cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 340 Documents
ANALISIS PERAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA MELALUI PEMBELAJARAN IPS SD ERA GLOBALISASI UNTUK MEWUJUDKAN SDGS4 Febrianto, Priyono Tri; Agustin, Putri Prihandini; Widayanti , Hesti Wahyu; Kamilah , Mahsa; Ramadhani , Nanda Octavia
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10118

Abstract

The era of globalization presents complex challenges for the identity formation of elementary school students due to the rapid flow of unfiltered information. The main focus of this study is to analyze the strategic role of teachers in instilling character values ​​through Social Studies (IPS) learning to support the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) 4 concerning quality education. This study used a literature study method by reviewing thirteen selected scientific sources from the period 2020 to 2026. The research stages included determining the focus of the study, searching for reputable national journal articles, in-depth content analysis, and synthesizing the results in the form of descriptive-analytical narratives. The research findings indicate that teachers have a vital function as role models, motivators, and facilitators in internalizing the values ​​of honesty, discipline, responsibility, and social awareness in students. The implementation of IPS learning strategies based on a contextual approach and the integration of local wisdom has proven highly effective in strengthening students' personalities from an early age. However, significant obstacles were found in the form of low synergy between schools and parents and teachers' limited understanding of the holistic concept of character. The main conclusion emphasizes that optimizing the role of teachers through pedagogical innovation in social studies classes is a crucial tool for producing an intellectually intelligent and morally resilient generation. Cross-sector synergy is essential to ensure national education can sustainably face the dynamics of the global era for the nation's progress. ABSTRAK Era globalisasi menghadirkan tantangan kompleks bagi pembentukan identitas siswa sekolah dasar akibat derasnya arus informasi yang tidak tersaring. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis peran strategis guru dalam menanamkan nilai karakter melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) 4 mengenai pendidikan berkualitas. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan meninjau tiga belas sumber ilmiah terpilih dari periode 2020 hingga 2026. Tahapan penelitian meliputi penetapan fokus kajian, penelusuran artikel jurnal nasional bereputasi, analisis konten secara mendalam, serta sintesis hasil dalam bentuk narasi deskriptif-analitis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki fungsi vital sebagai teladan, motivator, sekaligus fasilitator dalam menginternalisasi nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial siswa. Implementasi strategi pembelajaran IPS yang berbasis pada pendekatan kontekstual dan integrasi kearifan lokal terbukti sangat efektif dalam memperkuat kepribadian siswa sejak usia dini. Meskipun demikian, ditemukan kendala signifikan berupa rendahnya sinergi antara pihak sekolah dengan orang tua serta terbatasnya pemahaman guru mengenai konsep karakter yang holistik. Simpulan utama menegaskan bahwa optimalisasi peran guru melalui inovasi pedagogis di kelas IPS merupakan instrumen krusial untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan tangguh secara moral. Sinergitas lintas sektor sangat diperlukan untuk memastikan pendidikan nasional mampu menghadapi dinamika zaman global secara berkelanjutan bagi kemajuan bangsa.  
PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DAN FASILITAS SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMK Tiwow, Gilly Marlya; Pudi, Intan Christina; Ranti, Devyano V.F.
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10124

