Jurnal ABDI PAUD
ABDI PAUD : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dibidang Pendidikan Anak Usia Dini adalah jurnal ilmiah multidisiplin diterbitkan pertama kali pada tahun 2020 oleh Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini FKIP Universitas Bengkulu. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). Artikel yang diterbitkan merupakan artikel hasil pengabdian kepada masyarakat tentang pendidikan Anak Usia Dini yang berkaitan dengan masalah umum atau masalah yang terkait dengan layanan masyarakat. Publikasi jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai dibidang layanan masyarakat yang belum pernah dipublikasikan pada media cetak dan online lainnya. ABDI PAUD: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, berisi berbagai kegiatan staf pengajar sebagian besar universitas di Indonesia, dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Implementasi kegiatan layanan juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pelayanan diorganisasikan menjadi kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Early Childhood Education Early Childhood Development Early Childhood Education Learning Policy Early Childhood Education Early Chidlhood Problems Health in Early Childhood Education Nutrition for Early Childhood Parenting in Early Childhood Innovation in Early Childhood Education Language adn Literacy in Early Childhood Art and Creativity in Early Childhood Education
Articles
63 Documents
SOSIALISASI PROGRAM PARENTING UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU PAUD DI KECAMATAN PAYUNG SEKAKI
Bastian, Adolf;
Filtri, Heleni;
Reswita
Jurnal ABDI PAUD Vol. 4 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/abdipaud.v4i1.28314
Pendidikan anak usia dini sangat penting untuk perkembangan anak selanjutnya. Oleh sebab itu dibutuhkan profesionalisme guru dalam menjalankan pendidikan untuk anak usia dini sehingga pelatihan program parenting untuk meningkatkan profesionalisme guru PAUD sangatlah dibutuhkan. Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesionalisme dan kompetensi sosial. Dengan adanya beberapa kompetensi ini diharapkan agar guru dapat mengenal peserta didik yang dilayaninya secara mendalam. Tujuan yang ditargetkan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah terbangunnya pengetahuan dan pemahaman guru atau pendidik PAUD mengenai pentingnya program parenting di sekolah, meningkatnya keterampilan guru atau pendidik PAUD dalam mengembangkan program parenting di sekolah/PAUD, tersusunnya program parenting di sekolah masing-masing sesuai dengan kondisi dan terimplementasikannya program parenting di sekolah/PAUD di sekolah masing-masing. Dalam sosialisasi ini diberikan pengetahuan secara teoritis dan praktis. Pengetahuan teoritis berkenaan dengan gambaran umum tentang strategi belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan parenting tanpa memperhatikan perbedaan bidang ilmu yang digelutinya. Sedangkan kegiatan praktisnya dilaksanakan dengan pemberian tugas latihan kepada peserta sesuai dengan bidang ilmunya masing-masing. Dalam kegiatan latihan dilakukan pembimbingan oleh tim, sampai pada setiap peserta menghasilkan kegiatan yang menggunakan program parenting. Kegiatan PKM berjalan lancar dan sesuai dengan susunan kegiatan yang direncanakan sebelumnya. Peserta juga dapat mengikuti kegiatan dengan baik dari awal hingga selesai. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Payung Sekaki pada hari Rabu tanggal 13 Desember 2022. Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru PAUD sebanyak 15 orang. Pemahaman guru tentang program parenting meningkat dari sebelum diadakan sosialisasi dengan rata-rata sebesar 57.33 % dengan kriteria Cukup Baik ke sesudah diberikan sosialisasi yaitu sebesar 70.71 % dengan kriteria Baik.
PEMBUATAN KOLASE DARI CANGKANG TELUR UNTUK MENINGKATKAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK B DI TK KEMALA BHAYANGKARI 09 RUTENG
Sum, Theresia Alviani;
Angkur, Maria Fatima Mardina
Jurnal ABDI PAUD Vol. 4 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/abdipaud.v4i1.28388
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk melatih guru yang ada di TK Kemala Bhayangkari terkait berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan motorik halus anak salah satunya adalah membuat kolase dari cangkang telur. Kegiatan pelatihan ini dilatarbelakangi oleh perkembangan motorik halus anak yang masih minim diantaranya kemampuan anak dalam memegang alat tulis belum benar serta kemampuan anak dalam bermain menggunakan motorik halus anak masih terkendala. Kegiatan pembelajaran yang membosankan bagi anak dan kegiatan guru yang monoton menjadi faktor penyebab rendahnya perkembangan motorik halus anak. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah TK Kemala Bhayangkari 09 Ruteng pada kelompok B dengan sasaran kegiatan adalah para guru. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi pentingnya kemampuan motorik halus anak dan pelatihan yang ditujukan bagi guru. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan kegiatan pembelajaran anak menjadi semakin menarik dan variatif dengan adanya kegiatan kolase dari cangkang telur, kreatifitas guru dalam mengembangkan motorik halus anak semakin baik. Hasil akhir dari kegiatan pembuatan kolase dari cangkang telur membuat kemampuan anak dalam memegang alat tulis jauh lebih baik.
PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN MENGAJAR BAGI GURU PAUD Al-JUNDI KOTA BENGKULU
Nasirun;
Suprapti, Anni;
Zahratul Qalbi;
Indrawati
Jurnal ABDI PAUD Vol. 4 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/abdipaud.v4i1.28389
Apakah dengan pelatihan penyusunan pelatihan penyusunan program pembelajaran model pembelajaran Abad 21 dapat meningkatkan kemampuan guru dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam Pembelajaran Abad 21 yang digunakan mengajar di TK? Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah: Meningkatkan kemampuan guru dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam Pembelajaran Abad 21 yang digunakan mengajar di TK. Pemecahan masalah dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan melaksanakan kegiatan kegiatan pengabdian masyarakat melalui pelatihan Model Pembelajaran Abad 21 yang diikuti para guru TK Dharma Wanita Propinsi Bengkulu. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah seluruh guru TK Dharma Wanita Propinsi Bengkulu berjumlah 13 orang guru. Metode kegiatan yang akan dilakukan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah: Metode Ceramah; Metode Tanya-jawab, Penugasan (latihan) tentang penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dalam Pembelajaran Abad 21. Hasil kegiatan penyusunan rencana pembelajaran Abad 21 di TK Dharma Wanita Propinsi Bengkulu, dan setelah dilakukan evaluasi dan penilaian serta balikan dari peserta disimpulkan kegiatan berjalan dengan baik sesuai tujuan. Hasil penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru berada pada kriteria baik artinya seluruh komponen rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dalam Pembelajaran Abad 21 sudah dilakukan dengan lengkap dan baik. Saran setelah kegiatan hendaknya perlu pelatihan untuk memberikan tentang komponen dan indikator atau kriteria-kriteria penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran Abad 21.
POLA PENGASUHAN ANAK USIA DINI DI DESA PULAU PANGGUNG KECAMATAN TALANG EMPAT KABUPATEN BENGKULU TENGAH
Qalbi, Zahratul;
Delrefi
Jurnal ABDI PAUD Vol. 4 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/abdipaud.v4i1.28457
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk memberikan penyuluhan kepada guru dan orang tua anak di PAUD Mutiara Bunda. Permasalahan pada kegiatan ini adalah banyak orang tua yang memiliki anak usia dini dan sekolah di TK tidak memahami pola pengasuhan anak usia dini sehingga sering menyalahkan guru jika ada anak yang belum mampu untuk membaca, menulis dan berhitung (calistung). Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah PAUD Mutiara Bunda Desa Pulau Panggung Kecamatan Talang Empat dengan sasaran kegiatan adalah para guru dan orang tua. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi pentingnya memahami pola pengasuhan anak usia dini dan pelatihan yang ditujukan bagi guru. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan pemahaman orang tua dan guru menjadi semakin meningkat dan baik. Pengasuhan positif merupakan pengasuhan yang dilakukan berdasarkan kasih sayang, saling menghargai, terbangunnya hubungan yang hangat, bersahabat dan ramah antara anak dan orang tua, serta menstimulasi tumbuh kembang anak, agar optimal. Pengasuhan yang menggunakan pendekatan dengan mengedepankan penghargaan, pemenuhan dan pelindungan hak anak, mengedepankan kepentingan terbaik anak.
