cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 416 Documents
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN PENDEKATAN KONTRUKTIVISME VERSUS PENDEKATAN TRADISIONAL DALAM MATA PELAJARAN IPA KELAS VII ANGGRAINI, ALIF TULUSIYAH; PUSPITA, RYAN DWI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.3841

Abstract

Natural Sciences (IPA) is one of the ten subjects taught at the junior high school level. Effectively teaching Natural Sciences requires an effective learning approach for students to gain meaningful understanding and skills. Before the numerous developments in learning approaches, teachers tended to use traditional approaches such as the lecture method. With the changing landscape of science and technology, various developments in learning approaches have emerged that teachers can utilize. Student-centered learning includes the constructivist approach. The constructivist approach emphasizes that learners must construct and build their own knowledge. This study aims to compare the effectiveness of these two approaches in improving students' learning outcomes in seventh-grade Natural Sciences. The data analysis technique used in this study is descriptive qualitative, to analyze students' activities in the learning process with the constructivist and traditional approaches. Based on the observation sheet and research results, it can be concluded that there are differences between the constructivist and traditional approaches during the learning process and a significant difference between students' learning outcomes using the constructivist and traditional approaches on the main topic of Ecosystems in the seventh grade at SMP Negeri 15 Kota Bima. The constructivist approach has greater potential to improve students' learning outcomes compared to the traditional approach, as students can be actively involved in the learning process, from explaining in their own words, applying concepts to new situations, and demonstrating curiosity about the material they are learning, with the teacher acting as a facilitator for students.. ABSTRAKIlmu Pengetahuan Alam (IPA) ialah salah satu dari sepuluh pelajaran yang terdapat pada tingkat SMP. Dalam memberikan pemahaman Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) memerlukan cara belajar yang efektif bagi siswa agar siswa mendapatkan pemahaman yang bermakna dan memiliki ketrampilan. Sebelum banyaknya perkembangan pendekatan pembelajaran. Dulu guru lebih cenderung menggunakan pendekatan tradisional seperti metode ceramah. Seiring perubahan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, muncullah berbagai perkembangan pendekatan pembelajaran yang bisa digunakan atas seorang guru. Pembelajaran berorientasi pada siswa diantaranya ada pendekatan kontruktivisme. Pendekatan pembelajaran kontruktivisme menekankan bahwa peserta didik diharuskan untuk mengkontruksikan dan membangun penegtahuannya sendiri. Tujuan penelitian ini dilakukan guna membandingkan efektivitas kedua pendekatan tersebut saat menaikkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA kelas VII. Teknik analisis data yang dipakai pada penelitian ini ialah deskriptif kualitatif, guna menganalisis aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dengan pendekatan kontruktivisme dan pendekatan tradisional. Berdasarkan lembar observasi dan hasil penelitian hasil belajar siswa dalam pembahasan bisa diperoleh bahwasannya terdapat ketidaksamaan diantara pendekatan kontruktivisme dan pendekatan tradisional saat proses kegiatan pembelajaran dan ketidaksamaan yang signifikan antara hasil belajar siswa menggunakan Pendekatan kontruktivisme juga pendekatan tradisional atas materi pokok Ekosistem pada kelas VII SMP Negeri 15 Kota Bima. Pendekatan kontruktivisme memiliki potensi yang lebih besar guna menaikkan hasil belajar siswa dibandingkan atas pendekatan tradisional, karena siswa bisa terlibat aktif di kegiatan pembelajaran mulai dari menjelaskan dengan kata – kata sendiri, menerapkan konsep dalam situasi yang baru, dan menunjukkan rasa ingin tahunya terhadap materi yang dipelajarinya, dan guru sebagai fasilitator siswa
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PROJECT BASED LEARNING DALAM MATA PELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR PUTRI, CHATERINE PRATAMI; SUTOPO, YERI; YUWONO, AGUS; SUMARTININGSIH, SRI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4064

