cover
Contact Name
Aditiya Puspanegara
Contact Email
jurnal@univ-bhi.ac.id
Phone
+628112377758
Journal Mail Official
jurnal@univ-bhi.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingkar Kadugede No.2 Kuningan, Jawa Barat 45566
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Public Health Innovation (JPHI)
ISSN : -     EISSN : 27751155     DOI : https://doi.org/10.34305/jphi.v1i2
Core Subject : Health,
Epidemiologi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Kesehatan Lingkungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Ergonomi Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan Ibu dan Anak Kesehatan Reproduksi Hukum kesehatan Gizi Kesehatan Masyarakat Kependudukan Kesehatan Perkotaan dan Pedesaan Pengendalian Vektor Penyakit Menular dan Tidak Menular Teknologi Kesehatan Lingkungan Toksikologi Lingkungan
Articles 180 Documents
Hubungan tingkat pengetahuan perawat kamar bedah Tentang sasaran keselamatan pasien dengan Pelaksanaan 6 (enam) sasaran keselamatan pasien rumah sakit di kamar bedah RSI Assyifa Hamzah, Amir
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i02.1148

Abstract

Latar Belakang: Rumah Sakit harus menerapkan standar  patient safety yang saat ini telah menjadi perhatian umum, karena banyaknya laporan dan tuntutan atas medical error yang terjadi, patient safety berperan untuk memastikan asuhan yang diterima pasien menjadi jauh lebih aman.Metode: Menggunakan metode deskripsi kuantitatif,  melalui pendekatan cross-sectional dan tehnik sampling total digunakan. Subyek penelitian ini sebanyak 14 responden. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan observasi.Hasil: P-value diperoleh dari hasil uji lancer: 0,013 < 0,05.Kesimpulan: Ditemukan  hubungan antara tingkat pengetahuan perawat ruang operasi tentang 6 sasaran pasien safety dengan aplikasi 6 sasaran pasien safety di ruang operasi RSI Assyifa.
Analisis standardisasi dan pemanfaatan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Reduce, Reuse, Dan Recycle (3R) pada prosess pengolahan sampah di Kabupaten Kuningan Rohim, Abdal
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i02.1159

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan sampah perlu mendapatkan perhatian khusus dalam proses pengelolaannya. Sarana prasarana yang digunakan dalam proses penanganan dan pengurangan sampah yaitu tempat pengolahan sampah (TPS) dengan prinsip reduce, reuce dan recycle (3R). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis standardisasi dan pemanfaatan TPS 3R pada proses pengolahan sampah di Kabupaten Kuningan Tahun 2023. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini terdiri dari DLH Kabupaten Kuningan, Dinas PUPR Kabupaten Kuningan, Pemerintahan Desa, Petugas Pengelola Sampah dan Masyarakat setempat. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Berdasarkan analisis data observasi dan wawancara, didapatkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa standardisasi dan pemanfaatan TPS 3R Desa A dan Desa C termasuk ke dalam kategori baik karena sudah memenuhi minimal lima ketentuan, namun ada satu ketentuan yang tidak terpenuhi yaitu desain bangunan TPS. Sedangkan Desa B termasuk ke dalam kategori cukup dengan memenuhi tiga kategori. Namun dalam tiga ketentuan lainnya masih kurang yaitu desain bangunan TPS 3R, keterlaksanaan, dan proses pengolahan sampah. dari ke tiga Desa tersebut terdapat hasil karya dari pengolahannya. Kesimpulan dan saran: Standardisasi sarana TPS 3R di Kabupaten Kuningan rata-rata termasuk ke dalam kategori memenuhi standar yang telah ditetapkan Permen PU No 03 Tahun 2013. Namun, pada segi pemanfaatannya belum maksimal. Berdasarkan penelitian ini, saran yang dapat diberikan yaitu perlu dilakukan upaya standardisasi sarana serta bantuan pembangunan TPS 3R. Pada pemanfaatan, perlu upaya sosialisasi dan pemberian motivasi yang diberikan oleh dinas terkait dan pemerintah desa setempat untuk petugas pengelola dan masyarakat
Hubungan perilaku sedentary dan asupan makan dengan obesitas karyawan Sulastri, Santi; P, Retno Inten Rizqi; Yuliyana, Triagung
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i01.1169

