cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
plusminus@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Pahlawan No 32, Sukagalih, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 27982904     EISSN : 27982920     DOI : -
Core Subject : Education,
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2798-2904 & e-ISSN: 2798-2798) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Plusminus terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Maret, Juli, dan November. Penerbit Plusminus adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Articles 328 Documents
Learning Trajectory of Rate Material Using the Context of Plowing Rice Fields Sari, Filian Yunita; Zulkardi, Zulkardi; Putri, Ratu Ilma Indra; Susanti, Ely
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v5i1.2509

Abstract

Banyak siswa kesulitan memahami konsep laju karena pembelajaran masih bersifat teoritis dan kurang relevan dengan pengalaman mereka. Sehingga penelitian ini ditujukan untuk menghasilkan learning trajectory materi laju menggunakan konteks membajak sawah. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VII di salah satu SMP negeri di Belitang. Pengumpulan data melalui lembar aktivitas siswa dan lembar observasi. Penelitian menggunakan design research tipe validation studies yang terdiri dari tiga tahap penelitian yakni preparation experiment, design experiment dan retrospective analysis. Penelitian memberikan hasil bahwa learning trajectory materi laju terdiri dari tiga tahapan yakni mengeksplorasi kegiatan membajak sawah dengan mencari perbandingan antara luas sawah dengan waktu membajak sawah; menentukan satuan dari luas sawah dengan waktu membajak sawah, dan mendiskusikan definisi laju serta melakukan penyelesaian masalah tentang laju. Konteks membajak sawah memudahkan siswa untuk memahami konsep laju secara lebih konkret dan aplikatif. Melalui hasil penelitian ini memberikan masukan bahwa dalam mengajarkan materi laju, perlu mengintegrasikan dengan konteks realistic yang berada disekitar siswa. Many students have difficulty understanding the concept of rate because learning is still theoretical and less relevant to their experience. So, this research is aimed at producing a learning trajectory for rate material using the context of plowing rice fields. This research involved class VII students at one of the state junior high schools in Belitang. Data collection through student activity sheets and observation sheets. The research uses validation studies type design research which consists of three research stages, namely preparation experiment, design experiment and retrospective analysis. The research shows that the learning path for rate material consists of three stages, namely exploring the activity of plowing rice fields by finding a comparison between the area of ​​the rice field and the time for plowing the field, determining the unit of area of ​​the rice field with the time for plowing the field, and discussing the definition of rate and solving problems regarding rate. The context of plowing rice fields makes it easier for students to understand the concept of rate in a more concrete and applicable way. The results of this research provide input that in teaching rate material, it is necessary to integrate it with realistic contexts that surround students.
Bridging Theory and Practice: A Literature Review on Learning Trajectories in Statistical Literacy Instruction Utari, Rahma Siska; Putri, Ratu Ilma Indra; Zulkardi, Zulkardi; Hapizah, Hapizah
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v5i1.2521

Abstract

Literasi statistik merupakan keterampilan penting, terutama bagi calon guru yang akan mengajarkan konsep-konsep statistik kepada siswa. Namun, banyak calon guru yang kesulitan dalam memahami dan menerapkan konsep statistik secara efektif. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis temuan-temuan terdahulu mengenai penggunaan Learning Trajectory (LT) dalam pembelajaran literasi statistik bagi calon guru, guna merancang kerangka pembelajaran yang lebih terstruktur dan aplikatif. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan model Xiao & Watson, yang mencakup tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan tinjauan. Artikel diperoleh dari database Education Resource Information Centre (ERIC), melalui proses seleksi bertahap yang terdiri dari penyaringan kualitas, penyaringan kelayakan, dan penyaringan relevansi, hingga diperoleh 7 artikel akhir dari 31 artikel awal. Teknik analisis yang digunakan adalah thematic coding untuk mengidentifikasi pola dan kesenjangan dalam penelitian sebelumnya. Hasil menunjukkan bahwa learning trajectory berpotensi besar dalam meningkatkan pemahaman statistik calon guru dengan menyelaraskan pembelajaran secara progresif, meskipun integrasi konteks lokal dan fokus eksplisit pada calon guru masih jarang ditemukan. Kesimpulannya, learning trajectory yang dirancang secara kontekstual dapat menjadi jembatan antara teori dan praktik dalam pembelajaran literasi statistik untuk calon guru. Statistical literacy is an essential skill, particularly for prospective teachers who will be responsible for teaching statistical concepts to students. However, many prospective teachers struggle to understand and effectively apply these concepts. This study aims to systematically examine previous findings on the use of Learning Trajectories (LT) in statistical literacy instruction for prospective teachers, to design a more structured and applicable instructional framework. The method employed is a Systematic Literature Review (SLR) based on the Xiao & Watson model, which consists of three stages: planning, conducting, and reporting the review. Articles were sourced from the Education Resource Information Centre (ERIC) database through a multi-step selection process involving quality screening, eligibility screening, and relevancy screening, resulting in a final sample of 7 articles out of an initial 31. Thematic coding was used to identify patterns and gaps in prior research. The results indicate that learning trajectories hold significant potential to enhance prospective teachers’ statistical understanding by supporting progressive learning; however, the integration of local contexts and a specific focus on prospective teachers remain limited. In conclusion, contextually designed learning trajectories can serve as a bridge between theory and practice in statistical literacy instruction for prospective teachers.
The Role of Discovery Learning in the Learning Interest of Junior High Students Lusiana Zanatin; Sri Rahmawati Fitriatien
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v5i1.2523

