cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 364 Documents
ANALISIS KARAKTERISTIK DEPRESI PADA BEBAN CAREGIVER SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK JIWA RSUP PROF DR I.G.N.G NGOERAH DENPASAR WARDANI, IDA AJU KUSUMA; KURNIAWAN, LELY SETYAWATI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2759

Abstract

This study aims to determine the description of depression in schizophrenia caregiver burden and provide an analysis of the characteristics of schizophrenia caregivers who drive control to a psychiatric clinic. This study used an analytic descriptive design, cross-sectional using demographic questionnaires, Beck Depression Inventory (BDI) and caregiver burden (The Zarit Burden Interview). A total of 159 caregivers were included in this study. Most research subjects were from the age group 41-50 years (34%), male gender (58%), relationship with patients in the form of children (46%), income below Rp. 2,700,000.00 (51%), long duration of being a caregiver for 2-5 years (34%), normal BDI results (58%) and mild ZBI (63%). From the bivariate test, it was found that there was a significant relationship between gender, age, income, duration of being a caregiver and BDI with ZBI (p < 0.05), while there was no significant relationship between the relationship with ODS with ZBI (p = 0.132). From this study it can be concluded that there is a significant relationship between gender, age, income, length of time as a caregiver and BDI with ZBI (p < 0.05). Caregiver welfare needs attention so that ODS gets optimal care. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran depresi pada beban caregiver skizofrenia serta memberikan analisa karakteristik caregiver skizofrenia yang mengantar kontrol ke poliklinik jiwa. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik, potong lintang menggunakan kuesioner demografis, Beck Depression Inventory (BDI) dan beban Caregiver (The Zarit Burden Interview). Sebanyak 159 orang caregiver diikutsertakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian terbanyak berasal dari kelompok usia 41-50 tahun (34%), berjenis kelamin laki laki (58%), hubungan dengan pasien berupa anak (46%), berpenghasilan dibawah Rp. 2.700.000,00 (51%), durasi lama menjadi caregiver sebanyak 2-5 tahun (34%), hasil BDI normal (58%) dan ZBI ringan (63%). Dari uji bivariat didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, usia, penghasilan, lama menjadi caregiver dan BDI dengan ZBI (p < 0.05), sedangkan tidak ada hubungan yang signifikan antara hubungan dengan ODS dengan ZBI (p = 0.132). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, usia, penghasilan, lama menjadi caregiver dan BDI dengan ZBI (p < 0.05). Kesejahteraan caregiver perlu mendapat perhatian agar ODS mendapat perawatan yang optimal.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER PADA SISWA KELAS VIIC SMP NEGERI 1 SUKAWATI RAHADI, I WAYAN SELAMET; SUGIHANTARI, NI KETUT; PURWATI, NI KADEK RINI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2780

Abstract

The purpose of this study is to provide a learning process that can show student learning outcomes with maximum results. The problem that students often find is that they tend to lack learning outcomes in mathematics subjects. So to overcome these problems, the use of the Numbered Heads Together (NHT) type cooperative method can be used because this learning allows students to focus on cooperation in small groups. This type of research is classroom action research with a quantitative approach. Data sources obtained from student learning outcomes are in the form of pre-test and post-test. The population used was grade VII C students. The study was carried out 2 cycles as an evaluation process to show the expected results. The results of this study are showing that in cycle 1 students can well follow the learning process, but still with less learning outcomes. While in cycle 2 with improvements in providing reinforcement from teachers, so that students can be more active and show excellent learning results. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah memberikan sebuah proses pembelajaran yang dapat menunjukan hasil belajar siswa dengan hasil yang maksimal. Permasalahan yang sering temukan oleh siswa yaitu cenderung kurang dalam hasil belajarnya pada mata pelajaran matematika. Sehingga untuk mengatasi masalah tersebut, penggunaan metode kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dapat digunakan karena pembelajaran ini memungkinkan siswa dapat berfokus pada kerja sama dalam kelompok kecil. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kuantitatif. Sumber data yang diperoleh dari hasil belajar siswa berupa pre-test dan post-test. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas VII C. Penelitian dilakukan 2 siklus sebagai proses evaluasi untuk menunjukan hasil yang diharapkan. Hasil penelitian ini adalah menunjukan bahwa pada siklus 1 siswa dapat dengan baik mengikuti proses pembelajaran, tetapi masih dengan hasil belajar yang kurang. Sedangkan pada siklus 2 dengan perbaikan pada pemberian penguatan dari guru, sehingga siswa dapat lebih aktif dan menunjukan hasil belajar yang sangat baik.
PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN KESADARAN BERPERILAKU JUJUR SAAT UJIAN MELALUI TEKNIK SOSIODRAMA LESTARI, SRI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2781

