cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2026)" : 14 Documents clear
IMPLEMENTASI METODE TILAWATI DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SISWA KELAS 1 MADRASAH IBTIDAIYAH Widayat, Moch. Nur Tian Darmawan; Muchtar, Asmaji; Makhsun, Toha
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9462

Abstract

ABSTRACT At the elementary school level, learning to read the Qur’an serves as a fundamental foundation for instilling religious competence while shaping children’s character from an early age. This study aims to describe the implementation of the Tilawati method in improving Qur’anic reading skills among first-grade students at Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pembangunan UIN Jakarta. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observations, interviews, and document analysis. The participants included the head of the madrasah, a certified Tilawati teacher, first-grade students, and their parents. The findings indicate that the Tilawati method was implemented through classical instruction, individual practice, and continuous evaluation, emphasizing the principles of talaqqi musyafahah, the use of the rost melody, and habituation in reading with tartil. The implementation was supported by teacher competence, the availability of learning facilities, a religious school environment, and parental involvement in assisting learning at home. The identified challenges included variations in students’ initial abilities and limited instructional time. Overall, the implementation of the Tilawati method demonstrated positive results in enhancing students’ Qur’anic reading skills, particularly in fluency, accuracy of makhraj pronunciation, application of tajwid rules, and the cultivation of proper etiquette in recitation. This study contributes to the development of Qur’anic learning strategies that are contextually relevant, systematically structured, and aligned with the developmental characteristics of early childhood learners in formal educational settings. ABSTRAK Pada jenjang sekolah dasar, kegiatan belajar membaca Al-Qur’an menjadi landasan utama dalam menanamkan kemampuan religius sekaligus membentuk kepribadian anak sejak dini. Penelitian ini diarahkan untuk menguraikan penerapan metode Tilawati dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada siswa kelas I Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pembangunan UIN Jakarta. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi, wawancara, serta telaah dokumentasi. Partisipan dalam penelitian ini mencakup kepala madrasah, guru Tilawati yang telah memiliki sertifikasi, siswa kelas I, dan orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Tilawati diterapkan melalui tahapan pembelajaran klasikal, individual, dan evaluasi berkelanjutan dengan menekankan prinsip talaqqi musyafahah, penggunaan lagu rost, dan pembiasaan membaca tartil. Implementasi metode ini didukung oleh kompetensi guru, ketersediaan sarana pembelajaran, lingkungan madrasah yang religius, serta keterlibatan orang tua dalam pendampingan belajar di rumah. Kendala yang teridentifikasi dalam pelaksanaannya mencakup adanya variasi kemampuan awal antar siswa serta terbatasnya waktu yang tersedia untuk proses pembelajaran. Secara umum, penerapan metode Tilawati menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa, khususnya pada aspek kelancaran, ketepatan pengucapan makhraj, penerapan kaidah tajwid, serta pembinaan adab dalam membaca. Studi ini memberikan sumbangan bagi pengembangan strategi pembelajaran Al-Qur’an yang relevan dengan konteks, tersusun secara terarah, serta selaras dengan karakteristik perkembangan anak usia dini di lingkungan pendidikan formal.
DIGITAL READING AND VOCABULARY DEVELOPMENT THROUGH LEARNING MANAGEMENT SYSTEM: A REVIEW OF INDONESIAN EFL STUDIES IN THE POST-PANDEMIC ERA Bagia, Muhammad Andrie; Rachmawati, Dwita Laksmita
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9501

Abstract

ABSTRACT The COVID-19 pandemic accelerated the adoption of Learning Management Systems (LMS) in English as a Foreign Language (EFL) instruction in Indonesia, and this practice has continued into the post-pandemic phase, particularly in the development of digital reading skills and vocabulary acquisition. This study aims to systematically examine empirical findings concerning the effectiveness of LMS in the Indonesian EFL context. The method employed was a systematic literature review following the PRISMA framework, analyzing twenty articles published between 2021 and 2025 through stages of identification, screening, eligibility assessment, and inclusion based on criteria requiring empirical studies focused on LMS use in Indonesian EFL settings and reporting data on reading or vocabulary outcomes. The data were analyzed using qualitative thematic synthesis to identify dominant patterns of findings. The results indicate that LMS expands access to authentic texts, enhances learning flexibility, and facilitates repeated exposure, contributing to improvements in reading comprehension and vocabulary mastery, particularly when combined with explicit tasks such as structured quizzes and digital glossaries. Its effectiveness is influenced by self-regulation, digital literacy, and the quality of instructional design. Conceptually, this review underscores the importance of integrating Self-Regulated Learning, managing Cognitive Load, and applying blended learning approaches as foundational principles for strengthening LMS-based EFL instructional design. ABSTRAK Pandemi COVID-19 mempercepat adopsi Learning Management System (LMS) dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) di Indonesia dan praktik tersebut berlanjut pada fase pascapandemi, khususnya dalam pengembangan keterampilan membaca digital dan penguasaan kosakata. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis temuan empiris terkait efektivitas LMS dalam konteks EFL Indonesia. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan kerangka PRISMA terhadap dua puluh artikel terbitan 2021–2025 melalui tahapan identifikasi, penyaringan, uji kelayakan, dan inklusi berdasarkan kriteria artikel empiris, berfokus pada LMS dalam EFL Indonesia, serta melaporkan data membaca atau kosakata. Data dianalisis menggunakan sintesis tematik kualitatif untuk mengidentifikasi pola temuan utama. Hasil menunjukkan bahwa LMS memperluas akses teks autentik, meningkatkan fleksibilitas belajar, serta mendukung paparan berulang yang berdampak pada peningkatan pemahaman bacaan dan kosakata, terutama ketika disertai tugas eksplisit seperti kuis dan glosarium digital. Efektivitasnya dipengaruhi oleh regulasi diri, literasi digital, dan kualitas desain instruksional. Secara konseptual, kajian ini menegaskan pentingnya integrasi Self-Regulated Learning, pengelolaan Cognitive Load, dan pendekatan blended learning sebagai fondasi penguatan desain pembelajaran EFL berbasis LMS.
METODE KOMUNIKASI INSTRUKSIONAL GURU PAUD CIKAL GEMILANG DALAM PEMBENTUKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS Rais, Rismawaty; Ardiansah, Faiz
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9516