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran model discovery learning dalam meningkatkan minat belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 33 Surabaya. Metode yang digunakan adalah desain quasi-eksperimen dengan posttest-only control group. Sebanyak 62 siswa dibagi menjadi kelompok eksperimen yang menerapkan model discovery learning dan kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui angket minat belajar dan dianalisis secara manual dengan uji normalitas, homogenitas, serta uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini membuktikan bahwa discovery learning berperan positif dalam membentuk minat belajar matematika. Oleh karena itu, model ini direkomendasikan untuk membuat pembelajaran matematika lebih menarik dan efektif. This study examines the role of the discovery learning model in enhancing mathematics learning interest among ninth-grade students at SMP Negeri 33 Surabaya. A quasi-experimental design with a posttest-only control group was employed. A total of 62 students were divided into an experimental group (taught using discovery learning) and a control group (taught conventionally). Data were collected through a learning interest questionnaire and analyzed manually using normality, homogeneity, and t-tests. The results revealed that the experimental group exhibited significantly higher learning interest than the control group. These findings demonstrate that discovery learning positively contributes to fostering students' interest in mathematics. Thus, this model is recommended to create more engaging and effective mathematics instruction.
Gender-Based Differences in Students’ Critical Thinking on Math Sequences Muthiah Fildzah Noverli; Nery, Rieno Septra; Hadi, Muhamad Sofian
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v5i1.2534

Abstract

Berpikir kritis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika abad ke-21, membantu peserta didik menganalisis, mengevaluasi, dan memecahkan masalah secara logis. Penelitian ini membandingkan kemampuan berpikir kritis peserta didik laki-laki dan perempuan pada materi barisan dan deret aritmetika di MTs Jamiatul Qurro Palembang. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sampel purposif-kelas VIII A dan VIII D dari lima kelas yang ada. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, tes uraian berdasarkan indikator berpikir kritis, dan wawancara. Analisis data dilaksanakan dalam tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa peserta didik perempuan umumnya memiliki kemampuan berpikir kritis lebih tinggi, sedangkan peserta didik laki-laki unggul sekitar 10% pada indikator membuat kesimpulan. Kedua kelompok setara dalam indikator memberikan penjelasan lebih lanjut. Temuan ini menekankan pentingnya strategi pembelajaran yang responsive berbasis gender untuk mengoptimalkan pengembangan berpikir kritis peserta didik. Critical thinking is a key competency in 21st-century mathematics education, supporting students in analyzing, evaluating, and solbing problems logically. Research has shown that gender may influence students’ critical thinking abilities which can impact learning outcomes. This study aimed to compare students’ critical thinking skills based on gender in the context of arithmetic sequences and series at MTs Jamiatul Qurro Palembang. Using a qualitative descriptive design, the study involved one purposively selected class (VIII A and VIII D) from a population of five classes. Data were collected through documentation, essay tests based on critical thinking indicators, and interviews. The analysis followed three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that female students generally demonstrated stronger critical thinking skills, possibly due to more complex cognitive patterns. However, male students outperformed female students by approximately 10% in the indicator of drawing conclusions, likely due to a greater interest in theoretical concepts. Both groups showed similar abilities in providing further explanations. These results highlight the importance of gender-responsive teaching strategies to support the development of students’ critical thinking skills more effectively.
Development of Interactive Mathematics E-Module Designed by Canva and Fliphtml5 Lestiana, Herani Tri; Rohmah, Andini; Putri, Ermawati; Wijaya, Candra
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v5i1.2537

