cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 364 Documents
PENGEMBANGAN ALAT UKUR ACADEMIC HOPELESSNESS INVENTORY : DETEKSI AWAL KEPUTUSASAAN AKADEMIK PADA MAHASISWA Nathania, Silvia; Audrella, Neisha; Fanesah, Fanesah; D. Frans, Nathanael; Markus Idulfilastri, Rita
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.5007

Abstract

Many students experience low academic achievement and have the potential to cause despair, so early detection is needed through the development of this measuring tool. Low academic grades often cause students to have difficulty in facing various academic challenges. This can cause a sense of despair which will later have an impact on mental health. There is already a measuring tool that measures despair called the Beck Hopelessness Scale (BHS). However, there is no measuring tool that specifically examines despair in the academic field. The purpose of this study is to develop a measuring tool for academic despair for students called the Academic Hopelessness Inventory (AHI). Thus, students who experience obstacles in their college assignments can be detected early. The method used is a quantitative approach with a sample of 377 students, data were collected through a questionnaire that measures student hopelessness in an academic context using a dichotomous scale. The results of the correlation analysis between the Academic Hopelessness Inventory (AHI) and the Beck Hopelessness Scale (BHS) showed a value of r = 1,000 with a significance level of p <0.001. Based on these results, it can be concluded that the Academic Hopelessness Inventory (AHI) and the Beck Hopelessness Scale (BHS) have a strong relationship and measure the same thing. Thus, the Academic Hopelessness Inventory (AHI) measuring instrument can be used to measure the level of academic hopelessness in students. Furthermore, the reliability test of the Academic Hopelessness Inventory (AHI) using the Kuder-Richardson Formula 20 (KR-20) showed 0.946 and the validity test with CFA through the JASP application showed an item value> 0.500. Therefore, the Academic Hopelessness Inventory (AHI) measuring instrument can be used as a measuring instrument for student hopelessness in an academic context. ABSTRAK Banyak mahasiswa yang mengalami rendahnya pencapaian akademik dan berpontensi menimbulkan keputusasaan sehingga diperlukan deteksi awal melalui pengembangan alat ukur ini. Nilai akademik yang rendah sering kali menyebabkan mahasiswa kesulitan dalam menghadapi berbagai tantangan akademik. Hal ini dapat menimbulkan rasa putus asa yang nantinya berdampak pada kesehatan mental. Sudah terdapat alat ukur yang mengukur keputusasaan yang bernama Beck Hoplessness Scale (BHS). Namun, belum terdapat alat ukur yang khusus mengkaji keputusasaan di bidang akademik. Tujuan penelitian adalah mengembangkan alat ukur keputusasaan akademik untuk mahasiswa yang bernama Academic Hopelessness Inventory (AHI). Dengan demikian, mahasiwa yang mengalami hambatan tugas-tugas perkuliahannya dapat dideteksi lebih awal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan sampel 377 mahasiswa, data dikumpulkan melalui angket yang mengukur keputusasaan mahasiswa dalam konteks akademik menggunakan skala dikotomi. Hasil analisis korelasi antara Academic Hopelessness Inventory (AHI) dan Beck Hopelessness Scale (BHS) menunjukkan nilai r = 1.000 dengan tingkat signifikansi sebesar p < 0.001. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Academic Hopelessness Inventory (AHI) dan Beck Hopelessness Scale (BHS) terdapat hubungan kuat dan mengukur hal yang sama. Dengan demikian alat ukur Academic Hopelessness Inventory (AHI) dapat digunakan untuk mengukur tingkat keputusasaan akademik pada mahasiswa. Selanjutnya, uji reliabilitas Academic Hopelessness Inventory (AHI) menggunakan Kuder-Richardson Formula 20 (KR-20) menunjukkan 0.946 serta uji validitas dengan CFA melalui aplikasi JASP menunjukkan nilai butir > 0.500. Maka itu, alat ukur Academic Hopelessness Inventory (AHI) dapat digunakan sebagai alat ukur keputusasan pada mahasiswa dalam konteks akademik.
ANALISIS DUKUNGAN SOSIAL DALAM MENGATASI BURNOUT PADA ANGGOTA ORGANISASI MAHASISWA Maeyani, Fikriyyah; Ariyani Hasanah Nuriyyatiningrum, Nadya; Ikhrom, Ikhrom
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.5037