Abstract

IPAS is a subject that is a combination of natural and social sciences in elementary school. Project Based Learning (PjBL) as a learning method that emphasizes project-based learning, is expected to improve students' understanding of concepts and skills with the implementation of learning media in the subject of IPAS. The purpose of this article is to explore and analyze the literature related to the implementation of PjBL in elementary schools, especially in the context of IPAS, and identify effective learning media in supporting the process. The article selection process was conducted by referring to strict inclusion and exclusion criteria, collecting relevant sources from scientific journals, conference proceedings, and research reports. Departing from this, this type of article is written with a Systematic Literature Review (SLR) where data collection examines articles published on the google scholar database between 2020-2024.Then the articles are inclusion and exclusion according to keywords and indexed articles 1-4. The number of articles reviewed by researchers was 10 articles. Based on the results of the analysis, it shows that the use of Project Based Learning (PjBL) in IPAS learning can increase motivation, collaborative skills, and a deeper understanding of the material being taught. The learning media used in implementing PjBL starts from teaching aids such as Pop Up Books, Wordwalls and Flashcards which support collaboration between students. The implementation of PjBL in IPAS learning in primary schools has great potential to improve the quality of education, but requires better support in terms of training and development of learning media. ABSTRAKIPAS adalah mata pelajaran yang merupakan gabungan dari ilmu pengetahuan alam sosial di sekolah dasar. Project Based Learning (PjBL) sebagai metode pembelajaran yang menekankan pada pembelajaran berbasis proyek, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan siswa dengan implementasi media pembelajaran pada mata pelajaran IPAS. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menggali dan menganalisis literatur terkait implementasi PjBL di SD, khususnya dalam konteks IPAS, serta mengidentifikasi media pembelajaran yang efektif dalam mendukung proses tersebut. Proses seleksi artikel dilakukan dengan mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat, mengumpulkan sumber-sumber yang relevan dari jurnal ilmiah, prosiding konferensi, dan laporan penelitian. Berangkat dari hal ini, jenis artikel ini dtuliskan dengan Systematic Literature Review (SLR) dimana pengumpulan data mengkaji artikel yang terpublikasi pada database google scholar antara tahun 2020-2024. Kemudian artikel diinklusi dan eksklusi sesuai kata kunci dan artikel terindeks 1-4. Jumlah artikel yang dikaji oleh peneliti sebanyak 10 artikel. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan Project Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran IPAS dapat meningkatkan motivasi, keterampilan kolaboratif, serta pemahaman yang lebih mendalam pada materi yang diajarkan. Media pembelajaran yang digunakan dalam implementasi PjBL mulai dari alat peraga seperti Pop Up Book, Wordwall dan Flashcard yang mendukung kolaborasi antar siswa. Implementasi PjBL dalam pembelajaran IPAS di SD memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan, namun memerlukan dukungan yang lebih baik dalam hal pelatihan dan pengembangan media pembelajaran.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERDIFERENSIASI TERINTEGRASI KOMPETENSI SOSIAL EMOSIONAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERNALAR KRITIS DAN KEMAMPUAN KOLABORATIF ASTUTHI, YULYA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4087

