cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 30 Documents clear
STRATEGI IMPLEMENTASI PELATIHAN BERBASIS MANAJERIAL AGILITY DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN MAKASSAR Pelu, Hanafi; Imbaruddin, Amir; Rosmiati, Rosmiati; Pelu, Sipa
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4889

Abstract

This study aims to explain in depth the strategy for implementing innovative training based on managerial agility at the Religious Education and Training Center (BDA) Makassar, an approach that is considered crucial to improve the adaptability and performance of civil servants in today's dynamic era. This study adopts a qualitative method, in which researchers describe the collected data in the form of a series of narrative sentences to capture the nuances and processes of implementing the training strategy more comprehensively. The results of the study indicate that BDA Makassar has demonstrated extraordinary commitment and planned strategic steps in ensuring that training participants can effectively adopt and internalize the concept of managerial agility. Through a careful and in-depth needs analysis prior to the implementation of the training, the institution was able to identify the background and specific needs of the participants, so that the material presented was highly relevant and on target. Furthermore, the use of interactive learning methods, such as contextual case studies and challenging role simulations, provided valuable opportunities for participants to apply theory directly to various situations that reflected real conditions in the field, which significantly improved conceptual understanding and honed their practical skills. This holistic approach successfully creates a dynamic learning experience, where participants do not just passively receive the material but are also encouraged to interact, discuss, and practice actively, thus strengthening the overall internalization process of learning and building their self-confidence. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara mendalam strategi pelaksanaan pelatihan inovatif berbasis ketangkasan manajerial di Balai Diklat Agama (BDA) Makassar, sebuah pendekatan yang dinilai krusial untuk meningkatkan adaptabilitas dan kinerja aparatur di era dinamis saat ini. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif, di mana peneliti menguraikan data yang terkumpul dalam bentuk rangkaian kalimat naratif guna menangkap nuansa dan proses implementasi strategi pelatihan secara lebih komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BDA Makassar telah menunjukkan komitmen yang luar biasa serta langkah-langkah strategis yang terencana dalam memastikan peserta pelatihan dapat secara efektif mengadopsi dan menginternalisasi konsep ketangkasan manajerial. Melalui analisis kebutuhan yang cermat dan mendalam sebelum pelaksanaan pelatihan, lembaga mampu mengidentifikasi latar belakang serta kebutuhan spesifik peserta, sehingga materi yang disampaikan menjadi sangat relevan dan tepat sasaran. Selanjutnya, penggunaan metode pembelajaran interaktif, seperti studi kasus yang kontekstual dan simulasi peran yang menantang, memberikan kesempatan berharga kepada peserta untuk menerapkan teori langsung ke dalam beragam situasi yang mencerminkan kondisi nyata di lapangan, yang secara signifikan meningkatkan pemahaman konseptual dan mengasah keterampilan praktis mereka. Pendekatan holistik ini berhasil menciptakan pengalaman belajar yang dinamis, di mana peserta tidak hanya pasif menerima materi tetapi juga didorong untuk berinteraksi, berdiskusi, dan berlatih secara aktif, sehingga memperkuat proses internalisasi pembelajaran secara keseluruhan dan membangun kepercayaan diri mereka.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN ERA GLOBALISASI: INOVASI KURIKULUM, TEKNOLOGI, PERAN GURU, DAN FOKUS PENGEMBANGAN POTENSI SISWA Supardi, Supardi; Idris, Ahmad; Nurhayati, Neng; Fauzi, Anis
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4890

