cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 364 Documents
PENGARUH MINDFULNESS DALAM KOMUNIKASI ANTARUMAT BERAGAMA DALAM MENCIPTAKAN KERUKUNAN: PENDEKATAN KUANTITATIF WIDIYANTO, WIDIYANTO; JULIANTI, MEGA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v3i4.2720

Abstract

The study aims to investigate the influence of Mindfulness practices in interreligious communication on the creation of congregations. Religious interraciality is an important aspect of the diversity of societies that requires an inclusive and sustainable approach. Mindfulness , as the ability to be fully present in the present moment without judgment, has been widely recognized for enhancing understanding, empathy, and interpersonal connectivity. In the context of inter-religious communication, Mindfulness practices can play a key role in reducing conflict, enhancing mutual understanding, and promoting tolerance. The study uses a qualitative approach by conducting in-depth interviews and content analysis of the narratives of participants involved in an interreligious communication training program that incorporates the element of Mindfulness . The results show that Mindfulness practice allows participants to develop a deeper awareness of stereotypes, prejudices, and negative perceptions of other groups. By enhancing the ability to manage emotional reactions and increasing the conscious presence in interreligious interactions, participants an increase in respect, the courage to listen to different views, and the willingness to find commonalities as well as understand differences. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh praktik Mindfulness dalam komunikasi antarumat beragama terhadap penciptaan kerukunan. Kerukunan antarumat beragama adalah aspek penting dalam keberagaman masyarakat yang membutuhkan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan. Mindfulness , sebagai kemampuan untuk hadir secara penuh dalam momen saat ini tanpa penilaian, telah diakui secara luas untuk meningkatkan pemahaman, empati, dan keterhubungan antarindividu. Dalam konteks komunikasi antarumat beragama, praktik Mindfulness dapat memainkan peran kunci dalam mengurangi konflik, meningkatkan saling pengertian, dan mempromosikan toleransi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dan analisis konten terhadap naratif partisipan yang terlibat dalam program pelatihan komunikasi antarumat beragama yang memasukkan elemen Mindfulness . Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Mindfulness memungkinkan para peserta untuk mengembangkan kesadaran diri yang lebih dalam terhadap stereotip, prasangka, dan persepsi negatif terhadap kelompok lain. Dengan meningkatkan kemampuan untuk mengelola reaksi emosional dan meningkatkan kehadiran sadar dalam interaksi antaragama, peserta melaporkan peningkatan dalam rasa hormat, keberanian untuk mendengarkan pandangan yang berbeda, dan kemauan untuk mencari kesamaan serta memahami perbedaan.
PENGARUH EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP HUBUNGAN ANTARINDIVIDU SISWA DI SEKOLAH DASAR SENERU, WISTINA; ASTIKA, RIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v3i4.2721

