cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 39 Documents clear
HUBUNGAN VISI DAN MISI SEKOLAH DENGAN PENINGKATAN MUTU KINERJA SEKOLAH Sumantri, Agus; Gadriaman, Gadriaman; Jayusman, Iyus; Wibowo, Priyo
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6942

Abstract

This study was conducted in public junior high schools spread across West Java which are quality schools in the district/city, which amounted to 21 schools In this study the author used "Effective Schools, School-Based Quality Improvement Management," as the grand theory. This study is intended to explain the effectiveness of the relationship between the vision, mission and quality of school performance. This study uses quantitative methods with descriptive statistical research models because the sample used is a saturated sample model because the population is less than 30. Data were obtained by distributing valid and reliable instruments to each school, with 8 (eight) respondents per school consisting of: principals and vice principals, Mathematics, Science and English teachers and school committees.  In this study, the independent variable is the vision and mission of the school while the quality of school performance is the dependent variable. In this study the authors found that:  Correlation of vision, school mission based on the results of the analysis showed a moderate/sufficient relationship to the quality of school performance, but did not affect the quality of school performance, this means that the vision and mission of the school did not make an important contribution to the school in improving the quality of its performance. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di SMP Negeri yang tersebar di wilayah Jawa Barat yang merupakan sekolah bermutu di kabupaten/ kota, yang jumlahnya 21 sekolah  Dalam penelitian ini penulis menggunakan ”Sekolah Efektif, Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah,” sebagai grand theory. Studi ini dimaksudkan untuk menjelaskan efektifitas hubungan antara  visi, misi sekolah  terhadap mutu kinerja sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model penelitian statistik deskriptif  karena sampel yang digunakan adalah model sampel jenuh karena jumlah populasinya kurang dari 30. Data diperoleh dengan cara menyebarkan instrument yang valid dan reliabel kepada tiap sekolah, dengan responden tiap sekolahnya 8 (delapan) orang yang terdiri dari : kepala sekolah dan wakil kepala sekolah, Guru Matematika, IPA dan Guru Bahasa Inggris serta Komite sekolah.  Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah visi, misi sekolah sedangkan mutu kinerja sekolah sebagai variabel terikat. Dalam penelitian ini penulis menemukan hasil  bahwa:  Korelasi visi, misi sekolah  berdasarkan hasil analisis menunjukkan adanya hubungan sedang/cukup terhadap mutu kinerja sekolah, tetapi tidak mempengeruhi mutu kinerja sekolah, hal ini berarti visi dan misi sekolah sekolah tidak memberikan kontribusi penting kepada sekolah dalam meningkatkan mutu kinerjanya.
EFEKTIVITAS PROGRAM LITERASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK USIA 4–6 TAHUN DI TK BUSTANUL ARIFIN PANGARENGAN KABUPATEN SAMPANG Tammamatun, Tammamatun; Muzekki, Sahrul; Januar, Linda Ramadhanty
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6524

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of a literacy program in improving reading skills among children aged 4–6 years at TK Bustanul Arifin Pangarengan. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The informants included the principal, classroom teachers, parents, and students. The findings indicate that the literacy program, which is integrated into daily activities—such as reading before playtime, the use of letter cards, shared reading, and phonetic activities—successfully enhances children's pre-reading skills. The children demonstrated noticeable progress in recognizing letters, spelling, and reading simple words. Furthermore, the active involvement of teachers and support from parents significantly contributed to the program’s effectiveness. Challenges encountered included varying levels of children's readiness and limited parental participation. Overall, the literacy program is considered effective, although strategy adjustments are necessary to better accommodate the diverse developmental levels of early childhood learners. ABSTRAKKemampuan  membaca  merupakan  salah  satu  keterampilan  dasar  yang  penting  untuk dikembangkan sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program literasi dalam meningkatkan kemampuan membaca anak usia 4–6 tahun di TK Bustanul Arifin Pangarengan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian  ini  meliputi  kepala  sekolah,  guru  kelas,  orang  tua,  dan  peserta  didik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi yang diterapkan secara terintegrasi dalam kegiatan harian, seperti membaca sebelum bermain, penggunaan media kartu huruf, membaca bersama, dan kegiatan fonetik, mampu meningkatkan keterampilan pra-membaca anak.Anak- anak menunjukkan perkembangan dalam mengenali huruf, mengeja, dan membaca kata sederhana. Selain itu, keterlibatan aktif guru dan dukungan dari orang tua turut memperkuat efektivitas program. Kendala yang ditemukan antara lain perbedaan tingkat kesiapan anak serta kurangnya partisipasi orang tua. Secara keseluruhan, program literasi ini dapat dikatakan efektif, meskipun perlu penyesuaian strategi agar lebih ramah terhadap keberagaman kemampuan anak usia dini.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN HOMESCHOOLING BERBASIS KOMUNITAS PADA PROGRAM KARIR ANAK INDONESIA (KAIN) Gunawan, So Melisa Indriani; Zulfikasari, Sony
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6547

