cover
Contact Name
Aditiya Puspanegara
Contact Email
jurnal@univ-bhi.ac.id
Phone
+628112377758
Journal Mail Official
jurnal@univ-bhi.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingkar Kadugede No.2 Kuningan, Jawa Barat 45566
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Public Health Innovation (JPHI)
ISSN : -     EISSN : 27751155     DOI : https://doi.org/10.34305/jphi.v1i2
Core Subject : Health,
Epidemiologi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Kesehatan Lingkungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Ergonomi Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan Ibu dan Anak Kesehatan Reproduksi Hukum kesehatan Gizi Kesehatan Masyarakat Kependudukan Kesehatan Perkotaan dan Pedesaan Pengendalian Vektor Penyakit Menular dan Tidak Menular Teknologi Kesehatan Lingkungan Toksikologi Lingkungan
Articles 222 Documents
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja tenaga kesehatan Hidayah, Nur; Heriana, Cecep; Rohim, Abdal
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/9yj9st43

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan tenaga kesehatan di RSUD Bumiayu adalah masalah kinerja tenaga kesehatan masih kurang, ditandai dengan masih adanya keluhan pasien tentang pelayanan di RSUD Bumiayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kinerja tenaga kesehatan di RSUD Bumiayu.Metode: Jenis penelitian kuantitatif desain crosssectional. Populasi seluruh tenaga kesehatan di RSUD Bumiayu 310 orang, dengan syarat inklusi dan ekslusi. Jumlah sampel 289. Data primer: kuesioner. Data sekunder: data kepegawaian. Analisis data: analisis univariate, bivariate: chi-square dan multivariate: analisis regresi logistik.Hasil: Variabel umur, jenis kelamin, masa kerja, status kepegawaian, status perkawinan, disiplin, insentif, dan pelatihan tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kinerja (p > 0,05). Variabel jarak domisili mendekati signifikan (p=0,056). Motivasi, lingkungan kerja, dan kepemimpinan berpengaruh signifikan (p < 0,05).Kesimpulan: Faktor dominan pada kinerja tenaga kesehatan di RSUD Bumiayu adalah variabel lingkungan kerja
Pengaruh inovasi alat peraga pemasangan implan terhadap keterampilan klinis mahasiswi kebidanan Tri Marini; Ardiana Batubara; Fitriyani Pulungan; Dian Firda Lubis
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/5y8xb959

Abstract

Latar Belakang: Media praktik pemasangan implan yang ada saat ini (seperti phantom silikon) mahal dan mudah rusak, sehingga pembelajaran kurang optimal. Oleh karena itu, diperlukan inovasi alat peraga alternatif berbahan limbah padat yang ekonomis, efisien, dan dapat digunakan berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inovasi alat peraga tersebut terhadap peningkatan keterampilan klinis mahasiswi kebidananMetode: Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah desain pre-eksperimen (pre-eksperimen Design) dengan rancangan/jenis One group pretest-postest. Pengambilan sampel digunakan dengan teknik systematic random sampling. Jumlah sampel adalah 35 Responden, Uji statistik yang digunakan adalah Uji Wilcoxon.Hasil: Hasil analisis Uji Wilcoxon dengan kepercayaan 82% menunjukkan bahwa terdapat Pengaruh Inovasi Alat Peraga Pemasangan Implan Terhadap Keterampilan Klinis Mahasiswi hasil p 0,00 < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswi pada penatalaksanaan sebelum diberikan intervensi mayoritas 20% cukup, sedangkan sesudah dilakukan intervensi kemampuan mahasiswi dalam mempersiapkan alat adalah 82% sangat baik.Kesimpulan: Diharapkan inovasi alat peraga pemasangan implan dapat digunakan sebagai media pembelajaran praktik untuk meningkatkan keterampilan klinis pada mahasiswi kebidanan
Analisis risiko keracunan makan bergizi gratis berdasarkan investigasi epidemiologi dan efektivitas edukasi siswa menengah atas Karina Anjani Rhamadin; Bibit Nasrokhatun Diniah; Yuli Desi Amalia
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/gj1v5308

