cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 540 Documents
BUDAYA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN SEHAT DAN MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK 'Afwiy Fauziyah; Chairul Amriyah; Baharudin
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11564

Abstract

ABSTRACT Efforts to enhance physical fitness and solidify the character of elementary school students continue to rely significantly on the crucial role of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). In order to construct a healthy environment within the school premises, instilling a PHBS culture is essential to foster a sense of discipline, responsibility, and ecological awareness. This study aims to analyze the implementation of the PHBS culture in establishing a healthy school environment and developing the character of students at Madrasah Ibtidaiyah Negeri 6 Lampung Selatan. Employing a descriptive qualitative approach, this research involved informants comprising the school principal, teachers, School Health Unit (UKS) staff, and students, selected through purposive sampling. Data collection was conducted through observation, in-depth interviews, and documentation, while data analysis utilized the Miles and Huberman framework. The findings indicate that the realization of the PHBS culture is executed through routine programs, teacher role-modeling, the provision of hygiene facilities, and continuous monitoring. These PHBS activities are implemented via classroom cleaning duties, routine handwashing, maintenance of the school's green environment, and the optimization of the UKS. Consequently, the introduction of a PHBS culture significantly contributes to the conditioning of a healthy environment within the educational institution while constructively shaping the students' character. ABSTRAK Upaya peningkatan kebugaran tubuh serta pemapanan karakter peserta didik pada tingkat sekolah dasar hingga kini dinilai tetap bertumpu pada krusialnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Demi mengonstruksi lingkungan sehat pada lingkup sekolahan, penanaman budaya PHBS dibutuhkan demi memupuk moralitas tertib, rasa kewajiban, serta kepedulian terhadap ekologi sekitar. Kajian ini bertujuan membedah pelaksanaan budaya PHBS dalam mewujudkan lingkungan sehat sekolahan serta mematangkan karakter peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 6 Lampung Selatan. Kajian kualitatif deskriptif ini melibatkan narasumber yang mencakup pimpinan lembaga, pengajar, staf UKS, serta subjek didik lewat mekanisme purposive sampling. Penjaringan informasi dilangsungkan lewat pengamatan, tatap muka, serta pengarsipan berkas, sementara pembedahan fakta mengeksploitasi skema Miles dan Huberman. Temuan mengindikasikan bahwa realisasi budaya PHBS dijalankan lewat agenda rutin, percontohan dari pengajar, penyediaan sarana higienitas, serta kontrol yang diselenggarakan secara kontinu. Aktivitas PHBS tersebut diimplementasikan lewat penugasan kebersihan kelas, rutinitas membasuh jemari, pemeliharaan keasrian sekitar, dan pengoptimalan UKS. Karenanya, introduksi budaya PHBS menyumbang dampak besar bagi pengondisian lingkungan sehat di institusi pendidikan sekaligus memahat karakter peserta didik secara konstruktif.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA PADA SISWA KELAS V Ida Bagus Ari Purnawan; I Wayan Suyanta; Ni Nyoman Suastini
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11622

Abstract

Pancasila Education plays an important role in developing students' character, national values, and thinking skills in elementary schools. However, low learning outcomes remain a challenge due to teacher-centered learning practices that provide limited opportunities for active student participation. This study aimed to determine the effect of the Problem Based Learning model assisted by picture media on the Pancasila Education learning outcomes of fifth-grade students at SD Negeri 4 Tonja Denpasar. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental design with a One-Shot Case Study. The participants consisted of 26 fifth-grade students selected through saturated sampling. Data were collected using a multiple-choice learning achievement test. The data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, and the One Sample t-Test. The results showed that the mean score of students' learning outcomes was 79.87, with a significance value of 0.010 (< 0.05). These findings indicate that the implementation of the Problem Based Learning model assisted by picture media had a significant effect on students' Pancasila Education learning outcomes. Therefore, the Problem Based Learning model assisted by picture media can be considered an effective alternative learning strategy to improve students' learning outcomes. ABSTRAK Pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk karakter, sikap kebangsaan, dan kemampuan berpikir peserta didik di sekolah dasar. Namun, rendahnya hasil belajar siswa masih menjadi permasalahan akibat proses pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning berbantuan media gambar terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas V SD Negeri 4 Tonja Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe One-Shot Case Study. Subjek penelitian berjumlah 26 siswa kelas V yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar berupa soal pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan uji hipotesis One Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 79,87 dengan nilai signifikansi sebesar 0,010 (< 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media gambar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas V SD Negeri 4 Tonja Denpasar. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbantuan media gambar dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
THE EFFECT OF THE SONG LYRICS “BEYOND” TO IMPROVE VOCABULARY IN READING SKILLS AT FIRST SEMESTER STUDENTS Siti Musyarofah; Moh. Arief Wahyudi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11825

