cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 513 Documents
STUDENT'S PERCEPTIONS TOWARDS PRONUNCIATION FEEDBACKS IN ENGLISH SPEAKING ACTIVITY THROUGH ELSASPEAK TASK Hermina, Sindi Nurhayati; Muljanto, Setia; Setiaawati, Pipih; Soni, Muhammad; Mustagis, R Muhammad Satria Gyas
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9270

Abstract

English pronunciation is essential for effective oral communication, yet it remains a persistent challenge for Indonesian junior high school students, particularly in terms of accuracy and speaking confidence. Recent advances in artificial intelligence, especially Computer-Assisted Pronunciation Training (CAPT), have introduced new opportunities for providing immediate and personalized pronunciation feedback. This descriptive qualitative study explored ninth-grade students’ perceptions of pronunciation feedback provided by the ELSA Speak application and examined the reasons underlying these perceptions. The study was conducted at SMPN 6 Garut and involved 34 ninth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected through weekly reflective journals, classroom observations during pronunciation practice, and documentation of pronunciation scores generated by the application. The data were analyzed using thematic analysis to identify recurring patterns in students’ experiences. The findings reveal a clear polarization in students’ perceptions. Some students benefited from ELSA Speak due to its safe practice environment, visual feedback, and support for autonomous learning, while others experienced technical frustration, limited articulatory explanations, and digital fatigue caused by repetitive practice and reduced human interaction. The study concludes that ELSA Speak is not a one-size-fits-all solution and is most effective when used as a supplementary tool supported by teacher guidance. Further research is recommended to examine the role of teacher mediation and long-term use of AI-based pronunciation tools in diverse learning contexts. ABSTRAK Pelafalan bahasa Inggris merupakan aspek penting dalam komunikasi lisan, namun masih menjadi tantangan bagi siswa sekolah menengah pertama di Indonesia, terutama terkait ketepatan fonologis dan kepercayaan diri berbicara. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, khususnya Computer-Assisted Pronunciation Training (CAPT), menawarkan peluang baru melalui penyediaan umpan balik pelafalan yang bersifat langsung dan personal. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi siswa kelas IX terhadap umpan balik pelafalan yang diberikan oleh aplikasi ELSA Speak serta mengidentifikasi alasan di balik persepsi tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 6 Garut dengan melibatkan 34 siswa kelas IX yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui jurnal reflektif mingguan, observasi kelas selama latihan pelafalan, serta dokumentasi skor pelafalan dari aplikasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola pengalaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya polarisasi persepsi siswa. Sebagian siswa merasakan manfaat dari ELSA Speak karena lingkungan latihan yang aman, umpan balik visual yang jelas, dan dukungan terhadap pembelajaran mandiri. Sebaliknya, siswa lain mengalami frustrasi teknis, keterbatasan penjelasan artikulatoris, serta kelelahan digital akibat latihan yang repetitif dan minim interaksi manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ELSA Speak bukan solusi tunggal pembelajaran pelafalan dan lebih efektif digunakan sebagai alat pendukung dengan bimbingan guru. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji peran mediasi guru dan penggunaan jangka panjang teknologi CAPT dalam konteks pembelajaran yang beragam.
PENINGKATAN LITERASI BACA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING PADA SISWA KELAS IV SD Nahakleky, Helga; Notanubun, Zainudin; Ratumanan, Stelie Dorce
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9291