Abstract

ABSTRACT Students’ learning outcomes represent an important indicator in assessing the success of the educational process, which is influenced by various factors, particularly teachers’ competence and the availability of school facilities. This study aims to analyze the effect of teachers’ professional competence and school facilities on students’ learning outcomes at SMK Negeri 1 Bolaang. The research employed a quantitative approach using a survey method with an explanatory research design that emphasizes testing causal relationships among variables. Data were collected through observation, questionnaires, and documentation involving 125 students as respondents. The research instruments were tested for validity and reliability to ensure the accuracy and consistency of the data obtained. Data analysis was conducted using regression techniques to examine both partial and simultaneous effects of the variables. The results indicate that teachers’ professional competence and school facilities individually have a positive and significant effect on students’ learning outcomes (p < 0.05), with a coefficient of determination (R²) of 0.798. Furthermore, both variables simultaneously have a significant effect on learning outcomes, as indicated by an F-value of 107.023, which exceeds the F-table value. The significance level of < 0.05 suggests that teachers’ professional competence and school facilities are key determinants in improving students’ learning outcomes. Therefore, enhancing teachers’ professional competence supported by adequate school facilities is an effective strategy to improve the quality of learning and students’ academic achievement. ABSTRAK Hasil belajar siswa merupakan indikator penting dalam menilai tingkat keberhasilan proses pendidikan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama kompetensi guru dan ketersediaan fasilitas sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi profesional guru serta fasilitas sekolah terhadap hasil belajar siswa di SMK Negeri 1 Bolaang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan desain explanatory research yang menekankan pada pengujian hubungan kausal antarvariabel. Data dikumpulkan melalui observasi, penyebaran angket, dan dokumentasi dengan melibatkan 125 siswa sebagai responden. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas guna memastikan akurasi serta konsistensi data yang diperoleh. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi untuk menguji pengaruh variabel baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru dan fasilitas sekolah secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa (p < 0,05), dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,798. Selain itu, secara simultan kedua variabel juga berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar, yang ditunjukkan oleh nilai F-hitung sebesar 107,023 yang lebih tinggi dibandingkan F-tabel. Nilai signifikansi < 0,05 mengindikasikan bahwa kompetensi profesional guru dan fasilitas sekolah merupakan faktor determinan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi profesional guru yang didukung oleh penyediaan fasilitas sekolah yang memadai menjadi strategi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA PADA MATA PELAJARAN TATA RIAS WAJAH Widyastuti, Vivi; Maghfiroh, Anik; Ihsani, Ade Novi Nurul; Tumangger, Mia Hafizah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10127

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low level of student participation and activeness in the learning process, particularly in the Facial Makeup subject in Class X Beauty 1 at SMK Negeri 6 Semarang. This condition indicates the need for an instructional model that can enhance students’ active engagement. Therefore, this study aims to optimize student activeness through the implementation of the cooperative learning model of the Student Teams Achievement Division (STAD) type. This research employed a Classroom Action Research (CAR) approach conducted in the 2025/2026 academic year, involving students of Class X Beauty 1 as the research subjects. The research procedure was carried out in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. Data collection techniques included observation sheets of student activeness, interviews, and documentation. The results showed a gradual improvement in student activeness, increasing from an initial condition of 50% to 80% in Cycle I, and reaching 87.25% in Cycle II. Thus, it can be concluded that the implementation of the STAD learning model is effective in improving students’ activeness in the Facial Makeup learning process. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Tata Rias Wajah di kelas X Kecantikan 1 SMK Negeri 6 Semarang. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi keaktifan siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada tahun ajaran 2025/2026 dengan subjek penelitian siswa kelas X Kecantikan 1. Prosedur penelitian dilakukan dalam dua siklus, yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi keaktifan siswa, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan siswa secara bertahap, yaitu dari kondisi awal sebesar 50%, meningkat menjadi 80% pada siklus I, dan mencapai 87,25% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran Tata Rias Wajah.
PENANAMAN ADAB SANTRI DALAM PENDIDIKAN ISLAM: PROBLEMATIKA DAN UPAYA IMPLEMENTASI DI KUTTAB DARUL ULUM SERANG SUMBEREJO Kurnia, Rifka; Setiawan, Rahmat
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10153