Abstract

This research was conducted to increase understanding and awareness of honest behavior during exams among class IX students at SMP Negeri 2 Mlati by providing services using sociodrama techniques. This type of research is Classroom Action Research with the research subjects being class IX students at SMP Negeri 2 Mlati, totaling 39 students. This research was carried out in 2 cycles starting from February to April 2023. Each cycle was carried out in 3 meetings. The data collection methods are attitude scales, observation and documentation. The instruments used are the Likert Scale (understanding and awareness of honest behavior during exams), observation guidelines and document analysis. The actions carried out in cycle 1 are: providing services using sociodrama techniques which is preceded by delivering material about behaving honestly during exams using power point slides and students carrying out sociodrama with a script made by the researcher, while in cycle II students carry out sociodrama in groups with a self-made script, which is preceded by providing material reinforcement through pictures/posters that are presented. The increase in understanding of honest behavior during exams is proven by the results obtained in cycle I of 85%, and cycle II of 94% in the very high understanding category. Then an increase was also seen in awareness of behaving honestly during exams as evidenced by the results obtained in cycle I of 59%, and cycle II of 91% in the very high awareness category. Based on the criteria created, namely that 90% of students have an understanding and awareness of behaving honestly during exams in the very high category, the results of this research indicate that understanding and awareness of behaving honestly during exams can be increased through providing services using sociodrama techniques. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran berperilaku jujur saat ujian pada peserta didik kelas IX SMP Negeri 2 Mlati melalui pemberian layanan dengan teknik sosiodrama. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek penelitian peserta didik kelas IX SMP Negeri 2 Mlati yang berjumlah 39 peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang dimulai pada bulan Februari sampai April 2023. Masing-masing siklus dilakukan dalam 3 pertemuan. Metode pengumpulan datanya adalah skala sikap, observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah skala Likert (pemahaman dan kesadaran berperilaku jujur saat ujian), pedoman observasi dan analisis dokumen. Tindakan yang dilakukan di siklus 1 yaitu: pemberian layanan dengan teknik sosiodrama yang didahului dengan penyampaian materi tentang berperilaku jujur saat ujian dengan media slide power point dan peserta didik melaksanakan sosiodrama dengan naskah yang dibuatkan oleh Peneliti, sedangkan pada siklus II peserta didik melaksanakan sosiodrama secara berkelompok dengan naskah yang dibuat sendiri, yang didahului dengan pemberian penguatan materi melalui gambar/poster yang dipresentasikan.  Peningkatan pemahaman berperilaku jujur saat ujian dibuktikan dengan perolehan hasil siklus I sebesar 85%, dan siklus II sebesar 94% pada kategori pemahaman sangat tinggi. Kemudian peningkatan juga terlihat pada kesadaran berperilaku jujur saat ujian yang dibuktikan dengan perolehan hasil siklus I sebesar 59%, dan siklus II sebesar 91% pada kategori kesadaran sangat tinggi. Berdasarkan kriteria yang dibuat yaitu 90% peserta didik mempunyai pemahaman dan kesadaran berperilaku jujur saat ujian pada kategori sangat tinggi, maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman dan kesadaran berperilaku jujur saat ujian dapat ditingkatkan melalui pemberian layanan dengan teknik sosiodrama.
PENDIDIKAN MORAL DALAM NOVEL KUNCUP BERSERI KARYA N.H. DINI: PERSPEKTIF SOSIOLOGI SASTRA DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN FAUZIAH, QODARIANA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2782