Abstract

The results of the 2022 Programme for International Student Assessment (PISA) show that Indonesia's reading literacy score is only 359 points, far below the OECD average of 476 points. Similar problems were also found at Kaiwatu Christian Elementary School, particularly among fourth-grade students who had difficulty understanding the content of the reading material, determining the main ideas, and retelling the content of the text they had read. This study aims to improve the reading literacy of fourth-grade students at Kaiwatu Christian Elementary School through the application of the Cooperative Learning model. This study uses the Classroom Action Research (CAR) method, which is carried out in two cycles, including the planning, implementation, observation, and reflection stages. The research subjects were 17 fourth-grade students at Kaiwatu Christian Elementary School in Southwest Maluku Regency. The research instruments used included tests and observation sheets with data collection techniques through observation, tests, and documentation. The success indicator was set at a minimum of 75% of students achieving a score of 65 according to the KKTP standard. The results of the study indicate that the application of the Cooperative Learning model can significantly improve students' reading literacy. At the beginning of the pre-cycle, the average score of students was only 60 with a mastery rate of 18% or 3 students. In Cycle I, the average score remained at 60, but the number of students in the “Poor” category decreased from 35% to 12%. A significant improvement occurred in Cycle II, with the average score increasing to 80 and the mastery rate reaching 100% or 17 students. The improvement was comprehensive, covering cognitive, psychomotor, and affective aspects. It can be concluded that the application of the Cooperative Learning model is proven to be effective in improving the reading literacy of fourth-grade students at Kaiwatu Christian Elementary School ABSTRAK Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022 menunjukkan bahwa skor literasi membaca Indonesia hanya mencapai 359 poin, jauh di bawah rata-rata negara OECD sebesar 476 poin. Permasalahan serupa juga ditemukan di SD Kristen Kaiwatu, khususnya pada siswa kelas IV yang mengalami kesulitan dalam memahami isi bacaan, menentukan gagasan pokok, dan menceritakan kembali isi teks yang telah dibaca. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi baca siswa kelas IV SD Kristen Kaiwatu melalui penerapan model Cooperative Learning. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 17 siswa kelas IV SD Kristen Kaiwatu Kabupaten Maluku Barat Daya. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes dan lembar observasi dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Indikator keberhasilan ditetapkan apabila minimal 75% siswa mencapai nilai 65 sesuai standar KKTP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Cooperative Learning dapat meningkatkan literasi baca siswa secara signifikan. Pada kondisi awal pra-siklus, rata-rata nilai siswa hanya mencapai 60 dengan persentase ketuntasan 18% atau 3 siswa. Pada Siklus I, rata-rata nilai tetap 60 namun jumlah siswa kategori Kurang menurun dari 35% menjadi 12%. Peningkatan signifikan terjadi pada Siklus II dengan rata-rata nilai meningkat menjadi 80 dan ketuntasan mencapai 100% atau 17 siswa. Peningkatan terjadi secara komprehensif meliputi aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Cooperative Learning terbukti efektif dalam meningkatkan literasi baca siswa kelas IV SD Kristen Kaiwatu..  
ANALISIS PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH KATEGORI TERPENCIL DI SD Saifullah, Muhammad Ghulam; Istikomah, Istikomah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9475