Abstract

This study aims to analyze the problems in instilling moral values (adab) among students at Kuttab Darul Ulum and the efforts made to address them. This research employed a qualitative approach using interviews with the school principal as the primary data source. The findings indicate that the cultivation of adab is the main focus of the educational process, aiming to develop students who are polite and well-mannered, particularly in their interactions with parents, teachers, and peers. The implementation is carried out through habituation, the application of standard operating procedures (SOP), and continuous guidance for students. However, several challenges were identified in the implementation process, including the lack of optimal role modeling by some teachers, the influence of family environments, and the impact of technological developments such as the use of gadgets and social media. To address these issues, the school has taken various measures, including providing educational guidance for teachers and establishing collaboration with parents through parenting programs. Although the effectiveness of these programs has not yet reached optimal levels, the findings show positive responses from parents regarding improvements in children’s behavior. This study concludes that the cultivation of adab requires collaboration among schools, teachers, and parents, as well as consistent and continuous efforts. Therefore, strengthening teacher role modeling, supervising the use of technology, and developing innovative learning strategies are necessary to improve the quality of moral education in the future. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika penanaman adab santri di Kuttab Darul Ulum serta upaya yang dilakukan dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dengan kepala sekolah sebagai sumber utama data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman adab menjadi fokus utama dalam proses pendidikan, dengan tujuan membentuk santri yang sopan dan beradab, khususnya kepada orang tua, guru, dan sesama teman. Implementasi dilakukan melalui pembiasaan, penerapan aturan (SOP), serta pembinaan terhadap santri. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala, di antaranya kurang optimalnya keteladanan pengajar, pengaruh lingkungan keluarga, serta dampak perkembangan teknologi seperti penggunaan gadget dan media sosial. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihak sekolah melakukan berbagai upaya, seperti memberikan edukasi kepada guru dan menjalin kerja sama dengan orang tua melalui kegiatan parenting. Meskipun efektivitas program belum maksimal, hasil penelitian menunjukkan adanya respons positif dari wali santri terhadap perubahan perilaku anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanaman adab memerlukan kerja sama antara sekolah, guru, dan orang tua serta dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan keteladanan pendidik, pengawasan penggunaan teknologi, serta inovasi dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas penanaman adab di masa mendatang.
PENGARUH DOMINATING SET PADA PEMBENTUKAN KELOMPOK MODEL PEMBELAJARAN PEER TEACHING Mahmudah, Muhlisatul; Irawati, Tri Novita; Magfiroh, Hilaliatul
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10189

Abstract

Peer teaching is a method that involves active interaction among students to enhance conceptual understanding and social skills. However, challenges in group formation often hinder the effectiveness of this method. This study aims to analyze the influence of applying the concept of a dominating set in graph theory on group formation within a peer teaching model. Using a quantitative approach, this study was conducted at SMK 01 Diponegoro Wuluhan in class X AKL III, consisting of 35 students. Students were grouped based on cognitive diagnostic assessments, with those demonstrating high understanding designated as the dominating set to guide the other group members. Data were collected through cognitive diagnostic assessment tests, observations, and questionnaires on learning success rates. The results of the paired t-test showed a calculated t-value of -12.861 with a significance level (2-tailed) of 0.000 (< 0.05), indicating a significant difference between Phase 1 and Phase 2. The application of this concept not only enhances learning effectiveness but also helps optimize interaction and collaboration among students. Thus, this study concludes that the use of graph theory, particularly the dominating set, can serve as an effective strategy in forming peer-teaching learning groups. ABSTRAK Pembelajaran peer teaching merupakan metode yang melibatkan interaksi aktif antara siswa untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan sosial. Namun, tantangan dalam pembentukan kelompok sering kali menghambat efektivitas metode ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan konsep dominating set dalam teori graf terhadap pembentukan kelompok dalam model pembelajaran peer teaching. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini dilakukan di SMK 01 Diponegoro Wuluhan pada kelas X AKL III yang terdiri dari 35 siswa. Siswa dilatih berdasarkan asesmen diagnostik kognitif, dengan siswa yang memiliki pemahaman tinggi ditetapkan sebagai dominating set yang mendominasi untuk memandu anggota kelompok lainnya. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar asesmen diagnostik kognitif, observasi, serta angket tingkat keberhasilan pembelajaran. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai t hitung sebesar -12,861 dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara fase 1 dan fase 2. Penerapan konsep ini tidak hanya meningkatkan efektivitas pembelajaran, tetapi juga membantu mengoptimalkan interaksi dan kolaborasi antar siswa. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan teori graf, khususnya dominating set, dapat menjadi strategi yang efektif dalam pembentukan kelompok belajar peer teaching.
ANALISIS KEMAMPUAN KLASIFIKASI DAN POLA MATEMATIS ANAK MELALUI PERMAINAN MANIPULATIF ANAK USIA 5-6 TAHUN Pattipeiluhu, Krislina; Tasijawa, Riski; Insyur, Alberthina
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10216

