cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 22 Documents clear
PENERAPAN COOPERATIF THE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV PADA SUB TEMA KEADAAN CUACA Khusnaini, Mukh; Halirat, Karten
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.7064

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of fourth-grade students of MI Rifa'iyah Limpung on the subtheme "Weather Conditions", which is caused by the dominance of conventional learning methods that do not actively involve students. To overcome this problem, this research focuses on the application of the Problem Based Learning (PBL) model as an innovative solution to improve learning outcomes and active student participation. This research uses the Classroom Action Research (CAR) method which is implemented in two cycles, with 25 students as subjects. Each cycle includes the stages of planning, implementation, observation, and reflection, where data is collected through learning outcome tests and observation sheets. The results of the study show a significant and progressive increase in each cycle. The average value of student learning outcomes increased from 65.2 in the initial conditions, to 74.8 in Cycle I, and reached 83.6 in Cycle II. In line with that, the classical learning completion rate also jumped from 36% in the pre-action to 88% at the end of the study. It was concluded that the PBL model proved to be very effective in improving students' understanding and learning outcomes on weather conditions through more active and contextual learning. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas IV MI Rifa’iyah Limpung pada subtema "Keadaan Cuaca", yang disebabkan oleh dominasi metode pembelajaran konvensional yang tidak melibatkan siswa secara aktif. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini berfokus pada penerapan model Problem Based Learning (PBL) sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan hasil belajar dan partisipasi aktif siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek 25 siswa. Setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, di mana data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dan progresif di setiap siklusnya. Nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 65,2 pada kondisi awal, menjadi 74,8 pada Siklus I, dan mencapai 83,6 pada Siklus II. Sejalan dengan itu, tingkat ketuntasan belajar klasikal juga melonjak dari 36% pada pra-tindakan hingga mencapai 88% pada akhir penelitian. Disimpulkan bahwa model PBL terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa pada materi keadaan cuaca melalui pembelajaran yang lebih aktif dan kontekstual.
DAMPAK PERNIKAHAN TERHADAP MOTIVASI PENYELESAIAN TUGAS AKHIR MAHASISWA Naqiyah, Jamilatun; Munifah, Munifah; Nurwahyuni, Nurwahyuni; Fitriani, Dian
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.7065

Abstract

This study aims to describe the impact of marriage on students’ motivation in completing their final project at the Education Sciences Department of Tadulako University. A descriptive qualitative method was employed, using observation, interviews, and documentation for data collection. The participants consisted of eight students from the Guidance and Counseling, Physical Education (PJKR), Elementary Teacher Education (PGSD), and Early Childhood Teacher Education (PG-PAUD) study programs. The findings indicate that marriage produces both positive and negative impacts on students’ academic motivation. On the positive side, marriage enhances motivation and responsibility to finish studies, supported by spouses, families, and peers. On the negative side, challenges such as time management difficulties, dual responsibilities, financial problems, and psychological stress may hinder final project completion. Key motivational factors include spousal support and a sense of responsibility, while obstacles involve household conflicts and economic burdens. The study concludes that marriage during the study period can serve as either a source of encouragement or a barrier, depending on the student’s circumstances and support system. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak pernikahan terhadap motivasi penyelesaian tugas akhir mahasiswa di Jurusan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari delapan mahasiswa dari Program Studi Bimbingan dan Konseling, PJKR, PGSD, dan PG-PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan memiliki dampak positif maupun negatif terhadap motivasi akademik. Dampak positif berupa meningkatnya motivasi untuk segera menyelesaikan studi, didukung oleh pasangan, keluarga, dan lingkungan sosial. Dampak negatif mencakup kesulitan manajemen waktu, beban tanggung jawab ganda, masalah ekonomi, serta tekanan psikologis yang dapat menghambat penyelesaian tugas akhir. Faktor utama yang mendorong motivasi adalah dukungan pasangan dan rasa tanggung jawab, sedangkan faktor penghambat meliputi konflik rumah tangga dan keterbatasan ekonomi. Penelitian ini menegaskan bahwa pernikahan pada masa studi dapat menjadi sumber motivasi maupun hambatan, tergantung pada kondisi dan dukungan yang diperoleh mahasiswa.
ECOPEDAGOGY DALAM PENANAMAN GREEN CHARACTER MELALUI PROBLEM BASED LEARNING TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH 3R DI SEKOLAH DASAR Rohman, Akhmad Dalil; Asih, Tri Unggul Sari; Susanto, Nanang Hasan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.7066