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in shaping the character of students to be faithful, pious, and noble. However, its implementation in elementary schools, especially in areas with limited resources, still faces various obstacles. This study aims to analyze the problems of Islamic Religious Education (IRE) learning at SDN 2 Gebang Sidoarjo, which is classified as a school in the 3T (remote, outermost, disadvantaged) category. The research focuses on identifying problems in PAI learning in terms of teacher human resources, learning facilities and infrastructure, learning methods, and student interest and participation. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study method. Data collection was carried out through participant observation, in-depth interviews with the principal, IRE teachers, and students, as well as analysis of learning documents. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman interactive model, which includes the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that PAI learning at SDN 2 Gebang Sidoarjo faces various interrelated problems, including the limited number and competence of PAI teachers who must also serve as classroom teachers, the lack of learning support facilities and infrastructure, the dominance of conventional learning methods due to the multi-grade system, and low student interest and participation influenced by a lack of learning variety and family support. The conclusion of this study emphasizes that improving the quality of PAI learning requires comprehensive improvement efforts through strengthening teacher competence, providing adequate facilities and infrastructure, applying contextual and innovative learning methods, and strengthening collaboration between schools, parents, and the community. ABSTRAK Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Namun, pelaksanaannya di sekolah dasar, khususnya di daerah dengan keterbatasan sumber daya, masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 2 Gebang Sidoarjo yang tergolong sebagai sekolah dengan kategori 3T (terpencil, terluar, tertinggal). Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi permasalahan pembelajaran PAI yang ditinjau dari aspek sumber daya manusia (SDM) guru, sarana dan prasarana pembelajaran, metode pembelajaran, serta minat dan partisipasi peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru PAI, dan peserta didik, serta analisis dokumen pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI di SDN 2 Gebang Sidoarjo menghadapi berbagai problematika yang saling berkaitan, antara lain keterbatasan jumlah dan kompetensi guru PAI yang harus merangkap sebagai guru kelas, minimnya sarana dan prasarana pendukung pembelajaran, dominasi metode pembelajaran konvensional akibat sistem kelas rangkap, serta rendahnya minat dan partisipasi siswa yang dipengaruhi oleh kurangnya variasi pembelajaran dan dukungan lingkungan keluarga. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran PAI memerlukan upaya perbaikan yang komprehensif melalui penguatan kompetensi guru, penyediaan sarana prasarana yang memadai, penerapan metode pembelajaran yang kontekstual dan inovatif, serta penguatan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.  
STRATEGI ADAPTASI PONDOK PESANTREN DALAM MEMPERSIAPKAN SUMBER DAYA MANUSIA MENGHADAPI ERA SOCIETY 5.0 Nawa, Agus Trioni; Sari, Yeasy Agustina
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9491

Abstract

The development of digital technology in the of Society 5.0 requires educational institutions to adapt in preparing competent, adaptive, and strong character human resources. Pesantren (Islamic Boarding School), as value-based educational institutions, face challenges in integrating technology without neglecting long-established traditions and moral values. This study aims to analyze the learning adaptation strategies of pesantren in preparing human resources to face the Society 5.0 era through educational implementation. This study employed a qualitative approach using a case study method conducted at one pesantren. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, involving pesantren leaders, teachers, and students as research subjects. The data were analyzed using thematic analysis through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source triangulation. The findings indicate that pesantren adaptation strategies include strengthening a digital literacy–based curriculum, developing 21st-century skills, implementing information technology–based extracurricular programs, and enhancing teachers’ competencies in utilizing educational technology. These adaptations are carried out through a progressive–conservative approach, which integrates technological innovation with traditional pesantren values. This study contributes by offering an adaptive educational model for pesantren that is relevant to addressing the challenges of the Society 5.0 era. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital pada era Society 5.0 menuntut lembaga pendidikan untuk mampu beradaptasi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, adaptif, dan berkarakter. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi tanpa mengabaikan tradisi dan nilai moral yang telah mengakar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi pondok pesantren dalam mempersiapkan SDM menghadapi era Society 5.0 melalui penyelenggaraan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada satu pondok pesantren. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi pimpinan pesantren, guru, dan santri. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi pesantren meliputi penguatan kurikulum berbasis literasi digital, pengembangan keterampilan abad ke-21, penyelenggaraan program ekstrakurikuler teknologi informasi, serta peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran. Adaptasi tersebut dilakukan dengan pendekatan progresif-konservatif, yaitu mengintegrasikan inovasi teknologi dengan nilai-nilai tradisional pesantren. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan model adaptasi pendidikan pesantren yang relevan dalam menghadapi tantangan Society 5.0.  
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SMP Azhar, Hilmi Hidayatulloh Poetra; Istikomah, Istikomah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9502