Abstract

ABSTRACT Limited vocabulary mastery remains a major challenge for English as a Foreign Language (EFL) learners, reducing their reading comprehension and engagement with English texts. This study aimed to examine the effect of using the song lyrics of Beyond from Moana 2 on students’ vocabulary mastery in reading skills. A quantitative pre-experimental design with a one-group pre-test–post-test approach was employed. The participants were 15 first-semester students of the English Education Study Program at STKIP PGRI Bangkalan. Data were collected using vocabulary tests administered before and after the treatment and analyzed through validity, reliability, normality, and paired-sample t-test using IBM SPSS version 30. The findings revealed that the instrument was valid and reliable, while the data were normally distributed (Asymp. Sig. = 0.087 > 0.05). Students’ mean score increased from 63.33 in the pre-test to 79.33 in the post-test, indicating a statistically significant improvement after the treatment. These findings demonstrate that the song lyrics of Beyond effectively enhance vocabulary mastery in reading skills and can serve as an engaging and meaningful instructional medium for EFL learning. ABSTRAK Rendahnya penguasaan kosakata masih menjadi kendala utama bagi pembelajar English as a Foreign Language (EFL) karena berdampak pada kemampuan memahami bacaan dan keterlibatan dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan lirik lagu Beyond dari film Moana 2 terhadap penguasaan kosakata dalam keterampilan membaca mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen melalui model one-group pre-test and post-test. Subjek penelitian terdiri atas 15 mahasiswa semester pertama Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Bangkalan. Data dikumpulkan menggunakan tes kosakata yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan Paired Sample t-Test menggunakan IBM SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen valid dan reliabel serta data berdistribusi normal (Asymp. Sig. = 0,087 > 0,05). Nilai rata-rata mahasiswa meningkat dari 63,33 pada pre-test menjadi 79,33 pada post-test, yang menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan setelah perlakuan. Dengan demikian, lirik lagu Beyond efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan penguasaan kosakata dalam keterampilan membaca pada pembelajar EFL.
PERAN SEKOLAH DALAM MENANAMKAN SIKAP GOTONG ROYONG PADA SISWA KELAS VII Muhammad Jerico Arriza; Bachrul Ulum
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.11953

Abstract

This study aims to analyze the forms of activities and school strategies in instilling a spirit of mutual cooperation in seventh-grade students at Al-Fattahiyyah Islamic Junior High School Ngranti Boyolangu Tulungagung, and to identify supporting and inhibiting factors that hinder the process. The lack of social awareness and the presence of individualistic tendencies in the transition phase of early adolescence apply the importance of optimizing the role of formal institutions institutionally. The method used in this study is descriptive qualitative. Data collection was carried out through undercover participant observation, semi-structured interviews with the principal, Pancasila Education teachers, homeroom teachers, and students, as well as documentation studies. Technical data analysis includes data condensation, extraction, data presentation, and drawing conclusions. Checking the validity of the data was carried out through increased diligence, triangulation of sources and techniques, and member checking. The research results indicate that the school's strategy is implemented holistically through four aspects: the integration of collaborative learning in the classroom (group work and presentation methods), habituation program activities (daily duty and periodic community service), the development of a school culture based on the values ​​of togetherness and Islamic brotherhood, and the concrete role models of teachers. Key supporting factors include a conducive Islamic boarding school environment, teacher commitment, and the synchronization of Islamic values ​​and Pancasila. Meanwhile, inhibiting factors include the residual individualistic ego of some students, the negative impact of gadget use outside of school, and a lack of consistent discipline. The implications of this research emphasize the importance of strengthening integrated social character from an early age in junior high school. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kegiatan dan strategi sekolah dalam menanamkan sikap gotong royong pada siswa kelas VII di SMP Islam Al-Fattahiyyah Ngranti Boyolangu Tulungagung, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi dalam proses tersebut. Kurangnya kepedulian sosial dan adanya kecenderungan individualistis pada fase transisi remaja awal mendasari pentingnya optimalisasi peran lembaga formal secara institusional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif tersamar, wawancara semi-terstruktur dengan kepala sekolah, guru Pendidikan Pancasila, wali kelas, dan siswa, serta studi dokumentasi. Teknis analisis data meliputi kondensasi data, penyarian, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui peningkatan ketekunan, triangulasi sumber dan teknik, serta member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi sekolah diwujudkan secara holistik melalui empat aspek: integrasi pembelajaran kolaboratif di kelas (metode kerja kelompok dan presentasi), program kegiatan pembiasaan (piket harian dan kerja bakti berkala), pengembangan budaya sekolah berlandaskan nilai kebersamaan serta ukhuwah Islamiyah, dan keteladanan nyata dari para guru. Faktor pendukung utama meliputi lingkungan sekolah berbasis pesantren yang kondusif, komitmen guru, serta sinkronisasi nilai keislaman dan Pancasila. Sedangkan faktor penghambat mencakup sisa ego individualistis sebagian siswa, dampak negatif penggunaan gadget di luar sekolah, dan kurangnya disiplin konsisten. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya penguatan karakter sosial terintegrasi sejak dini di jenjang sekolah menengah pertama.
PENGARUH VARIASI METODE PEMBELAJARAN TERHADAP KEJENUHAN BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATA PELAJARAN EKONOMI Pilya Hasan; Meyko Panigoro; Fatmawaty Damiti; Radia Hafid; Yulianti Toralawe
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12023