Abstract

This study aims to examine aspects of curriculum change, learning methods, use of technology, and the roles of teachers and students. This study is a qualitative study that uses library research methods to examine in depth the concept of innovation and change in the education system. A qualitative approach is chosen to reveal certain social situations by describing reality correctly, formed by words based on relevant data collection and analysis techniques from natural situations. Data and information collection is carried out through a review of various library materials such as books, journals, reports, and documents, with an emphasis on the discovery of theories, laws, propositions, principles, and ideas to analyze and solve the problems studied. The main primary data source in this writing is a journal reference from Putri on the concept of educational innovation, supported by secondary data sources from various other journals and books that discuss the concept and models of educational innovation. Considering that education is the main foundation of the nation's progress, innovation in the era of globalization is crucial. The results show that effective educational innovation must be holistic, sustainable, involve all stakeholders, and be oriented towards improving the quality of learning and developing student potential optimally. Technology plays a crucial role, but its use must be wise, and the development of teacher competencies as agents of change is very important. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji aspek perubahan kurikulum, metode pembelajaran, penggunaan teknologi, serta peran guru dan siswa. Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang menggunakan metode studi kepustakaan (library research) untuk mengkaji secara mendalam konsep inovasi dan perubahan dalam sistem pendidikan. Pendekatan kualitatif dipilih untuk mengungkap situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar, dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan dan analisis data relevan dari situasi alamiah. Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui telaah berbagai material perpustakaan seperti buku, jurnal, laporan, dan dokumen, dengan penekanan pada penemuan teori, hukum, dalil, prinsip, serta gagasan untuk menganalisis dan memecahkan masalah yang diteliti. Sumber data primer utama dalam penulisan ini adalah rujukan jurnal dari Putri tentang konsep inovasi pendidikan, didukung oleh sumber data sekunder dari berbagai jurnal dan buku lain yang membahas konsep dan model-model inovasi pendidikan. Mengingat pendidikan adalah fondasi utama kemajuan bangsa, inovasi di era globalisasi menjadi krusial. Hasilnya menunjukkan bahwa inovasi pendidikan yang efektif harus bersifat holistik, berkelanjutan, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran serta pengembangan potensi siswa secara optimal. Teknologi berperan krusial, namun penggunaannya harus bijak, dan pengembangan kompetensi guru sebagai agen perubahan menjadi sangat penting.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK : STUDI KASUS DI SMP NEGERI 4 BANDAR LAMPUNG Maysaroh, Siti; Sada, Heru Juabdin; Susanti, Agus
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4964

Abstract

The Independent Curriculum is designed with a strong emphasis on empowering students, aiming primarily to foster their ability to learn independently. This curriculum introduces a novel perspective on the learning process, which is expected to enhance students’ autonomy in learning. Generally, school education is intended to nurture students’ skills so that all educational objectives can be achieved. Independent learning is considered a crucial factor influencing students’ academic success. This research seeks to explore how the implementation of the Independent Curriculum can improve students’ learning independence at SMP Negeri 4 Bandar Lampung. The research employs a descriptive qualitative approach. The participants in this study include the Deputy Head of Curriculum, Islamic Religious Education teachers, and ninth-grade students at SMP Negeri 4 Bandar Lampung. Preliminary findings from interviews with Islamic Religious Education teachers and classroom observations indicate that teachers seldom utilize diverse teaching strategies or models, resulting in students mostly receiving information passively from teachers. In light of this issue, the researcher intends to investigate the challenges encountered during the learning process and identify potential solutions to promote more effective learning and greater student independence. ABSTRAKKurikulum Mandiri dirancang dengan penekanan kuat pada pemberdayaan siswa, yang terutama bertujuan untuk menumbuhkan kemampuan mereka dalam belajar secara mandiri. Kurikulum ini memperkenalkan perspektif baru tentang proses pembelajaran, yang diharapkan dapat meningkatkan otonomi siswa dalam belajar. Secara umum, pendidikan sekolah dimaksudkan untuk memelihara keterampilan siswa sehingga semua tujuan pendidikan dapat tercapai. Pembelajaran mandiri dianggap sebagai faktor penting yang memengaruhi keberhasilan akademis siswa. Penelitian ini berupaya untuk mengeksplorasi bagaimana penerapan Kurikulum Mandiri dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa di SMP Negeri 4 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini meliputi Wakil Kepala Kurikulum, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa kelas IX di SMP Negeri 4 Bandar Lampung. Temuan awal dari wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam dan observasi kelas menunjukkan bahwa guru jarang menggunakan strategi atau model pengajaran yang beragam, sehingga sebagian besar siswa menerima informasi secara pasif dari guru. Mengingat masalah ini, peneliti bermaksud untuk menyelidiki tantangan yang dihadapi selama proses pembelajaran dan mengidentifikasi solusi potensial untuk meningkatkan pembelajaran yang lebih efektif dan kemandirian siswa yang lebih besar.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA GAME EDUKASI BERBANTUAN CANVA PADA MATA PELAJARAN IPAS UNTUK SEKOLAH DASAR Kusmirah; Siti Dewi Maraharani; L.R. Retno Susanti
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.5137

