cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 41 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2024)" : 41 Documents clear
MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA OPERASI BILANGAN KELAS 4 SD INDAH, NUR LULUK
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.3497

Abstract

The goal of developing and implementing this model is to improve students' understanding of number operation concepts as well as their critical thinking skills. With Discovery Learning, it is hoped that students can learn independently and develop logical thinking abilities, while also increasing their interest in learning mathematics. The implementation procedure of this model involves stages that include orientation or problem identification, hypothesis formulation, data collection, verification or proof, and drawing conclusions. At the orientation stage, the teacher introduces problems related to number operations that need to be solved. Students are then invited to formulate hypotheses regarding possible solutions. Next, they collect relevant data or information through exploration activities facilitated by the teacher. At the verification stage, students test the hypotheses they made earlier. Finally, students are invited to draw conclusions based on the analysis of the learning process that has been conducted. The results of implementing the Discovery Learning model on number operations in 4th grade elementary school show an improvement in students' understanding of basic number operation concepts, such as addition, subtraction, multiplication, and division. In addition, this model successfully improved students' critical thinking skills and problem-solving abilities. Most students also showed an increase in motivation and enthusiasm in learning mathematics. In conclusion, the Discovery Learning Model has proven effective in enhancing students' conceptual understanding and critical thinking skills in number operations in 4th-grade elementary school. The follow-up to the implementation of this model is to make further adjustments so that this method can be applied to various other mathematics materials, as well as to strengthen teacher guidance in the process of concept discovery by students to optimize learning outcomes. ABSTRAKTujuan pengembangan dan penerapan model ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep operasi bilangan serta keterampilan berpikir kritis siswa. Dengan Discovery Learning, diharapkan siswa dapat belajar secara mandiri dan mengembangkan kemampuan berpikir logis, sekaligus meningkatkan minat belajar mereka terhadap matematika. Prosedur pelaksanaan model ini melibatkan tahapan-tahapan yang meliputi orientasi atau pengenalan masalah, formulasi hipotesis, pengumpulan data, verifikasi atau pembuktian, dan menarik kesimpulan. Pada tahap orientasi, guru memperkenalkan masalah terkait operasi bilangan yang harus diselesaikan. Siswa kemudian diajak untuk merumuskan hipotesis mengenai solusi yang mungkin. Selanjutnya, mereka mengumpulkan data atau informasi yang relevan melalui kegiatan eksplorasi yang difasilitasi oleh guru. Pada tahap verifikasi, siswa menguji hipotesis yang mereka buat sebelumnya. Terakhir, siswa diajak menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil pelaksanaan model Discovery Learning pada operasi bilangan di kelas 4 SD menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep operasi bilangan dasar, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Selain itu, model ini berhasil meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Sebagian besar siswa juga menunjukkan peningkatan motivasi dan antusiasme dalam belajar matematika. Kesimpulannya, Model Pembelajaran Discovery Learning terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa pada operasi bilangan di kelas 4 SD. Tindak lanjut dari penerapan model ini adalah melakukan penyesuaian lebih lanjut agar metode ini dapat diterapkan pada berbagai materi matematika lainnya, serta memperkuat pendampingan guru dalam proses penemuan konsep oleh siswa agar hasil belajar semakin optimal.
KEANEKARAGAMAN GASTROPODA DI SUNGAI TANANAN KELURAHAN ARALLE KABUPATEN MAMASA ANGGRINI, ELVIN AYU; SAMSI, ANDI NUR; BAHAR, IRNAYANTI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.3498