Abstract

Principal leadership plays a crucial role in improving the quality of national education, but is often hampered by a purely administrative approach. This study focuses on an in-depth analysis of the principal's strategic role in improving teacher professionalism at SMPN 2 Jabon by identifying various indicators of effective and adaptive leadership. Using a descriptive qualitative approach, the research was systematically implemented, including data collection through field observations, in-depth interviews with school stakeholders, and documentation studies, which were then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The results revealed that leadership effectiveness in this institution is realized through the systematic integration of transformational, instructional, and participatory styles. Key findings indicate a significant improvement in the aspects of sustainable teacher competency development, stable work motivation, and the implementation of a more transparent and constructive performance evaluation system. A humanistic leadership style oriented towards empowering human resources has been proven to create a conducive work climate and accelerate pedagogical innovation among educators. The main conclusion of the study confirms that the figure of a principal who is able to adapt various leadership styles according to the unique context of the school makes a major contribution to strengthening teacher professionalism and improving the quality of school education in order to create a superior generation that has character, is intelligent, competitive, and is ready to face all the dynamics of the global era. ABSTRAK Kepemimpinan kepala sekolah berperan krusial dalam mendongkrak mutu pendidikan nasional, namun sering kali masih terkendala oleh pendekatan yang bersifat administratif semata. Penelitian ini berfokus pada analisis mendalam mengenai peran strategis kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMPN 2 Jabon melalui identifikasi berbagai indikator kepemimpinan yang efektif dan adaptif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, tahapan penelitian dilaksanakan secara sistematis meliputi pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan sekolah, serta studi dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian mengungkap bahwa efektivitas kepemimpinan di institusi ini terwujud melalui integrasi gaya transformasional, instruksional, serta partisipatif secara sistematis. Temuan utama menunjukkan adanya peningkatan nyata dalam aspek pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan, motivasi kerja yang stabil, serta implementasi sistem evaluasi kinerja yang lebih transparan dan konstruktif. Gaya kepemimpinan yang humanis serta berorientasi pada pemberdayaan sumber daya manusia terbukti mampu menciptakan iklim kerja yang kondusif sekaligus memicu akselerasi inovasi pedagogik para pendidik. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa figur kepala sekolah yang mampu mengadaptasi berbagai gaya kepemimpinan sesuai konteks unik sekolah memberikan kontribusi besar terhadap penguatan profesionalisme guru dan perbaikan mutu pendidikan sekolah demi terciptanya generasi unggul yang berkarakter, cerdas, kompetitif, dan siap menghadapi seluruh dinamika zaman global.  
ANALISIS TINGKAT LITERASI DIGITAL MAHASISWA BERDASARKAN DIMENSI CAKAP, BUDAYA, ETIKA, DAN KEAMANAN DIGITAL Samatowa, Lukman; Mokoginta, Chindy Dahlia; Primayanti, Tria
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9533

