cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2026)" : 36 Documents clear
IMPLEMENTASI METODE TILAWATI DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SISWA KELAS 1 MADRASAH IBTIDAIYAH Widayat, Moch. Nur Tian Darmawan; Muchtar, Asmaji; Makhsun, Toha
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9462

Abstract

ABSTRACT At the elementary school level, learning to read the Qur’an serves as a fundamental foundation for instilling religious competence while shaping children’s character from an early age. This study aims to describe the implementation of the Tilawati method in improving Qur’anic reading skills among first-grade students at Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pembangunan UIN Jakarta. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observations, interviews, and document analysis. The participants included the head of the madrasah, a certified Tilawati teacher, first-grade students, and their parents. The findings indicate that the Tilawati method was implemented through classical instruction, individual practice, and continuous evaluation, emphasizing the principles of talaqqi musyafahah, the use of the rost melody, and habituation in reading with tartil. The implementation was supported by teacher competence, the availability of learning facilities, a religious school environment, and parental involvement in assisting learning at home. The identified challenges included variations in students’ initial abilities and limited instructional time. Overall, the implementation of the Tilawati method demonstrated positive results in enhancing students’ Qur’anic reading skills, particularly in fluency, accuracy of makhraj pronunciation, application of tajwid rules, and the cultivation of proper etiquette in recitation. This study contributes to the development of Qur’anic learning strategies that are contextually relevant, systematically structured, and aligned with the developmental characteristics of early childhood learners in formal educational settings. ABSTRAK Pada jenjang sekolah dasar, kegiatan belajar membaca Al-Qur’an menjadi landasan utama dalam menanamkan kemampuan religius sekaligus membentuk kepribadian anak sejak dini. Penelitian ini diarahkan untuk menguraikan penerapan metode Tilawati dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada siswa kelas I Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pembangunan UIN Jakarta. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi, wawancara, serta telaah dokumentasi. Partisipan dalam penelitian ini mencakup kepala madrasah, guru Tilawati yang telah memiliki sertifikasi, siswa kelas I, dan orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Tilawati diterapkan melalui tahapan pembelajaran klasikal, individual, dan evaluasi berkelanjutan dengan menekankan prinsip talaqqi musyafahah, penggunaan lagu rost, dan pembiasaan membaca tartil. Implementasi metode ini didukung oleh kompetensi guru, ketersediaan sarana pembelajaran, lingkungan madrasah yang religius, serta keterlibatan orang tua dalam pendampingan belajar di rumah. Kendala yang teridentifikasi dalam pelaksanaannya mencakup adanya variasi kemampuan awal antar siswa serta terbatasnya waktu yang tersedia untuk proses pembelajaran. Secara umum, penerapan metode Tilawati menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa, khususnya pada aspek kelancaran, ketepatan pengucapan makhraj, penerapan kaidah tajwid, serta pembinaan adab dalam membaca. Studi ini memberikan sumbangan bagi pengembangan strategi pembelajaran Al-Qur’an yang relevan dengan konteks, tersusun secara terarah, serta selaras dengan karakteristik perkembangan anak usia dini di lingkungan pendidikan formal.
DIGITAL READING AND VOCABULARY DEVELOPMENT THROUGH LEARNING MANAGEMENT SYSTEM: A REVIEW OF INDONESIAN EFL STUDIES IN THE POST-PANDEMIC ERA Bagia, Muhammad Andrie; Rachmawati, Dwita Laksmita
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9501