Abstract

Indonesia is still facing serious challenges in waste management. The World Bank’s Atlas of Sustainable Development Goals reported that Indonesia ranks fifth among the world’s largest waste-producing countries. Data from the National Waste Management Information System (SIPSN) of the Ministry of Environment and Forestry in July 2024 recorded a total of 35.1 million tons of national waste, with 38.6% (13.5 million tons) managed and 61.4% (21.6 million tons) unmanaged. This situation highlights the urgency of long-term solutions through education from an early age. This study aims to analyze the role of ecopedagogy in cultivating green character through the Problem Based Learning (PBL) model in the context of 3R (Reduce, Reuse, Recycle) waste management at the elementary school level. The study employed a library research method by reviewing primary and secondary sources such as journal articles, dissertations, proceedings, and official reports. Data were analyzed using content analysis techniques through reduction, classification, and synthesis of theories. The findings reveal that ecopedagogy serves as a philosophical foundation for ecological critical awareness, PBL as an active learning strategy based on real problems, and green character as the ultimate goal reflected in environmentally responsible behavior. The integration of these three aspects culminates in 3R practices in elementary schools, which not only enhance cognitive understanding but also foster affective attitudes and psychomotor skills. This study concludes that the integration of ecopedagogy, PBL, and green character can serve as an effective environmental education model for developing environmentally conscious and sustainable generations. ABSTRAKIndonesia masih menghadapi persoalan serius dalam pengelolaan sampah. Laporan World Bank’s Atlas of Sustainable Development Goals menyebutkan bahwa Indonesia merupakan penghasil sampah terbesar kelima di dunia. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLHK pada Juli 2024 mencatat jumlah timbunan sampah nasional mencapai 35,1 juta ton, dengan 38,6% atau 13,5 juta ton terkelola dan 61,4% atau 21,6 juta ton sisanya tidak terkelola. Kondisi ini menuntut adanya solusi jangka panjang melalui pendidikan sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ecopedagogy dalam penanaman green character melalui model Problem Based Learning (PBL) pada konteks pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan menelaah berbagai literatur primer dan sekunder berupa artikel jurnal, disertasi, prosiding, dan laporan resmi. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi melalui reduksi, klasifikasi, dan sintesis teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ecopedagogy berfungsi sebagai landasan filosofis kesadaran ekologis, PBL sebagai strategi pembelajaran berbasis masalah nyata, dan green character sebagai tujuan berupa perilaku peduli lingkungan. Integrasi ketiganya bermuara pada praktik pengelolaan sampah 3R di sekolah dasar yang tidak hanya meningkatkan pemahaman kognitif, tetapi juga menumbuhkan sikap afektif dan keterampilan psikomotorik siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi ecopedagogy, PBL, dan green character dapat menjadi model pendidikan lingkungan yang efektif dalam membentuk generasi sadar lingkungan dan berkelanjutan.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING BERMUATAN POTENSI LOKAL TANAMAN BUAH PADANGSIDEMPUAN PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI KELAS X MAN 1 PADANGSIDEMPUAN Siregar, Abdul Hasym Mazhurin; Manalu, Kartika; Herni, Zulfiana
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.7327