Abstract

Advances in information technology require students to have adequate digital literacy to face the challenges of the Industrial Revolution 4.0, but the facts show a competency gap among early-year students. This study aims to analyze the digital literacy level of Science Education students in the first, third, and fifth semesters of Gorontalo State University based on the dimensions of digital competence, culture, ethics, and security. The method applied is descriptive quantitative through the distribution of structured questionnaires to seventy-two respondents. The research stages include data collection, organization, processing, and descriptive analysis using performance level classification. The research findings indicate that overall, students' digital literacy skills are in the very good category. In detail, quantitative achievement in the digital media competence dimension is 82.64%, the digital culture dimension reaches 96.12%, the digital ethics dimension is 97.2%, and the digital security dimension reaches 96.27%. Although the ethics and security dimensions show the highest scores, students in the early semesters still have deficiencies in technical skills in operating certain application features. The main conclusion of the study confirms that students have a high awareness in implementing Pancasila values ​​and ethical governance in the digital environment. Continuous improvement of technical guidance is still needed so that mastery of hardware and software can support students' academic effectiveness optimally in the future through the integration of a more targeted and systematic technology-based curriculum. ABSTRAKKemajuan teknologi informasi menuntut mahasiswa memiliki literasi digital mumpuni guna menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0, namun fakta menunjukkan adanya kesenjangan kompetensi pada mahasiswa tingkat awal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi digital mahasiswa Pendidikan IPA Universitas Negeri Gorontalo semester satu, tiga, dan lima berdasarkan dimensi cakap, budaya, etika, serta keamanan digital. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kuantitatif melalui penyebaran angket terstruktur kepada tujuh puluh dua responden. Tahapan penelitian mencakup pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, hingga analisis deskriptif menggunakan klasifikasi tingkat kinerja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kemampuan literasi digital mahasiswa berada pada kategori sangat baik. Secara terperinci, capaian kuantitatif pada dimensi cakap bermedia digital sebesar 82,64%, dimensi budaya digital mencapai 96,12%, dimensi etika digital sebesar 97,2%, dan dimensi keamanan digital mencapai 96,27%. Meskipun dimensi etika dan keamanan menunjukkan skor tertinggi, mahasiswa pada semester awal masih memiliki kekurangan dalam kecakapan teknis pengoperasian fitur aplikasi tertentu. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa mahasiswa telah memiliki kesadaran tinggi dalam menerapkan nilai Pancasila dan tata kelola etika dalam lingkungan digital. Peningkatan bimbingan teknis secara berkelanjutan tetap diperlukan agar penguasaan perangkat keras maupun perangkat lunak dapat mendukung efektivitas akademik mahasiswa secara optimal di masa depan melalui integrasi kurikulum berbasis teknologi yang lebih terarah dan sistematis.  
STUDI LITERATUR MENGENAI PENGARUH JUDI ONLINE TERHADAP MORALITAS PELAJAR DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Kurniawan, Agung; Koderi, Koderi; Fitriani, Fitriani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9562

Abstract

The development of digital technology has opened up opportunities for students to access various risky content, including online gambling, which can have serious impacts on morals and character development. In the context of Islamic Religious Education (PAI), this issue is crucial because it contradicts Islamic values ​​that emphasize good morals, piety, and social responsibility. This study aims to explore the influence of online gambling on students' morals, the factors that encourage students to engage in online gambling, and how Islamic Education plays a role in preventing and mitigating these effects. The method used in this study was a Systematic Literature Review (SLR) following PRISMA guidelines. The literature search was conducted using several trusted databases with publication dates between 2020 and 2025. Of the 138 articles found, 20 met the inclusion criteria and were systematically analyzed. The study findings indicate that online gambling significantly weakens the values ​​of honesty, trustworthiness, discipline, and responsibility, reduces the quality of worship and piety, undermines social ethics, and hinders the formation of Islamic character. The main factors contributing to student involvement are psychological pressure, peer influence, easy access to technology, lack of supervision from parents and teachers, and the desire for quick profits. The study's conclusion confirms that Islamic Religious Education plays a crucial role in preventing online gambling through strengthening moral values, spiritual approaches, innovations in Islamic-based digital learning, and collaboration between schools, families, and the social environment in fostering student character in the digital age. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah membuka kesempatan bagi siswa untuk mengakses berbagai konten berisiko, termasuk perjudian online, yang dapat memberikan dampak serius terhadap moral dan pembentukan karakter. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), masalah ini sangat penting karena bertentangan dengan nilai-nilai keislaman yang menekankan pada akhlak baik, ketakwaan, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh perjudian online terhadap moral siswa, faktor-faktor yang mendorong siswa terlibat dalam perjudian online, serta bagaimana Pendidikan Islam berperan dalam mencegah dan mengurangi efek tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan menggunakan beberapa database terpercaya dengan rentang waktu publikasi antara tahun 2020 dan 2025. Dari 138 artikel yang ditemukan, ada 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara sistematis. Temuan penelitian menyatakan bahwa perjudian online secara signifikan melemahkan nilai-nilai kejujuran, amanah, disiplin, dan tanggung jawab, mengurangi kualitas ibadah dan ketakwaan, merusak etika sosial, serta menghalangi pembentukan karakter Islami. Faktor utama yang menyebabkan keterlibatan siswa adalah dorongan psikologis, pengaruh teman, kemudahan akses teknologi, kurangnya pengawasan dari orang tua dan guru, serta motivasi untuk mendapatkan keuntungan dengan cepat. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam mencegah perjudian online melalui penguatan nilai akhlak, pendekatan spiritual, inovasi dalam pembelajaran digital yang berbasis nilai Islami, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial dalam pembinaan karakter siswa di era digital.  
EFEKTIIVITAS PENGGUNAAN MEDIA CANVA DENGAN PEMBELAJARAN KOLABORATIF TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA KELAS XI Jesmin, Muh.; Kasman, Kasman; Firdaus, Firdaus
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9589

