cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 551 Documents
PELESTARIAN BUDAYA SALIM DAN UCAP SALAM SAAT BERTEMU GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA Safitri, Ida; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9352

Abstract

Culture is a vital entity passed down through generations. In the context of Indonesian education, the tradition of shaking hands and greetings holds a high urgency as a manifestation of noble character. This research is motivated by the need to strengthen character education in schools to address the decline in ethics and students' respect for educators. The main focus of this study is to analyze the implications of preserving the culture of shaking hands and greetings when meeting teachers on the formation of students' polite character. The research method applies a systematic literature study by reviewing various relevant journals over the past five years. The findings show that greetings are not merely verbal greetings, but contain a prayer for safety and a deep value of tolerance. The habit of shaking hands and greetings has consistently been proven to be able to shape polite behavior, improve the ethics of verbal and non-verbal communication, and strengthen emotional bonds and Islamic brotherhood between teachers and students. The main conclusion emphasizes that this cultural integration is very effective as an instrument for forming polite character, so it is worth preserving not only in the academic environment, but also implemented widely in students' social interactions in society. ABSTRAK Budaya merupakan entitas vital yang diwariskan secara turun-temurun, di mana dalam konteks pendidikan di Indonesia, tradisi salim dan mengucapkan salam memiliki urgensi tinggi sebagai manifestasi karakter luhur. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya penguatan pendidikan karakter di sekolah guna menanggulangi penurunan etika dan rasa hormat siswa terhadap pendidik. Fokus utama kajian ini adalah menganalisis implikasi pelestarian budaya salim dan salam saat bertemu guru terhadap pembentukan karakter kesantunan siswa. Metode penelitian menerapkan studi literatur sistematik dengan menelaah berbagai jurnal relevan dalam rentang waktu lima tahun terakhir. Temuan menunjukkan bahwa salam tidak sekadar sapaan verbal, melainkan mengandung muatan doa keselamatan dan nilai toleransi yang mendalam. Pembiasaan salim dan salam secara konsisten terbukti mampu membentuk perilaku sopan santun, meningkatkan etika komunikasi verbal maupun non-verbal, serta mempererat hubungan emosional dan ukhuwah Islamiyah antara guru dan peserta didik. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi budaya ini sangat efektif sebagai instrumen pembentukan karakter yang santun, sehingga patut dilestarikan tidak hanya dalam lingkungan akademik, tetapi juga diimplementasikan secara luas dalam interaksi sosial siswa di masyarakat.    
EFEKTIVITAS KONSELING MULTIBUDAYA BERBASIS ART THERAPY DALAM REGULASI EMOSI SISWA SMP Saputra, Reri; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9353

