cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 540 Documents
PROFIL MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V DIERA KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 5 TONJA DENPASAR Luh Putri Mahyuni; Ni Nyoman Perni; I Komang Wisnu Budi Wijaya
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12292

Abstract

ABSTRACT Primary education plays an important role in developing students’ knowledge and skills, where learning motivation is a key factor in successful learning outcomes. However, variations in students’ learning motivation levels in the classroom remain a concern because they can influence both the learning process and outcomes, thus requiring an in-depth study of students’ motivation profiles. This study aims to analyze the learning motivation profile of Grade V students in the context of the Independent Curriculum at State Elementary School 5 Tonja Denpasar. This research employs a quantitative approach with a descriptive design and uses a saturated sampling technique involving the entire population of 31 students. Data were collected through a questionnaire covering five dimensions of learning motivation, namely persistence in learning, perseverance in facing difficulties, interest and attention in learning, achievement orientation, and learning independence. The results show that students’ learning motivation is in the fairly high category with an average score of 3.56. The dimensions of independence and perseverance show the highest scores, while interest and attention are relatively lower. These findings indicate that the implementation of the Independent Curriculum through strategies such as project-based learning and providing learning freedom contributes positively to students’ motivation. Therefore, teachers are advised to continuously develop varied teaching methods and involve parents’ roles to optimize students’ learning motivation. ABSTRAK Pendidikan dasar memiliki peran penting dalam membentuk pengetahuan dan keterampilan siswa, di mana motivasi belajar menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pembelajaran. Namun, variasi tingkat motivasi belajar siswa di kelas masih menjadi perhatian karena dapat memengaruhi proses dan hasil belajar, sehingga diperlukan kajian untuk mengetahui profil motivasi belajar siswa secara lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil motivasi belajar siswa kelas V pada era Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Negeri 5 Tonja Denpasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan teknik sampel jenuh yang melibatkan seluruh populasi sebanyak 31 siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup lima dimensi motivasi belajar, yaitu ketekunan dalam belajar, keuletan menghadapi kesulitan, minat dan perhatian dalam belajar, orientasi berprestasi, serta kemandirian belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi belajar siswa berada pada kategori cukup tinggi dengan rata-rata skor 3,56. Dimensi kemandirian dan keuletan menunjukkan nilai tertinggi, sedangkan dimensi minat dan perhatian relatif lebih rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka melalui strategi seperti pembelajaran berbasis proyek dan pemberian kebebasan belajar berkontribusi positif terhadap motivasi siswa. Oleh karena itu, guru disarankan untuk terus mengembangkan metode pembelajaran yang variatif dan melibatkan peran orang tua guna meningkatkan motivasi belajar siswa secara optimal.
PEMANFAATAN PLATFORM RUANG GTK SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN BAGI GURU Hasnawi Hasnawi; Saifuddin Saifuddin; Zarkasyi Zarkasyi; Marnita Marnita
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12294