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of using Canva as an instructional media combined with collaborative learning in improving Indonesian language learning outcomes of eleventh-grade students at UPT SMAN 18 Gowa, Gowa Regency. This research employed a quantitative approach with a true experimental design using the Pretest-Posttest Control Group Design. The population consisted of all eleventh-grade students totaling 79 participants, and total sampling was applied, in which one class was assigned as the experimental group and another as the control group. Data were collected through observation, learning achievement tests, and documentation. The results indicated a significant improvement in students’ learning outcomes in the experimental group after the implementation of Canva-based collaborative learning. The mean pretest score of the experimental group was 62.28, which increased to 84.92 in the posttest. Meanwhile, the control group that used instructional video media showed an improvement in the mean score from 60.23 in the pretest to 70.35 in the posttest. Hypothesis testing using the Independent Sample t-Test with SPSS version 30 revealed a significance value of 0.001 (p < 0.05), indicating that the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. These findings demonstrate that the integration of Canva with collaborative learning is significantly more effective in enhancing Indonesian language learning outcomes compared to the use of instructional video media. This study implies that the integration of interactive digital media with collaborative learning strategies can serve as an innovative approach to improving the quality of teaching and learning processes in secondary schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media Canva dengan pendekatan pembelajaran kolaboratif terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas XI di UPT SMAN 18 Gowa, Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen sejati (true experimental) berupa Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian terdiri atas seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 79 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling, di mana satu kelas ditetapkan sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa di kelas eksperimen setelah diberikan perlakuan berupa penggunaan media Canva dengan pembelajaran kolaboratif. Nilai rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 62,28 meningkat menjadi 84,92 pada posttest. Sementara itu, kelas kontrol yang menggunakan media video pembelajaran menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 60,23 pada pretest menjadi 70,35 pada posttest. Uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-Test berbantuan perangkat lunak SPSS versi 30 menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media Canva yang dipadukan dengan pembelajaran kolaboratif secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia dibandingkan dengan penggunaan media video pembelajaran. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa integrasi media digital interaktif dengan strategi pembelajaran kolaboratif dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah menengah.
PENGARUH PENGGUNAAN GEMINI SEBAGAI ALAT BANTU PENULISAN TERHADAP KUALITAS KARYA ILMIAH MAHASISWA Imro'atun, Nadhifah; Chairudin, Mochamad
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9634

