cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 513 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI MEDIA FLASH CARD PADA SISWA KELAS I DI SDN 2 LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO Hasan, Annisa Septianingrum; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Katili, Sukri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8915

Abstract

Early reading skills are a crucial foundation in basic education, but problems at SDN 2 Limboto Barat, Gorontalo Regency, indicate the low competency of first-grade students in this aspect due to the lack of varied learning media. Initial observations indicated that out of 13 students, only 2 students (15%) had adequate reading skills. This study focused on efforts to improve these skills through the implementation of flashcard media, which was considered capable of attracting students' visual attention. Using a Classroom Action Research (CAR) design, this study was conducted in two cycles covering the stages of planning, action, observation, and reflection, with data collection through tests and observations. The research findings showed a significant progressive increase; in cycle I, learning completeness moved from 23% in the first meeting to 38% in the second meeting. The positive trend continued optimally in cycle II, where the success percentage jumped from 69% to 85% in the final meeting. This increase proves that flashcard media is effective in helping students recognize letters and syllables more easily and increasing learning enthusiasm. It was concluded that the implementation of flashcard media succeeded in significantly improving students' early reading skills, exceeding the established performance indicators. ABSTRAK Kemampuan membaca permulaan merupakan fondasi krusial dalam pendidikan dasar, namun permasalahan di SDN 2 Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, menunjukkan rendahnya kompetensi siswa kelas I dalam aspek ini akibat kurangnya variasi media pembelajaran. Observasi awal mengindikasikan bahwa dari 13 siswa, hanya 2 siswa (15%) yang memiliki kemampuan membaca memadai. Penelitian ini berfokus pada upaya peningkatan keterampilan tersebut melalui implementasi media flash card yang dinilai mampu menarik perhatian visual siswa. Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), studi ini dilaksanakan dalam dua siklus yang mencakup tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi , dengan pengumpulan data melalui tes dan observasi. Temuan penelitian memperlihatkan peningkatan progresif yang signifikan; pada siklus I, ketuntasan belajar bergerak dari 23% pada pertemuan pertama menjadi 38% pada pertemuan kedua. Tren positif berlanjut secara optimal pada siklus II, di mana persentase keberhasilan melonjak dari 69% hingga mencapai 85% pada pertemuan terakhir. Peningkatan ini membuktikan bahwa media flash card efektif dalam membantu siswa mengenal huruf dan suku kata dengan lebih mudah serta meningkatkan antusiasme belajar. Disimpulkan bahwa penerapan media flash card berhasil meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa secara signifikan hingga melampaui indikator kinerja yang ditetapkan.  
MENINGKATKAN KREATIVITAS KARYA SENI 3 DIMENSI MELALUI MODEL PjBL PADA SISWA KELAS IV Budiman, Jihan Larasati; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Katili, Sukri; Pulukadang, Mimy Astuty; Husain, Rustam I
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8926

Abstract

Fine arts learning in elementary schools often faces obstacles in fostering student creativity, as found at SDN 7 Tapa, Bone Bolango Regency, which showed the low ability of fourth-grade students in creating 3-dimensional artworks due to the lack of variety in teaching methods and technical understanding. This study aims to address this problem by improving student creativity through the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model. Using a Classroom Action Research (CAR) design, this study involved 18 students as research subjects carried out in two cycles, including the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection was carried out comprehensively through observation, interviews, performance tests, and documentation. The research findings showed a significant and consistent trend of increasing results; in cycle I, the percentage of students who were able to create increased from 6% in the first meeting to 33% in the second meeting. A more optimal increase was recorded in cycle II, where the success rate moved from 67% to finally reaching 78% in the final meeting. This achievement has clearly exceeded the established success indicators, so it can be concluded that the implementation of the PjBL model has proven effective in facilitating students to explore ideas and improve their technical skills and creativity in producing 3-dimensional works of art. ABSTRAK Pembelajaran seni rupa di sekolah dasar seringkali menghadapi kendala dalam menumbuhkan kreativitas siswa, sebagaimana temuan di SDN 7 Tapa Kabupaten Bone Bolango yang menunjukkan rendahnya kemampuan siswa kelas IV dalam membuat karya seni 3 dimensi akibat minimnya variasi metode pengajaran dan pemahaman teknik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan meningkatkan kreativitas siswa melalui implementasi model Project Based Learning (PjBL). Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), studi ini melibatkan 18 siswa sebagai subjek penelitian yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui observasi, wawancara, tes kinerja, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan adanya tren peningkatan hasil yang signifikan dan konsisten; pada siklus I, persentase siswa yang mampu berkreasi meningkat dari 6% pada pertemuan pertama menjadi 33% pada pertemuan kedua. Peningkatan yang lebih optimal tercatat pada siklus II, di mana tingkat keberhasilan bergerak dari 67% hingga akhirnya mencapai 78% pada pertemuan terakhir. Capaian ini secara nyata telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model PjBL terbukti efektif dalam memfasilitasi siswa untuk mengeksplorasi ide dan meningkatkan keterampilan teknis serta kreativitas mereka dalam menghasilkan karya seni 3 dimensi.  
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL DAN KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PAI MENGGUNAKAN MEDIA CHROMEBOOK BERBASIS APLIKASI CANVA Maryam, Qorrie Aina; Arief, Armai; Ghofur, Abdul
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9198