Abstract

Critical and collaborative reasoning skills are important skills that students must have in the era of globalization. These skills are part of the Pancasila student profile and 21st century skills 6C. The results of observations, interviews, questionnaires, and tests show that these two skills are still low in students. This is due to the lack of fulfillment of learning needs due to the unavailability of appropriate learning designs. This study aims to develop a mathematics e-module based on integrated differentiated learning with social-emotional competencies to improve the critical and collaborative reasoning skills of grade 5 students on the material of the area of ??rectangular flat shapes. The study used the ADDIE model with subjects of grade 5 students of UPT SD Negeri 15 Gresik. The research instruments included expert validation, student and teacher response questionnaires, pre-tests and post-tests to test critical reasoning skills, and observations to test collaborative skills. The e-module was developed using Canva for Education and designed in accordance with the independent curriculum, integrating differentiated learning and social-emotional competencies. The results of the study showed that the e-module was declared valid by material experts, media, and education practitioners with percentages of 95.67%, 94.07%, and 94.9%, respectively. The practicality of the module was declared very high with a score of 99.7% from students and 98% from teachers. The increase in students' critical reasoning skills was 39.4 points with an average score of 93.8, exceeding the KKTP score. The effectiveness test showed an N-Gain value of 0.8767 (high category). Collaborative skills increased by 27% with an average score of 94. This e-module is proven to be valid, practical, and effective in supporting learning. ABSTRAKKemampuan bernalar kritis dan kolaboratif merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki siswa di era globalisasi. Kemampuan ini merupakan bagian dari profil pelajar Pancasila dan keterampilan abad 21 6C. Hasil observasi, wawancara, angket, dan tes menunjukkan bahwa kedua kemampuan ini masih rendah pada siswa. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemenuhan kebutuhan belajar akibat tidak tersedianya rancangan pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul matematika berbasis pembelajaran berdiferensiasi terintegrasi dengan kompetensi social emosional untuk meningkatkan kemampuan bernalar kritis dan kolaboratif siswa kelas 5 pada materi luas bangun datar persegi panjang. Penelitian menggunakan model ADDIE dengan subjek siswa kelas 5 UPT SD Negeri 15 Gresik. Instrumen penelitian meliputi validasi ahli, angket respon siswa dan guru, pre-test dan post-test untuk menguji kemampuan bernalar kritis, dan observasi untuk menguji kemampuan kolaboratif. E-modul dikembangkan menggunakan Canva for Education dan dirancang sesuai dengan kurikulum merdeka, mengintegrasikan pembelajaran berdiferensiasi serta kompetensi sosial-emosional. Hasil penelitian menunjukkan e-modul dinyatakan valid oleh ahli materi, media, dan praktisi pendidikan dengan persentase berturut-turut 95,67%, 94,07%, dan 94,9%. Kepraktisan modul dinyatakan sangat tinggi dengan skor 99,7% dari siswa dan 98% dari guru. Peningkatan kemampuan bernalar kritis siswa sebesar 39,4 poin dengan nilai rata-rata 93,8, melampaui nilai KKTP. Uji efektivitas menunjukkan nilai N-Gain 0,8767 (kategori tinggi). Kemampuan kolaboratif meningkat sebesar 27% dengan nilai rata-rata 94. E-modul ini terbukti valid, praktis, dan efektif dalam mendukung pembelajaran.
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PETUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG PANJANG VIGNA SINENSIS L ANGRIANI, HESTI; HASTUTI, HASTUTI; KARIM, SYAHRUNI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4088

Abstract

This study is an experimental study aimed at determining the effect of liquid organic fertilizer on the growth and production of long beans (Vigna sinensis L.) and to determine the effective concentration of liquid organic fertilizer for the growth and production of long beans (Vigna sinensis L.). The data analysis techniques used were descriptive analysis and inferential analysis. This study used a Randomized Block Design (RAK) consisting of 4 treatments and 3 replications, namely P0 (without liquid organic fertilizer), P1 (50 ml of liquid organic fertilizer), P2 (75 ml of liquid organic fertilizer) and P3 (100 ml of liquid organic fertilizer). The results showed that: different concentrations of liquid organic fertilizer had different effects on the growth and production of long beans. The treatment of giving liquid organic fertilizer concentration P2 (75 ml of POC) was the best result for plant height (cm), flowering age (days), number of plant pods, and weight of plant pods (g). ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi kacang panjang (Vigna sinensis L.) dan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair yang efektif untuk pertumbuhan dan produksi kacang panjang (Vigna sinensis L.). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu P0 (tanpa pupuk organik cair), P1 (50 ml pupuk organik cair), P2 (75 ml pupuk organik cair) dan P3 (100 ml pupuk organik cair). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : konsentrasi pupuk organik cair yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda pula terhadap pertumbuhan dan produksi kacang panjang. Perlakuan pemberian konsentrasi pupuk organik cair P2 (75 ml POC) merupakan hasil yang terbaik terhadap tinggi tanaman (cm), umur berbunga (hari), jumlah polong tanaman, dan berat polong tanaman (g).
INDONESIAN HIGH SCHOOL STUDENTS’ METACOGNITIVE AWARENESS BY GENDER AND GRADE: VALIDATING MAI USING IRT ANALYSIS RUSMANA, AI NURLAELASARI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4089

