cover
Contact Name
Purniadi Putra
Contact Email
putrapurniadi@gmail.com
Phone
+6285252101729
Journal Mail Official
putrapurniadi@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies)
ISSN : 26864460     EISSN : 26865580     DOI : 10.27567
Core Subject : Economy, Education,
Jurnal Studi Islam Lintas Negara, merupakan jurnal yang mengangkat tema-tema tentang berbagai isu yang menyangkut umat Islam di dunia internasional. Baik secara sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, maupun politik. Jurnal yang terbit enam bulan sekali ini di kelola oleh Pascasarjana Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat. FOKUS DAN RUANG LINGKUP Journal of Cross Border Islamic Studies adalah jurnal peer-review dan open-access terkemuka, yang menerbitkan karya ilmiah, dan mengkhususkan diri dalam Pendidikan Islam dan Ekonomi Islam, mengkonsolidasikan kegiatan penelitian fundamental dan terapan dengan cakupan yang sangat luas. dan memiliki dampak yang signifikan dan kontribusi nyata bagi masyarakat luas, dunia praktis dan akademisi. Ini termasuk studi dan tinjauan yang dilakukan oleh tim multidisiplin dan penelitian yang mengevaluasi atau melaporkan hasil atau implementasi tim atau proses ilmiah secara umum. Jurnal ini berusaha untuk menarik audiens interdisipliner dan penulis yang berfokus pada penelitian dunia nyata. Materi Pendidikan Agama Islam Pendidik dan Siswa Pendidikan Agama Islam Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kurikulum Politik Pendidikan Agama Islam Filsafat Pendidikan Agama Islam Sejarah Pendidikan Agama Islam Budaya Lokal dalam Pendidikan Islam Materi Ekonomi Syariah Ekonomi Syariah Transnasional Pengembangan Ekonomi Syariah di daerah perbatasan negara Ekonomi syariah dalam dan luar negeri Tujuan utama Journal of Cross Border Islamic Studies adalah untuk mempublikasikan karya ilmiah di bidang pendidikan agama Islam. Penelitian yang dipublikasikan dapat mengambil model teoretis atau spekulatif serta statistik dan matematika untuk mempromosikan pemikiran interdisipliner dan untuk menyediakan platform bagi para sarjana untuk bertukar pengetahuan dari berbagai perspektif dan lokasi. Kontribusi diterima dari semua bidang dengan komentar yang relevan dan berwawasan tentang pendidikan Islam dan ekonomi Islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 175 Documents
Urgensi Perjanjian Perkawinan Dalam Perkawinan Campuran Study Terhadap Undang-Undang Perkawinan No. 16 Tahun 2019 dan Kompilasi Hukum Islam Ali Fikri, Mohamad; Moh. Basri
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v6i2.4975

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi perjanjian perkawinan dalam konteks perkawinan campuran dengan menelaah pengaturannya dalam Undang-Undang Perkawinan No. 16 Tahun 2019 dan Kompilasi Hukum Islam (KHI). Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian perkawinan memiliki peran krusial dalam perkawinan campuran, khususnya untuk menjamin kepastian hukum kepemilikan harta, melindungi hak waris anak, serta mencegah konflik akibat perbedaan status kewarganegaraan dan sistem hukum, terutama terkait pembatasan hak kepemilikan tanah bagi WNA. Penelitian ini berkontribusi dengan menegaskan perjanjian perkawinan sebagai instrumen preventif yang esensial dalam perkawinan campuran, baik dalam perspektif hukum positif maupun hukum Islam, guna memperkuat perlindungan hukum dan meminimalkan potensi sengketa di masa depan.
Implementasi Prinsip Pembelajaran Humanistik Untuk Penguatan Pendidikan Ramah Anak SMPN2 Palengaan Pamekasan: Introduction , Methods, Result and Discussion, Conclusion, and References . Hairit, Artamin
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4984

