cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 364 Documents
PENGARUH WORK FAMILY CONFLICT DAN STRES KERJA TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DENGAN WORK LIFE BALANCE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA KARYAWATI BANK X WILAYAH KERJA PEMALANG Kurnia, Irma; Whidiastuti, Hardani; Nusandari, Arumwardhani
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4817

Abstract

This study aims to examine the effect of Work Family Conflict (WFC) and job stress on psychological well-being with Work Life Balance (WLB) as a mediating variable among female employees of Bank X in the Pemalang work area. The research employed a quantitative method with an explanatory approach. The sample consisted of 45 female employees selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires and interviews, and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS. The results showed that WFC and job stress negatively affect psychological well-being. Moreover, WLB significantly mediates the relationship between WFC and job stress on psychological well-being. The study concludes that work-life balance plays a crucial role in maintaining mental health among women facing dual roles. The findings suggest that banking organizations should offer flexible working conditions and social support to mitigate the adverse effects of work-family conflict and job stress. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Work Family Conflict (WFC) dan stres kerja terhadap psychological well-being dengan Work Life Balance (WLB) sebagai variabel intervening pada karyawati Bank X wilayah kerja Pemalang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan explanatory. Sampel penelitian ini terdiri dari 45 karyawati yang diambil melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara, serta dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WFC dan stres kerja berpengaruh negatif terhadap psychological well-being. WLB terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara WFC dan stres kerja terhadap psychological well-being. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keseimbangan kehidupan kerja memegang peran penting dalam menjaga kesehatan mental karyawati yang menghadapi peran ganda. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya organisasi perbankan memberikan fleksibilitas kerja dan dukungan sosial guna mengurangi dampak negatif konflik kerja-keluarga dan stres kerja.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW : KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA GURU Prabasari Nuswantari, Putri; Anugerah Izzati, Umi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4818

Abstract

Subjective well-being for teachers is essential in improving the quality of education for students. Therefore, enhancing subjective well-being, supported by other contributing factors, becomes crucial. This article aims to explore the significant role of teachers’ subjective well-being. The research employs a descriptive research design with a Systematic Literature Review (SLR) approach. This study adopts a systematic review of literature (SLR), utilizing secondary data sourced from previously published and publicly accessible scientific articles. The databases used include Google Scholar, ScienceDirect, ResearchGate, and several others, resulting in the selection of 12 relevant articles. Based on the analyzed data, the findings indicate that teachers with high levels of subjective well-being tend to be more motivated, creative, and committed to their profession, ultimately contributing to overall educational success. Therefore, maintaining and enhancing teachers’ subjective well-being is not only an individual concern but also a collective responsibility within the educational system. ABSTRAK Kesejahteraan subjektif bagi guru sangat diperlukan guna meningkatkan kualitas pendidikan bagi peserta didik, dengan itu pentingnya peningkatan kesejahteraan subjektif dibantu dengan faktor lainnya, artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran penting kesejahteraan subjektif bagi guru. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif dengan pendekatan systematic literature review (SLR). Penelitian ini mengadopsi tinjauan literatur sistematis (SLR). Penelitian ini Memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari artikel ilmiah yang telah di publikasikan dan dapat diakses secara online, database tersebut berupa Google Scholars, ScienceDirect, ResearchGate, dan beberapa database lainnya dan mendapati 12 artikel. Berdasarkan data yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa guru yang memiliki kesejahteraan subjektif tinggi cenderung lebih termotivasi, kreatif, dan berkomitmen terhadap profesinya, yang pada akhirnya berkontribusi pada keberhasilan pendidikan secara menyeluruh. Oleh karena itu, menjaga dan meningkatkan kesejahteraan subjektif guru bukan hanya menjadi kepentingan individu, tetapi juga merupakan tanggung jawab kolektif dalam sistem pendidikan.
PENGARUH GRIT TERHADAP JOB HOPPING PADA GENERASI Z KOTA BALIKPAPAN Saputro, Edi; Dwi Nur Rahmah, Dian
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4819