Abstract

This research aims to describe: (1) the sociohistorical context of the author of the novel Kuncup Berseri; (2) the moral educational value of the novel; (3) application of research results from the novel Kuncup Berseri as an option for literature teaching materials at MTs. This research is a qualitative descriptive study that uses a literary sociology approach. The data source used comes from the novel Kuncup Berseri written by Nh. Early. The research data includes the sociohistorical background of the author of the novel Kuncup Berseri as well as the moral educational values contained in the work. Information sources involve data obtained directly (primary) and data obtained through other sources (secondary). Data collection was carried out through library techniques, which involved reading the novel being analyzed, recording data related to moral educational values, and classifying the data according to the needs of the analysis. The validity of the data is tested through theoretical triangulation by conducting research on the same topic and collecting several documents or theories that are relevant to the research object. Sample determination was carried out using a purposive sampling method or a determined sample. Data were analyzed by applying the dialectical reading method. The research results show that the novel Kuncup Berseri is one of the works of Nh. Dini, apart from telling personal memories, also explains various events and traditions of the community where she grew up, namely Javanese culture. The story structures in the novel Kuncup Berseri are related to each other. The values of moral education in the form of human relationships with themselves, human relationships with other people, human relationships with God, as well as moral values of Javanese culture are found in this novel. The results of the research can be implemented as an alternative literature teaching material in class IX MTs/SMP in the Basic Competency of finding elements of the fiction books that are read. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan: (1) konteks sosiohistoris dari pengarang novel Kuncup Berseri; (2) nilai pendidikan moral novel; (3) penerapan hasil penelitian dari novel Kuncup Berseri sebagai opsi materi pengajaran sastra di MTs. Penelitian ini adalah studi deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data yang digunakan berasal dari karya novel Kuncup Berseri yang ditulis oleh Nh. Dini. Data penelitian mencakup latar sosiohistori pengarang novel Kuncup Berseri serta nilai-nilai pendidikan moral yang termuat dalam karya tersebut. Sumber informasi melibatkan data yang didapat secara langsung (primer) dan data yang diperoleh melalui sumber lain (sekunder). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik pustaka, yang melibatkan membaca novel yang sedang dianalisis, mencatat data yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan moral, dan mengklasifikasikan data sesuai dengan kebutuhan analisis. Validitas data diuji melalui triangulasi teori dengan melakukan penelitian pada topik yang sama dan mengumpulkan beberapa dokumen atau teori yang relevan dengan objek penelitian. Penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling atau sampel yang ditentukan. Data dianalisi dengan menerapkan metode pembacaan dialektik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Kuncup Berseri adalah salah satu karya Nh. Dini yang selain mengisahkan kenangan pribadi, juga membeberkan berbagai kejadian dan tradisi masyarakat tempat dia dibesarkan, yaitu budaya Jawa. Struktur cerita dalam novel Kuncup Berseri saling terkait satu sama lain. Nilai-nilai pendidikan moral yang berupa hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan orang lain, hubungan manusia dengan Tuhan, serta nilai moral budaya Jawa terdapat dalam novel ini. Hasil penelitian dapat diimplemantasikan sebagai alternatif bahan ajar sastra di kelas IX MTs/SMP dalam Kompetensi Dasar menemukan unsur-unsur buku fiksi yang dibaca.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI TEKNIK BIMBINGAN TEMAN SEBAYA PADA SISWA KELAS VIII G SMPN 1 LEMBANG CUMAETI, MAMAY
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2783

