cover
Contact Name
Muh Yaasiin Raya
Contact Email
yasin.raya@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285343981818
Journal Mail Official
iqtishaduna@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No.63, Romangpolong, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 92113
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah
ISSN : -     EISSN : 27146197     DOI : https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v3i1.21877
Core Subject : Economy, Social,
IQTISHADUNA: JURNAL ILMIAH MAHASISWA HUKUM EKONOMI SYARIAH, FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM IS TO PROVIDE A VENUE FOR ACADEMICIANS, RESEARCHERS, AND PRACTITIONERS FOR PUBLISHING THE ORIGINAL RESEARCH ARTICLES OR REVIEW ARTICLES. THE SCOPE OF THE ARTICLES PUBLISHED IN THIS JOURNAL DEALS WITH A BROAD RANGE OF TOPICS IN THE FIELDS: ECONOMIC LAW SHARIA ECONOMIC LAW / ISLAMIC ECONOMIC LAW ECONOMIC CRIMINAL LAW ECONOMIC CIVIL LAW INTERNATIONAL ECONOMIC LAW
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 395 Documents
ISLAMIC HUMAN RESOURCES MANAGEMENT AND PLANNING Sri Sutrismi; Aksal; Rika Dwi ayu Parmitasari; Alim Syariati
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 3 (2025): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.54175

Abstract

Abstrak Ruang lingkup penelitian ini luas, mencakup landasan teoritis, aplikasi praktis, dan evaluasi praktik manajemen sumber daya manusia Islam, semua bertujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi dan kesejahteraan karyawan sesuai dengan nilai-nilai Islam.berfokus pada peningkatan kinerja organisasi, memberikan panduan praktis bagi manajer, mengidentifikasi fungsi SDM utama, mengatasi kesenjangan literatur, dan mempromosikan kesejahteraan etis dan spiritual dalam organisasi. Tujuan ini secara kolektif bertujuan untuk memajukan bidang manajemen sumber daya manusia Islam.metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berfokus pada tinjauan literatur yang secara kritis menganalisis dan mensintesis pengetahuan yang ada dalam manajemen sumber daya manusia Islam.hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik HRM Islam, ketika diterapkan dengan benar, dapat mengarah pada peningkatan kinerja organisasi, kepuasan karyawan, dan keuntungan strategis di pasar. Namun, kurangnya pedoman yang jelas tetap menjadi penghalang signifikan untuk implementasi yang efektif. penelitian ini menggaris bawahi pentingnya mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam ke dalam praktik manajemen sumber daya manusia, menyoroti perlunya perencanaan strategis dan pengembangan pedoman yang jelas untuk meningkatkan efektivitas HRM dalam organisasi Muslim. Kata Kunci: Islam, Sumber Daya Manusia Abstract The scope of this research is broad, covering theoretical foundations, practical applications, and evaluation of Islamic human resource management practices, all aimed at improving organizational performance and employee welfare in accordance with Islamic values. focuses on improving organizational performance, providing practical guidance for managers, identify key HR functions, address literature gaps, and promote ethical and spiritual well-being in organizations. These objectives collectively aim to advance the field of Islamic human resource management. The research method used in this study focuses on a literature review that critically analyzes and synthesizes existing knowledge in Islamic human resource management. The research results show that Islamic HRM practices, when implemented correctly, can lead to improved organizational performance, employee satisfaction, and strategic advantage in the marketplace. However, the lack of clear guidelines remains a significant barrier to effective implementation. This research underlines the importance of integrating Islamic principles into human resource management practices, highlighting the need for strategic planning and the development of clear guidelines to increase the effectiveness of HRM in Muslim organizations. Keywords: Islam, Human Resources Management.
PENYELESAIAN SENGKETA EKONOMI SYARIAH TENTANG AKAD MUSYARAKAH DI PENGADILAN AGAMA KELAS IA MAKASSAR (Studi Putusan 1319/Pdt.G/2023/PA.Mks) Zahra Khoirijannah; Muhammadiyah Amin; Muhammad Anis
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 3 (2025): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.54199