Abstract

This research aims to find out the feasibility, practicality and effectiveness of CTL- based LKPD containing the local potential of Padangsidimpuan fruit plants in biodiversity material for class 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate). The instruments used in the research were teacher and student needs analysis sheets, material expert and media expert validation sheets, teacher and student response questionnaire sheets, and test questions in the form of pretest and posttest to measure students' understanding of biodiversity material. The validity of the LKPD obtained from material experts was 89% and media experts were 100% in the very valid category. The practicality of the LKPD obtained from the biology teacher response questionnaire was 85% in the very practical category and 84.33% of the students' responses were in the very practical category. The effectiveness of the LKPD was obtained through test questions in the form of pretest and posttest with an N-Gain presentation of 0.73% in the quite effective category with a percentage of 73% in the high category. The three aspects of validity, practicality and effectiveness with a large percentage show that Contextual Teaching and Learning-based LKPD contains local potential for biodiversity material that is suitable for use in learning activities. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan, kepraktisan dan keefektifan dari LKPD berbasis CTL bermuatan potensi lokal tanaman buah Padangsidimpuan pada materi keanekaragaman hayati kelas X MAN 1 Padangsidimpuan sebagai bahan ajar yang dapat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran Biologi serta membantu Peserta didik untuk memahami materi keanekragaman hayati dengan cara yang mudah dan meningkatkan pengetahuan peserta didik mengenai keberadaan tanaman buah yang ada di Padangsidempuan serta menjaga kelestariannya.. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development (RnD) dengan model 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate). Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa lembar analisis kebutuhan guru dan peserta didik, lembar validasi ahli materi dan ahli media, lembar angket respon guru dan peserta didik, dan soal test berupa pretest dan posttest untuk mengukur pemahaman siswa mengenai materi keanekaragaman hayati. Validitas LKPD yang didapatkan dari ahli materi adalah sebesar 89% dan ahli media sebesar 100% dengan kategori sangat valid. Kepraktisan LKPD diperoleh dari angket respon guru biologi 85% dengan kategori sangat praktis dan peserta didik 84,33% dengan kategori sangat praktis. Keefektifan LKPD diperoleh melalui soal test berupa pretest dan posttest dengan presentasi N-Gain 0,73% kategori cukup efektif dengan persentare 73% dengan kategori tinggi. Ketiga aspek validitas, kepraktisan dan keefektifan dengan presentase yang besar menunjukkan bahwasannya LKPD berbasis Contekstual Teaching and Learning bermuatan potensi lokal materi Keanekaragaman hayati layak untuk dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran.
PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS PBL DENGAN FLATFROM PADLET UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK PADA MATERI SISTEM RESPIRASI Roji, Fadilla; Afinni, Ummi Nur; Adlini, Miza Nina
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.7328

Abstract

Based on the results of a needs analysis survey conducted on biology teachers at SMA Cerdas Murni and students of class XI IPA. Biology teachers, teachers rarely use PowerPoint when teaching in class and only use visual media in teaching and learning activities. Teachers also use traditional teaching techniques, such as lectures, in their lesson plans. Students are only given homework through printed LKS, which are less interesting and participatory because they only contain questions and are not colored. This study uses the R&D (Research and Development) method. The 4-D model development design created by Thiagarajan (1974) with the stages of Define, Design, Build, and Disseminate is used in this study to build the product. For class XI IPA students of SMA/MA, this study produces Electronic Student Worksheets (e-LKPD) on the respiratory system based on problem-based learning using the Padlet platform. The test subjects used were class XI IPA students of SMA Cerdas Murni. The selection of class XI as the subject of the study was because the Respiratory System material is found in class XI Biology learning. Data collection instruments in the form of a questionnaire for analyzing the needs of biology teachers and students, documentation, validation sheets. The results obtained that the effectiveness of the pretest and posttest results were obtained with an N-Gain percentage of 0.76 with an effective category and the N-Gain score obtained was 76% with a high category. Both aspects of validity, practicality and effectiveness with a large percentage indicate that E-LKPD based on problem based learning with the Padlet platform for respiratory system material is feasible to be used in learning activities. ABSTRAKBerdasarkan hasil survei analisis kebutuhan yang dilakukan terhadap guru biologi SMA Cerdas Murni dan siswa kelas XI IPA. Guru biologi, guru jarang menggunakan PowerPoint saat mengajar di kelas dan hanya menggunakan media visual dalam kegiatan belajar mengajar. Guru juga menggunakan teknik mengajar tradisional, seperti ceramah, dalam rencana pembelajarannya. Siswa hanya diberikan pekerjaan rumah melalui LKS cetak, yang kurang menarik dan partisipatif karena hanya berisi pertanyaan dan tidak berwarna. Penelitian ini menggunakan metode R&D (Research and Development). Desain pengembangan model 4-D yang dibuat oleh Thiagarajan (1974) dengan tahapan Define, Design, Develop, dan Disseminate digunakan dalam penelitian ini untuk membangun produk. Untuk siswa kelas XI IPA SMA/MA, penelitian ini menghasilkan Lembar Kerja Siswa Elektronik (e-LKPD) pada sistem pernapasan berbasis pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan platform Padlet. Subjek uji coba yang digunakan adalah siswa kelas XI IPA SMA Cerdas Murni. Pemilihan kelas XI sebagai subjek penelitian karena materi Sistem Pernapasan terdapat pada pembelajaran Biologi kelas XI. Instrumen pengumpulan data berupa angket untuk analisis kebutuhan guru dan siswa biologi, dokumentasi, lembar validasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa keefektifan hasil pretes dan postes diperoleh dengan persentase N-Gain sebesar 0,76 dengan kategori efektif dan skor N-Gain yang diperoleh sebesar 76% dengan kategori tinggi. Baik aspek validitas, praktikalitas maupun keefektifan dengan persentase yang besar menunjukkan bahwa E-LKPD berbasis problem based learning dengan platform Padlet untuk materi sistem pernapasan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
KONSEP KEIMANAN DALAM KITAB NASOOIKHUL ‘IBAD BAB II: PERSPEKTIF SANTRI GEN Z DI PESANTREN MODERN (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN KHOZINATUL ULUM 3 AL MUBARAK) Rahman, Aris Maulana; Jaya, Arim Irsyadullah Albin; Fitriana, Dyah Ayu
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.7329