Abstract

This research began with the results of observations which showed low student motivation to learn, thus encouraging researchers to conduct deeper studies in an effort to solve this problem. The aim of this research is to increase students' learning motivation through peer guidance techniques. The research method used is guidance and counseling action research which is carried out systematically from planning, implementation, observation and assessment. The aim of this research is to improve the quality of guidance and counseling services. This research was carried out in two cycles, each cycle was carried out in two meetings. In the implementation of action research procedures, guidance and counseling consists of planning (plan), implementation (act), observation (observe) and reflection (reflect) components. The research subjects were students in class VIII G of SMP Negeri 1 Lembang for the 2022/2023 academic year, totaling 36 students. The data collection techniques used were observation, questionnaire sheets, interview guides and documentation. Research findings show that peer guidance techniques have proven effective in increasing students' learning motivation. The research results showed an increase from the first cycle to the second cycle. Based on research data in the first and second cycles, there was a significant increase, so it was concluded that peer guidance techniques could increase students' learning motivation. ABSTRAKPenelitian ini berawal dari hasil observasi yang menunjukan rendahnya motivasi belajar siswa,sehingga mendorong peneliti untuk melakukan kajian lebih dalam sebagai upaya untuk memecahkan permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui teknik bimbingan teman sebaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan bimbingan dan konseling yang dilakukan secara sistematis dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan penilaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki kualitas layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Dalam pelaksanaan prosedur penelitian tindakan bimbingan dan konseling terdiri atas komponen perencanaan (plan), pelaksanaan (act), observasi (observe) dan refleksi (reflect). Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Lembang tahun pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 36 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, lembar angket, pedoman wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukan bahwa teknik bimbingan teman sebaya terbukti efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dari siklus pertama ke siklus kedua. Berdasarkan data hasil penelitian pada siklus pertama dan siklus kedua mengalami peningkatan yang signifikan, sehingga diperoleh kesimpulan teknik bimbingan teman sebaya dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN PERILAKU INTERNET INFIDELITY PADA PASANGAN MENIKAH DI SUMATERA BARAT PUTRI, RESTI JULIANA; HUSNA, WINDI ASYRIATUL
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2784

Abstract

The internet can be used to communicate such as sending messages, opening social media, playing games and so on. In addition to making it easier for users to communicate, it was found that internet use can be problematic. Frequent and problematic internet experiences in adolescents and adults are internet addiction, pornography, and infidelity. Internetinfidelity has proven to be a problem for many couples. Infidelity is one of a person's decisions in undergoing a committed relationship. Emotional intelligence plays a role in decision making and also the ability to reason individuals in solving their emotional problems. This study aims to examine the relationship between emotional intelligence and internet infidelity in married couples in West Sumatra. This study used a correlational quantitative method. Data collection using google form. The subjects of this study were married couples with a minimum marriage age of 5 years and 156 respondents were obtained. The results of this study indicate a significant relationship with a negative direction of -0.118. Internet infidelity in women is in the low category and in men in the medium category. ABSTRAKInternet dapat digunakan untuk berkomunikasi seperti mengirim pesan, membuka media sosial, bermain game dan lain sebagainya. Selain memudahkan pengguna untuk berkomunikasi, ditemukan bahwa penggunaan internet dapat bermasalah. Pengalaman internet yang sering terjadi dan bermasalah pada remaja dan orang dewasa yaitu adiksi internet, pornografi, dan perselingkuhan.  Perselingkuhan di internet (internet infidelity) terbukti menjadi masalah bagi banyak pasangan. Selingkuhan merupakan salah satu keputusan seseorang dalam menjalani hubungan berkomitmen. Kecerdasan emosional berperan dalam pengambilan keputusan dan juga kemampuan bernalar individu dalam menyelesaikan permasalahan emosional mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan internet infidelity pada pasangan menikah di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Pengumpulan data menggunakan google form. Subjek penelitian ini pasangan yang menikah dengan minimal usia pernikahan 5 tahun dan didapatkan 156 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan arah negatif yaitu -0.118. Internet infidelity pada perempuan berada pada kategori rendah dan pada laki-laki kategori sedang.
PERILAKU BUNUH DIRI: INJEKSI PESTISIDA PADA PASIEN ANAK DENGAN SKIZOFRENIA ANTIKA, SINDI; ARDANI, I GUSTI AYU INDAH; WINDIANI , I GUSTI AYU TRISNA; ADNYANA, GUSTI AGUNG NGURAH SUGITHA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2864