Abstract

ABSTRACT The COVID-19 pandemic accelerated the adoption of Learning Management Systems (LMS) in English as a Foreign Language (EFL) instruction in Indonesia, and this practice has continued into the post-pandemic phase, particularly in the development of digital reading skills and vocabulary acquisition. This study aims to systematically examine empirical findings concerning the effectiveness of LMS in the Indonesian EFL context. The method employed was a systematic literature review following the PRISMA framework, analyzing twenty articles published between 2021 and 2025 through stages of identification, screening, eligibility assessment, and inclusion based on criteria requiring empirical studies focused on LMS use in Indonesian EFL settings and reporting data on reading or vocabulary outcomes. The data were analyzed using qualitative thematic synthesis to identify dominant patterns of findings. The results indicate that LMS expands access to authentic texts, enhances learning flexibility, and facilitates repeated exposure, contributing to improvements in reading comprehension and vocabulary mastery, particularly when combined with explicit tasks such as structured quizzes and digital glossaries. Its effectiveness is influenced by self-regulation, digital literacy, and the quality of instructional design. Conceptually, this review underscores the importance of integrating Self-Regulated Learning, managing Cognitive Load, and applying blended learning approaches as foundational principles for strengthening LMS-based EFL instructional design. ABSTRAK Pandemi COVID-19 mempercepat adopsi Learning Management System (LMS) dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) di Indonesia dan praktik tersebut berlanjut pada fase pascapandemi, khususnya dalam pengembangan keterampilan membaca digital dan penguasaan kosakata. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis temuan empiris terkait efektivitas LMS dalam konteks EFL Indonesia. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan kerangka PRISMA terhadap dua puluh artikel terbitan 2021–2025 melalui tahapan identifikasi, penyaringan, uji kelayakan, dan inklusi berdasarkan kriteria artikel empiris, berfokus pada LMS dalam EFL Indonesia, serta melaporkan data membaca atau kosakata. Data dianalisis menggunakan sintesis tematik kualitatif untuk mengidentifikasi pola temuan utama. Hasil menunjukkan bahwa LMS memperluas akses teks autentik, meningkatkan fleksibilitas belajar, serta mendukung paparan berulang yang berdampak pada peningkatan pemahaman bacaan dan kosakata, terutama ketika disertai tugas eksplisit seperti kuis dan glosarium digital. Efektivitasnya dipengaruhi oleh regulasi diri, literasi digital, dan kualitas desain instruksional. Secara konseptual, kajian ini menegaskan pentingnya integrasi Self-Regulated Learning, pengelolaan Cognitive Load, dan pendekatan blended learning sebagai fondasi penguatan desain pembelajaran EFL berbasis LMS.
METODE KOMUNIKASI INSTRUKSIONAL GURU PAUD CIKAL GEMILANG DALAM PEMBENTUKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS Rais, Rismawaty; Ardiansah, Faiz
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9516

Abstract

ABSTRACT Instructional communication plays a strategic role in fostering self-confidence in early childhood, particularly within the context of inclusive education, which requires adaptive approaches to address the diversity of learners’ needs. Along with the increasing number of children with special needs in early childhood education settings, the demand for teachers’ readiness to implement effective, responsive, and learner-centered communication has become increasingly prominent. This study aims to describe and analyze the instructional communication practices employed by teachers at PAUD Cikal Gemilang, Sekolah Interaktif Gemilang Mutafannin, West Bandung Regency, in developing students’ self-confidence. A qualitative approach with a descriptive method was employed. Data were collected through in-depth interviews and non-participant observations involving five purposively selected informants. Data validity was ensured through source triangulation and member checking, while data analysis followed the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that teachers apply classical communication methods, individual interviews, and targeted stimulation tailored to students’ characteristics and needs. The study concludes that inclusive, flexible, and emotionally supportive instructional communication significantly contributes to enhancing self-confidence and socio-emotional development in early childhood learners. ABSTRAK Komunikasi instruksional guru memiliki peran strategis dalam membentuk kepercayaan diri anak usia dini, khususnya dalam konteks pendidikan inklusif yang menuntut pendekatan adaptif terhadap keberagaman kebutuhan peserta didik. Seiring dengan meningkatnya jumlah siswa berkebutuhan khusus di satuan PAUD, tuntutan terhadap kesiapan guru dalam menerapkan komunikasi yang efektif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan individu siswa pun semakin menguat. Berikan saya versi bahasa inggrisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis komunikasi instruksional guru PAUD Cikal Gemilang di Sekolah Interaktif Gemilang Mutafannin, Kabupaten Bandung Barat, dalam membentuk kepercayaan diri siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipan terhadap lima informan yang dipilih secara purposive. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan member check, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan metode komunikasi klasikal, wawancara individu, dan stimulasi yang disesuaikan dengan karakteristik siswa. Simpulan penelitian menegaskan bahwa komunikasi instruksional yang inklusif, fleksibel, dan berorientasi pada hubungan emosional guru, siswa, dan berkontribusi signifikan dalam membangun kepercayaan diri dan perkembangan sosial-emosional anak usia dini.
PENGARUH LITERASI DIGITAL TERHADAP SELFT REGULATED LEARNING DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEBAGAI VARIABEL MODERATOR (PENDEKATAN SEM) Gunawan, Guntur
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9656