Abstract

This study aims to provide an in-depth description of how manipulative play is utilized to enhance the classification skills and mathematical pattern abilities of children aged 5–6 years at PAUD Bintang Harapan Arso. Using a qualitative descriptive approach with a case study design, the research involved eight children and four teachers as participants. Data were collected through direct observations of classroom activities, interviews with teachers regarding instructional strategies, and documentation in the form of field notes and children’s work samples. These data were then analyzed systematically through the processes of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that children’s engagement with manipulative play creates concrete, interactive, and enjoyable learning experiences that support their ability to group objects based on characteristics such as color, shape, and size, as well as recognize and extend simple mathematical patterns. In addition, children demonstrated increased activeness and enthusiasm throughout the learning process, indicating that manipulative materials contribute not only to cognitive development but also to learning motivation. Overall, the study suggests that manipulative play serves as an effective instructional strategy for strengthening foundational mathematical concepts among young children. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pemanfaatan permainan manipulatif dalam mendukung perkembangan kemampuan klasifikasi serta pola matematis pada anak usia 5–6 tahun di PAUD Bintang Harapan Arso melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan delapan anak dan empat guru sebagai partisipan, di mana data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap aktivitas pembelajaran, wawancara dengan guru terkait strategi yang digunakan, serta dokumentasi berupa catatan dan hasil kegiatan anak, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis; hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan anak dalam permainan manipulatif mampu menghadirkan pengalaman belajar yang konkret, interaktif, dan menyenangkan sehingga membantu mereka dalam mengelompokkan objek berdasarkan karakteristik seperti warna, bentuk, dan ukuran, sekaligus memahami serta melanjutkan pola sederhana secara lebih mudah, selain itu anak juga menunjukkan peningkatan keaktifan dan antusiasme selama proses pembelajaran berlangsung, yang mengindikasikan bahwa penggunaan media berbasis permainan tidak hanya berdampak pada aspek kognitif tetapi juga pada motivasi belajar anak, sehingga secara keseluruhan permainan manipulatif dapat dipandang sebagai salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam memperkuat dasar kemampuan matematika anak usia dini.
PENGARUH INTERAKSI ANTARA PROJECT BASED LEARNING DAN DIRECT INSTRUKSIONAL SERTA GAYA KOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA Yudiernawati, Atti; Wahyuni, Tavip Dwi; Suryani, Pudji
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10241

Abstract

ABSTRACT Problem-solving ability is a fundamental competency that university students must possess to meet the demands of analysis and decision-making in professional contexts. The development of this ability is influenced not only by the learning strategies applied but also by individual cognitive characteristics. This study aims to examine the effects and interaction between Project Based Learning and Direct Instruction models and students’ cognitive styles on problem-solving ability. The research employed a quasi-experimental approach with a 2×2 factorial design involving 87 students from the Health Promotion Study Program. Cognitive styles were classified into field independent and field dependent using the Group Embedded Figure Test, while problem-solving ability was assessed through scenario-based tests. The data were analyzed using two-way ANOVA. The findings indicate that students taught using Project Based Learning demonstrated higher problem-solving ability compared to those taught using Direct Instruction. In addition, students with a field independent cognitive style performed better than those with a field dependent style. Further analysis revealed a significant interaction between learning models and cognitive styles. These findings suggest that the effectiveness of learning strategies in enhancing problem-solving ability depends on the alignment between instructional approaches and students’ cognitive characteristics. ABSTRAK Kemampuan pemecahan masalah menjadi kompetensi esensial bagi mahasiswa dalam menghadapi tuntutan analisis dan pengambilan keputusan di dunia profesional. Pengembangan kemampuan ini tidak hanya dipengaruhi oleh strategi pembelajaran yang digunakan, tetapi juga oleh karakteristik kognitif individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh serta interaksi antara model pembelajaran Project Based Learning dan Direct Instruction dengan gaya kognitif mahasiswa terhadap kemampuan pemecahan masalah. Penelitian menggunakan pendekatan quasi-experimental dengan rancangan faktorial 2×2 yang melibatkan 87 mahasiswa Program Studi Promosi Kesehatan. Gaya kognitif diklasifikasikan menjadi field independent dan field dependent menggunakan Group Embedded Figure Test, sedangkan kemampuan pemecahan masalah diukur melalui tes berbasis skenario. Data dianalisis menggunakan two-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengikuti Project Based Learning memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih tinggi dibandingkan dengan Direct Instruction. Selain itu, mahasiswa dengan gaya kognitif field independent menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan field dependent. Analisis lebih lanjut mengungkap adanya interaksi signifikan antara model pembelajaran dan gaya kognitif. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah bergantung pada kesesuaian antara strategi pembelajaran dan karakteristik kognitif mahasiswa.
PENGUATAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL: TANTANGAN DAN STRATEGI ADAPTIF Syihab, Najwa Aulia; Musthofa, Abdul Aziz Al; Nurmaharani, Nindika; Oktaviani, Olivia; Khayaty, Lyna Nur; Widiani, Desti
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.10244

