cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 364 Documents
BAHASA INDONESIA DAN RESILIENSI PSIKOLOGIS: PERAN BAHASA MENINGKATKAN KETAHANAN MENTAL INDIVIDU DALAM MENGHADAPI TANTANGAN HIDUP ICHSANO, ALGHIFARI; MAYANGSARI, ANISA; NAYLA, NAJLA; CHRISTCANTI, RAFAELA; ZAHRA, SYAFFA FATHIMATUZ; RIZKYANFI, MOCHAMAD WHILKY
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i2.3138

Abstract

This article discusses the role of Indonesian in enhancing individuals' mental resilience in facing life's challenges. The background of the problem includes the importance of Indonesian in helping individuals see the positive side of problems, relieve anxiety, and generate enthusiasm to face challenges. The focus of the problem is to explore how Indonesian language influences self-perception, mindset, and response to stress and pressure, and how it can be used as a tool to communicate thoughts, feelings, and strategies to increase resilience. This article utilizes the qualitative literature study method. The findings of this article include an analysis of the relationship between Indonesian language and resilience that affects adolescents' mental resilience in facing life's challenges. Some of the finding points include the function of language as a communication tool, reflecting the image of the mind, and personality, as well as the role of language in bridging resilience in facing life's challenges. The conclusion of this article confirms that Indonesian plays an important role in building individual mental resilience, as well as the importance of bahasa Indonesia secara aktif dan pasif mampu mengungkapkan pemahaman dan keterampilannya secara konsisten, sistematis, logis, dan langsung.increasing understanding of the role of language in building individual mental resilience to improve people's psychological well-being. ABSTRAKArtikel ini membahas peran bahasa Indonesia dalam meningkatkan ketahanan mental individu dalam menghadapi tantangan hidup. Latar belakang masalahnya mencakup pentingnya bahasa Indonesia dalam membantu individu melihat sisi positif dari masalah, meredakan kecemasan, dan membangkitkan semangat untuk menghadapi tantangan. Fokus masalahnya adalah mengeksplorasi bagaimana bahasa Indonesia mempengaruhi persepsi diri, pola pikir, dan respon terhadap stres dan tekanan, serta bagaimana bahasa tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan pikiran, perasaan, dan strategi untuk meningkatkan resiliensi. Artikel ini menggunakan metode penelitian Studi literatur kualitatif. Temuan dari artikel ini mencakup analisis hubungan bahasa Indonesia dengan resiliensi yang mempengaruhi ketahanan mental remaja dalam menghadapi tantangan hidup. Beberapa poin temuan meliputi fungsi bahasa sebagai alat komunikasi, mencerminkan citra pikiran, dan kepribadian, serta peran bahasa menjembatani resiliensi dalam menghadapi tantangan hidup. Simpulan dari artikel ini menegaskan bahwa bahasa Indonesia memainkan peran penting dalam membangun ketahanan mental individu, serta pentingnya meningkatkan pemahaman tentang peran bahasa dalam membangun ketahanan mental individu untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis masyarakat.
HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KINERJA KARYAWAN DI PT. BINA SAN PRIMA SETIAWAN, ADI; AGUSTINA, MENIK TETHA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i3.3296

Abstract

The company is one form of organization which is a forum for cooperation of a group of people to achieve a predetermined goal. The success of an organization or company cannot be separated from the good performance of an employee. Employee performance is influenced by several factors, one of which is Organizational Culture. Based on the description above, the purpose of this study is to determine the relationship between Organizational Culture and Employee Performance at PT Bina San Prima. This study uses quantitative research methods with a sample of thirty people taken using purposive sampling method. Data analysis using the Pearson Product Moment correlation test method. The results of the correlation test show that the rxy value is -0.303 with a significance value of 0.104 (p>0.05). This shows that there is no significant relationship between Organizational Culture and Employee Performance at PT Bina San Prima. ABSTRAKPerusahaan merupakan salah satu bentuk dari organisasi yang merupakan wadah kerja sama dari sekumpulan orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan tidak terlepas dari baiknya kinerja seorang karyawan. Adapun kinerja karyawan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah Budaya Organisasi. Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan di PT. Bina San Prima. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan sampel berjumlah tiga puluh orang yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menngunakan metode uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil dari uji korelasi menunjukkan bahwa nilai rxy sebesar -0.303 dengan nilai signifikansi sebesar 0,104 (p>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara Budaya Organisasi dengan Kinerja Karyawan di PT. Bina San Prima.
WORK LIFE BALANCE DAN KEPUASAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA POLWAN YANG SUDAH MENIKAH DI POLDA JATENG RIANTIKA, MARITA; RAHAYU, RAHMAWATI DWI; PRATIWI, AUDY RATIH; SUGIARTI, RINI; SUHARIADI , FENDY
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i3.3320