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of using Chromebooks with the Canva application to improve students' digital literacy and creativity in Islamic Religious Education (IRE) at the elementary school level. The integration of technology in IRE is an urgent need in the digital age that must be addressed. This study uses a mixed methods approach with an explanatory sequential strategy. The research subjects were fifth and sixth grade students. Data collection was conducted through tests, observations, interviews, and documentation, analyzed using Wilcoxon and N-Gain statistical tests, as well as qualitative descriptive analysis. The results showed: 1) There was a significant increase in the variables of digital literacy and creativity in both classes (Asymp. Sig < 0.001); 2) The effectiveness of the improvement in Grade V was classified as High (N-Gain Literacy 0.81; Creativity 0.85) and was superior to Grade VI (Medium category), challenging the assumption of linearity in cognitive development; 3) The scaffolding strategy was proven to be successful in transforming technical anxiety into computer self-efficacy; 4) The use of technology also strengthened the ethical dimension through the practice of validating sources of arguments. This study concludes that Chromebook and Canva are effective adaptive learning media for accelerating students' digital competence and creative character in Islamic Religious Education (IRE) subjects. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan media Chromebook berbasis aplikasi Canva dalam meningkatkan literasi digital dan kreativitas siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat sekolah dasar. Integrasi teknologi dalam PAI merupakan urgensi di era digital yang perlu diatasi. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi (mixed methods) dengan strategi explanatory sequential. Subjek penelitian adalah siswa Kelas V dan VI. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon dan N-Gain, serta analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat peningkatan signifikan pada variabel literasi digital dan kreativitas di kedua kelas (Asymp. Sig < 0,001); 2) Efektivitas peningkatan pada Kelas V tergolong kategori Tinggi (N-Gain Literasi 0,81; Kreativitas 0,85) dan lebih unggul dibandingkan Kelas VI (kategori Sedang), menantang asumsi linieritas perkembangan kognitif; 3) Strategi scaffolding terbukti berhasil mengubah kecemasan teknis menjadi computer self-efficacy; 4) Pemanfaatan teknologi juga memperkuat dimensi etika melalui praktik validasi sumber dalil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Chromebook dan Canva adalah media pembelajaran adaptif yang efektif untuk mengakselerasi kompetensi digital dan karakter kreatif siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
ANALISIS KOMPETENSI GURU, TANTANGAN PEDAGOGIK, DAN STRATEGI PENINGKATAN KOMPETENSI GURU Windarti, Endah; Amini, Yuliana Nur; Indarwati, Indarwati; Wahyono, Joni Tri; Yusuf, Arief Rahman
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.7650