Abstract

Digital transformation in higher education has accelerated the integration of generative artificial intelligence as a tool to support academic writing, including Google Gemini, which offers potential benefits for improving the quality of students' scientific writing while raising concerns about academic integrity. We adopted quantitative techniques with exploratory associative designs. A quantitative technique with an explanatory associative design was adopted. The population consisted of 45 third-semester university students, all of whom were recruited as research participants through a total sampling. Data were obtained by a structured four-point Likert-scale questionnaire that has been evaluated for validity and reliability. Data analysis comprises descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, linearity testing, simple linear regression, and hypothesis testing using IBM SPSS Statistics. The results indicate that the level of Google Gemini usage is identified as high and has a positive and statistically significant effect on the quality of students’ scientific papers (p < 0.05), with a coefficient of determination of 30.1%.  These data indicate that Google Gemini acts as a technical support tool that promotes writing structure, academic language accuracy, argumentation coherence, and citation consistency, it is not the main predictor of academic quality. The study concludes that the appropriate and ethical usage of Google Gemini can contribute to boosting academic writing quality in higher education. ABSTRAKTransformasi digital dalam pendidikan tinggi mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan generatif sebagai alat bantu penulisan akademik, termasuk Google Gemini, yang berpotensi meningkatkan kualitas karya ilmiah mahasiswa namun juga menimbulkan kekhawatiran terkait integritas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Google Gemini terhadap kualitas karya ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Qomaruddin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif eksplanatori. Populasi berjumlah 45 mahasiswa semester III yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berbasis skala Likert empat tingkat yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji linearitas, regresi linier sederhana, serta uji hipotesis menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Google Gemini berada pada kategori tinggi dan berpengaruh positif serta signifikan terhadap kualitas karya ilmiah mahasiswa (p < 0,05) dengan kontribusi determinasi sebesar 30,1%. Temuan ini menunjukkan bahwa Google Gemini berperan sebagai pendukung teknis dalam meningkatkan struktur penulisan, ketepatan bahasa akademik, koherensi argumentasi, serta konsistensi sitasi, namun bukan satu-satunya faktor penentu kualitas ilmiah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan Google Gemini secara proporsional dan etis dapat mendukung peningkatan mutu akademik mahasiswa di perguruan tinggi.  
EFEKTIVITAS GAMIFIKASI DALAM PEMBELAJARAN PAI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR GENERASI Z : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Sari, Yunita; Koderi, Koderi; Fitriani, Fitriani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9677

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of gamification in Islamic Religious Education (IRE) learning on Generation Z students’ learning motivation in the digital era. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) method based on the PRISMA guidelines. Data were collected from various scientific databases, including Scopus, Google Scholar, SINTA, and Publish or Perish, covering publications from 2020 to 2025. Out of 225 identified articles, 16 studies met the inclusion criteria and were analyzed in depth. The findings indicate that gamification in IRE learning is understood as the integration of game elements, such as points, levels, challenges, and reward systems, into the learning process without diminishing Islamic values. Gamification has been proven effective in enhancing students’ learning motivation and interest, participation and engagement, understanding of IRE materials, as well as fostering Islamic attitudes and character development. Commonly applied gamification strategies involve the use of digital platforms and Learning Management Systems (LMS), with teachers playing a key role as instructional designers aligned with pedagogical objectives. However, several challenges were identified, including limited teacher digital competence and inadequate infrastructure. Therefore, educational policy support, infrastructure development, and continuous teacher professional training are essential to optimize the sustainable implementation of gamification in IRE learning within the digital era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas gamifikasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap motivasi belajar generasi Z di era digital. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Data diperoleh dari berbagai basis data ilmiah seperti Scopus, Google Scholar, SINTA, dan Publish or Perish dengan rentang publikasi tahun 2020–2025. Dari total 225 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 16 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa gamifikasi dalam pembelajaran PAI dipahami sebagai integrasi elemen permainan, seperti poin, level, tantangan, dan sistem penghargaan, ke dalam proses pembelajaran tanpa menghilangkan nilai-nilai keislaman. Penerapan gamifikasi terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar, partisipasi dan keterlibatan peserta didik, pemahaman materi PAI, serta pembentukan sikap dan karakter Islami. Strategi gamifikasi yang banyak digunakan melibatkan pemanfaatan platform digital dan Learning Management System (LMS) dengan peran guru sebagai perancang pembelajaran yang berorientasi pada tujuan pedagogis. Meskipun demikian, penerapan gamifikasi masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi guru dan sarana prasarana. Oleh karena itu, dukungan kebijakan pendidikan, penguatan infrastruktur, serta peningkatan kompetensi guru menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan penerapan gamifikasi dalam pembelajaran PAI di era digital.