cover
Contact Name
Aditiya Puspanegara
Contact Email
jurnal@univ-bhi.ac.id
Phone
+628112377758
Journal Mail Official
jurnal@univ-bhi.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingkar Kadugede No.2 Kuningan, Jawa Barat 45566
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Public Health Innovation (JPHI)
ISSN : -     EISSN : 27751155     DOI : https://doi.org/10.34305/jphi.v1i2
Core Subject : Health,
Epidemiologi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Kesehatan Lingkungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Ergonomi Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan Ibu dan Anak Kesehatan Reproduksi Hukum kesehatan Gizi Kesehatan Masyarakat Kependudukan Kesehatan Perkotaan dan Pedesaan Pengendalian Vektor Penyakit Menular dan Tidak Menular Teknologi Kesehatan Lingkungan Toksikologi Lingkungan
Articles 211 Documents
Hubungan motivasi sembuh terhadap kepatuhan latihan di rumah pasien praktik mandiri fisioterapi Lubis, Zidni Imanurrohmah; Auliarahma, Adinda Fawzia; Rahim, Anita Faradilla
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/m7fzs367

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan pasien dalam menjalani home exercise program (HEP) merupakan faktor kunci keberhasilan rehabilitasi fisioterapi, namun masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan motivasi sembuh terhadap kepatuhan menjalani latihan di rumah pada pasien praktik mandiri fisioterapi Kota Malang.Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 81 responden yang dipilih menggunakan simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Treatment Motivation Questionnaire (TMQ) dan Exercise Adherence Rating Scale (EARS). Analisis data menggunakan uji Spearman Rho.Hasil: Rata-rata skor motivasi sembuh responden adalah 35,123 (79,8%) dan kepatuhan menjalani latihan di rumah mencapai 19,209 (80,0%). Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan positif yang signifikan (r=0,271; p=0,014) dengan kekuatan korelasi lemah.Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara motivasi sembuh dengan kepatuhan menjalani latihan di rumah, namun kontribusinya relatif kecil (27,1%) sehingga perlu dipertimbangkan faktor-faktor lain seperti dukungan keluarga, pengetahuan pasien, dan komunikasi terapeutik perlu dipertimbangkan dalam meningkatkan kepatuhan HEP.
Integrasi program pemberian makanan tambahan dan edukasi gizi untuk pencegahan stunting pada ibu hamil Ulandari, Cantika Fania; Budiastutik, Indah; Marlenywati, Marlenywati; Trisnawati, Elly; Sari, Eka Puspita
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/efkrfk15

Abstract

Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia. Kekurangan gizi pada ibu hamil berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan janin, sehingga intervensi gizi sejak masa kehamilan sangat penting.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental one group pretest–posttest. Intervensi dilakukan melalui pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang diintegrasikan dengan edukasi gizi partisipatif selama empat sesi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi α = 0,05.Hasil: Terdapat peningkatan signifikan perilaku konsumsi gizi seimbang pada ibu hamil dari pretest ke posttest (p = 0,000). Rerata berat badan ibu hamil juga meningkat dari 54,1 kg menjadi 59,7 kg setelah intervensi.Kesimpulan: Integrasi PMT berbasis pangan lokal dengan edukasi gizi terbukti efektif meningkatkan perilaku konsumsi gizi dan status gizi ibu hamil sebagai strategi pencegahan stunting sejak masa prenatal.
Pengaruh posisi tubuh memindahkan pasien terhadap nyeri punggung bawah perawat: systematic literature review Maatisya, Yuki Fitria
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/ttbewh29

Abstract

Latar Belakang: Nyeri punggung bawah merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering dialami oleh perawat akibat aktivitas manual Handling pasien. Posisi tubuh yang tidak ergonomis saat memindahkan pasien menjadi faktor risiko utama. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur terkait pengaruh penggunaan Proper body position dalam memindahkan pasien terhadap kejadian nyeri punggung bawah pada perawat.Metode: Systematic review dilakukan melalui pencarian literatur pada database PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan ProQuest menggunakan kata kunci terkait, dengan kriteria inklusi artikel tahun 2015–2025, full text, dan penelitian yang membahas hubungan posisi tubuh saat memindahkan pasien dengan kejadian nyeri punggung bawah, sehingga diperoleh 15 artikel dari 325 artikel yang teridentifikasi.Hasil: Hasil menunjukkan bahwa penerapan proper body mechanics secara konsisten berhubungan dengan penurunan insiden nyeri punggung bawah. Edukasi ergonomi dan pelatihan teknik pemindahan pasien menjadi intervensi efektif.Kesimpulan: Penggunaan Proper body position dalam memindahkan pasien terbukti signifikan dalam menurunkan risiko nyeri punggung bawah pada perawat, sehingga implementasi pelatihan ergonomi di RSUD Dr. Soeselo Slawi perlu ditingkatkan.
Efektivitas edukasi protection, rest, ice, compression, elevation, support terhadap pengetahuan atlet lari Junianti, Nabilla; Mahmudah, Rifa’atul; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Syahlani, Ahmad
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/vz0yyf65

