cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 416 Documents
PROFIL KETERAMPILAN LITERASI DIGITAL PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPA FIRDAUS, FIRDA MAULIDA; WAHIDIN, WAHIDIN; RAMDANI, DANI; HERNAWATI, DIANA; BADRIAH , LIAH
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4252

Abstract

This study aims to evaluate the digital literacy skills of students in science learning at SMP Islamiyah Ciawi, using the digital literacy indicators proposed by Gilster (1997). The method used is descriptive, with a population of 198 students and a sample of 122 students. Data were collected through a questionnaire with 35 statements related to four indicators: information search ability, navigation in hypertext networks, content evaluation, and the ability to organize and integrate knowledge. The results show that students' digital literacy skills are at a moderate level, with an average score of 40.9%. The findings indicate that students' digital literacy skills in science learning need improvement. Enhancing digital literacy skills is essential to ensure that students can not only access information easily but also critically analyze and use that information effectively in the learning process. Therefore, technology-based learning should be optimized in science education to strengthen critical thinking and digital literacy skills. One approach is to apply innovative teaching strategies, such as the use of interactive media and project-based learning. By integrating technology into the learning process, it is crucial to prepare students for the challenges of the rapidly evolving digital world. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterampilan literasi digital peserta didik dalam pembelajaran IPA di SMP Islamiyah Ciawi, dengan menggunakan indikator literasi digital yang dikemukakan oleh Gilster (1997). Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan populasi sebanyak 198 peserta didik, dan sampel peserta yang berjumlah 122 peserta didik. Data diperoleh melalui angket dengan 35 pernyataan terkait empat indikator, yaitu kemampuan pencarian informasi, navigasi pada jringan hiperteks, evaluasi konten, dan kemampuan menyusun serta mengintegrasikan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan literasi peserta didik berada pada kategori cukup, dengan skor rata-rata 40,9%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan literasi digital peserta didik dalam pembelajaran IPA masih perlu ditingkatkan. Peningkatan keterampilan literasi digital sangat penting dalam dilakukan agar peserta didik tidak hanya mampu mengakses informasi dengan mudah, tetapi mampu memilah, menganalisis, dan menggunakan informasi tersebut dengan baik dalam proses pembelajaran. Untuk itu, pembelajaran berbasis teknologi perlu lebih dioptimalkan dalam proses pembelajaran IPA di sekolah agar dapat memperkuat keterampilan berpikir kritis dan keterampilan literasi digital peserta didik. Salah satunya dengan menerapkan strategi pembelajaran yang inovatif, seperti penggunaan media interaktif dan pendekatan berbasis proyek. Dengan demikian, mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran sangat penting untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan dunia digital yang terus berkembang.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK KELAS X PADA MATERI ENERGI TERBARUKAN DEVITASARI, MARIA INKA; ELIZABETH, AGUSTINA; AGUNG, BERTOLOMEUS HARYANTO; KITA, YULITA IKA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4284

Abstract

Science literacy is the ability to use scientific information, identify questions, draw conclusions based on scientific knowledge, and make decisions related to nature, as well as human interactions with nature. Science literacy competencies include explaining phenomena scientifically, designing and evaluating scientific investigations, interpreting data and evidence scientifically. This study aims to improve science literacy skills through the application of problem-based learning models with a teaching at the right level approach on renewable energy material. The method used in this research is a qualitative research method that adopts a pre-experimental approach. The population and sample were class X students totaling 48 students. The instrument used in the study was an instrument in the form of an essay question test of science literacy skills in the form of a pre-test and post-test of 5 items.  The results showed that students were able to work on test questions given in each competency with a very high category with an average percentage of 84% with an average percentage of each competency, namely explaining phenomena scientifically 84%, designing and evaluating scientific investigations 78%, interpreting data and evidence scientifically 100%. ABSTRAKKemampuan literasi sains merupakan kemampuan menggunakan informasi ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan, menarik kesimpulan berdasarkan pengetahuan ilmiah, dan membuat keputusan berkaitan dengan alam, serta interaksi manusia dengan alam. Kompetensi literasi sains meliputi menjelaskan fenomena secara ilmiah, merancang dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah, menafsirkan data dan bukti secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains melalui penerapan model pembelajaran problem based learning dengan pendekatan teaching at the right level pada materi energi terbarukan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang mengadopsi pendekatan pre-eksperimental. Populasi dan sampel adalah peserta didik kelas X yang berjumlah 48 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah instrumen berupa  soal  essay tes kemampuan literasi sains berupa pre test dan post test sebanyak 5 butir soal.  Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta didik mampu mengerjakan soal tes yang diberikan pada setiap kompetensi dengan kategori sangat tinggi rata-rata presentase sebesar 84% dengan rata-rata presentase setiap kompetensi yakni menjelaskan fenomena secara ilmiah 84% , merancang dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah 78%, menafsirkan data dan bukti secara ilmiah 100%.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS AUGMENTED REALITY UNTUK PENGENALAN ANATOMI GINJAL DAN JANTUNG MANUSIA HUSADA, LUCKY JOPI; SUKIRMAN, SUKIRMAN
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4285