Abstract

This study examines the influence of work-life balance and job satisfaction on work stress levels among married policewomen (Polwan) in the Central Java Regional Police. The issue often arises for policewomen who must balance their roles as both employees and homemakers, frequently leading to work-related stress. This research aims to determine the extent to which work-life balance and job satisfaction affect stress levels in policewomen. The study involved 102 married policewomen with children. Data were collected using work-life balance, job satisfaction, and work stress scales, and analyzed using multiple linear regression techniques. The results showed that 57% of policewomen had low levels of work-life balance, 46% had low job satisfaction, and 45% experienced moderate work stress levels. Moreover, work-life balance contributed 50.5% and job satisfaction contributed 38% to work stress levels. The conclusion of this study highlights the importance of managing work-life balance and job satisfaction to reduce work stress among married policewomen. ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang pengaruh work-life balance dan kepuasan kerja terhadap tingkat stres kerja pada polisi wanita (Polwan) yang sudah menikah di Polda Jawa Tengah. Masalah sering terjadi pada Polwan yang harus menyeimbangkan peran sebagai pekerja dan ibu rumah tangga, yang seringkali menyebabkan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana work-life balance dan kepuasan kerja mempengaruhi tingkat stres pada Polwan. Subjek penelitian terdiri dari 102 Polwan yang sudah menikah dan memiliki anak. Data dikumpulkan menggunakan skala work-life balance, skala kepuasan kerja, dan skala stres kerja, yang dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57% Polwan memiliki tingkat work-life balance rendah, 46% memiliki kepuasan kerja rendah, dan 45% berada pada tingkat stres kerja sedang. Selain itu, work-life balance memberikan pengaruh sebesar 50,5% dan kepuasan kerja sebesar 38% terhadap tingkat stres kerja. Kesimpulan penelitian ini adalah pentingnya pengelolaan work-life balance dan kepuasan kerja untuk mengurangi stres kerja pada Polwan yang sudah menikah. 
ACADEMIC SELF CONCEPT AND ESTEEM SUPPORT IN MATHEMATICS STUDENTS: DO THEY AFFECT ACADEMIC BUOYANCY ULFAH, KHOIRIYA; SUPRIANDI, AHMAD; SETIAWAN, NUGROHO ARIEF
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i3.3321

Abstract

Mathematics is a discipline that is taught at all levels of education, including in higher education. However, mathematics in higher education is very different from mathematics at other levels. Learning mathematics in college requires higher-level cognitive abilities, such as analysis, synthesis, and evaluation. Students are required to achieve great achievements. The different learning system requires students to adapt and complete academic tasks and challenges. This can cause students to experience difficulties and fear of failure in meeting these tasks and challenges. This study aims to identify the relationship between academic self concept and esteem support with academic buoyancy in mathematics education students. The research method used is a quantitative approach. The subjects of this study were 103 mathematics education students. The data collection technique in this study used purposive sampling technique. Data collection tools in the form of a perception scale questionnaire regarding academic buoyancy scale (42 items), academic self concept scale (31 items), and esteem support scale (20 items). Data analysis in this study used multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that there is a significant positive relationship between academic self concept and academic buoyancy with a correlation coefficient (R) of 0.593 with a significance of 0.001 (p<0.001). Meanwhile, the relationship between esteem support to academic buoyancy has a significant positive relationship with a correlation coefficient (R) of 0.909 with a significance of 0.001 (p <0.001). The effective contribution of the academic self-concept variable to the academic buoyancy variable is 19.6%. Meanwhile, the effective contribution provided by esteem support to the academic buoyancy variable is 72.6%. So it can be concluded that the higher the academic self concept, the higher the academic buoyancy. Meanwhile, the higher the esteem support, the higher the academic buoyancy. ABSTRAKMatematika merupakan suatu disiplin ilmu yang diajarkan di semua tingkat pendidikan, termasuk di perguruan tinggi. Namun, matematika di perguruan tinggi sangat berbeda dari matematika di jenjang lainnya. Pembelajaran matematika di perguruan tinggi memerlukan kemampuan kognitif tingkat tinggi, seperti analisis, sintesis, dan evaluasi. Mahasiswa diharuskan untuk meraih prestasi yang gemilang. Sistem pembelajaran yang berbeda menuntut mahasiswa untuk beradaptasi dan menyelesaikan tugas serta tantangan akademik. Hal ini dapat menyebabkan mahasiswa mengalami kesulitan dan ketakutan akan kegagalan dalam memenuhi tugas dan tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara academic self concept dan esteem support dengan academic buoyancy pada mahasiswa pendidikan matematika. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini yaitu mahasiswa pendidikan matematika sebanyak 103 subjek. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data berupa kuisioner skala persepsi mengenai academic buoyancy scale (42 item), skala academic self concept scale (31 item), dan skala esteem support (20 item). Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara academic self concept terhadap academic buoyancy dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,593 dengan signifikansi sebesar 0,001 (p<0.001). Sedangkan untuk hubungan antara esteem support terhadap academic buoyancy memiliki hubungan positif signifikan dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,909 dengan signifikansi sebesar 0,001 (p<0.001). Sumbangan efektif dari variabel academic self concept terhadap variabel academic buoyancy sebesar 19,6%. Sedangkan, sumbangan efektif yang diberikan oleh esteem support terhadap variabel academic buoyancy sebesar 72,6%. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi academic self concept maka akan semakin tinggi academic buoyancy. Sedangkan, semakin tinggi esteem support maka akan semakin tinggi academic buoyancy.
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA, KEPATUHAN MINUM OBAT, DAN DUKUNGAN LINGKUNGAN SEKITAR TERHADAP KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA EDDY, EDDY
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i3.3322