Abstract

Multicultural school environments require guidance and counseling services that are responsive to cultural diversity and students’ emotional dynamics. Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), as an Indonesian school abroad, accommodates junior high school students from diverse cultural backgrounds, which may contribute to emotional regulation challenges. This study aims to explore the role of multicultural counseling based on art therapy in supporting changes in students’ emotional regulation at Sekolah Indonesia Jeddah. The study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through in-depth interviews with students, observations of counseling sessions, documentation of art therapy artifacts, and supporting interviews with guidance counselors and homeroom teachers. The research was conducted through three stages: pre-intervention (needs assessment), intervention in the form of multicultural counseling using art therapy, and post-intervention. Data were analyzed thematically to identify patterns of change in emotional regulation. The findings indicate improvements in emotional awareness, a shift from reactive to reflective emotional responses, the development of more adaptive emotional regulation strategies, more constructive management of social conflicts, and more positive interpretations of multicultural experiences. These findings suggest that integrating art therapy into multicultural counseling serves as an effective expressive and reflective medium for enhancing students’ emotional regulation. This study provides practical implications for the development of inclusive and culturally sensitive guidance and counseling services in multicultural school settings. ABSTRAK Lingkungan sekolah multibudaya menuntut layanan bimbingan dan konseling yang mampu merespons keberagaman latar budaya dan dinamika emosi siswa secara adaptif. Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) sebagai sekolah Indonesia di luar negeri memiliki karakteristik siswa SMP yang heterogen, sehingga berpotensi memunculkan permasalahan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk memaknai peran konseling multibudaya berbasis art therapy dalam mendukung perubahan regulasi emosi siswa SMP di Sekolah Indonesia Jeddah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan siswa, observasi proses konseling, dokumentasi artefak art therapy, serta wawancara pendukung dengan guru bimbingan dan konseling dan wali kelas. Penelitian dilaksanakan melalui tahapan pra-intervensi (asesmen kebutuhan), intervensi berupa konseling multibudaya berbasis art therapy, dan pasca-intervensi. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola perubahan regulasi emosi siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran emosi, pergeseran respons emosi dari reaktif ke reflektif, berkembangnya strategi regulasi emosi yang lebih adaptif, pengelolaan konflik sosial yang lebih konstruktif, serta pemaknaan yang lebih positif terhadap pengalaman multibudaya. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi art therapy dalam konseling multibudaya berfungsi sebagai media ekspresif dan reflektif yang efektif dalam mendukung regulasi emosi siswa. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan layanan bimbingan dan konseling yang inklusif dan sensitif budaya di lingkungan sekolah multikultural.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING TERHADAP MOTIVASI DAN PEMAHAMAN SISWA SD Sarwono, Anita Julia; Arifin, Zainal
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9356

Abstract

This study specifically aims to determine the effect of Role Playing models on the motivation and understanding of students of UPTD SDN Tengket 2. This study uses a quantitative research type and uses an experimental method, namely the type of one group pretest posttest design. The sample in this study used 32 students of class 2A at UPTD SDN Tengket 2 with research instruments in the form of questionnarires and questions to determine student motivation and understanding of learning. Data análisis uses the IBM SPSS 21.0 application to determine validity, reability  test, normality test and paired sample t-test of student motivation that has been teted obtained average data mean on student motivation pretest of 34,50 and posttest value of student motivation of 35,09 and significant value data of 0,000 < 0,05. While the results of the paired sample t-test of learning understanding were 51,25 with an average posttest value of learning understanding of 67,19 and a signifikcant valae of 0,000 < 0,05. So it can be concluded that the influence of the Role Playing learning model had an effect on students’ motivation and understanding. ABSTRAK Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengetahui Pengaruh model Role Playing Terhadap Motivasi dan Pemahaman siswa UPTD SDN Tengket 2. Peneliti ini menggunakan jenis Peneliti kuantitatif dan menggunakan metode eskperimen yaitu jenis one grup pretest-postest Design. Sampel Dalam penelitian ini menggunakan 32 siswa kelas 2A di UPTD SDN Tengket 2, dengan istrumen penelitian berupa angket dan soal untuk mengetahui Motivasi dan Pemahaman belajar siswa. Analisis data menggunakan aplikasi IBM SPSS 21.0 untuk mengetahui uji validitas, uji rehabilitas, uji normalitias, dan uji paired sample t-test motivasi siswa yang telah diuji diperoleh data rata-rata mean pada pretest motivasi siswa sebesar 34,50 dan nilai postteset Motivasi siswa sebesar 35,09 serta data nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Sedangkan hasil uji paired sampel t-test pemahaman belajar sebesar 51,25 dengan nilai rata-rata posttest pemahaman belajar sebesar 67,19 serta nilai signifikan 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaa  
PEMBELAJARAN DI LUAR KELAS: REFLEKSI TENTANG PENGEMBANGAN KETERAMPILAN AKADEMIK DAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA MELALUI KKL KOLABORATIF Ardyanti, Yuanita; Faradila, Anindya; Rahmawati, Ayu; Restuningtyas, Nungki; K, Istiroah Ida; Arisanti, Fifi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.7669