Abstract

ABSTRACT Digital transformation in higher education requires students not only to master technology but also to regulate their own learning processes effectively. In this context, digital literacy and technology utilization are considered two critical factors that may influence self-regulated learning (SRL), including the possibility of an interactive relationship between them. This study aims to analyze the effect of digital literacy on SRL, examine the contribution of technology utilization to SRL, and evaluate the moderating role of technology utilization among PGMI students at IAIN Curup. The research employed an explanatory design using a survey method involving 150 purposively selected students. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with a bootstrapping technique. The findings indicate that both digital literacy and technology utilization have positive and significant effects on SRL. However, the moderating effect was found to be negative and significant, suggesting that higher levels of technology utilization may weaken the influence of digital literacy on self-regulated learning. These results confirm that digital literacy serves as a primary determinant of SRL, while technology functions as a contextual factor that can alter the strength of this relationship. This study contributes by demonstrating that the relationship between digital competence and self-regulation is conditional, offering implications for the design of technology-enhanced learning environments that preserve student agency. ABSTRAK Transformasi digital di pendidikan tinggi menuntut mahasiswa tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu mengelola proses belajarnya secara mandiri. Dalam konteks tersebut, literasi digital dan pemanfaatan teknologi dipandang sebagai dua faktor penting yang berpotensi memengaruhi self-regulated learning (SRL), termasuk kemungkinan adanya hubungan interaktif di antara keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital terhadap SRL, menguji kontribusi pemanfaatan teknologi terhadap SRL, serta mengevaluasi peran pemanfaatan teknologi sebagai variabel moderator pada mahasiswa PGMI IAIN Curup. Penelitian menggunakan pendekatan eksplanatori dengan metode survei terhadap 150 mahasiswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares dengan teknik bootstrapping. Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi digital dan pemanfaatan teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap SRL. Namun, efek moderasi yang ditemukan bersifat negatif dan signifikan, yang menunjukkan bahwa peningkatan intensitas pemanfaatan teknologi dapat memperlemah pengaruh literasi digital terhadap regulasi diri belajar. Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital merupakan determinan utama SRL, sementara teknologi berfungsi sebagai faktor kontekstual yang dapat mengubah kekuatan hubungan tersebut. Penelitian ini berkontribusi dengan menunjukkan bahwa relasi antara kompetensi digital dan regulasi diri bersifat kondisional, serta memberikan implikasi bagi perancangan pembelajaran berbasis teknologi yang tetap menjaga agensi mahasiswa.
FENOMENA BULLYING DI LINGKUNGAN SEKOLAH DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA DALAM PERSPEKTIF KAJIAN PEDAGOGIK Sutisna, Asep; Nuryaman, Maman; Jahroh, Nurdiatul; Ramdani, Pajar; Kurniawan, Rudi; Suryana, Tatang; Abdurrahman, Nana Herdiana; Yanuarsari, Revita
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9315

