cover
Contact Name
Purniadi Putra
Contact Email
putrapurniadi@gmail.com
Phone
+6285252101729
Journal Mail Official
putrapurniadi@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies)
ISSN : 26864460     EISSN : 26865580     DOI : 10.27567
Core Subject : Economy, Education,
Jurnal Studi Islam Lintas Negara, merupakan jurnal yang mengangkat tema-tema tentang berbagai isu yang menyangkut umat Islam di dunia internasional. Baik secara sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, maupun politik. Jurnal yang terbit enam bulan sekali ini di kelola oleh Pascasarjana Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat. FOKUS DAN RUANG LINGKUP Journal of Cross Border Islamic Studies adalah jurnal peer-review dan open-access terkemuka, yang menerbitkan karya ilmiah, dan mengkhususkan diri dalam Pendidikan Islam dan Ekonomi Islam, mengkonsolidasikan kegiatan penelitian fundamental dan terapan dengan cakupan yang sangat luas. dan memiliki dampak yang signifikan dan kontribusi nyata bagi masyarakat luas, dunia praktis dan akademisi. Ini termasuk studi dan tinjauan yang dilakukan oleh tim multidisiplin dan penelitian yang mengevaluasi atau melaporkan hasil atau implementasi tim atau proses ilmiah secara umum. Jurnal ini berusaha untuk menarik audiens interdisipliner dan penulis yang berfokus pada penelitian dunia nyata. Materi Pendidikan Agama Islam Pendidik dan Siswa Pendidikan Agama Islam Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kurikulum Politik Pendidikan Agama Islam Filsafat Pendidikan Agama Islam Sejarah Pendidikan Agama Islam Budaya Lokal dalam Pendidikan Islam Materi Ekonomi Syariah Ekonomi Syariah Transnasional Pengembangan Ekonomi Syariah di daerah perbatasan negara Ekonomi syariah dalam dan luar negeri Tujuan utama Journal of Cross Border Islamic Studies adalah untuk mempublikasikan karya ilmiah di bidang pendidikan agama Islam. Penelitian yang dipublikasikan dapat mengambil model teoretis atau spekulatif serta statistik dan matematika untuk mempromosikan pemikiran interdisipliner dan untuk menyediakan platform bagi para sarjana untuk bertukar pengetahuan dari berbagai perspektif dan lokasi. Kontribusi diterima dari semua bidang dengan komentar yang relevan dan berwawasan tentang pendidikan Islam dan ekonomi Islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 163 Documents
Sinergi Hukum Adat dan Hukum Nasional Dalam Penyelesaian Sengketa Pertanahan Melalui Konsep Kerakatan Pada Masyarakat Tapin Mohlis
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4201

Abstract

Sengketa pertanahan di Kabupaten Tapin berpotensi menimbulkan konflik sosial apabila hanya mengandalkan mekanisme litigasi yang formal dan kaku. Masyarakat Banjar memiliki tradisi karakatan, yaitu musyawarah berbasis kekeluargaan, yang secara turun-temurun digunakan dalam penyelesaian konflik. Penelitian ini bertujuan menganalisis sinergi hukum adat dan hukum nasional dalam penyelesaian sengketa pertanahan, serta menjelaskan peran karakatan sebagai model penyelesaian berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan hukum empiris (socio-legal research) dengan dukungan antropologi hukum. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif dengan menekankan pada proses mediasi adat dalam penyelesaian sengketa. Temuan menunjukkan bahwa karakatan melalui praktik bacu’ur (dialog), basuluh (kompromi), dan bapatut (pemulihan harmoni) menjadi mekanisme efektif dalam meredam sengketa pertanahan di Tapin. Proses ini mencerminkan prinsip keadilan restoratif, memperkuat solidaritas sosial, serta sejalan dengan regulasi nasional seperti UUPA 1960, PERMA No. 1 Tahun 2016, dan Permen ATR/BPN No. 21 Tahun 2020. Namun, tantangan muncul pada aspek legitimasi formal dan integrasi dengan sistem hukum nasional. Karakatan berfungsi sebagai jembatan sinergi antara hukum adat dan hukum nasional dalam penyelesaian sengketa pertanahan. Institusionalisasi karakatan penting dilakukan untuk memperkuat pluralisme hukum, menciptakan keadilan yang humanis, serta memperkokoh kohesi sosial di Indonesia.
Analisis Filsafat Taoisme Islam Terhadap UU No.16 Th.2019 Atas Perubahan UU No.1 Th.1974 Tentang Perkawinan Fatrawati Kumari; Muhammad Syafi’i
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4208