Abstract

The anatomy of the kidneys and heart is one of the topics studied in middle school science (IPA) subjects. However, most of the media used is still in the form of textbooks, which are less interactive and have limited visualization. This research aims to develop Augmented Reality (AR)-based learning media as a solution to these limitations. AR technology was chosen because it can provide interactive 3D visualizations, thereby enhancing students' learning experiences. The development uses the System Development Life Cycle (SDLC) model with a Waterfall approach, which includes needs analysis, planning, modeling, construction, and testing. Testing was conducted on 10 middle school students aged 13–14 years (4 males, 6 females), focusing on functionality, content, and ease of use. Overall, the testing showed that the application system works well, the material is easy to understand, and students did not face difficulties in operating it. Therefore, it can be concluded that this AR-based learning media can be used to study human kidney and heart anatomy. One limitation of this study is the small number of participants involved, so future research could be conducted with a larger sample size.  
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATERI STATISTIKA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS VI KARTIKA, SOFIA NUR; MURSITI, ESTHI; MURTIYASA, BUDI; SETYANINGSIH, NINING
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.4286

Abstract

This research aims to obtain an overview of students' statistical material abilities in class VI learning at the elementary school level. The research used is qualitative descriptive research. The subjects of this research were all sixth grade elementary school students at MI Muhammadiyah Trangsan Gatak. Data will be collected using observation, interviews and documentation methods. Based on the results of data analysis, it can be seen that the understanding ability of class VI students at MI Muhammadiyah Trangsan in statistics material still needs to be improved. It is said to be low because the majority of students have mastered or not mastered certain sub-materials. It is hoped that the results of this research can be used by various parties who have an interest in the field of education so that they can become a reference for developing better curriculum and teaching methods in mathematics education in elementary schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan materi statistika siswa dalam pembelajaran kelas VI tingkat sekolah dasar. Penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah semua siswa kelas VI tigkat sekolah dasar di MI Muhammadiyah Trangsan Gatak. Data akan dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data dapat diperoleh bahwa kemampuan pemahaman siswa kelas VI di MI Muhammadiyah Trangsan pada materi statistika masih perlu ditingkatkan. Dikatakan rendah karena Sebagian besar siswa ada yang menguasai dan tidak menguasai pada sub materi tertentu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh berbagai pihak yang memiliki kepentingan dalam bidang pendidikan supaya menjadi acuan bagi pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang lebih baik dalam pendidikan matematika di sekolah dasar.
CLASSICAL TEST THEORY ANALYSIS USING ANATES: A STUDY OF MATHEMATICS READINESS TEST FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS SHEPTIAN, RIKY; SARIFAH, IVA; RIYADI , RIYADI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.3863

