cover
Contact Name
Aditiya Puspanegara
Contact Email
jurnal@univ-bhi.ac.id
Phone
+628112377758
Journal Mail Official
jurnal@univ-bhi.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingkar Kadugede No.2 Kuningan, Jawa Barat 45566
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Public Health Innovation (JPHI)
ISSN : -     EISSN : 27751155     DOI : https://doi.org/10.34305/jphi.v1i2
Core Subject : Health,
Epidemiologi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Kesehatan Lingkungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Ergonomi Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan Ibu dan Anak Kesehatan Reproduksi Hukum kesehatan Gizi Kesehatan Masyarakat Kependudukan Kesehatan Perkotaan dan Pedesaan Pengendalian Vektor Penyakit Menular dan Tidak Menular Teknologi Kesehatan Lingkungan Toksikologi Lingkungan
Articles 211 Documents
Analisis faktor determinan capaian surveilans digital Aprilliyani, Alya; Handayani, Hana; Septian, Niddya Meiliani; Rahim, Fitri Kurnia; Amalia, Icca Stella
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1502

Abstract

Latar Belakang: Capaian surveilans sangat penting untuk mengatasi masalah kesehatan secara lebih cepat. Namun saat ini belum optimal, sehingga perlu mendapat perhatian lebih. Di Kabupaten Kuningan, 53,3% capaian surveilans baik dan 41,7% kurang baik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor determinan capaian surveilans dan meningkatkan capaian SKDR.Metode: Mixed method dengan desain cross-sectional dan pendekatan tematik kontekstual. Populasi terdiri dari petugas surveilans di 30 puskesmas. Sampel kuantitatif seluruh petugas surveilans dan kualitatif 5 puskesmas yaitu Ciawigebang, Cihaur, Cilimus, Darma dan Garawangi. Instrumen penelitian yaitu kuesioner dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan uji Fisher's Exact, serta kualitatif berfokus pada batasan tema terkait aspek input (5M) dan output (capaian surveilans).Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa 73% petugas kesehatan berusia 19-44 tahun dan 76,7% berlatar belakang pendidikan non-sarjana kesehatan masyarakat. Analisis 5M mengidentifikasi kendala dalam pengolahan data, seperti kurangnya pelatihan, keterlambatan input data, keterbatasan anggaran, infrastruktur teknis, dan transparansi informasi.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia dan latar belakang pendidikan dengan capaian surveilans. Maka diperlukan perbaikan strategis melalui pelatihan teknis, pengolahan data yang efektif, dan peningkatan transparansi informasi.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan pada siswa Salsabila, Arika Intan; Shofa, Salsabila; Kartika, Desi Yana; Rahim, Fitri Kurnia; Amalia, Icca Stella
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1503

Abstract

Latar Belakang: Sebesar 6% dari populasi masyarakat di Indonesia mengkonsumsi minuman berpemanis dalam kemasan lebih dari 1 kali dalam sehari, dan diperkirakan akan mengalami peningkatan pada setiap tahunnya. Konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan kerap berhubungan dengan gangguan Kesehatan seperti diabetes tipe II dan obesitas. Data menunjukkan angka diabetes tipe II dan obesitas yang terus mengalami peningkatan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang berkaitan dengan perilaku konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan.Metode: Analitik deskriptif desain Cross Sectional dengan sampel 129 Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kuningan yang terdiri dari kelas X dan XI yang diperoleh menggunakan metode stratified random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada responden. Analisis data menggunakan uji chi-square.           Hasil: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, harga, promosi produsen dan pendapat mengenai bea cukai minuman berpemanis dalam kemasan terhadap perilaku konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (p>0,05). Akses memiliki hubungan positif dengan perilaku konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (p=0,000).                               Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara akses terhadap konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan pada siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kuningan di Kabupaten Kuningan. Akses yang mudah meningkatkan perilaku konsumsi 2.06 kali dibandingkan akses yang sulit.
Tingkat kepuasan pengguna terhadap pemamfaatan rekam medis elektronik dalam kelengkapan informasi klinis Husni, M. Afif Rijal; Savitri, Dimas Aulia; Widodo, Rulisiana; Cahyani, Putri Regina
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1523

Abstract

Latar Belakang: Rumah Sakit Umum Anna Medika Madura telah menerapkan rekam medis elektronik, namun pada masa transisi masih ada petugas dan dokter yang belum sepenuhnya memahami atau langsung mengisi data klinis. Penelitian ini mengukur kepuasan pengguna terkait kelengkapan informasi klinis dalam RME.Metode: Deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna rekam medis elektronik di unit rawat jalan dengan menggunakan accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 responden.Hasil: Hasil Uji Validitas dengan r-tabel sebesar 0,308 dapat dinyatakan bahwa semua pertanyaan dalam kuesioner valid. Hasil Uji Reliabilitas dengan nilai ɑ sebesar 0,60 dapat dinyatakan bahwa semua variabel dalam penelitian ini reliabel/konsisten. Hasil Uji Determinasi menunjukkan R2 sebesar 0,645 jika dibandingkan dengan tabel interpretasi koefisien korelasi, nilai tersebut berada pada interval 0,41-0,70 yang memiliki pengaruh terhadap kepuasan pengguna. Hasil Uji T menunjukkan bahwa 4 variabel tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Sedangkan 1 variabel yaitu Akurasi dinyatakan berpengaruh terhadap variabel dependen.Kesimpulan: Kepuasan pengguna rekam medis elektronik di RSU Anna Medika Madura terutama dipengaruhi oleh akurasi informasi klinis. Peningkatan akurasi data perlu menjadi prioritas untuk mendukung kelengkapan informasi
Faktor yang berhubungan dengan kejadian kekerasan seksual terhadap anak Sukardi, Yanuar Firdaus; Mamlukah, Mamlukah; Wahyuniar, Lely; Iswarawanti, Dwi Nastiti
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1552

