cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
plusminus@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Pahlawan No 32, Sukagalih, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 27982904     EISSN : 27982920     DOI : -
Core Subject : Education,
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2798-2904 & e-ISSN: 2798-2798) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Plusminus terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Maret, Juli, dan November. Penerbit Plusminus adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Articles 328 Documents
Belajar Operasi Bentuk Aljabar Menggunakan Game Edukasi Arcademics Sarumaha, Yenny Anggreini; Pratama, Rikki; Saputri, Witriani Oka Dwi; Hofifah, Realita Torikotul
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i3.2278

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memahami penggunaan game Arcademics pada operasi bentuk aljabar. Metode penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan dua orang siswa SMP kelas VII di Banyumas sebagai sampel. Instrumen penelitian adalah hasil kerja siswa, catatan lapangan observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan Arcademics dapat memfasilitasi pembelajaran operasi bentuk aljabar melalui beberapa cara, yaitu tampilan visual dan animasi yang menarik, sistem game yang interaktif, dan pemberian umpan balik langsung yang mampu meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa belajar operasi bentuk aljabar. Siswa memberikan persepsi positif terhadap penggunaan Arcademics dalam pembelajaran operasi bentuk aljabar dan menyatakan bahwa pembelajaran matematika menjadi lebih menyenangkan, menarik, dan mudah dipahami. Aspek tantangan dan kompetisi dalam game juga menjadi semangat tersendiri bagi siswa. The purpose of the present study is to understand the use of Arcademics on operation of algebra form. The research method in this study is descriptive qualitative involving two grade VII of Junior High School Students in Banyumas as samples. The result shows that Arcademics is able to fasilitate learning operation in algebra form through some ways, namely visual appearances and interesting animation, interactive game system, and giving feedback directly which was able to enhance students’ motivation and understanding on operation of algebra form. Students gave positive perception on Arcademics on operation of algebra form. Students stated that learning mathematics became enjoying, interesting, and easily understood. Challenging and competition in game also boosted students’ own spirit.
Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Berdasarkan Level proficiency Matematis Ummu Atiyatul Musodiqoh; Jaelani, Anton
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i3.2339

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis penting dimiliki siswa sebagai bagian dari penguasaan kompetensi matematika. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di salah satu SMA Negeri di Mesuji Raya berdasarkan level proficiency matematis. Subjek penelitian yaitu siswa berdasarkan tingkatan kemampuan matematis tinggi, sedang, dan rendah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan instrumen soal pemecahan masalah matematis dan wawancara mendalam. Analisis data meliputi reduksi, kategorisasi, interpretasi data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi signifikan dalam kemampuan siswa di setiap level proficiency matematis. Siswa dengan kemampuan matematis tinggi mampu memahami masalah, mengaitkan konsep dengan konteks nyata, dan mengevaluasi solusi dengan baik. Siswa dengan kemampuan sedang mengalami kesulitan dalam menerapkan strategi pemecahan masalah secara efektif. Siswa dengan kemampuan rendah menunjukkan kelemahan pada hampir seluruh tahapan pemecahan masalah. Mathematical problem-solving abilities are important for students to have as part of mastering mathematical competencies. This research aims to analyze students' mathematical problem-solving abilities at at one of the state high schools in Mesuji Raya based on their level of mathematical proficiency. The research subjects were students selected based on high, medium and low levels of mathematical ability. This qualitative research method uses mathematical problem-solving instruments and in-depth interviews. Data analysis consists of data reduction, data categorization, data interpretation, and drawing conclusions. The research results show that there are significant variations in students' abilities at each level of mathematical proficiency. Students with high mathematical abilities are able to understand problems, relate concepts to real contexts, and evaluate solutions well. On the other hand, students with medium ability experience difficulty in applying problem solving strategies effectively, while students with low ability show weaknesses in almost all stages of problem solving.
Strategi Siswa SD dalam Merepresentasikan Pecahan dengan Mengarsir Bangun Datar Hidayatullah, Farhan Maulana; Sari, Anisa Fatwa; Lutfianto, Moch.
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i3.2346