Abstract

Penilaian kesiapan siswa dalam matematika membutuhkan alat ukur yang kuat berdasarkan prinsip-prinsip psikometrik yang baik. Studi ini meneliti penerapan Teori Tes Klasik (CTT) dalam menganalisis tes kesiapan matematika melalui platform perangkat lunak ANATES. Data dikumpulkan dari 214 siswa sekolah dasar yang menyelesaikan penilaian pilihan ganda 15-item. Analisis tersebut mengungkapkan koefisien reliabilitas sedang (0,68, 95% CI [0,60, 0,76]), dengan indeks diskriminasi berkisar antara 20% hingga 84,48%. Tingkat kesulitan item menunjukkan konsentrasi yang signifikan dalam kisaran sedang (73,3% item), sementara analisis pengalih menunjukkan kinerja yang luar biasa dengan 86,7% opsi dinilai sebagai "Sangat Baik." Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun tes tersebut menunjukkan sifat-sifat psikometrik yang dapat diterima untuk penggunaan di kelas, peningkatan yang ditargetkan dalam reliabilitas dan distribusi kesulitan dapat meningkatkan efektivitasnya sebagai alat penilaian. ABSTRACTThe assessment of student readiness in mathematics demands robust measurement tools based on sound psychometric principles. This study examines the application of Classical Test Theory (CTT) in analyzing a mathematics readiness test through the ANATES software platform. Data were collected from 214 elementary school students completing a 15-item multiple-choice assessment. The analysis revealed a moderate reliability coefficient (0.68, 95% CI [0.60, 0.76]), with discrimination indices ranging from 20% to 84.48%. Item difficulty levels showed significant concentration in the moderate range (73.3% of items), while distractor analysis indicated exceptional performance with 86.7% of options rated as "Very Good." These findings suggest that while the test demonstrates acceptable psychometric properties for classroom use, targeted improvements in reliability and difficulty distribution could enhance its effectiveness as an assessment tool.
PENGARUH APLIKASI TIKTOK TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS MATERI INTERAKSI SOSIAL DI SD N 08 PALEMBANG Apriani, Kurnia Ayu
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4270

Abstract

This research aims to analyze the influence of the TikTok application on students’ interest in learning in science subjects, especially social interaction material, at SD Negeri 08 Palembang. The research uses a True Experimental Design approach with a Posttest-Only Control Design. The population, namely fourth grade students at SD Negeri 08, amounted to 58 students who were selected as research subjects using random sampling techniques. The sample was divided into two groups, namely Class IVA (control) which used traditional learning methods and Class IVB (experiment) which applied the TikTok application as a learning medium. Data collection was carried out through normality, homogeneity and hypothesis tests to measure students’ interest in learning and social interactions. The research results show that the use of the TikTok application significantly influences students’ learning motivation in understanding science material, as well as improving the quality of social interaction in the experimental class compared to the control class. TikTok as a learning medium has proven effective in creating a more interesting and interactive learning atmosphere, especially through visual content and creative approaches that are relevant to student characteristics. This research provides important implications for the development of digital technology-based learning methods in elementary schools. Applications like TikTok can be integrated strategically to increase learning motivation while strengthening students’ social interactions in the learning environment. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi TikTok terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran IPAS, khususnya materi interaksi sosial, di SD Negeri 08 Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan True Experimental Design dengan desain Posttest-Only Control Design. Populasi yaitu siswa kelas IV SD Negeri 08 berjumlah 58 siswa yang dipilih sebagai subjek penelitian melalui teknik random sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Kelas IVA (kontrol) yang menggunakan metode pembelajaran tradisional dan Kelas IVB (eksperimen) yang menerapkan aplikasi TikTok sebagai media pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan hipotesis untuk mengukur minat belajar dan interaksi sosial siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi TikTok secara signifikan memengaruhi motivasi belajar siswa dalam memahami materi IPAS, sekaligus meningkatkan kualitas interaksi sosial di kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. TikTok sebagai media pembelajaran terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan interaktif, terutama melalui konten visual dan pendekatan kreatif yang relevan dengan karakteristik siswa. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan metode pembelajaran berbasis teknologi digital di sekolah dasar. Aplikasi seperti TikTok dapat diintegrasikan secara strategis untuk meningkatkan motivasi belajar sekaligus memperkuat interaksi sosial siswa di lingkungan pembelajaran.
PROFIL KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI PESERTA DIDIK DI SMPN 4 TASIKMALAYA CAHYAWATI, YANI; K, PURWATI KUSWARINI; M, ROMY FAISAL; HERNAWATI, DIANA; BADRIAH , LIAH
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4316