Abstract

This study aims to analyze the need for developing educational games supported by the Canva platform for IPAS (Natural and Social Sciences) subjects at the elementary school level. Amidst the dynamic development of educational technology, the integration of creative digital tools with contextual curriculum content has become an urgent need to improve student engagement and learning outcomes. Using a qualitative descriptive approach, this study employs a needs analysis framework through classroom observation, teacher interviews, and student questionnaires to identify gaps between current learning practices and ideal conditions. The results of the study indicate significant deficiencies in terms of student learning motivation, interactive learning experiences, and the availability of visually appealing learning media, particularly in thematic subjects that integrate science and social concepts. Additionally, it was found that teachers showed high interest in using Canva-based educational games due to their ease of access, attractive design, and potential in creating an active and participatory learning environment. These findings underscore the urgency of developing learning media designs that are not only responsive to pedagogical and local cultural aspects but also aligned with the demands of digital literacy and the developmental characteristics of elementary school students. This study provides a conceptual foundation for the development of educational, interactive, and adaptive game-based IPAS media tailored to the learning needs of the 21st century. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran berbentuk game edukasi yang didukung oleh platform Canva pada mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) di jenjang Sekolah Dasar. Di tengah dinamika perkembangan teknologi pendidikan, integrasi alat digital kreatif dengan konten kurikulum kontekstual menjadi kebutuhan mendesak guna meningkatkan keterlibatan siswa dan efektivitas hasil belajar. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan kerangka analisis kebutuhan melalui observasi kelas, wawancara guru, dan penyebaran angket kepada siswa untuk mengidentifikasi kesenjangan antara praktik pembelajaran saat ini dan kondisi ideal yang diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kekurangan signifikan dalam hal motivasi belajar siswa, pengalaman pembelajaran interaktif, serta ketersediaan media pembelajaran yang menarik secara visual, khususnya pada mata pelajaran tematik yang memadukan konsep sains dan sosial. Selain itu, ditemukan bahwa guru menunjukkan minat tinggi terhadap penggunaan game edukatif berbasis Canva karena kemudahan akses, desain yang menarik, dan potensinya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aktif dan partisipatif. Temuan ini menegaskan urgensi pengembangan desain media pembelajaran yang tidak hanya responsif terhadap aspek pedagogis dan budaya lokal, tetapi juga selaras dengan tuntutan literasi digital dan karakteristik perkembangan peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini memberikan dasar konseptual bagi pengembangan media IPAS berbasis game yang edukatif, interaktif, dan adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
PENERAPAN MODEL KOLABORASI SOSIAL UNTUK MEMBANGUN KARAKTER POSITIF SISWA DI SD MUHAMMADIYAH GILIPANDA KOTA BIMA Nabila, Nur; Kusumawati, Yayuk; Haris, Abdul
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.5148