Abstract

This research is qualitative research using a case study approach combining observational study and biographical study. A 13 year old girl, NTT domiciled in Bali, 2nd grade junior high school education, not married, not yet working. The patient was diagnosed with Paranoid Schizophrenia, AKI Stage Failure pro HD cito ec Paraquat Intoxication, Secondary hepatic injury, subcutaneous emphysema, electrolyte imbalance. complained of shortness of breath and it was getting worse, there were air bubbles under the skin on the patient's neck, the patient had had an intramuscular injection of pesticide on the right upper arm I week before entering the hospital. The parents did not know about this, so they were only taken to a health care center after 1 week after the patient injected himself with pesticide. Schizophrenia in children consists of early onset schizophrenia and childhood onset schizophrenia, which is a rare chronic neurodevelopmental disease, but can disrupt children's growth and development and cognitive function. The mechanism for the development of childhood schizophrenia is a combination of genetic, environmental and psychosocial factors. Diagnosis of schizophrenia in children requires careful history taking and evaluation of personal and family history because it is prone to misdiagnosis with autism or other developmental diseases. Until now, the criteria for diagnosing childhood schizophrenia use the same DSM-5 criteria as adult schizophrenia. Treatment for schizophrenia in children includes antipsychotics, ECT, and psychoeducation. It should be noted that children are at higher risk of experiencing side effects from antipsychotics, so periodic evaluations should be carried out to assess the effectiveness and side effects of the drug. In addition, child schizophrenia patients, especially those experiencing symptoms of psychosis, are at higher risk of attempting suicide compared to other age groups, so pharmacotherapy and non-pharmacotherapy support in the form of support from the surrounding environment is needed to support children's lives. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus menggabungkan antara studi observasi dan studi biografi. Seorang anak perempuan 13 Tahun, NTT domisili Bali, Pendidikan SMP kelas 2, belum menikah, belum bekerja. Pasien didiagnosa dengan Skizofrenia Paranoid, AKI Stage Failure pro HD cito ec Intoksikasi Paraquat, Secondary hepatic injury, emfisema subkutis, imbalance elektrolite. mengeluh sesak dan semakin memberat, terdapat gelembung udara di bawah kulit yang ada di leher pasien, pasien pernah melakukan injeksi pestisida secara intramuskur pada lengan atas bagian kanan I Minggu sebelum masuk Rumah Sakit. Kedua orang tua tidak mengetahui akan hal tersebut sehingga baru dibawa ke pusat pelayanan kesehatan setelah 1 minggu berselang sejak pasien menginjeksi dirinya dengan pestisida. Skizofrenia pada anak terdiri atas early onset schizophrenia dan childhood onset schizophrenia merupakan penyakit neurodevelopmental kronis langka, namun dapat mengganggu tumbuh kembang dan fungsi kognitif anak. Mekanisme perkembangan skizofrenia anak merupakan kombinasi antara faktor genetik, lingkungan, dan psikososial. Diagnosis skizofrenia pada anak memerlukan ketelitian dalam anamnesis dan evaluasi riwayat pribadi dan keluarga karena rentan terjadi kesalahan diagnosis dengan gangguan autisme atau penyakit perkembangan lainnya. Hingga saat ini, kriteria diagnosis skizofrenia anak menggunakan kriteria DSM-5 yang sama dengan skizofrenia dewasa. Terapi skizofrenia pada anak mencakup antipsikotik, ECT, dan psikoedukasi. Perlu diperhatikan bahwa anak-anak berisiko lebih tinggi untuk mengalami efek samping dari antipsikotik, sehingga evaluasi berkala sebaiknya dilakukan untuk menilai efektivitas dan efek samping obat. Selain itu, pasien skizofrenia anak, terutama yang mengalami gejala psikosis, berisiko tinggi untuk melakukan percobaan bunuh diri dibandingkan kelompok usia lainnya, sehingga dukungan farmakoterapi dan non-farmakoterapi berupa dukungan dari lingkungan sekitar diperlukan untuk menunjang kehidupan anak.
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI REMAJA PENYANDANG TUNAWICARA DI KECAMATAN WARUNGPRING KABUPATEN PEMALANG AMBARWATI, SEPTIANA; USBAH, ALIKA MAEZALATI; LESTARI, SRI AYU; MASFIA, IRMA; FAHMY, ZULFA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i2.2874