Abstract

This study aims to describe the numeracy literacy skills of students at SMP Negeri 4 Tasikmalaya and the factors that influence them. A survey was conducted to measure three indicators of numeracy literacy: (1) using various numbers and symbols related to basic mathematics to solve everyday problems, (2) analyzing information displayed in various forms (graphs, tables, charts, etc.), and (3) interpreting the results of the analysis to predict and make decisions. The results showed that the first indicator obtained the highest score (65.33), followed by the second indicator (56.00), and the third indicator obtained the lowest score (52.67). The average overall score of students' numeracy literacy was 58.00, which is considered sufficient. The low numeracy literacy skills are influenced by several factors, including less contextual learning methods, educators' readiness to implement relevant learning, and students' tendency to be more comfortable with mechanistic questions than questions that require critical thinking and application of concepts. To overcome this problem, it is recommended to implement a more effective learning approach, such as differentiated learning and the Problem-Based Learning (PBL) model, which can encourage an increase in students' numeracy literacy skills. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi peserta didik di SMP Negeri 4 Tasikmalaya dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Survei dilakukan untuk mengukur tiga indikator literasi numerasi: (1) menggunakan berbagai angka dan simbol terkait matematika dasar untuk memecahkan masalah sehari-hari, (2) menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dsb.), dan (3) menafsirkan hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator pertama memperoleh skor tertinggi (65,33), diikuti indikator kedua (56,00), dan indikator ketiga memperoleh skor terendah (52,67). Rata-rata skor keseluruhan literasi numerasi peserta didik adalah 58,00, yang tergolong cukup. Rendahnya kemampuan literasi numerasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya metode pembelajaran yang kurang kontekstual, kesiapan pendidik dalam menerapkan pembelajaran yang relevan, dan kecenderungan siswa yang lebih nyaman dengan soal-soal mekanistis daripada soal-soal yang menuntut pemikiran kritis dan aplikasi konsep. Untuk mengatasi permasalahan ini, direkomendasikan penerapan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif, seperti pembelajaran berdiferensiasi dan model Problem-Based Learning (PBL), yang dapat mendorong peningkatan kemampuan literasi numerasi peserta didik.
EVALUASI STANDAR SARANA DAN PRASARANA LABORATORIUM IPA DI SMA EDU GLOBAL SCHOOL BERDASARKAN PERMENDIKBUD NO.8/2018 TAUFIK, ALIFIA ZHAFIRA; AZZA, ZAIMA MAHIROTUL; RAHMAWATI, ZIA; CAHYANI, AMELIA; BARIQ, AKMAL AL; SETIAWAN, BUDI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4340

Abstract

The research was conducted to evaluate the facilities and infrastructure of the Natural Sciences (Science) laboratory at SMA Edu Global School Bandung. The method used is an evaluative approach with a quantitative framework, where data collection was carried out through observation, data recording, and brief interviews. The focus of this research is on the importance of the IPA laboratory in supporting effective and quality learning processes. This study assesses the conformity of the laboratory's facilities and infrastructure with the standards set forth in Permendikbud No. 8/2018. The evaluation results indicate that although some aspects have met the standards, there are deficiencies in the completeness of tools and facilities necessary for student practical activities, such as incomplete equipment and uncomfortable workspace. The conclusion of this study recommends the need for improvements and development of the IPA laboratory facilities and infrastructure to enhance the quality of education at SMA Edu Global School, enabling students to learn optimally and effectively. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sarana dan prasarana laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMA Edu Global School Bandung. Metode yang digunakan adalah metode evaluatif dengan pendekatan kuantitatif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pendataan, dan wawancara singkat. Fokus penelitian ini adalah pada pentingnya laboratorium IPA dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Penelitian ini menilai kesesuaian sarana dan prasarana laboratorium dengan standar yang ditetapkan dalam Permendikbud No. 8/2018. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa meskipun beberapa aspek telah memenuhi standar, terdapat kekurangan dalam kelengkapan alat dan fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan praktikum siswa, seperti peralatan yang tidak lengkap dan ruang kerja yang kurang nyaman. Simpulan dari penelitian ini merekomendasikan perlunya perbaikan dan pengembangan sarana serta prasarana laboratorium IPA agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Edu Global School, sehingga siswa dapat belajar secara optimal dan efektif.
PROFIL BUNGA ANGIOSPERMAE PADA LKPB UNM SEBAGAI SUMBER BELAJAR MORFOLOGI TUMBUHAN GH, MULIANA; ARSAL, ANDI FARIDA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4341

