cover
Contact Name
Muhammad Muzaini
Contact Email
ucha.2610@gmail.com
Phone
+628114408260
Journal Mail Official
redaksi.jrip@gmail.com
Editorial Address
Education and Talent Development Center of Indonesi (ETDC Indonesia) Office Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran
ISSN : 27761959     EISSN : 27768872     DOI : https://doi.org/10.51574
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran (JRIP) adalah jurnal penelitian dan pengembangan kependidikan yang diterbitkan oleh Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia). Tujuan artikel ini adalah untuk mempublikasikan penelitian atau kajian kritis dibidang kependidikan dengan kualitas terbaik. Fokus Kajian & Ruang Lingkup Inovasi Pembelajaran Riset Pembelajaran Lesson Study Evaluasi Pembelajaran STE(A)M (Science, Technology, Enginering, Art, And Mathematics) Kemampuan Berpikir Siswa Learning Disability
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 699 Documents
Strategi Integratif Pemilihan, Penyusunan, dan Pemanfaatan Bahan Ajar Bahasa Arab dalam Pembelajaran Nur M. Saifuddin Nasri; Yogi Sopian Haris; Muhammad Syarqowi; M. Zainul Hadi Wiratama; Fathul Maujud
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5097

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab memerlukan bahan ajar yang tidak hanya memuat materi kebahasaan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan peserta didik serta mendukung pembelajaran yang komunikatif dan kontekstual. Kajian ini penting karena bahan ajar yang kurang adaptif, terlalu tekstual, dan tidak terintegrasi dengan strategi pembelajaran dapat menghambat motivasi, partisipasi, dan pencapaian kompetensi bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemilihan, penyusunan, pemanfaatan, dan integrasi bahan ajar bahasa Arab dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data diperoleh dari sumber sekunder berupa buku, artikel jurnal, prosiding, dokumen kurikulum, laporan penelitian, dan sumber digital akademik yang relevan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi dengan tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan bahan ajar perlu mempertimbangkan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, kebutuhan belajar, aspek kebahasaan, psikologis, sosial-budaya, pedagogis, pendekatan komunikatif, integrasi keterampilan bahasa, dan teknologi digital. Penyusunan bahan ajar perlu dilakukan secara sistematis melalui prinsip tadarruj, takrār, relevansi, keterpahaman, penyesuaian tingkat kemampuan, integrasi empat keterampilan bahasa, dan pengembangan bahan ajar digital. Pemanfaatannya menuntut kompetensi guru dalam mengadaptasi materi, memilih strategi, memanfaatkan media, membangun lingkungan bahasa, dan mengembangkan HOTS. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan strategi integratif yang memandang bahan ajar sebagai perangkat pedagogis terpadu, bukan sekadar sumber materi.
Comparing Teaching and Administrative Self-Efficacy Among Kindergarten Teachers in an EMI Settings Rea Erlikasna Ginting
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5246

Abstract

The implementation of English-Medium Instruction (EMI) in early childhood education requires teachers to be ready not only for classroom pedagogy but also for meeting institutional documentation duties. This study evaluated the difference in teacher self-efficacy across instructional and administrative domains between English major and non-English major kindergarten practitioners within an Indonesian EMI context. A quantitative approach was used, involving fourteen kindergarten teachers (N = 14) from an integrated international-standard institution in West Kalimantan. Data were gathered through a structured self-efficacy questionnaire and analyzed using the non-parametric Mann-Whitney U test. The findings show that academic specialization did not significantly differentiate instructional self-efficacy in classroom teaching within this study (p = 0.517). Foundational pedagogical skills appeared to compensate within routine interactions in this sample for the absence of a specialized linguistic degree. Conversely, a notable difference was identified within the administrative and reporting domain (p = 0.004, r = 0.74), with non-English major generalists reporting lower self-perceptions of competence when preparing formal curriculum maps, weekly agendas, and written progress updates in English. These findings imply that EMI policy challenges extend beyond active teaching hours into structural documentation duties, suggesting that professional development should prioritize administrative literacy over generic language proficiency training.
Pengaruh Intensitas Pemanfaatan Gadget dan Kaitannya dengan Prestasi Belajar Siswa SD Inpres Mawang Buhaerah Buhaerah; Ainul Lathifah
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5250