Abstract

ABSTRACT Instructional communication plays a strategic role in fostering self-confidence in early childhood, particularly within the context of inclusive education, which requires adaptive approaches to address the diversity of learners’ needs. Along with the increasing number of children with special needs in early childhood education settings, the demand for teachers’ readiness to implement effective, responsive, and learner-centered communication has become increasingly prominent. This study aims to describe and analyze the instructional communication practices employed by teachers at PAUD Cikal Gemilang, Sekolah Interaktif Gemilang Mutafannin, West Bandung Regency, in developing students’ self-confidence. A qualitative approach with a descriptive method was employed. Data were collected through in-depth interviews and non-participant observations involving five purposively selected informants. Data validity was ensured through source triangulation and member checking, while data analysis followed the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that teachers apply classical communication methods, individual interviews, and targeted stimulation tailored to students’ characteristics and needs. The study concludes that inclusive, flexible, and emotionally supportive instructional communication significantly contributes to enhancing self-confidence and socio-emotional development in early childhood learners. ABSTRAK Komunikasi instruksional guru memiliki peran strategis dalam membentuk kepercayaan diri anak usia dini, khususnya dalam konteks pendidikan inklusif yang menuntut pendekatan adaptif terhadap keberagaman kebutuhan peserta didik. Seiring dengan meningkatnya jumlah siswa berkebutuhan khusus di satuan PAUD, tuntutan terhadap kesiapan guru dalam menerapkan komunikasi yang efektif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan individu siswa pun semakin menguat. Berikan saya versi bahasa inggrisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis komunikasi instruksional guru PAUD Cikal Gemilang di Sekolah Interaktif Gemilang Mutafannin, Kabupaten Bandung Barat, dalam membentuk kepercayaan diri siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipan terhadap lima informan yang dipilih secara purposive. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan member check, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan metode komunikasi klasikal, wawancara individu, dan stimulasi yang disesuaikan dengan karakteristik siswa. Simpulan penelitian menegaskan bahwa komunikasi instruksional yang inklusif, fleksibel, dan berorientasi pada hubungan emosional guru, siswa, dan berkontribusi signifikan dalam membangun kepercayaan diri dan perkembangan sosial-emosional anak usia dini.
PENGARUH LITERASI DIGITAL TERHADAP SELFT REGULATED LEARNING DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEBAGAI VARIABEL MODERATOR (PENDEKATAN SEM) Gunawan, Guntur
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9656

Abstract

ABSTRACT Digital transformation in higher education requires students not only to master technology but also to regulate their own learning processes effectively. In this context, digital literacy and technology utilization are considered two critical factors that may influence self-regulated learning (SRL), including the possibility of an interactive relationship between them. This study aims to analyze the effect of digital literacy on SRL, examine the contribution of technology utilization to SRL, and evaluate the moderating role of technology utilization among PGMI students at IAIN Curup. The research employed an explanatory design using a survey method involving 150 purposively selected students. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with a bootstrapping technique. The findings indicate that both digital literacy and technology utilization have positive and significant effects on SRL. However, the moderating effect was found to be negative and significant, suggesting that higher levels of technology utilization may weaken the influence of digital literacy on self-regulated learning. These results confirm that digital literacy serves as a primary determinant of SRL, while technology functions as a contextual factor that can alter the strength of this relationship. This study contributes by demonstrating that the relationship between digital competence and self-regulation is conditional, offering implications for the design of technology-enhanced learning environments that preserve student agency. ABSTRAK Transformasi digital di pendidikan tinggi menuntut mahasiswa tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu mengelola proses belajarnya secara mandiri. Dalam konteks tersebut, literasi digital dan pemanfaatan teknologi dipandang sebagai dua faktor penting yang berpotensi memengaruhi self-regulated learning (SRL), termasuk kemungkinan adanya hubungan interaktif di antara keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital terhadap SRL, menguji kontribusi pemanfaatan teknologi terhadap SRL, serta mengevaluasi peran pemanfaatan teknologi sebagai variabel moderator pada mahasiswa PGMI IAIN Curup. Penelitian menggunakan pendekatan eksplanatori dengan metode survei terhadap 150 mahasiswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares dengan teknik bootstrapping. Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi digital dan pemanfaatan teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap SRL. Namun, efek moderasi yang ditemukan bersifat negatif dan signifikan, yang menunjukkan bahwa peningkatan intensitas pemanfaatan teknologi dapat memperlemah pengaruh literasi digital terhadap regulasi diri belajar. Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital merupakan determinan utama SRL, sementara teknologi berfungsi sebagai faktor kontekstual yang dapat mengubah kekuatan hubungan tersebut. Penelitian ini berkontribusi dengan menunjukkan bahwa relasi antara kompetensi digital dan regulasi diri bersifat kondisional, serta memberikan implikasi bagi perancangan pembelajaran berbasis teknologi yang tetap menjaga agensi mahasiswa.

Page 2 of 2 | Total Record : 14