Abstract

The purpose of this study was to determine the impact of interpersonal communication effectiveness on relationships among individuals in the Bodhisattva School community, using quantitative methods. The research method involves conducting surveys with questionnaires as data collection tools. Students of various grade levels were randomly selected as respondents. Using statistical analysis, this study found a positive correlation between increased interpersonal communication effectiveness and individual relationship quality in the school environment. The findings indicate that the effectiveness of interpersonal communication is increasing, as is the quality of interpersonal relationships at Bodhisattva Dasar School. The findings indicate that there is a significant relationship between interpersonal communication variables and siswa SD Bodhisattva relationships. The hypothesis yields t hitung> t tabel, or 24,673>0,449, implying that Ho was eliminated and Ha was retained, resulting in improved interpersonal communication based on the relationship between individual SD Bodhisattva. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menegtahui pengaruh efektivitas komunikasi interpersonal terhadap relasi antarindividu di kalangan siswa di Sekolah Dasar Bodhisattva, menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian melibatkan penyelenggaraan survei dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Siswa dari berbagai tingkat kelas dipilih secara acak sebagai responden. Melalui penerapan analisis statistik, temuan penelitian ini mencerminkan adanya korelasi positif antara tingkat efektivitas komunikasi interpersonal dan kualitas relasi antarindividu di lingkungan sekolah. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi efektivitas komunikasi interpersonal, semakin kuat pula kualitas relasi interpersonal di Sekolah Dasar Bodhisattva. Penelitian ini memberikan sumbangan untuk pemahaman lebih lanjut mengenai peran komunikasi interpersonal dalam membentuk relasi sosial di kalangan siswa sekolah dasar. Implikasi dari temuan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan program pelatihan komunikasi interpersonal di lingkungan pendidikan, dengan tujuan memperkuat jejaring sosial dan relasi positif antarindividu di Sekolah Dasar Bodhisattva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel komunikasi interpersonal terhadap hubungan antarindividu siswa SD Bodhisattva. Hasil hipotesis menunjukan t hitung> t tabel atau 24,673>0,449, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga terdapat pengaruh komunikasi interpersonal terhadap hubungan antarindividu siswa SD Bodhisattva.
PENGARUH MINDFULNESS DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI PADA ORGANISASI PEMUDA BUDDHAYANA YUDHAWATI, INE; PRIONO, PRIONO
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v3i3.2722

Abstract

Effective communication is an important factor in achieving organizational success. Challenges on organizational communication arise from a lack of full presence, snap judgments, and uncontrolled emotions. This research aims to explore the influence of mindfulness in increasing the effectiveness of organizational communication. The research method used is quantitative research with a survey approach. The respondents in this research were members of the Buddhayana youth organization, East Lampung Regency. The population of this study was 212, with a sample of 138, obtained using the Proportional Random Sampling technique. The research instrument used was a questionnaire consisting of a communication effectiveness measurement scale and a mindfulness level measurement scale. The results of simple regression analysis show that 41.9% of mindfulness has a significant positive effect on increasing communication effectiveness in the Buddhayana Youth organization, and the remaining 58.1% is influenced by other factors. The results of this research illustrate that mindfulness has an important influence in increasing the effectiveness of organizational communication. Respondents who have a higher level of mindfulness tend to have a higher level of communication effectiveness as well. ABSTRAKKomunikasi yang efektif merupakan faktor penting dalam mencapai kesuksesan organisasi. Tantangan dalam komunikasi organisasi muncul akibat kurangnya kehadiran penuh, penilaian yang cepat, dan emosi yang tidak terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh mindfulness dalam meningkatkan efektivitas komunikasi organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Responden dalam penelitian ini adalah anggota organisasi pemuda Buddhayana Kabupaten Lampung Timur. Populasi penelitian ini berjumlah 212 dengan sampel sebesar 138, diperoleh dengan teknik pengambilan sampel Proportional Random Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang terdiri dari skala pengukuran efektivitas komunikasi dan skala pengukuran tingkat mindfulness. Hasil anĂ¡lisis regresi sederhana menunjukkan nilai sebesar 41,9% mindfulness berpengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan efektivitas komunikasi pada organisasi Pemuda Buddhayana, dan sisanya 58,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa mindfulness memiliki pengaruh penting dalam meningkatkan efektivitas komunikasi organisasi. Responden yang memiliki tingkat mindfulness yang lebih tinggi cenderung memiliki tingkat efektivitas komunikasi yang lebih tinggi pula.
PENGARUH KOMUNIKASI INTRAPERSONAL TERHADAP KONSEP DIRI PEMUDA KARANG TARUNA RAPIADI, RAPIADI; KASRAH, RINI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v3i4.2723