Abstract

This study aims to analyze the implementation of bilingual education at Semesta Bilingual Boarding School Semarang, focusing on teacher competence, pedagogical challenges faced, and improvement strategies applied. The research method used was a qualitative approach through direct observation and semi-structured interviews with the principal and teachers. The results of the study show that the implementation of bilingual education in this school has been running well and is supported by modern infrastructure such as interactive boards and Chromebooks. Teachers demonstrate strong professional and pedagogical competencies, although there are still variations in English proficiency and the application of Content and Language Integrated Learning (CLIL). The main challenges include the uneven linguistic abilities of teachers, the adaptation of new students to the bilingual system, and the suboptimal use of technology. Improvement efforts are carried out through regular training, workshops, seminars, and strengthening the teacher performance monitoring or evaluation system. This study concludes that the success of bilingual education is not only determined by language skills, but also by a continuous teacher professional development system, institutional support, and contextual instructional design. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan bilingual di Semesta Bilingual Boarding School Semarang, dengan fokus pada kompetensi guru, tantangan pedagogik yang dihadapi, serta strategi peningkatan yang diterapkan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi langsung dan wawancara semi-terstruktur dengan kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan bilingual di sekolah ini telah berjalan dengan baik dan ditunjang oleh infrastruktur modern seperti interactive board dan Chromebook. Guru menunjukkan kompetensi profesional dan pedagogik yang kuat, meskipun masih terdapat variasi dalam penguasaan bahasa Inggris dan penerapan pembelajaran berbasis Content and Language Integrated Learning (CLIL). Tantangan utama meliputi ketidakmerataan kemampuan linguistik guru, adaptasi siswa baru terhadap sistem bilingual, serta pemanfaatan teknologi yang belum optimal. Upaya peningkatan dilakukan melalui pelatihan rutin, workshop, seminar, penguatan sistem monitoring atau evaluasi kinerja guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan bilingual tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bahasa, tetapi juga oleh sistem pengembangan profesional guru yang berkelanjutan, dukungan kelembagaan, dan desain instruksional yang kontekstual.  
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN IPAS DI ERA DIGITAL MELALUI PENDEKATAAN DEEP LEARNING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA Asih, Tri Unggul Sari; Rohman, Akhmad Dalil; Prasetiya, Uki Adi; Mahmudah, Umi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8629

Abstract

The transformation of education in the digital era requires IPAS learning in elementary schools to move beyond conventional approaches and to foster students’ scientific literacy, critical thinking, and learning independence as essential 21st-century competencies. However, various reports and research findings indicate that the scientific literacy of Indonesian elementary school students remains relatively low, while classroom learning practices are still dominated by lecturing and rote memorization with limited and suboptimal use of technology. This condition highlights the need for more meaningful, contextual, and student-centered learning approaches. This study focuses on examining the application of the Deep Learning approach in IPAS learning as a strategy to enhance scientific literacy and learning independence among elementary school students. The study employed a library research method with a qualitative approach, involving the identification, selection, and analysis of various literature sources, including books, national and international journal articles, and relevant research reports published over the past ten years. Data analysis was conducted using content analysis techniques to identify patterns, concepts, and key findings related to Deep Learning, scientific literacy, and learning independence. The results indicate that the Deep Learning approach, implemented through problem-based learning, inquiry-based learning, project-based learning, and blended learning strategies supported by interactive digital media, has the potential to increase student engagement, understanding of scientific concepts, the ability to analyze scientific phenomena, and learning independence. The findings conclude that the Deep Learning approach is relevant and has strong potential for implementation in elementary school IPAS learning, provided that it is supported by teacher readiness, adequate facilities and infrastructure, and systematic instructional planning to ensure optimal impact on improving students’ scientific literacy and learning independence. ABSTRAK Transformasi pendidikan di era digital menuntut pembelajaran IPAS di sekolah dasar tidak lagi bersifat konvensional, tetapi mampu mengembangkan literasi sains, berpikir kritis, dan kemandirian belajar siswa sebagai kompetensi abad ke-21. Namun, berbagai laporan dan hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi sains siswa sekolah dasar di Indonesia masih relatif rendah, sementara praktik pembelajaran di kelas masih didominasi metode ceramah dan hafalan dengan pemanfaatan teknologi yang belum optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Penelitian ini berfokus pada kajian penerapan pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran IPAS sebagai strategi untuk meningkatkan literasi sains dan kemandirian belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif, melalui penelusuran, seleksi, dan analisis berbagai sumber pustaka berupa buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta laporan penelitian yang relevan dan dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola, konsep, dan temuan utama terkait Deep Learning, literasi sains, dan kemandirian belajar. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan Deep Learning, melalui strategi problem-based learning, inquiry-based learning, project-based learning, dan blended learning yang didukung media digital interaktif, berpotensi meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman konsep sains, kemampuan analisis fenomena ilmiah, serta kemandirian belajar. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan Deep Learning relevan dan potensial diterapkan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar, dengan catatan diperlukan kesiapan guru, dukungan sarana prasarana, serta perencanaan pembelajaran yang sistematis agar implementasinya memberikan dampak optimal terhadap peningkatan literasi sains dan kemandirian belajar siswa.  
KLIK, BELAJAR, BERIBADAH : TRANSFORMASI PEMBELAJARAN PAI DI ERA DIGITAL Isnaini, Ananda Fadhilatul; Astutik, Anita Puji
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9044