Abstract

The phenomenon of frequently changing jobs, commonly referred to as job hopping, began gaining widespread attention in 2023. This phenomenon can be detrimental to companies, as a lack of human resources may lower a company's performance. This study aims to examine the influence of grit on job hopping among Generation Z in Balikpapan City. This research uses a quantitative approach. The subjects of the study were 200 members of Generation Z in Balikpapan City, selected using purposive sampling. The data collection methods used were the job-hopping scale and the grit scale. The data analysis technique employed was simple regression. The collected data was processed using the SPSS program. The results of the study showed that grit has an effect on job hopping among Generation Z in Balikpapan City, with a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating that grit has a significant influence on job hopping. Grit affects job hopping among Generation Z in Balikpapan City with an R² value of 14.2%, which falls under the very low category. This research highlights the importance of considering grit in human resource management, especially among Generation Z. This study shows that it is important to pay attention to grit in HR management in order to reduce the intention to change jobs and support the stability of the workforce in the company. ABSTRAK Fenomena tentang suka berpindah-pindah pekerjaan ataau biasa disebut job hopping mulai ramai dibicarakan pada tahun 2023. Fenomena ini dapat merugikan suatu perusahaan dikarenakan kurangnya sdm dapat menurunkan performa suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh grit terhadap job hopping pada generasi Z Kota Balikpapan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek pada penelitian ini adalah 200 generasi Z Kota Balikpapan yang dipilih dengan menggunaakan purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala job hopping dan skala grit. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi sederhana. Data yaang terkumpul diolah dengan bantuan program spss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh grit terhadap job hopping pada generasi Z Kota Balikpapan dengan nilai p = 0.000 (p < 0.05) yang berarti grit memiliki pengaruh yang signifikan terhadap job hopping. Grit mempengaruhi job hopping pada generasi Z Kota Balikpapan dengan nilai R2 sebesar 14.2% dengan kategori sangat rendah. Penelitian ini memperlihatkan bahwa pentingnya memperhatikan grit dalam pengelolaan SDM agar mengurangi intensi berpindah kerja dan mendukung stabilitas tenaga kerja di perusahaan.
DAMPAK OVERSTIMULASI KONTEN DIGITAL TERHADAP PEMUSATAN PERHATIAN ANAK Apik Lestari, Citra; Zikrinawati, Khairani; Ikhrom, Ikhrom
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4941

Abstract

This study aims to examine the impact of digital content overstimulation on the attention span of children aged 6 to 12 years. Using a qualitative approach, the study began with the distribution of questionnaires to map gadget usage patterns and initial indications of attention disorders. The questionnaire results served as the basis for in-depth interviews with two children and three parents to gain deeper insights into the effects of digital content on children’s focus. The findings reveal that using gadgets for 3 to 4 hours per day especially for accessing fast-paced, visually stimulating, and interactive content such as YouTube, TikTok, and Netflix contributes to decreased concentration, increased distractibility, and difficulty completing tasks. The children also exhibited signs of irritability, frustration, and a tendency to shift activities without clear direction. The study concludes that digital content overstimulation negatively affects children's attention span and emotional regulation, highlighting the need for parental supervision and mindful management of digital media consumption to support optimal child development. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak overstimulasi konten digital terhadap kemampuan pemusatan perhatian anak usia 6–12 tahun. Pendekatan kualitatif digunakan dengan tahap awal penyebaran kuesioner untuk memetakan pola penggunaan gadget dan indikasi awal gangguan perhatian. Data kuesioner menjadi dasar wawancara mendalam terhadap dua anak dan tiga orang tua guna menggali pemahaman lebih lanjut mengenai pengaruh konten digital terhadap fokus anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget selama 3–4 jam per hari, terutama untuk mengakses konten cepat, mencolok, dan interaktif (misalnya YouTube, TikTok, dan Netflix), berkontribusi pada penurunan konsentrasi, mudah terdistraksi, serta kesulitan menyelesaikan tugas. Anak juga menunjukkan gejala mudah marah, cepat frustrasi, dan sering berpindah aktivitas tanpa arah jelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa overstimulasi konten digital berdampak negatif terhadap pemusatan perhatian dan regulasi emosi anak, sehingga diperlukan peran aktif orang tua dalam mengawasi serta mengelola konsumsi media digital secara bijak untuk mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.
KONTRIBUSI RELIGIUSITAS DAN KEPUASAN PERKAWINAN TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA WANITA YANG MENIKAH MELALUI TA’ARUF Iswari, Dyah
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4950

Abstract

This study aims to identify the influence of religiosity and marital satisfaction on the psychological well-being of women who married through the ta’aruf process. The approach used in this research is quantitative. The sample consists of women who married through ta’aruf and have been married for at least one year. The hypothesis testing results show that religiosity and marital satisfaction have a significant effect on the psychological well-being of women who married through ta’aruf, with a P-value (?0.01) and F = 22.159. The contribution of religiosity and marital satisfaction to psychological well-being is 22.1%, while the remaining 77.9% is influenced by other factors not included in this study. This means that religiosity and marital satisfaction provide a very significant contribution to the psychological well-being of women married through ta’aruf. Therefore, it can be concluded that the higher the level of religiosity and marital satisfaction, the greater their influence on the psychological well-being experienced within the marital relationship. ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi pengaruh religiusitas dan kepuasan dalam perkawinan terhadap kesejahteraan psikologis pada perempuan yang menikah melalui proses ta’aruf. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Sampel yang diambil dalam penelitian ini terdiri dari wanita yang menikah melalui ta’aruf dan telah menjalani masa pernikahan minimal satu tahunHasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa religiusitas dan kepuasan perkawinan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis pada wanita yang menikah melalui ta’aruf, dengan nilai P (?0,01) dan F = 22,159. Kontribusi religiusitas dan kepuasan perkawinan terhadap kesejahteraan psikologis sebesar 22,1%, sementara 77,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Artinya, religiusitas dan kepuasan perkawinan memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap kesejahteraan psikologis pada wanita yang menikah melalui ta’aruf. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat religiusitas dan kepuasan perkawinan seseorang, semakin besar pula pengaruhnya terhadap tingkat kesejahteraan psikologis yang dirasakan dalam hubungan pernikahan.
WISDOM (KEBIJAKSANAAN) PADA REMAJA YANG MEMILIKI ORANT TUA PEMUKA AGAMA Stefanny, Stefanny; Sahrani, Riana; Yunithree, Meiske
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4989

Abstract

Wisdom was considered an aspect that will emerge once we become elderly. Wisdom was also thought to be passed on from parents to children. This research aimed to determine the description of wisdom in teenagers who have parents who were religious leaders. This research used qualitative methods. The subject selection technique used was purposive sampling. The data collection process was carried out by interviewing and observing the subjects. The subjects in this research were four teenagers aged around 12-20 years who had parents who were religious leaders. The results of this research show that the four subjects have the potential to develop wisdom in themselves. These four subjects fulfill the three dimensions of wisdom: cognitive, reflective, and affective. The factors forming wisdom are family upbringing and religion. The implication of the intervention is family psychoeducation so that children can develop their wisdom, along with the wisdom of their parents. ABSTRAK Wisdom (kebijaksanaan) dianggap sebagai suatu aspek yang akan muncul begitu kita menjadi lanjut usia (lansia). Kebijaksanaan juga dianggap bisa diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebijaksanaan pada remaja yang memiliki orangtua pemuka agama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengetahui secara mendalam kebijaksanaan subyek. Teknik pemilihan subyek yang digunakan adalah purposive sampling. Proses pengambilan data dilakukan dengan mewawancarai dan observasi terhadap subyek. Subyek dalam penelitian ini adalah empat remaja berusia sekitar 12-20 tahun yang memiliki orangtua pemuka agama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keempat subyek berpotensi untuk mengembangkan kebijaksanaan pada dirinya. Keempat subyek tersebut memenuhi ketiga dimensi kebijaksanaan, yaitu kognitif, reflektif dan afektif. Faktor pembentuk kebijaksanaan yang secara signifikan berpengaruh pada keempat subyek adalah faktor didikan keluarga dan agama. Implikasi intervensi dalam penelitian ini adalah adanya psikoedukasi keluarga agar anak dapat mengembangkan kebijaksanaannya, seiring dengan kebijaksanaan yang ada pada orang tuanya.
PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PT. CARSURIN LABORATORIUM & MARINE DI TANAH GROGOT Duta Jati Kusuma, Erlangga; Dwi Nur Rahmah, Dian
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4990

Abstract

Employees are a vital component for the sustainability of a company. If employees feel uncomfortable, do not receive proper recognition, and are not given opportunities to develop their skills, they may struggle to fully concentrate on their tasks. Such conditions can affect the level of job satisfaction among employees. Compensation has been proven to play a role in determining employee job satisfaction at PT. Carsurin Laboratorium & Marine in Tanah Grogot. This study aims to evaluate the extent to which compensation influences employee job satisfaction at PT. Carsurin Laboratorium & Marine, located in Tanah Grogot.A quantitative approach was applied in this research, involving 40 employees of PT. Carsurin Laboratorium & Marine in Tanah Grogot as the subjects, selected using the total sampling technique. Data collection was conducted through compensation and job satisfaction scale instruments, which were subsequently analyzed using simple linear regression with the assistance of SPSS version 26.0 for Windows.The research findings indicate that compensation plays a role in influencing employee job satisfaction at PT. Carsurin Laboratorium & Marine in Tanah Grogot, as evidenced by an F value greater than the F table and a contribution of 80.3%. Therefore, it is recommended that the company improve its direct compensation system, indirect compensation, and incentive schemes in order to enhance employee job satisfaction. ABSTRAK Karyawan adalah komponen vital bagi kelangsungan sebuah perusahaan. Jika karyawan merasa tidak betah, tidak mendapatkan penghargaan yang layak, serta tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mereka, mereka akan kesulitan untuk berkonsentrasi sepenuhnya dalam melaksanakan tugasnya. Keadaan tersebut bisa memengaruhi tingkat kepuasan kerja karyawan. Pemberian kompensasi terbukti berperan dalam menentukan kepuasan kerja karyawan di PT. Carsurin Laboratorium & Marine di Tanah Grogot. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana kompensasi memengaruhi tingkat kepuasan kerja karyawan di PT. Carsurin Laboratorium & Marine yang berlokasi di Tanah Grogot. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 40 karyawan PT. Carsurin Laboratorium & Marine di Tanah Grogot sebagai subjek, yang dipilih melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen skala kompensasi dan kepuasan kerja, yang selanjutnya dianalisis menggunakan teknik regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26.0 for Windows. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kompensasi berperan dalam memengaruhi kepuasan kerja karyawan PT. Carsurin Laboratorium & Marine di Tanah Grogot, sebagaimana dibuktikan oleh nilai F hitung yang melebihi F tabel dan kontribusi pengaruh sebesar 80,3%. Dengan demikian, perusahaan dianjurkan untuk memperbaiki sistem kompensasi langsung, kompensasi tidak langsung, serta pemberian insentif guna mendorong peningkatan tingkat kepuasan kerja karyawan.
EFEKTIVITAS COGNITIVE AND BEHAVIORAL INTERVENTIONS DALAM MENGURANGI RASA TAKUT JATUH (FEAR OF FALLING) PADA PASIEN LANJUT USIA: SEBUAH LAPORAN KASUS BERBASIS BUKTI Putri, Dewa Ayu Dwi Megantari; Widyarini, I Gusti Agung Ayu; Aji, I Putu Dharma Krisna; Ardani, I Gusti Ayu Indah; Ariani, Ni Ketut Putri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4991

Abstract

Elderly individuals have a high risk of falling along with declining physical condition. This decline in physical condition can result in the emergence of a fear of falling which then has an impact on various psychological problems. This can reduce the quality of life of individuals, so further intervention is needed to reduce psychological problems related to falling. Therefore, this evidence-based case report was compiled to determine the effectiveness of cognitive and behavioral therapy interventions in elderly individuals who have a fear of falling. Methods: Article searches were conducted in five scientific journal databases, namely PubMed, Wiley Online Library, Google Scholar, EbscoHost, and Cochrane. Article searches were conducted with specific keywords to obtain appropriate results. Study selection was carried out using predetermined inclusion and exclusion criteria. Results: From the selection process, 1 systematic review study was obtained that was in accordance with the clinical question. The study showed moderate but significant results in reducing fear after short-term intervention (SMD: ?0.30, 95% CI ?0.50, ?0.10) and in the long term (SMD: ?0.29, 95% CI (?0.49, ?0.09). Conclusion: Cognitive and behavioral interventions can be an intervention option to overcome fear of falling in the elderly. ABSTRAKIndividu lanjut usia memiliki resiko jatuh yang tinggi seiring dengan menurunnya kondisi fisik. Penurunan kondisi fisik ini dapat mengakibatkan munculnya rasa takut jatuh yang kemudian berdampak pada berbagai masalah psikologis. Hal tersebut dapat menurunkan kualitas hidup pada individu, sehingga sangat diperlukan intervensi lebih lanjut untuk mengurangi masalah psikologis terkait dengan jatuh. Oleh karena itu, laporan kasus berbasis bukti ini disusun untuk mengetahui efektivitas intervensi terapi kognitif dan perilaku pada individu lanjut usia yang memiliki rasa takut jatuh (fear of falling). Metode: Pencarian artikel dilakukan di lima database jurnal ilmiah yaitu PubMed, Wiley Online Library, Google Scholar, EbscoHost, dan Cochrane. Pencarian artikel dilakukan dengan kata kunci spesifik untuk mendapatkan hasil yang sesuai. Seleksi studi dilakukan dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditentukan. Hasil: Dari proses seleksi didapatkan 1 studi tinjauan sistematis yang sesuai pertanyaan klinis. Studi menunjukan hasil pengaruh sedang namun signifikan di dapatkan pada penurunan rasa takut setelah dilakukan intervensi jangka pendek (SMD: ?0.30, 95% CI ?0.50, ?0.10) dan pada jangka panjang (SMD: ?0.29, 95% CI (?0.49, ?0.09). Kesimpulan: Intervensi kognitif dan perilaku dapat menjadi pilihan intervensi untuk mengatasi rasa takut jatuh pada lanjut usia.
KEPEDULIAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR DAN PEMBINAAN AKHLAK ANAK DI MTsS YAPENA ARUN Hadi Aditya, Abdul; Nurhayati, Nurhayati; Nurlaila, Nurlaila
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4993

Abstract

Parents' Concern for Learning Outcomes and Moral Development of Children at Mtss Yapena Arun is the title of this study. The purpose of this study is to characterize the ways in which parents at MTsS Yapena Arun are concerned about their children's moral growth and academic performance, as well as to identify the barriers to this concern. This qualitative study uses a case study methodology to investigate how parents are concerned with their children's moral development and academic performance. The parents of students at MTsS Yapena Arun serve as the primary source of data for this study. techniques for gathering data through documentation, interviews, and observation. Condensing, presenting, and making conclusions are all part of the data analysis technique. The findings of the study indicate that: First, parents can be concerned about learning outcomes in three different ways: by offering facilities, by offering direction, and by offering counsel and encouragement. Second, there are three ways that parents can support their children's moral development: setting a good example, teaching them to do good deeds, and using incentives and penalties. Third, the social context and unrestrained smartphone use are factors that prevent parents from recognizing concerns. ABSTRAK Penelitian ini berjudul Kepedulian Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Dan Pembinaan Akhlak Anak Di Mtss Yapena Arun. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk kepedulian orang tua terhadap hasil belajar dan pembinaan akhlak anak di MTsS Yapena Arun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, guna menemukan bentuk kepedulian orang tua terhadap hasil belajar dan pembinaan akhlak anak. Sumber data utama penelitian ini adalah orang tua siswa di MTsS Yapena Arun. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama. Bentuk kepedulian orang tua terhadap hasil belajar ada tiga, yaitu memberikan fasilitas, memberikan bimbingan, dan memberikan nasihat dan motivasi. Kedua. Bentuk kepedulian orang tua terhadap pembinaan akhlak ada tiga, yaitu menjadi teladan yang baik, membiasakan anak melakukan hal yang baik, dan memberikan hadiah dan hukuman.
HUBUNGAN POLA ASUH PERMISIF ORANG TUA DENGAN KECENDERUNGAN ADIKSI GADGET PADA GENERASI ALPHA USIA REMAJA Aulia Nur Adha, Muthia; Ramadhani, Ayunda
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.5005

Abstract

The alpha generation is the generation born from 2010 to 2025 and grew up in an environment that is very close to digital technology. Over time, gadgets have become an integral part of their lives. However, the high intensity of gadget use in the alpha generation raises concerns about the tendency to gadget addiction. One factor that plays a role in increasing the tendency of gadget addiction is parenting, especially permissive parenting. This parenting style is characterized by a lack of supervision, boundaries, and control over children's behavior, including the use of technology. This study aims to determine the relationship between permissive parenting and the tendency to gadget addiction in alpha generation teenagers. This research method uses a quantitative approach. The subjects in this study were 119 alpha generation teenagers who were selected by using purposive sampling. The data collection method used was the Gadget Addiction Tendency Scale and permissive parenting. The data analysis technique used was correlation. The collected data were processed with the help of the Statistical Package for Social Science (SPSS) program. The results showed that there was a correlation between permissive parenting and the tendency of gadget addiction in the alpha generation of adolescent age, with a value of p = 0.046 (p < 0.05). ABSTRAK Generasi alpha merupakan generasi yang lahir dari tahun 2010 hingga 2025 dan tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi digital. Seiring dengan perkembangan zaman, gadget menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka. Namun, intensitas penggunaan gadget yang tinggi pada  generasi alpha menimbulkan kekhawatiran terhadap kecenderungan adiksi gadget. Salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan kecenderungan adiksi gadget adalah pola asuh orang tua, khususnya pola asuh permisif. Pola asuh ini ditandai dengan kurangnya pengawasan, batasan, dan kontrol terhadap perilaku anak, termasuk dalam hal penggunaan teknologi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pola asuh permisif dengan kecenderungan adiksi gadget pada generasi alpha usia remaja. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek pada penelitian ini adalah 119 generasi alpha usia remaja yang dipilih dengan menggunaakan purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala kecenderungan adiksi gadget dan  pola asuh permisif. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi. Data yaang terkumpul diolah dengan bantuan program Statistical Package for Social Science (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh permisif dengan kecenderungan adiksi gadget pada generasi alpha usia remaja dengan nilai p = 0.046 (p < 0.05).