Abstract

Latar Belakang: Obesitas menjadi faktor risiko berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, stroke, dan kanker. Sebelum timbulnya penyakit tersebut, seringkali muncul suatu kondisi yang dikenal sebagai sindrom metabolik. Di antara kriteria sindrom metabolik, obesitas sentral dan pola asupan gizi yang tidak seimbang menempati frekuensi tertinggi, terutama terkait konsumsi karbohidrat, lemak, dan protein yang tidak sesuai dengan anjuran diet sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara perilaku sedentary dan pola asupan makanan terhadap kejadian obesitas pada karyawan.Metode: Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif melalui desain studi potong lintang (cross-sectional) pada 98 karyawan di RSUD Khidmat Sehat Afiat, Kota Depok. Sampel diambil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dengan analisis data menggunakan uji Chi Square pada tingkat kepercayaan 95%. Pengumpulan data mencakup pengukuran antropometri, kuesioner perilaku sedentary, recall 24 jam, serta wawancara langsung.Hasil: Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara perilaku sedentary (p=0,01), asupan karbohidrat (p=0,01), protein (p=0,01), dan lemak (p=0,01) dengan kejadian obesitas pada karyawan.Kesimpulan: Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengidentifikasi lebih lanjut faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian obesitas pada karyawan.
Pengaruh mewarnai usap abur pada pengembangan motorik halus anak prasekolah S, Muhammad Iqbal; Oktaviyana, Cut; Yurningsih, Dessy
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i01.1317

Abstract

Latar Belakang: Keterlambatan perkembangan motorik halus dapat berdampak negatif pada kesehatan anak, sehingga diperlukan stimulasi yang tepat untuk mendukung perkembangannya. Teknik usap abur adalah salah satu metode stimulasi yang diyakini dapat mendukung perkembangan anak. Pentingnya keterlibatan orang tua dan guru dalam mendukung stimulasi perkembangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mewarnai usap abur pada pengembangan motorik halus anak usia prasekolahMetode: Penelitian ini merupakan quasi-experiment dengan desain one group pretest-posttest. Sebanyak 18 siswa/i TK Putri Harapan Kota Banda Aceh, semuanya dipilih menjadi responden. Perkembangan anak dipantau menggunakan instrumen Denver Developmental Screening Test (DDST).Hasil: Analisis Wilcoxon menunjukkan perubahan yang signifikan pada perkembangan motorik halus setelah dilakukan intervensi, dengan nilai Z sebesar -3,690 dan nilai p sebesar 0,000.Kesimpulan: Teknik mewarnai usap abur, dengan keterlibatan orang tua dan guru, efektif dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak prasekolah di Banda Aceh
Hubungan antara kuantitas dan kualitas antenatal care dengan kejadian stunting pada balita Amalia, Angginamita; Wahyuniar, Lely; Sarifuddin, Diding; Suparman, Rossi
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i01.1318

