cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 513 Documents
SHOBAHUL LUGHOH'S EFFECTIVENESS IN IMPROVING ENGLISH SPEAKING SKILLS OF MAHASANTRI AT MA'HAD AL-JAMI'AH SAYYID ALI RAHMATULLAH Thoyyibah, Elok Abidatut
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9678

Abstract

English speaking skills are an essential component in mastering a foreign language, especially for students in the context of Islamic education. This study analyzes the effectiveness and impact of Shobahul Lughoh learning on improving students' speaking skills at Ma’had Al-Jami’ah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Using a mixed methods approach with a quasi-experimental nonequivalent control group design and semi-structured interviews, the sample consisted of 76 students (40 in the experimental group and 36 in the control group). Data were collected through speaking tests (pre-test and post-test) and interviews with eight participants from the experimental group. Quantitative analysis using t-tests showed a significant difference between the experimental and control groups (t(74)=4.82, p=0.000 < 0.05). The average speaking ability score of the experimental group increased from 45.12 to 61.87, while the control group only increased from 44.88 to 48.25. Qualitatively, the interview findings revealed an increase in self-confidence, fluency in spontaneous speaking, and vocabulary enrichment in daily communication. The Shobahul Lughoh program has been empirically and pedagogically proven effective in improving speaking competence, with implications for integrating Islamic values such as discipline and collaboration in language learning. This study provides new contributions to the study of practice-based language learning in Islamic educational settings, as well as recommendations for the development of similar programs. ABSTRAK Keterampilan berbicara bahasa Inggris merupakan komponen esensial dalam penguasaan bahasa asing, terutama bagi mahasantri di konteks pendidikan Islam. Penelitian ini menganalisis efektivitas dan dampak pembelajaran Shobahul Lughoh terhadap peningkatan keterampilan berbicara mahasantri di Ma’had Al-Jami’ah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain quasi-experimental nonequivalent control group dan wawancara semi-terstruktur, sampel terdiri dari 76 mahasantri (40 kelompok eksperimen dan 36 kelompok kontrol). Data dikumpul melalui tes berbicara (pre-test dan post-test) serta wawancara dengan delapan partisipan dari kelompok eksperimen. Analisis kuantitatif menggunakan t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol (t(74)=4.82, p=0.000 < 0.05). Rata-rata skor kemampuan berbicara kelompok eksperimen meningkat dari 45,12 menjadi 61,87, sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat dari 44,88 menjadi 48,25. Secara kualitatif, temuan wawancara mengungkap peningkatan kepercayaan diri, kelancaran berbicara spontan, serta pengayaan kosakata dalam komunikasi sehari-hari. Program Shobahul Lughoh terbukti efektif secara empiris dan pedagogis dalam meningkatkan kompetensi berbicara, dengan implikasi integrasi nilai-nilai Islam seperti disiplin dan kolaborasi dalam pembelajaran bahasa. Penelitian ini memberikan kontribusi baru pada kajian pembelajaran bahasa berbasis praktik di lingkungan pendidikan Islam, serta rekomendasi untuk pengembangan program serupa.  
PEMANFAATAN MEDIA WAYGROUND SEBAGAI ALAT EVALUASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS X-11 DI SMA Sofiyati, Laila Musfirah; Jasiah, Jasiah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9679