Abstract

This study aims to determine the effect of variations in learning methods on the saturation of learning Class X students in the subjects of economics at SMAS Terpadu Wira Bhakti. The main problem in this study was triggered by the high burden of students ' daily activities in semi-military-based schools that reached 17 hours per day, thus triggering physical and mental fatigue that had an impact on the low focus of students in the classroom. This research uses ex post facto associative quantitative approach. Primary Data were collected through the distribution of questionnaires to 74 respondents of Class X students who were selected as a sample. The data analysis technique used is simple linear regression. The results showed that there is a positive and significant influence between the variety of learning methods to the saturation of learning Class X students in the subjects of economics at SMAS Terpadu Wira Bhakti. The value of the coefficient of determination R2 shows that the variation of learning methods contributes 35% to the saturation of student learning, while the remaining 65% is influenced by other factors outside this research model. Through these results, it was concluded that the application of interactive method variations has a high urgency to reduce the psychological saturation of students in an activity-intensive school environment. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi metode pembelajaran terhadap kejenuhan belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMAS Terpadu Wira Bhakti. Masalah utama dalam penelitian ini dipicu oleh tingginya beban aktivitas harian siswa di sekolah berbasis semi-militer yang mencapai 17 jam per hari, sehingga memicu kelelahan fisik dan mental yang berdampak pada rendahnya kefokusan siswa di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif ex post facto. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran angket kepada 74 responden siswa kelas X yang dipilih sebagai sampel. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variasi metode pembelajaran terhadap kejenuhan belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMAS Terpadu Wira Bhakti. Nilai koefisien determinasi R2 menunjukkan bahwa variasi metode pembelajaran berkontribusi sebesar 35% terhadap kejenuhan belajar siswa, sedangkan sisanya 65% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Melalui hasil ini, disimpulkan bahwa penerapan variasi metode yang interaktif memiliki urgensi tinggi untuk mereduksi kejenuhan psikologis siswa dalam lingkungan sekolah yang padat aktivitas.
MANAJEMEN KURIKULUM DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN API ASRI TEGALREJO Nafisatul Hariroh; Dahlia Dahlia; Ali Rohmat
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12115