Abstract

This study examines the role of out-of-class learning through collaborative Field Work Lectures (KKL) between Muhammadiyah University Ponorogo (UMPO) and PGRI University Semarang (UPGRIS) in developing students' academic and soft skills. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through student reflective notes, participatory observation, and documentation during the activities. The results of the study reveal that collaborative KKL creates meaningful learning experiences through direct interaction with the realities in the field. These activities not only deepen academic competence in their respective fields of study, but also significantly hone soft skills. Students showed real progress in communication skills, teamwork, adaptability, and critical reflection. Active involvement in various academic tasks and social interactions during KKL increased self-awareness, discipline, and analytical thinking skills. The systematic reflection process was key in helping students build a bridge between the theory learned in the classroom and the complexity of real-life situations in the field. Thus, the study concluded that learning outside the classroom through the collaborative KKL model is an effective pedagogy. This model successfully combines empirical experience with deep reflection, thereby supporting the holistic development of students' capacities, preparing them not only intellectually but also socially and personally to face challenges in the professional world. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji peran pembelajaran di luar kelas melalui Kuliah Kerja Lapangan (KKL) kolaboratif antara Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) dan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dalam mengembangkan keterampilan akademik dan sosial  mahasiswa. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui catatan reflektif mahasiswa, observasi partisipatif, dan dokumentasi selama kegiatan. Hasil penelitian mengungkap bahwa KKL kolaboratif menciptakan pengalaman belajar yang bermakna melalui interaksi langsung dengan realitas lapangan. Aktivitas ini tidak hanya memperdalam kompetensi akademik sesuai bidang ilmu, tetapi juga secara signifikan mengasah keterampilan sosial . Mahasiswa menunjukkan perkembangan nyata dalam kemampuan komunikasi, kerja sama tim, adaptabilitas, dan refleksi kritis. Keterlibatan aktif dalam berbagai tugas akademik dan interaksi sosial selama KKL meningkatkan kesadaran diri, kedisiplinan, serta kemampuan berpikir analitis. Proses refleksi yang sistematis menjadi kunci dalam membantu mahasiswa membangun jembatan antara teori yang diperoleh di ruang kelas dengan kompleksitas situasi nyata di lapangan. Dengan demikian, penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran di luar kelas melalui model KKL kolaboratif merupakan sebuah pedagogi yang efektif. Model ini berhasil memadukan pengalaman empiris dengan perenungan mendalam, sehingga mampu mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa secara holistik, menyiapkan mereka tidak hanya secara intelektual tetapi juga secara sosial dan personal untuk menghadapi tantangan di dunia profesional..
PEMETAAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS PROYEK PADA KELAS VIII SMP Susilo, Abdi Ajar; Sudaryanto, Memet; Krisnawati, Vera
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.8538

Abstract

This Study aims to describe the implementation of project-based learning in Indonesian language instruction for eighth-grade students at public junior high schools in Purwokerto during the 2024/2025 academic year. The research was conducted in ten public junior high schools in Purwokerto, with one teacher form each school serving as a research respondent. This study employed a qualitative approach in the form of a case study. Data were collected through interviews, documentation, and observation. The data analysis technique used an interactive model consisting of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that eighth-grade teachers from the ten public junior high schools in Purwokerto have implemented project-based learning. The learning materials implemented include popular scientific articles, poetry, observation report texts, as well as advertisements, slogans, and posters. Teachers carried out project-based learning activities through the stages of introduction, core activities, and closing. The project stages were also implemented comprehensively, including: (1) determining essential questions; (2) designing project plans; (3) developing project schedules; (4) monitoring project implementation; (5) assessing project outcomes; and (6) evaluating learning experiences. Overall, the projects implemented by teachers at public junior high schools in Purwokerto are aligned with the characteristics of the project-based learning model and the Merdeka Curriculum. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis proyek pada kelas VIII SMP Negeri di Purwokerto Tahun Ajar 2024/2025. Penelitian dilakukan di 10 SMP Negeri di Purwokerto dengan masing-masing sekolah terdapat satu guru sebagai responden penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan guru kelas VIII dari sepuluh SMP Negeri di Purwokerto melaksanakan pembelajaran berbasis proyek. Sebaran materi yang guru implementasikan di antaranya adalah artikel ilmiah populer, puisi, teks laporan hasil observasi, serta iklan, slogan, dan poster. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis proyek dengan tahapan pendahuluan, inti, dan penutup. Tahapan proyek juga dilaksanakan guru secara lengkap yang meliputi: (1) menentukan pertanyaan mendasar; (2) mendesain perencanaan proyek; (3) menyusun jadwal proyek; (4) mengawasi pelaksanaan proyek; (5) melakukan penilaian hasil; dan, (6) evaluasi pengalaman. Secara keseluruhan proyek yang dilakukan guru SMP Negeri di Purwokerto sudah sesuai dengan karakteristik model dan kurikulum merdeka.  
LITERASI KEUANGAN SISWA DAN PENGELOLAAN UANG SAKU DI SMA Sulastri, Yunita; Iswatiningsih, Daroe
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.8787