Abstract

ABSTRACT The advancement of digital technology has driven fundamental changes in learning practices and requires Islamic Religious Education (PAI) teachers to adapt their professionalism to these evolving dynamics. This study aims to comprehensively examine the various challenges faced by PAI teachers in maintaining and developing their professionalism amid digital transformation. The research employs a qualitative approach with a library research design through the processes of literature searching, selection, and analysis of relevant scholarly sources. Data were analyzed using content analysis techniques to identify patterns, themes, and relationships among findings in the literature. The results reveal four main aspects influencing the professionalism of PAI teachers: the strengthening of teacher competencies, digital literacy, the integration of technology in learning, and challenges in adapting to educational changes. The findings indicate that the major obstacles include limited digital skills, lack of access to continuous professional training, the complexity of curriculum demands, and unequal availability of educational infrastructure. In addition, the misalignment between educational policies and their implementation at the school level further hinders the optimal development of teacher professionalism. Overall, the professionalism of PAI teachers in the digital era can be understood as a multidimensional construct that requires the integration of pedagogical competence, subject-matter mastery, and technological skills simultaneously. These findings emphasize that strengthening teacher professionalism cannot be carried out partially, but must be pursued through a systematic and sustainable approach. This study contributes conceptually to understanding the dynamics of PAI teacher professionalism and provides a foundation for future empirical research in broader educational contexts. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan mendasar dalam praktik pembelajaran dan menuntut guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk menyesuaikan profesionalismenya dengan dinamika tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif berbagai tantangan yang dihadapi guru PAI dalam mempertahankan dan mengembangkan profesionalisme di tengah transformasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain library research melalui penelusuran, seleksi, dan analisis terhadap sumber-sumber ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi pola, tema, dan keterkaitan antar temuan dalam literatur. Hasil penelitian mengidentifikasi empat aspek utama yang memengaruhi profesionalisme guru PAI, yaitu penguatan kompetensi guru, literasi digital, integrasi teknologi dalam pembelajaran, serta tantangan adaptasi terhadap perubahan pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa kendala utama meliputi keterbatasan kemampuan digital, kurangnya akses pelatihan berkelanjutan, kompleksitas tuntutan kurikulum, serta ketimpangan ketersediaan infrastruktur pendidikan. Selain itu, ketidaksesuaian antara kebijakan pendidikan dan praktik di tingkat sekolah turut memperlemah optimalisasi pengembangan profesionalisme guru. Secara keseluruhan, profesionalisme guru PAI di era digital dapat dipahami sebagai konstruksi multidimensional yang menuntut integrasi antara kompetensi pedagogik, penguasaan materi, dan kemampuan teknologi secara simultan. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan profesionalisme guru tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan melalui pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam memahami dinamika profesionalisme guru PAI serta menjadi dasar bagi pengembangan kajian empiris pada konteks pendidikan yang lebih luas.
PROFESIONALISME GURU DALAM PERSPEKTIF ISLAM: INTEGRASI KOMPETENSI, MORAL-SPIRITUAL, DAN KODE ETIK PROFESI Fatikhah, Bunga Septia Nurul; Nadhifah, Shofiatu; Rofi’ah, Soffy Nur; Ilma, Hani Nafiatul; Fathimah, Yasmin Putri; Widiani, Desti
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.10248