Abstract

Perkembangan ekosistem digital telah memperluas akses siswa sekolah dasar terhadap berbagai perangkat elektronik, terutama gadget. Di satu sisi, perangkat tersebut dapat mendukung proses belajar melalui penyediaan sumber informasi, media pembelajaran, dan akses komunikasi akademik. Di sisi lain, penggunaan yang tidak terarah berpotensi menimbulkan gangguan konsentrasi, mengurangi waktu belajar, dan memengaruhi capaian akademik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh pemanfaatan gadget terhadap prestasi belajar siswa SD Inpres Mawang Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Data penggunaan gadget diperoleh melalui angket, sedangkan data prestasi belajar dihimpun dari dokumentasi nilai akademik siswa. Wawancara terbatas dengan guru dan orang tua digunakan sebagai informasi pendukung untuk memperkaya interpretasi hasil. Data penelitian ini diolah dengan memanfaatkan analisis statistik deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil analisa data menunjukkan persamaan regresi Y = 83,67 - 2,74X. Koefisien regresi bernilai negatif, yang berarti peningkatan skor penggunaan gadget cenderung diikuti oleh penurunan prestasi belajar. Uji t menghasilkan nilai t = -5,652 dengan signifikansi 0,000, sedangkan uji F menghasilkan F = 31,95 dengan signifikansi 0,000. Nilai R² sebesar 0,533 yang artinya bahwa penggunaan gadget menunjukkan 53,3% variasi prestasi belajar siswa, sementara 46,7% lainnya dipengaruhi oleh faktor di luar model. Temuan ini menegaskan pentingnya pendampingan guru dan orang tua, pembatasan durasi penggunaan, serta penguatan literasi digital agar gadget berfungsi sebagai sarana belajar yang produktif.
Pengaruh Metode Everyone Is A Teacher Here Terhadap Pengembangan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Jefri Junianto; Laswadi Laswadi; Febria Ningsih
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5267

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif siswa merupakan salah satu faktor dalam membantu memahami konsep-konsep matematika. Banyaknya guru yang masih menerapkan metode mengajar konvensional menjadi salah satu penyebab rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas metode pembelajaran everyone is a teacher here berbantuan media GeoGebra sebagai inovasi pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif quasi-experiment dengan desain one-group pretest-posttest, desain ini dipilih untuk mengukur perubahan kemampuan berpikir kreatif secara langsung sebelum dan sesudah perlakuan pada satu kelompok yang sama. Indikator kemampuan berpikir kreatif yang di uji adalah kefasihan (fluency), fleksibilitas (flexibility), dan kebaruan atau orisinalitas (originality). Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 31 orang di MTsN 6 Kerinci. Data penelitian dikumpulkan menggunakan instrumen tes berpikir kreatif yang diadopsi dari Nadhifah (2022). Data tes berpikir kreatif dianalisis dengan menghitung N-Gain, kemudian dilanjutkan dengan uji perbandingan uji Wilcoxon. Uji efektivitas melalui N-Gain menunjukkan rata-rata peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa adalah 0,47 sehingga masuk pada kategori sedang. Dan hasil Uji Wilcoxon menunjukkan nilai P-Value sebesar 0,001 < 0,05. Dengan demikian dinyatakan bahwa metode pembelajaran Everyone is a teacher here mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, sehingga metode ini dapat menjadi salah satu alternative bagi guru matematika untuk menyediakan pembelajaran yang lebih aktif dan kreatif, khususnya pada materi bangun ruang. Peneliti menyarankan kepada peneliti selanjutnya agar dapat melakukan penelitian pada dua tipe kelas sehingga didapati perbedaan keefektivitasan metode pembelajaran.
Relasi Pembiasaan dan Religiusitas Terhadap Kecerdasan Emosional Peserta Didik Rika Andriani; Muhaemin Muhaemin; Bustanul Iman RN
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.4396