Abstract

ABSTRACT Pesantren curricula do not merely regulate learning activities; they also shape students’ lived experiences through the interconnection of formal education, diniyah education, and residential guidance. This study examines how curriculum management contributes to the development of students’ personalities at API ASRI Tegalrejo Islamic Boarding School, Magelang. A descriptive qualitative approach was employed, with educational activities, caregiving practices, and daily supervision serving as the main focus of observation. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the head of the curriculum division, dormitory supervisors, qori’ah staff, students, and alumni. The data were organized through condensation, narrative display, conclusion drawing, and verification, while credibility was ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that planning establishes a shared direction for student development, organizing connects the roles of institutional managers and dormitory supervisors, and implementation translates values into learning activities, worship practices, habituation, and role modelling. Behavioural monitoring, evaluation meetings, and educational ta’zir complement this process as mechanisms for correction and guidance. Students’ personalities developed in the forms of religiosity, discipline, independence, responsibility, and proper conduct. This study concludes that effective curriculum management functions as a developmental ecosystem that continuously integrates educational design with residential life. ABSTRAK Kurikulum pesantren tidak hanya mengatur kegiatan belajar, melainkan turut membentuk pengalaman hidup santri melalui keterhubungan pendidikan formal, pendidikan diniyah, dan pembinaan asrama. Penelitian ini menelaah cara manajemen kurikulum dijalankan dalam pembentukan kepribadian santri di Pondok Pesantren API ASRI Tegalrejo Magelang. Kajian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menempatkan aktivitas pendidikan, pengasuhan, dan pengawasan keseharian sebagai fokus pengamatan. Informasi dihimpun melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan kepala bidang kurikulum, wali kamar, qori’ah pesantren, santri, serta alumni. Data ditata melalui proses kondensasi, penyajian naratif, penarikan simpulan, dan verifikasi; kredibilitasnya diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan memperlihatkan bahwa perencanaan membangun kesepahaman mengenai arah pembinaan, pengorganisasian menghubungkan peran pengelola dan wali kamar, sedangkan pelaksanaan menerjemahkan nilai melalui pembelajaran, ibadah, pembiasaan, dan keteladanan. Pemantauan perilaku, rapat evaluasi, serta ta’zir edukatif melengkapi proses tersebut sebagai mekanisme koreksi dan pendampingan. Kepribadian santri berkembang dalam bentuk religiusitas, disiplin, kemandirian, tanggung jawab, dan adab. Studi ini menegaskan bahwa pengelolaan kurikulum yang efektif bekerja sebagai ekosistem pembinaan yang menyatukan rancangan pendidikan dengan kehidupan asrama secara berkelanjutan.
EFEKTIVITAS STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BONE Dewi Sartika Tahir; Syarifuddin Syarifuddin
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12202

Abstract

ABSTRACT The ability to use English to express ideas orally and in writing remains challenging for some students in non-English-major programs, particularly when instruction does not provide sufficient opportunities to prepare ideas, interact, and reflect on language use. This study examined changes in students’ English language proficiency following the implementation of the Think Talk Write (TTW) strategy in an English course. A total of 40 first-semester students from the Undergraduate Sports Coaching Education Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Muhammadiyah Bone, participated in this quantitative study using a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. Over 14 meetings, learning activities involved independently preparing ideas, discussing them with peers, and organizing them into written texts. English proficiency data covering speaking, writing, vocabulary, and grammar accuracy were collected through a test and analyzed using descriptive statistics, a paired-samples t-test, N-Gain, and Cohen’s (d_z). The mean score increased from 29.39 on the pre-test to 84.49 on the post-test; the paired analysis yielded p < .001, an N-Gain of 0.78, and Cohen’s (d_z) = 10.01. Within the studied class, TTW implementation was associated with improved English proficiency and offers a learning framework that combines idea preparation, collaborative communication, and written reflection. ABSTRAK Kemampuan menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis masih menjadi kendala bagi sebagian mahasiswa nonprogram studi Bahasa Inggris, terutama ketika pembelajaran belum menyediakan ruang yang cukup untuk menyiapkan ide, berinteraksi, dan merefleksikan penggunaan bahasa. Penelitian ini menelaah perubahan kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa setelah strategi Think Talk Write (TTW) diterapkan dalam pembelajaran English. Sebanyak 40 mahasiswa semester I Program Studi S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Bone terlibat dalam penelitian kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen one-group pretest-posttest. Selama 14 pertemuan, kegiatan pembelajaran diarahkan melalui tahap menyiapkan gagasan secara mandiri, mendiskusikannya dengan teman sebaya, dan menyusunnya dalam bentuk tulisan. Data kemampuan bahasa Inggris yang mencakup speaking, writing, vocabulary, dan grammar accuracy dikumpulkan melalui tes, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, paired sample t-test, N-Gain, dan Cohen’s (d_z). Rerata skor berubah dari 29,39 pada pre-test menjadi 84,49 pada post-test; uji berpasangan menghasilkan p < 0,001, N-Gain 0,78, serta Cohen’s (d_z) = 10,01. Pada kelas yang diteliti, penerapan TTW berkaitan dengan peningkatan kemampuan berbahasa Inggris dan menawarkan kerangka pembelajaran yang memadukan persiapan gagasan, komunikasi kolaboratif, serta refleksi tertulis.
IMPLEMENTASI KETELADANAN BRUDER FIC DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER ANAK USIA DINI SECARA HOLISTIK STUDI ANALISIS TK PL BERNARDUS SEMARANG Fransiska Melina Rosa; Edi Waluyo
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12259