Abstract

Latar Belakang: Keracunan makanan akibat sanitasi buruk menjadi ancaman serius, terutama seiring implementasi program makan bergizi gratis yang memerlukan mitigasi risiko keamanan pangan secara ketat. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi epidemiologi kejadian keracunan di Kabupaten Kuningan serta mengevaluasi efektivitas edukasi keamanan pangan pada siswa guna mendukung keberlanjutan program tersebut.Metode: Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed-methods). Analisis epidemiologi deskriptif dilakukan pada data sekunder laporan investigasi dan hasil laboratorium, sedangkan desain kuasi-eksperimental (one group pre-post test) digunakan untuk mengukur dampak edukasi melalui kuesioner terstruktur.Hasil: Investigasi epidemiologi mengidentifikasi faktor risiko utama keracunan makanan dengan OR=12,137 (p=0,022). Hasil laboratorium mengonfirmasi kontaminasi Bacillus cereus yang dikaitkan dengan sanitasi buruk. Terdapat perbedaan signifikan pada skor pengetahuan dan sikap secara signifikan (p < 0,001).Kesimpulan: Kontaminasi bakteri pada menu protein hewani menjadi penyebab utama wabah. Edukasi keamanan pangan berkelanjutan dan pengawasan sanitasi ketat di sekolah sangat mendesak untuk diterapkan sebagai langkah preventif.
Efektivitas konsumsi nasi jagung terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 Rapi’i Rapi’i; Onieqie Ayu Dhea Manto; Cynthia Eka F. Tjomiadi; Rian Tasalim
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/t8nfwq34

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 terjadi akibat resistensi insulin dan konsumsi karbohidrat sederhana berlebih. Nasi jagung menjadi alternatif karena tinggi serat dan rendah indeks glikemik, yang penting diteliti di Puskesmas Pekauman seiring meningkatnya kasus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas konsumsi nasi jagung terhadap penurunan kadar glukosa darah pasien Diabetes Melitus Tipe 2Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sebanyak 11 pasien DMT2 di Puskesmas Pekauman dipilih secara purposive untuk mengonsumsi nasi jagung 3 kali sehari selama 7 hari, kemudian kadar glukosa darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan glukometer. Data dianalisis menggunakan uji Paired T-Test.Hasil: Rata-rata kadar glukosa darah sebelum intervensi adalah 300,45 mg/dL dan sesudah intervensi menjadi 168,73 mg/dL. Hasil uji Paired T-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan glukosa darah sebelum dan sesudah konsumsi nasi jagung.Kesimpulan: Nasi jagung terbukti efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dan dapat dijadikan alternatif karbohidrat sehat dalam pengelolaan diet diabetes
Hubungan paparan influencer, self-esteem, pengetahuan badan pengawasan obat dan makanan terhadap penggunaan kosmetik remaja Fitri Yana Agustiani; Thalita Dwi Mahes’sa; Nazwa Aulya M; Fitri Kurnia Rahim; Icca Stella Amalia
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/551x2s74

Abstract

Latar Belakang: Penelitian di SMK Farmasi BPN Kota Tasikmalaya menunjukkan 47% siswa memiliki penggunaan skincare tinggi meskipun mengetahui risikonya, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku. Faktor-faktor tersebut diduga memengaruhi perilaku ini. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan paparan konten influencer, self esteem, dan pemahaman pengawasan BPOM dengan perilaku penggunaan kosmetik pada remaja di Kabupaten Kuningan.     Metode: Penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa SMAN 1 Ciawigebang dan SMAN 1 Garawangi dengan total 2.581 orang. Pemilihan sampel dilakukan melalui random sampling, diperoleh 352 responden. Analisis hubungan antar variabel dilakukan menggunakan uji Rank Spearman.Hasil: Sebagian besar responden berada pada kategori sedang hingga baik pada paparan konten influencer, self-esteem, pemahaman pengawasan BPOM, dan perilaku penggunaan kosmetik. Terdapat hubungan antara paparan konten influencer (p = 0,000), self-esteem (p = 0,000), dan pemahaman pengawasan BPOM (p = 0,000) dengan perilaku penggunaan kosmetik.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara paparan konten influencer, self-esteem, dan pengetahuan pengawasan BPOM dengan perilaku penggunaan kosmetik
Tantangan dalam implementasi program kesehatan jiwa di pelayanan kesehatan Antonius Gebang; Yunita Victoria Natal
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/4efbds97