Abstract

Abstrak Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah Bagaimana Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah Tentang Akad Musyarakah Di Pengadilan Agama Kelas IA Makassar (Studi Putusan Nomor 1319/Pdt.G/2023/PA.Mks)? Maka dapat dirumuskan dalam sub masalah, yaitu: 1). Bagaimana Substansi Kasus Sengketa Ekonomo Syariah Dalam Perkara Nomor 1319/Pdt.G/2023/PA.Mks? 2). Bagaimana Pertimbangan Hakim Dalam Perkara Nomor 1319/Pdt.G/2023/PA.Mks?. Metode Penelitian digunakan adalah penelitian lapangan yang bersifat deksripsi kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang mendeskripsikan makna dan menggambarkan pemahaman, pengertian tentang suatu fenomena, kejadian, aktivitas manusia dengan terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam penelitian yang diteliti. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa gugatan yang diajukan oleh penggugat mengenai perbuatan melawan hukum dan pembatalan perjanjian musyarakah tidak dapat diterima (NO) oleh majelis hakim karena didalam perjanjian tersebut penggugat dan tergugat telah sepakat bahwa apabila terjadi sengketa dikemudian hari maka akan diselesaikan melalui Badan Arbitrase Syariah Nasional (BASYARNAS) sehingga Pengadilan Agama tidak memiliki kewenangan untuk menyelesaikan sengketa ini. Kata Kunci: Sengketa Ekonomi Syariah, Pengadilan Agama. Abstract The main problem in this thesis is How to Resolve Sharia Economic Disputes Regarding Musyarakah Contracts in the Makassar Class IA Religious Court (Study of Decision Number 1319/Pdt.G/2023/PA.Mks)? So it can be formulated in sub-problems, namely: 1). What is the Substance of the Sharia Economic Dispute Case in Case Number 1319/Pdt.G/2023/PA.Mks? 2). What are the Judge's Considerations in Case Number 1319/Pdt.G/2023/PA.Mks? The research method used is field research which is qualitative descriptive. Qualitative research is research that describes the meaning and describes the understanding, understanding of a phenomenon, event, human activity by being directly or indirectly involved in the research being studied. Furthermore, the data collection methods used in this study are observation, interviews, and documentation. Based on the research results, it shows that the lawsuit filed by the plaintiff regarding unlawful acts and cancellation of the musyarakah agreement cannot be accepted (NO) by the panel of judges because in the agreement the plaintiff and defendant have agreed that if a dispute occurs in the future, it will be resolved through the National Sharia Arbitration Board (BASYARNAS) so that the Religious Court does not have the authority to resolve this dispute. Keywords: National Law, Trademarks, Intellectual Property Rights, Islamic Law.
IMPLEMENTASI MAQASHID SYARI'AH DALAM PENYELESAIAN SENGKETA EKONOMI SYARIAH (STUDI KASUS PADA PENGADILAN AGAMA KABUPATEN MAROS) Saleh, Muhammad Fikrul Ma’arif; Muh. Saleh Ridwan; Ashar Sinilele; Hasbi
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 3 (2025): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.54210

Abstract

Seiring berkembangnya zaman yang disertai dengan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi syariah yang semakin pesat, tentu ekonomi syariah tidak lepas dari pada permasalahan-permasalahan yang kerap muncul dalam pelaksanaannya. Permaslahan ini menjadi sebuah sengketa yang harus diselesaikan Salah satu yang sangat penting yaitu penyelesaian sengketa dengan menerapkan maqashid syari’ah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penyelesaian sengketa ekonomi syariah dan mengkaji penerapan maqasyid syariah pada penyelesaian sengketa ekonomi syariah di Pengadilan Agama Kab. Maros. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (fie.ld re.se.arch) dengan menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini juga menerapkan pendekatan yuridis normative. Informan yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah hakim yang telah berpengalaman dalam menyelesaikan kasus-kasus sengketa ekonomi syari’ah dan panitra yang terlibat langsung dalam penyelesaian sengketa ekonomi syari’ah. Proses penyelesaian sengketa ekonomi Syariah di Pengadilan Agama Kabupaten Maros terbagi menjadi dua yakni penyelesaian sengketa ekonomi Syariah dan penyelesaian sengkta ekonomi Syariah dengan gugatan sederhana. Penerapan maqashid Syari’ah terhadap penyelesaian sengketa ekonomi Syariah di Pe.ngadilan Agama kabupaten Maros telah memenuhi prinsip prinsip utama maqashid Syariah yaitu yaitu hifz al-Din (perlindungan Agama), hifz ad- nafs (perlindungan jiwa), Hifz al- mal (perlindungan harta), Hifz al-nasl ( perlindungan ke.turunan), dan Hifzh al-‘aql (perlindungan akal). Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya penerapan maqashid syari’ah dalam penyelesaian sengketa ekonomi syari’ah untuk mewujudkan maslahat bagi umat manusia, khususnya bagi pihak-pihak yang bersengketa. Kata Kunci: Implementasi, Maqashid Syari’ah, Sengketa Ekonomi Syariah.
AGENSI PERNIKAHAN CAMPUR DI KOTA SERANG Muhammad Fadhlurrohman
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 3 (2025): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.54555

