cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 340 Documents
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS ALAT KESEIMBANGAN PADA PERBANDINGAN BERAT SISWA KELAS II SD Jauharah, Fatihah Iffah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10266

Abstract

ABSTRACT Mathematics learning in elementary schools is still faced with challenges in facilitating students’ understanding of abstract concepts, particularly in the topic of weight comparison. This issue is related to limited opportunities for direct learning experiences and the minimal use of concrete learning media. This study aims to describe the implementation of the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach based on a simple balance tool and to examine students’ understanding of weight comparison concepts. The study employed a descriptive qualitative approach involving 31 second-grade students at SDIT Al Munawwarah. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were systematically analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that learning activities integrating real-life contexts with the use of a balance tool help students develop a more concrete understanding of the concept. Students were not only able to compare weights accurately but also to explain their reasoning based on direct observations. In addition, student engagement during the learning process was more active than before. These findings suggest that integrating a contextual approach with simple learning media is an effective and practical strategy with broad potential to improve the quality of mathematics learning in elementary schools. ABSTRAK Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih dihadapkan pada tantangan dalam memfasilitasi pemahaman siswa terhadap konsep abstrak, khususnya pada materi perbandingan berat. Permasalahan ini berkaitan dengan terbatasnya pengalaman belajar langsung serta minimnya pemanfaatan media konkret dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis alat keseimbangan sederhana serta mengkaji pemahaman siswa terhadap konsep perbandingan berat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 31 siswa kelas II SDIT Al Munawwarah. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian diolah secara sistematis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang memadukan konteks nyata dengan penggunaan alat keseimbangan mampu membantu siswa membangun pemahaman konsep secara lebih konkret. Siswa tidak hanya mampu menentukan perbandingan berat secara tepat, tetapi juga dapat mengemukakan alasan berdasarkan hasil pengamatan. Selain itu, keterlibatan siswa selama pembelajaran berlangsung terlihat lebih aktif dibandingkan sebelumnya. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi pendekatan kontekstual dengan media sederhana merupakan strategi pembelajaran yang efektif, aplikatif, dan berpotensi luas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar.
PROFILE OF MATHEMATICAL CRITICAL THINKING SKILLS OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTS BASED ON FACIONE INDICATORS IN STATISTICS Anggraini, Dwi; Hutabarat, Revalina Ayu Natalia; Sitorus, Santa De Luisa; Nabilah, Wildani Nisrina; Siregar, Budi Halomoan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10273

Abstract

ABSTRACT Mathematical critical thinking skills have become an essential competency in 21st-century learning, particularly in statistics, which requires in-depth analysis and reasoning. However, various findings indicate that students’ critical thinking skills have not yet developed optimally and still show imbalances across different aspects of thinking. This study aims to describe the profile of eleventh-grade students’ mathematical critical thinking skills at SMK Negeri 4 Medan based on critical thinking indicators. The study employed a qualitative approach with a descriptive method. The participants consisted of 14 students selected through purposive sampling in accordance with the context of statistics learning. Data were collected using an essay-based test and analyzed through descriptive techniques to illustrate students’ achievement across each indicator. The results show that students’ mathematical critical thinking skills are at a moderate level, with an average achievement of 57.1%. Students tend to perform better in understanding and analyzing problems, while their abilities in evaluating, drawing conclusions, and explaining reasoning remain relatively low. These findings indicate that students’ critical thinking skills have not yet developed comprehensively across all stages of thinking. Therefore, learning should be designed to systematically promote reasoning, reflection, and mathematical communication to support a more balanced and sustainable development of critical thinking skills. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis matematis menjadi kompetensi esensial dalam pembelajaran abad ke-21, terutama pada materi statistika yang menuntut analisis dan penalaran yang mendalam. Namun, berbagai temuan menunjukkan bahwa kemampuan tersebut pada siswa belum berkembang secara optimal dan masih menunjukkan ketidakseimbangan antar aspek berpikir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas XI di SMK Negeri 4 Medan berdasarkan indikator berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 14 siswa yang dipilih secara purposif sesuai dengan konteks pembelajaran statistika. Data dikumpulkan melalui tes esai dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif untuk menggambarkan capaian kemampuan siswa pada setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa berada pada kategori sedang dengan rata-rata capaian sebesar 57,1%. Kemampuan siswa cenderung lebih baik pada tahap memahami dan menganalisis masalah, sedangkan pada tahap mengevaluasi, menarik kesimpulan, dan menjelaskan alasan masih tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa belum berkembang secara menyeluruh pada seluruh tahapan berpikir. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang secara terarah mendorong aktivitas penalaran, refleksi, dan komunikasi matematis agar pengembangan kemampuan berpikir kritis dapat berlangsung secara lebih seimbang dan berkelanjutan.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE SNOWBALL THROWING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS III Saputra, Adi; Mahmudah, Masrutotul; Laili, Nur
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10290