Abstract

Kecerdasan emosional peserta didik memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan belajar, kemampuan sosial, dan pengendalian diri. Namun, masih ditemukan peserta didik yang kurang mampu mengelola emosi, menunjukkan sikap kurang disiplin, dan rendah dalam interaksi sosial. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya faktor pembiasaan dan religiusitas dalam pembentukan kecerdasan emosional peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pembiasaan dengan kecerdasan emosional peserta didik, hubungan antara religiusitas dengan kecerdasan emosional peserta didik, serta hubungan simultan antara pembiasaan dan religiusitas dengan kecerdasan emosional peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 65 peserta didik fase F yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dianalisis dengan uji korelasi Pearson serta korelasi simultan menggunakan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kecerdasan emosional peserta didik (r = 0,980; p < 0,05). Religiusitas juga memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kecerdasan emosional peserta didik (r = 0,989; p < 0,05). Selain itu, pembiasaan dan religiusitas secara simultan memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kecerdasan emosional peserta didik (R = 0,993; p < 0,05) dengan kontribusi sebesar 98,6% (Adjusted R² = 0,986). Temuan ini menunjukkan bahwa pembiasaan dan religiusitas berkontribusi besar dalam pengembangan kecerdasan emosional peserta didik.
Data Literacy and Logical Reasoning: A New Foundation for STEM Education in the Age of Information Abundance Muhammad Hasbi; Harling Danil; Sri Verlin; Hardi Yanti
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the era of information abundance, students frequently encounter “cognitive disruptions” or logical fallacies when synthesizing scientific conclusions. This challenge is particularly pronounced within the Madrasah educational environment, where a critical need exists to bridge traditional verification values with contemporary data literacy. This study evaluates the effectiveness of synergizing data literacy and logical reasoning as a foundational framework for STEM education at Madrasah As’adiyah Pompanua, aiming to enhance students’ cognitive capacity in formulating valid scientific arguments. Employing a quantitative quasi-experimental design, this research involved two student cohorts. Data were collected through assessments of data literacy and the Test of Logical Thinking (TOLT), then analyzed using descriptive statistics, ANCOVA, and Normalized Gain (N-Gain) analysis. The findings demonstrate that integrating data literacy and logical reasoning significantly improves STEM educational outcomes. The experimental group attained a mean score of 81.30, substantially outperforming the control group’s 62.55. Data literacy was found to sharpen cognitive acuity by establishing an empirical foundation that minimizes logical gaps. The model’s high efficacy is evidenced by an N-Gain value of 0.71, signifying a pedagogical shift from passive knowledge acquisition to critical analysis. This research contributes to the evolution of STEM models in Islamic educational settings by demonstrating that indigenous values, such as the principle of verification (tabayyun), serve as potent catalysts for adopting data literacy. Practically, this study provides a strategic framework for educators to implement evidence-based learning, ensuring students possess the essential analytical competencies required to navigate the complexities of the digital age.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Inside Outside Circle (IOC) Berbantuan Media Gambar Terhadap Hasil Belajar Siswa Sovi Julianti; Husniati Husniati; Radiusman Radiusman
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5408

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, mampu bekerja sama, serta memiliki pemahaman yang baik terhadap nilai-nilai kebangsaan. Namun, hasil observasi di SDN 1 Kuripan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa masih tergolong rendah. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kurangnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran, rendahnya keberanian untuk bertanya maupun menyampaikan pendapat, serta proses pembelajaran yang masih didominasi oleh penjelasan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Inside Outside Circle (IOC) berbantuan media gambar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas V di SDN 1 Kuripan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment dan desain non-equivalent control group design. Subjek penelitian berjumlah 60 siswa yang terdiri atas kelas VA sebagai kelas eksperimen dan kelas VB sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis dengan independent sample t-test, serta uji effect size untuk mengetahui besar pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Inside Outside Circle (IOC) berbantuan media gambar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan pancasila kelas V di SDN 1 Kuripan. Oleh karena itu, model ini dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran yang mendorong siswa untuk memperoleh dan bertukar informasi dengan lebih banyak teman secara terstruktur, sehingga memperluas pemahaman materi yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Pengaruh Media Pembelajaran Pohon Pintar (POPIN) Terhadap Keterampilan Membaca Permulaan Siswa SD Esti Nurazizah; syaiful Musaddat; Radiusman Radiusman
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5437