Abstract

The world of education has undergone significant changes due to the digital era, including Islamic Religious Education (PAI) learning. The background of this research is to understand how changes in Islamic Religious Education (PAI) learning adapt to the increasingly rapid advancement of digital technology. This research focuses on the role of the digital era in Islamic Religious Education (PAI) learning and the transformations occurring at SMKN 3 Buduran. To collect data, this study used a descriptive qualitative approach through interviews, observations, and documentation with educators, students, and relevant school officials. This research covers the introduction of digital technology, the use of innovations in digital-based learning, new regulations supporting technology adoption, and an analysis of the impacts and benefits of this transformation. The results show that digital media such as PowerPoint, Canva, Islamic religious videos, and the Indonesian Quran application make Islamic Religious Education (PAI) learning more engaging, interactive, and accessible. At SMKN 3 Buduran, the digital transformation is supported by teacher training, modern facilities, and innovative digital learning projects. However, this study also found that spiritual values ​​and character building must be maintained through the use of technology. ABSTRAK Dunia pendidikan telah mengalami perubahan besar karena era digital, termasuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Latar belakang penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana perubahan dalam pembelajaran PAI beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital yang semakin pesat. Penelitian ini berfokus pada peran era digital dalam pembelajaran PAI dan transformasi yang terjadi di SMKN 3 Buduran. Untuk mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pendidik, siswa, dan pihak sekolah yang terkait. Penelitian ini mencakup pengenalan digital, penggunaan inovasi dalam pembelajaran berbasis digital, peraturan baru yang mendukung adopsi teknologi, dan analisis dampak dan keuntungan dari transformasi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital seperti PowerPoint, Canva, video dakwah, dan aplikasi Al-Qur'an Indonesia membuat pembelajaran PAI lebih menarik, interaktif, dan mudah diakses. Di SMKN 3 Buduran, transformasi digital didukung oleh pelatihan guru, fasilitas modern, dan proyek pembelajaran digital inovatif. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa nilai-nilai spiritual dan pembinaan karakter harus dijaga dengan penggunaan teknologi.
EFEKTIVITAS CHATGPT DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK MENDORONG SELF-REGULATED LEARNING DI SMK Genma, Nakamesa; Zulfikasari, Sony
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9348