Abstract

This study was motivated by the importance of positive character building in elementary school students for community development, but initial observations in grade 4 of Muhammadiyah Gilipanda Elementary School, Bima City showed that many students (8 out of 24) still showed negative characters such as lack of discipline and responsibility. This study aims to determine the effectiveness of implementing the social collaboration model in building positive character in students, as well as identifying obstacles faced by teachers. The focus of the problem is how the implementation of a social collaboration-based learning model can shape positive character and what obstacles are faced by teachers. This study used a descriptive qualitative approach for one month at Muhammadiyah Gilipanda Elementary School, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that before the implementation of the model, most students lacked a sense of responsibility. The implementation of the social collaboration model, which involves group learning, parental and community involvement, and discussion forums to train cooperation, has been proven to be used to build positive character. It was concluded that the social collaboration model is effective in improving social skills, fostering positive characters such as cooperation and respecting differences, and has the potential to improve students' academic achievement. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter positif pada siswa sekolah dasar untuk pembangunan masyarakat, namun observasi awal di kelas 4 SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima menunjukkan banyak siswa (8 dari 24) masih menunjukkan karakter negatif seperti kurang disiplin dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model kolaborasi sosial dalam membangun karakter positif siswa, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru. Fokus masalahnya adalah bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis kolaborasi sosial dapat membentuk karakter positif dan apa saja kendala yang dihadapi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif selama satu bulan di SD Muhammadiyah Gilipanda, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan model, sebagian besar siswa kurang memiliki rasa tanggung jawab. Penerapan model kolaborasi sosial, yang melibatkan belajar kelompok, keterlibatan orang tua dan komunitas, serta forum diskusi untuk melatih kerja sama, terbukti dapat digunakan untuk membangun karakter positif. Disimpulkan bahwa model kolaborasi sosial efektif meningkatkan kemampuan sosial, menumbuhkan karakter positif seperti kerja sama dan menghargai perbedaan, serta berpotensi meningkatkan prestasi akademik siswa.
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA BIMA NOMOR 1 TAHUN 2022 TENTANG PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN Irnawati, Irnawati; Rispawati, Rispawati; Alqadri, Bagdawansyah; Atsar, Abdul
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.5149

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Bima City Regional Regulation Number 1 of 2022 concerning Sustainable Food Crop Land Protection and to examine the efforts made by the Bima City Government in optimizing the policy. The background of this study is based on the phenomenon of widespread conversion of agricultural land, which threatens regional food security. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The research informants consisted of farmers, officers from the Agriculture Service, the Public Works Service, and local communities in Bima City. The results of the study show that the implementation of this regulation goes through several important stages, namely land data inventory, cross-agency coordination, and technical guidance for farmers. The Agriculture Service actively conducts training in making organic fertilizers and counseling on environmentally friendly agricultural techniques. However, the study found several obstacles, such as limited budget allocation, low awareness of some people, and limited supervision in the field. The Bima City Government has made efforts to improve coordination, strengthen socialization to the community, and involve community leaders in maintaining the sustainability of agricultural land. This study recommends the need for increased policy support, both in terms of budget and institutions, so that sustainable food crop land protection in Bima City can run optimally and contribute to regional food security in a sustainable manner. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Peraturan Daerah Kota Bima Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan serta mengkaji upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bima dalam mengoptimalkan kebijakan tersebut. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena alih fungsi lahan pertanian yang marak terjadi, yang mengancam ketahanan pangan daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari petani, aparat Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum, dan masyarakat lokal di Kota Bima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi perda ini berjalan melalui beberapa tahapan penting, yakni inventarisasi data lahan, koordinasi lintas instansi, serta bimbingan teknis kepada petani. Dinas Pertanian aktif mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik serta penyuluhan teknik pertanian ramah lingkungan. Meskipun demikian, penelitian menemukan adanya beberapa kendala, seperti terbatasnya alokasi anggaran, rendahnya kesadaran sebagian masyarakat, serta keterbatasan pengawasan di lapangan. Pemerintah Kota Bima telah berupaya meningkatkan koordinasi, memperkuat sosialisasi kepada masyarakat, dan melibatkan tokoh masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan dukungan kebijakan, baik dari segi anggaran maupun kelembagaan, agar perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kota Bima dapat berjalan optimal dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
THE ROLE OF CRITICAL THINKING AS A PREDICTOR OF STUDENTS’ DIGITAL LITERACY SKILLS Lawitta, Riris; T, Najdah; Arianti, Juli
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.5150