Abstract

Financial literacy is an essential competency for the younger generation to face the dynamics of the digital economy, but currently there is still a wide gap between the level of conceptual knowledge and the actual practice of pocket money management among teenagers. The focus of this research problem is to analyze the in-depth relationship between financial literacy and pocket money management behavior among 10th grade students of SMA Mu'allimin Muhammadiyah West Lombok in the Islamic boarding school education ecosystem. This study uses a quantitative approach with an exploratory correlational design to twenty respondents through a saturated sampling technique. The systematic research stages involved distributing a five-point Likert scale questionnaire that has been tested for validity and reliability, followed by data analysis using descriptive statistics and Spearman's correlation test. The results showed an average financial literacy score of 23.40 and a pocket money management score of 6.50. Quantitative findings revealed a very strong and significant positive relationship between the two variables with a Spearman correlation coefficient value of 0.974 at a significance level of 0.000. The main conclusion confirms that mastery of financial concepts, positive attitudes, and access to information play a crucial role in shaping students' financial behavior that is much more planned, responsible, and rational. This study suggests the integration of financial education programs based on real economic behavior habits in schools to strengthen students' financial independence in a comprehensive and sustainable manner. ABSTRAK Literasi keuangan merupakan kompetensi esensial bagi generasi muda guna menghadapi dinamika ekonomi digital, namun saat ini masih terdapat kesenjangan lebar antara tingkat pengetahuan konseptual dan praktik nyata pengelolaan uang saku di kalangan remaja. Fokus masalah penelitian ini adalah menganalisis kaitan mendalam antara literasi keuangan dengan perilaku pengelolaan uang saku pada siswa kelas X SMA Mu’allimin Muhammadiyah Lombok Barat dalam ekosistem pendidikan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional eksploratif terhadap dua puluh responden melalui teknik sampling jenuh. Tahapan penelitian sistematis melibatkan penyebaran kuesioner skala Likert lima poin yang telah teruji validitas serta reliabilitasnya, kemudian dilanjutkan dengan analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata literasi keuangan sebesar 23,40 dan skor pengelolaan uang saku sebesar 6,50. Temuan kuantitatif mengungkap adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara kedua variabel tersebut dengan nilai koefisien korelasi Spearman sebesar 0,974 pada taraf signifikansi 0,000. Simpulan utama menegaskan bahwa penguasaan konsep keuangan, sikap positif, serta akses informasi berperan sangat krusial dalam membentuk perilaku finansial siswa yang jauh lebih terencana, bertanggung jawab, dan rasional. Studi ini menyarankan integrasi program pendidikan keuangan berbasis pembiasaan perilaku ekonomi nyata di sekolah guna memperkuat kemandirian finansial siswa secara komprehensif serta berkelanjutan.  
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PENYUSUNAN RENCANA KERJA SEKOLAH: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Atsauri, Muhammad Sofyan; Sukarman, Sukarman; Kurniawan, Muhammad Aris
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.8982

