cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 303 Documents
ANALISIS KERJA SAMA GURU DAN ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SISWA KELAS IV SD Ningtias, Fadilla Eka Widya; Billah, Akbar Aisya
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9746

Abstract

This study aims to analyze the cooperation between teachers and parents in fostering the social attitudes of fourth-grade students at SDN Durenan 1 Sidorejo Magetan. Basic education emphasizes not only academic achievement but also character building and social attitudes, while preliminary findings indicate that there is still a low level of concern, cooperation, and social sensitivity among students. On the other hand, collaboration between teachers and parents has been ongoing, but it tends to be administrative in nature and has not been directed towards the continuous development of social attitudes. The focus of the research includes the forms of cooperation, the implementation process, the obstacles encountered, and the efforts made to strengthen the development of social attitudes. The research uses a qualitative approach with a case study type. Data were collected through observation, in-depth interviews with the principal, fourth-grade teachers, parents, and students as supporting informants, and school documentation. Subject selection was done purposively. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing with validity testing using source and technique triangulation. The results of the study indicate that cooperation is realized through routine communication, parent-teacher meetings, and coordination in handling student behavior, but is hampered by parents' time constraints and differences in perceptions of guidance patterns. The conclusion of the study confirms that structured, communicative, and sustainable cooperation contributes to. ABSTRAK Kerja sama antara guru dan orang tua merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk karakter disiplin siswa sekolah dasar, terutama pada siswa kelas IV yang berada pada tahap perkembangan pembentukan kebiasaan dan tanggung jawab. Karakter disiplin menjadi fondasi utama dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran dan pembentukan kepribadian siswa secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kerja sama guru dan orang tua, proses pelaksanaannya, serta faktor pendukung dan penghambat dalam membentuk karakter disiplin siswa kelas IV di SDN Durenan 1 Sidorejo Magetan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas IV, orang tua siswa, dan siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama guru dan orang tua diwujudkan melalui komunikasi yang intensif dan berkelanjutan, penyamaan persepsi mengenai aturan dan pembiasaan disiplin, serta pemberian keteladanan baik di sekolah maupun di rumah. Pembentukan karakter disiplin terlihat pada ketepatan waktu, kepatuhan terhadap tata tertib, tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, serta konsistensi perilaku siswa. Faktor pendukung utama dalam kerja sama ini meliputi kesadaran bersama akan pentingnya pendidikan karakter, komitmen guru dan orang tua, serta dukungan lingkungan sekolah. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu orang tua, perbedaan pola asuh, dan kurangnya konsistensi dalam penerapan aturan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerja sama yang efektif antara guru dan orang tua berkontribusi signifikan dalam membentuk karakter disiplin siswa secara berkelanjutan.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI QUR’ANI DALAM KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU DI SDIT Setiyawati, Lina Ari; Suhada, Suhada; Faizin, Hamam
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9747