Abstract

Students who are active in campus organizations are often faced with the dual pressures of academic obligations and organizational responsibilities. This imbalance creates a serious problem in the form of burnout, a condition of emotional, physical, and mental exhaustion that can interfere with students' motivation, concentration, and psychological health. The lack of a structured social support system in student organizations exacerbates the situation, making it difficult for students to manage the stress they face. This study aims to understand the extent of the role of social support in overcoming burnout in members of student organizations. A qualitative approach was used through in-depth interviews with five students from various campuses. The results showed that burnout was triggered by excessive workload, internal conflict, and lack of fair division of tasks. The most helpful social support includes emotional, appreciative, and instrumental support from peers, family, and organizational colleagues. In addition, coping strategies such as time management, venting, and self-reward also emerged as positive responses reinforced by the presence of social support. This study emphasizes the importance of student organizations building a supportive culture and structured support system to maintain the mental health and life balance of its members. ABSTRAK Mahasiswa yang aktif dalam organisasi kampus sering dihadapkan pada tekanan ganda dari kewajiban akademik dan tanggung jawab organisasi. Ketidakseimbangan ini memunculkan masalah serius berupa burnout, yaitu kondisi kelelahan emosional, fisik, dan mental yang dapat mengganggu motivasi, konsentrasi, serta kesehatan psikologis mahasiswa. Minimnya sistem dukungan sosial yang terstruktur dalam organisasi mahasiswa memperburuk situasi tersebut, membuat mahasiswa kesulitan dalam mengelola stres yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana peran dukungan sosial dalam mengatasi burnout pada anggota organisasi mahasiswa. Pendekatan kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam terhadap lima mahasiswa dari berbagai kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burnout dipicu oleh beban kerja berlebihan, konflik internal, dan kurangnya pembagian tugas yang adil. Dukungan sosial yang paling membantu meliputi dukungan emosional, apresiatif, dan instrumental dari teman sebaya, keluarga, maupun rekan organisasi. Selain itu, strategi coping seperti manajemen waktu, curhat, dan pemberian self-reward juga muncul sebagai respon positif yang diperkuat oleh keberadaan dukungan sosial. Penelitian ini menekankan pentingnya organisasi mahasiswa membangun budaya suportif dan sistem dukungan yang terstruktur untuk menjaga kesehatan mental serta keseimbangan hidup anggotanya.
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PT. CARSURIN LABORATORIUM & MARINE DI TANAH GROGOT Ma’ruf, Amar; Dwi Nur Rahmah2, Dian
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.5040

Abstract

Job satisfaction is one of the crucial factors in enhancing employee productivity and loyalty. A conducive work environment is presumed to have a significant influence on employee job satisfaction. This study aims to examine the influence of the work environment on job satisfaction among employees of PT Carsurin Laboratorium & Marine in Tanah Grogot. This research employed a quantitative approach. The population consisted of all employees at PT Carsurin Laboratorium & Marine in Tanah Grogot, totaling 40 individuals, using a total sampling technique. Data were collected using a job satisfaction scale (36 items, ? = 0.917) and a work environment scale (20 items, ? = 0.815), both of which had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using simple linear regression with SPSS version 26. The results revealed that the work environment significantly influenced job satisfaction (R² = 0.557; p = 0.000). The physical work environment contributed more to job satisfaction than the non-physical work environment. Specifically, the physical work environment had a significant impact on aspects such as salary/wages (38.4%), promotion (32.8%), benefits (24.8%), recognition (35%), rules/procedures (39.7%), and communication (29.7%). Meanwhile, the non-physical work environment significantly influenced coworker relationships (50.5%) and the nature of the work itself (40.1%). The conclusion of this study is that the work environment has a significant influence on employee job satisfaction at PT Carsurin Laboratorium & Marine in Tanah Grogot. It is recommended that the company improve the physical work environment (such as lighting, air circulation, and cleanliness) and enhance interpersonal relationships among employees to further increase job satisfaction. ABSTRAK Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan loyalitas karyawan. Lingkungan kerja yang kondusif diduga memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja pada karyawan PT Carsurin Laboratorium & Marine di Tanah Grogot. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan PT Carsurin Laboratorium & Marine di Tanah Grogot yang berjumlah 40 orang, dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala kepuasan kerja (36 aitem, ? = 0,917) dan skala lingkungan kerja (20 aitem, ? = 0,815) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linier sederhana menggunakan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (R² = 0,557; p = 0,000). Aspek lingkungan kerja fisik memberikan kontribusi lebih besar terhadap kepuasan kerja dibandingkan lingkungan kerja non-fisik. Secara rinci, lingkungan kerja fisik berpengaruh signifikan terhadap aspek gaji/upah (38,4%), promosi (32,8%), tunjangan (24,8%), penghargaan (35%), peraturan/prosedur (39,7%), dan komunikasi (29,7%). Sementara itu, lingkungan kerja non-fisik berpengaruh signifikan terhadap aspek rekan kerja (50,5%) dan pekerjaan itu sendiri (40,1%). Simpulan penelitian ini adalah lingkungan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT Carsurin Laboratorium & Marine di Tanah Grogot. Perusahaan disarankan untuk memperbaiki lingkungan kerja fisik (seperti pencahayaan, sirkulasi udara, dan kebersihan) serta meningkatkan hubungan interpersonal antar karyawan untuk meningkatkan kepuasan kerja.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL DALAM MENGURANGI DAMPAK SOCIAL ANXIETY PADA KORBAN CYBERBULLYING Saputri, Shalsabela; Ariyani Hasanah Nuriyyatiningrum, Nada; Ikhrom, Ikhrom
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.5116

