cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 364 Documents
RESILIENSI PADA KORBAN PELECEHAN SEKSUAL Hakim, Ihya Lutfil; Widjanarko, Mochamad
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.6950

Abstract

Sexual harassment is a worrying phenomenon that causes long-term psychological impacts on victims, such as profound trauma, depression, and social isolation. Therefore, this study focuses on uncovering and describing the resilience experienced by survivors of sexual harassment, with the aim of understanding their subjective experiences and identifying factors supporting recovery. Using a qualitative method with a phenomenological approach, this study involved four female survivors as subjects. Data were collected through observation and in-depth interviews, then analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) to explore the meaning of their experiences. The results found that the victims experienced significant psychological impacts in the form of decreased self-esteem and a tendency to self-isolate, but they demonstrated a conscious effort to recover from adversity. It was concluded that this resilience process is supported by two main factors: internal factors in the form of emotional regulation abilities to manage trauma, and external factors in the form of strong social support from family and friends. Resilience in survivors is a dynamic process formed from the synergy between an individual's internal strengths and a supportive social environment. ABSTRAK Pelecehan seksual merupakan fenomena mengkhawatirkan yang menyebabkan dampak psikologis jangka panjang bagi korban, seperti trauma mendalam, depresi, dan isolasi sosial, sehingga memunculkan urgensi untuk memahami proses resiliensi mereka. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk mengungkap dan mendeskripsikan gambaran resiliensi yang dialami oleh para penyintas pelecehan seksual, dengan tujuan memahami pengalaman subjektif mereka dan mengidentifikasi faktor pendukung pemulihan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini melibatkan empat orang perempuan penyintas sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk menggali makna dari pengalaman mereka. Hasil penelitian menemukan bahwa para korban mengalami dampak psikologis signifikan berupa penurunan harga diri dan kecenderungan isolasi diri, namun mereka menunjukkan adanya upaya sadar untuk bangkit dari keterpurukan. Disimpulkan bahwa proses resiliensi ini didukung oleh dua faktor utama: faktor internal berupa kemampuan regulasi emosi untuk mengelola trauma, dan faktor eksternal berupa dukungan sosial yang kuat dari keluarga serta teman. Resiliensi pada penyintas merupakan sebuah proses dinamis yang terbentuk dari sinergi antara kekuatan internal individu dan lingkungan sosial yang suportif.
MENINGKATKAN SUBJECTIVE WELL BEING : IMPLEMENTASI PROGRAM MINDFULNESS DI TEMPAT KERJA Hurriyati, Dwi; Prasetyo, Seto
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.6952

Abstract

In the dynamics of the modern workplace, high work pressure and psychological stress can potentially lead to a decline in employees' subjective well-being (SWB). This study aims to evaluate the effectiveness of a mindfulness program in improving the SWB of employees in the Social Rehabilitation Division of the Social Service Office of Musi Banyuasin Regency. Mindfulness is an approach that helps employees reduce impulsive reactions that often worsen psychological conditions. Beyond alleviating mental burdens, mindfulness also enhances employee well-being and work productivity. This research employed a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The subjects consisted of 11 employees from the Social Rehabilitation Division. Data were collected using a Likert-scale questionnaire measuring subjective well-being, which was self-developed by the researcher and tested for validity and reliability using SPSS version 27.0.1. Initially, the SWB scale contained 54 items; after item analysis, 49 valid items were retained with a reliability coefficient (Cronbach’s Alpha) of 0.899, indicating strong internal consistency. SWB scores were measured before and after the mindfulness program to evaluate its effectiveness. The Paired Sample T-Test analysis showed a significance value of P = 0.002 (P < 0.05), indicating a significant improvement in SWB following the intervention. These findings offer a practical solution for enhancing employee well-being and managing occupational stress more effectively, thereby increasing motivation and productivity at work.ABSTRAKPada dinamika dunia kerja yang penuh dengan tekanan kerja yang tinggi dan stres psikologis dapat berpotensi dalam penurunan subjective well being pada pegawai. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi efektivitas program mindfulness dalam meningkatkan subjective well being pada pegawai di bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Musi Banyuasin. Mindfulness adalah salah satu pendekatan yang dapat membantu pegawai dalam mengurangi reaksi impulsif yang sering kali memperburuk kondisi psikologis, tidak hanya mengatasi beban mental mindfulness juga dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai dan produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain one-group pretest- postest. Subject penelitian sebanyak 11 orang pegawai pada bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Muba. Data dikumpulkan dalam bentuk skala Likert melalui kuesioner subjective well being yang dibuat sendiri oleh peneliti yang sudah di uji validitas dan reliabilitasnya menggunakan SPSS 27.0.1 dengan jumlah 54 item sebelum diuji coba dan setelah uji coba menjadi 49 item valid dengan nilai reliabilitas sebesar 0.899, yang menandakan sudah layak untuk digunakan. Tingkat SWB pada pegawai diukur setelah dan sesudah diberikan program mindfulness untuk melihat seberapa efektif program ini dalam meningkatkan subjective well being pegawai. Analsis Uji Paired Sample T-Test menunjukkan hasil P (Sig) 0.002 (P < 0.05) yang dapat disimpulkan bahwa program mindfulness memiliki dampak signifikan dalam peningkatan SWB sebelum dan sesudah treatment pada pegawai bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Muba. Hasil dari penelitian ini memberikan solusi kepada pegawai bidang Rehabilitasi Sosial dalam meningkatkan kesejahteraan serta dapat mengelola stress kerja menjadi lebih baik sehingga dapat meningkatkan semangat kerja mereka.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PERAN TERAPI KOGNITIF-PERILAKU PADA PENANGANAN DEPRESI REMAJA ADYANTI, VITA AYU RETNA; FRANS, JESSLYN DORINA; NATA, PRAMUDITA MEI; NYANASURYANADI, PARTONO; SUHERMAN, SUHERMAN
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4292