Abstract

ABSTRAK Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) merupakan aspek fundamental dalam peningkatan profesionalisme guru di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan platform Ruang GTK sebagai media pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari dokumen utama serta berbagai literatur ilmiah dari para ahli pendidikan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform Ruang GTK berperan strategis dalam meningkatkan akses pelatihan, memperkuat komunitas belajar, dan meningkatkan kompetensi digital guru. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, serta motivasi guru yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan strategi integratif berupa penguatan kebijakan, peningkatan literasi digital, serta pemerataan akses teknologi guna mengoptimalkan PKB berbasis digital. ABSTRACT Professional Development (Continuous Professional Development/CPD) is a fundamental aspect in improving teacher professionalism in the digital era, which demands adaptive skills toward technological developments and curriculum changes. In this context, this study aims to analyze the utilization of the Ruang GTK platform as a medium for teachers’ continuous professional development. The focus of the study is directed at examining the role, benefits, and implementation challenges of Ruang GTK in supporting the ongoing improvement of teachers’ competencies. This study uses a qualitative approach with a literature review method. The research stages were carried out through the collection of data from primary documents, scientific journal articles, and various relevant literature from Indonesian education experts within the last five years. The data were then analyzed through reduction, categorization, and synthesis processes to obtain a comprehensive overview of the utilization of Ruang GTK in CPD. This analytical process was conducted to identify patterns, gaps, and trends in previous research findings. The results show that the Ruang GTK platform plays a strategic role in improving access to training, strengthening learning communities, and enhancing teachers’ digital competencies. In addition, Ruang GTK also supports flexible teacher learning through a digital system that enables independent and continuous professional development. However, its implementation still faces several challenges, such as infrastructure limitations, low digital literacy, and suboptimal teacher motivation in participating in CPD programs. Based on these findings, it can be concluded that the optimization of digital-based CPD requires an integrated strategy through strengthened policies, improved teachers’ digital literacy, and equitable access to technology so that the utilization of Ruang GTK can be more effective and sustainable.
PENERAPAN NILAI KARAKTER BUDI PEKERTI PADA MATA PELAJARAN PKN PADA PESERTA DIDIK KELAS III Yakin Akbar Asikin; Pahlawan Pakro; Indriyani Weni
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12306

Abstract

Globalization has brought various challenges to the development of students' character, making schools play a crucial role in integrating character education into the learning process. This study aimed to describe the implementation of character values in Civics Education (PKn) and to identify the factors influencing their implementation among third-grade students at SD Negeri Tereweng. This study employed a descriptive qualitative approach involving a Civics teacher and third-grade students as the research participants. Data were collected through observations, interviews, and documentation, and were analyzed using data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that character values, including religiosity, discipline, honesty, tolerance, politeness, responsibility, independence, curiosity, communicative skills, self-confidence, reading habits, and critical thinking, were integrated into the learning process through habituation, teacher role modeling, and various learning activities. The implementation of character education was influenced by the family, school, peer, and natural environments, with the family identified as the most dominant factor. These findings indicate that Civics Education plays a significant role in fostering students' character development when supported by strong collaboration among schools, families, and the broader social environment. ABSTRAK Globalisasi membawa berbagai tantangan terhadap pembentukan karakter peserta didik, sehingga sekolah memiliki peran penting dalam mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan nilai karakter budi pekerti pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya pada peserta didik kelas III SD Negeri Tereweng. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru PKn dan peserta didik kelas III. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter, meliputi religius, disiplin, jujur, toleransi, santun, tanggung jawab, mandiri, rasa ingin tahu, komunikatif, percaya diri, gemar membaca, dan berpikir kritis telah diintegrasikan dalam pembelajaran melalui pembiasaan, keteladanan, dan berbagai aktivitas belajar. Pelaksanaan pendidikan karakter dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, sekolah, pergaulan, dan lingkungan alam, dengan keluarga sebagai faktor yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran PKn berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik apabila didukung oleh sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial.
PEMANFAATAN AI GENERATIF DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS ARGUMENTASI SISWA SMA Nurul Handayani; Mila Kelbarin; Oktavia Vanessa Moai
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12337