Abstract

The parenting style of parents who have children with special needs tends to have greater challenges in parenting their children, so when caring for children with disabilities, there needs to be an appropriate parenting style in order to form the self-confidence of children with disabilities in their environment. This research aims to find out a general description of the forms of parenting used by parents for teenagers with disabilities speech impaired and to find out how parenting styles can shape the self-confidence of teenagers with speech impairments. The results of the interviews, which were strengthened by relevant research literature, showed that parenting styles play a very important role in shaping the self-confidence of teenagers with disabilities speech impaired This research is a type of qualitative research using the interview method. The informants in this study were parents of teenagers with speech impairments. In this research, the parenting style used by informants is democratic parenting. Apart from parenting style factors, there are other supporting factors that can build the self-confidence of teenagers with speech impairments. These other factors are similarity factors, educational factors and technological developments. ABSTRAKPola asuh orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus cenderung memiliki tantangan yang lebih besar dalam pola pengasuhan terhadap anaknya sehingga dalam mengasuh anak disabilitas perlu adanya pola asuh yang tepat agar dapat membentuk kepercayaan diri anak disabilitas di lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum mengenai bentuk pola asuh yang digunakan oleh orang tua terhadap remaja penyandang tunawicara serta untuk mengetahui bagaimana pola asuh dapat membentuk kepercayaan diri remaja penyandang tunawicara. hasil wawancara yang diperkuat dengan literatur penelitian yang relevan, didapatkan hasil bahwa pola asuh sangat berperan penting dalam membentuk kepercayaan diri remaja penyandang tunawicara Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara. Informan pada penelitian ini adalah orang tua dari remaja penyandang tunawicara. Dalam penelitian ini pola asuh yang digunakan oleh informan adalah pola asuh demokratis. Selain faktor pola asuh orang tua, terdapat faktor pendukung lain yang dapat membangun kepercayaan diri remaja penyandang tunawicara. Faktor lain tersebut adalah faktor kesamaan, faktor pendidikan dan perkembangan teknologi.
IMPLEMENTASI KEGIATAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA MUTU DI MTs. NEGERI BATANG FATIMAH, FATIMAH; HARYATI, TITIK
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i2.2883

Abstract

Pancasila Student Profile is a program launched by the Ministry of Education and Culture to strengthen character education in Indonesia. The objectives of this research are: 1). find out how the Project for Strengthening the Pancasila Student Profile at MTsN Batang is implemented, 2). knowing the supporting and inhibiting factors for implementing the Pancasila Student Profile. The approach used in this research is a qualitative approach with a case study type of research. Data collection in this research used interviews, observation and documentation. The data analysis used is: data reduction, data presentation and drawing conclusions. The research results show that: 1). The implementation of the Pancasila Student Profile at MTsN Batang is implemented through the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students and Rahmatan Lil Alamin Pancasila Students (P5PPRA). and live sustainably. 2). The supporting factor for implementing the Pancasila Student Profile at MTsN Batang is the solidarity of the facilitator team which has a good quality culture, namely being open-minded, happy to learn new things and collaborative. Meanwhile, the inhibiting factor is the lack of programmed activities to strengthen the capacity of educators at both basic and advanced levels. This topic is interesting and important because this program has great hopes in improving the character and skill competencies of students in educational units in accordance with the 6 characteristics of the Pancasila student profile as follows: Faith and devotion to the Almighty God and noble character, global diversity, mutual cooperation, independence , creative and critical reasoning. ABSTRAKProfil Pelajar Pancasila merupakan program yang digulirkan oleh kemdikbudristek untuk memperkuat pendidikan karakter di Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1). mengetahui bagaimana implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di MTsN Batang, 2). mengetahui faktor pendukung dan penghambat implementasi Profil Pelajar Pancasila. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu: Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Implementasi Profil Pelajar Pancasila di MTsN Batang di implementasikan melaui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin (P5PPRA), adapun tema P5PPRA yang sudah diterapkan yaitu tema bhineka tunggal Ika, kearifan lokal, kewirausahaan, suara demokrasi, bangunlah jiwa dan raganya, dan hidup berkelanjutan. 2). Faktor pendukung pelaksanaan Profil Pelajar Pancasila di MTsN Batang adalah kesolidan dari tim fasilitator yang memiliki budaya mutu yang baik yaitu berpikiran terbuka, senang mempelajari hal yang baru dan kolaboratif. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kurang terprogramnya kegiatan penguatan kapasitas pendidik baik tingkat dasar maupun lanjutan. Topik ini menarik dan penting karena program ini mempunyai harapan besar dalam meningkatkan karakter dan kompetensi skill peserta didik disatuan pendidikan sesuai dengan 6 karakter Pofil pelajar Pancasila sebagai berikut: Beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa dan berahlak mulia, berkhebinekaan global, gotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis.
PERAN MANAGEMEN PERTAHANAN EGO DALAM SUDUT PANDANG PSIKIATRI TERHADAP PENERIMAAN BREAKING BAD NEWS PADA PASIEN KANKER OVARIUM STADIUM AKHIR ANTIKA, SINDI; DARMAYASA, I MADE; WARDANI, IDA AJU KUSUMA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i2.2884