Abstract

Schizophrenia is a chronic mental disorder that requires long-term treatment and is often accompanied by the risk of relapse. Relapse refers to the return of symptoms after a period of improvement or remission. This study aims to examine the effects of family support, medication adherence, and environmental support on relapse in schizophrenia patients. A quantitative approach was used to test the established hypothesis. Data were collected through a questionnaire that measured the variables of family support, medication adherence, and environmental support. Testing was carried out by analyzing validity, reliability, and R-Square analysis using the PLS (Partial Least Squares) model. The results showed that all instruments were valid and reliable, with Cronbach's Alpha and Composite Reliability values greater than 0.7. R-Square analysis indicated that family support, medication adherence, and environmental support collectively explained 63.3% of the variability in relapse among schizophrenia patients. Hypothesis testing demonstrated a positive and significant relationship between these three variables and schizophrenia relapse. This study confirms that family support, adherence to medication regimens, and positive environmental support can significantly reduce the risk of relapse in schizophrenia patients. Interventions focusing on improving these aspects may contribute to more effective management of schizophrenia and enhance patients' quality of life. ABSTRAKSkizofrenia adalah gangguan mental kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang dan sering kali disertai dengan risiko kekambuhan. Kekambuhan ini merujuk pada kembalinya gejala setelah periode perbaikan atau remisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, dan dukungan lingkungan terhadap kekambuhan pasien skizofrenia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur variabel dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, dan dukungan lingkungan. Pengujian dilakukan dengan analisis validitas, reliabilitas, dan analisis R-Square menggunakan model PLS (Partial Least Squares). Hasil menunjukkan bahwa semua instrumen valid dan reliabel, dengan nilai Cronbach Alpha dan Composite Reliability > 0.7. Analisis R-Square menunjukkan bahwa dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, dan dukungan lingkungan secara kolektif menjelaskan 63.3% dari variabilitas kekambuhan pada pasien skizofrenia. Uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara ketiga variabel tersebut terhadap kekambuhan skizofrenia. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa dukungan keluarga, kepatuhan terhadap regimen obat, dan dukungan lingkungan yang positif secara signifikan dapat mengurangi risiko kekambuhan pada pasien skizofrenia. Intervensi yang berfokus pada peningkatan aspek-aspek ini dapat berkontribusi pada pengelolaan skizofrenia yang lebih efektif dan peningkatan kualitas hidup pasien.
ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF WORK-LIFE BALANCE AND ORGANIZATIONAL CULTURE ON WORK ENGAGEMENT THROUGH JOB SATISFACTION AS AN INTERVENING VARIABLE AMONG BINTARA MEMBERS OF PUBLIC RELATIONS DIVISION OF CENTRAL JAVA REGIONAL POLICE ARISTIYANI, ANA; WIDHIASTUTI, HARDANI; DEWI, RUSMALIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i3.3416