Abstract

Modern educational leadership in 2026 is often trapped by rigid bureaucracy, ignoring the moral-spiritual aspects of the Quran as a complete guide to life. The gap between formal power orientation and the integrity of the murabbi (leader) is a major problem hindering the substantial development of the teaching profession. This study aims to explore the synergy between managerial practices and prophetic values ​​at SDIT Rafflesia Depok through a mixed-methods sequential exploratory design. The research began with a qualitative phase through participant observation and in-depth interviews with thirty-seven participants, followed by quantitative measurement using a questionnaire instrument with proven reliability. The study findings revealed that the systematic internalization of the qualities of shiddiq (honest), amanah (trustworthy), fathonah (faithful), and tabligh (prophetic) can create policy transparency and a healthy organizational culture. The principal acts as a good example, empowering teachers through the use of smart technology and collective knowledge-sharing sessions. Quantitatively, the management of forty personnel and four hundred and eighty-three students resulted in a highly significant level of parental satisfaction. The main conclusion confirms that the integration of Quranic values ​​into school leadership is not merely a formality, but rather a key driver in building a competitive, holistic educational ecosystem. The prophetic leadership paradigm has proven effective in enhancing the pedagogical competence and moral fortitude of teaching staff amidst the dynamics of massive global change and challenges in today's digital era, enabling them to realize the profile of a noble civilization. ABSTRAK Kepemimpinan pendidikan modern tahun 2026 sering terjebak birokrasi kaku, mengabaikan aspek moral-spiritual Al-Qur'an sebagai pedoman hidup paripurna. Kesenjangan antara orientasi kekuasaan formal dan integritas murabbi menjadi masalah utama yang menghambat pengembangan profesi guru secara substansial. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi sinergi praktik manajerial dengan nilai-nilai kenabian di SDIT Rafflesia Depok melalui metode campuran desain sequential exploratory. Langkah penelitian diawali dengan fase kualitatif melalui observasi partisipatif serta wawancara mendalam terhadap tiga puluh tujuh partisipan, dilanjutkan dengan pengukuran variabel kuantitatif menggunakan instrumen angket yang teruji reliabilitasnya. Temuan studi mengungkapkan bahwa internalisasi sifat shiddiq, amanah, fathonah, dan tabligh secara sistematis mampu menciptakan transparansi kebijakan dan budaya organisasi yang sehat. Kepala sekolah bertindak sebagai uswah hasanah yang memberdayakan guru melalui pemanfaatan teknologi cerdas dan sesi berbagi pengetahuan kolektif. Secara kuantitatif, pengelolaan empat puluh personel terhadap empat ratus delapan puluh tiga siswa menghasilkan tingkat kepuasan orang tua yang sangat signifikan. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi nilai Qur'ani dalam kepemimpinan sekolah bukan sekadar formalitas, melainkan penggerak utama dalam membangun ekosistem pendidikan holistik yang kompetitif. Paradigma prophetic leadership terbukti efektif meningkatkan kompetensi pedagogik serta keteguhan moral staf pengajar di tengah dinamika perubahan global yang masif dan penuh tantangan di era digital saat ini guna mewujudkan profil peradaban luhur.  
INOVASI MEDIA RANTIK RANTAI ANTRE MAGNETIK UNTUK MENGEMBANGKAN ETIKA MENGANTRE ANAK USIA DINI MELALUI BERMAIN Fadhilah, Naela; Dewi, Nufitriani Kartika; Prahesti, Swantyka Ilham; Fauziah, Syifa
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9748

Abstract

Queueing culture is part of social values that need to be habituated from an early age because it relates to children's ability to control themselves, be patient, and respect the rights of others. Based on observations during learning activities at POS PAUD Cempaka, some children still experienced difficulties in applying queueing behavior, such as impatience while waiting for their turn, cutting in line, and minor conflicts with peers. Previous habituation efforts had not produced optimal behavioral changes due to the lack of observable learning media. Therefore, the author developed and implemented Rantik (Magnetic Queue Chain) as an educational play tool to instill queueing culture in early childhood through daily routine activities for one semester. The results showed changes in children's attitudes, including the ability to wait for their turn, follow the queue order, reduced conflicts, and the emergence of initiative to queue without constant reminders from the tutor. Rantik media can be used as a tool to habituate social behavior because it is visual, manipulable, and appropriate to early childhood developmental characteristics. ABSTRAKBudaya antre merupakan bagian dari nilai sosial yang perlu dibiasakan sejak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan anak dalam mengendalikan diri, bersikap sabar, serta menghargai hak orang lain. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan pembelajaran di POS PAUD Cempaka, masih terdapat anak yang mengalami kesulitan dalam menerapkan perilaku antre, seperti tidak sabar menunggu giliran, menyerobot antrean, dan mudah terlibat konflik kecil dengan teman sebaya, sementara upaya pembiasaan yang dilakukan sebelumnya belum memberikan perubahan perilaku yang optimal karena kurang didukung media yang dapat diamati secara langsung oleh anak. Oleh karena itu, penulis mengembangkan dan menerapkan inovasi media Rantik (Rantai Antre Magnetik) sebagai alat permainan edukatif untuk menanamkan budaya antre pada anak usia dini yang diterapkan selama satu semester kepada 49 anak usia 3–6 tahun melalui kegiatan rutin harian. Hasil penerapan menunjukkan adanya perubahan sikap anak, yaitu anak mulai mampu menunggu giliran, mengikuti urutan antrean, berkurangnya konflik antar anak, serta munculnya inisiatif untuk mengantre tanpa harus selalu diingatkan oleh tutor. Media Rantik dapat digunakan sebagai sarana pembiasaan perilaku sosial karena bersifat visual, manipulatif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.  
PENGEMBANGAN MEDIA ROTAR GEBER UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN BENTUK, WARNA, DAN TEKSTUR ANAK USIA DINI Lasmi, Lasmi; Dewi, Nufitriani Kartika; Fauzia, Syifa; Rochmawati, Nur Intan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9749