Abstract

The challenges of education in the modern era require teachers to shift from conventional assessment methods to digital instruments that are far more adaptive for the entire millennial generation. The focus of this research is to describe the use of Wayground media as an evaluation tool for Islamic Religious Education learning for students in grades X-11 at SMAN 2 Palangka Raya, especially on Islamic muamalah and economics. The research steps were carried out through a descriptive qualitative approach that involved systematic observation of class interactions, dissecting the documentation of evaluation results on the Wayground system, and collecting other supporting visual documentation. The research findings revealed that Wayground was successfully implemented as an interactive formative evaluation tool that significantly increased the enthusiasm, participation, and learning motivation of students in the classroom. Quantitative data from the research results recorded successful understanding of the material with a very high level of student answer accuracy, reaching a percentage above 90 percent overall. In addition, the real-time monitoring feature makes it easier for educators to identify learning obstacles and provide instant and objective feedback. The main conclusion confirms that Wayground is a highly effective and efficient evaluation tool innovation to strengthen the quality of the teaching process. The use of this digital media can encourage the creation of a competitive yet healthy learning atmosphere and support accurate learning reflection to refine our future educational strategies. ABSTRAK Tantangan pendidikan di era modern menuntut guru beralih dari metode penilaian konvensional menuju instrumen digital yang jauh lebih adaptif bagi seluruh generasi milenial. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan pemanfaatan media Wayground sebagai alat evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi siswa kelas X-11 di SMAN 2 Palangka Raya, terutama pada materi muamalah dan ekonomi Islam. Langkah penelitian dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif deskriptif yang melibatkan tahapan observasi sistematis terhadap interaksi kelas, bedah dokumentasi hasil evaluasi pada sistem Wayground, serta pengambilan dokumentasi visual pendukung lainnya. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Wayground berhasil diimplementasikan sebagai sarana evaluasi formatif interaktif yang secara nyata mampu meningkatkan antusiasme, partisipasi, dan motivasi belajar para peserta didik di dalam kelas. Data kuantitatif hasil penelitian mencatat keberhasilan pemahaman materi dengan tingkat akurasi jawaban siswa yang sangat tinggi, yakni mencapai persentase di atas 90 persen secara keseluruhan. Selain itu, fitur pemantauan real-time memudahkan pendidik dalam mengidentifikasi hambatan belajar dan memberikan umpan balik secara instan serta objektif. Simpulan utama menegaskan bahwa Wayground merupakan inovasi alat evaluasi yang sangat efektif dan efisien untuk memperkuat kualitas proses pengajaran. Penggunaan media digital ini mampu mendorong terciptanya suasana belajar kompetitif namun sehat serta mendukung refleksi pembelajaran akurat guna menyempurnakan strategi edukasi masa depan pendidikan kita.  
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN PROFESIONALISME GURU TK Huriah, Huriah; Rayhanah, Siti; Erawati, Erni; Suriansyah, Suriansyah; Purwanti, Ratna
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9681

Abstract

ABSTRACT Improving the quality of Early Childhood Education is highly dependent on the professional capacity of teachers, yet the development of this competency is often not systematically planned. This study aims to analyze the principal's leadership strategy in developing professionalism and empowering teachers at Azzahra Kandangan Kindergarten. Using a qualitative approach with a case study method, the research stages included data collection through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies, whose validity was tested through source triangulation. Data were analyzed using an interactive model that encompasses reduction, presentation, and accurate conclusion drawing. The results revealed that the principal implemented humanistic participatory leadership through routine academic supervision and providing equitable learning opportunities for all teaching staff. The findings indicated active collaboration within the internal learning community and teacher involvement in strategic curriculum planning such as the development of RPPH, semester programs, and annual programs. This strategy significantly increased teacher work motivation, self-confidence, and independence in aspects of pedagogical competence and professional personality. The main conclusion confirms that a non-authoritarian leadership style based on collective empowerment can create a supportive school climate that is essential for sustainable professional growth. This research recommendation points to the need for a more integrated teacher development structure to ensure the quality of early childhood education services remains superior and adaptive to the dynamics of modern developments.   ABSTRAK Peningkatan mutu Pendidikan Anak Usia Dini sangat bergantung pada kapasitas profesional guru, namun sering kali pengembangan kompetensi ini belum terencana secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam mengembangkan profesionalisme serta memberdayakan guru di TK Azzahra Kandangan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, tahapan penelitian meliputi pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Data dianalisis menggunakan model interaktif yang mencakup reduksi, penyajian, hingga penarikan simpulan secara akurat. Hasil penelitian mengungkap bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan partisipatif yang humanis melalui supervisi akademik rutin dan pemberian kesempatan belajar yang adil bagi seluruh staf pendidik. Temuan menunjukkan adanya kolaborasi aktif dalam komunitas belajar internal serta pelibatan guru dalam perencanaan kurikulum strategis seperti penyusunan RPPH, program semester, dan program tahunan. Strategi ini secara nyata meningkatkan motivasi kerja, kepercayaan diri, serta kemandirian guru dalam aspek kompetensi pedagogik maupun kepribadian profesional. Simpulan utama menegaskan bahwa gaya kepemimpinan yang tidak otoriter dan berbasis pemberdayaan kolektif mampu menciptakan iklim sekolah suportif yang esensial bagi pertumbuhan profesional berkelanjutan. Rekomendasi penelitian ini mengarah pada perlunya struktur pengembangan guru yang lebih terintegrasi guna memastikan kualitas layanan pendidikan anak usia dini tetap unggul dan adaptif terhadap dinamika perkembangan zaman.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN PEMANFAATAN LINGKUNGAN TK TERPADU Dhafiya, Farah; Khatami, Nurhalisa; Zaria, Nur Syahida
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9682