Abstract

This study synthesizes scholarly evidence on the implementation of digital technologies in the preparation of School Work Plans (Rencana Kerja Sekolah/RKS) as strategic and operational planning instruments that guide programmes, budgeting, and school performance monitoring. Although information systems, data dashboards, and collaborative platforms are increasingly adopted in educational administration, knowledge about how these technologies enhance the quality of school planning remains fragmented. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following PRISMA 2020. Literature was searched in Scopus, Web of Science, ERIC, and ScienceDirect/Google Scholar using keywords related to school development plan, school improvement planning, management information system, dashboard, and digital budgeting (2015–2025). After de-duplication, title/abstract screening, full-text assessment, and Quality Assessment (QA1–QA3), 15 studies were retained and analysed via thematic synthesis. Findings indicate five dominant technology clusters: (1) data infrastructures (EMIS/SMIS/SIS) for needs diagnosis and priority mapping; (2) analytics and dashboards for sense-making and target setting; (3) digital collaboration platforms that expand stakeholder participation in programme design; (4) e-budgeting/e-procurement systems that strengthen budgeting accountability; and (5) indicator-based monitoring and evaluation systems that accelerate reporting and feedback loops. Successful implementation depends on data literacy, digital leadership, technical support, data governance, and change management. This review proposes a 'Digital Data-Enabled RKS Cycle' to guide technology integration across the entire school planning process. ABSTRAK Penelitian ini mensintesis bukti ilmiah tentang implementasi teknologi digital dalam penyusunan Rencana Kerja Sekolah (RKS) sebagai instrumen perencanaan strategis dan operasional yang memandu program, penganggaran, serta pemantauan kinerja sekolah. Walaupun adopsi sistem informasi, data dashboard, dan platform kolaborasi meningkat pada administrasi pendidikan, pengetahuan mengenai bagaimana teknologi tersebut meningkatkan kualitas perencanaan sekolah masih tersebar. Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada Scopus, Web of Science, ERIC, dan ScienceDirect/Google Scholar menggunakan kata kunci terkait school development plan, school improvement planning, management information system, dashboard, dan digital budgeting pada rentang 2015–2025. Setelah penghapusan duplikasi, penyaringan judul atau abstrak, penilaian teks penuh, serta Quality Assessment (QA1–QA3), terpilih 15 studi yang dianalisis melalui sintesis tematik. Hasil menunjukkan lima kelompok teknologi dominan: (1) infrastruktur data (EMIS/SMIS/SIS) untuk diagnosis kebutuhan dan pemetaan prioritas; (2) analitik dan dashboard untuk sense-making dan penetapan target; (3) platform kolaborasi digital yang memperluas partisipasi pemangku kepentingan dalam penyusunan program; (4) sistem e-budgeting atau e-procurement yang meningkatkan akuntabilitas penganggaran; serta (5) sistem monitoring dan evaluasi berbasis indikator yang mempercepat pelaporan dan umpan balik. Keberhasilan implementasi ditentukan oleh literasi data, kepemimpinan digital, dukungan teknis, tata kelola data, dan manajemen perubahan. Penelitian ini merekomendasikan kerangka 'Siklus RKS Berbasis Data Digital' sebagai panduan integrasi teknologi pada seluruh tahapan perencanaan sekolah.  
INOVASI MEDIA SMART BOX SEBAGAI SARANA STIMULASI MEMBACA PERMULAAN PADA ANAK USIA DINI Jauzza, Zamalla Faradiba; Fitri, Aprilia Wahyuning
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9029