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul interaktif pada materi Transformasi Geometri di kelas IX SMP. E-modul ini dirancang menggunakan platform Canva untuk menciptakan konten visual yang menarik dan FlipHTML5 untuk menyediakan fitur interaktif. Pengembangan e-modul mengikuti model ADDIE yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Validitas e-modul dinilai oleh dua validator yang menilai aspek media, isi/materi, dan bahasa. Hasil validasi menunjukkan rata-rata skor mencapai 86.5% dengan kriteria sangat valid. Evaluasi terhadap kepraktisan atau kemudahan penggunaan e-modul menunjukkan rata-rata sebesar 86% dengan kriteria sangat praktis. Hasil validasi dan kepraktisan ini menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan sudah baik dan bisa digunakan dalam pembelajaran. Tantangan yang dihadapi mencakup ketergantungan pada koneksi internet dan perluasan motivasi siswa dalam pembelajaran mandiri. This study aims to develop an interactive mathematics e-module on the Geometry Transformation topic at the 9th grade junior high school. This e-module is designed using the Canva platform to create attractive visual content and FlipHTML5 to provide interactive features. The development of the e-module follows the ADDIE model which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The validity of the e-module was assessed by two validators who assessed the media, content/material, and language aspects. The validation results showed an average score of 86.5% with very valid criteria. Evaluation of the practicality or ease of use of the e-module showed an average of 86% with very practical criteria. The results of this validation and practicality indicate that the developed e-module is good and can be used in learning. The challenges faced include dependence on internet connections and expanding student motivation in independent learning.
Application of Live Worksheet to Optimize Spatial Thinking Ability Fenti Amanda Putri, Fenti Amanda Putri; Selvia Erita, Selvia Erita; Febri Ningsih, Febria Ningsih
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v5i1.2540

Abstract

Kemampuan spasial matematis penting dalam membantu siswa memahami, menginterpretasikan, dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bentuk, ruang, dan hubungan antar objek. Namun, masih banyak siswa yang memiliki kemampuan spasial rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir spasial siswa melalui media pembelajaran Live Worksheet. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen one-group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas XII SMA Negeri 3 Sungai Penuh. Instrumen berupa soal pretest dan posttest dianalisis berdasarkan validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya beda. Peningkatan hasil belajar dianalisis menggunakan n-gain. Hasil menunjukkan rata-rata skor pretest sebesar 23,49 meningkat signifikan menjadi 91,61 pada posttest. Dengan demikian, penerapan Live Worksheet efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir spasial siswa. Mathematical spatial ability is important in helping students understand, interpret, and solve problems related to shapes, space, and relationships between objects. However, many students still have low spatial ability. This study aims to improve students' spatial thinking ability through the Live Worksheet learning media. The method used is quantitative with a one-group pretest-posttest quasi-experimental design. The subjects of the study were 32 students in grade XII at SMA Negeri 3 Sungai Penuh. The instruments consisted of pretest and posttest questions, which were analyzed based on validity, reliability, difficulty level, and discriminative power. Learning outcomes were analyzed using n-gain. The results showed that the average pretest score of 23.49 increased significantly to 91.61 in the posttest. Thus, the implementation of Live Worksheet is effective in improving students' spatial thinking skills.
Problem Solving Ability in Problem Based Learning Based on Ethnomathematics Assisted by Teachmint Ulmu Karimah; Isnarto, Isnarto; Munahefi, Detalia Noriza
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v5i1.2541