Abstract

Young children’s ability to recognize shapes, colors, and textures is an important part of cognitive and sensory development that needs to be stimulated through concrete learning experiences. Based on teaching practice at Pos PAUD Cempaka Pemalang, some children still experienced difficulties distinguishing geometric shapes, recognizing colors, and understanding texture differences because learning activities were still conventional and lacked concrete media. This study aimed to develop a learning medium called ROTAR GEBER (Colorful and Textured Geometry Spinning Wheel) and examine its implementation in improving children’s knowledge of shapes, colors, and textures. The method used was a practice-based media development approach involving planning, media creation, implementation, and evaluation stages. The media was made from recycled cardboard modified with colorful geometric shapes and various textures such as flannel fabric and sponge. The results showed that children became more enthusiastic, active, and capable of recognizing shapes, differentiating colors, and understanding textures through play activities using the media. ROTAR GEBER provides concrete, visual, and multisensory learning experiences suitable for early childhood characteristics. Therefore, this media can be an effective alternative innovation for improving young children’s cognitive abilities. ABSTRAK Kemampuan anak usia dini dalam mengenali bentuk, warna, dan tekstur merupakan bagian penting dari perkembangan kognitif dan sensorik yang perlu distimulasi melalui pengalaman belajar yang konkret. Berdasarkan pengalaman praktik pembelajaran di Pos PAUD Cempaka Pemalang, masih ditemukan anak yang mengalami kesulitan dalam membedakan bentuk geometri, mengenali warna, serta memahami perbedaan tekstur karena pembelajaran masih bersifat konvensional dan kurang melibatkan media konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran ROTAR GEBER (Roda Putar Geometri Berwarna dan Bertekstur) serta mengetahui penerapannya dalam meningkatkan pengetahuan anak tentang bentuk, warna, dan tekstur. Metode yang digunakan adalah pengembangan media berbasis praktik pembelajaran dengan tahapan perencanaan, pembuatan media, penerapan, dan evaluasi. Media dibuat dari bahan sederhana berupa kardus bekas yang dimodifikasi dengan bentuk geometri berwarna dan berbagai tekstur seperti kain flanel dan spons. Hasil penerapan menunjukkan bahwa anak lebih antusias, aktif, dan mampu mengenali bentuk, membedakan warna, serta memahami tekstur melalui kegiatan bermain menggunakan media. Media ROTAR GEBER memberikan pengalaman belajar konkret, visual, dan multisensorik yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Dengan demikian, media ini dapat menjadi alternatif inovasi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini.
INOVASI KURIKULUM BERBASIS PROJECT-BASED LEARNING UNTUK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL Athi, Fina Umu Rif; Muna, Nailatul; Dahlia, Dahlia
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9770

Abstract

ABSTRACT The rapid development of digital transformation in education requires curriculum innovations that integrate character development, 21st-century competencies, and the optimal use of technology to enhance the effectiveness of the learning process. This study aims to comprehensively examine the implementation of Project-Based Learning (PjBL)-based curriculum innovation in strengthening the Profil Pelajar Pancasila in the era of digital transformation. This study employed a descriptive qualitative approach conducted at one educational institution that has implemented the Kurikulum Merdeka. The research subjects consisted of teachers, eleventh-grade students, and the school curriculum development team. Data collection was carried out through observation, in-depth interviews, and documentation study. The obtained data were then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing conducted interactively. The findings indicate that PjBL-based curriculum innovation promotes a more participatory, collaborative, and contextual learning process. The integration of digital technology in project-based activities contributes to the improvement of students’ digital literacy, creativity, and problem-solving skills. The strengthening of critical thinking, creativity, collaboration (gotong royong), independence, and moral responsibility is reflected in students’ active engagement throughout each stage of the project. However, the implementation of PjBL still faces several challenges, including limited instructional time, teachers’ readiness in designing authentic projects, and variations in students’ levels of digital literacy. This study concludes that Project-Based Learning-based curriculum innovation represents a relevant strategy for strengthening character development and integrating 21st-century competencies in the context of ongoing digital transformation. ABSTRAK Perkembangan transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut inovasi kurikulum yang mampu mengintegrasikan penguatan karakter, kompetensi abad ke-21, serta optimalisasi teknologi dalam mendukung efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif penerapan inovasi kurikulum berbasis Project-Based Learning (PjBL) dalam memperkuat Profil Pelajar Pancasila pada era transformasi digital. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan pada salah satu lembaga pendidikan yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Subjek penelitian meliputi guru, peserta didik kelas XI, serta tim pengembang kurikulum sekolah. Pengumpulan data dilaksanakan melalui kegiatan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang dilakukan secara interaktif. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa inovasi kurikulum berbasis PjBL dapat mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih partisipatif, kolaboratif, dan kontekstual. Pengintegrasian teknologi digital dalam kegiatan proyek pembelajaran berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan literasi digital, kreativitas, serta keterampilan pemecahan masalah peserta didik. Penguatan dimensi bernalar kritis, kreatif, gotong royong, mandiri, serta tanggung jawab moral terlihat melalui keterlibatan aktif siswa dalam setiap tahapan proyek. Namun demikian, pelaksanaan PjBL masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan waktu pembelajaran, kesiapan guru dalam merancang proyek yang autentik, serta perbedaan tingkat literasi digital di kalangan siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi kurikulum berbasis Project-Based Learning merupakan strategi yang relevan dalam memperkuat karakter dan kompetensi abad ke-21 secara terpadu di tengah dinamika transformasi digital.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INKUIRI PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA DI UPTD SMP NEGERI 4 GUNUNG SITOLI SELATAN Laia, Aldin Putra Jaya; Zega, Novelina Andriani; Waruwu, Toroziduhu; Gulo, Hardikupatu
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9773