Abstract

This study aims to develop smart box media to improve early reading skills of children aged 4–5 years, which are appropriate in terms of validity, practicality, and feasibility. The method used was Research and Development (R&D) employing the 4D model (define, design, develop, and disseminate). The research subjects involved two kindergartens with two teachers in the feasibility test, and two kindergartens with four teachers in the practicality test. The data collection instruments consisted of media expert validation sheets, material expert validation sheets, and teacher/user questionnaires. The data analysis techniques included validity testing, practicality testing, and feasibility testing of the learning media. The results of the learning media validity were obtained from expert evaluations, showing a 94% score categorized as very valid for media validation and 92% categorized as very valid for material validation. The practicality results, based on teacher questionnaire assessments, achieved a 100% score, categorized as very practical. The implications of this study indicate that the integration of smart box learning media in the learning process can have a significant positive impact on children’s learning outcomes. The findings provide a foundation for teachers to adopt similar media in instructional practices and offer insights for educational media developers in creating more innovative and effective learning tools. Thus, this study contributes to improving the quality of education and achieving better learning outcomes in schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media smart box untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak usia 4-5 tahun yang layak ditinjau dari segi kevalidan, kepraktisan, dan kelayakan. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau research and development dengan menggunakan model 4D (define, design, develop, disseminate). Subjek penelitian yang digunakan pada ujian kelayakan pada 2 TK dengan 2 guru, dan uji kepraktisan pada 2 TK dengan 4 guru. Instrumen pengumpulan data adalah lembar validasi ahli media, lembar validasi ahli materi, lembar angket guru/ pengguna. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji kevalidan, uji kepraktisan, uji kelayakan media pembelajaran. Hasil data kevalidan media pembelajaran diperoleh berdasarkan hasil penilaian validasi media oleh ahli yang memperoleh persentase sebesar 94% dengan kategori sangat valid, validasi materi sebesar 92% dengan kategori sangat valid. Hasil data kepraktisan diperoleh berdasarkan hasil penilaian angket guru yang memperoleh persentase 100% dengan kategori sangat praktis. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi media pembelajaran smart box dalam proses belajar dapat  memberikan dampak positif yang signifikan terhadap hasil belajar anak. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi guru untuk mengadopsi media serupa dalam proses belajar, serta memberikan wawasan bagi pengembang media pendidikan dalam menciptakan alat bantu belajar yang lebih inovatif dan efektif. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan pencapaian hasil belajar yang lebih baik di sekolah.
PENERAPAN REPETITION DAN REINFORCEMENT DALAM PEMBENTUKAN KETERAMPILAN PRAKTIK KEJURUAN MURID SMK P, Dwi Retno; N, Ratna Dwi; A'yuni, Khurrota; Kuntianah, Kuntianah; Handayanah, Erna; Yusuf, Arief Rahman
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9031

Abstract

This research examines the implementation of repetition and reinforcement methods in developing vocational practical skills of students at SMK Negeri 1 Ponorogo. The gap between vocational school graduates' competencies and industry needs drives the necessity for evaluating more effective learning methods. The study employs a quantitative approach with quasi-experimental pretest-posttest control group design involving 120 eleventh-grade students from Visual Communication Design and Accounting programs. Samples were divided into experimental groups receiving repetition and reinforcement methods treatment, and control groups with conventional learning. The intervention was conducted for 12 weeks with measurements using practical skills tests and observation sheets. Data analysis using descriptive and inferential statistics showed significant results. The experimental group achieved N-Gain 0.72 with score improvement from 64.23 to 85.45, while the control group only achieved N-Gain 0.28 with improvement from 63.87 to 72.18. Independent samples t-test produced t-value 10.127 with Cohen's d effect size of 1.85 indicating very large impact. Both vocational programs showed consistent improvement patterns with Visual Communication Design reaching effect size 1.92 and Accounting 1.81. Findings prove that integration of repetition and reinforcement methods effectively enhances students' vocational practical skills through structured repeated practice and continuous positive reinforcement. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji implementasi metode repetition dan reinforcement dalam pembentukan keterampilan praktik kejuruan siswa SMK Negeri 1 Ponorogo. Kesenjangan antara kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan industri mendorong perlunya evaluasi metode pembelajaran yang lebih efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest-posttest control group design yang melibatkan 120 siswa kelas XI dari program Desain Komunikasi Visual dan Akuntansi. Sampel dibagi menjadi kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan metode repetition dan reinforcement, serta kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Intervensi dilaksanakan selama 12 minggu dengan pengukuran menggunakan tes keterampilan praktik dan lembar observasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial menunjukkan hasil signifikan. Kelompok eksperimen mencapai N-Gain 0,72 dengan peningkatan skor dari 64,23 menjadi 85,45, sementara kelompok kontrol hanya mencapai N-Gain 0,28 dengan peningkatan dari 63,87 menjadi 72,18. Uji independent samples t-test menghasilkan nilai t hitung 10,127 dengan effect size Cohen's d sebesar 1,85 yang mengindikasikan dampak sangat besar. Kedua program keahlian menunjukkan pola peningkatan konsisten dengan DKV mencapai effect size 1,92 dan Akuntansi 1,81. Temuan membuktikan bahwa integrasi metode repetition dan reinforcement secara efektif meningkatkan keterampilan praktik kejuruan siswa melalui praktik berulang terstruktur dan penguatan positif berkelanjutan.    
DIGITAL INNOVATION IN AUTOMOTIVE EDUCATION : IMPROVING COLLABORATION SKILL OF STUDENT USING INTERACTIVE FLIPBOOK Kunesa, Faisal Anas; Warju, Warju; Wailanduw, A. Grummy; Nur, Hamid Ramadhan
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9194