Abstract

Tingginya angka pernikahan anak di Indonesia dalam satu dekade terakhir menimbulkan kekhawatiran serius bagi pemerintah karena berpotensi melemahkan berbagai dimensi pembangunan, seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Untuk menekan angka tersebut, pemerintah menerapkan Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak (Stranas PPA) 2020–2024 sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Strategi ini mencakup peningkatan pola pengasuhan, perluasan akses layanan, penguatan ikatan keluarga, pencapaian pendidikan formal 12 tahun, serta implementasi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 mengenai Perkawinan. Namun, kebijakan tersebut memunculkan beragam respons masyarakat, khususnya kalangan agama Islam, karena sebagian ulama masih membolehkan pernikahan anak. Oleh sebab itu, diperlukan kajian mendalam mengenai UU tersebut dalam perspektif Islam dengan menggunakan analisis filsafat taoisme Islam Sachiko Murata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan objek material berupa literatur teks Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, sedangkan objek formalnya adalah pendekatan taoisme Islam Sachiko Murata. Kajian ini menghasilkan dua temuan utama. Pertama, praktik pernikahan anak tidak dibenarkan oleh negara berdasarkan ketentuan undang-undang, sehingga semestinya angka pernikahan anak dapat ditekan serendah mungkin. Kedua, Islam pada hakikatnya tidak memberi ruang bagi praktik pernikahan anak, karena fenomena tersebut lebih banyak didorong pertimbangan material, seperti pemenuhan hasrat seksual dan ekonomi. Analisis menggunakan perspektif taoisme Islam Sachiko Murata menunjukkan adanya dominasi dimensi maskulin, di mana ayah atau orang tua lebih berperan dalam menentukan keputusan pernikahan anak, sementara alasan yang digunakan cenderung bersifat kebendaan. Padahal, Islam menekankan keseimbangan antara dimensi maskulin dan feminin yang terarah pada tujuan tertinggi, yakni kemaslahatan umat serta kebahagiaan dunia dan akhirat.
Ayat dan Hadis Tentang Pernikahan Terlarang (Telaah Yuridis, Sosiologis dan Filosofis) Achmad Shobirin Hasbulloh
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4214

Abstract

Penelitian ini membahas tentang ayat dan hadis yang berkaitan dengan pernikahan terlarang dengan telaah secara yuridis, sosiologis, dan filosofis untuk mengetahui jenis pernikahan terlarang secara lebih mendalam dan alasan pelarangannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Pernikahan terlarang menurut Islam adalah pernikahan yang dilarang oleh agama Islam. Umat Islam tidak dibolehkan melakukan pernikahan tersebut. Pernikahan terlarang ini terbagi menjadi 2 (dua) macam, pernikahan yang terlarang karena dzatnya (pernikahan itu sendiri) dan pernikahan yang terlarang karena terdapat syarat yang bertentangan dengan akad nikah. Pernikahan terlarang yang dibahas dalam makalah ini adalah pernikahan seorang laki-laki dengan wanita yang haram dinikahi, pernikahan seorang laki-laki dengan wanita non muslimah atau non ahlul kitab, nikah mut’ah, nikah syighār, nikah tahlîl, dan nikah misyār. Ayat dan hadis mengenai pernikahan-pernikahan tersebut adalah surat al-Nisa: 22, surat, al-Nisa: 23, surat al-Baqarah: 221, surat al-Maidah: 5, surat al-Mukminun: 5-7, surat al-Nisa: 4, surat al-Rum: 21, dan sepuluh (10) hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, al-Nasa’i, Ahmad bin Hanbal, Abu Daud, dan al-Suyuthi. Setelah menelaah secara yuridis, sosiologis, dan filosofis, penulis menyimpulkan bahwa alasan pelarangan beberapa pernikahan dalam Islam bukan hanya berdasarkan prinsip keadilan, namun juga berdasarkan prinsip kemaslahatan, moral, dan ketaatan kepada Allah swt. sebagai Pencipta alam.
Psikologi Pendidikan Islam Sebagai Basis Pendidikan Inklusif: Telaah Konseptual Dede Hidayat
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4215