Abstract

This study aims to assess the influence of work-life balance and organizational culture on work engagement, with job satisfaction serving as a mediating variable, among Bintara personnel in the Public Relations Division of the Central Java Regional Police. A quantitative correlational approach was used, with 39 Bintara respondents participating. The results show that organizational culture has a significant impact on work engagement, while work-life balance does not exhibit a substantial effect. Furthermore, job satisfaction does not mediate the relationship between work-life balance, organizational culture, and work engagement. The validity tests reveal that all variables have AVE values greater than 0.5 and Cronbach's Alpha scores above 0.7, indicating high validity and reliability. These findings highlight the important role of organizational culture in promoting work engagement among police officers and recommend improvements to work-life balance policies within police institutions. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh work-life balance dan budaya organisasi terhadap work engagement, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi, pada personel Bintara Divisi Humas Polda Jawa Tengah. Pendekatan korelasional kuantitatif digunakan, dengan partisipasi 39 responden Bintara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap work engagement, sedangkan work-life balance tidak menunjukkan pengaruh yang substansial. Lebih lanjut, kepuasan kerja tidak memediasi hubungan antara work-life balance, budaya organisasi, dan work engagement. Uji validitas menunjukkan bahwa semua variabel memiliki nilai AVE lebih besar dari 0,5 dan skor Cronbach's Alpha di atas 0,7, yang menunjukkan validitas dan reliabilitas yang tinggi. Temuan ini menyoroti peran penting budaya organisasi dalam meningkatkan work engagement di kalangan polisi dan merekomendasikan perbaikan kebijakan work-life balance di dalam institusi kepolisian.
PENGARUH BEBAN KERJA, BEBAN EMOSI, DAN STRES KERJA TERHADAP KECEMASAN KARYAWAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN NINGTYAS, GALUH SEKARSUCI WAHYU; WIDHIASTUTI, HARDANI; DEWI, RUSMALIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i3.3417

Abstract

This study aims to analyze the influence of workload, emotional burden, and job stress on employee anxiety in correctional institutions. The research was conducted on employees of the Bulu Class II Correctional Institution in Semarang using a quantitative approach. Data was obtained through questionnaires with purposive sampling techniques involving 69 respondents. The results of the analysis showed that workload and emotional burden had a significant effect on job stress and anxiety. Job stress also plays a role as an intervening variable in the relationship between workload and anxiety. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja, beban emosi, dan stres kerja terhadap kecemasan karyawan di Lembaga Pemasyarakatan. Penelitian dilakukan pada karyawan Lembaga Pemasyarakatan Bulu Kelas II Semarang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui kuesioner dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 69 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa beban kerja dan beban emosi berpengaruh signifikan terhadap stres kerja dan kecemasan. Stres kerja juga berperan sebagai variabel intervening dalam hubungan antara beban kerja dan kecemasan.
GAMBARAN MEMAAFKAN PADA PEREMPUAN YANG MENGALAMI KEKERASAN DALAM PACARAN SANTOSO, ALESSANDRO BERNARD; SUBROTO, UNTUNG
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.3582

Abstract

This research is titled “An Overview of Forgiveness in Women Who Have Experienced Dating Violence.” The purpose of this research is to understand the forgiveness process among women who have experienced dating violence after the end of their relationships. The method used in this research is a qualitative method by conducting in-depth interviews with six women who have experienced dating violence in previous relationships as a a form of data collection. All six subjects have been declared to have a high level of forgiveness through TRIM-12 and have gone through the process of forgiveness. There are four stages in the forgiveness process:  uncovering phase, decision phase, work phase, and deepening phase. ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Gambaran Memaafkan pada Perempuan yang Mengalami Kekerasan Dalam Pacaran”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses memaafkan yang terjadi pada perempuan yang telah mengalami kekerasan dalam pacaran setelah berakhirnya hubungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada enam orang perempuan yang pernah mengalami kekerasan dalam pacaran pada hubungan sebelumnya sebagai bentuk pengumpulan data. Keenam subyek tersebut semuanya sudah dinyatakan memiliki tingkat pemaafan yang tinggi melalui TRIM-12 dan telah melewati proses memaafkan. Terdapat 4 proses memaafkan yang terjadi yaitu fase pengungkapan, fase keputusan, fase kerja dan fase pendalaman.
PERNIKAHAN BEDA ETNIS ANTARA SUKU ALAS DENGAN SUKU JAWA DIKAJI DARI TEORI KEBUTUHAN MASLOW LIMPAHALA, FREDY; CAHYONO, ARIF DWI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.3583