Abstract

This research is motivated by the demand for 21st-century skills that emphasize personalized learning, while formal education often falls short of meeting these demands. Community-based homeschooling, such as the Karir Anak Indonesia (KAIN) program within the Jaringan Rumah Usaha (JRU) community, has emerged as a relevant alternative, but its planning practices have not been widely studied. Therefore, this research focuses on describing the forms, processes, and supporting and inhibiting factors of non-formal learning planning in the KAIN program. This research used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews with mentors and participants, and documentation studies, which were then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results show that learning planning at KAIN is carried out collaboratively and adaptively through four cycles: annual (based on business rhythm), term (based on work meetings and bootcamps), unit (based on interests and digital skills), and daily (based on project-based learning). Key findings reveal that flexibility, community support, mentor competence, and facilities are key supporting factors, while limited initial abilities and participant motivation are barriers. It was concluded that this community-based planning model effectively accommodates individual needs and is relevant to the development of 21st-century skills. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan keterampilan abad ke-21 yang menekankan pembelajaran personalisasi, sementara pendidikan formal seringkali belum mampu memenuhinya. Homeschooling berbasis komunitas, seperti program Karir Anak Indonesia (KAIN) di komunitas Jaringan Rumah Usaha (JRU), muncul sebagai alternatif yang relevan, namun praktik perencanaannya belum banyak dikaji. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan bentuk, proses, serta faktor pendukung dan penghambat perencanaan pembelajaran nonformal di program KAIN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan mentor dan peserta, serta studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran di KAIN dilakukan secara kolaboratif dan adaptif melalui empat siklus: tahunan (berbasis ritme usaha), term (berbasis rapat kerja dan bootcamp), unit (berbasis minat dan keterampilan digital), serta harian (berbasis project-based learning). Temuan utama mengungkap bahwa fleksibilitas, dukungan komunitas, kompetensi mentor, dan fasilitas menjadi faktor pendukung utama, sedangkan keterbatasan kemampuan awal dan motivasi peserta menjadi penghambat. Disimpulkan bahwa model perencanaan berbasis komunitas ini efektif mengakomodasi kebutuhan individu dan relevan dengan pengembangan keterampilan abad ke-21.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU HURUF DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS I SD N 1 KRASAK BANGSRI JEPARA Maulana, Pradiva Akbar; Munir, Muhammad Misbahul
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6557