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui model PBL barbasis etnomatematika berbantuan teachmint dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung. Jumlah sampel pada penelitian ini 20 siswa kelas IX SMP Islam Salakbrojo Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen desain The Group Pretest-postest. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Islam Salakbrojo Kabupaten Pekalongan. Pengumpulan data yang digunakan tes kemampuan pemecahan masalah barbasis etnomatematika. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji paired t-test. Hasil penelitian ini adalah hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai thitung < ttabel atau 5,445 < 2,09302 maka H0 ditolak yang berarti kemampuan pemecahan masalah siswa melalui model PBL barbasis etnomatematika pada materi bangun ruang sisi lengkung, hasil uji peningkatan rata-rata (N-gain) menunjukkan bahwa siswa kelas IX SMP Islam Salakbrojo yaitu 34,95 termasuk dalam kategori sedang. Rata-rata pretest siswa sebesar 73,25 dan rata-rata posttest sebesar 84,25. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah melalui model pembelajaran problem-based learning barbasis etnomatematika pada materi bangun ruang sisi lengkung di SMP Islam Salakbrojo. The purpose of this study was to determine the ethnomathematics-based PBL model assisted by teachmint in improving students' problem-solving abilities in the curved-sided solid geometry material. The number of samples in this study was 20 ninth-grade students of SMP Islam Salakbrojo, Pekalongan Regency. This study used an experimental research design The Group Pretest-postest. The subjects in this study were ninth-grade students of SMP Islam Salakbrojo, Pekalongan Regency. Data collection used ethnomathematics-based problem-solving ability tests. The data analysis technique in this study was the paired t-test. The results of this study were the results of the paired sample t-test showed a value tcount < ttable or 5.445 < 2.09302 then H0 is rejected which means that students' problem-solving ability through the PBL model based on ethnomathematics on the material of curved side solid shapes, the results of the average increase test (N-gain) show that grade IX students of SMP Islam Salakbrojo, namely 34.95, are included in the moderate category. The average pretest of students was 73.25 and the average posttest was 84.25. Therefore, it can be concluded that there is an increase in problem-solving ability through the problem based learning model based on ethnomathematics on the material of curved side solid shapes at SMP Islam Salakbrojo.
Improving Students' Numeracy Skills Through the Development of Diagnostic and Evaluation Instruments for Numeracy Proficiency Nofriyandi, Nofriyandi; Dedek Andrian; Abdurrahman; Akbar Septiawan; Febri Loska; Siti Nurhalimah
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v5i1.2552

Abstract

Numerasi adalah kemampuan penting bagi siswa dan merupakan dasar untuk kesuksesan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen dan mengevaluasi keterampilan numerasi siswa di 10 sekolah di Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode R & D dan Survei. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa sekolah menengah pertama di Pekanbaru. Sampel penelitian terdiri dari 430 siswa yang dipilih dengan metode multiple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan survei, dengan instrumen utama berupa tes pilihan ganda. Tujuh analisis data digunakan dalam penelitian ini: validitas konten, reliabilitas Cronbach Alpha, Analisis Faktor Konfirmatori (CFA), reliabilitas konstruk, dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis validitas konten terdapat empat item yang perlu direvisi karena kalimat yang ambigu. Reliabilitas Cronbach Alpha diperoleh sebesar 0,872 dengan kategori yang diterima. Analisis CFA menunjukkan bahwa 19 indikator sebagai konstruk merupakan kategori yang valid. Secara keseluruhan, keterampilan numerasi siswa dari dua belas kabupaten/kota di Provinsi Riau masih berada pada kategori yang kurang baik.  Numeracy is a crucial skill for students and serves as a foundation for future success. This study aims to develop instruments and evaluate students' numeracy skills in 10 schools in Pekanbaru. The research employed a combination of Research and Development (R&D) and survey methods. The population consisted of all junior high school students in Pekanbaru. A total of 430 students were selected as samples using multiple random sampling techniques. Data were collected through a survey approach, with the main instrument being a multiple-choice test. Seven types of data analysis were employed: content validity, Cronbach's Alpha reliability, Confirmatory Factor Analysis (CFA), construct reliability, and descriptive statistics. The results indicated that four items required revision due to ambiguous wording based on the content validity analysis. The Cronbach’s Alpha reliability was 0.872, which is considered acceptable. CFA analysis confirmed that 19 indicators were valid as constructs. Overall, the students’ numeracy skills from twelve regencies/cities in Riau Province are still in the low category.
Identifying Students’ Numeracy Skills through Realistic Mathematics Education Sarumaha, Yenny Anggreini; Nur Dina Meylaila Khasanah
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v5i1.2553