Abstract

This research was conducted to determine the condition of the river ecosystem based on the Gastropod diversity index value. The research was conducted at two stations. The data collection method is simple random sampling. Data analysis used the Shannon – Weaver diversity index (H'). The research results obtained five Gastropod species, namely Pila ampulacea., Pomacea canaliculata, Sulcospira testudinaria, Lymnaea rubiginosa, and Indoplanornis exustus. The highest number of gastropods was found at Station A, consisting of four species and four families. The species most commonly found at station A is Pila ampulacea. and the least numerous species is Lymnaea rubiginosa. Station B consists of five species and five families. There are two species most commonly found, namely Filopaludina sp. and Indoplanorbis exustus while the least frequently found species was Sulcospira testudinaria. The diversity index is at station A and B is classified as medium. The index value shows that river conditions can be said to be quite stable. Indoplanorbis exustus was found at station B, so further research is needed regarding this snail as a vector of parasites and what impact it will have. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi ekosistem Sungai berdasarkan nilai indeks keanekaragaman Gastropoda. Penelitian dilakukan pada dua stasiun. Metode pengumpulan data yaitu random sampling sederhana. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon – Weaver (H’). Hasil penelitian diperoleh lima spesies Gastropoda yaitu Pila ampulacea., Pomacea canaliculata, Sulcospira testudinaria, Lymnaea rubiginosa, dan Indoplanornis exustus. Jumlah gastropoda paling banyak ditemukan di Stasiun A yang terdiri dari empat spesies dan empat famili. Spesies yang paling banyak ditemukan di stasiun A adalah Pila ampulacea. dan spesies yang paling sedikit adalah Lymnaea rubiginosa. Stasiun B terdiri dari lima spesies dan lima famili. Spesies yang paling banyak ditemukan ada dua jenis yaitu Pila ampulacea dan Indoplanorbis exustus sedangkan spesies yang paling sedikit ditemukan adalah Sulcospira testudinaria. Indeks keanekaragaman pada stasiun A dan B tergolong sedang. Nilai indeks menunjukkan kondisi sungai dapat dikatakan cukup stabil. Indoplanorbis exustus ditemukan di stasiun B, sehingga perlu penelitian lanjutan mengenai siput ini sebagai vektor parasite jenis apa dan dampak yang akan ditimbulkan.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK TERMOKIMIA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERINTEGRASI ETNOSAINS PADA FASE F SMA RIZKY, AULIA; ANDROMEDA, ANDROMEDA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.3500

Abstract

Education in Indonesia is now transforming with the independent curriculum, which emphasizes student-based, contextual, and problem-solving-oriented learning in chemistry learning, especially thermochemistry material, the application of Problem Based Learning (PBL) integrated with ethnoscience is very relevant to connect the concept of energy in chemical reactions with local practices. The type of research used is educational design research (EDR) with the Plomp development model, this research is limited only to the practicality test stage, without continuing to the assessment stage. The Thermochemistry LKPD based on PBL integrated with Ethnoscience for Phase F of SMA/MA that was developed showed validation results with a V value of 0.92, which is included in the valid category. The practicality test of this LKPD received a very positive response, with assessments from teachers and students indicating that the LKPD was very practical. Based on these two assessments, an average percentage of practicality was obtained which showed that this LKPD was very practical to use in learning. ABSTRAKPendidikan di Indonesia kini bertransformasi dengan kurikulum merdeka, yang menekankan pembelajaran berbasis peserta didik, kontekstual, dan berorientasi pemecahan masalah dalam pembelajaran kimia, terutama materi termokimia, penerapan Problem Based Learning (PBL) terintegrasi etnosains sangat relevan untuk menghubungkan konsep energi dalam reaksi kimia dengan praktik lokal. Jenis penelitian yang digunakan adalah educational design research (EDR) dengan model pengembangan Plomp, penelitian ini dibatasi hanya sampai tahap uji praktikalitas, tanpa melanjutkan ke tahap penilaian. LKPD Termokimia berbasis PBL terintegrasi Etnosains untuk Fase F SMA/MA yang dikembangkan menunjukkan hasil validasi dengan nilai V sebesar 0,92, yang termasuk dalam kategori valid. Uji praktikalitas LKPD ini memperoleh respons sangat positif, dengan penilaian dari guru dan peserta didik yang menunjukkan bahwa LKPD tersebut sangat praktis. Berdasarkan kedua penilaian tersebut, diperoleh rata-rata persentase praktikalitas yang menunjukkan bahwa LKPD ini sangat praktis digunakan dalam pembelajaran.
ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN IPAS KELAS 4: RANCANGAN MEDIA VIDEO EDUKASI MENGGUNAKAN POWTOON DI SDN 9 PSEKSU OKTOBERIANSYAH, OKTOBERIANSYAH; MAHARANI, SITI DEWI; SYARIFUDDIN, SYARIFUDDIN
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.3501