Abstract

Salah satu kemampuan dasar matematika yang perlu diperhatikan guru adalah representasi. Kemampuan representasi matematis tercermin dalam kemampuan siswa merepresentasikan pecahan melalui arsiran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan siswa merepresentasikan pecahan dan strategi yang dikembangkan oleh siswa kelas VI saat mengarsir pecahan berbagai bentuk bangun datar.  Penelitian dilakukan pada 30 siswa Kelas VI di Surabaya. Data dikumpulkan menggunakan tes representasi pecahan dan wawancara. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan setiap tugas dievaluasi secara terpisah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa merepresentasikan pecahan dengan mengarsir bangun datar terkategori cukup baik. Ada empat strategi yang digunakan siswa dalam menyelesaikan soal representasi pecahan yaitu membagi secara horizontal, vertikal, dan diagonal, memanfaatkan titik potong dari garis vertikal dan horizontal; menghubungkan dua titik berhadapan; menghubungkan titik sudut dengan titik tengah (pusat); dan memperkirakan besaran arsiran. One important mathematics skills that teachers need to pay attention to is representation. Mathematical representation ability is reflected on the way students represent fraction by shading a given shape. This study aims to describe the students’ ability to represent fractions and the students’ strategies in shading various fractions of two-dimensional shapes. This research was conducted with 30 Grade VI elementary school students in Surabaya. Data was collected using a fraction representation test consisting of 8 questions and interviews. Data was analysed using descriptive statistics and each task was evaluated separately. The analysis showed that students' ability to represent fractions by shading flat shapes was categorized as quite good. There are four strategies used by students in solving fraction representation problems, namely, students divide it horizontally, vertically, diagonally, utilize the intersection point of the vertical and horizontal lines; connect two opposite points; connect the corner point with the center point; and estimate the amount of shading.
Development of Mathematical Literacy Tests to Measure Student’s Reasoning and Representation Skills Sari, Novita; Sukmaningthias, Novika; Nuraeni, Zuli; Rosyada, Amrina
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i3.2367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan tes literasi matematika untuk mengukur penalaran dan representasi matematis siswa pada materi SPLDV yang valid dan memiliki karakteristik yang baik. Penelitian ini mengadopsi prosedur pengembangan R&D, yakni pengumpulan informasi, pengembangan produk, dan uji coba & revisi awal. Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi. Analisis data menggunakan Microsoft Excel dan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, melalui validasi ahli, instrumen tes yang dikembangkan dapat digunakan untuk mengukur penalaran dan representasi matematis siswa dan butir soal terkategori valid, reliabel, tingkat kesukaran sedang dan tinggi, serta daya pembedanya baik. This study aims to produce a mathematical literacy test to measure students' mathematical reasoning and representation on system of linear equations in two variables (SLETV) material that is valid and has good characteristics. This research adopts R&D development procedures, namely information gathering, product development, and initial trials & revisions. The instrument used was a validation sheet. Data analysis using Microsoft Excel and SPSS 26. The results of the study showed that, through expert validation, the developed test instrument can be used to measure students' mathematical reasoning and representation and the test items are categorized as valid, reliable, moderate and high levels of difficulty, and have good discriminatory power.
Pengaruh Kecemasan Matematika dan Konsep Diri Siswa Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMA Jehadus, Emilianus; Tamur, Maximus; Belos, Maria Adventyana
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i3.2404

Abstract

Kecemasan matematika merupakan masalah yang signifikan dalam dunia pendidikan yang mempengaruhi prestasi akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh kecemasan matematika siswa SMA terhadap hasil belajar matematika dan menganalisis dampak konsep diri siswa terhadap hasil belajar matematika. Penelitian kuantitatif korelasional dengan desain penelitian ex-post facto diterapkan untuk mencapai tujuan penelitian. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Katolik Santu Fransiskus Saverius Ruteng yang berjumlah 66 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode non tes yaitu angket dan dokumentasi hasil belajar. Dari angket tersebut diperoleh data tentang kecemasan matematika dan konsep diri siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara kecemasan matematika dengan hasil belajar matematika siswa. Terdapat pengaruh yang signifikan antara konsep diri siswa dengan hasil belajar matematika. Hasil uji statistik juga menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara kecemasan matematika dan konsep diri siswa terhadap hasil belajar matematika siswa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kecemasan matematika dan konsep diri siswa secara simultan terhadap hasil belajar matematika siswa. Hasil penelitian ini berkontribusi pada diskusi yang sedang berlangsung tentang strategi yang efektif untuk mengurangi kecemasan matematika dan meningkatkan pendidikan matematika melalui integrasi teknologi, memberikan wawasan baru di kalangan pendidik, orang tua, peneliti, dan pembuat kebijakan dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan efektif. Mathematics anxiety is a significant problem in education that affects students' academic performance. This study aimed to describe the effect of high school students' mathematics anxiety on mathematics learning outcomes and analyze the impact of their self-concept on mathematics learning outcomes. The correlational quantitative research with an ex-post facto research design was applied to achieve the research objectives. The sample in this study was 66 students of class XI of the Catholic Senior High School of Santu Fransiskus Saverius Ruteng. The data collection technique was carried out using a non-test method, namely a questionnaire and documentation of learning outcomes. The questionnaire obtained data on mathematics anxiety and students' self-concept. The study results showed a significant effect between mathematics anxiety and students' mathematics learning outcomes. There was a significant effect between students' self-concept and mathematics learning outcomes. The statistical test results also showed a substantial impact of mathematics anxiety and students' self-concept on students' mathematics learning outcomes. Based on the results of the study, it can be concluded that there is a significant effect between mathematics anxiety and students' self-concept simultaneously on students' mathematics learning outcomes. The results of this study contribute to the ongoing discussion about effective strategies to reduce math anxiety and improve math education through technology integration, providing new insights among educators, parents, researchers, and policymakers in creating inclusive and effective learning environments.
Development of Website-Based Learning Media Based on Learner Behaviorism Ali, Nabila Nurhaliza; Rahayu, Diar Veni
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i3.2411