IMPLEMENTASI “TILAWATI TAJWID” BUKU TILAWATI TAJWID METODE DRILLING BERBASIS MOBILE APPS DI TPQ ABDUL AZIZ
Romadhona, Ananda Regita;
Sari, Nuri Aisyah Aneka;
Sabillah, Arizqa Diani;
Alvianita, Mahda;
Chotimah, Ima Chusnul
Jurnal ABDI PAUD Vol. 4 No. 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/abdipaud.v4i2.31981
Pembelajaran di Taman Pendidikan Quran (TPQ) menjadi wadah bagi anak-anak untuk mempelajariilmu agama islam dan menjadi pondasi pendidikan akhlaq budi pekerti bagi anak. Dalam pembelajaransaat ini, sebagian besar menggunakan tilawati sebagai media ajar. Ilmu tajwid adalah suatu cabangpengetahuan untuk mempelajari cara-cara membaca alquran dengan baik dan benar. Tujuan dariimplementasi “Tilawati Tajwid” ini adalah untuk meningkatkan wawasan anak serta guru di TamanPendidikan Quran (TPQ) dalam memahami materi tajwid dengan mudah menggunakan media IT berupamobile apps disertai metode drilling. Mitra dari kegiatan ini adalah guru dan murid di TPQ Abdul Aziz, Perak, Jombang. Hasil dari implemetasi “Tilawati Tajwid” disambut baik oleh guru dan juga anak-anak diTPQ Abdul Aziz, yang mana selama kegiatan berlangsung guru dan anak-anak sangat antusias danbersemangat. Mereka sangat tertarik dengan “Tilawati Tajwid” secara keseluruhan sehingga membuatproses pembelajaran menjadi asik dan juga materi menjadi lebih mudah dipahami. Harapannya “TilawatiTajwid” tidak hanya dipelajari di dalam pengajian saja tetapi juga dapat dipelajari dirumah karena disertaidengan mobile apps yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Sehingga materi tajwid dapat tertanamdengan baik dan membuat guru dan anak dapat membaca Al-Quran dengan baik dan benar menggunakanilmu tajwid yang tepat
PENDAMPINGAN GURU DALAM MEMBUAT MEDIA PAPAN FLANEL DI PAUD ST KAROLUS
Talu, Adriani Tamo Ina;
Banggur , Maria Disriany Vista
Jurnal ABDI PAUD Vol. 4 No. 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/abdipaud.v4i2.32130
Permasalahan yang dihadapi oleh lembaga PAUD St Karolus adalah lembaga PAUD belum menggunakan media sesuai dengan tema/subtema pembelajaran dan belum nampak variasi penggunaan media dalam pembelajaran. Hal ini dipengaruhi oleh karena kurang tersedianya media pembelajaran. Situasi ini tentunya memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak yang dilayani. Anak tidak distimulasi dengan baik saat kegiatan pembelajaran sehingga aspek perkembangan anak tidak berkembang dengan optimal. Berhadapan dengan permasalahan yang dialami oleh pengelola dan guru di PAUD St Karolus, ada beberapa solusi yang ditawarkan. Diantaranya adalah (1) Pengelola dan guru di PAUD St Karolus didampingi dan diberi pemahaman melalui sosialisasi dan diskusi terkait penggunaan variasi media dalam pembelajaran. (2) Guru didampingi dan dilatih dalam membuat media papan flanel. (3) Guru didampingi dalam menggunakan media papan flanel saat pembelajaran. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah modifikasi dari metode-metode penelitian sosial, pendekatan kuantitatif dan kualitatif (social research methods;qualitative and quantitative approaches) yaitu mengikuti model IPOAI yaitu identifying (identifikasi), planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), acting (pelaksanaan), impact (dampak). Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM adalah (1) Guru memahami konsep media pembelajaran yang sesuai dengan tema atau subtema dalam pembelajaran. (2) Guru mampu membuat media papan flanel. (3) Guru mampu menggunakan media papan flanel dalam pembelajaran.
PELATIHAN PENGGUNAAN KOMPUTER DAN APLIKASI PAUDPEDIA BAGI GURU-GURU PAUD DI SPS LENTERA MERDEKA KECAMATAN WAE RI’I KABUPATEN MANGGARAI
Maria Dissriany Vista Banggur;
Talu, Adriani Tamo Ina
Jurnal ABDI PAUD Vol. 4 No. 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/abdipaud.v4i2.32170
Permasalahan yang ditemukan adalah guru belum memiliki kemampuan untuk mengoperasikan komputer dan memanfaatkan berbagai macam aplikasi salah satunya aplikasi PAUDPEDIA yang dapat membantu guru dalam menyiapkan materi yang bisa mendukung proses pembelajaran di PAUD. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara bersama para guru di SPS Lentera Merdeka Kecamatan Wae Ri’i Kabupaten Manggarai ditemukan bahwa terdapat 3 orang guru yang belum melek teknologi dan belum mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran khusunya dalam mengoperasikan komputer dan memanfaatkan berbagai macam aplikasi yang dapat membantu guru dalam mendukung proses pembelajaran di PAUD. Para guru belum memahami bagaimana cara untuk mengoperasikan komputer khususnya dalam mendukung pencarian materi yang berkaitan dengan anak usia dini dan penggunaan berbagai macam aplikasi yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran di kelas dan mencari berbagai jenis main yang bisa diterapkan pada anak usia dini. Kegiatan PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) ini diberikan kepada para guru di SPS Lentera Merdeka Kecamatan Wae Ri’i Kabupaten Manggarai. Metode yang digunakan adalah diskusi, ceramah, demonstrasi dan unjuk kerja. Metode diskusi dipakai pada saat mendiskusikan tentang bagaimana cara penggunaan komputer dan berbagai macam aplikasi. Metode ceramah digunakan pada saat pelaksanaan PkM menyampaikan materi mengenai penggunaan komputer dan aplikasi PAUDPEDIA. Metode demonstrasi digunakan pada saat pelaksana PkM memberikan contoh pengoperasian komputer dan penggunaan aplikasi PAUDPEDIA. Sedangkan metode unjuk kerja digunakan pada saat praktik menggunakan komputer dan memanfaatkan aplikasi PAUDPEDIA