Abstract

Intrapersonal communication, or communication with oneself, is the foundation for effective communication with others.The concept of intrapersonal communication is based on the understanding that communication occurs not only between individuals, but also within oneself. This concept relates to the understanding that individuals have complex internal processes in communicating with themselves, which influence the way they communicate with others. Intrapersonal communication is a communication process that occurs within an individual. It involves using language and thought to understand oneself, manage emotions, and make decisions. Understanding yourself aims to direct yourself to be able to interact with other people in communicating to improve the quality of your self-concept, because communication will have good understanding if it starts from within yourself. This research uses a quantitative approach with a survey method conducted in Kubu Liku Jaya village, West Lampung Regency, Lampung Province, and aims to find out whether there is and how big the influence of intrapersonal communication is Regarding the Self-Concept of Karang Taruna Youth in Kubu Liku Jaya Village, West Lampung Regency. The research results show thatSelf-Concept is related to increasing intrapersonal communication, this can be seen from the coefficient of determination value of 0.681 so that the diversity in Self-Concept contributes 68.1%. Meanwhile, 31.9% is influenced by other factors outside intrapersonal communicationnot examined in this study. ABSTRAKKomunikasi intrapersonal, atau komunikasi dengan diri sendiri, merupakan fondasi bagi komunikasi yang efektif dengan orang lain. Konsep komunikasi intrapersonal didasarkan pada pemahaman bahwa komunikasi tidak hanya terjadi antara individu-individu, tetapi juga dalam diri sendiri. Konsep ini berkaitan dengan pemahaman bahwa individu memiliki proses internal yang kompleks dalam berkomunikasi dengan diri sendiri, yang mempengaruhi cara mereka berkomunikasi dengan orang lain. Komunikasi intrapersonal adalah proses komunikasi yang terjadi dalam diri individu. Ini melibatkan penggunaan bahasa dan pikiran untuk memahami diri sendiri, mengelola emosi, dan membuat keputusan. Memahami diri sendiri bertujuan untuk mengarahkan diri agar mampu berinteraksi dengan orang lain dalam berkomunikasi meningkatkan kualitas konsep diri, sebab komunikasi akan memiliki pengertian yang baik jika diawali dari dalam diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang dilakukan di desa Kubu Liku Jaya Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung, dan bertujuan untuk mengetahui apakah ada dan seberapa besar pengaruh komunikasi intrapersonal Terhadap Konsep Diri Pemuda Karang Taruna di Desa Kubu Liku Jaya Kabupaten Lampung Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsep Diri memiliki kaitan dengan peningkatan komunikasi intrapersonal, hal tersebut dapat dilihat dari nilai koefesien determinasi sebesar 0,681 sehingga keragaman yang ada pada Konsep Diri dengan kontribusi sebesar 68,1%. Sedangkan 31,9% dipengaruhi oleh faktor lain diluar Komunikasi Intrapersonal yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
PENGARUH LITERASI DIGITAL TERHADAP PERILAKU PENCARIAN INFORMASI DI KALANGAN MAHASISWA SAPUTRI, VIKE APRILIANIN MARWINTARIA; MANGGALANI, RINA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v3i4.2724

Abstract

The study aims to explore the influence of digital literacy on information-seeking behavior among students of STIAB Jinarakkhita. Digital literacy is considered a key factor that affects students' ability to access, evaluate, and utilize information found online. The study uses quantitative methods involving students. Through surveys and statistical analysis, the study assessed students' level of digital literacy and identified patterns of their information-seeking behavior. Variables such as technical skills, critical evaluation of information sources, and frequency of use of digital platforms were analyzed to understand to what extent digital literature contributed to the effectiveness in the search for information. The research results are expected to provide a deeper insight into how digital literacy affects student information-seeking behavior. The implications of this research involve a better understanding of students' digital literacy needs, which can help develop more focused learning strategies and programmes in a higher education environment. Thus, this research can contribute to a practical and theoretical understanding of the importance of digital literacy in improving the quality of student information searches in the digital age. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh literasi digital terhadap perilaku pencarian informasi di kalangan mahasiswa STIAB Jinarakkhita. Literasi digital dianggap sebagai faktor kunci yang mempengaruhi kemampuan mahasiswa dalam mengakses, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi yang ditemukan secara daring. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan mahasiswa. Melalui survei dan analisis statistik, penelitian ini menilai tingkat literasi digital mahasiswa dan mengidentifikasi pola perilaku pencarian informasi mereka. Variabel-variabel seperti keterampilan teknis, evaluasi kritis terhadap sumber informasi, dan frekuensi penggunaan platform digital dianalisis untuk memahami sejauh mana literasi digital berkontribusi terhadap efektivitas dalam pencarian informasi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana literasi digital memengaruhi perilaku pencarian informasi mahasiswa. Implikasi penelitian ini melibatkan pemahaman yang lebih baik terhadap kebutuhan literasi digital mahasiswa, yang dapat membantu pengembangan strategi pembelajaran dan program literasi digital yang lebih terfokus di lingkungan pendidikan tinggi. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman praktis dan teoretis terkait pentingnya literasi digital dalam meningkatkan kualitas pencarian informasi mahasiswa di era digital.
KONSEP DIRI, KEMATANGAN EMOSI, DAN PENYESUAIAN DIRI PADA INDIVIDU YANG MENIKAH DI USIA MUDA MARWAN, MAULIDA SALSABILA ALMIRA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2754