Abstract

ABSTRACT Bullying is a social phenomenon that still frequently occurs in schools and is a serious problem in the field of education. This behavior not only impacts the psychological condition of students, such as fear, anxiety, low self-esteem, and trauma, but also affects their social development and academic achievement. Bullying can appear in various forms, both physical, verbal, and psychological, which are influenced by individual factors, family environment, school culture, and the dynamics of social interactions in the community. This study aims to examine the factors causing bullying in the school environment and analyze efforts to overcome it through a pedagogical approach. This study employs a literature review method by examining and analyzing various relevant sources, including educational textbooks, scientific journals, and previous research findings. The results of the study indicate that the role of teachers as educators, mentors, and role models plays a significant role in preventing and overcoming bullying. In addition, the consistent implementation of character education, strengthening the values ​​of empathy and tolerance, and creating a safe, inclusive, and conducive school climate has been shown to be effective in reducing bullying behavior. Therefore, ongoing synergy is needed between teachers, students, parents, and the school to create a safe and comfortable learning environment that supports optimal student development. ABSTRAK Bullying merupakan fenomena sosial yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan menjadi salah satu permasalahan serius dalam dunia pendidikan. Perilaku ini tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis peserta didik, seperti munculnya rasa takut, kecemasan, rendah diri, dan trauma, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan sosial serta prestasi akademik mereka. Bullying dapat muncul dalam berbagai bentuk, baik fisik, verbal, maupun psikologis, yang dipengaruhi oleh faktor individu, lingkungan keluarga, budaya sekolah, serta dinamika interaksi sosial di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penyebab terjadinya bullying di lingkungan sekolah serta menganalisis upaya penanggulangannya melalui pendekatan pedagogik. Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah studi pustaka dengan menelaah dan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku teks pendidikan, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran guru sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan memiliki kontribusi penting dalam mencegah dan mengatasi bullying. Selain itu, penerapan pendidikan karakter secara konsisten, penguatan nilai-nilai empati dan toleransi, serta penciptaan iklim sekolah yang aman, inklusif, dan kondusif terbukti efektif dalam menekan perilaku bullying. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang berkelanjutan antara guru, peserta didik, orang tua, dan pihak sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU PAI DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS DAN SOSIAL PESERTA DIDIK DI MADRASAH TSANAWIYAH Basyir, Ahmad Fuad; Muchtar, Asmaji; Makhsun, Toha
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9477

Abstract

ABSTRACT Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) plays a significant role in shaping students’ religious and social character, particularly in addressing the challenges of globalization and rapid technological advancement. However, the internalization of these values continues to face various challenges, stemming from environmental influences, digital media exposure, and limitations in instructional strategies. This study was conducted to examine and describe the strategies implemented by Islamic Religious Education teachers in fostering and developing students’ religious and social character at MTs Pembangunan Jakarta. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and document analysis. The research subjects included Islamic Religious Education (PAI) teachers, students, and school leaders as well as educational staff within the school environment. Data were analyzed systematically through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The findings indicate that the efforts of Islamic Religious Education teachers in cultivating students’ religious and social character are realized through role modeling, habituation of worship practices, integration of character values into the learning process, and reinforcement through religious and extracurricular activities. These strategies contribute positively to improving students’ discipline in worship, empathy, responsibility, and cooperation. Nevertheless, the study also identified obstacles, particularly the influence of social media and peer environments. Therefore, integrated collaboration among teachers, school administrators, and parents is essential to strengthen the continuous and sustainable development of students’ character. ABSTRAK Pendidikan Agama Islam (PAI) menempati posisi yang signifikan dalam proses pembentukan karakter keagamaan dan sosial peserta didik, khususnya dalam menghadapi dinamika globalisasi serta perkembangan teknologi yang semakin pesat. Namun, proses internalisasi nilai-nilai tersebut masih menghadapi berbagai kendala, baik dari faktor lingkungan, media digital, maupun keterbatasan strategi pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji dan mendeskripsikan strategi yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam membina serta mengembangkan karakter religius dan sosial peserta didik di MTs Pembangunan Jakarta. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data yang dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini mencakup guru Pendidikan Agama Islam (PAI), peserta didik, serta unsur pimpinan dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah. Data dianalisis dengan mengikuti tahapan reduksi data, penyajian atau display data, serta proses verifikasi dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membangun karakter religius dan sosial peserta didik diwujudkan melalui pemberian keteladanan, pembiasaan praktik ibadah, pengintegrasian nilai-nilai karakter ke dalam kegiatan pembelajaran, serta penguatan melalui aktivitas keagamaan dan program ekstrakurikuler. Strategi tersebut berkontribusi positif terhadap peningkatan kedisiplinan beribadah, sikap empati, tanggung jawab, dan kerja sama peserta didik. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya hambatan berupa pengaruh media sosial dan lingkungan pergaulan. Dengan demikian, diperlukan kolaborasi yang terintegrasi antara guru, pihak sekolah, dan orang tua guna memperkokoh proses pembinaan karakter peserta didik secara konsisten dan berkesinambungan.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BRAINSTORMING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN FIQIH Septiani, Widya; Kesuma, Guntur Cahaya; Asyha, Agus Faisal
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9572