Abstract

Penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis web berdasarkan behaviorisme peserta didik SMP dalam mengasah kemampuan numerasi matematis, serta menguji kelayakan media pembelajaran. Menggunakan metode pengembangan R&D dengan model pengembangan luther-sutopo. Metode pengumpulan data yaitu survey. Instrumen penelitian yaitu lembar validasi. Teknik analisis data dengan mendeskripsikan tahapan pengembangan media web dengan model pengembangan luther-sutopo. Hasil analisis data menunjukkan tingkat kelayakan dari ahli materi sebesar 76,66% (kategori layak), ahli media sebesar 100% (sangat layak). Pada tahap uji coba beta didapatkan sebesar 95,33% termasuk kategori sangat layak. This study aims to develop web-based learning media based on junior high school students' behaviorism in honing mathematical numeracy skills and to test the feasibility of learning media. Using the R&D development method with the Luther-Sutopo development model. The data collection method is a survey. The research instrument is a validation sheet. Data analysis techniques by describing the stages of web media development with the Luther-Sutopo development model. The results of the data analysis show the level of feasibility from material experts of 76.66% (feasible category), and media experts of 100% (very possible). At the beta trial stage, 95.33% were obtained, including the very feasible category.
Motivasi Belajar Siswa Gen-Alpha dalam Pembelajaran Geometri Berbantuan Geogebra Kurniawan, Ahmad Afrideni; Cahyaningsih, Desi; Sari, Maya; Ramadhaniyah, Mona; Yukans, Septy Sari; Kurniadi, Elika; Utari, Rahma Siska
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i3.2418

Abstract

Teknologi digital yaitu GeoGebra dalam pembelajaran matematika dapat dijadikan media untuk memberikan visualisasi objek-objek geometri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengukur motivasi belajar siswa generasi Alpha pada pembelajaran Geometri Transformasi dengan menggunakan GeoGebra. Subjek penelitian terdiri dari 22 siswa di sebuah sekolah menengah swasta. Data dikumpulkan melalui angket yang mengukur empat indikator motivasi belajar: (1) perhatian siswa terhadap pembelajaran, (2) relevansi materi dengan kebutuhan siswa, (3) keyakinan siswa terhadap kemampuan mereka dalam menyelesaikan tugas, dan (4) kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran. Berdasarkan hasil angket, diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran Geometri berbantuan GeoGebra mampu mendorong motivasi belajar Geometri siswa Generasi Alpha hingga terkategori tinggi, yakni sebesar 78,13%. Digital technology, such as GeoGebra, can be utilized as a medium to provide visualizations of geometric objects in mathematics learning. This study employs a descriptive quantitative approach aimed at measuring the learning motivation of Generation Alpha students in Transformation Geometry learning using GeoGebra. The research subjects consisted of 22 students from a private high school. Data were collected through a questionnaire measuring four indicators of learning motivation: (1) students' attention to the learning process, (2) the relevance of the material to students' needs, (3) students' confidence in their ability to complete tasks, and (4) students' satisfaction with the learning process. Based on the questionnaire results, it was concluded that GeoGebra-assisted Geometry learning successfully enhanced the learning motivation of Generation Alpha students to a high category, achieving a percentage of 78.13%.
Structural Analysis and Typology of Postgraduate Students' Perceptions regarding Mathematics Learning Rif'at, Mohamad; Siregar, Nurfadilah; Fitriawan, Dona
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i3.2439