Abstract

Depression in adolescents is one of the increasing mental health problems and requires special attention. Cognitive-behavioral therapy has been known as one of the effective approaches in treating this disorder. This study aims to initiate the role of cognitive-behavioral therapy in treating depression in adolescents through a systematic literature review approach. The methods used include literature searches from various trusted databases with specific inclusion criteria, such as studies that focus on cognitive-behavioral therapy interventions for adolescents with depression. The results of the review indicate that cognitive-behavioral therapy is consistently effective in reducing symptoms of depression and anxiety in adolescents. This study is expected to provide important insights for practitioners, researchers, and policy makers in developing more comprehensive and appropriate mental health intervention programs for adolescents. ABSTRAKDepresi pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang semakin meningkat dan memerlukan perhatian khusus. Terapi kognitif-perilaku telah dikenal sebagai salah satu pendekatan yang efektif dalam menangani gangguan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran terapi kognitif-perilaku dalam penanganan depresi pada remaja melalui pendekatan systematic literature review. Metode yang digunakan mencakup penelusuran literatur dari berbagai database terpercaya dengan kriteria inklusi yang spesifik, seperti penelitian yang memfokuskan pada intervensi terapi kognitif-perilaku untuk remaja yang mengalami depresi. Hasil ulasan menunjukkan bahwa terapi kognitif-perilaku secara konsisten efektif untuk menangani gejala depresi dan kecemasan di kalangan remaja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang signifikan bagi praktisi, peneliti, dan pembuat kebijakan dalam merancang program intervensi kesehatan mental yang lebih menyeluruh dan tepat sasaran bagi remaja.
GAMBARAN STRES NARAPIDANA REMAJA DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB MAUMERE Noeng, Agustina Vikariani; Gaharpung, Maria Megaloma H.; Barus, Debi Anggelina
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4307

Abstract

This study aims to provide a comprehensive picture of the stress levels experienced by juvenile prisoners at the Class IIB Maumere State Detention Center. Using a descriptive quantitative approach, this study involved the entire population of juvenile prisoners aged 15-21 years, totaling 30 people, as samples through a census technique. Data collection was carried out using a closed questionnaire designed to measure stress levels. The results of the study revealed that the majority of juvenile prisoners, namely 66.7%, experienced stress levels in the moderate category. Meanwhile, 10.0% were in the low stress category, and only a small portion, namely 3.3%, showed high stress levels. These findings significantly indicate that juvenile prisoners face significant psychological stress during their detention. Therefore, this study underlines the urgency of greater attention to the mental health of juvenile prisoners. The development and implementation of appropriate and effective psychological interventions are needed to help them manage stress and improve their well-being while in detention. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai tingkat stres yang dialami oleh narapidana remaja di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Maumere. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan seluruh populasi narapidana remaja berusia 15-21 tahun, yang berjumlah 30 orang, sebagai sampel melalui teknik sensus. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner tertutup yang dirancang untuk mengukur tingkat stres. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas narapidana remaja, yaitu sebesar 66,7%, mengalami tingkat stres dalam kategori sedang. Sementara itu, 10,0% berada dalam kategori stres rendah, dan hanya sebagian kecil, yakni 3,3%, yang menunjukkan tingkat stres tinggi. Temuan ini secara signifikan mengindikasikan bahwa narapidana remaja menghadapi tekanan psikologis yang cukup berarti selama menjalani masa penahanan mereka. Oleh karena itu, penelitian ini menggarisbawahi urgensi perhatian yang lebih besar terhadap kesehatan mental narapidana remaja. Diperlukan adanya pengembangan dan implementasi intervensi psikologis yang tepat dan efektif untuk membantu mereka mengelola stres dan meningkatkan kesejahteraan selama di dalam tahanan.
PADA PERNIKAHAN GELAHANG DAN DAMPAK KEJIWAANNYA: TINJAUAN NARATIFPADA PERNIKAHAN GELAHANG DAN DAMPAK KEJIWAANNYA: TINJAUAN NARATIF Gede Basudewa, Dewa; Bagus Jaya Lesmana, Cokorda; Komang Ana Mahardika, I; Fadly Arief, Rifqi; Wiswa Mitra Kenwa, Komang
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4676