Abstract

This study aims to describe and analyze Generation Z students’ understanding of faith in Nash??ih al-‘Ib?d (Advice for Servants), Chapter II, authored by Shaykh Nawaw? al-Bant?n?, at Khozinatul Ulum 3 Al Mubarak Islamic Boarding School. The study is motivated by the enduring significance of classical Islamic texts as sources of moral and spiritual guidance, alongside the contemporary challenges faced by Generation Z in the digital era. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, documentation, and literature review, then analyzed using Miles, Huberman, and Saldaña’s qualitative data analysis framework, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity ensured through triangulation of sources and methods. The findings indicate that Generation Z students understand faith not only as inner belief but also as actionable practices that provide social benefits. Nevertheless, they face digital challenges that affect the consistency of their faith, resulting in fluctuations that require continuous guidance. Modern Islamic boarding schools play a crucial role in recontextualizing classical texts through adaptive, interactive, and contextually relevant teaching methods. The study concludes that strengthening faith among Generation Z requires a synergy between traditional pesantren instruction and digital literacy, ensuring that classical Islamic teachings remain contextual, applicable, and capable of guiding the younger generation in navigating contemporary challenges. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pemahaman santri Generasi Z terhadap konsep keimanan dalam Kitab Nasooikhul ‘Ibad Bab II karya Syekh Nawawi al-Bantani di Pondok Pesantren Khozinatul Ulum 3 Al Mubarak. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya kitab klasik sebagai pedoman moral dan spiritual di pesantren, serta tantangan yang dihadapi Generasi Z dalam menjaga stabilitas iman di era digital dan globalisasi. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana santri menafsirkan iman, mengaitkannya dengan amal nyata, serta menyesuaikan praktik keagamaan dengan konteks kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2014), yang meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri memahami iman sebagai integrasi antara keyakinan batin, pengakuan lisan, dan amal nyata yang memberi manfaat sosial, termasuk dalam aktivitas belajar bersama, kontribusi sosial, dan pengelolaan perilaku digital. Mereka menghadapi tantangan dari media digital yang dapat mengganggu konsistensi iman, sehingga perlu bimbingan berkelanjutan. Pesantren modern berperan penting dalam merekontekstualisasi kitab kuning melalui metode pembelajaran interaktif dan adaptif yang menghubungkan ajaran klasik dengan realitas modern. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penguatan keimanan Generasi Z memerlukan sinergi antara transmisi tradisional pesantren dan literasi digital, agar nilai-nilai kitab klasik tetap relevan, aplikatif, dan mampu membimbing santri menghadapi tantangan kehidupan kontemporer.
PERCEPTIONS OF DEEP LEARNING AMONG EFL STUDENTS IN INDONESIAN HIGHER EDUCATION: INSIGHTS FROM A THEMATIC STUDY Farikah, Farikah; Ekawati, Mursia; Mazid , Sukron; Mulyani, Mimi; Winarsih, Dwi; Andini, Jihan Widya
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.7330