Abstract

teaching materials that have not yet encouraged students to think critically and solve problems independently in science learning at UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli Selatan. This condition indicates the need for more innovative teaching materials that promote active student involvement in the learning process. This study aims to develop an inquiry-based module on the topic of the human circulatory system for eighth-grade junior high school students and to determine its feasibility, practicality, and effectiveness. The study employed a research and development method using the 4-D model consisting of define, design, develop, and disseminate stages. Data were collected through expert validation, student response questionnaires, and learning outcome tests. The results showed that the developed module obtained a very high level of validity from experts, a very high level of practicality based on student trials, and an effectiveness level that indicated improvement in student learning outcomes. These findings indicate that the inquiry-based module can support more active learning and help students better understand the concept of the human circulatory system. Therefore, the developed inquiry-based module is considered feasible, practical, and effective to be used as a teaching material in science learning for eighth-grade junior high school students. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan bahan ajar yang belum mampu mendorong peserta didik berpikir kritis dan memecahkan masalah secara mandiri pada pembelajaran IPA di UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli Selatan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan bahan ajar yang lebih inovatif dan berorientasi pada keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis inkuiri pada materi sistem peredaran darah manusia kelas VIII SMP serta mengetahui tingkat kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Pengumpulan data dilakukan melalui validasi ahli, respons peserta didik, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas sangat layak dari para ahli, tingkat kepraktisan yang sangat tinggi berdasarkan uji coba kepada peserta didik, serta tingkat efektivitas yang menunjukkan peningkatan hasil belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa modul berbasis inkuiri dapat mendukung pembelajaran yang lebih aktif dan membantu peserta didik memahami konsep sistem peredaran darah manusia secara lebih baik. Dengan demikian, modul berbasis inkuiri yang dikembangkan dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran IPA di kelas VIII SMP.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP KREATIVITAS SISWA DALAM PELAJARAN IPA KELAS VIII SMP NEGERI 1 HILIDUHO Zebua, Yohana Krida Intan Warni; Telaumbanua, Desman; Zega, Novelina Andriani; Waruwu, Yaredi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9774