Abstract

ABSTRACT Character development in early childhood requires more than routine habituation; it depends on learning experiences that enable children to internalize values through their everyday interactions. This issue remains significant because the integration of institutional spiritual values into learning activities, classroom interactions, and child development assessment has received limited attention in early childhood education research. This study explored the implementation of the Brother FIC exemplary values in fostering holistic character development at TK PL Bernardus Semarang. A descriptive qualitative approach was employed, involving the principal, a classroom teacher, and four children from Group B as the primary data sources. Data were collected through observations, interviews, and document analysis, and were analyzed interactively through data reduction, data display, and conclusion verification, supported by technique triangulation and member checking. The findings indicate that the Brother FIC exemplary values were consistently integrated into classroom instruction, daily habituation, classroom culture, and teacher–child interactions, creating meaningful learning experiences that supported children's moral-religious, socio-emotional, language, cognitive, physical-motor, and creative development. Continuous assessment was conducted through classroom observations and developmental assessment tailored to children's characteristics. The study concludes that the Brother FIC exemplary values function as a pedagogical mechanism that integrates Catholic spirituality with holistic character development in the daily life of early childhood education. ABSTRAK Pendidikan karakter pada anak usia dini tidak cukup dibangun melalui pembiasaan yang bersifat rutin, tetapi memerlukan pengalaman belajar yang memungkinkan anak menghayati nilai dalam kehidupan sehari-hari. Persoalan tersebut menjadi penting karena integrasi nilai spiritual lembaga ke dalam pembelajaran, interaksi, dan penilaian perkembangan masih belum banyak dikaji pada satuan PAUD. Penelitian ini mengeksplorasi implementasi nilai keteladanan Bruder FIC dalam pengembangan karakter anak usia dini secara holistik di TK PL Bernardus Semarang. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan melibatkan kepala sekolah, guru kelas, dan empat anak kelompok B sebagai sumber data. Informasi dihimpun melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dikaji secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta verifikasi temuan yang diperkuat dengan triangulasi teknik dan member check. Temuan memperlihatkan bahwa nilai keteladanan Bruder FIC dihadirkan secara konsisten melalui pembelajaran, pembiasaan, budaya kelas, dan interaksi guru dengan anak sehingga membentuk pengalaman belajar yang mendukung perkembangan moral-keagamaan, sosial-emosional, bahasa, kognitif, fisik-motorik, dan kreativitas. Penilaian dilakukan secara berkelanjutan melalui observasi dan asesmen perkembangan sesuai karakteristik anak. Penelitian ini menegaskan bahwa keteladanan Bruder FIC berfungsi sebagai mekanisme pedagogis yang menghubungkan spiritualitas Katolik dengan pengembangan karakter anak usia dini secara holistik dalam kehidupan sekolah.
ANALISIS KELAYAKAN PERMAINAN TRADISIONAL BOLA BEKEL SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPA Jiham Azzahra; Ayu Tri Ma Rifah; Alya Uzzuhroh; Khoerunnisa Aulia; Rosiana Afdila Putri; Asfiani Amalia; Aris Naeni Dwiyanti
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12264