Abstract

This research is qualitative research using a case study approach combining observational study and biographical study. A 50 year old woman, Balinese, high school education, married, self-employed. The patient was diagnosed with late stage ovarian cancer, complained of pain throughout the abdomen, especially the lower abdomen, the stomach was said to be getting bigger and made the patient uncomfortable, the patient was taken to the hospital because the pain continued to increase even though he had been given painkillers. The patient currently says he still wants to recover and be able to live his life. everyday normally. This has always been in his thoughts about healing and has not been able to accept his current condition. The results of this research are that delivering bad news to patients with end-stage cancer does have various challenges, one of which is how the patient accepts the bad news. If this is not managed well, it will give rise to new problems and new stress for patients and families. The crisis in this patient was found to be that the patient still had high expectations of being able to recover and be able to return to his normal activities again. Even though it is known that the patient has now been diagnosed with end-stage ovarian cancer and there are metastases to other organs. The conflict that occurred in this patient was related to the ego defense mechanisms that emerged in the patient, namely the ego defense mechanisms of repression, denial and introjection. The patient still denies the diagnosis and says he will be fine and can carry out his activities again and that his current illness is due to his inability to fight the disease. The ego defense mechanisms in this patient include immature ego defense mechanisms. It is necessary to carry out psychotherapy on patients in order to replace these immature ego defense mechanisms with mature ego defense mechanisms so that the patient's coping mechanisms can be more accepted. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus menggabungkan antara studi observasi dan studi biografi. Seorang perempuan 50 tahun, Bali, Pendidikan SMA, telah menikah, Wiraswasta. Pasien didiagnosa dengan kanker ovarium stadium akhir, mengeluh nyeri pada seluruh perut terutama perut bawah, perut dikatakan semakin membesar membuat pasien tidak nyaman, pasien dibawa ke RS karena nyeri terus bertambah meski telah diberikan antinyeri pasien saat ini mengatakan masih ingin bisa sembuh dan bisa menjalani kehidupannya sehari-hari dengan normal. Hal tersebut selalu menjadi pemikirannya tentang kesembuhan dan belum dapat menerima kondisinya saat ini. Hasild dari penelitian ini adalah penyampaian berita buruk pada psien dnegan kondisi kaker stadium akhir memang memiliki berbagai tantangan salah satunya aitu bagaimana pernerimaan pasien dalam menghadapi berita buruk tersebut. Hal ini jika tidak dikelola dengan baik makan akan memunculkan masalah baru dan stress baru bagi pasien dan keluarga. Krisis pada pasien ini diapatkan bahwa pasien masih memiliki ekspektasi yang tinggi untuk dapat sembuh dan dapat kembali beraktifitas seperti biasa kembali. Padahal diketahui pasien saat ini telah didiagnosa kanker ovariaum stadium akhir dan telah ada metastase ke organ lainnya. Konflik yang terjadi pada pasien ini terkait mekanisme pertahanan ego yang muncul pada pasien yaitu mekanisme pertahanan ego Represi, denial dan introyeksi. pasien masih menyangkal diagnosis dan mengatakan dirinya akan baik-baik saja dan bisa melakukan aktifitasnya kembali dan penyakitnya saat ini karena ketidakmampuannya untuk melawan penyakit tersebut. Mekanisme pertahan ego yang pada pasien ini termasuk mekanisme pertahanan ego imatur. Perlu untuk dilakukan psikoterapi kepada pasien agar mengganti mekanisme pertahanan ego yang imatur tersebut menjadi mekanisme pertahanan ego yang matur sehingga mekanisme coping pasien dapat lebih diterima.