Abstract

Latar Belakang: Cedera olahraga merupakan masalah umum bagi seorang atlet lari. Kurangnya pengetahuan atlet di Niskala Training Club mengenai penanganan pertama dapat menghambat pemulihan dan meningkatkan risiko cedera berulang. Salah satu metode yang tepat untuk penolong pertama pada cedera yaitu metode protection, rest, ice, compression, elevation, support.Metode: Penelitian kuantitatif pre-experimental dengan pendekatan one-group pre-test–post-test ini menggunakan 32 sampel atlet lari di Niskala Training Club. Sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan. Analisis data dilakukan dengan Wilcoxon Signed Ranks Test.Hasil: Sebelum edukasi, 68,8% responden memiliki pengetahuan kurang, sedangkan setelah edukasi 90,6% memiliki pengetahuan baik. Nilai uji statistik 0,000 membuktikan bahwa edukasi metode protection, rest, ice, compression, elevation, dan support efektif meningkatkan pengetahuan penanganan cedera olahraga pada atlet lari Niskala Training Club.Kesimpulan: Pemberian edukasi metode protection, rest, ice, compression, elevation, support terbukti efektif meningkatkan tingkat pengetahuan penanganan cedera olahraga pada atlet lari Niskala Training Club.
Hubungan kadar hemoglobin pra transfusi dengan kualitas tidur pada anak penyandang talasemia Alpian, Ridho; Fetriyah, Umi Hanik; Ariani, Malisa; Mahdiyah, Dede
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/sqyt1250

Abstract

Latar Belakang: Anak dengan Talasemia sering mengalami penurunan kadar hemoglobin yang berdampak pada kualitas tidur dan dapat mengganggu konsentrasi serta kualitas hidup. Tujuan penelitian ini menganalisa hubungan kadar hemoglobin pra transfusi dengan kualitas tidur pada anak penyandang Talasemia di RSUD Ulin Banjarmasin.Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 32 dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan kuesioner SDSC. Data dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact.Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki, berusia 6–12 tahun, dengan lama sakit talasemia ≥5 tahun, mayoritas memiliki kadar hemoglobin pra transfusi <9 g/dL dan mengalami gangguan tidur. Skor tertinggi pada subskala SDSC terdapat pada Sleep Hyperhidrosis dengan keluhan berkeringat di malam hari, diikuti Disorders of Excessive Somnolence, sementara subskala lainnya lebih rendah. Hasil uji Fisher’s Exact p = 0,004.Kesimpulan: Terdapat hubungan kadar hemoglobin pra transfusi dengan kualitas tidur anak Talasemia. Pemantauan hemoglobin  secara berkala dan rutin transfusi diharapkan dapat meningkatkan kualitas tidur pasien.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan keterampilan kader posyandu integrasi pelayanan kesehatan primer Santosa, Rukun; Wahyuniar, Lely; Tseng, Susianto
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/n0c22h14

Abstract

Latar Belakang: Transformasi pelayanan kesehatan primer bertujuan meningkatkan kapasitas dan integrasi layanan, termasuk Posyandu. Di Puskesmas Bumijawa tahun 2023 terdapat 105 Posyandu dengan 525 kader dengan mayoritas kader Purwa. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keterampilan kader Posyandu Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer di wilayah kerja Puskesmas Bumijawa tahun 2024.Metode: Metode yang digunakan adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 84 responden dipilih melalui multistage random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square dan regresi logistik.Hasil: 44,0% kader berusia <31 tahun, 57,1% berpendidikan SD, 56,0% berpengetahuan baik, 70,2% memiliki pelatihan baik, 67,9% tidak puas terhadap insentif, dan 69,0% memiliki dukungan keluarga rendah. Kader Purwa mendominasi dengan 59,5%. Terdapat hubungan signifikan antara umur, pendidikan, pengetahuan, pelatihan, insentif, dan dukungan keluarga dengan keterampilan kader.Kesimpulan: variabel paling dominan adalah umur (OR = 31,595). Disarankan adanya komitmen bersama dari semua pihak untuk mendukung pelaksanaan Posyandu integrasi secara optimal.
Determinan yang berhubungan dengan appropriate malaria treatment seeking behavior pada masyarakat Setiabudi, Asep; Heriana, Cecep; Wahyuniar, Lely
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/8adczm53