Abstract

Kemampuan membaca permulaan yang belum optimal pada siswa kelas I sekolah dasar masih menjadi kendala yang berdampak luas terhadap keberhasilan belajar di berbagai mata pelajaran. Kondisi ini teridentifikasi di SDN 2 Tamansari dan SDN 3 Tamansari, di mana proses pembelajaran membaca masih berlangsung konvensional tanpa dukungan media yang konkret dan interaktif. Penelitian ini bertujuan mengungkap pengaruh media pembelajaran Pohon Pintar (POPIN) terhadap keterampilan membaca permulaan murid kelas I di kedua sekolah tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) tipe nonequivalent control group design, melibatkan 65 siswa kelas I yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (35 siswa SDN 3 Tamansari) dan kelompok kontrol (30 siswa SDN 2 Tamansari) melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan lewat tes lisan pretest-posttest yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, didukung lembar observasi selama proses pembelajaran. Hasil analisis menggunakan Mann-Whitney U Test menunjukkan nilai U = 7.000, Z = -7,059, dan signifikansi < 0,001 (p < 0,05), dengan ukuran efek (effect size) r = 0,904 yang tergolong sangat besar. Temuan ini membuktikan adanya perbedaan signifikan antara keterampilan membaca permulaan siswa yang belajar menggunakan media POPIN dengan siswa yang tidak menggunakannya, tercermin dari rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen (93,93) yang jauh melampaui kelompok kontrol (70,83). Selain meningkatkan capaian kognitif pada empat indikator membaca huruf vokal, huruf konsonan, suku kata, dan kata media POPIN juga terbukti mendorong motivasi dan keaktifan belajar siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa media POPIN merupakan alternatif pembelajaran yang efektif untuk mengatasi persoalan rendahnya keterampilan membaca permulaan di kelas awal sekolah dasar melalui pendekatan belajar yang lebih konkret, menarik, dan interaktif.
Students’ Engagement in AI-Supported English Language Learning: A Qualitative Case Study of Senior High School Students in Palopo City Andi Mangnguntungi Sudirman; Sri Rahayu; Hermini Hermini
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5457

Abstract

Artificial intelligence (AI) is increasingly used in English as a foreign language (EFL) classrooms to provide immediate feedback, personalized assistance, and interactive learning. However, evidence of its impact on students’ engagement, particularly in Indonesian senior high schools, remains limited. This qualitative case study explored students’ behavioral, emotional, and cognitive engagement during AI-mediated English learning in Palopo City. The study provides practical insights into integrating AI into classroom instruction while maintaining the teacher’s pedagogical role. Data were collected through four classroom observations involving 30 eleventh-grade students, semi-structured interviews with one English teacher and eight purposively selected students, and supporting documentation. The data were analyzed using thematic analysis. The findings indicate that AI supported engagement across three interrelated dimensions. Behavioral engagement was most evident, as students paid greater attention, responded more quickly, and participated more actively in classroom activities. Emotional engagement was reflected in students’ enjoyment, confidence, excitement, and pride as they received feedback and recognized their learning progress. Cognitive engagement emerged when students compared responses, reflected on mistakes, reconsidered their understanding, and discussed alternative answers with peers. Nevertheless, AI implementation also presented challenges, including pressure from task pace, overreliance on AI-generated responses, unstable internet access, and unequal device availability. The study concludes that AI can strengthen behavioral, emotional, and cognitive engagement in EFL learning when used as a pedagogical tool supported by clear instructional objectives and active teacher guidance. Effective integration requires structured reflection, responsible AI use, and classroom practices that encourage students to think critically beyond AI-generated responses.