Abstract

ABSTRACT The low cognitive ability of students in Fiqh learning, particularly on the topic of bughat, remains a common issue in madrasahs. This condition is influenced by the suboptimal implementation of learning methods that encourage students’ active participation and cognitive engagement. This study is directed at describing the implementation of the brainstorming learning method in an effort to enhance students’ cognitive capacity, while also analyzing the various challenges and constraints that arise during the implementation of Fiqh instruction. This study employed a descriptive qualitative approach with a phenomenological design. The participants in this research included the Fiqh teacher, the vice principal for curriculum affairs, and Grade XI science students at MAS Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung. Data collection in this study was conducted through observation, interviews, documentation review, and tests to measure students’ cognitive abilities. Meanwhile, data analysis was carried out using an interactive model that includes the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, complemented by data validity testing through triangulation techniques. The results indicate that implementing the brainstorming method through the stages of orientation, analysis, hypothesis, incubation, synthesis, and verification improves students’ cognitive abilities. However, obstacles were identified, including differences in students’ levels of participation, limited instructional time, and classroom management issues. Therefore, systematic lesson planning is necessary to optimize students’ cognitive potential. ABSTRAK Rendahnya kemampuan kognitif peserta didik dalam pembelajaran Fiqih, khususnya pada materi bughat, masih menjadi permasalahan yang sering dijumpai di madrasah. Kondisi ini dipengaruhi oleh kurang optimalnya penerapan metode pembelajaran yang mendorong keaktifan dan keterlibatan berpikir peserta didik. Penelitian ini diarahkan untuk menguraikan implementasi metode pembelajaran Brainstorming dalam upaya meningkatkan kapasitas kognitif peserta didik, sekaligus menganalisis berbagai tantangan dan kendala yang muncul selama pelaksanaan pembelajaran Fiqih. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini mencakup guru Fiqih, wakil kepala bidang kurikulum, serta peserta didik kelas XI IPA di MAS Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan melalui kegiatan observasi, wawancara, studi dokumentasi, serta tes untuk mengukur kemampuan kognitif peserta didik. Sementara itu, analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, serta dilengkapi dengan uji keabsahan data melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode brainstorming melalui tahapan orientasi, analisis, hipotesis, pengeraman, sintesis, dan verifikasi mampu meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik. Meskipun demikian, masih ditemukan hambatan berupa perbedaan tingkat keaktifan peserta didik, keterbatasan waktu pembelajaran dan mengatur kondisi kelas. Metode brainstorming terbukti efektif meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik dalam pembelajaran Fiqih, sehingga perencanaan pembelajaran yang sistematis diperlukan untuk mengoptimalkan potensi kognitif mereka.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS FLIPBOOK MATERI ASAL USUL NENEK MOYANG ORANG GORONTALO KELAS IV SD Duawulu, Miqdad; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Katili, Sukri
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9606