Abstract

This study aims to identify the floral morphology of plants found in the LKPB (Biology Experimental Garden Laboratory) at Universitas Negeri Makassar as a learning resource for plant morphology for students. The research method employed is an exploratory method with a descriptive approach for data management. This study specifically examines the floral morphology of plants found at LKPB UNM, focusing on flower symmetry, types of flowers (axillary or terminal), completeness of flowers (complete or incomplete), sexual characteristics (unisexual or bisexual), and whether the flower parts are categorized as perfect or imperfect, including modifications of flower parts discovered. The research identified 24 flower species: Hibiscus fragilis, Tabernaemontana divaricata, Leea guineensis, Mussaenda philippica, Bougainvillea buttiana, Hibiscus rosa-sinensis, Catharanthus roseus, Ixora sp., Adenium obesum, Oxalis barrelieri, Oxalis corniculata, Celosia argentea, Passiflora foetida, Saggitaria latifolia, Solanum melongena, Portulaca oleracea, Euphorbia hirta, Oldenlandia corymbosa, Cuphea hyssopifolia, Amaranthus viridis, Mangifera indica, Mimosa pudica, Centella asiatica and Tridax procumbens. The flowers from these species can serve as a biological learning resource in the plant morphology course for students, supporting contextual learning approaches. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi morfologi bunga dari tumbuhan yang terdapat di LKPB (Laboratorium Kebun Percobaan Biologi) Universitas Negeri Makassar sebagai sumber belajar morfologi tumbuhan bagi mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksplorasi yang menggunakan pendekatan deskriptif dalam mengelola data. Penelitian ini secara khusus mengkaji morfologi bunga tanaman yang ditemukan pada LKPB UNM, untuk mengkaji simteri bunga, tipe bunga axilarris atau terminalis, bunga lengkap atau tidak lengkap, bunga uniseksual atau biseksual, serta bagian-bagian bunga apakah tergolong bunga sempurna atau tidak sempurna, hingga modifikasi dari bagian-bagian bunga yang ditemukan. Penelitian ini berhasil menemukan 24 spesies bunga, yakni Hibiscus fragilis, Tabernaemontana divaricata, Leea guinensis, Mussaenda philippica, Bougainvillea buttiana, Hibiscus rosa-sinensis, Catharanthus roseus, Ixora sp, Adenium obesum, Oxalis barrelieri, Oxalis corniculata, Celosia argentea, Passiflora foetida, Saggitaria latifolia, Solanum melongena, Portulaca oleracea, Euphorbia hirta, Oldenlandia corymbosa, Cuphea hyssopifolia, Amaranthus viridis, Mangifera indica, Mimosa pudia, Centella asitisa dan Tridax procumbens. Bunga dari spesies tersebut dapat dijadikan sebagai sumber belajar biologi pada mata kuliah morfologi tumbuhan bagi mahasiswa yang mendukung pembelajaran dengan pendekatan kontekstual.
PENILAIAN KETERAMPILAN KREATIVITAS PRODUK DALAM PENYUSUNAN PUZZLE MAHASISWA PGSD LESTARI, WIWIT YULI; RATNA, AYU SANTIKA; ANWAR , SITI NAZILA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4342

Abstract

This study aims to assess creativity in developing innovative learning media in the form of puzzles. Assessment plays a crucial role in measuring various aspects, including product development. This research aims to describe the creativity of elementary school teacher education students in developing puzzle-based media for science subjects at a private university in West Java. The study involved the product evaluation of 7 groups through observation. The assessment focused on novelty, resolution, elaboration, and synthesis. The findings revealed that the percentage for the novelty aspect was 55%, the resolution aspect was 83%, and the elaboration and synthesis aspect was 72%. The average creativity aspect of PGSD students showed that novelty scored the lowest, followed by elaboration and synthesis, while resolution scored the highest at 83%. Measuring creativity skills among prospective teacher students is essential to help enhance and train their creative abilities. This article is expected to contribute to developing creative, innovative, and relevant learning media to support quality education. ABSTRAKPenelitian ini untuk menilai kreativitas dalam penyusunan media pembelajaran inovatif yaitu berupa puzzle. Penilaian sangat berperan penting dalam mengukur berbagai hal, begitu juga bisa untuk mengukur penyusunan produk. Tujuan penelitian untuk mendesrksipkan kreativitas mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar dalam mengembangkan media berupa puzzle pada materi IPA di salah satu universitas swasta di Jawa Barat. Penelitian yang dilakukan menggunakan penilaian produk kepada 7 kelompok dengan cara observasi. Dalam penelitian ini dilihat dari ketiga aspek yaitu novelty, resoluty, dan elaboraty and synthesis. Hasil temuannya menunjukkan bahwa pada persentase pada aspek novelty mahasiswa prodi pgsd 55%, aspek resolusi 83%, dan aspek elaboration dan sintesis 72%. Rata-rata aspek kreativitas mahasiswa pgsd yang paling rendah yaitu novelty, kemudian aspek elaboration sintesis, dan yang paling gginggi resolusi yaitu 83%. Penting mengukur keterampilan kreatifitas pada mahasiswa calon guru untuk membantu meningkatkan dan melatih keterampilan kreatifitas. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan untuk mendukung pendidikan berkualitas.