Abstract

Metacognition is significant in fostering students' academic success and self-regulated learning. This study explores the metacognitive awareness of Indonesian high school students in science learning, with a focus on the effects of gender and grade level. Using the Metacognitive Awareness Inventory (MAI), a widely utilized self-report instrument, data were collected from 185 Indonesian high school students, majoring in science, across 10th and 11th grades in public and private schools. To ensure the validity and reliability of the instrument within this context, the study employed an Item Response Theory (IRT) framework using the TAM package in R. The analysis examined dimensionality, item fit, and reliability metrics, ensuring the suitability of the 19-item MAI subset. Subsequent analyses using two-way ANOVA in IBM SPSS Statistics 29 evaluated differences in metacognitive awareness across gender and grade levels. IRT analysis confirmed the suitability of the MAI for measuring high school students’ metacognitive awareness, identifying two dimensions: knowledge of cognition and regulation of cognition. All items showed good fit to the IRT framework, and item as well as person reliability across dimensions was fair to good categories. With regards to high school students’ metacognitive awareness, female students generally demonstrated higher awareness than male students, particularly in regulation of cognition dimension. The findings align with prior research emphasizing the influence of biological and social factors on establishing gender differences in metacognition. Additionally, 10th-grade students demonstrated greater metacognitive awareness in the knowledge of cognition dimension than 11th graders, suggesting that younger students may engage more in reflective practices and maintain a stronger innate curiosity, which fosters metacognitive development. ABSTRAKMetakognisi memiliki peranan penting dalam mendorong keberhasilan akademik dan regulasi diri siswa. Penelitian ini mengeksplorasi kesadaran metakognisi siswa SMA di Indonesia dalam pembelajaran sains, dengan fokus pada variabel gender dan tingkat kelas. Dengan menggunakan Metacognitive Awareness Inventory (MAI), salah satu instrumen metakognisi yang paling banyak digunakan, data pada penelitian ini dikumpulkan dari 185 siswa SMA Indonesia jurusan sains di kelas 10 dan 11 dari sekolah negeri dan swasta. Penelitian ini menggunakan kerangka Item Response Theory (IRT) atau teori respon butir untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen ini pada R dengan paket TAM. Analisis validitas mencakup uji dimensi instrumen, kecocokan item, dan uji reliabilitas terhadap 19 butir MAI. Adapun analisis lanjutan menggunakan two-way ANOVA pada IBM SPSS Statistics versi 29 untuk mengevaluasi perbedaan kesadaran metakognisi berdasarkan gender dan tingkat kelas. Hasil analisis IRT mengonfirmasi kesesuaian instrumen MAI untuk mengukur kesadaran metakognisi siswa SMA, dengan mengidentifikasi dua dimensi: pengetahuan tentang kognisi (knowledge of cognition) dan regulasi kognisi (regulation of cognition). Semua item MAI menunjukkan kecocokan dengan kerangka IRT serta indeks reliabilitas item dan person pada setiap dimensi berada dalam kategori cukup hingga baik. Terkait kesadaran metakognisi siswa SMA, siswa Perempuan umumnya menunjukkan kesadaran metakognisi lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki, terutama pada dimensi regulasi kognisi. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyoroti pengaruh faktor biologis dan sosial dalam membentuk perbedaan gender dalam metakognisi. Selain itu, siswa kelas 10 menunjukkan kesadaran metakognisi yang lebih tinggi pada dimensi pengetahuan tentang kognisi dibandingkan siswa kelas 11. Hal ini juga menunjukkan bahwa siswa yang lebih muda cenderung lebih sering terlibat dalam aktivitas reflektif dan mempertahankan rasa ingin tahu yang kuat sehingga mendorong perkembangan metakognisinya.  
ANALISIS KESULITAN MAHASISWA DALAM PENGUASAAN KONSEP TURUNAN FUNGSI PADA MATA KULIAH KALKULUS SULISTYANINGTYAS, ANNISA DWI; WANTIKA, RESTU RIA; RAHAYU, SRI; HADI, SUSILO
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4090