Abstract

Abstrak Perkawinan campur pada era globalisasi menjadi fenomena yang terus berkembang, di mana individu dengan latar belakang budaya, agama, dan kewarganegaraan yang berbeda-beda bersatu dalam ikatan pernikahan. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai tren nikah campur di Indonesia, termasuk fakta penggerak, tantangan terbangunnya dan proses hukum yang dihadapi oleh pasangan. Dalam konteks inilah fenomena ini tidak hanya menciptakan keberagaman budaya, tetapi juga menimbulkan tantangan yang kompleks, terutama berkenaan dengan perbedaan agama dan hukum. Meskipun secara undang-undang perkawinan campur diperbolehkan, ternyata sering terjebak dalam hambatan sosial dan legal. Tulisan ini memberikan pemahaman lebih dalam mengenai dinamika perkawinan campur sebagai media interaksi antara individu dengan kelompok lainnya dalam mencari jalan keluar dari masalahnya, dan menuntut terwujudnya masyarakat yang lebih harmonis serta saling menghormati. Kata Kunci: : Agensi, Pernikahan, Campur. Abstract Intermarriage in the era of globalization is a growing phenomenon, where individuals with different cultural, religious, and civic backgrounds unite in a marriage bond. In this study, we will discuss the trends of mixed marriages in Indonesia, including the driving Facts, Challenges and legal processes faced by couples. It is in this context that this phenomenon not only creates cultural diversity, but also poses complex challenges, especially with regard to religious and legal differences. Although legally mixed marriages are allowed, they are often caught in social and legal barriers. This paper provides a deeper understanding of the dynamics of mixed marriages as a medium of interaction between individuals and other groups in finding a way out of the problem, and demanding the realization of a more harmonious society and mutual respect. Keywords: Agency, Marriage, Mix.
MENELISIK URGENSITAS FIKIH EKOLOGI TERHADAP PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP Abdu Salafush Sholihin
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 3 (2025): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.54558

Abstract

Abstrak Krisis ekologis global yang ditandai oleh kerusakan lingkungan seperti pencemaran, penebangan liar, dan perubahan iklim telah menjadi ancaman serius bagi keseimbangan ekosistem. Dalam konteks ini, ajaran Islam melalui fikih menawarkan nilai-nilai ekologis yang relevan untuk pelestarian lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap urgensitas fikih ekologi dalam menjaga keseimbangan alam berdasarkan perspektif Al-Qur'an dan Hadis, serta mengkaji peran hukum Islam dalam membangun kesadaran ekologis berbasis maslahah.Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis kajian pustaka, penelitian ini mengeksplorasi berbagai literatur fikih klasik dan kontemporer yang membahas aspek-aspek lingkungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fikih memiliki potensi besar dalam membentuk paradigma yang humanis, progresif, dan naturalis terhadap lingkungan. Konsep seperti pelarangan perusakan alam, pelestarian sumber daya, dan kewajiban menjaga kebersihan dianggap sebagai bentuk ibadah dan implementasi nilai-nilai syariat.Melalui pendekatan normatif dan edukatif, fikih ekologi dapat menjadi landasan untuk menciptakan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sosialisasi fikih ekologi melalui jalur pendidikan dan dakwah, guna mendukung upaya pelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif yang bersifat fardhu kifayah. Kata Kunci: fikih ekologi, pelestarian lingkungan hidup, hukum Islam, maslahah, krisis ekologis Abstract The global ecological crisis characterized by environmental damage such as pollution, illegal logging, and climate change has become a serious threat to the balance of the ecosystem. In this context, Islamic teachings through fiqh offer ecological values ​​that are relevant to environmental conservation. This study aims to reveal the urgency of ecological fiqh in maintaining the balance of nature based on the perspective of the Qur'an and Hadith, and to examine the role of Islamic law in building ecological awareness based on maslahah. Using a qualitative method based on literature review, this study explores various classical and contemporary fiqh literature that discusses aspects of the environment. The results of the study indicate that fiqh has great potential in forming a humanist, progressive, and naturalist paradigm towards the environment. Concepts such as the prohibition of environmental destruction, the preservation of resources, and the obligation to maintain cleanliness are considered as forms of worship and implementation of sharia values. Through a normative and educational approach, ecological fiqh can be a foundation for creating a society that cares about the environment. This study recommends strengthening the socialization of ecological fiqh through education and da'wah, in order to support environmental conservation efforts as part of the collective responsibility that is fardhu kifayah. Keywords: ecological jurisprudence, environmental conservation, Islamic law, maslahah, ecological crisis
PERBEDAAN KONSEP QARḌ DAN DAIN DAN RELEVANSINYA DENGAN PENETAPAN SUKU BUNGA DI BANK KONVENSIONAL Arrasyidinsyah
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 3 (2025): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.54580