Abstract

Dominasi paradigma pembelajaran mekanistik yang berfokus pada aspek kognitif telah mengabaikan kesejahteraan psikososial siswa, sehingga bertentangan dengan prinsip Sekolah Ramah Anak (SRA) yang menekankan lingkungan pendidikan yang holistik dan protektif. Penelitian ini menganalisis implementasi prinsip pembelajaran humanistik sebagai kerangka operasional untuk memperkuat dimensi substantif SRA di SMPN 2 Palengaan Pamekasan. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam terhadap sepuluh informan kunci, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan secara tematik dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi prinsip humanistik melalui praktik pedagogis fasilitatif, komunikasi empatik, dan penguatan otonomi siswa berfungsi sebagai katalis yang mengubah indikator normatif SRA menjadi praktik edukatif yang kontekstual. Implementasi ini secara signifikan membangun psychological safety, memperkuat relasi pedagogis positif, dan memperluas partisipasi genuin siswa. Namun, keberlangsungannya menghadapi tantangan struktural, terutama ketergantungan pada agensi individu guru dan kurangnya infrastruktur pengembangan profesional yang kolaboratif dan berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus pendidikan transformatif dengan menawarkan model integratif antara filosofi humanistik dan kebijakan SRA, serta menyoroti urgensi transisi dari praktik insidental menuju institusionalisasi budaya sekolah yang kolektif untuk mewujudkan ekologi pendidikan yang substantif dan responsif terhadap kebutuhan anak.
Pengembangan Model Eco-Pesantren Sebagai Strategi Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan di Pondok Pesantren Al- Qomar Mempawah Menggunakan Pendekatan Studi Al- Qura'an Ahmad Tasur; Lugman Abdul Jabbar; Saifuddin Herlambang; Ahmad Rafiq
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4990

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model eco-pesantren sebagai strategi mewujudkan kemandirian ekonomi berkelanjutan di Pondok Pesantren Al-Qomar Mempawah dengan pendekatan studi Al-Qur’an. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya ketergantungan ekonomi pesantren, sementara pesantren memiliki potensi besar dalam pengelolaan sumber daya lingkungan dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengasuh, pengelola, dan santri, serta studi dokumentasi dan kajian ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dengan tema lingkungan dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik eco-pesantren di Pondok Pesantren Al-Qomar telah berlangsung secara alami melalui aktivitas ekonomi berbasis lingkungan dan pembiasaan nilai religius, namun belum terumuskan dalam model yang sistematis. Integrasi nilai Al-Qur’an seperti amanah, keseimbangan (mīzān), dan larangan kerusakan (fasād) menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan ekonomi pesantren. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan model eco-pesantren berbasis Al-Qur’an efektif dalam memperkuat kemandirian ekonomi pesantren sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
WAKTU MEMBACA ĀMĪN BAGI MAKMUM DALAM SHALAT ‎JAHRIYAH: ‎STUDI TEMATIK HADIS-HADIS SHAHIH Abbad, Abdurrahman; Muhammad Ilyas
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4217

Abstract

This research investigates the proper timing for the congregation to recite Āmīn in ‎audible ‎‎(jahrīyah) prayers, addressing variations in practice among Muslim ‎communities. Employing ‎a qualitative descriptive method with a thematic (mawḍūʿī) ‎ḥadīth approach, it examines ‎narrations from Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Ṣaḥīḥ Muslim, and ‎other canonical sources, supported by ‎classical and contemporary juristic discussions. ‎The findings highlight that authentic ḥadīths, ‎particularly the well-agreed narration of ‎Abū Hurayrah, indicate that the congregation should ‎recite Āmīn simultaneously with ‎the imam. Juristic opinions diverge: the Shāfiʿī and Ḥanbalī ‎schools emphasize ‎simultaneity, while the Mālikī and Ḥanafī schools favor recitation after ‎the imam. ‎Through tarjīḥ analysis, the Shāfiʿī and Ḥanbalī view is deemed stronger as it aligns ‎‎with the textual evidence and promotes collective harmony. The study concludes that ‎‎reciting Āmīn embodies both spiritual value—as a supplication for divine mercy—and ‎social ‎value as a symbol of unity in congregational worship.‎
Implementasi Model Pembelajaran Ahlus Shuffah Dalam Membentuk Karakter Santri Di Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah Maluku: Studi Kasus di Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah Maluku Qomaruddin; Asmaji Muchtar; Toha Makhshun
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran Ahlus Shuffah di Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah Maluku serta implikasinya terhadap pembentukan karakter santri. Pendidikan Ahlus Shuffah meneladani sistem pendidikan Rasulullah SAW yang menekankan keseimbangan antara penguatan spiritual, pengembangan intelektual, dan pembinaan sosial. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya penelitian yang mengkaji aktualisasi model pendidikan Rasulullah SAW dalam pendidikan pesantren modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung terhadap aktivitas pembelajaran dan kegiatan pesantren, wawancara mendalam dengan civitas akademika pesantren, pendidik, dan santri, serta dokumentasi program dan kegiatan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran Ahlus Shuffah diwujudkan melalui pembelajaran berbasis masjid, keteladanan guru (uswah ḥasanah), pembiasaan ibadah, internalisasi nilai kesederhanaan, serta keterlibatan santri dalam kegiatan pengabdian sosial. Implementasi model tersebut berkontribusi pada pembentukan karakter santri yang religius, disiplin, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial. Hal ini tercermin dalam konsistensi pelaksanaan salat berjamaah, kepatuhan terhadap tata tertib pesantren, serta kemampuan santri dalam mengelola aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari. Selain itu, penerapan model Ahlus Shuffah juga berkorelasi dengan capaian prestasi santri, yang ditunjukkan melalui keberhasilan memperoleh Beasiswa Pendidikan Santri Berprestasi (PBSB) serta partisipasi dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) tingkat nasional. Penelitian ini menegaskan relevansi model Ahlus Shuffah sebagai alternatif pengembangan pendidikan Islam di pesantren masa kini
Tanggung Jawab Pemerintah Daerah Terhadap Kerusakan Ekosistem Mangrove U.Nurzia
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4962