Abstract

Derivatives of functions are one of the teaching materials of the Calculus Course for the Electrical Engineering Study Program at PGRI Adi Buana University, Surabaya. This material is very important to study, especially for engineering students as a basis for mastering calculation concepts in subsequent courses. However, students still experience difficulties in mastering the concepts of the material and solving the questions given. The purpose of this research is to determine the level of difficulty students have in mastering the concept of derivative functions and to determine the causes of these difficulties. This research uses a descriptive qualitative method, where the researcher describes and explains in detail the problem of students' difficulties in studying derivatives of functions in the Calculus course. Data was taken from the results of the Quiz for students in the Electrical Engineering Study Program for the 2024/2025 academic year. The research results showed that 69% of students made Principle Errors (KP) and 32% made Calculation Errors (KH). So, it can be concluded that most students cannot remember existing rules, formulas or theorems and identify material concepts. Furthermore, it is hoped that the results of this research can be used as a basis for improving Calculus I learning, so that learning is more interesting and students are more enthusiastic in participating in the learning. ABSTRAKTurunan fungsi merupakan salah satu materi ajar dari Mata Kuliah Kalkulus bagi Program Studi Teknik Elektro di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Materi tersebut sangat penting untuk dipelajari, khususnya bagi mahasiswa teknik sebagai dasar penguasaan konsep perhitungan di mata kuliah selanjutnya. Namun, mahasiswa masih merasakan kesulitan dalam penguasaan konsep materi dan penyelesaian soal yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesulitan mahasiswa dalam menguasai konsep turunan fungsi dan mengetahui penyebab dari kesulitan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dimana peneliti menggambarkan dan menjelaskan secara rinci permasalahan kesulitan mahasiswa dalam mempelajari turunan fungsi pada Mata Kuliah Kalkulus. Data diambil dari hasil Quis mahasiswa Program Studi Teknik Elektro tahun akademik 2024/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69% mahasiswa melakukan Kesalahan Prinsip (KP) dan 31% melakukan Kesalahan Hitung (KH). Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar mahasiswa tidak dapat mengingat aturan, rumus, atau teorema yang ada dan mengidentifikasi konsep materi. Selanjutnya, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat dijadikan dasar untuk perbaikan pembelajaran Kalkulus, sehinggan pembelajaran lebih menarik lagi dan mahasiswa lebih antusias dalam mengikutin pembelajaran tersebut.
PENGARUH MODEL NHT BERBANTUAN MEDIA WORDWALL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SD NUGRAHENI, YULIANA DIAH; SUTRIYANI, WULAN
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4091