Abstract

Utilizing the school environment as a learning resource is one of the strategic approaches in early childhood education to instill environmental awareness from an early age. However, the success of implementing this approach is greatly influenced by the role of the school principal's leadership, teacher empowerment, and partnerships with various parties. This study aims to describe the strategies of the school principal in managing the utilization of an eco-school-based environment at TK Terpadu Omah Kepompong Banjarbaru. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The research focuses on the principal's leadership strategies, teacher empowerment strategies, and partnership strategies in utilizing the school environment. The results of the study show that the principal plays a central role in building an environmental vision, organizing task distribution systematically, and provide a role model for environmentally friendly behavior. Teachers are empowered through training, mentoring, and support for environmentally-based learning innovations, so that the school environment is optimally utilized as a contextual learning space for children. In addition, schools build active and sustainable partnerships with parents, the community, and external parties to support the consistency of the eco-school program. These findings confirm that the management of environment-based utilization through eco schools can be effective if supported by visionary leadership, empowered teachers, and participatory partnerships. ABSTRAK Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar merupakan salah satu pendekatan strategis dalam pendidikan anak usia dini untuk menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini. Namun, keberhasilan implementasi pendekatan tersebut sangat dipengaruhi oleh peran kepemimpinan kepala sekolah, pemberdayaan guru, serta kemitraan dengan berbagai pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam manajemen pemanfaatan lingkungan berbasis eco school di TK Terpadu Omah Kepompong Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian meliputi strategi kepemimpinan kepala sekolah, strategi pemberdayaan guru, dan strategi kemitraan dalam pemanfaatan lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran sentral dalam membangun visi lingkungan, mengatur pembagian tugas secara sistematis, serta memberikan keteladanan perilaku ramah lingkungan. Guru diberdayakan melalui pelatihan, pendampingan, dan dukungan inovasi pembelajaran berbasis lingkungan, sehingga lingkungan sekolah dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang belajar kontekstual bagi anak. Selain itu, sekolah membangun kemitraan yang aktif dan berkelanjutan dengan orang tua, masyarakat, dan pihak eksternal untuk mendukung konsistensi program eco school. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen pemanfaatan lingkungan berbasis eco school dapat berjalan efektif apabila didukung oleh kepemimpinan yang visioner, guru yang berdaya, serta kemitraan yang partisipatif.  
TAWAKKAL: KONSEP SPIRITUAL PENGUATAN KARAKTER DAN HARMONI SOSIAL DI ERA PENDIDIKAN MODERN (KAJIAN TEMATIK QS. AL- ANFAL [8]:61) Akin, M. Aris; Basri, Halimah; Miswar, Andi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9683