Abstract

This research is motivated by the low initial reading skills of first-grade students at SD N 1 Krasak Bangsri Jepara, which is caused by the use of learning media that is less than optimal and tends to be monotonous. Yet, initial reading is a crucial foundation for subsequent learning. The focus of this study was to determine the significant effect of using letter cards on improving students' initial reading skills. This study used a quantitative method with a one-group pretest-posttest design on 30 first-grade students. The research stages included administering a pretest, a learning intervention using letter cards for three meetings, and concluding with a posttest using the same instrument. Data were analyzed using a paired sample t-test. The results showed a very significant increase in reading skills: the students' average score increased from 69.67 in the pretest to 87.93 in the posttest. This main finding was supported by the results of the hypothesis test, which showed a significance value of 0.000 (p < 0.05). It was concluded that the letter cards had a significant and effective effect in improving students' initial reading skills. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD N 1 Krasak Bangsri Jepara, yang disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang belum maksimal dan cenderung monoton. Padahal, membaca permulaan adalah fondasi krusial untuk pembelajaran selanjutnya. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh signifikan penggunaan media kartu huruf terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest terhadap 30 siswa kelas I. Tahapan penelitian meliputi pemberian pretest (tes awal), intervensi pembelajaran menggunakan media kartu huruf selama tiga pertemuan, dan diakhiri dengan posttest (tes akhir) menggunakan instrumen yang sama. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca yang sangat signifikan: nilai rata-rata siswa naik dari 69,67 pada pretest menjadi 87,93 pada posttest. Temuan utama ini didukung oleh hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa media kartu huruf berpengaruh secara signifikan dan efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN MEDIA QUIZZIZ TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN INFORMATIKA SMA NEGERI 4 MALANG Arwani, Wafiq Nur Muhammad; Suswanto, Hary; Ramadhani, Syaifudin; Nisrina, Salma Huwaida; Azizah, Suti Mega Nur; Nurkolis, Veri; Setyawan, Wahyu Dwi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6573

Abstract

This study aims to determine the application and implementation of Quizizz as a learning medium in improving the learning outcomes of 10th grade students in Informatics at SMA Negeri 4 Kota Malang. The main problem faced is that the learning model in the evaluation strategy is so monotonous that students lack motivation and interest in the subject of informatics. This study employs a quasi-experimental method with a quantitative approach across two classes. Data were collected through learning outcome tests in the form of pre-tests and post-tests. Data analysis was conducted using descriptive quantitative methods to observe improvements in student learning outcomes using the learning media, supplemented by an independent sample T-test to assess the statistical significance of differences between the experimental class and the control class. The results indicate that the Quizizz medium significantly improves student learning outcomes compared to using the Google Forms medium. The independent sample T-test revealed a significant difference between the posttest scores of the experimental class (82.15) and the control class (74.23), confirming a statistically significant difference. This study suggests that teachers can incorporate and integrate the interactive Quizizz platform into teaching and assessment practices to enhance student engagement and learning outcomes. However, this study is limited to the Quizizz platform alone, and further research could be conducted on different and more interactive learning platforms. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan penerapan dan implementasi Quizizz sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X jurusan Informatika di SMA Negeri 4 Kota Malang. Masalah utama yang dihadapi adalah model pembelajaran dalam strategi evaluasi yang begitu monoton sehingga siswa kehilangan motivasi dan minat terhadap mata pelajaran informatika. Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif pada dua kelas. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar berupa pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan menggunakan metode kuantitatif deskriptif untuk mengamati peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran, dilengkapi dengan uji t sampel independen untuk menilai signifikansi statistik perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil menunjukkan bahwa media Quizizz secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan penggunaan media Google Forms. Uji t sampel independen menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor post-test kelas eksperimen (82,15) dan kelas kontrol (74,23), yang mengonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan secara statistik. Penelitian ini menyarankan agar guru dapat mengintegrasikan platform interaktif Quizizz ke dalam praktik pengajaran dan penilaian untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil belajar. Namun, penelitian ini terbatas pada platform Quizizz saja, dan penelitian lebih lanjut dapat dilakukan pada platform pembelajaran yang berbeda dan lebih interaktif.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BAHASA DAERAH (BAHASA SUNDA DAN BAHASA JAWA) BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI OLAHRAGA UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI BERBAHASA SISWA Nurjanah, Nunuy; Hendrayana, Dian; Suherman, Agus
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6599