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkatan kemampuan numerasi siswa yang menggunakan pendekatan PMRI dalam pembelajarannya. Penelitian ini dilakukan selain karena adanya masalah mendasar dalam literasi matematika siswa dan masih sedikitnya penelitian mengenai pendekatan pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan numerasi siswa, keterampilan ini adalah bekal siswa dalam kehidupan untuk dapat menggunakan matematika dalam berbagai konteks kehidupan nyata untuk pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah 18 orang siswa kelas X SMK Muhammadiyah di Yogyakarta. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa hasil observasi, hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumen hasil pekerjaan siswa. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa berada pada level perlu intervensi khusus, dasar, dan cakap. Beberapa faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan penelitian di antaranya siswa belum terbiasa dengan pendekatan PMRI dalam kegiatan pembelajaran dan minimnya pengalaman siswa dalam menyelesaikan soal-soal numerasi atau masalah matematika yang memiliki konteks atau situasi yang berkaitan dengan kehidupan. The aim of this present study is to describe students’ level of numeracy competence using PMRI approach in learning mathematics. This research is conducted not only because og the fundamental issues in students’ mathematical literacy and the lack of studies on effective learning approaches to develop students’ numeracy, but also because these skills are essential for students in life to use mathematics in various real-life contexts for decision-making and problem-solving. This study is a qualitative descriptive which involved 18 Vocational School students grade X in Yogyakarta. Data collection in this research consisted of observation result, interview results, field notes, and students’ works. The analysis techniques used in this research are data reduction, data presentation, and drawing inferences and verification. The study showed that students’ level of numeracy competence was in the level of need for specific intervention, elementary, and capable. Several factors that inhibited the impelementation of research included students not being accustomed to the PMRI approach in learning and students’ lack of experiences in solving numeracy problems or mathematical problems that have a context or situation related to daily life.
Scratch vs Excel: Enhancing Math Problem-Solving and Student Confidence Indrajaya, Undang; Siti Sadiah; Rostina Sundayana; Nitta Puspitasari
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v5i1.2556

Abstract

Artikel “Scratch vs Excel: Enhanching Math Problem-Solving and Student Confidence” bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis dan Self Confidence siswa dalam pembelajaran Matematika dengan menggunakan aplikasi Scratch dan Microsoft Excel. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan subjek penelitian kelas XII MIPA pada salah satu SMA di Kabupaten Garut yang dipilih berdasarkan purposive sampling. Metode pengumpulan data meliputi tes, angket, dan observasi. Teknik analisis data mencakup statistik deskriptif, Gain ternormalisasi dan uji independen dua sampel untuk menguji perbedaan peningkatan (N-Gain) antara dua kelompok.  Penelitian ini dapat menjawab kebutuhan akan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan kondisi siswa, dengan fokus pada dua aspek yaitu kognitif (kemampuan memecahkan masalah) dan afektif (self confidence). Pada penelitian ini ditemukan adanya perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis dan self confidence antara siswa yang menggunakan media pembelajaran interaktif aplikasi Scratch dan Microsoft Excel. Di mana Scratch terbukti memberikan peningkatan yang lebih baik dalam kemampuan pemecahan masalah matematis dan self confidence, dibandingkan Excel. Ini menunjukkan bahwa media interaktif berbasis animasi/visual dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. The article “Scratch vs Excel: Enhanching Math Problem-Solving and Student Confidence” is a study to compare the differences in the improvement of the ability of mathematical problem-solving and student self-confidence in learning mathematics by using Scratch and Microsoft Excel applications. This study used a quasi-experimental design with the research subjects of class XII MIPA at one of the high schools in Garut Regency which was selected based on purposive sampling. Data collection methods include tests, questionnaires, and observations. Data analysis techniques include descriptive statistics, normalized Gain and two-sample independent test to test the difference in improvement (N-Gain) between two groups.  This study can answer the need for a learning approach that is more effective and relevant to the conditions of students, focusing on two aspects, namely cognitive (problem-solving ability) and affective (self confidence). In this study, it was found that there were differences in the improvement of the ability of mathematical problem-solving and self-confidence between students who used interactive learning media Scratch application and Microsoft Excel. Scratch was shown to provide better improvement in mathematical problem-solving ability and self confidence, compared to Excel. This suggests that animation/visual-based interactive media can increase students’ motivation and understanding.