Abstract

ABSTRACT Science learning in elementary schools often presents concepts as abstract content detached from students’ everyday experiences. The traditional game of bola bekel offers a context in which physical phenomena can be observed through an activity familiar to children. This study explores the feasibility of bola bekel as a science learning resource while also providing an avenue for introducing local culture. A descriptive study employing a survey approach involved 121 respondents, comprising teachers, education students, and prospective teachers. Responses were collected online through a semi-structured questionnaire examining science concepts, potential uses, advantages, implementation challenges, and strategies for integrating the game into instruction. The responses were reduced, categorized, and interpreted thematically. Bola bekel was perceived to contain observable phenomena related to force, motion, gravity, elasticity/ball rebound, friction, kinetic energy, and gravitational potential energy. Respondents also considered the game capable of supporting student engagement, more concrete learning experiences, and awareness of local culture. Its feasibility, however, depends on teachers’ instructional design, particularly in setting learning objectives, directing observation, managing activities, and facilitating scientific reflection. Bola bekel has the potential to be developed as a contextual, accessible, and relevant science learning resource grounded in ethnoscience for elementary education. ABSTRAK Pembelajaran IPA di sekolah dasar kerap menempatkan konsep sebagai materi abstrak yang terpisah dari pengalaman keseharian peserta didik. Permainan tradisional bola bekel menawarkan konteks yang memungkinkan fenomena fisik diamati melalui aktivitas yang telah dikenal anak. Kajian ini mengeksplorasi kelayakan bola bekel sebagai sumber belajar IPA sekaligus ruang pengenalan budaya lokal. Penelitian deskriptif dengan pendekatan survei melibatkan 121 responden yang terdiri atas guru, mahasiswa kependidikan, dan calon pendidik. Tanggapan dikumpulkan secara daring menggunakan kuesioner semi-structured yang menelaah konsep IPA, potensi pemanfaatan, kelebihan, kendala, serta strategi penerapan permainan dalam pembelajaran. Jawaban responden direduksi, dikelompokkan, lalu ditafsirkan secara tematik. Permainan bola bekel dipersepsikan memuat fenomena gaya, gerak, gravitasi, sifat elastis/pantulan bola, gaya gesek, energi kinetik, dan energi potensial gravitasi. Responden juga memandang permainan ini dapat mendukung keterlibatan siswa, pengalaman belajar yang lebih konkret, serta pengenalan budaya lokal. Kelayakannya tetap bergantung pada rancangan guru, terutama dalam menetapkan tujuan, mengarahkan pengamatan, mengelola aktivitas, dan memfasilitasi refleksi ilmiah. Bola bekel berpotensi dikembangkan sebagai sumber belajar IPA berbasis ethnoscience yang kontekstual, sederhana, dan relevan bagi pembelajaran sekolah dasar.
ANALISIS HAMBATAN BELAJAR PADA SISWA SLOW LEARNER DI KELAS IV SDN BANYUAJUH 5 BANGKALAN Indahsari Indahsari; Jesika Yulianti; Anisa Nur Fadila; Putri Aulia Maharani; Nova Estu Harsiwi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12291

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by differences in students’ learning abilities in the classroom, which cause some students, particularly slow learners, to experience difficulties in following the learning process optimally. This condition requires teachers’ attention to ensure that students’ learning needs are adequately met. The study aims to analyze the learning barriers experienced by slow learner students in Grade IV at SDN Banyuajuh 5 Bangkalan. This research employs a qualitative approach with a descriptive design. The subject of the study is the Grade IV classroom teacher, while the object of the study is the learning barriers experienced by these students. Data collection techniques were conducted through interviews and documentation. The research procedure includes data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman model to obtain a systematic and in-depth understanding of the research conditions. The results show that slow learner students experience difficulties in reading and writing, understanding learning materials, low concentration, health-related barriers in the form of a history of epilepsy, and difficulties in following classroom instruction. These conditions cause students to require more time than their peers in understanding material and completing tasks. Teachers address these challenges through individual approaches, repetition of materials, simplified instruction, and intensive guidance. Thus, it can be concluded that the learning barriers experienced by slow learner students are academic, cognitive, and health-related in nature, requiring adaptive learning strategies. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan kemampuan belajar siswa di kelas yang menyebabkan sebagian siswa, khususnya slow learner, mengalami hambatan dalam mengikuti pembelajaran secara optimal. Kondisi ini menuntut perhatian guru agar kebutuhan belajar siswa tetap terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan belajar siswa slow learner di kelas IV SDN Banyuajuh 5 Bangkalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas IV, sedangkan objek penelitian adalah hambatan belajar siswa tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman untuk memperoleh gambaran yang sistematis dan mendalam mengenai kondisi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa slow learner mengalami hambatan membaca dan menulis, kesulitan memahami materi, rendahnya konsentrasi, hambatan kesehatan berupa riwayat epilepsi, serta kesulitan mengikuti pembelajaran di kelas. Kondisi ini membuat siswa membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan siswa lain dalam memahami materi dan menyelesaikan tugas. Guru mengatasi hambatan tersebut melalui pendekatan individual, pengulangan materi, penyederhanaan penyampaian, serta bimbingan intensif. Dengan demikian, hambatan belajar siswa slow learner bersifat akademik, kognitif, dan kesehatan sehingga memerlukan strategi pembelajaran yang adaptif.