Abstract

Getting married at a young age is a phenomenon that is often encountered in Indonesia. This is an important concern for many researchers, especially regarding the adjustment of individuals who marry at a young age. This study aims to determine the influence of self-concept and emotional maturity on self-adjustment in individuals who marry at a young age. This study involved 105 people who married at a young age. The sampling technique was determined using a purposive sampling, with criteria, namely men who married at the age of less than 25 years and women who married at the age of less than 21 years. Data collection for this study used a questionnaire method. This study uses data analysis techniques with multiple linear regression tests using the Statistical Product and Service Solutions (SPSS) computer program version 24.0 for Windows. The results of this study show that there is an influence between self-concept and emotional maturity on self-adjustment by 0.668 (p<0.05). This study shows that self-concept has a stronger influence than emotional maturity. ABSTRAKMenikah di usia muda menjadi salah satu fenomena yang seringkali dijumpai di Indonesia. Hal ini menjadi perhatian penting bagi banyak peneliti, terutama mengenai penyesuaian diri pada individu yang menikah di usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsep diri dan kematangan emosi terhadap penyesuaian diri pada individu yang menikah di usia muda. Penelitian ini melibatkan 105 orang yang menikah di usia muda. Teknik pengambilan sampel ditentukan dengan purposive sampling, dengan kriteria laki-laki yang menikah di usia kurang dari 25 tahun dan perempuan yang menikah di usia kurang dari 21 tahun. Pengumpulan data untuk penelitian ini menggunakan metode kuesioner. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan uji regresi linear berganda dengan menggunakan program komputer Statistical Product and Service Solutions (SPSS) version 24.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara konsep diri dan kematangan emosi terhadap penyesuaian diri sebesar 0.668 (p<0.05). Penelitian ini menunjukkan bahwa konsep diri memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan kematangan emosi.
PENGARUH HARGA DIRI DAN KEPUASAN HIDUP TERHADAP KESEPIAN PADA DEWASA AWAL LAJANG TAUFIQAH, HASNA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2755