Abstract

Latar Belakang: Kekerasan seksual terhadap anak merupakan pelanggaran moral dan hukum yang berdampak pada fisik, psikologis, dan sosial korban. Di Kabupaten Kuningan, kasusnya meningkat dari 15 pada 2021 menjadi 34 pada 2023. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tersebut di UPTD PPA Kabupaten Kuningan tahun 2023.Metode: Analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 34 korban kekerasan seksual pada anak. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat (Chi-square) dan analisis multivariat (Regresi Logistik).Hasil: Terdapat hubungan antara umur orang tua (p=0,001), pekerjaan orang tua (p=0,019), pendidikan orang tua (p=0,030), status ekonomi orang tua (p=0,024), pengaruh teman sebaya (p=0,002), kondisi tempat tinggal (p=001) dengan dengan kejadian kekerasan seksual pada anak.Kesimpulan: Pendidikan orang tua paling berpengaruh terhadap kekerasan seksual anak di UPTD PPA Kuningan 2024. Edukasi pola asuh dan perlindungan anak harus ditingkatkan, serta pengawasan lingkungan diperkuat untuk mencegah kekerasan.
Analisis faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan Nasrulloh, Agus; Wahyuniar, Lely; Mamlukah, Mamlukah; Febriani, Esty
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1553

Abstract

Latar Belakang: Puskesmas bertanggung jawab untuk melaksanakan kebijakan kesehatan di wilayah kecamatan untuk meningkatkan pembangunan kesehatan dan mendukung terciptanya masyarakat sehat. Kabupaten Brebes memiliki tingkat kepuasan pasien dengan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat yaitu sebesar 83,86 dengan mutu pelayanan baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Paguyangan.Metode: Analitik deskriptif dengan rancangan kuantitatif korelasional. Sampel sebanyak 103 responden menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data penelitian diolah dan dianalisis menggunakan uji statistik Rank Spearman dan analisis regresi logistik.Hasil: Berdasarkan hasil uji Rank Spearman diperoleh adanya hubungan antara tampilan fisik (p=0,493), kehandalan (p=0,493), jaminan (p=0,512), ketanggapan (p=595) dan empati (p=0,613) dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Paguyangan.Kesimpulan: Adanya ketanggapan petugas yang memenuhi syarat sesuai ketentuan dan tenaga kesehatan dapat meningkatkan layanan dengan melakukan survei berkala tentang kepuasan pasien dan kualitas layanan.
Hubungan antara pengetahuan dan jenis kelamin dengan kesehatan mental siswa Rahim , Fitri Kurnia; Icca Stella Amalia; Keisya Fitri Yufada; Susi Sulastri; Yesi Octavia
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1554

Abstract

Latar Belakang: Sekitar 6,2% remaja berusia antara 15 hingga 24 tahun mengalami tingkat depresi dan kasus bunuh diri di Indonesia tercatat dapat mencapai angka hingga 10.000. Kondisi kesehatan mental dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara tingkat pengetahuan dan jenis kelamin dengan kesehatan mental peserta didik di SMAN X Kota Cirebon.Metode: Pendekatan kuantitatif dengan metode observasional dan desain Cross Sectional. Jumlah populasi dalam penelitian adalah 424 siswa, dengan 93 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis google form, dan analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5%.Hasil: Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa terdapat sebanyak 55 siswa(59,14%) dalam keadaan mental yang baik dan sebanyak 38 siswa lainnya (40,16%) dalam keadaan mental yang kurang. Selain itu, penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan kesehatan mental siswa di SMAN X Kota Cirebon (p<0,05).siswa di SMAN X Kota Cirebon (p<0,05).Kesimpulan: Temuan penelitian ini memperlihatkan adanya korelasi yang signifikan antara pengetahuan dan kondisi kesehatan mental pada siswa di SMAN X Kota Cirebon. Siswa yang memiliki pengetahuan lebih tinggi cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih stabil.
Akses informasi dan pengetahuan dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja Saputri, Lisa Wida; Surmiasih, Surmiasih; Putri, Riska Hediya; Kusuma, Anggi
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1566