Abstract

This study was motivated by the limitations of Indonesian language teaching materials in elementary schools, which are still conventional and do not optimize digital technology. The focus of this study is the low level of student engagement and motivation in learning local history narrative material because learning resources are limited to printed textbooks without interactive media variations. The purpose of this study is to develop a Flipbook-based E-Module on the Origin of the Gorontalo Ancestors for fourth-grade students at SDN 19 Limboto. The research method used was Research and Development (R&D) with the ADDIE development model, which includes five important stages: needs analysis, product design using Canva and Heyzine, product development through expert validation, implementation on 23 students, and final evaluation. Data collection instruments included validation sheets and response questionnaires for teachers and students. The results showed that expert validation of the material, language, and media gave an average score of 92.91%, which is categorized as “Very Suitable.” In the practicality test, 96.87% of teachers and 96.71% of students responded that it was “Very Practical.” The main conclusion of this study is that the Flipbook-based E-Module on the Origin of the Gorontalo Ancestors has been tested for feasibility and practicality, making it highly relevant for use as an innovative learning medium to improve the quality of literacy based on local wisdom in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan bahan ajar Bahasa Indonesia di sekolah dasar yang masih bersifat konvensional dan belum mengoptimalkan teknologi digital. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan dan motivasi belajar siswa pada materi narasi sejarah lokal karena sumber belajar yang hanya terpaku pada buku teks cetak tanpa variasi media interaktif. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan E-Modul berbasis Flipbook pada materi Asal Usul Nenek Moyang Orang Gorontalo untuk siswa kelas IV SDN 19 Limboto. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahapan penting: analisis kebutuhan, perancangan produk menggunakan Canva dan Heyzine, pengembangan produk melalui validasi ahli, implementasi pada 23 siswa, serta evaluasi akhir. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi serta angket respon guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi, bahasa dan media memberikan nilai rata-rata 92,91% dengan kategori "Sangat Layak". Pada uji kepraktisan, diperoleh persentase sebesar 96,87% dari respon guru dan 96,71% dari respon siswa, yang keduanya termasuk dalam kategori "Sangat Praktis". Simpulan utama penelitian ini adalah E-Modul berbasis Flipbook materi Asal Usul Nenek Moyang Orang Gorontalo telah teruji kelayakan dan kepraktisannya, sehingga sangat relevan digunakan sebagai media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas literasi berbasis kearifan lokal di sekolah dasar.    
ANTUSIASME SISWA DALAM PEMBELAJARAN KEMUHAMMADIYAHAN DI SMK Maghfiroh, Nailatul; Haryanto, Budi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9641