Abstract

Pandangan peserta didik program magister tentang matematika penting dikaji karena akan mempengaruhi cara mereka mengajar matematika. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi struktur keyakinan dan bagaimana perkembangan yang menggunakan pendekatan berbeda untuk mempromosikan pengaruh positif di kalangan mahasiswa. Subjek penelitian yaitu 269 mahasiswa Program Magister Pendidikan Matematika di UNTAN Pontianak yang juga bekerja sebagai guru. Instrumen pegumpulan data berupa kuesioner dan tes pemahaman konseptual. Analisis data dilakukan terhadap komponen pokok dari 63 item mengenai 'pandangan matematika'. Hasil penelitian menunjukkan inti pandangan tentang matematika terdiri dari tiga unsur yang berkaitan erat yaitu keyakinan tentang bakat diri sendiri, kesulitan, dan kenikmatan atau kesukaan terhadap matematika. Selain itu ditemukan juga bahwa pengetahuan konten spesifik matematika guru dan calon guru meningkat secara signifikan selama kuliah. Master's program students' views about mathematics are important to study because it will influence the way they teach mathematics. The aim of the research is to explore the structure of beliefs and how they develop using different approaches to promote positive influence among college students. The research subjects were 269 students of the Mathematics Education Masters Program at UNTAN Pontianak who also worked as teachers. Data collection instruments include questionnaires and conceptual understanding tests. Data analysis was carried out on the main components of 63 items regarding 'views of mathematics'. The research results show that the core view of mathematics consists of three closely related elements, namely beliefs about one's own talents, difficulties, and enjoyment or liking for mathematics. In addition, it was also found that teachers' and prospective teachers' mathematics-specific content knowledge increased significantly during college.
Evaluation of the Results of Professional Development of Mathematics Teachers in East Nusa Tenggara Province Tamur, Maximus
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v5i1.2378

Abstract

Literatur saat ini telah menyoroti tantangan dan peluang untuk pengembangan profesi guru di Indonesia. Namun studi yang secara khusus mengevaluasi pengembangan profesi guru matematika masih sedikit. Terkait hal tersebut, penelitian survei ini dilakukan untuk menjelajahi kendala yang dihadapi para guru matematika setelah mengikuti pendidikan profesi. Penelitian ini melibatkan 195 guru matematika yang tersebar di tujuh kabupaten. Instrumen penelitian adalah tautan kuesioner berupa googleform yang disebarkan menggunakan grup WhatsApp. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para guru menghadapi tantangan dalam perencanaan pembelajaran, mengalami keterbatasan waktu karena jadwal mereka yang padat. Akses terbatas terhadap materi pengajaran, teknologi, dan sumber daya pengembangan profesional terkini dalam memberikan layanan terbaik. Evolusi paradigma pendidikan, perubahan kurikulum, dan pergeseran pedagogis yang cepat dapat menjadi tantangan bagi guru yang sedang bertugas untuk mengimbanginya, yang membutuhkan pengembangan profesional dan kemampuan beradaptasi yang berkelanjutan. Current literature has highlighted the challenges and opportunities for teacher professional development in Indonesia. However, studies that specifically evaluate mathematics teacher professional development are still few. In this regard, this survey study explored the obstacles mathematics teachers face after undergoing professional education. This study involved 195 mathematics teachers spread across seven districts. The research instrument was a questionnaire link in a Google Form distributed using a WhatsApp group. The results of this study indicate that teachers face challenges in lesson planning, experiencing time constraints due to their busy schedules. Limited access to the latest teaching materials, technology, and professional development resources hinders providing the best service. The rapid evolution of educational paradigms, curriculum changes, and pedagogical shifts can be challenging for in-service teachers to keep up with, which requires continuous professional development and adaptability.
The Implementation of Ethnomathematics-Based Learning Using Blacksmith Tools on Students' Critical Thinking Skills Mayuri Putri, Iftisan Sundari; Eline Yanty Putri Nasutin; Ria Deswita
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v5i1.2478

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa memerlukan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan kontekstual secara budaya. Penerapan pembelajaran matematika berbasis etnomatematika dengan konteks perkakas pandai besi bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan melibatkan 82 siswa sebagai populasi dan 54 siswa sebagai sampel, yang dibagi menjadi dua kelompok: 28 siswa kelas 12 IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan 26 siswa kelas 12 IPA 3 sebagai kelas kontrol. Model post-test only control group design ini menggunakan sebuah tes uraian sebagai instrumen penelitian dan telah melalui uji validitas, reliabilitas, indeks kesukaran, serta daya beda untuk menjamin kualitasnya. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan teknik statistik inferensial. Berdasarkan uji-t, terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemempuan berpikir kritis siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis etnomatematika mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. A well-prepared abstract allows the reader to quickly and accurately identify the basic content of the document, assess its relevance to their interests, and decide whether to read the document in its entirety. The abstract should be informative and self-explanatory, providing a clear statement of the problem, proposed approach, or solution, as well as the main conclusions. Typically, abstracts include sections such as Background, Objective, Methods, Results, and Conclusions (often abbreviated as IMRaD). An abstract in English should be between 100 and 200 words in length. Abstracts are written in the past tense for methods and results (since the study has already been conducted), but present tense for conclusions and implications; abbreviations should be avoided. Since there are no citations, the abstract does not reference literature. The keyword list offers an opportunity to include terms used by indexing and abstract services. Thoughtful keyword selection enhances the discoverability of our articles among interested readers.