Abstract

Loneliness is one of the frequently encountered phenomena in early adulthood among singles. This has become a significant concern for many researchers, particularly regarding high levels of loneliness. This study aims to investigate the influence of self-esteem and life satisfaction on loneliness. The study involved 178 single young adults. Data collection was done using a questionnaire. The analytical technique used in this study was multiple regression analysis. The results of this study indicate that there is an influence of self-esteem and life satisfaction on loneliness, accounting for 36%. This research shows that there is no influence of self-esteem on loneliness, as loneliness can persist even if someone has high self-esteem if they feel they lack deep social connections or emotional support. However, there is an influence of life satisfaction on loneliness in early single adulthood, because if someone is not satisfied with their life or cannot establish meaningful relationships with others, loneliness can become a more significant problem. ABSTRAKKesepian menjadi salah satu fenomena yang seringkali dijumpai pada dewasa awal yang lajang. Hal ini menjadi perhatian penting bagi banyak peneliti, terutama mengenai rasa kesepian yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga diri dan kepuasan hidup terhadap kesepian. Penelitian ini melibatkan 178 orang dewasa awal lajang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan uji regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara harga diri dan kepuasan hidup terhadap kesepian sebanyak 36%. Riset ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara harga diri terhadap kesepian, dikarenakan rasa kesepian bisa tetap ada bahkan jika harga diri seseorang tinggi jika mereka merasa tidak memiliki hubungan sosial yang mendalam atau dukungan emosional. Namun, terdapat pengaruh kepuasan hidup terhadap kesepian pada dewasa awal lajang, dikarenakan seseorang tidak merasa puas dengan hidupnya atau tidak dapat membangun hubungan yang bermakna dengan orang lain, maka rasa kesepian dapat menjadi masalah yang lebih besar.
EMPATI, KUALITAS PERTEMANAN DAN CYBERBULLYING PADA REMAJA AKHIR PENGGUNA TIKTOK YUSTININGSIH, FATIMA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2756

Abstract

The increasingly rapid development of information and communication technology has had both positive and negative impacts, one of which is the emergence of the phenomenon of cyberbullying as a negative impact of this development. This study aims to determine the influence of empathy and friendship quality on cyberbullying in late adolescent TikTok users. This research involved 103 late teenage TikTok users. The sampling technique was determined using a non-probability sampling technique, namely purposive sampling, with the criteria of late teens using TikTok. Data collection in this research used a questionnaire method. The results of this study show that there is an influence between empathy and friendship quality on cyberbullying of 0.349 (p<0.05). This research shows that empathy has a greater influence than the quality of friendship. ABSTRAKBerkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat, memberikan dampak positif dan negatif, salah satunya muncul fenomena cyberbullying sebagai dampak negatif dari perkembangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh empati dan kualitas pertemanan terhadap cyberbullying pada remaja akhir pengguna TikTok. Penelitian ini melibatkan 103 orang remaja akhir pengguna TikTok. Teknik pengambilan sampel ditentukan dengan teknik non-probability sampling yaitu purposive sampling, dengan kriteria remaja akhir yang menggunakan TikTok. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara empati dan kualitas pertemanan terhadap cyberbullying sebesar 0,349 (p<0.05). Penelitian ini menunjukkan bahwa empati memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan kualitas pertemanan.
PERILAKU ALTRUISME PADA RELAWAN: PERAN GRATITUDE DAN EMPATI SAKINAH, INVIA DWI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2757

Abstract

Volunteers are people or groups of individuals who help and involve a commitment to spontaneously help individuals, families, communities in solving social problems without expecting profit. The behavior of helping other people sincerely and sincerely without expecting anything in return is called altruism. Actions in a positive direction such as helping others can arise when the individual has positive emotions such as gratitude and empathy. This research aims to empirically test the role of gratitude and empathy on altruism behavior in volunteers. There were 107 research participants. The research design used was cross sectional and non-experimental. The research results show that each variable such as gratitude and empathy contributes to altruistic behavior in volunteers. Data analysis in this study used simple regression techniques. The results prove that the hypothesis in this study is accepted, namely that there is a role of gratitude and empathy in altruistic behavior in volunteers, as evidenced by a significance value of 0.000 (p<0.05) and an R Square value of 0.221, which means that there is a contribution of gratitude to the positive affect dimension of 22 .1% and the other 77.9% were caused by other factors outside the research. ABSTRAKRelawan adalah orang atau sekelompok individu yang menolong dan melibatkan komitmen untuk membantu secara spontan individu, keluarga, masyarakat dalam memecahkan permasalahan sosial tanpa mengharapkan keuntungan. Perilaku menolong orang lain dengan ikhlas dan tulus tanpa mengharapkan imbalan apapun disebut dengan altruisme. Tindakan ke arah yang positif seperti menolong orang lain dapat muncul ketika dalam diri individu terdapat emosi positif seperti gratitude dan empati. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris peran gratitude dan empati terhadap perilaku altruism pada relawan. Partisipan penelitian berjumlah 107 orang. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dan non-eksperimental. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa masing-masing variable seperti gratitude dan empati memiliki sumbangan terhadap perilaku altruisme pada relawan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik regresi sederhana. Hasil membuktikan bahwa hipotesis pada penelitian ini diterima, yaitu ada peran gratitude dan empati terhadap perilaku altruisme pada relawan, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) serta nilai R Square sebesar 0,221 yang artinya terdapat kontribusi gratitude terhadap dimensi afek positif sebesar 22,1% dan 77,9% lainnya disebabkan oleh faktor lain di luar penelitian.
PREVALENSI TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUP PROF.DR. I.G.N.G NGOERAH TAHUN 2023 ARIANI, NI KETUT PUTRI; LESMANA, COKORDA BAGUS JAYA; SITANGGANG, AMITA ROULI PURNAMA; SILAEN, REBECCA MUTIA AGUSTINA; YOSEF, HERMAN
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2758