Abstract

This research is motivated by the relevance of the deep learning approach, which emphasizes in-depth understanding, active engagement, and application of knowledge, in line with the demands of 21st-century education and the Freedom to Learn policy. However, students' perceptions of this approach, as the primary subjects of learning, are still limited in Indonesia. Therefore, this study focuses on exploring the perceptions of English as a Foreign Language (EFL) students regarding the implementation of deep learning in higher education. Using a qualitative approach, data were collected through open-ended interviews with 105 sixth-semester students. The data were then analyzed using thematic analysis. The analysis revealed four main themes of student perception: (1) the importance of meaningful understanding beyond mere memorization, (2) the development of critical and reflective thinking, (3) the need for active learner involvement, and (4) the significance of applying knowledge in real-world contexts. These findings indicate that students understand the essence of deep learning and consider it crucial for relevant and applicable learning. It is concluded that students have positive perceptions and support the deep learning approach, indicating the need for student-centered learning design to optimize the potential of this approach. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh relevansi pendekatan deep learning yang menekankan pemahaman mendalam, keterlibatan aktif, dan aplikasi pengetahuan, sejalan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 dan kebijakan Merdeka Belajar. Namun, persepsi mahasiswa sebagai subjek utama pembelajaran terhadap pendekatan ini masih terbatas dikaji di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa English as a Foreign Language (EFL) terhadap implementasi deep learning di perguruan tinggi. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara terbuka terhadap 105 mahasiswa semester enam. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil analisis mengungkap empat tema utama persepsi mahasiswa: (1) pentingnya Pemahaman yang Bermakna bukan sekadar hafalan, (2) pengembangan Berpikir Kritis dan Reflektif, (3) perlunya Keterlibatan Aktif Pembelajar, dan (4) signifikansi Penerapan Pengetahuan dalam konteks nyata. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa memahami esensi deep learning dan menganggapnya penting untuk pembelajaran yang relevan dan aplikatif. Disimpulkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif dan mendukung pendekatan deep learning, yang mengindikasikan perlunya desain pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa untuk mengoptimalkan potensi pendekatan ini.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA RITUAL BAREMAH SUKU DAYAK BALANGIT KECAMATAN JELIMPO KABUPATEN LANDAK Lidia, Antonia; Liliana, Sepiani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.7178

Abstract

This study aims to find out the mathematical activities contained in the baremah ritual of the Balangit Dayak Tribe in Landak Regency. Ethnomathematics is the science that studies the ways in which certain societies or cultural groups use and understand mathematics in everyday life. The type of research used is qualitative research with an ethnographic approach. The data collection techniques used in this study are observation, interviews with traditional leaders or cultural actors, as well as documentation of baremah activities, then data analysis techniques used, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that Baremah is one of the Dayak cultures that reflects fundamental mathematical activities: locating, counting, designing, and explaining. Each activity demonstrates the linkage between cultural values and mathematical concepts relevant to contextual learning. This analysis includes the history and stages of the ritual, as well as the preparation and execution of the ritual, all of which contain mathematical elements such as calculating, locating locations, designing, and explaining. By being aware of the cultural context and connecting it with mathematical activities, we can find out that our daily activities and the cultural diversity that we have have have activities, elements and even mathematical concepts in it. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas matematika yang terdapat dalam ritual baremah Suku Dayak Balangit di Kabupaten Landak. Etnomatematika adalah ilmu yang mempelajari cara-cara masyarakat atau kelompok budaya tertentu menggunakan dan memahami matematika dalam kehidupan sehari-hari. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dengan tokoh adat atau pelaku budaya, serta dokumentasi kegiatan baremah, kemudian teknik analisis data yang digunakan yaitu Reduksi data, penyajian data,  penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Baremah adalah salah satu budaya Suku Dayak yang mencerminkan aktivitas fundamental matematis: locating, counting, designing, dan explaining. Setiap aktivitas menunjukkan keterkaitan antara nilai budaya dan konsep matematis yang relevan untuk pembelajaran kontekstual. Analisis ini meliputi sejarah dan tahapan ritual, serta persiapan dan pelaksanaan ritual, yang semuanya mengandung unsur matematika seperti menghitung, mencari lokasi, mendesain, dan menjelaskan. Dengan menyadari konteks budaya dan menghubungkannya dengan aktivitas matematika, kita dapat mengetahui bahwa kegiatan kita sehari-hari dan keberagaman budaya yang kita miliki itu terdapat aktivitas, unsur bahkan konsep matematika didalamnya.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA DALAM PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK KHAS KECAMATAN MENYUKE Framica, Esterina; Annur, Muhammad Firman
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.7179