Abstract

Rusaknya ekosistem mangrove akan berdampak pada habitat beberapa fauna laut yang bernilai ekonomis, bagi nelayan ini dapat berakibat menurunnya hasil tangkapan karena menurunnya populasi ikan. Tidak ada lagi tempat ikan untuk berkembang biak dan mencari makan. Luas kawasan hutan mangrove yang semakin berkurang dengan kondisi yang juga cukup memprihatinkan, disebabkan terjadinya konversi lahan dan perluasan lahan perkebunan. Hal ini menjadikan kualitas lingkungan menurun,terjadi abrasi dan intrusi air laut,hal ini tentunya mengancam kehidupan organisme yang hidup di wilayah kawasan pantai. Kerusakan ekosistem mangrove disebabkan oleh faktor manusia dan faktor alam, namun faktor manusialah yang lebih dominan. Manusia dengan segala kelebihan yang diberikan ALLAH SWT berupa akal dan fikiran dapat mengambil apa saja manfaat dari alam dan lingkungan yang dikehendakinya. Sebaliknya manusia dapat bertindak dan bersikap sebagai pengabdi terhadap alam dan lingkungannya apabila dia sadar bahwa kerusakan yang terjadi nantinya akan mendatangkan kerugian besar pula pada dirinya. Sebab dalam hal ini manusia adalah bagian dari ekosistem. Peran masyarakat sangat diharapkan, karena apapun yang akan dilakukan masyarakat terhadap ekosistem dan lingkungannya akan kembali kepada dirinya. Oleh karena itu meningkatkan kepedulian masyakat sangat penting dan respon masyarakat yang cepat akan dapat mencegah kerusakan yang lebih parah. Selain itu tanggung jawab dan upaya nyata dari Pemerintah Daerah harus dapat diwujudkan sesuai dengan tugas dan wewenang yang telah diatur dalam Undang-undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH).
Application of Material Law in Islamic Banking Disputes Following Constitutional Court Decision No. 93/PUU-X/2012: A Review of Normative-Jurisprudential Literature: Penerapan Hukum Materiil Sengketa Perbankan Syariah Pasca Putusan MK No. 93/PUU-X/2012: Tinjauan Literatur Normatif-Yurisprudensial Fatimah, Sitti; Ludfi, Ludfi
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v6i2.4965