Abstract

The level of anxiety in breast cancer patients undergoing chemotherapy poses a risk of unfavorable outcomes. Based on data collected in 2019 from three electronic databases (PubMed, Web of Science, and Scopus), a total of 36 studies covering 16,298 breast cancer patients between 2000 and 2018 were included in the research. The prevalence of anxiety among breast cancer patients was 41.9% (CI: 95%), highlighting the significance of both psychological and physical factors in breast cancer patients. The objective of this study was to determine the prevalence of anxiety in breast cancer patients undergoing chemotherapy at Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Hospital. This was an observational descriptive study with a cross-sectional design to assess the level of anxiety in breast cancer patients receiving chemotherapy in the hospital. Anxiety was measured using the Beck Anxiety Inventory (BAI). Out of the 42 participants in the study, it was found that 54.8% experienced minimal anxiety, 31.0% had mild anxiety, 9.5% had moderate anxiety, and 4.8% had severe anxiety. Patients with severe anxiety were mostly in the age range of 0-30 years (50%), had completed junior high school education (20%), were unemployed (5.6%), unmarried (20%), had comorbidities (5.6%), and received chemotherapy more than 10 times (20%). ABSTRAKTingkat kecemasan pada pasien kanker payudara yang sedang melakukan kemoterapi berisiko pada terjadinya peningkatan kondisi yang tidak mengutungkan. Prevalensi kecemasan pada pasien kanker payudara berdasarkan data yang dikumpulkan pada tahun 2019 dari tiga database elektronik (PubMed, Web of Science, dan Scopus) sebanyak 36 penelitian yang mencakup 16.298 pasien kanker payudara antara tahun 2000 dan 2018 terdaftar dalam penelitian tersebut, prevalensi kecemasan di antara pasien kanker payudara adalah 41,9% (CI: 95%) menunjukkan pentingnya faktor psikologis serta fisik pada pasien kanker payudara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi kecemasan pada pasien kanker payudara yang sedang melakukan kemoterapi di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross-sectional untuk mengetahui tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara yang melakukan kemoterapi di rumah sakit. Kecemasan diukur dengan pengukuran tingkat kecemasan menurut Beck Anxiety Inventory (BAI). Sebanyak 42 sampel yang mengikuti penelitian, didapatkan sebanyak 54,8% mengalami cemas minimal, 31,0% mengalami kecemasan ringan, 9,5% mengalami kecemasan sedang, dan 4,8% mengalami kecemasan berat. Pasien yang memiliki tingkat kecemasan berat sebagian besar adalah pada rentang umur 0-30 tahun (50%), tingkat pendidikan SMP (20%), tidak bekerja sebesar (5,6%), belum menikah (20%), dengan penyakit penyerta (5,6%), dan frekuensi kemoterapi >10 kali (20%)

Page 11 of 37 | Total Record : 364