Abstract

This study aims to delve deeper into the ethnomathematical concepts embedded in the traditional game of Engklek, originating from the Menyuke District. Engklek is regarded as an embodiment of ethnomathematics, specifically the application of mathematical concepts within the local cultural context. Consequently, Engklek is not merely a traditional recreational activity but also holds potential as an effective instrument in the process of mathematics education. This research adopts a descriptive qualitative approach, employing data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. Data sources are gathered from various stakeholders, including community leaders, local residents, children, and parents who still actively engage in playing Engklek. The research findings reveal that the game of Engklek integrates a diverse array of mathematical concepts, such as number sequences, geometric shapes (squares, rectangles, semicircles), symmetry, and simple geometric transformations. Furthermore, Engklek plays a role in enhancing numeracy skills, logical thinking abilities, spatial aptitude, and motor coordination among children. The cultural values encompassed within include a spirit of collaboration, sportsmanship, and adherence to established rules. Thus, Engklek can be optimally utilized as a contextual and enjoyable medium for mathematics learning, while simultaneously preserving local cultural heritage. ABSTRAKStudi ini bertujuan untuk menggali lebih dalam konsep etnomatematika yang terdapat dalam permainan tradisional engklek yang berasal dari Kecamatan Menyuke. Engklek dianggap sebagai perwujudan etnomatematika, yaitu penerapan konsep matematika dalam konteks budaya setempat. Oleh karena itu, engklek bukan hanya sekadar aktivitas rekreasi tradisional, melainkan juga berpotensi menjadi instrumen yang efektif dalam proses pembelajaran matematika. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, penduduk setempat, anak-anak, serta orang tua yang masih aktif memainkan engklek. Hasil penelitian mengungkap bahwa permainan engklek mengintegrasikan beragam konsep matematika, seperti urutan bilangan, bentuk-bentuk geometri (persegi, persegi panjang, setengah lingkaran), simetri, dan transformasi geometri yang sederhana. Selain itu, engklek juga berperan dalam meningkatkan keterampilan berhitung, kemampuan berpikir logis, kecakapan spasial, dan koordinasi motorik pada anak-anak. Nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya meliputi semangat kerja sama, sportivitas, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Dengan demikian, engklek dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembelajaran matematika yang kontekstual dan menyenangkan, sekaligus melestarikan warisan budaya lokal.
EFEKTIVITAS PHOTOMATH BERBASIS ANDROID TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA MATERI KOMPOSISI FUNGSI SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 JELIMPO Martines, Jonathan; Annur, Muhammad Firman
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.7180

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuktikan efektivitas aplikasi Photomath terhadap prestasi belajar materi komposisi fungsi dibandingkan pembelajaran konvensional. Desain penelitian menggunakan two group pretest-posttest pada dua kelas XI di SMA Negeri 1 Jelimpo, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen yang dipilih melalui Cluster Random Sampling. Hasil pretest menunjukkan kemampuan awal kedua kelompok setara. Setelah perlakuan, analisis posttest menggunakan uji Mann-Whitney U menunjukkan bahwa meskipun nilai rata-rata kelas eksperimen (21,21) lebih tinggi dari kelas kontrol (18,79), perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Artinya, tidak ditemukan perbedaan prestasi belajar yang berarti antara siswa yang menggunakan Photomath dengan yang tidak. Penelitian juga mencatat bahwa prestasi belajar pada tahun sebelumnya justru lebih tinggi, menandakan adanya faktor lain yang lebih berpengaruh. Kesimpulannya, Photomath lebih tepat diposisikan sebagai media bantu pembelajaran, bukan faktor utama peningkat prestasi. Disarankan sampel penelitian selanjutnya melibatkan lebih luas dan mengintegrasikan Photomath dengan model pembelajaran inovatif serta meneliti variabel lain seperti motivasi belajar. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menguji efektivitas aplikasi Photomath terhadap prestasi belajar materi komposisi fungsi dibandingkan pembelajaran konvensional. Desain penelitian menggunakan two group pretest-posttest pada dua kelas XI di SMA Negeri 1 Jelimpo, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen yang dipilih melalui Cluster Random Sampling. Hasil pretest menunjukkan kemampuan awal kedua kelompok setara. Setelah perlakuan, analisis posttest menggunakan uji Mann-Whitney U menunjukkan bahwa meskipun rata-rata nilai kelas eksperimen (21,21) lebih tinggi dari kelas kontrol (18,79), perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Artinya, tidak ditemukan perbedaan prestasi belajar yang berarti antara siswa yang menggunakan Photomath dengan yang tidak. Penelitian juga mencatat bahwa prestasi belajar pada tahun sebelumnya justru lebih tinggi, menandakan adanya faktor lain yang lebih berpengaruh. Kesimpulannya, Photomath lebih tepat diposisikan sebagai media bantu pembelajaran, bukan faktor utama peningkat prestasi. Disarankan penelitian selanjutnya melibatkan sampel lebih luas dan mengintegrasikan Photomath dengan model pembelajaran inovatif serta meneliti variabel lain seperti motivasi belajar.

Page 2 of 3 | Total Record : 22