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu penting di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia, Salah satu masalah utama yang sering dihadapi adalah kehamilan yang tidak direncanakan, penyakit infeksi menular seksual (IMS), dan tingginya angka aborsi tidak aman di kalangan remaja. Berbagai faktor mempengaruhi perilaku kesehatan reproduksi remaja, termasuk pengetahuan, lingkungan keluarga, status sosial ekonomi, pendidikan, dan akses terhadap informasi yang memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menegetahui apakah ada hubungan akses informasim dan pengetahuan remaja dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja (KRR) di SMA IT Insan Mulia Boarding School Pringsewu.Metode: Kuantitatif dengan desain penelitian crossectional. Jumlah responden penelitian adalah 84 remaja. Analisis yang akan digunakan penelitian ini yaitu uji Chi SquareHasil: Hasil penelitian Ada Hubungan Akses Informasi Dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) (p-value : 0,007 ) dan Ada Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) (p-value : <0,001).Kesimpulan: Ada Hubungan Akses Informasi Dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dan Ada Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) oleh karena itu perlu adanya upaya peningkatan akses informasi, penyuluhan kesehatan reproduksi serta komunikasi yang efektif dengan remaja dan orang tua perlu dilakukan untuk mendukung perilaku kesehatan reprpoduksi yang positif pada remaja
Hubungan bimbingan guru kelas terhadap pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat Rahmansyah, Egi; Hamzah, Amir; Utami, Tri
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1576

Abstract

Latar Belakang: Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tingkat sekolah dasar bertujuan utama untuk mendukung kepala sekolah, guru, dan siswa dalam mengadopsi pola hidup yang sehat dan bersih. Penerapan PHBS di sekolah dasar sangat penting dalam mencegah berbagai masalah kesehatan serta menjamin keselamatan dan kesejahteraan anak-anak serta seluruh anggota komunitas sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa besar pengaruh bimbingan guru kelas terhadap penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di SDN Wargasari, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur.Metode: Pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional. Populasi yang diteliti terdiri dari siswa kelas 4 dan 5. Dalam penelitian ini, kami menerapkan teknik total sampling, di mana seluruh populasi yang berjumlah 50 orang dijadikan sampel. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi Square.Hasil: Hasil dari uji statistik Chi Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000, yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan.Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara bimbingan guru kelas dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di SD Negeri Wargasari. Disarankan agar guru meningkatkan keterampilan dan pengetahuan melalui pelatihan terkait PHBS.
Rancangan aplikasi MHS (Mental Health Solutions) berbasis web dalam mengatasi masalah kesehatan mental remaja Surya, Nella Tri; Gita , Anggi Putri Aria; Kur’aini, Sri Nurul
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1579

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan jiwa telah menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan di tengah-tengah masyarakat, baik di tingkat global maupun nasional. Terlebih di masa pandemi COVID-19, permasalahan kesehatan jiwa akan semakin berat untuk diselesaikan. Mental Health adalah terhindarnya seseorang dari gejala-gejala gangguan dan penyakit jiwa, dapat menyesuaikan diri, dapat memanfaatkan segala potensi dan bakat yang ada semaksimal mungkin dan membawa kepada kebahagiaan bersama serta tercapainya keharmonisan jiwa dalam hidup. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemudahan remaja dalam mengatasi masalah Mental Health.Metode: Penelitian ini menggunakan metode pengembangan level 1. Instrument yang digunakan berupa lembar kuesioner untuk mnegetahui kelayakan produk. Dengan mengharapkan hasil sistem aplikasi berbasis web dan berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.Hasil: Hasil Penelitian ini berupa rancangan aplikasi yang memiliki desain yang sederhana untuk mengatasai masalah kesehatan mental remaja. Dalam Aplikasi tersebut terdapat beberapa menu yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan individu dalam mengatasai masalah kesehatan mental.Kesimpulan: Menunjukkan bahwa desain aplikasi “MHS” untuk remaja layak uji coba digunakan sebagai media promosi kesehatan dengan persentasi kelayakan sebesar 86%. 
Determinan ketidakpatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi Indrawati, Iin; Badriah, Dewi Laelatul; Heriana, Cecep; Tseng, Susianto
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1580

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang berdampak pada kualitas hidup. WHO mencatat 1,28 miliar penderita di dunia, dengan prevalensi di Indonesia sebesar 34,1%, Jawa Barat 36,5%, dan Kabupaten Cirebon 37,2%. Di wilayah Puskesmas Susukan Lebak, 47,2% pasien hipertensi tidak patuh minum obat. Penelitian ini menganalisis hubungan determinan kesehatan dengan ketidakpatuhan konsumsi obat antihipertensi.Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan 127 responden dari 1.399 populasi, melalui teknik disproportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dan dianalisis dengan uji univariat, bivariat (Spearman), dan multivariat (regresi logistik).Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, tingkat kepercayaan, dan pengaruh budaya dengan ketidakpatuhan minum obat. Namun, tingkat pendidikan, akses layanan kesehatan, dan motivasi tidak berhubungan signifikan.Kesimpulan: Faktor dominan yang memengaruhi ketidakpatuhan adalah dukungan keluarga (p = 0,003; OR = 1,182). Program penyuluhan perlu dioptimalkan dengan menekankan peran penting keluarga, misalnya melalui konseling keluarga.