cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 303 Documents
PERAN GURU DALAM MENGINPLEMENTASIKAN TEORI KONTRUKTIVISME UNTUK MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS ANAK USIA DINI DI RA AL KAUTSAR Rusita, Rusita; Rohmani, Abd. Hadi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9841

Abstract

ABSTRACT To ensure that religious values are well internalized in early childhood, the learning process needs to be designed in a balanced manner between knowledge mastery and meaningful learning experiences for children. This study examines the role of teachers in implementing a constructivist approach in the learning process as an effort to foster the development of religious character in early childhood at RA Al Kautsar. The study employed a qualitative approach conducted through field research. Teachers and students were involved as research informants, while data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The data were analyzed qualitatively through several stages, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that teachers play a significant role in implementing constructivist learning by creating a religious learning environment, demonstrating exemplary behavior, and developing communication that reflects religious values. The learning process is carried out through activities involving direct experiences, simple reflections, and habituation of religious practices in children’s daily routines. This approach encourages active student participation in learning, enabling them to develop a more contextual understanding of religious values. Furthermore, the findings indicate that the implementation of constructivist learning contributes to increased understanding of religious values among children, the emergence of a tendency to practice religious behavior, and the development of more consistent religious habits. Overall, the results suggest that the constructivist approach has the potential to serve as an effective alternative learning strategy to support the formation of religious character in early childhood through participatory, contextual, and meaningful learning activities. ABSTRAK Agar nilai religius dapat tertanam dengan baik pada anak usia dini, proses pembelajaran perlu dirancang secara seimbang antara penguasaan materi dan pemberian pengalaman belajar yang bermakna bagi anak. Kajian ini berfokus pada bagaimana guru berperan dalam mengimplementasikan pendekatan konstruktivisme dalam proses pembelajaran sebagai upaya pembentukan karakter religius anak usia dini di RA Al Kautsar. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam bentuk penelitian lapangan. Guru dan peserta didik dilibatkan sebagai informan dalam penelitian ini, sedangkan data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Proses analisis data dilakukan secara kualitatif dengan tahapan yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian ini mengungkapkan bahwa guru berkontribusi besar dalam pelaksanaan pembelajaran konstruktivistik dengan cara membangun lingkungan belajar religius, menampilkan keteladanan perilaku, dan mengembangkan komunikasi yang mencerminkan nilai-nilai keagamaan. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan yang melibatkan pengalaman langsung, refleksi sederhana, serta pembiasaan aktivitas religius dalam kegiatan harian anak. Pendekatan ini mendorong partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran sehingga pemahaman terhadap nilai-nilai agama dapat berkembang secara lebih kontekstual. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran konstruktivistik berkontribusi terhadap meningkatnya pemahaman anak mengenai nilai-nilai agama, munculnya kecenderungan untuk mempraktikkan perilaku religius, serta terbentuknya kebiasaan religius yang lebih konsisten. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan konstruktivisme berpotensi menjadi strategi pembelajaran alternatif yang efektif dalam mendukung pembentukan karakter religius anak usia dini melalui kegiatan belajar yang partisipatif, kontekstual, dan bermakna.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS 6 Rahman, Latip
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9858