Abstract

ABSTRACT Gelahang marriage is a unique marital system in Balinese society that allows couples to maintain responsibilities toward both of their families. While this system offers benefits such as cultural heritage preservation and social support, it also presents significant psychological challenges. This study reviews the psychiatric impact of Pada Gelahang marriage, focusing on dual-role stress, identity conflicts, and the risks of anxiety and depression among couples in this system. Additionally, it explores psychodynamic perspectives and psychological coping strategies to mitigate stress in dual-family dynamics. Findings indicate that while Pada Gelahang marriage enhances cultural and social resilience, appropriate psychological interventions are essential to reduce emerging mental health risks. ABSTRAK Pernikahan Pada Gelahang merupakan bentuk perkawinan unik dalam masyarakat Bali yang memungkinkan pasangan untuk tetap memiliki tanggung jawab terhadap keluarga masing-masing. Meskipun sistem ini menawarkan manfaat dalam hal pelestarian warisan budaya dan dukungan sosial, ia juga menimbulkan tantangan psikologis yang signifikan. Studi ini meninjau dampak psikiatri dari pernikahan Pada Gelahang dengan menyoroti tekanan peran ganda, konflik identitas, serta risiko kecemasan dan depresi pada pasangan yang menjalani sistem ini. Selain itu, artikel ini juga mengeksplorasi perspektif psikodinamik dan strategi penanganan psikologis yang dapat diterapkan untuk mengurangi stres dalam dinamika keluarga ganda. Temuan menunjukkan bahwa meskipun pernikahan Pada Gelahang dapat meningkatkan resiliensi budaya dan sosial, intervensi psikologis yang tepat sangat diperlukan untuk mengurangi risiko kesehatan mental yang muncul.
HUBUNGAN ANTARA PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA GURU HONORER SEKOLAH DASAR Masithoh Chairun Nisa, Vidalisia; Noviya Andriyani, Isnanita
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4695

Abstract

Work engagement does not occur automatically so that honorary teachers in an organization cannot be separated from organizational support. The purpose of this study is to see and explain the relationship between perceived organizational support and work engagement in honorary elementary school teachers in Kulon Progo. This research uses quantitative methods with a correlational study approach. Data were collected using purposive sampling technique, involving 87 honorary teachers from 651 elementary school honorary teachers in Kulon Progo. The measurement instruments used were the “Perceived Organizational Support” scale (? = 0.89) and the “Work Engagement” scale (? = 0.86). The results of hypothesis testing analysis using the Pearson correlation method showed a significant and positive relationship between perceived organizational support and work engagement. The significance value of 0.021 (p < 0.05) indicates that the relationship is significant. Pearson correlation of 0.248 indicates a positive relationship, which means that an increase in the level of perceived organizational support will be followed by an increase in the level of work engagement. Vice versa, a decrease in the level of perceived organizational support directly decreases the level of work engagement. ABSTRAK Work engagement tidak terjadi secara otomatis sehingga guru honorer dalam suatu organisasi tidak terlepas dari organizational support. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat dan menjelaskan hubungan antara perceived organizational support dengan work engagement pada guru honorer sekolah dasar di Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan correlational study. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan 87 guru honorer dari 651 guru honorer sekolah dasar di Kulon Progo. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah skala “Perceived Organizational Support” (? = 0,89) dan skala “Work Engagement” (? = 0,86). Hasil analisis uji hipotesis menggunakan metode korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan signifikan dan positif antara perceived organizational support dan work engagement. Nilai signifikansi sebesar 0,021 (p < 0,05) menunjukkan bahwa hubungan tersebut signifikan. Pearson correlation sebesar 0,248 mengindikasikan hubungan positif, yang berarti kenaikan tingkat perceived organizational support akan diikuti oleh kenaikan tingkat work engagement. Begitu pula sebaliknya, menurunnya tingkat perceived organizational support secara langsung menurunkan tingkat work engagement.
EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BAGI PERKEMBANGAN ANAK 4–6 TAHUN: TINJAUAN SISTEMATIS Amalia, Novi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5804