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) technology has created new opportunities in education, particularly in writing instruction. This study aimed to analyze the effect of generative AI utilization on improving senior high school students’ argumentative writing skills. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The participants consisted of 30 eleventh-grade students selected through purposive sampling. Data were collected through argumentative writing tests assessed based on content and idea development, text organization, argument quality, vocabulary use, and language accuracy. The data were analyzed using descriptive statistics and a paired sample t-test. The findings revealed that the students’ mean score increased from 68.43 in the pretest to 82.17 in the posttest. The paired sample t-test showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference in students’ writing performance before and after the implementation of generative AI. The highest improvement was found in the quality of argumentation, followed by idea development and text organization. These findings suggest that generative AI can serve as an effective learning tool to assist students in developing ideas, constructing logical arguments, and improving the quality of argumentative writing. Therefore, the integration of generative AI in Indonesian language learning can be considered an innovative instructional strategy that aligns with the demands of 21st-century education while maintaining academic integrity and fostering critical thinking skills. ABSTRAK Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) telah memberikan peluang baru dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran menulis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan AI generatif terhadap peningkatan keterampilan menulis teks argumentasi siswa SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental berupa one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas XI SMA yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes menulis teks argumentasi yang dinilai berdasarkan aspek isi dan pengembangan gagasan, organisasi teks, kualitas argumentasi, penggunaan kosakata, dan kaidah kebahasaan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor siswa meningkat dari 68,43 pada tahap pretest menjadi 82,17 pada tahap posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis siswa sebelum dan sesudah pemanfaatan AI generatif. Peningkatan terbesar ditemukan pada aspek kualitas argumentasi, diikuti oleh pengembangan gagasan dan organisasi teks. Temuan ini menunjukkan bahwa AI generatif dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam membantu siswa mengembangkan ide, menyusun argumen yang logis, serta meningkatkan kualitas tulisan argumentatif. Oleh karena itu, integrasi AI generatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat menjadi salah satu alternatif inovasi pembelajaran yang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21, dengan tetap memperhatikan aspek etika akademik dan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS IV SDN Viola Novinka Hidayat; Rusmin Husain; Fidyawati Monoarfa; Wiwy Triyanty Pulukadang; Sukri Katili
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12378

Abstract

This research aims to improve narrative writing skills among grade IV students at SDN 2 Kabila, Bone Bolango Regency, through the Contextual Teaching and Learning model. This type of research is Classroom Action Research, conducted in 2 cycles, Data collection techniques included tests, observation, and documentation. The implementation process covered 4 stages: planning, action, observation, and evaluation, analysis, and reflection. The research subjects were 15 grade IV students at SDN 2 Kabila. Observation results showed that of the 15 students, only 3, or 20%, were able to write narrative essays, while 12, or 80%, were unable, In Cyele I, Meeting I, 5 out of 15 students (33%) were capable. In Cycle I, Meeting II. 9 out of 15 students (60%) were capable. In Cycle II, Meeting I, narrative writing skills through the Contextual Teaching and Learning model among grade IV students at SDN 2 Kabila, Bone Bolango Regency, experienced a significant increase, as evidenced by the number of capable students, which reached 14 students (93%). Therefore, it can be concluded that the abilities of grade IV students at SDN 2 Kabila, Bone Bolango Regency, have improved. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan melalui model Contectual Teaching And Learning pada siswa Kelas IV SDN 2 Kabila Kabupaten Bone Bolango. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengan pelaksanaan 2 siklus. Tehnik pengumpulan data tes, observasi, dan dokumentasi.  Proses Pelaksanaan mencangkup 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan,  observasi, evaluasi, analisis dan refleksi. Dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 2 Kabila yang berjumlah 15 siswa. Hasil observasi menunjukkan kemampuan menulis karangan narasi dari 15 siswa hanya 3 siswa yang mampu menulis karangan narasi atau 20% dan 12 atau 80% siswa tidak mampu. Siklus I pertemuan I dari 15 siswa ada 5 siswa yang mampu atau 33%. Pelaksanaan Siklus I Pertemuan II dari 15 siswa yang mampu 9 atau 60%. Siklus II Pertemuan I kemampuan menulis karangan narasi melalui model  Contectual Teaching and Learning pada siswa kelas IV SDN 2 Kabila, Kabupaten Bone Bolango mengalami peningkatan signifikan, dilihat dari jumlah siswa yang mampu menulis karangan narasi sebanyak 14 siswa atau 93%, Jadi dapat disimpulkan  kemampuan siswa kelas IV SDN 2 Kabila, Kabupaten Bone Bolango mengalami peningkatan.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN REDENFOREST TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI PADA SISWA KELAS XI SMK Elisabet Anggelica Lbn Gaol; Harlen Simanjuntak; Vina Merina Br Sianipar
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12381