Abstract

The challenges associated with implementing Industry 4.0 and Society 5.0 in Indonesia need to be carefully analyzed to develop suitable and actionable solutions. Despite its initiation in 2011 and the subsequent introduction of Society 5.0 in Japan in 2019, Indonesia still encounters several hurdles in adopting Industry 4.0. Digital skills are crucial for the education of the future, complementing traditional literacy with new knowledge and abilities rather than replacing it. Educational institutions like universities must adjust their curricula to cultivate the development of 21st-century skills, known as the 4Cs: communication, critical thinking, creative thinking, and collaboration. Data was gathered through questionnaires and open-ended responses. This study was involving 62 students indicated that their digital literacy levels fall within the lower middle range. In detail, 67.74% of participants demonstrated an adequate level of critical thinking, while 19.35% exhibited a high level, and 12.9% had low essential thinking skills. Notably, critical thinking is a significant predictor of digital literacy skills for 46.6% of students in the economic education program at Musamus University, Merauke. ABSTRAKTantangan dalam implementasi Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 di Indonesia perlu dikaji secara mendalam untuk merumuskan solusi yang tepat dan efektif. Meskipun telah dimulai sejak tahun 2011 dan diikuti oleh Era Society 5.0 di Jepang pada tahun 2019, implementasi Era Revolusi Industri 4.0 di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Keterampilan digital menjadi bagian penting dalam pendidikan masa depan karena merupakan bagian dari sistem pendidikan modern, namun tidak menggantikan keaksaraan tradisional, melainkan melengkapinya dengan pengetahuan dan atribut baru. Perguruan tinggi selaku institusi Pendidikan perlu menyesuaikan kurikulum yang dipergunakan untuk menjadi wadah membangun mahasiswa untuk memiliki keterampilan 4C pembelajaran abad 21, yaitu keterampilan communication (berkomunikasi), Critical thinking (berpikir kritis), creative thinking (berpikir kreatif), dan collaborator (berkolaborasi). Jenis penelitian ini merupakan ex post facto dengan teknik pengumpulan data berupa angket dan open-ended question yang disusun dan disebarkan melalui Google Form. Hasil penelitian terhadap 62 responden menunjukkan tingkat literasi digital mahasiswa di level cukup (lower middle). Sebanyak 67,74% mahasiswa dikategorikan memiliki tingkat berpikir kritis yang cukup, 19,35% memiliki tingkat berpikir kritis tinggi, dan 12,9% dikategorikan memiliki kemampuan berpikir kritis yang rendah. Berpikir kritis berperan signifikan sebagai predictor keterampilan literasi digital sebesar 46,6% pada mahasiswa jurusan Pendidikan ekonomi Universitas Musamus Merauke.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF KEPALA MADRASAH, BUDAYA KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PROFESIONALISME GURU MADRASAH ALIYAH PADA LEMBAGA PENDIDIKAN MA'ARIF DI KABUPATEN KENDAL Adam, Kun Muhandis; Nurkolis, Nurkolis; Sumarno, Sumarno
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4719

Abstract

Teacher professionalism, including expertise, commitment, and self-development, is crucial for the quality of education. This study aims to analyze the partial and simultaneous effects of the participatory leadership style of the madrasah principal, work culture, and teacher work motivation on teacher professionalism. This quantitative correlational study involved 115 teachers as samples (population 162), using a questionnaire. Data analysis included prerequisite tests and simple and multiple linear regressions for hypothesis testing. The results showed that partially, participatory leadership style had a significant effect of 80.5% on teacher professionalism, work culture had a significant effect of 63.0%, and work motivation had the highest effect of 81.9%. Simultaneously, the three independent variables (participative leadership style, work culture, work motivation) had a very strong significant effect on teacher professionalism, explaining 89.5% of the variance. There was a significant combined effect of leadership, culture, and motivation factors. Principals are advised to conduct reflection and evaluation, increase the intensity of supervision, and provide continuous coaching in order to continue to improve teacher professionalism in madrasahs. ABSTRAKProfesionalisme guru, mencakup keahlian, komitmen, dan pengembangan diri, krusial bagi kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh parsial dan simultan dari gaya kepemimpinan partisipatif kepala madrasah, budaya kerja, dan motivasi kerja guru terhadap profesionalisme guru. Penelitian kuantitatif korelasional ini melibatkan 115 guru sebagai sampel (populasi 162), menggunakan kuesioner. Analisis data mencakup uji prasyarat dan regresi linier sederhana serta berganda untuk uji hipotesis. Hasil menunjukkan bahwa secara parsial, gaya kepemimpinan partisipatif berpengaruh signifikan sebesar 80,5% terhadap profesionalisme guru, budaya kerja berpengaruh signifikan 63,0%, dan motivasi kerja berpengaruh paling tinggi sebesar 81,9%. Secara simultan, ketiga variabel independen (gaya kepemimpinan partisipatif, budaya kerja, motivasi kerja) memberikan pengaruh signifikan yang sangat kuat terhadap profesionalisme guru, menjelaskan 89,5% variansinya. Terdapat pengaruh signifikan gabungan dari faktor kepemimpinan, budaya, dan motivasi. Kepala sekolah disarankan melakukan refleksi dan evaluasi, meningkatkan intensitas supervisi, serta pembinaan berkelanjutan guna terus meningkatkan profesionalisme guru di madrasah.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SOSIOLOGI BERBASIS NILAI LOKKO SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH Sadriani, Andi; Anggryani, Vani; Jayadi, Asthin Bardan; Maharani, Annisa Putri
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4725