Abstract

This study aims to examine the influence of social support on levels of social anxiety and social isolation among adolescents who have been victims of cyberbullying. Using a quantitative approach and mediation regression method, data were collected from 31 respondents aged 16–19 who had experienced cyberbullying. The analysis revealed that social support has a significant effect in reducing social anxiety levels, but does not have a significant impact on levels of social isolation. These findings highlight the important role of social support as a protective factor in alleviating the psychological distress of cyberbullying victims. The implications of this study may serve as a basis for developing support strategies involving family, peers, and community to help victims recover from the negative impacts of online bullying. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dukungan sosial terhadap tingkat social anxiety dan isolasi sosial pada remaja korban cyberbullying. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode regresi mediasi, data dikumpulkan dari 31 responden berusia 16–19 tahun yang pernah mengalami cyberbullying. Hasil analisis menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat social anxiety, namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat isolasi sosial. Temuan ini menegaskan bahwa dukungan sosial berperan penting sebagai faktor protektif dalam mengurangi tekanan psikologis korban cyberbullying. Implikasi penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi dukungan berbasis keluarga, teman, dan komunitas untuk membantu korban pulih dari dampak negatif perundungan daring.
GANGGUAN CEMAS MENYELURUH PADA PASIEN DENGAN KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN DAN RIWAYAT OBSTETRI BURUK: LAPORAN KASUS Winarso, Ervinna Agatha; Darmayasa, I Made; Diniari, Ni Ketut Sri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.5118