Abstract

Tawakkal is understood as a manifestation of faith that integrates sincere effort and total submission to Allah SWT, encouraging maximal endeavor as well as a peaceful and just response rooted in trust in God. This study examines the concept of tawakkal in QS. Al‑Anfāl [8]:61 as a spiritual foundation for strengthening student character and fostering social harmony in contemporary education. The research employs a library research approach using primary sources from the Qur’an and authoritative tafsirs alongside relevant academic literature; data are analyzed descriptively through thematic interpretation (tafsīr maudhu‘ī). The findings indicate that integrating the value of tawakkal in education can enhance students’ emotional resilience, sense of responsibility, and growth mindset, and support a harmonious learning environment. This value aligns with educational directions that emphasize compassion, tolerance, and appreciation of diversity as essential aspects of character education. The study concludes that ideal education is not merely the transfer of knowledge but the transformation of moral and social values, producing generations who are both intellectually capable and morally mature, and able to contribute to peace and harmony in pluralistic societies. ABSTRAK Tawakkal dipahami sebagai manifestasi iman yang mengintegrasikan usaha nyata dan penyerahan diri kepada Allah SWT, mendorong upaya maksimal serta respon damai yang adil dan percaya kepada Allah. Penelitian ini mengkaji konsep tawakkal dalam QS. Al‑Anfāl [8]:61 sebagai landasan spiritual dalam penguatan karakter peserta didik dan penciptaan harmoni sosial dalam pendidikan kontemporer. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan sumber primer Al‑Qur’an dan tafsir otoritatif serta literatur akademik; data dianalisis secara deskriptif‑analitis melalui tafsīr maudhu‘ī. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai tawakkal dalam pendidikan dapat memperkuat ketahanan emosional, tanggung jawab, dan growth mindset peserta didik serta mendukung lingkungan belajar yang harmonis. Nilai tawakkal ini konsisten dengan arah pembelajaran yang menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan sebagai bagian dari pendidikan karakter terhadap peseerta didik . Penelitian menegaskan bahwa pendidikan ideal bukan hanya transfer ilmu, tetapi transformasi nilai moral dan sosial yang menghasilkan generasi unggul secara intelektual dan matang secara moral, serta mampu berkontribusi pada perdamaian dan keharmonisan masyarakat yang majemuk.  
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA SISWA SD MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELAS Balan, Orance Federika; Humaira, Husina; Hermoyo, R. Panji
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9684

Abstract

Writing skills are essential basic competencies that must be mastered by elementary school students as a means of expressing ideas, but in reality the quality of students' writing is still very low due to the many errors in the application of language rules. The focus of the problem in this study is directed at the analysis of language errors that include aspects of spelling, syntax, morphology, and word choice in grade IV students of SD Inpres Sikam, East Nusa Tenggara. The important steps or stages of this study use the Classroom Action Research approach which is implemented through two systematic cycles, including the planning stage, implementation of actions with structured exercises, process observation, and critical reflection. Based on the findings of the research, quantitative data shows a significant downward trend in the number of language errors by 31%, from a total of 198 errors in cycle I to 157 errors in cycle II. In detail, a significant decrease is seen in the morphology aspect by 57%, word choice by 46%, neatness of writing by 37%, syntax by 34%, and spelling by 18%. These findings prove that identifying dominant error patterns makes it easier for teachers to provide targeted corrective feedback to students. The main conclusion confirms that the application of classroom action research through error analysis is very effective in improving the understanding of language rules and increasing the quality of students' writing skills in a sustainable manner through dynamic instructional improvements. ABSTRAK Keterampilan menulis merupakan kompetensi dasar esensial yang harus dikuasai siswa sekolah dasar sebagai sarana ekspresi gagasan, namun pada kenyataannya kualitas tulisan siswa masih sangat rendah akibat banyaknya kesalahan penerapan kaidah bahasa. Fokus masalah dalam penelitian ini diarahkan pada analisis kesalahan berbahasa yang mencakup aspek ejaan, sintaksis, morfologi, hingga pilihan kata pada siswa kelas IV SD Inpres Sikam, Nusa Tenggara Timur. Langkah atau tahapan penting penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan melalui dua siklus sistematis, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan dengan pemberian latihan terstruktur, observasi proses, serta refleksi kritis. Berdasarkan temuan hasil penelitian, data kuantitatif menunjukkan adanya tren penurunan jumlah kesalahan berbahasa secara signifikan sebesar 31 %, dari total 198 kesalahan pada siklus I menjadi 157 kesalahan pada siklus II. Secara terperinci, penurunan signifikan terlihat pada aspek morfologi sebesar 57 %, pilihan kata 46 %, kerapian tulisan 37 %, sintaksis 34 %, serta aspek ejaan 18 %. Temuan ini membuktikan bahwa identifikasi pola kesalahan yang dominan memudahkan guru dalam memberikan umpan balik korektif yang tepat sasaran bagi siswa. Simpulan utama menegaskan bahwa penerapan penelitian tindakan kelas melalui analisis kesalahan sangat efektif dalam memperbaiki pemahaman kaidah bahasa serta meningkatkan kualitas keterampilan menulis siswa secara berkelanjutan melalui perbaikan instruksional yang dinamis.    
IDEOLOGI NASIONALISME DALAM TUTURAN UPACARA BENDERA: ANALISIS WACANA KRITIS WODAK PADA SISWA SMA Elmirna, Nora; Rahma, Ulfa; Hermoyo, R. Panji
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9685