Abstract

This study aims to analyze and develop a sociology learning model based on Lokko values ??as an effort to prevent sexual violence in the school environment, with the research location at SMAN 5 Makassar. The research method used is Research and Development (R&D) with the Willis and Wright development model design. The results of the study also show that in terms of feasibility and effectiveness, this module is very feasible and effective as indicated by the validation results with an average score of 85> and an average post-test score (79.5) higher than the pretest (39.6), and a gain of 0.7. Proving that the sociology learning model based on Lokko values ??is proven to be effective in improving students' understanding of sexual violence in grade XII with a high level of effectiveness. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan model pembelajaran sosiologi berbasis nilai Lokko sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah, dengan lokasi penelitian di SMAN 5 Makassar. Metode penelitian yang dilakukan adalah Research and Development (R&D) dengan desain model pengembangan Willis dan Wright. Hasil penelitian pun menunjukkan bahwa dalam hal kelayakan dan efektifitas, modul ini sangat layak dan efektif ditunjukkan dengan hasil validasi dengan rata-rata skor 85> dan nilai rata-rata post-test (79,5) lebih tinggi daripada pretest (39,6), dan gain sebesar 0,7. Membuktikan bahwa model pembelajaran sosiologi berbasis nilai lokko terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang kekerasan seksual di kelas XII dengan tingkat efektivitas tinggi.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN IPAS KELAS V SDN 5 CAKRANEGARA Rizaldi, Imam; Sukri, Sukri; Amrullah, Lalu Wira Zain; Makki, Muhammad
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4751

Abstract

This study aims to describe the planning, implementation, and evaluation of the implementation of differentiated learning in the Merdeka Curriculum in fifth grade science learning at SDN 5 Cakranegara, Mataram. Using a descriptive qualitative approach, data were collected from fifth grade teachers through interviews, observations, and documentation. Data analysis applied the Miles and Huberman model including data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that the planning stage included diagnostic assessments to map student learning profiles, analysis of learning outcomes, and design of differentiated teaching strategies and tools with technology support. At the implementation stage, teachers act as facilitators and motivators, provide individual/group guidance, and apply differentiation to content, processes (methods/media), and products (final results) according to student characteristics and abilities. Learning evaluation is carried out through continuous reflection and analysis for improvement. It was concluded that the implementation of differentiated learning in this school went quite well, proven to be useful in meeting the needs of diverse students, increasing motivation, and learning outcomes. However, challenges were found such as limited teacher time in preparation and the need to develop the use of more varied learning media. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS kelas V di SDN 5 Cakranegara, Mataram. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan dari guru kelas V melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menerapkan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tahap perencanaan mencakup asesmen diagnostik untuk memetakan profil belajar siswa, analisis capaian pembelajaran, serta perancangan strategi dan perangkat ajar berdiferensiasi dengan dukungan teknologi. Pada tahap pelaksanaan, guru berperan sebagai fasilitator dan motivator, memberikan bimbingan individual/kelompok, serta menerapkan diferensiasi pada konten, proses (metode/media), dan produk (hasil akhir) sesuai karakteristik serta kemampuan siswa. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui refleksi dan analisis berkelanjutan untuk perbaikan. Disimpulkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah ini berjalan cukup baik, terbukti bermanfaat memenuhi kebutuhan beragam siswa, meningkatkan motivasi, dan hasil belajar. Meskipun demikian, ditemukan tantangan seperti keterbatasan waktu guru dalam persiapan dan perlunya pengembangan pemanfaatan media pembelajaran yang lebih variatif.

Page 3 of 3 | Total Record : 30