PENYULUHAN TENTANG PEMBELAJARAN BERBASIS HOTS (HIGH ORDER THINKING SKILLS)
Putera, Rafhi Febryan;
Delrefi;
Qalbi, Zahratul;
Wembrayarli
Jurnal ABDI PAUD Vol. 4 No. 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/abdipaud.v4i2.32175
Mitra pada kegiatan pengabdian ini adalah Guru Taman Kanak-Kanak di Kota Padang dan Mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Permasalahan pada saat ini adalah pemerintah mengharapkan para peserta didik mencapai berbagai kompetensi dengan penerapan HOTS atau Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Solusi yang ditawarkan adalah memberikan penyuluhan kepadamahasiswa dan guru-guru Taman kanak-kanak tentang pentingnya pembelajaran berbasi HOTS (High Order Thinking Skills) pada abad ke-21 untuk diterapkan di sekolah. Kegiatan ini diberikan kepada guru dan mahasiswa sebanyak 52 orang. Kegiatan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 5 Juni 2023. Target luaran dari kegiatan ini adalah berita di media massa dan video kegiatan yang di upload di youtube. Pembelajaran yang diterapkan pada kurikulum 2013 edisi revisi menuntut siswa untuk dapat cakap berpikir tingkat tinggi (High Order Thingking). Sistem pembelajaran dirancang sesuai dengan tuntutan abad ke-21 menekankan bahwa kompetensi pada abad ke-21 berbasis pada 4C meliputi Berpikir Kritis (critical thingking), kerjasama (collaboration), komunikasi (communication), dan kreativitas (creativity).
SOSIALISASI PENERAPAKAN KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU KESETARAAN DI SKB 2 SUNGAI TARAB
Putera, Rafhi Febryan;
Habibi, M.
Jurnal ABDI PAUD Vol. 4 No. 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/abdipaud.v4i2.32191
Kurikulum merdeka belajar sudah dilaksanakan di berbagai unit satuan pendidikan di Indonesia mulai dariSD sampai SMA. Fakta di lapangan menyatakan bahwa belum semua pemangku kepentingan memahami tentang implementasi kurikulum merdeka belajar. Oleh karena itu tim pengabdian Jurusan PendidikanGuru Sekolah Dasar Universitas Negeri Padang telah melakukan pengabdian masyarakat di Sanggarkegiatan Belajar (SKB) II Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar, dimana pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan kurikulum merdeka belajar bagi guru- guru kesetaraan. Pengabdian ini mendapat respon yang baik dan diapresiasi oleh Kepala SKB II Sungai Tarab. Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini adalah sebesar 60 % peserta menyatakan sangat puas dan 30 % peserta meyatakan puas dengan adanya pengabdian ini. Diharapkan melalui kegiatan ini terjalin kerja sama antara pihak universitas dengan pihak SKB untuk mengembangkan kualitas guru demi terciptanya pendidikan yang berkualitas.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN UNTUK GURU DI PAUD LILIK TERPADU KOTA PEKANBARU
Suharni;
Bastian, Adolf;
Marta Efastri , Sean
Jurnal ABDI PAUD Vol. 4 No. 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/abdipaud.v4i2.32529
Pembelajaran berbasis kurikulum merdeka belajar adalah berbentuk proyek. Banyak perubahan dalam mengiplementasikan pembelajaran. Guru harus membuat persiapan yang matang dan membuat bahan media pembelajaran yang menarik sehingga anak dapat mengembangkan kembali dalam kegiatan pembelajaran. Tidak semua sekolah yang mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar sejak awal sehinggga banyak sekolah yang harus menyesuiakan dengan kurikulum baru dan mengejar ketinggalan informasi dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar. Kurikulum merdeka belajar sejak awal diimpelementasikan oleh sekolah penggerak yang terpilih. Sedangkan tuntutan pemerintah kurikulum merdeka belajar harus diimplementasikan oleh semua sekolah saat ini. Hasil dari pengabdian sangat memberikan dampak positif bagi guru dan menambah pengetahuan guru cara mengimplemtasikan kurikulum merdeka belajar dalam pembelajaran. Guru dituntut mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar sehingga mereka harus banyak mengikuti pelatihan dan memepelajaran metode pembelajaran yang baru. Pengabdian ini sangat bermanfaat karena sangat dibutuhkan guru dalam mengimplemntasikan kurikulum merdeka belajar.