Abstract

ABSTRACT Science learning at SMP Negeri 1 Hiliduho is still predominantly teacher-centered, resulting in limited student participation and the underdevelopment of students' creativity. This condition indicates the need for an instructional model that can encourage active participation and interaction among students. This study aims to determine the effect of the Jigsaw cooperative learning model on the creativity of eighth-grade students in science learning. The research employed a quasi-experimental method with a nonequivalent posttest-only control group design. The sample consisted of 28 students in the experimental class and 25 students in the control class selected through purposive sampling. The research instrument was a creativity test that had met validity and reliability criteria. Data were collected through tests and documentation and analyzed using normality tests, homogeneity tests, and an independent t-test. The results showed that the average posttest score of the experimental class was higher than that of the control class, and the difference was statistically significant. These findings indicate that the implementation of the Jigsaw cooperative learning model can enhance student interaction, increase active participation, and develop students' creative thinking skills in science learning. Therefore, the Jigsaw cooperative learning model has an effect on improving students' creativity. ABSTRAK Pembelajaran IPA di SMP Negeri 1 Hiliduho masih cenderung berpusat pada guru sehingga keterlibatan siswa dalam proses belajar relatif rendah dan kreativitas siswa belum berkembang secara optimal. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu mendorong partisipasi aktif dan interaksi antarsiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap kreativitas siswa kelas VIII dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain nonequivalent posttest-only control group design. Sampel penelitian terdiri atas 28 siswa pada kelas eksperimen dan 25 siswa pada kelas kontrol yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes kreativitas yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Data dikumpulkan melalui tes dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dan perbedaan tersebut signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw mampu meningkatkan interaksi, partisipasi aktif, serta kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran IPA. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berpengaruh terhadap peningkatan kreativitas siswa.
PORTRAIT OF PESANTREN TEACHERS: EXAMINING PROFESSIONALISM BEHIND THEIR VARIOUS EDUCATIONAL QUALIFICATIONS Sanjaya, Ni’mal Maula; Amani, Hanin Wahidatul; Putra, Raja; Sholichati, Dhuhuri; Jannah, Mutiara; Zahroh, Lathifah Az; Rahmawati, Susi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9822

Abstract

ABSTRACT Teacher professionalism in Islamic boarding schools (pesantren) plays a crucial role in maintaining the quality of Islamic education amid the dynamics of globalization and national regulatory demands regarding teacher qualification standards. This study aims to examine the professionalism of pesantren teachers by analyzing the diversity of their educational backgrounds and its influence on teaching practices and institutional quality. The research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through semi-structured interviews, field observations, and document analysis. Informants were selected purposively based on the criteria of having at least two years of teaching experience and diverse educational backgrounds. The findings reveal that variations in educational qualifications influence the characteristics of teacher professionalism in pesantren. Teachers with formal teacher education backgrounds tend to demonstrate more systematic lesson planning and classroom management skills. In contrast, teachers from non-teaching educational backgrounds are more prominent in providing spiritual role modeling and character development for students. These two characteristics complement each other in supporting the quality of education in pesantren. This study concludes that strengthening teacher professionalism in Islamic boarding schools requires the integration of modern pedagogical competencies with the spiritual values that characterize pesantren education. Therefore, teacher capacity development should be promoted through continuous training programs, professional learning communities, and internal mentoring systems that maintain a balance between educational innovation and the preservation of pesantren traditions. ABSTRAK Profesionalisme guru di lingkungan pesantren menjadi faktor penting dalam menjaga mutu pendidikan Islam di tengah dinamika globalisasi dan tuntutan regulasi nasional terkait standar kualifikasi pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji profesionalisme guru pesantren dengan menelaah keberagaman latar belakang pendidikan serta pengaruhnya terhadap praktik pembelajaran dan kualitas kelembagaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposive dengan kriteria guru yang memiliki pengalaman mengajar minimal dua tahun serta latar belakang pendidikan yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kualifikasi pendidikan memengaruhi karakter profesionalisme guru pesantren. Guru dengan latar belakang pendidikan keguruan cenderung memiliki kemampuan perencanaan dan pengelolaan pembelajaran yang lebih sistematis. Sementara itu, guru dengan latar belakang non-keguruan lebih menonjol dalam keteladanan spiritual dan pembinaan karakter santri. Kedua karakteristik tersebut saling melengkapi dalam mendukung kualitas pendidikan pesantren. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan profesionalisme guru pesantren memerlukan integrasi antara kompetensi pedagogik modern dan nilai-nilai spiritual yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren. Oleh karena itu, pengembangan kapasitas guru perlu dilakukan melalui pelatihan berkelanjutan, komunitas belajar profesional, serta sistem mentoring internal yang mampu menjaga keseimbangan antara inovasi pendidikan dan pelestarian tradisi pesantren.
PENGARUH PENGGUNAAN E-MODUL TERHADAP PENINGKATAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 GUNUNGSITOLI ALO'OA Hulu, Mistariani Putri; Zega, Novelina Andriani; Waruwu, Toroziduhu; Gulo, Hardikupatu
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9823