Abstract

The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) has created significant opportunities for fostering autonomous learning in educational settings, with ChatGPT emerging as a prominent tool for interactive language-based instruction. This study examines the impact of ChatGPT on enhancing Self-Regulated Learning (SRL) among vocational high school students, guided by Zimmerman’s model encompassing forethought, performance, and self-reflection phases. Employing a quantitative approach with a one-group pretest–posttest design, the research involved 42 tenth-grade students of the Office Management and Business Services program at SMKN 2 Kuningan. The study utilized a 30-item SRL questionnaire and an English proficiency test, both validated by subject experts and demonstrating strong reliability (Cronbach’s Alpha = 0.934). Findings revealed a substantial improvement from the pretest mean score of 66.00 to the posttest mean score of 89.29 (t = -11.589; p < 0.05), with a large effect size (Cohen’s d = 1.788). The findings demonstrate the effectiveness of ChatGPT in fostering SRL, particularly by enhancing all dimensions, goal setting, independent learning strategies, progress monitoring, and reflective evaluation.These results highlight the pedagogical potential of ChatGPT as an AI-based learning companion, particularly for English language instruction that demands sustained practice and readily accessible learning resources. ABSTRAK Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membuka peluang luas untuk mendukung pembelajaran mandiri di lingkungan pendidikan, termasuk pemanfaatan ChatGPT sebagai media belajar berbasis percakapan interaktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas ChatGPT dalam meningkatkan Self-Regulated Learning (SRL) siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan mengacu pada Model Zimmerman yang menekankan tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi diri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest, melibatkan 42 siswa kelas X MPLB-1 SMKN 2 Kuningan. Instrumen penelitian mencakup angket SRL sebanyak 30 butir serta tes kemampuan Bahasa Inggris, dengan validasi isi oleh ahli (dosen pembimbing dan guru Bahasa Inggris) dan reliabilitas tinggi (Cronbach’s Alpha = 0,934). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor rata-rata pretest (66,00) menjadi posttest (89,29) dengan t = -11,589; p < 0,05 dan effect size Cohen’s d = 1,788 (kategori sangat besar). Penelitian ini menunjukkan efektivitas penggunaan ChatGPT, yaitu mampu meningkatkan seluruh dimensi SRL, termasuk penetapan tujuan belajar, pemilihan strategi belajar mandiri, pemantauan proses, dan refleksi hasil belajar.Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi ChatGPT yang dirancang dengan prinsip pedagogis mampu memperkuat kemandirian belajar siswa SMK, khususnya pada pembelajaran Bahasa Inggris yang membutuhkan latihan berkelanjutan dan akses sumber belajar yang fleksibel.
INTEGRASI LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (GOOGLE CLASSROOM) UNTUK OPTIMALISASI PENGAJARAN MANAJEMEN TATA RIAS BERBASIS PROYEK Sarah, Ririn Amaliah Putri; Fahmi, Merdila Nuril; Ilham, Fadli; Febrianty, Syielvi Dwi; Basra, Sri Meiweni; Sari, Dian Fitriarni
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9349

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of integrating the Learning Management System (LMS) Google Classroom into Project-Based Learning (PjBL) in the Beauty Services Management course, with the goal of enhancing students’ learning outcomes and self-regulated learning. The study employed a quantitative approach with a pre-experimental, one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 50 Vocational Education students specializing in Beauty Services, selected through purposive sampling. The research instruments included a project-based learning assessment and a learning independence questionnaire adapted from the Self-Regulated Learning Questionnaire (SRLQ). Data were analyzed using a paired-sample t-test. The results indicated an average increase of 21.9% in learning outcomes and 16.6% in learning independence following the implementation of Google Classroom, with a significance level of p < 0.05, demonstrating a statistically significant improvement. These findings suggest that LMS integration can enhance the effectiveness of project-based learning, strengthen students’ learning autonomy, and promote more active and reflective engagement in the learning process. The study emphasizes that utilizing LMS platforms such as Google Classroom represents a relevant digital learning strategy for vocational education, particularly in supporting the transformation of teaching and learning in the Industry 4.0 era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi Learning Management System (LMS) Google Classroom dalam pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) pada mata kuliah Manajemen Tata Rias, dengan tujuan meningkatkan hasil belajar dan kemandirian belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen tipe one-group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri dari 50 mahasiswa Pendidikan Vokasional Tata Rias yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi tes hasil belajar berbasis proyek dan angket kemandirian belajar yang diadaptasi dari Self-Regulated Learning Questionnaire (SRLQ). Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan (paired-sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata hasil belajar sebesar 21,9% dan kemandirian belajar sebesar 16,6% setelah penerapan Google Classroom, dengan nilai signifikansi p < 0,05, yang menandakan adanya peningkatan yang signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi LMS dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran berbasis proyek, memperkuat kemandirian belajar mahasiswa, serta mendorong mereka menjadi lebih aktif dan reflektif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menekankan bahwa pemanfaatan LMS seperti Google Classroom merupakan strategi pembelajaran digital yang relevan bagi pendidikan vokasional, terutama dalam mendukung transformasi pembelajaran di era Industri 4.0.    
MAKNA TRADISI RUWAH DESA BAGI PENGEMBANGAN KONSELING MULTIBUDAYA Isdwiyanti, Dian; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9350