Abstract

This research aims to determine the effect of using Renderforest-based learning media on the ability to write explanatory texts in class The research sample consisted of 37 students from class XI-2 of the Medan Free Methodist Private Vocational School. The research instrument used was an explanatory text writing test which was assessed based on aspects of content suitability, explanatory text structure, linguistic rules, and paragraph coherence and integrity. The data collection technique was carried out through a pretest to determine students' initial abilities before using Renderforest media and a posttest after applying the media in learning. The data obtained was then analyzed using the t-test to determine the differences in students' abilities before and after treatment. The results of the research showed that students' ability to write explanatory texts before using Renderforest learning media was in the sufficient category, whereas after using this media it increased and was in the good category. Based on the results of the t-test, it was found that the significance value (Sig. 2-tailed) was <0.05, which indicated that there was a significant influence between the use of Renderforest learning media on students' ability to write explanatory texts. Thus, it can be concluded that the use of Renderforest-based learning media has a significant effect on increasing the ability to write explanatory texts for class XI students at Free Methodist Private Vocational School, Medan. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis Renderforest terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa kelas XI SMK Swasta Free Methodist Medan Tahun Ajaran 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 37 siswa yang berasal dari kelas XI-2 SMK Swasta Free Methodist Medan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes menulis teks eksplanasi yang dinilai berdasarkan aspek kesesuaian isi, struktur teks eksplanasi, kaidah kebahasaan, serta kepaduan dan keutuhan paragraf.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum penggunaan media Renderforest dan posttest setelah penerapan media tersebut dalam pembelajaran. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t untuk mengetahui perbedaan kemampuan siswa sebelum dan sesudah perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks eksplanasi siswa sebelum menggunakan media pembelajaran Renderforest berada pada kategori cukup, sedangkan setelah menggunakan media tersebut mengalami peningkatan dan berada pada kategori baik. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh bahwa nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) < 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran Renderforest terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis Renderforest berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI SMK Swasta Free Methodist Medan.
PENGARUH KUALITAS MENGAJAR GURU, MINAT BELAJAR SISWA, SOSIAL EKONOMI TERHADAP PRESTASI AKADEMIK SISWA Vinly Christine BR Bangun; H.J.D Tamboto; Niny Makaliwe
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12395

Abstract

ABSTRACT Academic achievement is one of the key indicators of educational success and is influenced by various internal and external factors. This study aimed to analyze the effects of socioeconomic status, students’ learning interest, and teacher instructional quality on students’ academic achievement at SMK Negeri 2 Tondano, both partially and simultaneously. The study employed a quantitative approach using a survey method. The sample consisted of 105 students selected as research respondents. Data were collected through questionnaires, observations, and documentation, and were analyzed using multiple linear regression analysis supported by t-tests, F-tests, and the coefficient of determination. The findings revealed that socioeconomic status, students’ learning interest, and teacher instructional quality each had a positive and significant effect on students’ academic achievement. Furthermore, these three variables simultaneously exerted a significant influence on academic achievement, indicating that students’ academic success is shaped by the interaction of family-related factors, individual factors, and instructional factors within the school environment. These findings highlight the importance of collaboration among families, students, and teachers in supporting the improvement of academic achievement. ABSTRAK Prestasi akademik merupakan salah satu indikator keberhasilan pendidikan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh status sosial ekonomi, minat belajar siswa, dan kualitas pengajaran guru terhadap prestasi akademik siswa di SMK Negeri 2 Tondano, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 105 siswa yang dipilih sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda yang didukung oleh uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status sosial ekonomi, minat belajar siswa, dan kualitas pengajaran guru secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi akademik siswa. Selain itu, ketiga variabel secara simultan juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi akademik, yang menunjukkan bahwa keberhasilan akademik siswa dipengaruhi oleh interaksi antara faktor keluarga, faktor individu, dan faktor pembelajaran di sekolah. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara keluarga, siswa, dan guru dalam mendukung peningkatan prestasi akademik secara optimal.
RESEPSI MAHASISWA TERHADAP DIKSI PADA LAGU “KEPADA SEMU” KARYA MURIA MARDIKA DAN IMPLIKASINYA BAGI PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Daniel Kameubun; Donal Matheos Ratu; Oldie Stevie Meruntu
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12414