Abstract

Nationalism is often considered a natural characteristic, yet it is routinely produced through educational institutions to shape students' collective identity. The main focus of this research is to examine the construction of nationalist ideology in the speech of the flag ceremony at SMA Negeri 02 Bombana using Ruth Wodak's Critical Discourse Analysis model of Discourse-Historical Approach. The research stages were conducted qualitatively through the process of transcribing the speech of the ceremony instructor, field observations, and in-depth interviews to understand the institutional context. Data analysis focused on discursive strategies that include aspects of nomination, predication, argumentation, perspectivization, and the intensification and mitigation of meaning. The research findings indicate that nationalism is constructed through the framing of the inclusive identity of "we" as the subject of the nation who bears moral responsibility. This narrative dominates all segments of the ceremony with an emphasis on the topos of obligation and the threat of being left behind to legitimize students' compliance with school rules. Furthermore, institutional power relations are disguised through the use of paternalistic greetings that make ideological instructions feel like nurturing advice. The main conclusion confirms that the flag ceremony functions as a mechanism for reproducing state ideology that is normative and sacred in nature within the educational ecosystem. This discursive practice successfully transformed critical awareness into disciplinary compliance without any open resistance through very intensive and systematic national symbolism in a sustainable manner to create pure loyalty among all students. ABSTRAK Nasionalisme sering kali dianggap sebagai karakter yang alami, padahal ia diproduksi secara rutin melalui institusi pendidikan guna membentuk identitas kolektif siswa. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji konstruksi ideologi nasionalisme dalam tuturan upacara bendera di SMA Negeri 02 Bombana dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis model Discourse-Historical Approach milik Ruth Wodak. Tahapan penelitian dilakukan secara kualitatif melalui proses transkripsi tuturan amanat pembina upacara, observasi lapangan, serta wawancara mendalam untuk memahami konteks institusional. Analisis data difokuskan pada strategi diskursif yang mencakup aspek nominasi, predikasi, argumentasi, perspektivisasi, serta intensifikasi dan mitigasi makna. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nasionalisme dibangun melalui pembingkaian identitas inklusif "kita" sebagai subjek bangsa yang memikul tanggung jawab moral. Narasi tersebut mendominasi seluruh segmen upacara dengan penekanan pada topos kewajiban dan ancaman ketertinggalan guna melegitimasi kepatuhan siswa terhadap aturan sekolah. Selain itu, relasi kuasa institusional disamarkan melalui penggunaan sapaan paternalistik yang membuat instruksi ideologis terasa sebagai nasihat pengasuhan. Simpulan utama menegaskan bahwa upacara bendera berfungsi sebagai mekanisme reproduksi ideologi negara yang bersifat normatif dan sakral dalam ekosistem pendidikan. Praktik diskursif ini berhasil mengubah kesadaran kritis menjadi kepatuhan disipliner tanpa adanya resistensi terbuka melalui simbolisme nasional yang sangat intensif dan sistematis secara berkelanjutan guna menciptakan loyalitas murni pada seluruh peserta didik.  
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR “LESTARI” BERBASIS POTENSI LOKAL BAGI SISWA KELAS IV SD Ervawaty, Ervawaty; Zannah, Fathul; Elhawwa, Tazkiyatunnafs
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9686