Abstract

Learning regional languages ??(Sundanese and Javanese) in schools often faces the problem of low student interest and engagement due to teaching methods that have not been optimally integrated with the local cultural context. This study focuses on developing an innovative local wisdom-based regional language learning model, integrating traditional sports to create meaningful and enjoyable learning. The key stages of this research used qualitative methods through literature studies, analyzing various relevant primary and secondary sources to formulate a conceptual model. The main findings of this study indicate that combining regional languages ??with traditional sports can be an effective medium for improving students' language competencies, both oral and written, as well as understanding contextual meanings. Another finding is that this model also fosters positive attitudes towards preserving local culture. It is concluded that the developed model, which is contextual, communicative, and interactive, is effective for actively internalizing ancestral cultural values ??and is aligned with the principles of the Independent Curriculum. ABSTRAKPembelajaran bahasa daerah (Sunda dan Jawa) di sekolah seringkali menghadapi latar belakang masalah berupa rendahnya minat dan keterlibatan siswa akibat metode pengajaran yang belum terintegrasi secara optimal dengan konteks budaya lokal. Penelitian ini berfokus pada pengembangan model pembelajaran bahasa daerah berbasis kearifan lokal yang inovatif, dengan mengintegrasikan olahraga tradisional untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Tahapan penting penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka, dengan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan untuk merumuskan model konseptual. Temuan utama dari studi ini menunjukkan bahwa penggabungan bahasa daerah dengan olahraga tradisional dapat menjadi media yang efektif untuk meningkatkan kompetensi berbahasa siswa, baik lisan maupun tulisan, serta pemahaman makna secara kontekstual. Temuan lain adalah bahwa model ini juga menumbuhkan sikap positif terhadap pelestarian budaya lokal. Disimpulkan bahwa model yang dikembangkan yang bersifat kontekstual, komunikatif, dan interaktif efektif untuk menginternalisasi nilai-nilai budaya leluhur secara aktif dan selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
STRATEGI GURU MENGHADAPI PERUBAHAN KURIKULUM 2013 MENJADI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN DI UPT SMP NEGERI 24 MEDAN Sihombing, Ade Fitri; Habeahan, Sampitmo
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6682

Abstract

This research aims to determine how teachers strategize to deal with the transition from the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum in learning at UPT SMP Negeri 24. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. Data collection techniques include interviews, observation, and document study. The data obtained will then be analyzed using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and data verification. The results of the research show that in the process of adapting from the 2013 Curriculum to the Merdeka Curriculum at UPT SMP Negeri 24 Medan, teachers faced several obstacles and challenges. To overcome these problems, teachers implemented various relevant strategies. These strategies include professional training and development for teachers carried out through learning community training to improve teacher quality, socialization of filling out teacher performance features on the Merdeka Mengajar platform, dissemination of the implementation of the Merdeka Curriculum, and many other types of training provided either by the Department of Education or by the school itself. The second strategy is collaboration and involvement of the school community aimed at building cooperation among teachers so they can help each other in facing these changes, which is carried out through MGMP (Subject Teacher Working Group) activities. Another strategy is the use of educational technology to support the changes. By using various digital tools and platforms, teachers can access more diverse and up-to-date learning resources, which can be adjusted to meet the needs of the new curriculum. In addition, there are also curriculum change management strategies used by teachers to address curricular changes and support adaptation, including the unfreezing stage, the change stage, and the refreezing stage. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi guru menghadapi perubahan kurikulum 2013 menjadi kurikulum Merdeka dalam pembelajaran di UPT SMP Negeri 24. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan studi dokumen. Kemudian data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata dalam proses adaptasi perubahan kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Merdeka di UPT SMP Negeri 24 Medan, guru mengalami beberapa hambatan dan tantangan. Untuk mengatasi masalah tersebut, guru menjalankan berbagai strategi relevan. Adapun strategi tersebut adalah strategi pelatihan dan pengembangan profesional guru yang dijalalankan melalui Pelatihan komunitas belajar dalam meningkatkan mutu guru, sosialisasi pengisian fitur kinerja guru pada platform Merdeka mengajar, pengimbasan implementasi kurikulum Merdeka mengajar dan banyak jenis pelatihan lainnya yang diberikan baik itu oleh dinas Pendidikan atau dari sekolah sendiri. Strategi kedua yaitu kolaborasi dan keterlibatan komunitas sekolah dengan tujuan membangun kerjasama antar guru agar mampu untuk saling membantu dalam menghadapi perubahan yang dilaksanakan melalui kegiatan MGMP. Strategi lainnya yaitu penggunaan teknologi Pendidikan untuk mendukung perubahan. Dengan menggunakan berbagai alat dan platform digital guru dapat mengakses sumber belajar yang lebih beragam dan terkini, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kurikulum yang baru. Disamping itu terdapat juga strategi manajemen perubahan kurikulum yang digunakan guru untuk menghadapi perubahan kurikulum serta mendukung adaptasi perubahan diantaranya tahap unfreezing (mencairkan), tahap change (perubahan), serta tahap refreezing (membekukan Kembali).
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS STEAM UNTUK MENINGKATKAN KOGNITIF ANAK MELALUI MEDIA TANAMAN DI KELOMPOK B TKIT DARUL QUR’AN MADANI Febrianti, Riska; Natsir, Tri Ayu Lestari; Ashari, Novita; Halifah, Syarifah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6717