Abstract

Poetic, connotative, and metaphorical diction in song lyrics can provide unique aesthetic experiences for listeners and serve as relevant learning resources in literary education. However, studies examining students’ reception of diction in song lyrics remain limited. This study aims to describe students’ reception of the diction used in the song Kepada Semu by Muria Mardika and its implications for Indonesian Language and Literature learning. The study employed a qualitative descriptive approach based on Hans Robert Jauss’s literary reception theory. The participants consisted of 10 students from the Indonesian Language and Literature Education Department, FBS UNIMA, selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, note-taking, library research, and documentation, and analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that students responded positively to the song because it conveys emotional, melancholic, reflective, and profound meanings related to loss, longing, and solitude. The diction in the lyrics was perceived as having high aesthetic value, with connotative and metaphorical diction being the most dominant forms. The study implies that song lyrics can be utilized as learning media in Indonesian Language and Literature education to enhance literary appreciation, understanding of connotative meaning, interpretation of figurative language, and students’ critical thinking skills. ABSTRAK Penggunaan diksi yang puitis, konotatif, dan metaforis dalam lirik lagu dapat memberikan pengalaman estetik yang berbeda bagi pendengar serta menjadi sumber pembelajaran sastra yang relevan bagi mahasiswa. Namun, kajian mengenai resepsi mahasiswa terhadap penggunaan diksi dalam lirik lagu masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resepsi mahasiswa terhadap diksi pada lagu Kepada Semu karya Muria Mardika serta implikasinya bagi pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan landasan teori resepsi sastra Hans Robert Jauss. Informan penelitian berjumlah 10 mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNIMA yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, teknik catat, studi kepustakaan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan resepsi positif terhadap lagu tersebut karena mampu menghadirkan suasana emosional, melankolis, reflektif, dan mendalam yang menggambarkan kehilangan, kerinduan, serta kesendirian. Diksi dalam lirik lagu dinilai memiliki nilai estetika tinggi dengan dominasi penggunaan diksi konotatif dan metaforis. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk meningkatkan apresiasi sastra, pemahaman makna konotatif, pemaknaan gaya bahasa, serta kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
PENERAPAN STRATEGI TUTOR SEBAYA DALAM PEMBINAAN EKSTRAKURIKULER PADUAN SUARA DI SMA N 1 SUWAWA TIMUR Amelia Septiani Abidin; Rahmawati Ohi; Laode Karlan; Mimy Astuty Pulukadang; Trubus Semiaji
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12415