Abstract

This classroom action research aimed to improve the mathematics learning outcomes of third-grade students at MI Ma’arif NU 06 Karyamukti on the topic of plane geometry through the implementation of the Snowball Throwing cooperative learning model. The background of this study was the low student learning outcomes, as indicated by the pre-cycle mastery percentage of 41.18%. The research was conducted in two cycles, each consisting of the stages of planning, action implementation, observation, and reflection based on Kurt Lewin’s model. The research subjects consisted of 17 students. Data collection techniques included learning outcome tests and observation sheets of student activities during the learning process. The results showed an improvement in learning mastery in each cycle, from 41.18% in the pre-cycle, increasing to 58.82% in Cycle I, and reaching 82.35% in Cycle II. This improvement indicates that the implementation of the Snowball Throwing learning model was able to enhance students’ activeness, participation, and understanding of mathematics material. Therefore, the Snowball Throwing learning model is effective in improving mathematics learning outcomes for elementary school students. ABSTRAK Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III MI Ma’arif NU 06 Karyamukti pada materi bangun datar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa yang ditunjukkan oleh persentase ketuntasan pra-siklus sebesar 41,18%. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi sesuai model Kurt Lewin. Subjek penelitian berjumlah 17 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dan lembar observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan belajar pada setiap siklus, yaitu dari 41,18% pada pra-siklus, meningkat menjadi 58,82% pada siklus I, dan mencapai 82,35% pada siklus II. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model Snowball Throwing dalam pembelajaran mampu meningkatkan keaktifan, partisipasi, serta pemahaman siswa terhadap materi matematika. Dengan demikian, model pembelajaran Snowball Throwing efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa sekolah dasar.
UPAYA KOLABORASI WALI SANTRI DENGAN GURU AL-QUR’AN DALAM PENINGKATAN HAFALAN DI KUTTAB DARUL ULUM BANJARNEGARA Robieth, Ahmad; Malik, Abdul
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10292

Abstract

This study examines the collaboration between parents (wali santri) and Qur’an teachers in supporting students’ memorization achievement at Kuttab Darul Ulum Banjarnegara. A qualitative approach with a case study design was employed to capture the phenomenon within its natural context. Data were collected through in-depth interviews and observations, involving Qur’an teachers, parents, and the head of the kuttab as key informants. The data were analyzed through stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, with triangulation applied to ensure the credibility of the findings. The findings indicate that collaboration is carried out through direct communication, the use of online communication platforms, and the utilization of a mutaba’ah book as a connecting medium between teachers and parents. The mutaba’ah book functions not only as a communication tool but also as an instrument for monitoring and evaluating students’ memorization progress. This practice contributes to maintaining the continuity of learning between the kuttab and home environments. However, its effectiveness is influenced by varying levels of parental involvement, time constraints, and differences in understanding of how to support children’s memorization processes. This study concludes that effective collaboration requires consistent communication, active parental participation, and well-structured institutional support. Therefore, strengthening collaborative practices through parental guidance programs and the development of a more integrated monitoring system is strongly recommended. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam praktik kolaborasi antara wali santri dan guru Al-Qur’an dalam mendukung peningkatan hafalan santri di Kuttab Darul Ulum Banjarnegara. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, sehingga memungkinkan peneliti memahami fenomena secara kontekstual. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan dengan melibatkan guru Al-Qur’an, wali santri, dan kepala kuttab sebagai sumber informasi utama. Proses analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian, serta penarikan kesimpulan, dengan menerapkan triangulasi guna menjamin keabsahan temuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi terbangun melalui interaksi langsung, pemanfaatan media komunikasi daring, serta penggunaan buku mutaba’ah sebagai sarana penghubung antara pihak kuttab dan keluarga. Buku mutaba’ah tidak hanya berperan sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga sebagai alat untuk memantau sekaligus mengevaluasi perkembangan hafalan santri secara berkelanjutan. Praktik ini berkontribusi dalam menjaga kesinambungan proses pembelajaran antara lingkungan kuttab dan rumah. Meskipun demikian, pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal, karena masih dipengaruhi oleh variasi tingkat keterlibatan wali santri, keterbatasan waktu, serta pemahaman yang belum merata terkait pendampingan hafalan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan kolaborasi memerlukan komunikasi yang konsisten, partisipasi aktif wali santri, serta dukungan sistem yang terorganisasi dengan baik. Oleh karena itu, penguatan pola kolaborasi melalui program pembinaan bagi wali santri serta pengembangan sistem monitoring yang lebih terpadu menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan.
HUBUNGAN ANTARA LITERASI SAINS DENGAN SIKAP ILMIAH SISWA SEKOLAH DASAR KELAS V DI GUGUS KALASAN Azahro, Putri Nur; Sari, Nurratri Kurnia
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10299