Abstract

Latar Belakang: WHO menargetkan prevalensi stunting global di bawah 20% untuk menekan angka stunting anak dan mencapai SDGs. Data Puskesmas Sidamulya per Juni 2023 menunjukkan 8,95% dari 2.468 balita mengalami stunting, 6,81% wasting, dan 12,1% BBLR. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kuantitas dan kualitas ANC dengan kejadian stunting pada balita di UPTD Puskesmas Sidamulya, Kabupaten Cirebon, tahun 2023.Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control dengan pendekatan deskriptif analitik. Dari populasi 221 balita stunting dan 2.202 balita tidak stunting, diperoleh 70 sampel kasus dan 70 sampel kontrol melalui purposive sampling. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat (Chi-square).Hasil: Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara kuantitas ANC (p = 0,398, OR 1,332; 95% CI: 0,685-2,590) maupun kualitas ANC (p = 0,310, OR 1,412; 95% CI: 0,725-2,748) dengan kejadian stunting pada balita.Kesimpulan: Analisis statistik menunjukkan bahwa kuantitas dan kualitas ANC bukan faktor penentu signifikan dalam kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sidamulya.
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan konsumsi obat antiretroviral pada orang dengan HIV Nurlaela, Dita; Febriani, Esty; Wahyuniar, Lely; Badriah, Dewi Laelatul
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i01.1319

Abstract

Latar Belakang: HIV adalah virus yang menyebabkan AIDS dan merusak sistem kekebalan tubuh. Pada tahun 2022, kasus HIV global mencapai 1,3 juta, sementara Indonesia mencatat 543.100 kasus pada 2021. Di Jawa Barat, hingga Oktober 2022, ada 57.914 kasus HIV, dan Kabupaten Tasikmalaya mencatat 515 kasus hingga Desember 2022 Di RSUD SMC Tasikmalaya, 315 ODHIV minum ARV, namun 111 orang tidak, dengan tingkat kepatuhan masih di bawah 95%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan konsumsi ARV di RSUD SMC.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional analitik deskriptif dengan 78 sampel ODHIV. Data dikumpulkan melalui wawancara, yang dimodifikasi dari penelitian sebelumnya. Analisis yang dilakukan adalah univariat, bivariat dan multivariat.Hasil: Usia, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga tidak berhubungan dengan kepatuhan minum ARV. Terdapat hubungan antara dukungan teman sebaya (p=0,004) dan jarak ke fasilitas pelayanan kesehatan (p=0,003).Kesimpulan: Dukungan teman sebaya adalah variabel dominan berhubungan dengan kepatuhan minum ARV (OR 18.42) artinya ada dukungan teman sebaya 18 kali lebih berpengaruh terhadap kepatuhan ODHIV meminum ARV
Pengaruh fasilitas dan Infrastruktur serta kebijakan pemerintah terhadap kesiapsiagaan petugas kesehatan Unmehopa, Yohan Frans
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i01.1341

Abstract

Latar Belakang: Bencana alam merupakan salah satu peristiwa alam yang memiliki dampak yang sangat merugikan bagi masyarakat atau komunitas di seluruh dunia. Bencana alam dapat menyebabkan hilangnya nyawa, hancurnya sarana dan prasarana, kerusakan ekonomi, dan bencana kesehatan bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fasilitas dan infrastruktur dan kebijakan pemerintah terhadap kesiapsiagaan petugas kesehatan dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami.Metode: Jenis penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh petugas kesehatan di Wilayah Pesisir Kabupaten dengan sampel 272 responden menggunakan Proportional Random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Analisis bivariat dengan regresi linier sederhana, dan analisis multivariat dengan regresi linier berganda.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh fasilitas dan infrastrutur serta kebijakan pemerintah secara bivariat dan silmultan terhadap kesiapsiagaan petugas kesehatan dalam menghadapi bencana dengan nilai p-value 0.000 (<0,05).Kesimpulan: Terdapat pengaruh fasilitas dan infrastruktur serta kebijakan pemerintah secara bivariat dan silmultan terhadap kesiapsiagaan petugas kesehatan dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami.
Faktor-faktor yang mempengaruhi self efficacy pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis Yulianti, Maria
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i01.1362