Abstract

Unintended pregnancy can result in anxiety. The risk of anxiety is increased if there is a bad obstetric history. Furthermore, severe anxiety may put the mother at risk of terminating the pregnancy. A 38-year-old female presented to the Obstetrics Clinic planning to discontinue her pregnancy. This pregnancy was unwanted because the patient was traumatized by the bad history of previous pregnancies, and the patient was anxious about her future condition, especially since she was suffering from heart disease. The patient was referred to psychiatry and diagnosed with generalized anxiety disorder. She was treated with pharmacological as well as non-pharmacological therapies, and agreed to keep the pregnancy. A history of loss in a previous pregnancy has a significant impact on a woman's psychology, resulting in continued worry about their ability to carry the pregnancy to term. Generalized anxiety disorder is characterized by excessive worry that is difficult to control. Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) are safe medications for anxiety disorders in pregnancy. In addition, cognitive behavioral therapy is proven to be a first-line non-pharmacotherapy for anxiety disorders. Generalized anxiety disorders can occur in anyone including women with unintended pregnancy who also have a poor obstetric history. Anxiety disorders in pregnant women can be treated with pharmacotherapy and non-pharmacotherapy. ABSTRAKKehamilan tidak diinginkan dapat berdampak pada kecemasan. Risiko kecemasan pun meningkat jika ada riwayat obstetri buruk. Lebih lanjut, kecemasan yang parah dapat memunculkan risiko ibu memutuskan mengakhiri kehamilannya. Perempuan, 38 tahun, datang ke Poli Obstetri karena berencana tidak melanjutkan kehamilannya. Kehamilan ini tidak diinginkan karena pasien trauma akan riwayat buruk kehamilan-kehamilan sebelumnya, dan pasien cemas akan kondisinya nanti, apalagi sedang menderita sakit jantung. Pasien dikonsulkan ke psikiatri dan didiagnosis dengan gangguan cemas menyeluruh. Pasien diberi terapi farmakologis serta nonfarmakologis, termasuk terapi kognitif perilaku, dan kemudian pasien bersedia untuk mempertahankan kehamilannya. Riwayat kehilangan pada kehamilan sebelumnya berdampak signifikan pada psikologis wanita, sehingga akan terus mengkhawatirkan kemampuan mereka membawa kehamilan ke persalinan. Gangguan cemas menyeluruh ditandai dengan kekhawatiran berlebihan yang sulit dikendalikan. Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) merupakan obat untuk gangguan kecemasan yang aman pada kehamilan. Selain itu, terapi kognitif perilaku terbukti sebagai nonfarmakoterapi lini pertama untuk gangguan kecemasan. Gangguan cemas menyeluruh dapat terjadi pada siapa saja termasuk pada wanita dengan kehamilan tidak diinginkan yang juga memiliki riwayat obstetri buruk. Gangguan cemas pada ibu hamil dapat ditangani dengan pemberian farmakoterapi dan nonfarmakoterapi.
GANGGUAN CAMPURAN CEMAS DAN DEPRESI PADA PASIEN PEMFIGUS FOLIACEUS: LAPORAN KASUS DENGAN PENDEKATAN PSIKIATRI LIAISON Kosim, Hartono; Wardani, Ida Aju Kusuma; Ariani, Ni Ketut Putri; Mahardika, I Komang Ana
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.5120

Abstract

Pemphigus foliaceus is a chronic autoimmune disease that attacks the superficial layers of the epidermis, causing painful and aesthetically disturbing skin lesions. In addition to physical impacts, this disease can also trigger psychological disorders such as mixed anxiety and depressive disorders, which are often unrecognized by medical personnel. This report discusses the case of a 45-year-old female patient with active pemphigus foliaceus, who presented with complaints of excessive anxiety, depressed mood, insomnia, and decreased social function. The diagnosis was made as mixed anxiety and depressive disorder (F41.2, PPDGJ III). The Consultation-Liaison Psychiatry (CLP) approach was applied, including pharmacological interventions in the form of selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) and benzodiazepines, as well as non-pharmacological interventions such as supportive psychotherapy, relaxation techniques, and psychoeducation. The CLP approach emphasizes collaboration between dermatologists and psychiatrists for comprehensive treatment. This multidisciplinary management has been proven effective in improving the clinical prognosis and quality of life of patients with dermatological and psychiatric comorbidities. Early detection and integration of mental health services are essential for optimal therapy outcomes. ABSTRAKPemfigus foliaceus merupakan penyakit autoimun kronis yang menyerang lapisan superfisial epidermis, menyebabkan lesi kulit yang nyeri dan mengganggu penampilan. Selain dampak fisik, penyakit ini juga dapat memicu gangguan psikologis seperti gangguan campuran cemas dan depresi, yang sering tidak dikenali oleh tenaga medis. Laporan ini membahas kasus seorang pasien perempuan berusia 45 tahun dengan pemfigus foliaceus aktif, yang datang dengan keluhan cemas berlebihan, suasana hati depresif, insomnia, serta penurunan fungsi sosial. Diagnosis ditegakkan sebagai gangguan campuran cemas dan depresi (F41.2, PPDGJ III). Pendekatan Consultation-Liaison Psychiatry (CLP) diterapkan, mencakup intervensi farmakologis berupa selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) dan benzodiazepin, serta intervensi nonfarmakologis seperti psikoterapi suportif, teknik relaksasi, dan psikoedukasi. Pendekatan CLP menekankan kolaborasi antara spesialis dermatologi dan psikiatri untuk penanganan komprehensif. Penatalaksanaan multidisipliner ini terbukti efektif dalam meningkatkan prognosis klinis dan kualitas hidup pasien dengan komorbiditas dermatologis dan psikiatris. Deteksi dini dan integrasi layanan kesehatan jiwa sangat penting untuk hasil terapi yang optimal.
PENGARUH IKLAN INTERAKTIF MENARIK, KETERLIBATAN KONSUMEN, SERTA RESPON EMOSI TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF PADA PRODUK MARKETPLACE Anas Al Irsyad, Muhammad; Lucky Ade Sessiani, Lucky; Ikhrom, Ikhrom
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.5121