Abstract

The Number Head Together learning model is a learning model that focuses on student activities in the classroom in terms of receiving, processing and communicating information from various sources. The application of the NHT learning model is carried out using the help of wordwall media which is designed to make it easier for teachers to create game-based teaching materials without the need for coding knowledge, and allows customization of teaching materials. This learning media is an official website-based interactive application that functions to create student practice questions which include quizzes, word searches, maze chases, true or false, matching games, correct sentences and others. This study aims to determine the effectiveness of using the NHT learning model on student math learning outcomes. The population in this study were grade IV students of SDN 3 Krapyak as many as 21 students, usirng data collerctiron terchnirquers of rerserarch irnstrumernts, quantirtatirver/artirstirc data analysirs. Ther rersults showerd that ther user of NHT lerarnirng moderl assirsterd by wordwall merdira can sirgnirfircantly irmprover studernts' math lerarnirng outcomers. Judgirng from ther calculatiron of ther SPSS applircatiron program from ther Pairrerd Sampler T-Terst terst rersults that ther averrager valuer irn ther prer-terst irs 62.38 wirth a std.derviratiron of 7.108 and ther averrager valuer irn ther post-terst irs 90.00 wirth a std.derviratiron of 6.519. Whirler sirg. (2-tairlerd) obtairnerd irn ther prerterst and post terst irs 0.00 (0.00 <0.05). Ther coerffircirernt of derterrmirnatiron of 0.140 merans that 14% of math lerarnirng outcomers arer irnfluerncerd by ther NHT lerarnirng moderl assirsterd by wordwall merdira. Whirler ther rermairnirng 86% irs irnfluerncerd by otherr factors not irncluderd irn thirs study. So irt can ber concluderd that therrer irs a sirgnirfircant dirfferrerncer irn ther prer-terst and post terst. ABSTRAKModel pembelajaran Number Head Together merupakan model pembelajaran yang berfokus pada aktivitas siswa di kelas dalam hal menerima, mengolah serta mengkomunikasikan informasi dari berbagai sumber. Penerapan model pembelajaran NHT ini dijalankan dengan menggunakan bantuan media wordwall yang dirancang agar dapat mempermudah guru dalam membuat bahan ajar berbasis permainan tanpa memerlukan pengetahuan coding, serta memungkinkan penyesuaian materi ajar. Media pembelajaran ini merupakan aplikasi interaktif berbasis website resmi yang berfungsi untuk membuat soal-soal latihan peserta didik yang didalamnya terdapat seperti kuis, mencari kata, pengejaran dalam labirin, benar atau salah, permainan pencocokan, benarkan kalimat dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaaan model pembelajaran NHT terhadap hasil belajar matematika peserta didik. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN 3 Krapyak sebanyak 21 peserta didik, dengan menggunakan teknik pengumpulan data instrumen penelitian, analisis data yang bersifat kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran NHT yang berbantuan media wordwall dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik secara signifikan. Dilihat dari perhitungan program aplikasi SPSS dari hasil uji Paired Sample T-Test bahwa nilai rata-rata pada pre-test adalah 62,38 dengan std.deviasi 7,108 dan nilai rata-rata pada post-test adalah 90,00dengan std.deviasi 6,519. Sedangkan sig. (2-tailed) yang diperoleh pada pretest dan post test adalah 0,00 (0,00 < 0,05). Nilai koefisien determinasi sebesar 0,703 artinya bahwa 70% hasil belajar matematika dipengaruhi oleh model pembelajaran NHT berbantuan media wordwall. Sedangkan sisanya 30% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada pre-test dan post test.
PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA DI SMP NEGERI 51 SURABAYA AFIDAH, NURUL; SUDIBYO, ELOK
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4121

Abstract

Students' science literacy skills are one of the foundations in developing the competencies and character quality demanded in 21st-century learning, so it is important for teachers to help students improve their science literacy skills by applying appropriate teaching strategies. This study aims to describe students' science literacy skills after participating in learning by applying the guided inquiry model on the topic of Global Warming in the 9th grade at SMP Negeri 51 Surabaya. The one group pretest-posttest design was used with 29 students from class IX C as the research subjects. Research data were collected through a testing method adjusted to the science literacy indicators in the science competency aspect. Data analysis used a dependent sample t-test and N-gain analysis. The research results show a significant improvement in students' science literacy skills, indicated by a sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05. This means that H1 is accepted and H0 is rejected, so it can be stated that there is a difference in the average science literacy skills of students before and after the implementation of the guided inquiry model. Additionally, the N-gain analysis shows an average score of 0.75, which falls into the high category. Based on the research results, it can be concluded that the guided inquiry model is capable of improving students' science literacy skills in the aspect of science competence. ABSTRAKKemampuan literasi sains siswa menjadi salah satu pondasi dalam mengembangkan kompetensi dan kualitas karakter yang dituntut pada pembelajaran abad ke-21, sehingga penting bagi guru untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan literasi sains dengan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi sains siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan menerapkan model inkuiri terbimbing pada materi Pemanasan Global di kelas IX SMP Negeri 51 Surabaya. Desain one group pretest-posttest digunakan dengan menjadikan sejumlah 29 siswa kelas IX C sebagai subjek penelitian. Data penelitian dikumpulkan melalui metode tes yang disesuaikan dengan indikator literasi sains pada aspek kompetensi sains. Analisis data mempergunakan dependent sample t-test dan analisis N-gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi sains siswa yang signifikan, ditunjukkan oleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini memiliki arti H1 diterima dan H0 ditolak, sehingga bisa dinyatakan ada perbedaan rata-rata kemampuan literasi sains siswa sebelum dan sesudah penerapan model inkuiri terbimbing. Selain itu, analisis N-gain menunjukkan skor rata-rata sejumlah 0,75 yang masuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, bisa didapatkan kesimpulan yaitu model inkuiri terbimbing mampu meningkatkan kemampuan literasi sains siswa pada aspek kompetensi sains.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY PADA MATA KULIAH IMUNOLOGI DAN SEROLOGI YULIAWATI, YULIAWATI; PONDAWINATA, MARIZKI; MAIMUM, MAIMUM
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4168