Abstract

This research was motivated by the low level of cognitive development in children aged 5–6 years at TKIT Darul Qur’an Madani, where learning was still general and did not optimally stimulate children's thinking skills. The purpose of this study was to determine the effect of implementing STEAM-based learning using coconut plants as a medium on improving cognitive development in children aged 5–6 years in Group B at TKIT Darul Qur’an Madani. The method used in this study was a pre-experimental design with a one group pretest-posttest approach. The research subjects consisted of 15 children using a saturated sampling technique. Data were collected through pretest and posttest observations using a cognitive development assessment sheet based on the indicators from the Indonesian Ministry of Education Regulation No. 137 of 2013. Data analysis was conducted using a paired sample t-test with the help of SPSS version 22. The results showed that the average pretest score of 5.00 increased to 10.00 in the posttest. The t-test results showed a significance value of 0.000 < 0.05, indicating a significant effect of implementing STEAM-based learning through coconut plants on improving children's cognitive development. Thus, STEAM-based learning has proven effective in stimulating early childhood learning and problem-solving abilities in a contextual, enjoyable, and holistic manner. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya perkembangan kognitif anak usia 5–6 tahun di TKIT Darul Qur’an Madani, yang masih dilakukan secara umum dan belum menstimulus kemampuan berpikir anak secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran berbasis STEAM melalui media tanaman kelapa terhadap peningkatan perkembangan kognitif anak usia 5–6 tahun di kelompok B TKIT Darul Qur’an Madani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 15 anak dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi pretest dan posttest menggunakan lembar penilaian perkembangan kognitif anak berdasarkan indikator Permendikbud Nomor 137 Tahun 2013. Analisis data menggunakan uji-t sampel berpasangan (paired sample t-test) dengan bantuan program SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 5,00 meningkat menjadi 10,00 pada posttest. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan penerapan pembelajaran STEAM melalui media tanaman kelapa terhadap peningkatan kognitif anak. Dengan demikian, pembelajaran berbasis STEAM terbukti efektif dalam menstimulasi kemampuan belajar dan pemecahan masalah anak usia dini secara kontekstual, menyenangkan, dan menyeluruh.
PENGEMBANGAN MEDIA TEBAK GAMBAR KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS 5 SEKOLAH DASAR Connitatillah, Zamillah Marrah; Andjariani, Endang Wahyu; Maqfiro, Mohammad Ludfy Hadis
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6730