Abstract

Early childhood education plays a crucial role in supporting holistic cognitive, language, and socio - emotional development. The Merdeka Curriculum is a recent approach that emphasizes project-based learning, child-centered pedagogy, and the reinforcement of the Pancasila Student Profile. This study aims to identify the contribution of the Merdeka Curriculum implementation to the development of children aged 4 - 6 through a systematic review of 20 verified scholarly articles published between 2021 and 2025. Findings reveal that 85% of studies reported improvements in critical thinking and communication, 70% showed enhanced emotional regulation and social interaction, and language development was strengthened through increased vocabulary and speaking skills. Key supporting factors include teacher competency, parental involvement, and infrastructure readiness. Challenges include limited digital literacy among teachers and inadequate facilities. These findings offer implications for early childhood education policies, particularly in context-based teacher training, technology access, and collaborative school-family models. ABSTRAK Pendidikan anak usia dini berperan penting dalam mendukung perkembangan kognitif, bahasa, dan social - emosional secara holistik. Kurikulum Merdeka hadir sebagai pendekatan baru yang menekankan pembelajaran berbasis proyek, berpusat pada anak, dan penguatan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kontribusi implementasi Kurikulum Merdeka terhadap perkembangan anak usia 4 - 6 tahun melalui tinjauan sistematis terhadap 20 artikel ilmiah terverifikasi terbitan 2021 - 2025. Hasil menunjukkan bahwa 85% studi melaporkan peningkatan berpikir kritis dan komunikasi, 70% menunjukkan perbaikan regulasi emosi dan interaksi sosial, serta penguatan aspek bahasa melalui peningkatan kosakata dan keterampilan berbicara. Faktor pendukung utama mencakup kompetensi guru, keterlibatan orang tua, dan kesiapan infrastruktur. Sementara itu, tantangan meliputi rendahnya literasi digital guru dan keterbatasan sarana. Temuan ini memberikan implikasi bagi kebijakan PAUD, terutama dalam pelatihan guru berbasis konteks, akses teknologi, dan model kolaboratif sekolah-keluarga.
HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN ORGANISASI DENGAN COLLABORATIVE WORKING PADA PEGAWAI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SIDOARJO Maheswara, Rajendra Dwi; Budiani, Meita Santi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5850

Abstract

Collaborative working skills have become a major factor in organizational success in an increasingly complex and dynamic world of work. Organizational commitment also plays a role in supporting the success of collaborative working. This study is intended to reveal the relationship between organizational commitment and collaborative working in Sidoarjo Regency Regional Secretariat employees. A quantitative approach with a correlational design was used in this study to determine the relationship between organizational commitment and collaborative working. The sampling method applied in this research is saturated sample. The number of subjects used, namely 120 people. The normality test conducted, namely Kolmogorov-Smirnov. It is known that the significance value is 0.200 in the collaborative working and organizational commitment variables. This shows that both variables have a significance value of more than 0.05 (p>0.05), so it can be interpreted that the two variables are normally distributed. The data analysis technique used, namely Pearson product moment correlation. The organizational commitment variable and collaborative working obtained a correlation value (r) of 0.556 (r = 0.556). This value indicates that the relationship between organizational commitment and collaborative working lies at a moderate and positive level. ABSTRAKKemampuan collaborative working telah menjadi faktor utama keberhasilan organisasi di dunia pekerjaan yang semakin kompleks dan dinamis. Komitmen organisasi turut berperan dalam mendukung keberhasilan collaborative working. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap adanya hubungan antara komitmen organisasi dengan collaborative working pada pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara komitmen organisasi dengan collaborative working. Metode pengambilan sampel yang diterapkan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh. Jumlah subjek yang digunakan, yaitu 120 orang. Uji normalitas yang dilakukan, yaitu Kolmogorov-Smirnov. Diketahui bahwa nilai signifikansi sebanyak 0,200 pada variabel collaborative working dan komitmen organisasi. Hal ini menunjukan bahwa kedua variabel memiliki nilai signifikansi lebih dari 0,05 (p>0,05) maka dapat diartikan bahwa kedua variabel tersebut terdistribusi secara normal. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu korelasi pearson product moment. Variabel komitmen organisasi dan collaborative working diperoleh besaran korelasi (r) sebanyak 0,556 (r=0,556). Nilai tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan antara komitmen organisasi dengan collaborative working terletak pada tingkat sedang dan positif.
HUBUNGAN ANTARA ELECTRONIC WORD OF MOUTH DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK X PADA KONSUMEN Ibrizah, Nur; Budiani, Meita Santi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5851