Abstract

This article aims to present the results of a needs analysis regarding the use of Powtoon-based video learning media for IPAS, obtained through a questionnaire distributed at the research location. The study was conducted at SDN 9 PSEKSU using the ADDIE research method. The collected data are qualitative, which were then analyzed before being compiled into descriptive data for presentation in the writing. The data collection technique involved distributing questionnaires to students. The findings indicate that students are more engaged with learning that incorporates audiovisual elements. Elementary-level students tend to be more attracted to unique and interesting visuals, such as videos created using Powtoon featuring appealing animations. This media can be utilized in IPAS learning presented in an engaging manner. ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk menyampaikan hasil analisis kebutuhan mengenai penggunaan media video pembelajaran IPAS berbasis Powtoon, yang diperoleh melalui penyebaran angket di lokasi penelitian. Penelitian ini dilakukan di SDN 9 PSEKSU dengan metode ADDIE. Data yang dikumpulkan bersifat kualitatif, yang kemudian dianalisis sebelum disusun menjadi data deskriptif untuk ditampilkan dalam tulisan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang dibagikan kepada peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik lebih tertarik pada pembelajaran yang mengintegrasikan elemen audiovisual. Peserta didik di tingkat dasar cenderung lebih tertarik pada visual yang unik dan menarik, seperti video yang dibuat menggunakan Powtoon dengan animasi. Media ini dapat digunakan dalam pembelajaran IPAS dengan cara yang menarik.
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP QORI, ALMA RIFATUL
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.3502

Abstract

This study aims to evaluate the magnitude of the influence between learning independence and mathematical problem-solving ability and whether learning independence has an impact on mathematical problem-solving ability at the junior high school student level. The population in this study were grade VII students of SMPIT YAPIDH in the 2022/2023 academic year. and as many as 24 students were the samples in the study. The research data were collected by providing 5 mathematical problem-solving ability test items and questionnaires related to student learning independence. The results of the study found that learning independence had an effect of 21.9% on students' ability to solve mathematical problems. The coefficient of determination or R Square was found to be 0.219, indicating that 78.1% of the variance (X) related to learning independence can affect the variable (Y) of students' ability to solve mathematical problems. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi besarnya pengaruh antara kemandirian belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematis serta apakah kemandirian belajar berdampak pada kemampuan pemecahan masalah matematis di tingkat siswa SMP. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPIT YAPIDH tahun ajaran 2022/2023. dan sebanyak 24 siswa menjadi sampel dalam penelitian. Data penelitian dikumpulkan dengan memberikan 5 butir soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan kuesioner terkait kemandirian belajar siswa. Hasil penelitian ditemukan bahwa menunjukkan bahwa kemandirian belajar berpengaruh sebesar 21,9% terhadap kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Koefisien determinasi atau R Square ditemukan sebesar 0,219, menunjukkan bahwa 78,1% varians (X) yang terkait dengan kemandirian belajar dapat mempengaruhi variabel (Y) kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika.
IMPLEMENTASI FILSAFAT PENDIDIKAN MODERN DAN FILSAFAT PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA DALAM PEMBELAJARAN KIMIA WIJAYA, I KOMANG WISNU BUDI; ATMADJA, ANANTAWIKRAMA TUNGGA; SUASTRA, I WAYAN; TIKA, I NYOMAN
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.3531

Abstract

Educational philosophy has always been the basis for formulating educational policies. Currently, educational philosophy has developed modern philosophical schools including progressivism, essentialism and perennialism. Apart from that, the Indonesian people also have the educational philosophy of Ki Hadjar Dewantara. This research aims to analyze the implementation of modern educational philosophy and Ki Hadjar Dewantara's philosophy in chemistry learning. This research is included in library research. Library sources come from books, journals and other literature related to chemistry learning, modern educational philosophy and Ki Hadjar Dewantara. Data were analyzed using content analysis techniques. The research results show that the implementation of modern educational philosophy can be carried out with student-centered learning, 21st century learning, local wisdom-based learning, character education and learning that touches cognitive, affective and psychomotor aspects. ABSTRAKFilsafat pendidikan selalu menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pendidikan. Saat ini filsafat pendidikan sudah berkembang aliran filsafat modern meliputi progresivisme, esensialisme dan perenialisme. Selain itu bangsa Indonesia juga memiliki aliran filsafat pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi filsafat pendidikan modern dan filsafat Ki Hadjar Dewantara dalam pembelajaran kimia. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kepustakaan. Sumber pustaka berasal dari buku, jurnal dan pustaka lain yang berkaitan dengan pembelajaran kimia, filsafat pendidikan modern dan Ki Hadjar Dewantara. Data dianalisi dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa implementasi filsafat pendidikan modern dapat dilakukan dengan pembelajaran berpusat siswa, pembelajaran abad ke-21, pembelajaran berbasis kearifan lokal, pendidikan karakter serta pembelajaran yang menyentuh aspek kognitif, afektif dan psikomotor.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ALFIYAH, MEISYAFAATUL; WIDIYONO, AAN
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.3571