Abstract

This study aimed to describe the implementation of the peer tutoring strategy in the choir extracurricular program at SMA Negeri 1 Suwawa Timur. The research employed a qualitative descriptive method using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. The research subjects consisted of 17 students participating in the choir extracurricular activity, divided into soprano, alto, tenor, and bass (SATB) voice groups. The peer tutoring strategy was implemented through several stages, including learning planning, tutor selection based on vocal ability, voice-group formation, basic vocal technique training, sectional rehearsals, combined rehearsals, dress rehearsals, evaluation, and reflection. The findings revealed that the peer tutoring strategy improved students’ musical abilities, including intonation accuracy, rhythm and tempo control, vocal technique, articulation, harmony, and group cohesiveness. In addition, improvements were found in non-musical aspects such as active participation, self-confidence, responsibility, and teamwork among group members. The presence of peer tutors created a more communicative, collaborative, and supportive learning environment, enabling students to understand the training materials more effectively. Therefore, the peer tutoring strategy proved to be an effective alternative approach for choir extracurricular coaching and is worthy of further development in music education at schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi tutor sebaya dalam pembinaan ekstrakurikuler paduan suara di SMA Negeri 1 Suwawa Timur. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah 17 peserta didik yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler paduan suara dan terbagi ke dalam kelompok suara sopran, alto, tenor, dan bass (SATB). Penerapan strategi tutor sebaya dilaksanakan melalui tahapan perencanaan pembelajaran, pemilihan tutor berdasarkan kemampuan vokal, pembentukan kelompok suara, latihan teknik vokal dasar, latihan per kelompok suara, latihan gabungan, gladi bersih, evaluasi, dan refleksi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi tutor sebaya mampu meningkatkan kemampuan musikal peserta didik, meliputi ketepatan intonasi, ritme dan tempo, teknik vokal, artikulasi, harmonisasi, serta kekompakan kelompok. Selain itu, terjadi peningkatan pada aspek nonmusikal, seperti partisipasi aktif, kepercayaan diri, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama antaranggota kelompok. Kehadiran tutor sebaya menciptakan suasana belajar yang lebih komunikatif, kolaboratif, dan nyaman sehingga peserta didik lebih mudah memahami materi latihan. Dengan demikian, strategi tutor sebaya terbukti efektif sebagai alternatif pembinaan ekstrakurikuler paduan suara dan layak dikembangkan dalam pembelajaran seni musik di sekolah.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN TARI KREASI MOPOTIRLO DI KELAS IX B MTS NEGERI 1 BOLAANG MONGONDOW SELATAN Deisi Natalia Rukban; Rahmawati Ohi; Mimy Astuty Pulukadang; Nurlia Djafar; Riana Diah Sitaresmi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.12416

Abstract

Dance learning requires instructional models that actively engage students in the learning process to develop knowledge, skills, and appreciation of local culture. Preliminary observations at MTs Negeri 1 Bolaang Mongondow Selatan indicated that student participation in Mopotirlo Creative Dance learning was still limited because instruction tended to be teacher-centered. This study aimed to describe the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model in Mopotirlo Creative Dance learning, examine students’ learning outcomes, and identify supporting factors and challenges encountered during the learning process. The study employed a descriptive quantitative method supported by qualitative data. The participants were 15 students of Class IX B at MTs Negeri 1 Bolaang Mongondow Selatan. Data were collected through observations, interviews, documentation, knowledge tests, and dance performance assessments. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that PjBL was implemented through six stages: essential questioning, project planning, scheduling, project monitoring, product testing, and evaluation of learning experiences. The students achieved an average score of 79.58, with a learning mastery rate of 80%. Supporting factors included students’ enthusiasm, group collaboration, and teacher guidance, while the main challenges involved memorizing dance movements, synchronizing movements with rhythm and counts, and demonstrating appropriate expressions. The study concludes that Project Based Learning effectively enhances student engagement and supports positive learning outcomes in Mopotirlo Creative Dance learning. ABSTRAK Pembelajaran seni tari memerlukan model pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara aktif agar pengetahuan, keterampilan, dan apresiasi budaya dapat berkembang secara optimal. Hasil observasi awal di MTs Negeri 1 Bolaang Mongondow Selatan menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam pembelajaran Tari Kreasi Mopotirlo masih rendah karena proses pembelajaran cenderung berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Project Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran Tari Kreasi Mopotirlo, mendeskripsikan hasil belajar siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala yang muncul selama proses pembelajaran. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 15 siswa kelas IX B MTs Negeri 1 Bolaang Mongondow Selatan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, tes pengetahuan, dan penilaian praktik tari. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Project Based Learning dilaksanakan melalui enam tahapan, yaitu essential questioning, project planning, scheduling, project monitoring, product testing, dan evaluation of learning experiences. Nilai rata-rata hasil belajar siswa mencapai 79,58 dengan persentase ketuntasan sebesar 80%. Faktor pendukung pembelajaran meliputi antusiasme siswa, kerja sama kelompok, dan pendampingan guru, sedangkan kendala yang ditemukan berupa kesulitan menghafal gerak, menyesuaikan hitungan, dan menampilkan ekspresi tari. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model Project Based Learning mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan mendukung pencapaian hasil belajar yang baik pada pembelajaran Tari Kreasi Mopotirlo.