Abstract

Latar Belakang: Hemodialisis dalam jangka panjang menimbulkan berbagai dampak meliputi gangguan fisik dan psikologis, salah satu cara untuk meredakan gangguan psikologis adalah dengan self efficacy. Self efficacy dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu usia, pendidikan, status pernikahan dan lama menjalani hemodialisis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi self efficacy.Metode: Jenis penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Sekarwangi Kabupaten Sukabumi sebanyak 115 responden dengan sampel sebanyak 89 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis statistik menggunakan chi-squareHasil: Terdapat pengaruh usia (0,023), status pernikahan (p=0,000), pendidikan (p=0,000), dan lama menjalani hemodialisis (p=0,008) terhadap self efficacy pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisisKesimpulan: Tedapat pengaruh usia, status pernikahan, pendidikan dan lama menjalani hemodialisis terhadap self efficacy pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini dapat digunakan sebagai evidence base practice dalam membantu meningkatkan self efficacy pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis sehingga dapat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup pasien
Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok elektrik (vaping) pada mahasiswa Mahirah, Raudhatun; Aramico, Basri; Arifin, Vera Nazhira
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i01.1388

Abstract

Latar Belakang: Rokok elektrik (e-cigarette) adalah perangkat yang dirancang untuk menghantarkan nikotin tanpa menggunakan tembakau melalui pemanasan larutan nikotin, perasa, propilen glikol, dan gliserin. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2021, proporsi pengguna rokok elektrik pada remaja usia 15 hingga 19 tahun di Indonesia meningkat dari 0,3% pada tahun 2011 menjadi 3% pada tahun 2021. Pengguna aktif vaping berusia di atas 15 tahun juga mengalami peningkatan dari 25,7% pada tahun 2021 menjadi 26,4% pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok elektrik (vaping) pada mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Aceh tahun 2024.Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi case control dengan populasi sebanyak 74 responden, terdiri dari 37 kasus dan 37 kontrol. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling, dengan fokus pada mahasiswa yang memenuhi kriteria penelitian.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,2% mahasiswa memiliki pengetahuan baik, 62,2% menunjukkan sikap positif, 68,9% tidak terpengaruh oleh teman sebaya, 64,9% dipengaruhi oleh media, dan 59,5% mendapat pengaruh dari peran orang tua.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwasanya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, pengaruh teman sebaya, pengaruh media, dan peran orang tua dengan perilaku merokok elektronik pada mahasiswa
Pengaruh edukasi media audio visual dan poster terhadap pengetahuan dan sikap peserta program prolanis Pratiwi, Selena Amalia; Wahyuniar, Lely; Febriani, Esty; Mamlukah, Mamlukah
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i01.1421

Abstract

Latar Belakang: Menurut data WHO, lebih dari 100 juta orang mengalami katarak hingga tahun 2020, dengan 17 juta di antaranya mengalami kebutaan. Di Jawa Barat, prevalensi kebutaan adalah 2,8%, sementara prevalensi katarak di Kabupaten Cirebon mencapai 7%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi melalui media audiovisual dan poster terhadap pengetahuan dan sikap peserta program Prolanis.Metode: Penelitian ini adalah penelitian quasi-experimental dengan rancangan two-group pre test-post test group design yang melibatkan 204 responden, terbagi dalam dua kelompok: 102 responden mendapat intervensi media audiovisual dan 102 responden mendapat intervensi media poster. Analisis data meliputi analisis univariat dan uji Paired Sample t-test.Hasil: Edukasi dengan media audiovisual meningkatkan pengetahuan responden (pretest 8,13; posttest 8,35; P = 0,000) namun tidak memengaruhi sikap mereka (pretest 30,33; posttest 30,36; P = 0,320). Sementara itu, edukasi dengan media poster menunjukkan peningkatan dalam pengetahuan (pretest 5,07; posttest 8,94; P = 0,000) dan sikap (pretest 29,55; posttest 30,36; P = 0,001) peserta Prolanis.Kesimpulan: Media poster lebih efektif dalam mengubah sikap responden dibandingkan media audiovisual. Responden diharapkan aktif memanfaatkan poster dan audiovisual untuk menambah pengetahuan tentang pengelolaan penyakit kronis seperti katarak.