Abstract

The Ruwah Desa tradition represents a form of local wisdom within Javanese society that embodies social, spiritual, and psychological values and continues to be preserved in rural communities, including Rangkah Kidul Village, Sidoarjo Regency. This study aims to examine the meaning of the Ruwah Desa tradition and its relevance to the development of multicultural counseling grounded in local wisdom. A qualitative approach with a case study design was employed. Participants were selected purposively and included traditional leaders, religious figures, village officials, and community members actively involved in the implementation of the tradition. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and document analysis, and analyzed interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the Ruwah Desa tradition embodies values of communal spirituality, mutual cooperation, social solidarity, intergenerational value transmission, and environmental awareness, which contribute to strengthening social cohesion and collective emotional regulation within the community. These values are strongly aligned with the principles of multicultural counseling, particularly in promoting contextual, inclusive, and community-based counseling services. This study contributes to the enrichment of multicultural counseling discourse by integrating local cultural practices as psychosocial resources in counseling and guidance services. ABSTRAK Tradisi Ruwah Desa merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat Jawa yang mengandung nilai-nilai sosial, spiritual, dan psikologis yang masih terpelihara dalam kehidupan masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Rangkah Kidul, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna tradisi Ruwah Desa serta relevansinya bagi pengembangan konseling multibudaya berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ditentukan secara purposive, melibatkan tokoh adat, tokoh agama, aparat desa, dan masyarakat yang terlibat aktif dalam pelaksanaan tradisi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ruwah Desa mengandung nilai spiritualitas komunal, gotong royong, solidaritas sosial, pewarisan nilai lintas generasi, serta kepedulian terhadap lingkungan yang berperan dalam memperkuat kohesi sosial dan regulasi emosi kolektif masyarakat. Nilai-nilai tersebut memiliki kesesuaian yang kuat dengan prinsip konseling multibudaya, khususnya dalam menghadirkan layanan konseling yang kontekstual, inklusif, dan berbasis komunitas. Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan kajian konseling multibudaya melalui integrasi praktik budaya lokal sebagai sumber daya psikososial dalam layanan bimbingan dan konseling.
PENDEKATAN KONSELING MULTIKULTURAL UNTUK MENUMBUHKAN KESETARAAN DAN SENSITIVITAS GENDER DI KALANGAN SISWA Wilujeng, Wiwik; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9351

Abstract

Gender inequality in education, manifested through unequal role distribution, negative labeling, and bullying, can hinder students' psychological and academic development. This study focuses on analyzing the role of a multicultural counseling approach as an intervention strategy to foster gender equality and sensitivity in schools. The method used is a literature study by reviewing various theoretical references and relevant research results on multicultural counseling and gender issues. The research findings indicate that the implementation of multicultural counseling, both through individual and group services, is effective in helping students identify biased social constructs, reduce stereotypes, and develop empathy and mutual respect amidst diversity. This approach is not only preventive against discrimination but also transformative in creating an inclusive and safe school climate. The main conclusion emphasizes that multicultural counseling is a crucial instrument that requires counselor competence in recognizing cultural and gender biases, in order to create a just educational environment and support the sustainable self-actualization of all students. ABSTRAK Ketimpangan gender dalam pendidikan, yang termanifestasi melalui pembagian peran tidak seimbang, pelabelan negatif, hingga perundungan, dapat menghambat perkembangan psikologis dan akademik siswa. Penelitian ini berfokus pada analisis peran pendekatan konseling multikultural sebagai strategi intervensi untuk menumbuhkan kesetaraan dan sensitivitas gender di sekolah. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai referensi teoritis dan hasil penelitian relevan mengenai konseling multikultural dan isu gender. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi konseling multikultural, baik melalui layanan individu maupun kelompok, efektif membantu siswa mengidentifikasi konstruksi sosial yang bias, mereduksi stereotip, serta mengembangkan empati dan sikap saling menghargai di tengah keberagaman. Pendekatan ini tidak hanya bersifat preventif terhadap diskriminasi, tetapi juga transformatif dalam menciptakan iklim sekolah yang inklusif dan aman. Simpulan utama menegaskan bahwa konseling multikultural merupakan instrumen krusial yang menuntut kompetensi konselor dalam mengenali bias budaya dan gender, guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang adil dan mendukung aktualisasi diri seluruh siswa secara berkelanjutan.