Abstract

This study aims to examine the influence of engaging interactive advertisements on impulsive buying behavior toward electronic products among Generation Z in Central Java. Utilizing an explanatory quantitative approach, the research investigates the mediating role of consumer engagement and the moderating role of positive emotional responses in the relationship between interactive advertisements and impulsive purchases. Data were collected through an online questionnaire involving 32 purposively selected respondents who met specific criteria. The results of multiple linear regression analysis reveal that, collectively, interactive ads, consumer engagement, and emotional responses significantly influence impulsive buying behavior (p = 0.048). However, only consumer engagement demonstrates a statistically significant individual effect (p = 0.013), while interactive advertising and emotional responses do not show significant direct effects. These findings underscore the critical role of active consumer participation in digital marketing, suggesting that interactive experiences fostering engagement are more effective in triggering impulsive purchases than visual appeal or emotional stimulation alone. This study contributes to the development of more participatory and contextually relevant marketing strategies in the digital era and opens avenues for further exploration of psychological and situational factors influencing impulsive buying decisions. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh iklan interaktif yang menarik terhadap perilaku pembelian impulsif pada produk elektronik di kalangan Generasi Z di Jawa Tengah. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, penelitian ini menyelidiki peran mediasi dari keterlibatan konsumen dan peran moderasi dari respon emosional positif dalam hubungan antara iklan interaktif dan pembelian impulsif. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang melibatkan 32 responden yang dipilih secara purposif yang memenuhi kriteria tertentu. Hasil analisis regresi linier berganda mengungkapkan bahwa, secara kolektif, iklan interaktif, keterlibatan konsumen, dan respon emosional secara signifikan mempengaruhi perilaku pembelian impulsif (p = 0,048). Namun, hanya keterlibatan konsumen yang menunjukkan pengaruh individual yang signifikan secara statistik (p = 0,013), sementara iklan interaktif dan respon emosional tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Temuan ini menggarisbawahi peran penting dari partisipasi aktif konsumen dalam pemasaran digital, menunjukkan bahwa pengalaman interaktif yang mendorong keterlibatan lebih efektif dalam memicu pembelian impulsif daripada daya tarik visual atau stimulasi emosional saja. Studi ini berkontribusi pada pengembangan strategi pemasaran yang lebih partisipatif dan relevan secara kontekstual di era digital dan membuka jalan untuk eksplorasi lebih lanjut tentang faktor-faktor psikologis dan situasional yang mempengaruhi keputusan pembelian impulsif.
POLA ADAPTASI MAHASISWA RANTAU DALAM MENGHADAPI CULTURE SHOCK Khoirunnisa, Shabrina; Ade Sessiani, Lucky; Ikhrom, Ikhrom
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.5179

Abstract

Inter-regional students often experience culture shock due to differences in culture, language, and social norms in a new environment. This study aims to identify adaptation patterns used by inter-regional students in dealing with culture shock, such as describing emotional experiences, behaviors, and changes in cultural perceptions, and exploring the role of social support in the adaptation process. This study uses a qualitative phenomenological method with purposive sampling of five students from outside Java who are studying in Java and have lived in Java for at least one year. The results of the study indicate that adaptation takes place through academic, social, emotional, and institutional aspects, support from family, peers, fellow inter-regional friends, campus communities, and one's own coping strengths have been shown to accelerate the adaptation process. Adaptation does not only depend on external support, but also on personal resilience in building routines and accepting cultural changes. These findings confirm that the adaptation of inter-regional students is a gradual, dynamic, and multidimensional process that requires openness, good coping strategies, and ongoing social support. ABSTRAK Mahasiswa rantau seringkali mengalami culture shock akibat perbedaan budaya, bahasa, dan norma sosial di lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola adaptasi yang digunakan mahasiswa rantau dalam menghadapi culture shock, seperti menggambarkan pengalaman emosional, perilaku, dan perubahan persepsi budaya, serta mengeksplorasi peran dukungan sosial dalam proses adaptasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling terhadap lima mahasiswa dari luar Pulau Jawa yang sedang menempuh pendidikan perkuliahan di Jawa dan telah tinggal di Jawa minimal selama satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi berlangsung melalui aspek akademik, sosial, emosional, dan institusional, dukungan dari keluarga, teman sebaya, teman sesama perantau, komunitas kampus, serta kekuatan coping diri sendiri terbukti mempercepat proses adaptasi. Adaptasi bukan hanya bergantung pada dukungan eksternal, tetapi juga pada ketahanan pribadi dalam membangun rutinitas dan menerima perubahan budaya. Temuan ini menegaskan bahwa adaptasi mahasiswa rantau adalah proses bertahap, dinamis, dan multidimensional yang memerlukan keterbukaan, strategi coping yang baik, serta dukungan sosial yang berkelanjutan.
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA (PARENTS) PADA PERKEMBANGAN PSIKOLOGI SOSIAL ANAK PADA MASA TRANSISI Toyyibah, Niswatun; Iqbal Fikri Adi, Muhammad; Muhammad Lukman Abrori, Maulana; Fitra Auliya, Rizky; Nur Azzahro, Savira; Sulaiman, Sholehuddin
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5308