Abstract

ABSTRACT The low level of students’ scientific literacy, particularly in the aspects of concept application and scientific reasoning, indicates a gap between the demands of the Merdeka Curriculum and teacher-centered instructional practices at SMP Negeri 1 Gunungsitoli Alo’oa. The use of interactive digital media has not been optimized, highlighting the need for more contextual and participatory learning innovations. This study aims to analyze the effect of E-module implementation on improving students’ scientific literacy. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of two purposively selected classes: an experimental class (using E-modules) and a control class (conventional learning). Data were collected through valid and reliable scientific literacy tests and questionnaires and analyzed using an Independent Samples t-test (α = 0.05). The results revealed a significant difference (Sig. < 0.05), with the experimental class achieving higher mean scores. These findings confirm that E-modules effectively enhance scientific literacy and provide empirical support for strengthening digital learning implementation within the Merdeka Curriculum at the junior secondary level. ABSTRAK Rendahnya literasi sains peserta didik, khususnya pada aspek penerapan konsep dan penalaran ilmiah, menunjukkan adanya kesenjangan antara tuntutan Kurikulum Merdeka dan praktik pembelajaran yang masih berpusat pada guru di SMP Negeri 1 Gunungsitoli Alo’oa. Pemanfaatan media digital interaktif belum optimal, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan E-modul terhadap peningkatan literasi sains siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri atas dua kelas yang dipilih secara purposive, yaitu kelas eksperimen (menggunakan E-modul) dan kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Data dikumpulkan melalui tes dan angket literasi sains yang valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan Independent Sample t-test (α = 0,05). Hasil menunjukkan perbedaan signifikan (Sig. < 0,05) dengan rata-rata literasi sains kelas eksperimen lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa E-modul efektif meningkatkan literasi sains dan memberikan kontribusi empiris terhadap penguatan pembelajaran digital berbasis Kurikulum Merdeka di tingkat SMP.
MODEL STANDARISASI MAJELIS TAKLIM SEBAGAI INSTRUMEN PENGUATAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN NONFORMAL DAN PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA DI KABUPATEN TANAH BUMBU Sakka, Ambo; Rawali, Siswanto; Ramadhani, Muhammad Muthahari
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9833

Abstract

ABSTRACT Majelis Taklim as a community-based nonformal Islamic educational institution plays an important role in improving religious literacy, character formation, and strengthening the social capacity of society. However, the management of Majelis Taklim in various regions is still carried out in a relatively simple manner and lacks clear institutional standards, resulting in variations in the quality of learning programs, curriculum implementation, and administrative systems. This study aims to analyze the management conditions of Majelis Taklim and to formulate an institutional standardization model that can strengthen its role in nonformal religious education and human resource development in Tanah Bumbu Regency. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, focus group discussions, and institutional document analysis, and were analyzed interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that strengthening the institutional capacity of Majelis Taklim can be achieved through the implementation of a standardization model that includes the development of a thematic curriculum, improvement of educators’ competencies (ustaz/ustazah), more accountable administrative management, and continuous program evaluation. The implementation of this model contributes to improving the quality of learning processes, strengthening participants’ engagement, and promoting the development of the community’s social and religious capacities. Therefore, the Majelis Taklim standardization model developed in this study can serve as a strategic framework for strengthening community-based nonformal religious education and human resource development. ABSTRAK Majelis Taklim sebagai lembaga pendidikan keagamaan nonformal berbasis komunitas memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi keagamaan, pembentukan karakter, serta penguatan kapasitas sosial masyarakat. Namun, pengelolaan Majelis Taklim di berbagai daerah masih berlangsung secara sederhana dan belum memiliki standar kelembagaan yang jelas sehingga kualitas program pembelajaran, kurikulum, serta sistem administrasi berjalan secara beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pengelolaan Majelis Taklim serta merumuskan model standarisasi kelembagaan yang dapat memperkuat perannya dalam pendidikan keagamaan nonformal dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Tanah Bumbu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, diskusi kelompok terarah, serta analisis dokumen kelembagaan, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan kelembagaan Majelis Taklim dapat dilakukan melalui penerapan model standarisasi yang mencakup pengembangan kurikulum tematik, peningkatan kompetensi pendidik (ustaz/ustazah), pengelolaan administrasi yang lebih akuntabel, serta evaluasi program secara berkelanjutan. Implementasi model tersebut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat partisipasi jamaah, serta mendorong pengembangan kapasitas sosial dan religius masyarakat. Dengan demikian, model standarisasi Majelis Taklim yang dihasilkan dalam penelitian ini dapat menjadi kerangka strategis dalam penguatan pendidikan keagamaan nonformal dan pembangunan sumber daya manusia berbasis komunitas.