Abstract

The background of this research is based on the minimal integration of the richness of local potential of Katingan Regency in national textbooks, so that the learning of science at SDN 4 Kasongan Lama becomes less contextual for fourth grade students. The focus of the research problem is directed at the development and testing of the validity, effectiveness, and efficiency of integrated thematic teaching materials entitled "LESTARI". The research procedure applies the Research and Development method through the ADDIE model which includes the stages of needs analysis, material structure design, prototype development, classroom implementation, and comprehensive evaluation. The validation results from material experts, media, and education practitioners indicate that this product is in the category of very feasible for use. Quantitative findings prove a significant increase in learning achievement, where the average student score jumped from 61.46 to 80.21. Statistical analysis through paired sample t-test produces a t-value of 19.25 which exceeds the t-table of 2.069, supported by the acquisition of an effect size of 3.93 which is classified as very large. The main conclusion confirms that the "LESTARI" teaching material is proven to be valid, effective, and efficient in supporting meaningful environment-based learning. The use of local content such as peat swamp ecosystems and Dayak culture not only optimizes cognitive achievement, but also successfully internalizes environmental care and ecological awareness in students from an early age in a sustainable, systematic, and holistic manner for the future sustainability of the Katingan environment.ABSTRAKLatar belakang penelitian ini berpijak pada minimnya integrasi kekayaan potensi lokal Kabupaten Katingan dalam buku teks nasional, sehingga pembelajaran IPAS di SDN 4 Kasongan Lama menjadi kurang kontekstual bagi siswa kelas IV. Fokus masalah penelitian diarahkan pada pengembangan serta pengujian validitas, efektivitas, dan efisiensi bahan ajar tematik terpadu berjudul "LESTARI". Prosedur penelitian menerapkan metode Research and Development melalui model ADDIE yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan struktur materi, pengembangan prototipe, implementasi kelas, hingga evaluasi menyeluruh. Hasil validasi dari para ahli materi, media, dan praktisi pendidikan menunjukkan bahwa produk ini berada pada kategori sangat layak untuk digunakan. Temuan kuantitatif membuktikan adanya peningkatan prestasi belajar yang signifikan, di mana nilai rata-rata siswa melonjak dari 61,46 menjadi 80,21. Analisis statistik melalui uji paired sample t-test menghasilkan nilai thitung sebesar 19,25 yang melampaui ttabel senilai 2,069, didukung perolehan effect size sebesar 3,93 yang tergolong sangat besar. Simpulan utama menegaskan bahwa bahan ajar "LESTARI" terbukti valid, efektif, dan efisien dalam mendukung pembelajaran berbasis lingkungan yang bermakna. Penggunaan konten lokal seperti ekosistem rawa gambut dan budaya Dayak tidak hanya mengoptimalkan capaian kognitif, tetapi juga berhasil menginternalisasi karakter peduli lingkungan serta kesadaran ekologis siswa sejak usia dini secara berkelanjutan, sistematis, serta holistik bagi keberlangsungan masa depan lingkungan Katingan.  
PENGEMBANGAN MEDIA LEMPAR DADU BERBANTUAN FLASH CARD UNTUK PEMBELAJARAN KOSA KATA BAHASA ARAB Aulia, Paliya Faizatul; Hijriyah, Umi; Erlina, Erlina
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9687