Abstract

The rapid growth of the cosmetics industry in Indonesia along with the increasing public awareness of self-care has triggered high competition between local brands. In determining purchasing decisions, electronic word of mouth on social media is a trusted source of information and has a major influence on consumer preferences in choosing products. This study aims to determine and prove the relationship between electronic word of mouth and purchasing decisions for product X in consumers. This study uses a quantitative approach with an accidental sampling technique for 354 respondents who are consumers of product X. The instrument used is a questionnaire compiled based on the electronic word of mouth scale and the purchasing decision scale. Data analysis was carried out using the Spearman's Rho correlation test using the SPSS 26 for Windows program. The results of the study showed a significance value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.646, indicating a significant, strong, and positive relationship between electronic word of mouth and purchasing decisions. This finding indicates that the higher the electronic word of mouth received by consumers, the greater the tendency of consumers when deciding to purchase product X. ABSTRAKPesatnya pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan diri telah memicu tingginya persaingan antar merek lokal. Dalam menentukan keputusan pembelian, electronic word of mouth di media sosial menjadi sumber informasi yang dipercaya dan memiliki pengaruh besar terhadap preferensi konsumen dalam memilih produk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan membuktikan adanya hubungan antara electronic word of mouth dengan keputusan pembelian produk X pada konsumen. Pendekatan kuantitatif diterapkan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik accidental sampling terhadap 354 responden yang merupakan konsumen produk X. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner yang disusun dengan mengacu pada skala electronic word of mouth serta skala keputusan pembelian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho dengan memanfaatkan program SPSS 26 for Windows. Hasil penelitian memperlihatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien korelasi sebesar 0,646 yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan, kuat, dan positif antara electronic word of mouth dengan keputusan pembelian. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi semakin tinggi electronic word of mouth yang diterima oleh konsumen, maka semakin besar juga kecenderungan konsumen saat memutuskan pembelian terhadap produk X.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KESEIMBANGAN KEHIDUPAN KERJA PADA KARYAWAN DI INSTANSI X Setiawan, Ryska Wahyu; Budiani, Meita Santi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5852

Abstract

Currently, many agencies or companies pay less attention to the balance between work life and personal life for their employees. This can be seen from several rules that have been set and the workload that must be faced by employees. The purpose of this study was to determine the relationship between workload and work life balance for employees at Agency X. This study uses a quantitative research type with a saturated sampling method on a sample of 90 employees. Data collection was carried out using a questionnaire with workload scale instruments and work life balance scales. Data analysis used Pearson product moment correlation through SPSS software. The results in this study were obtained for a significance value of 0.000 (p <0.05) and a correlation coefficient value of -0.867. This value indicates that the workload variable and work life balance have a very strong but not unidirectional relationship. The higher the workload faced by employees at agency X, the lower the work life balance owned by employees, and vice versa. The implications in this study are expected to provide opportunities for employees to be able to improve their competencies. ABSTRAKSaat ini banyak instansi atau perusahaan yang kurang memperhatikan keseimbangan antara kehidupan kerja dengan kehidupan pribadi pada karyawannya. Hal ini terlihat dari beberapa kebijakan yang telah diterapkan dan beban kerja yang dihadapi oleh karyawannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan keseimbangan kehidupan kerja pada karyawan di Instansi X. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode sampling jenuh pada sampel sebanyak 90 karyawan. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan instrumen skala beban kerja dan skala keseimbangan kehidupan kerja. Analisis data menggunakan korelasi pearson product moment melalui software SPSS. Hasil dalam penelitian ini diperoleh untuk nilai signifikansi senilai 0,000 (p<0.05) dan nilai koefisien korelasi senilai -0,867. Nilai tersebut menunjukkan bahwa antara variabel beban kerja dengan keseimbangan kehidupan kerja memiliki hubungan yang sangat kuat namun tidak searah. Semakin tinggi beban kerja yang dihadapi karyawan di instansi X maka keseimbangan kehidupan kerja yang dimiliki oleh karyawan semakin rendah, begitupun sebaliknya. Implikasi dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi karyawan untuk dapat meningkatkan kompetensi yang dimiliki.