Abstract

In inter-ethnic marriages, there is a process and value in society in particular, the Southeast Acehnese Alas tribe which is very complex. This is because there are rules that must be fulfilled by the prospective bride and groom. The traditional wedding ceremony of the Alas tribe with Javanese customs was chosen because it has a uniqueness and uniqueness, namely the diversity of elements of tradition and culture that grows and gives its own meaning in the marriage. This study aims to describe a process and value from the community's point of view in the marriage of the Alas Tribe in Southeast Aceh with the Javanese which was studied using Abraham Maslow's theory of needs. Qualitative research with a descriptive approach is the method in this writing, from the community's point of view about mixed marriages between the Southeast Acehnese Alas Tribe and the Javanese Tribe. The results obtained in this study are the marriage stage of the marriage process that must be carried out because it is a tradition from the ancestors of the Alas tribe. While the values contained in mixed marriages between the Alas Tribe in Southeast Aceh and the Javanese, there is a motivation to marry different ethnic groups because they love each other, know each other and want to live happily and spiritually. ABSTRAKPada pernikahan beda etnis terdapat suatu proses dan nilai di masyarakat, khususnya suku Alas Aceh Tenggara yang sangat kompleks. Hal ini dikarenakan adanya peraturan yang wajib dipenuhi oleh calon pengantin laki-laki maupun perempuan. Upacara pernikahan adat suku Alas dengan adat suku Jawa di pilih karena mempunyai keunikan dan kekhasan yaitu adanya keberagaman unsur tradisi dan budaya yang bertumbuh dan memberikan arti tersendiri dalam pernikahan tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan suatu proses dan nilai dari sudut pandangan masyarakat dalam pernikahan Suku Alas di Aceh Tenggara dengan Suku Jawa yang di kaji dengan teori kebutuhan Abraham Maslow. Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif adalah metode dalam penulisan ini, pada sudut pandang masyarakat tentang pernikahan campuran antara Suku Alas Aceh Tenggara dengan Suku Jawa. Hasil yang di dapat dalam penelitian ini adalah tahap perkawinan proses pernikahan yang wajib dilakukan karena merupakan suatu tradisi dari leluhur suku Alas. Sedangkan nilai yang terkandung dalam pernikahan campuran antara Suku Alas di Aceh Tenggara dengan Suku Jawa terdapat suatu motivasi untuk menikah beda suku karena saling mencintai, dan saling mengenal satu sama lain dan ingin hidup bahagia lahir batin.
GAMBARAN MOTIVASI KERJA GURU SEKOLAH LUAR BIASA X BEATITUDO, EWALDUS SENARAI; DEWI, FRANSISCA IRIANI R
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.3584

Abstract

Special School X is a school that provides learning and development space for children with special needs. SLB X, which has been established for more than 25 years, has several branches. The aim of this research is to find out the overview of the work motivation of teachers of special school students at special school X. The method used in this research is mixed methods with a quantitative preliminary type of design. The researcher collects quantitative data, then create a questionnaire, then seeking for participants to explore further through interviews regarding work motivation variable. Quantitative surveys or questionnaires provide a general description, qualitative interviews will provide further descriptions of work motivation. Quantitative surveys or questionnaires provide a general description, qualitative interviews will provide further descriptions of work motivation. This research involved 34 teacher participants consisting of 14 men and 20 women. Data was collected via Google Form questionnaire which contained items from a work motivation scale with a Likert scale. After being collected, 2 participants with high work motivation and 2 participants with moderate work motivation were interviewed to deepen the work motivation variable. The findings showed that there were 25 teacher participants who had high work motivation and 9 teacher participants who had moderate work motivation. ABSTRAKSekolah Luar Biasa X merupakan sekolah yang menyediakan ruang belajar dan berkembang bagi anak berkebutuhan khusus. SLB X yang telah berdiri lebih dari 25 tahun memiliki beberapa cabang. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan motivasi kerja guru di Sekolah Luar Biasa X. Metode penelitian yang digunakan mixed methods dengan jenis desain quantitative preliminary. Peneliti mengumpulkan data kuantitatif, membuat suatu kuesioner dan mencari partisipan untuk digali lebih lanjut melalui wawancara terkait motivasi kerja. Survei atau kuesioner yang bersifat kuantitatif memberikan gambaran umum, wawancara yang bersifat kualitatif akan memberikan deskripsi lebih lanjut mengenai motivasi kerja. Penelitian ini melibatkan 34 partisipan guru yang terdiri dari 14 laki-laki dan 20 perempuan. Data motivasi kerja dikumpulkan melalui kuesioner google form yang memuat butir dari skala motivasi kerja dengan skala Likert. Setelah dikumpulkan, 2 partisipan dengan motivasi kerja tinggi dan 2 partisipan dengan motivasi kerja sedang, dilakukan diwawancara untuk mendeskripsikan motivasi kerja. Hasil temuan menunjukkan terdapat 25 partisipan guru yang memiliki motivasi kerja tinggi dan 9 partisipan guru yang memiliki motivasi kerja sedang.