Abstract

Abstract In concept, dain is more general than qarḍ, because dain covers all types of debts. Qarḍ can only be applied in Islamic financial institutions because basically qarḍ is a charitable fund, while dain can be applied not only in Islamic financial institutions, but also can cover conventional financial institutions. The relevant application of interest in the concept of dain, while qarḍ does not. The determination of interest rates in the concept of dain is considered permissible because there are costs arising from loans caused by the influence of inflation, competitive factors, and other factors. Keywords: Qarḍ, Dain, Interest. Abstrak Secara konsep, dain lebih umum ketimbang qarḍ, karena dain mencakup segala jenis utang piutang. Qarḍ hanya dapat diterapkan pada lembaga keuangan syariah karena pada dasarnya qarḍ adalah dana kebajikan, sedangkan dain selain dapat diterapkan di lembaga keuangan syariah, juga dapat mencakup lembaga keuangan konvensional. Penerapan bunga relevan dalam konsep dain, sedangkan qarḍ tidak. Penetapan suku bunga dalam konsep dain dianggap boleh dikarenakan terdapat biaya-biaya yang timbul dari pinjaman yang disebabkan adanya pengaruh inflasi, faktor persaingan, dan faktor lainnya. Kata Kunci: Qarḍ, Dain, Bunga.
TEKNOLOGI SEBAGAI ALAT DAKWAH : TRANSFORMASI INSTITUSI AGAMA DI ERA MEDIA SOSIAL Ahmad Turmuzi; Sahdin Hasibuan
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 3 (2025): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.54836

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi, khususnya media sosial, telah membawa dampak signifikan terhadap cara institusi agama melakukan dakwah dan berinteraksi dengan umat. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi transformasi yang terjadi pada institusi agama dalam mengadopsi teknologi sebagai sarana dakwah di era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis berbagai strategi yang diterapkan oleh lembaga keagamaan dalam memanfaatkan platform media sosial, seperti YouTube, Instagram, dan Twitter, untuk menyebarkan ajaran agama, memperkuat hubungan dengan komunitas, serta meningkatkan partisipasi umat dalam kegiatan keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun teknologi memberi peluang untuk jangkauan dakwah yang lebih luas dan efektif, tantangan besar juga muncul, seperti kesalahpahaman ajaran, penyebaran informasi yang tidak akurat, dan pergeseran dari praktik ibadah tradisional. Artikel ini menyarankan perlunya pemanfaatan teknologi dengan pendekatan yang bijak dan terarah, agar dakwah tetap dapat menjaga substansi spiritualitas tanpa kehilangan makna dalam perubahan zaman. Kata Kunci: Institusi Agama, Transformasi, Era Media Sosial Abstract Technological developments, especially social media, have had a significant impact on the way religious institutions conduct da'wah and interact with the people. This article aims to explore the transformation that has occurred in religious institutions in adopting technology as a means of da'wah in the digital era. Using a qualitative approach, this study analyzes various strategies implemented by religious institutions in utilizing social media platforms, such as YouTube, Instagram, and Twitter, to spread religious teachings, strengthen relationships with communities, and increase people's participation in religious activities. The results of the study show that although technology provides opportunities for a wider and more effective reach of da'wah, major challenges have also arisen, such as misunderstandings of teachings, the spread of inaccurate information, and a shift away from traditional worship practices. This article suggests the need to utilize technology with a wise approach Keywords: Religious Institutions, Transformation, Social Media Era
KONTRIBUSI ZAKAT DAN WAKAF TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENGENTASAN KEMISKINAN DI MAKASSAR Rasnawati; Lince Bulutoding; Abd Wahab
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 3 (2025): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.54923