Abstract

ABSTRACT Teacher professionalism in Islamic education cannot be confined to mastery of instructional competencies alone, but also encompasses value-based integrity rooted in Islamic teachings. Previous studies have tended to examine professionalism and codes of ethics separately, resulting in the absence of a unified ethical framework. This study aims to formulate the concept of teacher professionalism from an Islamic perspective while also analyzing the role of ethical codes in shaping professional behavior. The study employs a qualitative approach through library research, utilizing thematic analysis of relevant scholarly literature and Islamic normative sources. The findings indicate that teacher professionalism consists of three main dimensions: academic-pedagogical competence, moral-spiritual integrity, and socio-professional ethics reflected in the consistent application of ethical codes. The code of ethics functions not only as a formal guideline but also as a medium for internalizing values within educational practice. This study proposes an integrative conceptual framework that positions professionalism and ethics as an inseparable unity in Islamic education. The findings highlight the importance of strengthening professional ethics education in developing teachers who are not only competent but also possess strong character and value-oriented dispositions. ABSTRAK Profesionalisme guru dalam pendidikan Islam tidak dapat dibatasi pada penguasaan kompetensi pembelajaran, tetapi juga mencakup integritas nilai yang bersumber dari ajaran Islam. Berbagai kajian sebelumnya cenderung membahas profesionalisme dan kode etik secara terpisah, sehingga belum menghasilkan kerangka etika yang terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep profesionalisme guru dalam perspektif Islam sekaligus mengkaji fungsi kode etik dalam pembentukan perilaku profesional. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui studi pustaka dengan analisis tematik terhadap literatur ilmiah dan sumber normatif Islam yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa profesionalisme guru tersusun atas tiga dimensi utama, yaitu kompetensi akademik-pedagogik, integritas moral-spiritual, dan etika sosial-profesional yang tercermin dalam penerapan kode etik. Kode etik tidak hanya berperan sebagai aturan formal, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini menghasilkan kerangka konseptual integratif yang memposisikan profesionalisme dan etika sebagai satu kesatuan dalam pendidikan Islam. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pendidikan etika profesi dalam pengembangan guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter dan berorientasi pada nilai.
KESENJANGAN PRAKTIK DAN REKONSTRUKSI PAI INKLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Rahmayani, Della; Khoironi, Muhammad Hazib; Hudha, Annisa Sandy; Ibrahim, Syahru Fajar; Hakiman, Hakiman
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.10250

Abstract

ABSTRACT This study is grounded in the persistent mismatch between conceptual frameworks and the actual implementation of Islamic Religious Education (PAI) for students with special needs within inclusive education systems. It aims to identify the nature of this gap while formulating a more responsive learning approach grounded in Islamic values. The research employs a qualitative approach using library research by examining scholarly articles, academic books, and relevant policy documents. Data were analyzed through thematic analysis, involving processes of selection, coding, categorization, and interpretation to uncover key implementation patterns. The findings reveal three main issues: limited teacher competence in managing inclusive learning, suboptimal use of adaptive instructional strategies, and weak collaboration among stakeholders in supporting educational services. Additionally, the tendency toward uniform teaching practices hinders the fulfillment of individual learners’ needs. Based on these findings, the study emphasizes that the development of inclusive PAI requires an integrative learning model that combines differentiated, multisensory, and collaborative approaches within a unified framework. This model is grounded in the principles of justice, equality, and compassion as core values in the learning process. Therefore, the proposed approach is expected to foster more adaptive, humanistic, and sustainable educational practices. ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari masih adanya ketidaksesuaian antara kerangka konseptual dan praktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi anak berkebutuhan khusus dalam sistem pendidikan inklusif. Studi ini bertujuan mengidentifikasi bentuk kesenjangan tersebut sekaligus merumuskan pendekatan pembelajaran yang lebih responsif berbasis nilai keislaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui library research dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, buku akademik, dan dokumen kebijakan yang relevan. Data dianalisis menggunakan thematic analysis melalui proses seleksi, pengodean, pengelompokan, dan penarikan makna untuk menemukan pola utama implementasi.Hasil kajian menunjukkan tiga temuan pokok, yaitu keterbatasan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran inklusif, belum optimalnya penggunaan strategi pembelajaran adaptif, serta lemahnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendukung layanan pendidikan. Selain itu, praktik pembelajaran yang masih cenderung seragam menjadi faktor yang menghambat pemenuhan kebutuhan individual peserta didik. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan PAI inklusif memerlukan model pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan diferensiatif, multisensori, dan kolaboratif dalam satu kerangka yang utuh. Model ini berlandaskan nilai keadilan, kesetaraan, dan kasih sayang sebagai prinsip utama dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pendekatan yang dihasilkan diharapkan mampu mendorong terwujudnya layanan pendidikan yang lebih adaptif, humanis, dan berkelanjutan.