Abstract

  Students in the twenty-first century need to be able to work together effectively and be actively involved in their own education. Creating interactive learning material based on flipbooks is one way to bolster these abilities. The purpose of this research is to investigate how students' collaborative abilities are impacted by the use of flipbook media and to document their reactions to the created materials. The researchers in this study used a quasi experimental (group posstest design), which meant that only one set of students received the instructional materials (flipbooks) and the associated activities. An observation sheet for teamwork abilities and a questionnaire for student feedback made up the study tools. After using flipbook media, students cooperation abilities significantly improved, as shown by a significance value of 0.000 < 0.05 in the comparative test on collaboration skills. In addition, the reliability test yielded a Cronbach's Alpha score of 0.846, reflecting strong reliability, and the validity test showed that all ten questionnaire questions had correlation coefficients higher than 0.361, proving that all items were valid. Evident from these results, the flipbook medium was well-received by the student. Thus, the created flipbook-based learning material is well-received and useful for improving students teamwork abilities and receives positive responses, making it suitable for use as an interactive learning medium in twenty-first century learning.   ABSTRAK Siswa di abad ke-21 perlu mampu bekerja sama secara efektif dan terlibat aktif dalam pendidikan mereka sendiri. Membuat materi pembelajaran interaktif berbasis flipbook adalah salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana kemampuan kolaborasi siswa dipengaruhi oleh penggunaan media flipbook dan untuk mendokumentasikan reaksi mereka terhadap materi yang dibuat. Para peneliti dalam studi ini menggunakan desain kuasi eksperimental (desain posttest kelompok), yang berarti hanya satu kelompok siswa yang menerima materi pembelajaran (flipbook) dan aktivitas terkait. Lembar observasi untuk kemampuan kerja tim dan kuesioner untuk umpan balik siswa merupakan alat penelitian. Setelah menggunakan media flipbook, kemampuan kerja sama siswa meningkat secara signifikan, seperti yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dalam uji komparatif pada keterampilan kolaborasi. Selain itu, uji reliabilitas menghasilkan skor Alpha Cronbach sebesar 0,846, yang mencerminkan reliabilitas yang kuat, dan uji validitas menunjukkan bahwa semua sepuluh pertanyaan kuesioner memiliki koefisien korelasi lebih tinggi dari 0,361, membuktikan bahwa semua item valid. Terbukti dari hasil ini, media flipbook diterima dengan baik oleh siswa. Dengan demikian, materi pembelajaran berbasis flipbook yang dibuat diterima dengan baik dan bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kerja tim siswa serta mendapat respons positif, sehingga cocok digunakan sebagai media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran abad ke-21.