Abstract

As time goes by, technology is becoming an important part of life, including the world of education and work. One technology that can be used as an interesting learning medium is the use of augmented reality. The aim of this research is to test and describe the application of augmented reality-based learning media in Immunology and Serology courses. This research uses a descriptive design with a qualitative approach. The subjects in this research were 64 students of the Pharmacy Study Program at Jambi University who took courses in Immunology and Serology for the 2024 academic year. The results of the research showed that the number of students who met the completion criteria of <70 was 53 people (83%) while the number of students who did not meet the completion criteria of <70 was 11 people (17%). This means that the application of augmented reality makes most students interested and easy to adapt to this learning media. ABSTRAKSemakin berkembangnya zaman, teknologi menjadi suatu suatu bagian penting dalam kehidupan termasuk dunia pendidikan dan pekerjaan. Salah satu teknologi yang dapat difungsikan sebagai media pembelajaran yang menarik yaitu penggunaan augmented reality. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan mendeskripsikan penerapan media pembelajaran berbasis augmented reality pada mata kuliah Imunologi dan Serologi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Jambi yang mengontrak mata kuliah Imunologi dan Serologi tahun ajaran 2024 berjumlah 64 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa yang memenuhi kriteria ketuntasan ³70 adalah sebanyak 53 orang (83%) sedangkan jumlah mahasiswa yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan <70 adalah sebanyak 11 orang (17%). Artinya, pengaplikasian augmented reality membuat sebagian besar mahasiswa tertarik dan mudah beradaptasi terhadap media pembelajaran tersebut.
PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DIKOMBINASIKAN DENGAN NEARPOD UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN SARAGI, FONIMAN; AISYAH, NADHIFA ROHDATUL; SUPRIATNO, BAMBANG; HAMDIYATI, YANTI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4169

Abstract

Science literacy in Indonesia is still a big challenge, as evidenced by the low scores in the latest PISA results. Low science literacy is caused by several factors including learning that is not contextualised and less relevant to everyday life. In addition, student involvement in learning is also very influential on the success of learning. Therefore, this study was conducted to measure the effectiveness of Guided Inquiry learning method combined with Nearpod learning media in improving students' science literacy. The study used a pre-experimental approach with a ‘one group pre-test post-test’ design model. The population in this study was class X students at SMA Negeri 1 Cimahi consisting of 11 classes. The sampling process was carried out randomly (random sampling), namely class X-11 which totalled 29 students. The results showed that the Guided Inquiry learning method combined with Nearpod learning media was effective in improving students' science literacy, especially in the aspects of designing and evaluating scientific investigations on environmental change material. ABSTRAKLiterasi sains di Indonesia masih menjadi tantangan besar, sebagaimana dibuktikan oleh skor yang masih rendah pada hasil PISA terbaru. Rendahnya literasi sains disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah pembelajaran yang tidak kontekstual dan kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu keterlibatan siswa dalam pembelajaran juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran. Oleh karena itu penelitian ini dilaksanakan yang bertujuan untuk mengukur efektivitas metode pembelajaran Guided Inquiry yang dipadukan dengan media pembelajaran Nearpod dalam meningkatkan literasi sains siswa. Penelitian menggunakan pendekatan pre-eksperimental dengan model desain "one group pre-test post-test". Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X di SMA Negeri 1 Cimahi yang terdiri dari 11 kelas. Proses pengambilan sampel dilaksanakan secara acak (random sampling) yaitu kelas X-11 yang berjumlah 29 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran Guided Inquiry dikombinasikan dengan media pembelajaran Nearpod efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa, khususnya pada aspek merancang dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah pada materi perubahan lingkungan.