Abstract

This study examines the application of material law in resolving Islamic banking disputes following the Constitutional Court Decision No. 93/PUU-X/2012 through a review of normative-jurisprudential literature. The Constitutional Court's decision affirmed the absolute authority of religious courts in Islamic banking disputes, but the practice of applying material law by judges shows problematic dynamics. The objectives of this study focus on three things: the consistency of judges' normative references, the dominant sources of material law used, and the suitability of their application to the principles of maqashid al-shariah. The method used is normative juridical with a literature approach, which involves a review of laws and regulations, court decisions, DSN-MUI fatwas, the Compilation of Islamic Economic Law (KHES), and relevant academic documents. The results of this study indicate that although the authority for dispute resolution has formally shifted to religious courts, the application of substantive law in practice remains inconsistent with the ideals of Islamic economic law. Judges tend to rely more on the Civil Code as the primary reference, while the KHES and DSN fatwas are used to a limited extent and are more complementary. Furthermore, the substance of decisions still relies heavily on a formalistic approach, so that the values of maqashid al-shariah, such as justice, benefit, and protection of rights, have not been optimally internalized. Theoretically, this study enriches the discourse on the importance of integrating maqashid al-shariah into the practice of Islamic economic jurisprudence. Practically, these findings imply the need to strengthen the capacity of judges through training, the development of more applicable technical guidelines, and the strengthening of the position of KHES and DSN fatwas as primary sources of law, in order to realize a more substantive, just, and beneficial sharia justice system
Model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter Dalam Pembentukan Kepribadian Siswa Era Global (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pontianak) Astariza, Nova; Luqman Abdul Jabbar; Saifuddin Herlambang
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4969

Abstract

Penelitian ini berargumen bahwa implementasi Model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter di MAN 2 Pontianak adalah sebagai upaya strategis dalam membentuk kepribadian siswa di tengah tantangan disrupsi era global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data utama meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Untuk memperkaya data, peneliti juga menggunakan angket terbuka sebagai instrumen pendukung guna memetakan kecenderungan persepsi siswa terhadap implementasi pendidikan holistik berbasis karakter. Dalam konteks penelitian kualitatif, angket digunakan bukan sebagai instrumen utama, melainkan sebagai data triangulatif yang memperkuat temuan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Model pendidikan holistik diimplementasikan melalui integrasi kurikulum, pembiasaan religius (tadarus dan doa), serta pembelajaran kolaboratif yang menyasar keseimbangan antara kecerdasan rasional dan kesalehan spiritual (ummatan wasathan). (2) Keteladanan guru (uswah hasanah) menjadi instrumen paling efektif (70%) dalam internalisasi nilai-nilai karakter Qur’ani. (3) Meskipun 85% siswa mengalami peningkatan kedisiplinan, ditemukan tantangan berupa 15% siswa yang memandang kegiatan sebagai rutinitas mekanistik, yang kemudian diatasi melalui pendekatan dialog reflektif berbasis QS. Ali Imran (3): 110. Simpulan penelitian menegaskan bahwa sinergisitas antara kurikulum integratif, keteladanan pendidik, dan lingkungan madrasah yang mendukung mampu membentuk insan beradab (al-insan al-adabi) yang memiliki integritas moral dan daya saing global.
Ignaz Goldziher: Al-Qur'an dan Orientalisme Sugihardi; Reza Prayogo; Halikul Saleh; Abdul Kadir; Sugeng Wanto
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v8i1.5012

Abstract

Al-Qur'an, kitab suci umat Islam, diyakini sebagai Kalamullah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. Ia merupakan sumber utama ajaran, hukum, dan pedoman hidup yang keotentikannya dijaga secara mutlak, baik melalui tradisi lisan (hafalan) yang mutawatir maupun penulisan teks. Salah satu tokoh sentral dalam kajian Islam di Barat adalah Ignaz Goldziher (1850-1921), seorang sarjana Yahudi-Hungaria yang diakui sebagai "dedengkot orientalis" dan seorang yang sangat produktif dalam mengkaji Islam, termasuk Al-Qur'an dan Hadis. Goldziher menggunakan pendekatan kritik historis (historical criticism) dalam kajiannya, yang cenderung menyamakan Al-Qur'an dengan teks-teks Semit terdahulu seperti Bible. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian dalam penelitian ini tergolong ke dalam jenis penelitian studi kepustakaan (Library research) atau studi teks. Data dalam penelitian ini diambil dari karya utama Die Richtungen der Islamischen Koranauslegung (Mazhāhib at-Tafsīr al-Islāmī), mengevaluasi implikasi pemikiran orientalisnya terhadap studi Al-Qur'an, dan karya-karya lainnya yang memiliki relevansi dengan pemikirannya. Adapun teknik pengumpulan data peneliti lakukan melalui dokumentasi (studi literatur) dengan metode pembacaan secara mendalam. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ignaz Goldziher adalah Orientalis yang tak terhindarkan dalam studi Islam modern. Melalui metodologi historis yang skeptis, ia mengajukan kritik fundamental terhadap keautentikan Al-Qur'an dan Hadis. Kritiknya berpusat pada klaim bahwa qira'at adalah ijtihad manusia karena kelemahan penulisan kuno, dan bahwa Hadis dipalsukan secara masif karena kelalaian ulama dalam melakukan kritik matan. Sanggahan dari cendekiawan Muslim, khususnya Musthafa al-Maraghi dan Muhammad Musthafa al-A'zami, berhasil membantah klaim-klaim ini dengan menegaskan peran tradisi lisan (mutawatir) dalam menjaga Al-Qur'an dan membuktikan adanya kritik matan yang ketat sejak masa awal Islam. Goldziher berpandangan bahwa keragaman qira’at al-Qur’an bukanlah wahyu, melainkan hasil perkembangan interpretasi manusia, inkonsistensi teks, dan ambiguitas rasm (tulisan) Arab kuno yang belum bertitik dan harakat. Dia menganggap qira’at sebagai bukti kekacauan tekstual yang tidak berhasil diseragamkan.
.A.R Gibb Al-Qur’an dan Orientalis Dalam Mohammedanism An Historical Survei Syaiful Nazaar; Abdul Rahman Munte; Rasid Ridho; Abdul Rofi Amrullah; Safria Andy
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v8i1.5014

Abstract

Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang menjadi pijakan utama Islam, mereka tidak pernah mempertanyakan otentisitasnya sejak dahulu. Namun sakralitas al Qur’an tersebut terus menerus digerogoti oleh kaum yang sering disebut kaum orientalis beserta para pengikutnya. Mereka berusaha keras menghancurkan sakralitas al Qur’an dengan berbagai cara. Sikap kritis pada setiap karya para orientalis, berkaitan dengan kajian Islam pada umumnya dan Al Qur’an khususnya, jelas sangat diperlukan dalam dunia akademis. Dengan kata lain, kritik yang sebaiknya diarahkan pada mereka bukan berdasarkan agama mereka bukan Islam, tetapi atas dasar semangat untuk mencari kebenaran Ilmiah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perlakuan yang dapat diamati, sedangkan jenis penelitian dalam penelitian ini tergolong ke dalam jenis penelitian studi kepustakaan (Library research) atau studi teks. Library research adalah yang mana data-datanya berbentuk dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan pemikiran Hamilton Alexander Roskeen Gibb tentang Al-Qur’an. Adapun kritik nya terhadap Al-Qur’an. Pertama Gibb memandang Al-Qur’an bukanlah sebagai kitab yang diwahyukan secara Ilahi, melainkan sebagai kitab ilham kemanusiaan yang dikeluarkan oleh Rasulullah, dikerjakan sendiri atau dengan bantuan orang lain, yang tidak jelas identitasnya. Kedua tentang kisah penghakiman terakhir (hari kiamat), menurut Gibb kisah tersebut sangat mirip dengan tulisan para bapak dan biarawan Kristen Siria. Ketiga terkait bahasa dan retorika yang digunakan Al-Qur’an bukanlah suatu hal yang dapat ditiru, bahkan orang Arab yang menguasai bahasa Arab tidak bisa membuat sama seperti yang ada dalam Al-Qur’an. Keempat, Gibb mengkritik tentang penulisan Al-Qur’an, mulai dari tanda baca dan bacaan yang Nabi sampaikan tidak ada perubahan dengan Al-Qur’an pada dasarnya. Kelima, Gibb juga mengkritik terkait tentang lantunan Al-Qur’an yang menggunakan sebuah irama, seperti tilawah. Kritikan-kritikan yang ditujukan pada Al-Qur’an, memberikan ruang pada sarjana muslim untuk membantah dan mengkritisi gagasan para orientalis, tidak boleh terlalu percaya karena banyak juga orientalis yang bermaksud menghancurkan agama Islam