Abstract

This study aims to develop a culturally based learning media called “Guess the Picture” to improve the speaking skills of fifth-grade elementary students. The study is motivated by the students’ low verbal expression ability, particularly in fluency, vocabulary, and confidence. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which includes five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The media was validated by content and media experts with results of 96% and 85%, respectively, indicating a “very feasible” category. The test instruments were validated and proven reliable, ensuring their suitability. The media was implemented in a class of 24 students, with results showing an N-Gain score of 48.05%, categorized as moderate improvement in speaking ability. Observations revealed a 63% increase in active participation, and students responded positively to the media with a 92% approval rate. In addition to improving communication skills, the media successfully instills character values such as mutual cooperation and tolerance. Therefore, this culture-themed visual media is feasible for classroom application and contributes significantly to students’ verbal skill development. ABSTRAKPenelitian ini mengarah pada pengembangan media edukatif yang berakar pada budaya Indonesia, berupa “Tebak Gambar”, untuk memperkuat keterampilan berbicara peserta didik kelas V SD. Latar belakang studi ini berangkat dari rendahnya kecakapan siswa dalam mengungkapkan ide secara verbal, terutama dalam aspek keberanian, kelancaran, dan kosakata. Model ADDIE digunakan dalam pelaksanaan metode Research and Development (R&D) pada penelitian ini yang mencakup lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Validasi media melibatkan tenaga ahli bidang materi dan media dengan hasil masing-masing 96% dan 85%, yang memperlihatkan kategori “sangat layak”. Instrumen penelitian berupa soal uraian juga diuji validitas dan reliabilitasnya, dan hasilnya menunjukkan bahwa seluruh butir soal valid dan reliabel. Implementasi media pada 24 siswa menunjukkan peningkatan kemampuan berbicara siswa berdasarkan skor N-Gain sebesar 48,05% dalam kategori sedang. Observasi menunjukkan adanya partisipasi aktif sebesar 63% dan respon siswa terhadap media sangat positif (92%). Media ini tidak hanya efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti gotong royong dan toleransi. Dengan demikian, media tebak gambar berbasis budaya lokal ini layak diterapkan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi komunikasi siswa.
EKRANISASI NOVEL HOME SWEET LOAN KARYA ALMIRA BASTARI KE DALAM FILM HOME SWEET LOAN KARYA SABRINA ROCHELLE KALANGIE Labiba, Silvi Putri; Bariqoh, Asri; Naim, Mahin Ainun
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6737

Abstract

This study aims to analyze the narrative transformation in the adaptation process of Almira Bastari’s novel Home Sweet Loan into a film directed by Sabrina Rochelle Kalangie. The research focuses on the addition, omission, and varied changes of intrinsic narrative elements, namely plot, character, and setting. A qualitative descriptive method with a comparative approach was used, with data collected through reading the novel, watching the film, analyzing dialogue transcripts, and classifying narrative changes based on Eneste’s theory of adaptation. Data validity was ensured through source triangulation. The findings reveal 38 plot additions, 32 omissions, and 20 varied plot changes; 17 character additions, 17 omissions, and 1 varied change; as well as 13 setting additions, 13 omissions, and 3 varied changes. These findings indicate that the plot underwent the most transformations in the adaptation process, reflecting the necessity to adjust narrative structure to the visual nature and time constraints of the film medium while still preserving the core meaning of the story. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi naratif dalam proses ekranisasi novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari ke dalam film adaptasinya yang disutradarai oleh Sabrina Rochelle Kalangie. Fokus penelitian diarahkan pada aspek penambahan, pengurangan, dan perubahan bervariasi terhadap unsur intrinsik cerita, yaitu alur, tokoh, dan latar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan komparatif, dengan data yang dikumpulkan melalui pembacaan novel, penontonan film, analisis transkrip dialog, dan klasifikasi perubahan naratif berdasarkan teori ekranisasi dari Eneste. Validitas data diperoleh melalui teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 38 penambahan alur, 32 pengurangan alur, dan 20 perubahan bervariasi alur; 17 penambahan dan 17 pengurangan tokoh serta 1 perubahan bervariasi tokoh; serta 13 penambahan dan 13 pengurangan latar serta 3 perubahan bervariasi latar. Temuan tersebut menunjukkan bahwa alur merupakan unsur yang paling banyak mengalami transformasi dalam proses ekranisasi. Hal ini mencerminkan kebutuhan penyesuaian struktur cerita terhadap karakteristik media film yang bersifat visual dan memiliki keterbatasan durasi, namun tetap mempertahankan makna utama cerita.

Page 1 of 4 | Total Record : 39