Abstract

This study aims to describe students’ enthusiasm in learning Kemuhammadiyahan at SMK Muhammadiyah 1 Taman. This study employs a qualitative approach with an interpretive paradigm. The research subjects include the Kemuhammadiyahan teacher and students of SMK Muhammadiyah 1 Taman. Data were collected through observation and interviews, while data analysis used the Miles, Huberman, and Saldana model, which consists of data condensation, data display, and conclusion drawing. The results show that students’ enthusiasm is reflected through three main indicators, namely attention, participation, and student responses. The level of students’ enthusiasm varies from high, moderate, to low, influenced by classroom characteristics and composition, particularly the differences in the dominance of male and female students. The teacher’s role is proven to be very important in creating a conducive learning environment through a communicative approach, the use of technology-based learning media, and the application of contextual learning strategies. High learning enthusiasm is dominated by classes with a majority of female students, while low learning enthusiasm tends to be dominated by classes with a majority of male students. Thus, it can be concluded that students’ enthusiasm in learning Kemuhammadiyahan is aligned with the active role of teachers and the use of interactive learning media that are appropriate to the characteristics of the learners. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan antusiasme siswa dalam pembelajaran Kemuhammadiyahan di SMK Muhammadiyah 1 Taman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretif. Subjek penelitian meliputi guru mata pelajaran Kemuhammadiyahan dan siswa SMK Muhammadiyah 1 Taman. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antusiasme siswa tercermin melalui tiga indikator utama, yaitu perhatian, partisipasi, dan respon siswa. Tingkat antusiasme siswa bervariasi, mulai dari tinggi, sedang, hingga rendah, yang dipengaruhi oleh karakteristik dan komposisi kelas, khususnya perbedaan dominasi siswa laki-laki dan perempuan. Peran guru terbukti sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif melalui pendekatan komunikatif, pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi, serta penerapan strategi pembelajaran kontekstual. Antusiasme belajar yang tinggi didominasi oleh kelas dengan mayoritas siswa perempuan, sedangkan antusiasme belajar yang rendah cenderung didominasi oleh kelas dengan mayoritas siswa laki-laki. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa antusiasme siswa dalam pembelajaran Kemuhammadiyahan sejalan dengan peran aktif guru dan penggunaan media pembelajaran interaktif yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.  
IMPLEMENTASI METODE ARTS-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA PEMBELAJARAN PAI KELAS IX DI SMP Dwiyanti, Siti Adira; Wahyuni, Sri
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9654

Abstract

The limitations of teachers in choosing effective learning methods can affect student learning outcomes, so a learning method that is able to actively involve students is needed so that learning can be more easily understood by students. This study aims to analyze differences in student understanding and measure the magnitude of the effect of ABL implementation on improving understanding of Islamic Religious Education material in grade IX at SMPN 281 Jakarta. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental type. The research design used is Nonequivalent Control Group Design. The sample is based on the suitability of the learning schedule, namely class IX F with 30 students and class IX H with 30 students. Data were obtained through pretest and posttest tests in the form of C1-C4 based PG questions. Data were analyzed with three events, namely descriptive analysis, inferential analysis, and N-Gain analysis. Data analysis was carried out by calculating the N-Gain value and the Mann–Whitney U test using SPSS assistance because the data was not normally distributed. The results showed that the average posttest score of the experimental class was higher than the control class with an N-Gain value of 0.54 in the experimental class which was included in the medium category, while the control class obtained an N-Gain value of 0.39 in the medium category. The results of the hypothesis test showed that there was no significant difference between the two classes (p > 0.05). This finding indicates that the ABL method has the potential to improve student understanding, but has not shown statistically significant effectiveness on the material studied. ABSTRAK Keterbatasan guru dalam memilih metode pembelajaran yang efektif dapat memengaruhi hasil belajar siswa, sehingga dibutuhkan metode pembelajaran yang mampu untuk melibatkan sswa secara aktif agar pembelajaran dapat lebih mudah dipahami oleh siswa.Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pemahaman siswa serta mengukur besarnya pengaruh penerapan ABL terhadap peningkatan pemahaman pada materi PAI kelas IX di SMPN 281 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Sampel didasarkan pada kesesuaian jadwal pembelajaran, yaitu kelas IX F yang berjumlah 30 siswa dan kelas IX H yang berjumlah 30 siswa. Data diperoleh melalui tes pretest dan postest berupa soal PG berbasis C1-C4. Data dianalisis dengan tiga acara, yaitu analisis deskriptif, analisis inferensial, dan analisis N-Gain. Analisis data dilakukan dengan menghitung nilai N-Gain serta uji Mann–Whitney U menggunakan bantuan SPSS karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan nilai N-Gain sebesar 0,54 pada kelas eksperimen yang termasuk dalam kategori sedang, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai N-Gain sebesar 0,39 dalam kategori sedang. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas (p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa metode ABL memiliki potensi dalam meningkatkan pemahaman siswa, namun belum menunjukkan efektivitas yang signifikan secara statistik pada materi yang diteliti.

Page 2 of 4 | Total Record : 36