 395