Abstract

This study aims to analyze the effect of the Jigsaw cooperative learning model on improving students' critical thinking skills. Critical thinking is very important in everyday life and must be emphasized in education. To develop this skill, students need interesting and diverse classroom strategies. However, elementary school students often do not develop critical thinking, as seen in SDN 5 Keling, which uses traditional methods such as LKS and lectures. This approach is not effective in improving critical thinking. The researcher proposes the use of the Jigsaw cooperative learning model as a solution to improve these skills. This study uses a pretest-posttest experimental method. Data were collected through critical thinking ability tests conducted before and after the implementation of the learning model. Data analysis was carried out using the N-gain test, normality test, homogeneity test and paired sample t-test were used to determine significant differences between pretest and posttest scores. The results showed that there was a significant increase in students' critical thinking skills after the implementation of the Jigsaw model. It can be concluded that the Jigsaw cooperative learning model is effective in improving students' critical thinking skills. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Berpikir kritis sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan harus ditekankan dalam pendidikan. Untuk mengembangkan keterampilan ini, siswa memerlukan strategi kelas yang menarik dan beragam. Namun, siswa sekolah dasar seringkali tidak mengembangkan pemikiran kritis, seperti yang terlihat di SDN 5 Keling, yang menggunakan metode tradisional seperti LKS dan ceramah. Pendekatan ini tidak efektif meningkatkan pemikiran kritis. Peneliti mengusulkan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sebagai solusi untuk meningkatkan keterampilan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pretest-posttest, Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis yang dilakukan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan uji N-gain, uji normalitas, uji homogenitas dan uji paired sample t-test digunakan untuk menentukan perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang signifikan setelah penerapan model Jigsaw, Hal ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
TRENDS OF COMPUTATIONAL THINKING RESEARCH IN SCIENCE AND TECHNOLOGY AREA: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW KURNIAWAN, ARIS; KUSWANTO, HERU; NABA, SUL DAENG; SYAR, NUR INAYAH
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.3572

Abstract

This study aims to map the evolution of research on computational thinking (CT) within the context of science and technology, with a particular focus on science education and physics learning. Through a content analysis of a corpus of scholarly publications from 2015 to 2023, this study seeks to identify annual trends in research on computational thinking and computational thinking skills in the context of science and technology, with a deeper exploration of the context of science education and physics learning. A content analysis guide was employed as the research instrument. In synthesizing the articles, four main aspects were examined: (1) the number of publications per year, (2) research subject areas, (3) research types, and (4) the treatments and variables measured in computational thinking research in science education and physics learning. An analysis of the number of publications, research areas, methodologies, treatments, measured variables, and findings revealed a significant increase in interest in CT in 2022, particularly in the social sciences. Quasi-experimental research emerged as the dominant approach, with a focus on developing and evaluating learning interventions that integrate CT. The use of technology in computational thinking activities to enhance students' computational thinking skills in science education and physics learning was highlighted. The findings of this study have important implications for future research, such as expanding the diversity of research methodologies, delving deeper into CT instruments and data analysis techniques, conducting more in-depth studies on technology products designed to enhance computational thinking skills, and exploring a wider range of learning contexts.
PENGARUH PERMAINAN LUDO KIMIA BERBASIS CHEMO-EDUTAIMENT MATERI STRUKTUR ATOM TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X.E FARISI, AHMAD IHSAN; ISWENDI, ISWENDI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.3573