Abstract

This study aims to determine the relationship between science literacy and scientific attitudes among fifth-grade elementary school students in the Kalasan Cluster, Bendosari Subdistrict, Sukoharjo Regency. The low level of students’ science literacy, as indicated by the results of preliminary observations, served as the rationale for conducting this study. A quantitative correlational approach was used, employing a cluster random sampling technique. The research sample consisted of 24 students from two schools. Data were collected through multiple-choice tests and Likert-scale questionnaires. The instruments were tested for validity and reliability, yielding a Cronbach’s Alpha value of 0.898. A normality test using the Shapiro-Wilk test indicated that both variables were normally distributed. Hypothesis testing was conducted using the Pearson Product-Moment correlation technique with the assistance of IBM SPSS Statistics 25. The results showed a correlation coefficient of 0.940 with a significance level of 0.000 (p < 0.05), indicating a positive and very strong relationship between students’ science literacy and scientific attitudes. The higher the students’ level of science literacy, the better their scientific attitudes; this finding confirms that science literacy and scientific attitudes need to be developed simultaneously through active, contextual, and student-centered learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi sains dengan sikap ilmiah siswa kelas V SD di Gugus Kalasan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Rendahnya kemampuan literasi sains siswa yang ditunjukkan melalui hasil observasi awal menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian ini. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik cluster random sampling. Sampel penelitian berjumlah 24 siswa yang berasal dari dua sekolah. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda dan angket skala Likert. Instrumen telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,898. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan kedua variabel berdistribusi normal. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan teknik korelasi Pearson Product-Moment dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,940 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif dan sangat kuat antara literasi sains dan sikap ilmiah siswa. Semakin tinggi tingkat literasi sains siswa, semakin baik pula sikap ilmiahnya, temuan ini menegaskan bahwa literasi sains dan sikap ilmiah perlu dikembangkan secara bersamaan melalui pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa.
PENGEMBANGAN LKPD MATEMATIKA BERBASIS ETNOMATEMATIKA RUMAH ADAT BUMI SERENTAK BAK REGAM PADA MATERI GARIS DAN SUDUT DI KELAS V SD Ananta, Viola; Sastrawati, Eka; Putri, Andi Gusmaulia Eka
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10313

Abstract

Mathematics learning in elementary schools still faces challenges in students’ understanding of abstract concepts, particularly in lines and angles, which are not yet supported by contextual teaching materials based on local culture. Moreover, the development of ethnomathematics-based worksheets remains limited, resulting in a gap between mathematical concepts and students’ real-life experiences. This study aimed to develop and evaluate the feasibility of an ethnomathematics-based mathematics worksheet using the context of the Bumi Serentak Bak Regam traditional house for fifth-grade students. This study employed a Research and Development method using the ADDIE model, consisting of the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through validation questionnaires from material, pedagogical, and language experts, as well as response questionnaires from teachers and students. The results showed that the developed worksheet achieved a very high level of validity, with average scores of 4.7 from material experts, 4.7 from pedagogical experts, and 4.9 from language experts. The practicality test results indicated an average score of 5 from teachers and 4.69 from students, both categorized as very practical. These findings indicate that integrating ethnomathematics into learning materials is not only feasible but also has the potential to enhance conceptual understanding through culturally contextual learning. The implication of this study suggests that local culture-based teaching materials can serve as an effective strategy to improve mathematics learning quality while strengthening students’ cultural identity. ABSTRAK Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan rendahnya pemahaman konsep abstrak, khususnya pada materi garis dan sudut, yang belum didukung oleh bahan ajar kontekstual berbasis budaya lokal. Selain itu, pengembangan LKPD yang mengintegrasikan etnomatematika masih terbatas, sehingga belum optimal dalam menjembatani konsep matematika dengan pengalaman nyata peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan LKPD matematika berbasis etnomatematika dengan konteks Rumah Adat Bumi Serentak Bak Regam pada materi garis dan sudut kelas V SD. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Instrumen penelitian berupa angket validasi ahli materi, pedagogis, dan bahasa, serta angket respon guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi dengan skor rata-rata ahli materi 4,7, ahli pedagogis 4,7, dan ahli bahasa 4,9. Uji kepraktisan menunjukkan skor rata-rata 5 dari guru dan 4,69 dari siswa, yang termasuk kategori sangat praktis. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi etnomatematika dalam LKPD tidak hanya layak digunakan, tetapi juga berpotensi meningkatkan pemahaman konsep melalui pendekatan kontekstual berbasis budaya. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika sekaligus memperkuat identitas budaya peserta didik.
SINERGI KEARIFAN LOKAL DAN PETA DIGITAL DALAM KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI: STUDI KASUS BIOHERITAGE SCHOOL MAPPING DI SEKOLAH ADIWIYATA Septiani, Rika; Rachmawati , Fadhilah; Supriyadi , Yusuf
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10314

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the Bioheritage School Mapping project in enhancing students’ environmental literacy and conservation awareness at SMA Negeri 1 Kebun Tebu as an Adiwiyata School. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, focusing on the stages of project implementation, including planning, data collection, digital mapping using Google My Maps, and collaboration among students. The project also integrates local wisdom values with environmental education practices. The findings reveal that the implementation of Bioheritage School Mapping significantly improves students’ understanding of plant diversity within the school environment and strengthens their awareness of conservation practices. Students demonstrate increased engagement, responsibility, and collaboration during the learning process. In addition, the use of digital tools supports interactive and contextual learning experiences, making the learning process more meaningful and relevant. These findings imply that project-based environmental learning supported by digital mapping technology can serve as an effective strategy to foster environmental literacy, promote conservation awareness, and develop students’ active participation in sustainable practices within the Adiwiyata framework. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas proyek Bioheritage School Mapping dalam meningkatkan literasi lingkungan dan kesadaran konservasi siswa di SMA Negeri 1 Kebun Tebu sebagai Sekolah Adiwiyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan fokus pada tahapan implementasi proyek, meliputi perencanaan, pengumpulan data, pemetaan digital menggunakan Google My Maps, serta kolaborasi antar siswa. Proyek ini juga mengintegrasikan nilai kearifan lokal dengan praktik pendidikan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Bioheritage School Mapping mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap keanekaragaman tumbuhan di lingkungan sekolah serta memperkuat kesadaran terhadap pentingnya konservasi. Siswa menunjukkan peningkatan keterlibatan, tanggung jawab, dan kerja sama selama proses pembelajaran. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital mendukung terciptanya pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan bermakna. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pembelajaran berbasis proyek yang didukung teknologi pemetaan digital efektif dalam mengembangkan literasi lingkungan, menumbuhkan kesadaran konservasi, serta mendorong partisipasi aktif siswa dalam praktik berkelanjutan dalam kerangka Sekolah Adiwiyata.
IMPLEMENTASI METODE SOROGAN DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SANTRI TERHADAP KITAB KUNING: PERSPEKTIF TEORI SOSIOKULTURAL VYGOTSKY Nikmah, Anisa Khoirun; Jaenullah, Jaenullah; Hayati, Rina Mida
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10323

Abstract

Learning classical Islamic texts at Tri Bhakti Attaqwa Islamic Boarding School still faces various challenges, particularly in students’ ability to read unvowelled Arabic texts and understand the content independently. Differences in students’ basic abilities also become obstacles in the learning process. This study aims to analyze the implementation of the sorogan method in improving students’ understanding of classical Islamic texts from the perspective of Lev S. Vygotsky’s sociocultural theory. This research employed a qualitative approach with a case study design. The research subjects consisted of female teachers and students participating in sorogan learning activities. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing using triangulation techniques to ensure data validity. The findings indicate that the sorogan method effectively improves students’ ability to read, translate, and understand classical Islamic texts gradually. The learning process reflects the concepts of zone of proximal development (ZPD) and scaffolding, where students develop through direct and gradual guidance from teachers. In addition to improving cognitive abilities, the sorogan method also fosters students’ independence, discipline, and responsibility in learning. Therefore, the sorogan method remains relevant as an effective learning approach for classical Islamic texts in line with modern developmental learning theory. ABSTRAK Pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Tri Bhakti Attaqwa masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam kemampuan santri membaca teks Arab tanpa harakat dan memahami isi kitab secara mandiri. Perbedaan kemampuan dasar antar santri juga menjadi kendala dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode sorogan dalam meningkatkan pemahaman santri terhadap kitab kuning berdasarkan perspektif teori sosiokultural Lev S. Vygotsky. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas ustadzah dan santri yang mengikuti kegiatan sorogan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sorogan efektif dalam meningkatkan kemampuan santri membaca, menerjemahkan, dan memahami isi kitab kuning secara bertahap. Proses pembelajaran mencerminkan konsep zone of proximal development (ZPD) dan scaffolding, di mana santri berkembang melalui bimbingan langsung dan bertahap dari ustadzah. Selain meningkatkan kemampuan kognitif, metode sorogan juga membentuk kemandirian, disiplin, dan tanggung jawab santri dalam belajar. Dengan demikian, metode sorogan tetap relevan sebagai metode pembelajaran kitab kuning yang sesuai dengan perspektif teori perkembangan modern.
PENGGUNAAN MEDIA KARTU DOMINO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SD PADA PELAJARAN MATEMATIKA Fauziah, Aisyah Yuliana; Amrulloh, Hanif; Aisyah, Nurul
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10327

Abstract

This study was motivated by the low mathematics learning outcomes of third-grade students at MI Ma’arif 18 Trimurjo, where only 50% of students achieved the Minimum Mastery Criteria (KKTP) ≥70. This issue was caused by conventional teaching practices and the limited use of innovative instructional media. The purpose of this study was to examine the use of domino card media in mathematics instruction and to analyze the improvement in students’ learning outcomes after its implementation. This study employed a Classroom Action Research (CAR) approach using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 20 students. Data were collected through observation, tests, interviews, and documentation, and analyzed using both quantitative and qualitative techniques. The results indicated a significant improvement in students’ learning outcomes, increasing from 40% in the pre-cycle to 60% in Cycle I, and reaching 85% in Cycle II, thereby meeting the success criteria. It can be concluded that domino card media is effective in improving students’ mathematics learning outcomes, particularly in multiplication material. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika peserta didik kelas III MI Ma’arif 18 Trimurjo, di mana hanya 40% siswa yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) ≥70. Permasalahan tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media kartu domino dalam pembelajaran matematika serta menganalisis peningkatan hasil belajar peserta didik setelah penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa, yaitu dari 40% pada pra-siklus, meningkat menjadi 60% pada Siklus I, dan mencapai 85% pada Siklus II sehingga telah memenuhi indikator keberhasilan. . Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media kartu domino efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi perkalian.
PENGEMBANGAN MEDIA JAM MANIPULATIF BERBASIS FUN LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIKA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR Fernanda, Veronicha; Mahmudah, Masrurotul; Laili, Nur
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10329

Abstract

This study was motivated by the low level of understanding among second-grade students at SD Negeri 1 Banarjoyo regarding time measurement material due to the use of conventional teaching methods and the lack of engaging and concrete learning media. This study aimed to develop a manipulative clock media based on fun learning and to determine its feasibility and effectiveness in improving students’ mathematical understanding. The research method used was Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which consists of the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects of this study were second-grade students of SD Negeri 1 Banarjoyo. Data collection techniques included observation, interviews, validation questionnaires, and learning outcome tests. The results showed that the developed media obtained a validation score of 3.80 from media experts and 3.72 from material experts, both categorized as highly valid. In addition, the media was declared effective based on the improvement in students’ learning outcomes, where the average pretest score of 65.20 increased to 84.01 in the posttest, with a learning mastery level reaching 80%. These results indicate that the manipulative clock media based on fun learning can help students understand time measurement concepts in a more concrete, interactive, and enjoyable way. Therefore, the developed media is feasible to be used as an innovative alternative in mathematics learning at the elementary school level. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa kelas II SD Negeri 1 Banarjoyo terhadap materi pengukuran waktu akibat penggunaan metode pembelajaran yang masih konvensional serta kurangnya media pembelajaran yang menarik dan konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media jam manipulatif berbasis fun learning serta mengetahui kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman matematika siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian adalah siswa kelas II SD Negeri 1 Banarjoyo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket validasi, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh skor validasi ahli media sebesar 3,80 dan validasi ahli materi sebesar 3,72 dengan kategori sangat valid. Selain itu, media dinyatakan efektif berdasarkan peningkatan hasil belajar siswa, yaitu nilai rata-rata pretest sebesar 65,20 meningkat menjadi 84,01 pada posttest dengan tingkat ketuntasan belajar mencapai 80%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media jam manipulatif berbasis fun learning mampu membantu siswa memahami konsep pengukuran waktu secara lebih konkret, interaktif, dan menyenangkan. Dengan demikian, media yang dikembangkan layak digunakan sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.