Abstract

Pendidikan merupakan sarana fundamental dalam membentuk kualitas manusia dan menciptakan masyarakat yang beradab serta berkeadilan. Dalam konteks pendidikan modern, muncul kebutuhan mendesak untuk mengembangkan model pendidikan inklusif yang tidak hanya menekankan akses fisik, tetapi juga aspek moral, spiritual, dan sosial peserta didik. Namun, pendidikan inklusif selama ini masih didominasi oleh pendekatan formalistik dan sekuler, sehingga belum sepenuhnya menyediakan kerangka konseptual yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah literatur akademik, jurnal bereputasi, serta dokumen kebijakan internasional yang relevan, kemudian dianalisis melalui pendekatan analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, kesenjangan, dan peluang integrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Psikologi Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menyediakan kerangka konseptual sekaligus praktis bagi pendidikan inklusif, dengan mengintegrasikan nilai ‘adl (keadilan), rahmah (kasih sayang), dan ukhuwah (persaudaraan) dengan teori psikologi modern. Integrasi ini memperluas pemahaman pendidikan inklusif dari sekadar akses administratif menuju penciptaan lingkungan belajar yang humanis, adaptif, dan kontekstual. Selain itu, temuan memperlihatkan bahwa Psikologi Pendidikan Islam mampu mengatasi keterbatasan instrumen pedagogis, memperkuat fondasi teoretis, dan memberikan solusi atas tantangan implementasi pendidikan inklusif yang kaku. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Psikologi Pendidikan Islam dapat berfungsi sebagai solusi fundamental dalam mewujudkan sistem pendidikan inklusif yang berkeadilan dan berkeadaban. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya integrasi Psikologi Pendidikan Islam dalam pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan dasar Islam untuk memperkuat kualitas pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan.
Pola Asuh dan Peran Orang Tua Dalam Menanamkan Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini kusumastuti, Ika aprilia
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4224

Abstract

Aspek perkembangan yang penting untuk dioptimalkan pada anak usia dini adalah nilai agama dan moral (NAM). Nilai ini ditanamkan oleh orang tua melalui peran dan pola asuh yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola asuh dan peran orang tua dalam pengembangan NAM pada anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian terdiri dari lima wali murid di Pos PAUD Tunas Cempaka Desa Kadokan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, kategorisasi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menanamkan nilai agama dan moral melalui pola asuh demokratis, keteladanan, pembiasaan, serta penguatan dengan nasihat yang disampaikan secara rutin. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara orang tua dan lembaga PAUD dalam merancang strategi pembiasaan nilai agama dan moral sejak dini, sehingga dapat memperkuat fondasi karakter anak dan mendukung terciptanya generasi yang religius, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan sosial di masa depan
Pengaruh Kekerasan Psikologis Terhadap Kesehatan Mental Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Sebuah Studi Psikologis dan Hukum Yosi Revatalina; Nisa Uljanah
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4226

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah masalah sosial yang kompleks dan terus meningkat di berbagai negara, termasuk Indonesia. KDV tidak hanya mencakup kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan psikologis yang seringkali sulit untuk dideteksi dan berdampak buruk pada kesehatan mental korban. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tidak hanya berdampak fisik tetapi juga membawa konsekuensi serius terhadap kesehatan mental korban, terutama dalam bentuk kekerasan psikologis. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kekerasan psikologis terhadap kondisi psikologis korban KDRT melalui pendekatan multidisipliner yang mencakup perspektif psikologis dan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, melibatkan wawancara mendalam dengan korban KDRT, praktisi hukum, dan psikolog klinis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan psikologis, seperti intimidasi, manipulasi emosional, dan isolasi sosial, secara signifikan meningkatkan risiko gangguan kecemasan, depresi, gangguan stres pascatrauma (PTSD), dan menurunkan kualitas hidup korban. Dari sisi hukum, temuan menunjukkan adanya tantangan dalam pembuktian dan penegakan hukum terkait kekerasan psikologis dibandingkan kekerasan fisik, meskipun perlindungan hukum sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT. Studi ini merekomendasikan penguatan sinergi antara penegak hukum dan layanan psikologis serta peningkatan edukasi masyarakat untuk mengenali dan mencegah kekerasan psikologis dalam rumah tangga
Revitalisasi dan Digitalisasi Bimbingan Perkawinan: Mencetak Keluarga Sakinah di Era Modern Moh. Jeweherul Kalamiah; Mohammad Syaiin Safi Habibi; Syaif Aly Asy’ari
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4228