Abstract

This research is motivated by the learning media of Chemo-Edutainment-based chemical ludo game on Atomic Structure material that has been valid, practical, and effective but has not been tested for its effect on student cognitive learning outcomes. The research conducted aims to determine the effect of using Chemo-Edutainment-based chemical ludo game learning media on Atomic Structure material on cognitive learning outcomes of students in class X phase E SMA / MA. This type of research is Quasi-Experimental Research with Non-equivalent Control Group Design research design. The population in this study were all students of class X.E SMAN 14 Padang. The research sample was selected using Purposive-Sampling technique so that X.E 5 class was obtained as the experimental class and X.E 6 class as the control class. This research instrument is a test of cognitive learning outcomes by giving a pretest and posttest in the form of an objective test with 5 answer choices as many as 25 items taken from 40 questions that have been tested. The data analysis used is t-test with the results of t-count (3.07) > t-table (1.67). So it can be concluded that the use of Chemo-Edutainment-based chemical ludo game learning media on Atomic Structure material has an effect in improving the learning outcomes of students in class X Phase E SMAN 14 Padang. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh media pembelajaran permainan ludo kimia berbasis Chemo-Edutainment pada materi Struktur Atom yang telah valid, praktis, dan efektif namun belum diuji pengaruhnya terhadap hasil belajar kognitif siswa. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menentukan pengaruh penggunaan media pembelajaran permainan ludo kimia berbasis Chemo-Edutainment pada materi Struktur Atom terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas X fase E SMA/MA. Jenis penelitian ini adalah Quasi-Experimental Research dengan rancangan penelitian Non-equivalent Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X.E SMAN 14 Padang. Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan teknik Purposive-Sampling sehingga didapatkan kelas X.E 5 sebagai kelas eksperimen dan kelas X.E 6 sebagai kelas kontrol. Instrument penelitian ini adalah tes hasil belajar kognitif dengan memberikan pretest dan posttest berupa tes objektif dengan 5 pilihan jawaban sebanyak 25 butir soal yang diambil dari 40 soal yang telah diujicobakan. Analisis data yang digunakan adalah uji-t dengan hasil t-hitung (3,07) > t-tabel (1,67). Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran permainan ludo kimia berbasis Chemo-Edutainment pada materi Struktur Atom berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Fase E SMAN 14 Padang.
ANALISIS KESALAHAN SISWA PADA SOAL LITERASI PADA TOPIK PERSAMAAN LINEAR: STUDI KASUS DI KELAS VII BERDASARKAN TEORI POLYA SIREGAR, BUDI HALOMOAN; SITINDAON, DAVID; SINAGA, DEBORA; SIHOTANG, HARRY; MANULLANG, JULIANA; SILALAHI, LISBETH; SAING, NASIB; SITORUS, TABITHA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.3574

Abstract

This research focuses on analyzing the errors made by seventh-grade students in solving literacy problems related to linear equations in one variable, based on Polya's steps. Using a descriptive qualitative approach, errors are identified at each stage proposed by Polya: understanding the problem, devising a plan, carrying out the plan, and reviewing the solution. Seventh-grade students from SMPN 2 Pancur Batu were selected as research subjects through purposive sampling to represent various levels of mathematical ability. Data collection techniques included observation, tests, interviews, and document analysis. The findings revealed that the most common errors occurred in the stages of planning and executing the plan, often influenced by misconceptions and a lack of procedural skills. Based on these findings, teachers are advised to emphasize systematic learning in accordance with Polya's steps to enhance students' mathematical literacy and problem-solving skills. ABSTRAKPenelitian ini berfokus pada analisis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas VII dalam menyelesaikan soal literasi terkait persamaan linear satu variabel, dengan mengacu pada langkah-langkah Polya. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, kesalahan diidentifikasi pada setiap tahap yang dikemukakan oleh Polya, yaitu pemahaman terhadap masalah, menyusun perencanaan, merealisasikan rencana, serta meninjau kembali jawaban. Siswa kelas VII SMPN 2 Pancur Batu dipilih sebagai subjek penelitian melalui metode purposive sampling untuk mewakili berbagai tingkat kemampuan matematika. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, wawancara, dan analisis dokumen. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa kesalahan paling umum terjadi pada tahap penyusunan dan pelaksanaan rencana, yang sering dipengaruhi oleh miskonsepsi serta kurangnya keterampilan prosedural. Berdasarkan hasil temuan ini, guru dianjurkan untuk lebih menekankan pembelajaran yang sistematis sesuai dengan langkah-langkah Polya guna meningkatkan literasi matematis dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah.