cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 364 Documents
MENGUNGKAP DAMPAK GAME ONLINE TERHADAP PERILAKU DAN MOTIVASI BELAJAR ANAK: A LITERATURE REVIEW DARMAWAN, MADE AGUNG; WILANI, NI MADE ARI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4291

Abstract

Technological advancements have made online gaming a popular form of entertainment among children and adults alike. Although it is entertaining, online gaming has significant impacts, especially on the lives and development of children. This article aims to identify the effects arising from children who become addicted to online games, examining aspects such as their speech, behavior towards those around them, the influence of online games on their learning activities, and their health.The study utilizes a literature review method from 24 relevant national journals from 2016 to 2024. It has been found that online games greatly affect the lives and development of children who play them. Evidence shows that children who engage in online gaming with high intensity struggle to grasp educational material in school because they remain focused on the games they are playing and often talk with peers about these games. Consequently, they fail to understand the lessons being taught by their teachers, leading to unsatisfactory test scores.Moreover, children tend to use foul language when they experience defeat in online games. This behavior often stems from imitating peers and older individuals who also use harsh words during gameplay. Parents of children who play online games report that these kids frequently exhibit defiance towards their parents and teachers. Instances have been noted where children lie to their parents to gain permission to play online games, and they also become difficult to assist due to being engrossed in their gaming.Online gaming also adversely affects children's physical health; those who spend excessive time playing are likely to experience poor health due to a lack of physical activity, as most of their time is spent gaming rather than exercising. ABSTRAKKemajuan teknologi telah menjadikan game online sebagai hiburan yang populer di kalangan anak-anak hingga dewasa. Walaupun bersifat menghibur, namun game online memiliki dampak yang signifikan terutama bagi kehidupan dan perkembangan anak-anak. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak yang timbul pada anak-anak yang mengalami kecanduan bermain game online, entah itu dilihat dari segi perkataannya, sikap yang anak lakukan kepada orang sekitarnya, pengaruh game online terhadap kegiatan belajar anak, dan kesehatan anak yang bermain game online. Kajian ini menggunakan metode studi literatur dari 24 jurnal nasional yang relevan dengan rentang tahun 2016-2024. Diketahui, game online sangat mempengaruhi kehidupan dan perkembangan anak-anak yang memainkannya. Hal ini dibuktikan dengan anak yang bermain game online dengan intensitas yang tinggi akan mengalami kesusahan dalam menerima materi pembelajaran di sekolah karena ia masih memfokuskan pikirannya pada game online yang ia mainkan dan berbicara dengan teman di sebelahnya mengenai game online yang ia mainkan, sehingga anak tidak akan mengerti materi yang sedang gurunya jelaskan dan anak akan mendapatkan nilai ulangan yang tidak memuaskan. Tidak hanya itu, anak akan cenderung berkata kasar apabila mengalami kekalahan saat bermain game online, hal ini terjadi karena anak meniru teman-temannya dan orang yang lebih tua mengucapkan kata-kata kasar ketika bermain game online. Dari pengakuan orang tua dari anak yang bermain game online, diketahui pula anak yang bermain game online cenderung membangkang atau tidak menuruti perintah dari orang tua dan gurunya. Hal ini dibuktikan dengan terdapat anak yang berbohong kepada orang tunya agar ia bisa bermain game online, selain itu anak juga susah dimintai tolong karena anak sedang asik bermain game online. Game online juga berdampak terhadap fisik anak dimana anak yang bermain game online kebanyakan memiliki kesehatan yang buruk karena kebanyakan waktunya hanya dihabiskan untuk bermain game online dan jarang berolahraga.
PENGARUH PELATIHAN MINDFULNESS TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRES KERJA PADA ANGGOTA POLRES SIKKA MORE, ROSAFINA DAJIA; BARUS, DEBI ANGELINA BR.
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4296

Abstract

Work stress is a major challenge faced by Polri members, negatively impacting performance, mental health, physical well-being, and quality of service to the community. This study aims to analyze the impact of mindfulness training on reducing work stress levels in Polres Sikka members. Mindfulness is a technique that increases full awareness of oneself and the environment, helps reduce stress, increases focus, and well-being. The research method used is associative with a quantitative approach. Mindfulness training includes five aspects: observing, describing, acting with awareness, nonjudging of inner experience, and nonreactivity of inner experience, which are delivered through lectures and discussions. The study involved 15 Polres Sikka members as respondents. Data were collected using a Likert scale through a work stress level questionnaire that had been tested for validity and reliability using SPSS 16.00. Of the 24 questionnaire items, 17 items were declared valid, and the reliability of the measuring instrument showed a value of 0.857, indicating the suitability of use. Work stress levels were measured before and after training to observe the changes that occurred. The results showed that mindfulness training had a significant impact on reducing work stress levels. T-test analysis shows a significance value (2-tailed) of 0.00, which is smaller than 0.05, indicating a significant difference between the pre-test and post-test results. This finding indicates that mindfulness training is effective in helping Polres Sikka members manage work stress better, providing practical solutions to face the challenges of work stress. ABSTRAKStres kerja merupakan tantangan utama yang dihadapi anggota Polri, berdampak negatif pada kinerja, kesehatan mental, kesejahteraan fisik, dan kualitas layanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pelatihan mindfulness terhadap penurunan tingkat stres kerja pada anggota Polres Sikka. Mindfulness adalah teknik yang meningkatkan kesadaran penuh terhadap diri dan lingkungan, membantu mengurangi stres, meningkatkan fokus, dan kesejahteraan. Metode penelitian yang digunakan adalah asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Pelatihan mindfulness mencakup lima aspek: observing, describing, acting with awareness, nonjudging of inner experience, dan nonreactivity of inner experience, yang disampaikan melalui ceramah dan diskusi. Penelitian melibatkan 15 anggota Polres Sikka sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert melalui kuesioner tingkat stres kerja yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan SPSS 16.00. Dari 24 item kuesioner, 17 item dinyatakan valid, dan reliabilitas alat ukur menunjukkan nilai 0,857, menandakan kelayakan penggunaan. Tingkat stres kerja diukur sebelum dan sesudah pelatihan untuk mengamati perubahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan mindfulness memiliki dampak signifikan dalam menurunkan tingkat stres kerja. Analisis uji T menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,00, yang lebih kecil dari 0,05, mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan mindfulness efektif dalam membantu anggota Polres Sikka mengelola stres kerja dengan lebih baik, memberikan solusi praktis untuk menghadapi tantangan stres kerja.
HUBUNGAN ANTARA GANGGUAN STRES PASKA TRAUMA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA TENAGA KESEHATAN PENYINTAS COVID-19 DI RSUP PROF. DR. I G.N.G. NGOERAH DAMARNEGARA, ANAK AGUNG NGURAH ANDIKA; ARIANI, NI KETUT PUTRI; LESMANA, COKORDA BAGUS JAYA; PUTRA, I WAYAN GEDE ARTAWAN EKA; ARYANI, LUH NYOMAN ALIT; WAHYUNI, ANAK AYU SRI; KURNIAWAN, LELY SETYAWATI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4391

Abstract

The COVID-19 pandemic has had a significant impact on the mental health of health workers, including Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), which negatively affects their quality of life. This study aims to determine the prevalence of PTSD, quality of life, and the relationship between PTSD and quality of life in health workers who are COVID-19 survivors at Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah General Hospital. This analytical observational study used a cross-sectional design with the PCL-5 and WHOQOL-BREF questionnaires in 188 health workers from July to October 2022. The results showed a prevalence of PTSD of 10.1%. The overall quality of life was mostly in the good category (62.8%), but there were respondents with very poor (0.5%) and poor (3.2%) quality of life. In the physical health domain, the quality of life was mostly in the moderate category (61.7%), while the psychological, social relationships, and environmental domains showed variations in moderate to good quality of life with several respondents in the very poor category (0.5%). Analysis showed a trend towards worse overall quality of life in subjects with GSPT compared to those without (P<0.002). In conclusion, there is a significant relationship between GSPT and overall quality of life, although it does not apply to each domain of quality of life specifically. GSPT can reduce the overall quality of life of COVID-19 survivor health workers. ABSTRAKPandemi COVID-19 memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan mental tenaga kesehatan, termasuk Gangguan Stres Pasca Trauma (GSPT), yang memengaruhi kualitas hidup mereka secara negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi GSPT, kualitas hidup, serta hubungan antara GSPT dan kualitas hidup pada tenaga kesehatan penyintas COVID-19 di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah. Penelitian observasional analitik ini menggunakan desain potong lintang dengan kuesioner PCL-5 dan WHOQOL-BREF pada 188 tenaga kesehatan dalam periode Juli hingga Oktober 2022. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi GSPT sebesar 10,1%. Kualitas hidup keseluruhan terbanyak berada pada kategori baik (62,8%), tetapi terdapat responden dengan kualitas hidup sangat buruk (0,5%) dan buruk (3,2%). Dalam domain kesehatan fisik, kualitas hidup terbanyak berada pada kategori sedang (61,7%), sedangkan domain psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan menunjukkan variasi kualitas hidup sedang hingga baik dengan beberapa responden pada kategori sangat buruk (0,5%). Analisis menunjukkan kecenderungan kualitas hidup keseluruhan yang lebih buruk pada subjek dengan GSPT dibandingkan yang tidak (P<0,002). Kesimpulan, terdapat hubungan signifikan antara GSPT dan kualitas hidup keseluruhan, meskipun tidak berlaku pada masing-masing domain kualitas hidup secara spesifik. GSPT dapat menurunkan kualitas hidup tenaga kesehatan penyintas COVID-19 secara keseluruhan.
PENGARUH PELATIHAN MINDFULNESS UNTUK MENGURANGI BURNOUT ANGGOTA POLRES SIKKA GAPUN, INNOCENSIA OLGA; BARUS, DEBI ANGELINA BR.
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4299

Abstract

The purpose of this study was to see the effect of Mindfulness training on Burnout of Sikka Police members. This research method uses a one group pre-test-post-test design. This study compares the effect of increasing and decreasing burnout before and after being given mindfulness training. Sampling in this study used a quantitative method. Data collection techniques used a questionnaire. Respondents in this study came from all members of the Sikka Police who would undergo training as many as 15 people. The scale used was the Likert scale. Data analysis techniques used rehabilitation tests and Wilcoxon tests. The results of this study indicate that mindfulness training for Sikka Police members is effective as a research sample. Because there is a change in influence between before and after mindfulness training. And based on the results of the Wilcoxon test, a sig value (2 tails) of 0.01 is obtained, which is smaller than 0.05. This means that there is a significant change in the results of the pretest and posttest. This shows that there is an effect of mindfulness training to reduce burnout of Sikka Police members. ABSTRAKTujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pelatihan Mindfulness  terhadap Burnout anggota Porles Sikka. Metode penelitian ini menggunakan  desain one group pre test-post test. Pada penelitian ini membandingkan pengaruh  untuk peningkatan menurun burnout sebelum dan sesudah diberikan pelatihan mindfulness. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif.. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Responden pada penelitian ini bersumber dari seluruh anggota Polres Sikka yang akan melakukan pelatihan sebanyak 15 orang. Skala yang digunakan adalah skala likert.  Teknik teknik analisis data menggunakan uji rehabilitas dan uji wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan mindfulness pada Anggota Polres Sikka efektif di jadikan sebagai sampel penelitian. Karena terjadinya perubahan pengaruh antara sebelum melakukan pelatihan mindfulness dan sesudah melakukan pelatihan. Dan berdasarkan hasil uji Wilcoxon  diperoleh nilai sig (2 tailde ) sebesar 0,01 yang lebih kecil dari 0,05. Artinya bahwa terdapat perubahan signifikan dari hasil prestest dan postest. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh pelatihan mindfulness untuk mengurangi burnout Anggota Polres Sikka.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN TERAPI OKUPASI: MEMAKAI SEPATU TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK AUTIS DI SLB KARYA ILAHI MAUMERE AHAD, FEBRIYANTI; LADAPASE, EPIFANIA MARGARETA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4444

Abstract

Wearing shoes is a simple activity for children, but for children with autism, the activity of wearing shoes becomes a difficult challenge because it requires good motor coordination and understanding of instructions. This study aims to assess the effectiveness of occupational therapy to wear shoes independently, with a focus on independent ability in SLB Karya Ilahi Maumere. The subject in this study was a child with autism who showed difficulty in performing the activity of wearing shoes before intervention. The research method used is an experiment with a single subject or Single Subject Research (SSR). The research design pattern used in this study is A-B-A Design. The instrument in this study is an observation sheet that has been modified in accordance with the components of shoe-wearing skills that are in accordance with the abilities to be measured. The results showed that occupational therapy was effective in increasing children's independence, where before the intervention obtained 7 scores which meant that the child's independence was very low and after the intervention obtained 22 scores which meant that the child had high independence. This shows that occupational therapy as an intervention can support the development of autistic children's life skills, especially in the activity of wearing shoes independently. ABSTRAKMemakai sepatu merupakan aktivitas yang  sederhana bagi anak-anak, namun bagi anak yang mengalami autis, aktivitas memakai sepatu menjadi tantangan sulit karena membutuhkan koordinasi motorik maupun pemahaman instruksi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas terapi okupasi memakai sepatu secara mandiri, dengan fokus pada kemampuan secara mandiri di SLB Karya Ilahi Maumere. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak autis yang menunjukkan kesulitan dalam melakukan aktivitas memakai sepatu sebelum intervensi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan subjek tunggal atau Single Subject Research (SSR). Adapun pola desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Desain A-B-A. Instrument dalam penelitian ini berupa lembar obsrevasi yang telah dimodifikasi sesuai dengan komponen keterampilan memakai sepatu yang sesuai dengan kemampuan yang akan diukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi okupasi efektif dalam meningkatkan kemandirian anak, dimana sebelum diintervensi memperoleh 7 skor yang artinya kemandirian anak sangat rendah dan setelah diberikan intervensi memperoleh 22 skor yang berarti anak memiliki kemandirian tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa terapi okupasi sebagai intervensi dapat mendukung perkembangan keterampilan hidup anak autis, khususnya dalam kegiatan memakai sepatu secara mandiri.
PENGARUH POLA ASUH DEMOKRATIS TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL PADA REMAJA AKHIR NURJAYA, IMA TRI; DAUD, MUH.; JAFAR, EKA SUFARTIANINGSIH
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4466

Abstract

The purpose of this study is to determine and analyze the influence between democratic parenting on emotional intelligence in late adolescents. This study is a quantitative study with the Wilcoxon test. The sample used was 408 late adolescents with puposive sampling technique... Data collection using scale instruments, namely the democratic parenting scale and emotional intelligence. The data analysis technique uses the Wilcoxon test and multiple regression tests to determine the relationship between aspects and variables. The results of the analysis show that the significance value is p < (0.05) with a value of 0.000, so it can be concluded that the hypothesis in this study can be accepted (H1). It is known that all aspects of the democratic parenting variable (X) with a significance value of p < (0.05) with a value of 0.000, with a value (r²) of 0.910. This means that the hypothesis in this study is accepted that democratic parenting (X) on emotional intelligence (Y) in adolescents. The implication of the research is as a source of learning for late adolescents in the developmental period in order to recognize and manage emotions felt by individuals themselves. ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang bagaimana pola asuh demokratis dapat mengetahuikecerdasan emosional pada remaja akhir. Tujuan penelitian ini untuk, mengetahui dan menganalisi adanya pengaruh antara pola asuh demokratis terhadap kecerdasan emosional pada remaja akhir. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan uji wilcoxon. Sampel yang digunakan adalah 408 orang remaja akhir dengan teknik puposive sampling.. Pengumpulan data menggunakan instrumen skala, yaitu skala pola asuh demokratis dan kecerdasan emosional. Teknik analisis data menggunakan uji wilcoxon dan uji regresi berganda untuk mengetahui keterkaitan antara aspek dengan variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar p< (0,05) dengan nilai 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima (H1). Diketahui bahwa seluruh aspek dari variabel pola asuh demokratis (X) dengan nilai signifikansi sebesar p < (0,05) dengan nilai 0,000, dengan nilai (r²) sebesar 0,910. Artinya, hipotesis dalam penelitian ini diterima bahwa pola asuh demokratis(X) terhadap kecerdasan emosional(Y) pada remaja. Implikasi pada penelitian adalah sebagai sumber pembelajaran bagi remaja akhir dalam masa perkembangan agar dapat mengenali dan mengelola emosi yang dirasakan oleh individu sendiri.
EFEKTIVITAS KONSELING BEHAVIORAL PADA KORBAN PEREMPUAN YANG MENGALAMI INGKAR JANJI MENIKAH DI UPTD PPA KAB. SIKKA MIRONG, YOHANA LEONARDA DUA; LADAPASE, EPIFANIA MARGARETHA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4467

Abstract

Breach of marriage vows is a seriuos form of unlawful conduct and has complex legal, social and psychological implication. It can also affect womens’ self-confidence and sel-esteem. In the long term, this situation affect quality of life, where women will experience pshychological impacts that will change their mindset and behavior. Maladaptive behavior is negative or inappropriate behavior in responding to certain situations. The location of this research was conducted in Sikka District. The source of this research is the victim with the initials A.S 21thn. In this study using a counseling design with a behavioral approach given for 5 essions. The provisión of behavioral counseling aims to overcome the psychological impact on women who experience broken promises of marriage. The results showed that the provisión of counseling with a behavioral approach was effective in overcoming the pshychological impact and changing maladaptive behavior in female cictims who experienced marriage breakdown. ABSTRAKIngkar janji menikah merupakan bentuk perbuatan yang melawan hukum yang serius dan memiliki implikasi yang kompleks secara hukum, sosial, dan psikologis. Selain itu, peristiwa ingkar janji menikah juga dapat memengaruhi aspek kepercayaan diri dan harga diri perempuan. Dalam jangka panjang, situasi ini dapat memengaruhi kualitas hidup, dimana perempuan akan mengalami dampak psikologis yang akan mengubah pola pikir dan perilakunya. Perilaku maladaptif merupakan perilaku yang negatif atau tidak sesuai dalam menyikapi situasi tertentu. Adapun lokasi penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sikka. Sumber penelitian ini adalah korban berinisial A.S 21thn. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan konseling dengan pendekatan behavioral yang diberikan selama 5 sesi. Pemberian konseling behavioral ini bertujuan untuk mengatasi dampak spikologis pada perempuan yang mengalami ingkar janji menikah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian konseling dengan pendekatan behavioral ini efektif untuk mengatasi dampak psikologis dan mengubah perilaku maladaptif pada korban perempuan yang mengalami ingkar janji menikah. 
PENGARUH RELIGIUSITAS TERHADAP RESILIENSI AKADEMIK MAHASISWA FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN SUMATERA UTARA MEDAN salianto, Salianto; Alifah, Nisrina; Istianah, Istianah; Nasution, Dina Anggreyni
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4257

Abstract

ABSTRACT This study examines the influence of religiosity on academic resilience of students of the Faculty of Da'wah and Communication of UIN North Sumatra Medan. Low academic resilience often causes students to experience difficulties in facing academic challenges, which can lead to stress and mental health problems. Students often face challenges in completing college assignments, but these challenges are not always accompanied by maximum effort and seriousness to complete them.  The method used was an explanatory quantitative approach with a sample of 50 students, where data was collected through a questionnaire measuring religiosity and academic resilience using a Likert scale. Furthermore, data assumption tests and simple liner regression were carried out with SPPS version 25. The results of the analysis showed a significant positive relationship between religiosity and academic resilience, with a correlation coefficient of 0.639 and a coefficient of determination (R²) of 40.8%.  The significance value (p=0.000) is smaller than 0.05, so the alternative hypothesis (H1) is accepted. This confirms that there is a significant influence between religiosity and students' academic resilience partially. These findings indicate that an increase in religiosity contributes to an increase in students' academic resilience.   Penelitian ini mengkaji pengaruh religiusitas terhadap resiliensi akademik mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan. Rendahnya resiliensi akademik sering menyebabkan mahasiswa mengalami kesulitan dalam menghadapi tantangan akademik, yang dapat berujung pada stres dan masalah kesehatan mental. Mahasiswa sering menghadapi tantangan dalam menyelesaikan tugas-tugas kuliah, namun tantangan tersebut tidak selalu diiringi dengan upaya maksimal dan kesungguhan untuk menyelesaikannya.  Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan sampel 50 mahasiswa, di mana data dikumpulkan melalui angket yang mengukur religiusitas dan resiliensi akademik menggunakan skala Likert. dilakukan uji asumsi data dan regresi liner sederhana dengan SPPS versi 25. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara religiusitas dan resiliensi akademik, dengan koefisien korelasi sebesar 0,639 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 40,8%.  Nilai signifikansi (p=0.000) lebih kecil dari 0.05, sehingga hipotesis alternatif (H1) diterima. Hal ini mengonfirmasi bahwa terdapat pengaruh signifikan antara religiusitas dan resiliensi akademik mahasiswa secara parsial. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan religiusitas berkontribusi pada peningkatan resiliensi akademik mahasiswa.
PENGARUH PERCEIVED STRESS TERHADAP QUALITY OF LIFE PADA MAHASISWA DENGAN KUALITAS TIDUR SEBAGAI MEDIATOR Azra Kalandoro, Ardaffa; Yunithree Suparman, Meiske
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.3878