Abstract

Language is the primary means of communication used by humans to convey feelings, ideas, and concepts. One of the most widely used languages ​​is Arabic. Furthermore, Arabic is a vital part of Islamic knowledge, and scholars have devoted every effort to achieving this, including devoting full attention to the language itself. However, memorizing vocabulary, or mufrodat, is a key element for easy communication. The purpose of this research is to develop learning methods and media that can foster student interest and overall activeness during the learning process. This research used a development method, also known as Research and Development (R&D), with the ADDIE development model, implementing a dice game and flashcards. Media validation results showed that the dice game with flashcards was highly suiTabel for use, with average ratings of 100% and 85.5% from material and media experts. Furthermore, after use, students demonstrated an average of 97% in using the media effectively and very helpfully. The t-test results indicated that this learning media was effective for students. The t-test results show a significance value of 0.000, meaning that the media is effective if the significance value is less than 0.05. Therefore, a significance value of 0.000 above 0.05 indicates that the media is effective. ABSTRAK Bahasa adalah alat utama komunikasi yang digunakan manusia untuk menyampaikan perasaan, ide, dan gagasan. Salah satu Bahasa yang paling banyak digunakan adalah Bahasa Arab. Terlebih bahasa Arab merupakan bagian penting dari ilmu Islam, dan para ulama mengerahkan semua upaya mereka untuk mencapainya, termasuk memberikan perhatian penuh pada bahasa itu sendiri. Namun, terdapat kesulitan dalam menghafal kosa kata atau mufrodat yang menjadi modal awal untuk mudah berkomunikasi. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan metode dan media pembelajaran yang diperlukan adalah yang dapat menumbuhkan minat siswa dan keaktifan mereka secara keseluruhan selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan atau bisa disebut juga Research and Development atau R&D dengan model pengembangan ADDIE dengan mengimplemantisak permainan lempar dadu dan flash card. Hasil validasi media menunjukkan bahwa media lempar dadu berbantuan flash card ini sangat layak digunakan, dengan penilaian ahli materi dan media rata-rata 100% dan 85.5%. Selain itu, setelah digunakan, siswa menunjukkan hasil rata-rata 97% dalam penggunaan media yang efektif dan sangat membantu. Hasil uji t menunjukkan bahwa media pembelajaran ini efektif bagi siswa. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0.000, yang berarti bahwa media efektif jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05. Oleh karena itu, nilai signifikansi 0.000 di atas 0.05 menunjukkan bahwa media efektif.  
EVALUASI PROGRAM EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT DI SD DENGAN PENDEKATAN MODEL STAKE Suryadin, Asyraf; Agustina, Yogi Alif; Aprilia, Siska; Rani, Delvi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9688

Abstract

Elementary school at SD Negeri 57 Pangkalpinang integrates character building through the pencak silat extracurricular program, recognized as a national cultural heritage. The focus of this study is to evaluate the effectiveness of the program's implementation to ensure alignment between planning and actual results. The research used a descriptive evaluative approach through the Stake model, which included analysis of antecedents, transactions, and outcomes, involving the principal, coaches, and parents. The findings revealed that at the antecedents stage, the program's objectives were not formally documented, and coaches needed to strengthen child-specific pedagogical competencies. In the transactions dimension, activities ran routinely twice a week with good interaction, although there were no standard operating procedures related to discipline. The outcomes showed that the program was highly effective in improving physical fitness and fostering discipline and sportsmanship in students, with adequate mastery of basic techniques. The main conclusion emphasized that although the pencak silat program had a positive impact on students' non-academic development, schools needed to immediately standardize the objective documents, improve training facilities, and set more competitive achievement targets. This systematic evaluation serves as a crucial foundation for school management to optimize the potential of local culture in realizing holistic, targeted, and sustainable character education so that it can provide real benefits for all school members in the future. ABSTRAK Pendidikan dasar di SD Negeri 57 Pangkalpinang mengintegrasikan pembinaan karakter melalui ekstrakurikuler pencak silat sebagai warisan budaya nasional. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program tersebut untuk memastikan keselarasan antara perencanaan dan hasil nyata di lapangan. Langkah penelitian menggunakan pendekatan deskriptif evaluatif melalui model Stake yang mencakup analisis antecedents, transactions, dan outcomes dengan melibatkan kepala sekolah, pelatih, serta orang tua siswa. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pada tahap antecedents, tujuan program belum terdokumentasi secara formal dan pelatih memerlukan penguatan kompetensi pedagogik khusus anak. Pada dimensi transactions, kegiatan berjalan rutin dua kali seminggu dengan interaksi yang baik, meskipun belum memiliki standar operasional prosedur terkait kedisiplinan. Hasil capaian atau outcomes menunjukkan bahwa program ini sangat efektif meningkatkan kebugaran jasmani serta membentuk karakter disiplin dan sportivitas peserta didik, dengan penguasaan teknik dasar yang memadai. Simpulan utama menegaskan bahwa meskipun program pencak silat memberikan dampak positif bagi perkembangan nonakademik siswa, sekolah perlu segera melakukan standarisasi dokumen tujuan, melengkapi sarana latihan, dan menetapkan target prestasi yang lebih kompetitif. Evaluasi sistematis ini menjadi landasan krusial bagi manajemen sekolah guna mengoptimalkan potensi budaya lokal dalam mewujudkan pendidikan karakter yang holistik, terarah, dan berkelanjutan sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga sekolah di masa depan.