Abstract

Latar Belakang: Tahun 2025 Kabupaten Sikka mencatat 1.169 kasus gangguan jiwa berat, sebagian besar pada usia 15–59 tahun. Tahun 2024, terdapat lima kasus bunuh diri dengan cara gantung diri pada remaja di wilayah yang sama dan sampai sekarang belum dilakukan evaluasi program Kesehatan jiwa. Penelitian bertujuan menganalisis program pencegahan dan pengendalian kesehatan jiwa serta mengidentifikasi faktor dan hambatan yang mempengaruhi pencapaian target program tersebut.Metode: penelitian observasional, metode mixed method. Analisis data deskriptif menggunakan kombinasi model evaluasi CIPP dan konsep logic model.Hasil: Kabupaten Sikka hanya memiliki 2 psikiater dan tidak ada psikolog di puskesmas. Faktor pemicu masalah ini adalah minimnya pelatihan petugas (10 dari 25 orang), nihilnya diseminasi laporan berkala, rendahnya status ekonomi warga tanpa asuransi, serta buruknya monitoring kabupaten ke Puskesmas (20%). Alhasil, implementasi program kesehatan jiwa belum mencapai target standar pelayanan minimum (32,6%).Kesimpulan: Tantangan pelaksanaan program kesehatan jiwa: sumber daya, pengawasan kesehatan, motivasi diri, asuransi kesehatan, dan pengawasan. Dukungan masyarakat dan penguatan layanan dapat meningkatkan keberlanjutan program
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada usia produktif Ayu Sekar Dini; Rossi Suparman; Susianto Susianto; Mamlukah Mamlukah
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/aecssn55

Abstract

Latar Belakang: Merokok masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di tingkat global dan nasional. di Kabupaten Kuningan 24,5%, mayoritas pada kelompok usia produktif. Meskipun prevalensi merokok di perdesaan Kuningan terus meningkat pada usia produktif, determinan spesifik lokal yang mendominasi perilaku ini belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada usia produktifMetode: Penelitian analitik deskriptif dengan desain cross-sectional, melibatkan 106 responden dari populasi 2.322 orang menggunakan disproportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis secara univariat, bivariat (Spearman’s rank), dan multivariat (regresi logistik).Hasil: Pengetahuan, sikap, akses rokok, pengaruh teman sebaya, peran keluarga, dan stres/tekanan kerja memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku merokok (p<0,05), sedangkan harga rokok tidak terdapat hubungan (p=0,452). Variabel paling dominan adalah pengetahuan (Exp(B)=6,83; p=0,003).Kesimpulan: Optimalisasi penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang merokok, membentuk sikap dan stigma negatif terhadap rokok, dan melibatkan keluarga bagi perokok usia produktif
Faktor-faktor yang berhubungan dengan caring perawat di ruang rawat inap Dinny Indriyani; Mamlukah Mamlukah; Rossi Suparman; Abdal Rohim
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/agtfnf81