Abstract

This research aims to identify and examine perceived stress's effect on college student's quality of life, with sleep quality as a mediator. College students face numerous challenges, particularly changes and adjustments within the university environment, which become their primary sources of stressors. Additionally, poor sleep quality is a common issue among students. Previous studies have found that perceived stress and sleep quality affect students' quality of life. Using Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 25, the study revealed that, on average, participants exhibited poor sleep quality, high levels of perceived stress, and medium to low quality of life. Using linear regression analysis, the results showed a negative effect of perceived stress on quality of life (p < 0.01), a positive effect of perceived stress on sleep quality (p < 0.01), and a negative effect of sleep quality on quality of life. Multiple linear regression analysis also found that perceived stress and sleep quality directly affect quality of life (p < 0.01). The Sobel test also identified an indirect effect of perceived stress and sleep quality on quality of life (p < 0.01). It can be concluded that sleep quality plays a role as a partial mediator (partial mediation) in the effect of perceived stress on quality of life among college student ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mengetahui pengaruh perceived stress terhadap quality of life pada mahasiswa dengan kualitas tidur sebagai mediator. Mahasiswa dihadapkan dengan banyak rintangan, terkhususnya perubahan dan penyesuaian di ruang lingkup perguruan tinggi menjadi sumber stressor utama mahasiswa. Selain itu, tidur yang buruk merupakan hal yang cukup umum bagi mahasiswa. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, ditemukan jika perceived stress dan kualitas tidur memiliki memengaruhi qualityoflifedari mahasiswa.Melalui Statistical Productand Service Solution (SPSS) versi 25, ditemukan jika rata-rata dari partisipan memiliki tingkatan kualitas tidur yang cukup buruk dan tingkat perceived stress yang cukup tinggi serta partisipan juga memiliki tingkat quality of life yang tergolong menengah ke bawah. Dengan menggunakan uji regresi linear, didapatkan hasil bahwa pengaruh perceived stress terhadap quality of life yang negatif (p < 0.01), pengaruh perceived stress terhadap kualitas tidur yang positif (p < 0.01), dan pengaruh kualitas tidur terhadap quality of life yang negatif. Melalui uji regresi linear berganda, ditemukan juga adanya pengaruh langsung perceived stress dan kualitas tidur terhadap quality of life(p < 0.01). Dengan menggunakan uji Sobel, ditemukan juga adanya pengaruh tidak langsung perceived stress dan kualitas tidur terhadap quality of life (p < 0.01). Dapat disimpulkan jika kualitas tidur memiliki peran sebagai mediator secara parsial (partialmediation) dalam pengaruh perceived stress terhadap quality of life pada mahasiswa.
HUBUNGAN ANTARA WORK VALUE DENGAN WORK PLACE WELL-BEING PADA WARGA BINAAN YANG BEKERJA DI RUMAH TAHANAN Alfonsa Kene, Laurensiana; Angelina Br Barus, Debi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4545

Abstract

This study aims to examine the relationship between work values and workplace well-being among inmates working at Class IIB Maumere Detention Center. This phenomenon is particularly interesting to study because, although inmates also engage in work, their level of workplace well-being differs from that of regular employees, such as office workers or corporate partners, due to their status as inmates. The research employs a quantitative correlational method. Out of a total of 179 inmates at Class IIB Maumere Detention Center, 33 participants were selected as research subjects. Data was collected through manual questionnaire distribution and analyzed using Pearson Product-Moment correlation test with the assistance of SPSS 25.0 software. The correlation analysis results showed an r-value of 0.698 with a significance level of 0.000 (p < 0.05). Based on these findings, it can be concluded that there is a positive relationship between work values and workplace well-being. In other words, the more individuals apply work values in carrying out their duties and responsibilities, the higher their level of happiness and well-being in the workplace. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara nilai kerja (work value) dan kesejahteraan di tempat kerja (workplace well-being) pada warga binaan yang bekerja di Rumah Tahanan Kelas IIB Maumere. Fenomena ini menarik untuk diteliti karena meskipun warga binaan juga bekerja, tingkat kesejahteraan mereka di tempat kerja berbeda dengan karyawan pada umumnya, seperti pekerja di kantor atau mitra perusahaan, mengingat status mereka sebagai warga binaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasional. Dari total 179 warga binaan di Rumah Tahanan Kelas IIB Maumere, sebanyak 33 peserta dipilih sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara manual, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS 25.0. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r = 0,698 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara nilai kerja dan kesejahteraan di tempat kerja. Artinya, semakin seseorang menerapkan nilai kerja dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, semakin tinggi pula tingkat kebahagiaan dan kesejahteraannya di lingkungan kerja.