Abstract

Penelitian ini membahas revitalisasi implementasi Bimbingan Perkawinan (Bimwin) sebagai strategi inovatif dalam mewujudkan keluarga sakinah di era digital. Tingginya angka perceraian di Indonesia menunjukkan rendahnya kesiapan pasangan dalam membangun rumah tangga. Sebagai respon, Kementerian Agama meluncurkan program Bimwin, termasuk inovasi digital melalui Simkah Web dan E-Bimwin. Tujuan penelitian adalah menganalisis efektivitas program tersebut serta merumuskan strategi revitalisasi yang adaptif dengan kebutuhan generasi digital native.Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, analisis kebijakan, dan telaah implementasi layanan digital perkawinan, dengan sumber dari dokumen resmi, statistik nasional, serta penelitian terdahulu.Hasil penelitian menunjukkan perlunya revitalisasi pada aspek metodologi pembelajaran, aksesibilitas, dan keterlibatan stakeholder. Inovasi digital melalui modul interaktif dan aplikasi mobile terbukti meningkatkan efektivitas serta inklusivitas layanan. Dari perspektif normatif Islam, konsep keluarga sakinah tidak hanya bersifat sosiologis tetapi berakar pada Al-Qur’an, seperti QS. Ar-Rum [30]:21 tentang sakinah, mawaddah, wa rahmah, hadis Nabi tentang pernikahan sebagai sunnah, serta prinsip mitsaqan ghaliza dalam akad nikah. Analisis menunjukkan bahwa inovasi digital Bimwin selaras dengan tujuan maqashid al-syariah dalam menjaga agama (hifz al-din), keturunan (hifz al-nasl), dan keluarga, serta relevan dengan Kompilasi Hukum Islam yang menekankan kesiapan lahir batin dan tanggung jawab suami-istri. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kebijakan Bimwin berbasis digital sekaligus menegaskan digitalisasi sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga dan mewujudkan keluarga sakinah di Indonesia
Integrasi Nilai-Nilai Multikultural Dalam Kurikulum Salafiyah di Pondok Pesantren Al Qomar Kabupaten Mempawah Nahruji; Sri Wahyuni
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai-nilai multikultural dalam kurikulum salafiyah serta implementasinya dalam pembelajaran dan kehidupan santri sehari-hari di Pondok Pesantren Al Qomar, Kabupaten Mempawah. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai multikultural seperti toleransi, keadilan, penghargaan terhadap perbedaan, dan keterbukaan telah diinternalisasikan dalam kurikulum salafiyah secara bertahap, baik secara formal melalui mata pelajaran maupun secara informal melalui keteladanan dan budaya pesantren. Implementasi nilai-nilai tersebut tercermin dalam sikap saling menghormati antar santri yang berbeda latar belakang budaya dan suku, serta dalam proses pembelajaran yang menekankan dialog, musyawarah, dan kebersamaan. Faktor pendukung utama dalam integrasi ini adalah peran kiai sebagai agen moderasi, budaya pesantren yang terbuka, dan adanya komitmen dari para ustaz. Sementara itu, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman sebagian guru terhadap pendidikan multikultural, serta resistensi dari sebagian santri terhadap perbedaan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan pelatihan guru, pengembangan kurikulum inklusif, serta penciptaan lingkungan sosial yang mendukung praktik multikulturalisme berbasis nilai-nilai Islam
Desain Kurikulum Pendidikan Agama Islam Multikultural Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MTs Taruna Daharo Nusantara Kubu Raya Darsono; Syafrudin; Burhanudin
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4246

Abstract

Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh pentingnya penguatan nilai-nilai keislaman yang toleran dan inklusif dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk. Kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis multikultural menjadi strategi pendidikan yang mampu mengintegrasikan ajaran akidah dan akhlak Islam dengan prinsip-prinsip penghargaan terhadap perbedaan, toleransi, dan kerukunanPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis desain kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis multikultural pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MTs Taruna Daharo Nusantara Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan kepala madrasah, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kurikulum ini mencakup empat komponen utama: tujuan pembelajaran yang menekankan integrasi nilai Islam dan multikulturalisme, materi ajar yang relevan dengan konteks sosial siswa, metode pembelajaran yang partisipatif dan reflektif, serta evaluasi yang menilai aspek kognitif, afektif, dan sosial. Implementasi kurikulum ini berhasil menumbuhkan sikap toleran, menghargai perbedaan, serta memperkuat identitas keislaman yang moderat pada peserta didik. Kurikulum ini menunjukkan bahwa pendidikan agama di madrasah dapat berperan strategis dalam membentuk generasi yang religius sekaligus inklusif. Temuan ini merekomendasikan pentingnya replikasi kurikulum serupa pada madrasah lain sebagai bentuk kontribusi terhadap penguatan karakter bangsa yang multikultural.
Dialektika Agama dan Budaya: Jejak Interaksi Dalam Pembentukan Identitas Sosial Lamazi
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i1.4253

Abstract

Analisis terhadap agama dan kebudayaan dalam konstruksi sosiologis merupakan kajian yang menarik dan relevan, terutama ketika dikaitkan dengan dinamika struktural dan kultural masyarakat yang tengah mengalami transisi menuju era modern yang informatif. Dalam konteks ini, hubungan antara agama dan budaya tidak dapat dilepaskan dari peran sosialitas manusia yang terus berubah. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana sosiologi menafsirkan hubungan antara agama dan budaya dalam realitas objektif maupun subjektif kehidupan manusia. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif-analitis dengan menekankan pada pemahaman agama sebagai institusi sosial yang berinteraksi secara dinamis dengan budaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa agama dan budaya saling memengaruhi dan membentuk identitas kolektif masyarakat, sekaligus menjadi instrumen penting dalam menjaga kohesi sosial di tengah perubahan zaman.