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengkaji kontribusi zakat dan wakaf terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di Makassar. Zakat dan wakaf, sebagai instrumen keuangan sosial dalam Islam, memiliki potensi signifikan untuk redistribusi kekayaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, diskusi kelompok, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat berperan dalam meningkatkan daya beli, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan akses pendidikan serta layanan kesehatan. Sementara itu, wakaf berkontribusi pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Meskipun terdapat tantangan dalam pengelolaan dan pemahaman masyarakat, rekomendasi untuk meningkatkan transparansi, kolaborasi, dan edukasi diharapkan dapat memaksimalkan dampak positif dari kedua instrumen ini. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pengelolaan zakat dan wakaf untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Makassar. Kata Kunci : Kontribusi zaka dan wakaf, Pertumbuhan ekonomi, Pengentasan kemiskinan Abstract: This study examines the contribution of zakat and waqf to economic growth and poverty alleviation in Makassar. Zakat and waqf, as social finance instruments in Islam, have significant potential to redistribute wealth and improve people's welfare. Through a qualitative approach, data were collected through interviews, group discussions, observations, and documentation studies. The results show that zakat plays a role in increasing purchasing power, creating jobs, and providing access to education and health services. Meanwhile, waqf contributes to infrastructure development and community empowerment. Despite challenges in management and public understanding, recommendations to improve transparency, collaboration, and education are expected to maximize the positive impact of these two instruments. This research confirms the importance of zakat and waqf management strategies to promote inclusive and sustainable economic growth in Makassar. Keywords: Zakaah and Waqf Contribution, Economic Growth, Poverty Alleviation.
KONSEP MUSYARAKAH DALAM PERBANKAN SYARIAH: PERSPEKTIF HADIS DAN RELEVANSINYA DENGAN PRAKTIK MODERN Sapinah; Arifuddin Ahmad; Abustani Ilyas
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 3 (2025): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.54924

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep musyarakah dalam perbankan syariah berdasarkan perspektif hadis, serta mengkaji relevansinya dengan inovasi produk keuangan modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka, dengan data sekunder berupa Al-Qur'an, hadis, serta literatur terkait. Analisis dilakukan dengan metode syarah maudhui (tematik) terhadap hadis-hadis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip musyarakah seperti keadilan, transparansi, amanah, dan larangan khianat dan riba merupakan landasan etis dan spiritual yang mendukung praktik perbankan syariah. Implementasi musyarakah di era modern, termasuk skema seperti musyarakah mutanaqisah dan pembiayaan modal kerja, telah memberikan fleksibilitas dan inovasi dalam produk keuangan syariah. Namun, terdapat kendala seperti kurangnya literasi keuangan syariah dan tantangan regulasi. Implikasi penelitian ini adalah penguatan landasan etis musyarakah berbasis hadis untuk mendukung pengembangan produk perbankan syariah yang lebih kompetitif dan sesuai dengan prinsip syariah, serta relevan dengan kebutuhan bisnis kontemporer. Kata Kunci: Musyarakah, Hadis, Perbankan Syariah, Inovasi Produk AbstractThis study aims to analyze the concept of musyarakah in Islamic banking from the perspective of Hadith and examine its relevance to modern financial product innovations. The research employs a qualitative approach through a literature study method, using secondary data from the Qur'an, Hadith, and related literature. The analysis is conducted using the syarah maudhui (thematic exegesis) method on relevant Hadiths. The findings of the study show that the principles of musyarakah, such as justice, transparency, trustworthiness, and the prohibition of betrayal and usury, form the ethical and spiritual foundation that supports Islamic banking practices. The implementation of musyarakah in the modern era, including schemes such as musyarakah mutanaqisah and working capital financing, has provided flexibility and innovation in Islamic financial products. However, there are challenges such as the lack of Islamic financial literacy and regulatory obstacles. The implications of this research are the reinforcement of the ethical foundation of musyarakah based on Hadith to support the development of more competitive Islamic banking products that comply with Sharia principles and are relevant to contemporary business needs. Keywords: Musyarakah, Hadith, Islamic Banking, Product Innovation
FILANTROPI ISLAM DIGITAL (KERJASAMA ANTARA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL DENGAN SHOPEE) Siti Najihah; Rani Rahmawati; Rihatul Jannah
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 3 (2025): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.54948

Abstract