Abstract

Latar Belakang: Puskesmas Masyeta menjadi puskesmas dengan kasus malaria tertinggi di Kabupaten Teluk Bintuni (81,29%). Salah satu faktor tingginya kasus malaria adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan AMTSB (Appropriate Malaria Treatment Seeking Behavior). Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan yang berhubungan dengan AMTSB pada masyarakat Distrik Masyeta, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, tahun 2024.Metode: Penelitian menggunakan desain analitik deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil secara random purposive sampling sebanyak 86 responden. Analisis data mencakup uji univariat, bivariat (Chi Square), dan multivariat (regresi logistik).Hasil: Uji Chi Square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara AMTSB dengan jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, tingkat keparahan, pengaruh keluarga, dan pencegahan malaria. Namun, terdapat hubungan signifikan dengan jarak (p-value = 0,000). Uji regresi logistik menunjukkan jarak sebagai variabel paling dominan yang memengaruhi AMTSB dengan Odds Ratio 7,958.Kesimpulan: Jarak berhubungan signifikan dengan AMTSB, sementara faktor lainnya tidak
Analisis epidemiologi: faktor risiko kejadian anemia Roroh, Dede; Heriana, Cecep; Mamlukah, Mamlukah
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/263be724

Abstract

Latar Belakang: Anemia menurunkan jumlah sel darah merah, hemoglobin, dan hematokrit. Statistik Kabupaten Bantarujeg menunjukkan 353 remaja SMAN 1 Bantarujeg mengalami anemia. Studi epidemiologi tahun 2024 ini meneliti anemia di kalangan siswi di SMAN 1 Bantarujeg, Kabupaten Majalengka.Metode: Penelitian ini menggunakan strategi kasus-kontrol analitis deskriptif. Siswa SMAN 1 Bantarujeg berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan 111 responden. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dengan menggunakan purposive sampling. Chi-Square dan regresi logistik digunakan untuk memeriksa data penelitian.Hasil: Uji Chi Square menunjukkan adanya hubungan antara riwayat kesehatan, asupan pil zat besi, praktik diet, durasi menstruasi, pengetahuan, dan sikap. Status gizi tidak memengaruhi anemia pada siswi SMAN 1 Bantarujeg (p = 0,539; OR = 0,10). Durasi menstruasi merupakan prediktor utama anemia pada siswi SMAN 1 Bantarujeg.Kesimpulan: Kejadian anemia di kalangan siswi SMAN 1 Bantarujeg paling berkorelasi kuat dengan lamanya menstruasi (OR=27,572). Program skrining anemia untuk siswi direncanakan di bawah pengawasan Dinas Kesehatan.
Hubungan antara kinerja kader kesehatan sumber daya dan partisipasi masyarakat dengan angka bebas jentik Muhtamar, Muhtamar; Heriana, Cecep; Wahyuniar, Lely
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/6cek1m59

Abstract

Latar Belakang: Tahun 2023, WHO melaporkan sekitar setengah populasi dunia berisiko terkena demam berdarah dengue (DBD), dengan 100–400 juta infeksi per tahun. Di Kabupaten Tegal, tercatat 383 kasus DBD, tersebar di 18 kecamatan, termasuk Kecamatan Kedungbanteng dengan empat desa endemis. Meskipun program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) rutin dilakukan, angka kejadian DBD belum menurun signifikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kunjungan kader, pengetahuan, keterampilan, sumber daya, dan partisipasi masyarakat dengan Angka Bebas Jentik (ABJ) di wilayah kerja Puskesmas Kedungbanteng tahun 2024.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional, melibatkan 64 kader kesehatan dengan total sampling. Analisis data meliputi uji chi-square dan regresi logistik biner.Hasil: menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan kader (p=0,000) dan partisipasi masyarakat (p=0,016) dengan ABJ. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan kader merupakan faktor paling dominan (OR=16,736), disusul partisipasi masyarakat (OR=3,637).Kesimpulan: peningkatan pengetahuan kader kesehatan sangat berpengaruh dalam peningkatan ABJ di wilayah kerja Puskesmas Kedungbanteng.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan sarapan sehat siswa Aghisna, Ivan; Febriani, Esty; Iswarawanti, Dwi Nastiti
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/tt200g40

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi pada remaja dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti rendahnya daya tahan tubuh, hambatan pertumbuhan otot, serta penurunan kecerdasan. Remaja obesitas juga berisiko tinggi mengalami penyakit kardiovaskular, stroke, dan kanker. Salah satu penyebabnya adalah pola sarapan yang tidak sehat akibat kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya sarapan sesuai pedoman gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku sarapan sehat siswa di SMK Farmasi Muhammadiyah Cirebon tahun 2025.Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 77 siswa dipilih dengan teknik disproportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang valid dan reliabel, dianalisis dengan uji Rank Spearman dan regresi logistik.Hasil: Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara sikap dan perilaku sarapan sehat (p = 0,009). Namun, variabel lain seperti jenis kelamin, teman sebaya, iklan, pendidikan ibu, pengetahuan, dan dukungan orang tua tidak menunjukkan hubungan signifikan.Kesimpulan: Sikap menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi perilaku sarapan sehat