Abstract

This study discusses parental parenting patterns on children's social psychology. This study uses literature review research, in which this research carries out library searches and research by reading and reviewing various journals, books and various other published manuscripts related to the research topic to produce an article relating to a particular topic or issue.  So this article is discussed to find out every kind of parenting style. Like authoritarian, democratic and permissive parenting styles. In this case, parental love patterns can play a role in shaping children's psychology. So parents can support children's social and emotional development by providing an environment that supports and facilitates their social skills. Parents can also prepare their children to interact outside, so that with this, children will be able to give positive affirmations to themselves and their environment. ABSTRAK Kajian ini membahas seputar tentang pola asuh orang tua terhadap psikologi sosial anak.  Artikel ini membahas tentang topik atau isu tertentu, penelitian ini melibatkan penelitian tinjauan literatur, yang mencakup melakukan pencarian perpustakaan dan membaca serta menganalisis berbagai jurnal, buku, dan makalah terbitan lain yang berkaitan dengan topik penelitian. Sehingga  artikel ini dibahas untuk mengetahui setiap macam macam pola asuh orang tua. Seperti halnya pola asuh otoriter, demokratis dan permisif. Dalam hal ini pola asuh orang tua dapat memberikan peran dalam membentuk psikologi anak. Sehingga orang tua dapat mendukung perkembangan sosial dan emosional anak dengan memberikan lingkungan yang mendukung dan memfasilitasi keterampilan sosialnya. Orang tua juga dapat mempersiapkan anak anak untuk berinteraksi diluar, sehingga dengan hal ini, anak akan dapat memberikan afirmasi positif terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya.
PERAN PENTING KETERAMPILAN MOTORIK HALUS UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI ANAK USIA DINI Aulia Syaputri, Ambar; Rizkina Ramadhani, Layda; Rahmawati, Novi; Nazarina, Ameylia; Markus Idulfilastri, Rita
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5309

Abstract

Technological advances in the modern era make children spend more time with gadgets, resulting in decreased concentration. This research focuses on the fine motor development of children aged three to five years to improve concentration skills. This study uses a qualitative method approach by means of observation. Our findings show that at the age of five, children have difficulty connecting lines that have more than one angle (kite drawing). Out of twenty-two children, only four were successful. Furthermore, it was also found that children who were not yet five years old took a long time to complete a drawing without angles (circle drawing). Thus, these findings can be used as a reference for kindergarten teachers in providing exercises that are suitable for children's abilities. ABSTRAK Kemajuan teknologi pada era modern membuat anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget, sehingga mengakibatkan konsentrasi anak menurun. Penelitian ini berfokus pada perkembangan motorik halus anak usia tiga sampai lima tahun untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan cara observasi. Temuan kami menunjukkan pada umur lima tahun, anak mengalami kesulitan untuk menghubungkan garis yang memiliki sudut lebih dari satu (gambar layang-layang). Dari dua puluh dua anak hanya empat anak yang berhasil. Selanjutnya, ditemukan juga anak yang belum berusia lima tahun membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan gambar tanpa sudut (gambar lingkaran). Dengan demikian, temuan ini dapat dijadikan referensi untuk guru Taman Kanak-kanak dalam memberikan latihan yang sesuai dengan kemampuan anak.