Abstract

Latar Belakang: Secara global, rendahnya penerapan perilaku caring perawat masih menjadi perhatian. Di Indonesia, 48,1% perawat di Jakarta belum optimal, sedangkan 62,3% responden di RSUD Indramayu tidak puas terhadap pelayanan keperawatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi perilaku caring perawat di RSUD Indramayu tahun 2025Metode: Penelitian menggunakan rancangan caringcross-sectional, studi analitik observasional ini melibatkan 143 responden yang dipilah melalui metode accidental sampling. Integritas data kemudian diukur menggunakan uji statistik chi-square serta diperdalam dengan uji regresi logistik guna melihat pengaruh antarvariabel.Hasil: Analisis data menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara Usia, Jenis Kelamin, Durasi Lama Kerja, Motivasi Kerja dan Beban dengan perilaku caring Perawat (p<0,05). Sementara itu, status pernikahan tidak berhubungan signifikan (p>0,05). Variabel yang paling berpengaruh adalah motivasi kerja dengan nilai Exp(B) sebesar 22,405.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa faktor individu dan pekerjaan berperan terhadap perilaku caring perawat, dengan motivasi kerja sebagai faktor dominan dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan
Identifikasi faktor determinan risiko kejadian hipertensi pada penduduk usia produktif Adhityawan Adhityawan; Mamlukah Mamlukah; Susianto Susianto; Abdal Rohim
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/qft4ng16

Abstract

Latar Belakang: Secara global, sekitar 1,13 miliar penduduk (1 dari 5 orang) menderita hipertensi. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi nasional mencapai 30,8% dan meningkat pada usia produktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor determinan risiko kejadian hipertensi pada penduduk usia produktif di wilayah kerja Puskesmas CigasongMetode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 104 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik.Hasil: Hasil uji chi-square pada analisis bivariat didapatkan variabel Jenis Kelamin (p=0,001), Pekerjaan (p=0,000), Obesitas (p=0,000), Merokok (p=0,060), Stres (p=0,000), dan Pola Makan (p=0,057). Melalui uji regresi logistik, ditemukan bahwa pekerjaan menjadi variabel utama dengan nilai Exp(B) sebesar 4,254.Kesimpulan: Ada hubungan signifikan antara Jenis Kelamin, Pekerjaan, Obesitas dan Stres dengan Kejadian Hipertensi, sedangkan Merokok dan Pola Makan tidak. Pekerjaan merupakan faktor dominan pada Kejadian Hipertensi Usia Produktif
Analisis korelasi antara faktor determinan dengan kejadian demam berdarah dengue Arif Mustofa; Dewi Laelatul Badriah; Mamlukah Mamlukah; Lely Wahyuniar
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/g0mfg121

Abstract

Latar Belakang: Kasus Demam Berdarah Dengue di Kota Cirebon melonjak tajam dari 231 kasus (2023) menjadi 597 kasus (2024), dengan insiden tertinggi di Wilayah III dan didominasi usia anak/produktif. Meskipun urgensinya tinggi, analisis faktor determinan spesifik lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara faktor determinan dengan kejadian DBD di Kota Cirebon tahun 2024Metode: Metode penelitian ini deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Subjek penelitian ini adalah masyarakat, sampel yang digunakan yaitu 597 responden.Hasil: Berdasarkan hasil uji Chi Square diperoleh adanya hubungan antara usia (p-value 0,000), jenis kelamin (p-value 0,040), pekerjaan (p-value 0,043), kepadatan penduduk (p-value 0,000), curah hujan (p-value 0,000) dukungan pemerintah (p-value 0,035) dan tidak ada hubungan antara angka bebas jentik (p-value 0,098) dengan kejadian demam berdarah dengue pada masyarakat di Kota Cirebon 2024. Variabel usia merupakan variabel paling dominan yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue pada masyarakat (OR=7,409). Maka dari itu, disarankan untuk mengoptimalkan surveilans dan pencatatan kasus demam berdarah dengue dan koordinasi lintas sektor.Kesimpulan: Disarankan untuk mengoptimalkan surveilans dan pencatatan kasus demam berdarah dengue dan koordinasi lintas sektor