Abstract

ABSTRACT Communication skills are regarded as one of the key competencies that need to be developed in 21st-century learning. Mastery of communication skills constitutes an important competency that needs to be strengthened in the learning process in the 21st century. The reality of learning in elementary schools shows that not all students demonstrate active participation, particularly in expressing ideas, engaging in group discussions, and delivering presentations in front of the class. In this study, efforts to improve students’ oral communication skills in Pancasila Education learning were carried out through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model. The research was conducted with sixth-grade students at SD Negeri Cengal IV using the Classroom Action Research (CAR) method with a qualitative approach. The study was implemented through two iterative cycles following the Kemmis and Taggart model, which includes the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. Research data were collected through observation techniques focusing on students’ involvement in discussion and presentation activities during the learning process. The research findings indicate a gradual improvement in students’ oral communication skills in each learning cycle. In the first cycle, students’ communication skills reached 79% in discussion activities and 75% in presentation activities. In the second cycle, these percentages increased to 91.6% in discussions and 87.5% in presentations. The development of students’ oral communication skills in Pancasila Education learning is supported by the implementation of the Problem Based Learning model, which is able to increase students’ participation in discussion and presentation activities. ABSTRAK Penguasaan keterampilan komunikasi merupakan bagian dari kompetensi penting yang perlu diperkuat dalam proses pembelajaran pada abad ke-21. Realitas pembelajaran di sekolah dasar menunjukkan bahwa tidak semua siswa menunjukkan keterlibatan aktif, khususnya dalam mengemukakan gagasan, mengikuti diskusi kelompok, serta melakukan presentasi di depan kelas. Peningkatan keterampilan komunikasi lisan siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam penelitian ini diupayakan melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Pelaksanaan penelitian pada siswa kelas VI di SD Negeri Cengal IV dilakukan melalui metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan penelitian dilakukan melalui dua siklus yang berulang dengan mengikuti model Kemmis dan Taggart, yang mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi dengan fokus pengamatan pada keterlibatan siswa dalam kegiatan diskusi dan presentasi selama pembelajaran berlangsung. Temuan penelitian mengindikasikan adanya peningkatan bertahap pada keterampilan komunikasi lisan siswa di setiap siklus pembelajaran. Sebesar 79% keterampilan komunikasi siswa pada kegiatan diskusi dan 75% pada kegiatan presentasi diperoleh sebagai hasil penelitian pada siklus I. Pada siklus II, persentase tersebut mengalami peningkatan menjadi 91,6% pada diskusi dan 87,5% pada presentasi. Pengembangan keterampilan komunikasi lisan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila didukung oleh penerapan model Problem Based Learning yang mampu meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan diskusi dan presentasi.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MELALUI MEDIA AMPLOP MISTERI PADA MURID KELAS IV SEKOLAH DASAR Reyhani, Delia Putri; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Monoarfa, Fidyawati; Katili, Sukri
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9871

Abstract

ABSTRACT Language learning in elementary schools is closely related to the development of writing skills, one of which is the ability to compose descriptive essays. Field observations indicate that there are still students who are not yet able to develop and express their ideas optimally in written form. A similar condition was also found among fourth-grade students at SDN 1 Batudaa, Gorontalo Regency, where the students’ ability to write descriptive essays has not yet developed optimally. Efforts to improve students’ ability to write descriptive essays therefore became the main focus of this study, which was carried out through the implementation of the Mystery Envelope learning media in the classroom. This study employed a Classroom Action Research (CAR) approach conducted through two cycles of action. Each cycle consisted of the stages of planning, action implementation, observation, and reflection, which aimed to improve the learning process. The research subjects consisted of 20 fourth-grade students. To obtain the research data, the researcher used several data collection techniques, namely observation, interviews, tests, and documentation. The students’ ability to write descriptive essays showed gradual improvement along with the implementation of actions in each research cycle. In Cycle I, the number of students who achieved mastery increased from 4 students (20%) at the first meeting to 10 students (50%) at the second meeting. In Cycle II, the number of students achieving mastery increased from 14 students (70%) at the first meeting to 17 students (85%) at the second meeting. The implementation of the Mystery Envelope media in learning demonstrated positive results, namely an improvement in the ability of fourth-grade students at SDN 1 Batudaa, Gorontalo Regency, to write descriptive essays. ABSTRAK Pembelajaran bahasa di sekolah dasar tidak terlepas dari pengembangan kemampuan menulis, salah satunya melalui keterampilan menyusun karangan deskriptif. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang belum mampu mengembangkan serta menyampaikan gagasan mereka secara optimal dalam bentuk tulisan. Pada siswa kelas IV SDN 1 Batudaa Kabupaten Gorontalo juga ditemukan kondisi yang serupa, yaitu kemampuan menulis karangan deskripsi yang masih belum berkembang secara optimal. Upaya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi menjadi fokus utama dalam penelitian ini, yang dilaksanakan melalui penerapan media Amplop Misteri dalam pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui dua siklus tindakan. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas IV. Untuk memperoleh data penelitian, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, tes, serta dokumentasi. Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi menunjukkan perkembangan yang semakin baik seiring dengan pelaksanaan tindakan pada setiap siklus penelitian. Pelaksanaan Siklus I menunjukkan adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan, dari 4 siswa (20%) pada pertemuan pertama menjadi 10 siswa (50%) pada pertemuan kedua. Pelaksanaan Siklus II memperlihatkan peningkatan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan, yaitu dari 14 siswa (70%) pada pertemuan pertama menjadi 17 siswa (85%) pada pertemuan kedua. Penerapan media Amplop Misteri dalam pembelajaran menunjukkan hasil yang positif, yaitu meningkatnya kemampuan siswa kelas IV SDN 1 Batudaa Kabupaten Gorontalo dalam menulis karangan deskripsi.