cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 364 Documents
HUBUNGAN ANTARA JOB CRAFTING DENGAN SUSTAINABLE EMPLOYABILITY PADA PEGAWAI PT X Denta Fitria, Shafira; Santi Budiani , Meita
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5907

Abstract

This study aims to determine the relationship between job crafting and sustainable employability in organic employees of PT. X. The background of the research is based on the changing dynamics of the world of work, demanding employees to be able to adapt and survive in the long term in the company. Job crafting as a form of proactive employee behavior in modifying their work is thought to play an important role in increasing sustainable employability. This study used a quantitative approach with correlational techniques. The research subjects totaled 140 PT. X organic employees, who were selected using saturated sampling technique. Data were collected using job crafting and sustainable employability scale questionnaires that had gone through validity and reliability tests. Data analysis was conducted using Pearson Product Moment correlation test through SPSS version 27.0.0 for Mac. The results showed that there is a very strong positive relationship between job crafting and sustainable employability with a correlation coefficient of 0.813 and a significance of 0.000 (p < 0.05). This finding suggests that the higher the ability of employees to customize and modify their jobs, the higher their ability to survive, adapt, and thrive in a dynamic work environment. This study provides practical implications for organizations in encouraging job crafting as a strategy to maintain employee continuity. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job crafting dengan sustainable employability pada pegawai organik PT. X . Latar belakang penelitian didasari oleh dinamika dunia kerja yang terus berubah, menuntut pegawai untuk mampu beradaptasi dan bertahan dalam jangka panjang di perusahaan. Job crafting sebagai bentuk perilaku proaktif karyawan dalam memodifikasi pekerjaannya diperkirakan berperan penting dalam meningkatkan sustainable employability. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasional. Subjek penelitian berjumlah 140 pegawai organik PT. X, yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala job crafting dan sustainable employability yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment melalui SPSS versi 27.0.0 for Mac. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara job crafting dan sustainable employability dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,813 dan signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan pegawai dalam menyesuaikan dan memodifikasi pekerjaan mereka, maka semakin tinggi pula kemampuan mereka untuk bertahan, beradaptasi, dan berkembang dalam lingkungan kerja yang dinamis. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi dalam mendorong job crafting sebagai strategi untuk mempertahankan keberlanjutan pegawai.
HUBUNGAN ANTARA CELEBRITY WORSHIP DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA KOMUNITAS FANS JKT48 MARSHAOSHI Syuhada, Dva Alqil; Budiani, Meita Santi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5992

Abstract

The advancement of technology and information has driven the emergence of consumptive behavior in society, including among fans of the idol group JKT48. One of the factors that may influence such behavior is celebrity worship, which refers to an individual's emotional attachment to a celebrity. The MarshaOshi community, as part of the JKT48 fanbase, shows strong indications of high consumptive behavior. This study aims to examine the relationship between celebrity worship and consumptive behavior within the MarshaOshi community. A quantitative correlational approach was employed with a convenience sampling technique. The sample consisted of 116 members of the MarshaOshi community, selected based on their active involvement with Marsha JKT48. The research instrument used a four-point Likert scale developed based on the aspects of celebrity worship. Data were analyzed using Spearman correlation with the assistance of SPSS 27.0. The results revealed a positive and significant relationship between celebrity worship and consumptive behavior (r = 0,938 ; p = 0,00). The higher the level of celebrity worship, the greater the tendency toward consumptive behavior. These findings are expected to serve as a foundation for educating fans to support their idols wisely without placing a burden on their personal finances. ABSTRAKPerkembangan teknologi dan informasi mendorong munculnya perilaku konsumtif dalam masyarakat, termasuk di kalangan penggemar idol grup JKT48. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku konsumtif tersebut adalah celebrity worship, yakni keterikatan emosional individu terhadap selebriti. Komunitas MarshaOshi sebagai bagian dari fans JKT48 menunjukkan gejala perilaku konsumtif yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara celebrity worship dengan perilaku konsumtif pada komunitas MarshaOshi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik convenience sampling. Sampel terdiri dari 116 anggota komunitas MarshaOshi, yang dipilih berdasarkan keterlibatan aktif terhadap Marsha JKT48. Instrumen penelitian berupa skala likert empat poin yang disusun berdasarkan aspek celebrity worship. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dengan bantuan SPSS 27.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara celebrity worship dan perilaku konsumtif (r = 0,938 ; p = 0,00). Semakin tinggi tingkat celebrity worship, semakin tinggi pula kecenderungan untuk berperilaku konsumtif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar edukasi penggemar agar mendukung idolanya secara bijak tanpa membebani finansial pribadi.
PERAN POLA ASUH BERBASIS KEARIFAN LOKAL "RUMASA" DALAM MEMBENTUK RESILIENSI PADA REMAJA DI KOMUNITAS PEDESAAN SUNDA BANTEN Zidni Assalam, Mohamad; Septarinjani, Hernindya; Rahman Hidayat, Raihan; Windi Oktara, Tri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.6068

Abstract

Adolescent development in the modern era faces complex challenges due to the friction between local cultural values and the currents of globalization. Amidst these challenges, local wisdom has the potential to be an essential foundation for mental health. This study focuses on "Rumasa," a noble value in Sundanese culture that emphasizes self-awareness, empathy, and humility.This study aims to explore and describe in-depth the role and manifestation of "Rumasa"-based parenting in the process of resilience formation among adolescents in a Sundanese rural community. This research employed a qualitative approach with an ethnographic case study design. The participants consisted of five Sundanese families (parents and adolescents aged 15–18) who were purposively selected from an agrarian village in Tasikmalaya Regency, West Java. Data were collected through in-depth interviews, participant observation over a three-month period, and analysis of related cultural documents. Data analysis was conducted using a thematic approach, which includes six stages: data familiarization, initial coding, theme searching, theme reviewing, theme naming, and reporting.The findings identified three main practices of "Rumasa" parenting: (1) ngajénan (teaching respect for oneself and others), (2) teu adigung (educating not to be arrogant and to be aware of one's limitations), and (3) ngaragap rasa (training sensitivity and empathy toward the feelings of others). These practices directly contribute to the development of adolescent resilience pillars such as emotional regulation, social competence, and realistic optimism. "Rumasa" functions as vital cultural capital in Sundanese parenting. This value is not only taught verbally but also internalized through daily practices, equipping adolescents with resilience to face life's challenges. This research affirms the importance of integrating local wisdom into developmental psychology studies in Indonesia. ABSTRAK Perkembangan remaja di era modern menghadapi tantangan yang kompleks akibat adanya gesekan antara nilai-nilai budaya lokal dengan arus globalisasi. Di tengah tantangan tersebut, kearifan lokal berpotensi menjadi landasan penting bagi kesehatan mental. Penelitian ini berfokus pada "Rumasa", sebuah nilai luhur dalam budaya Sunda yang menekankan kesadaran diri, empati, dan kerendahan hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan secara mendalam peran dan manifestasi pola asuh berbasis "Rumasa" dalam proses pembentukan resiliensi pada remaja di masyarakat pedesaan Sunda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus etnografi. Partisipan terdiri dari lima keluarga Sunda (orang tua dan remaja berusia 15-18 tahun) yang dipilih secara purposive dari sebuah desa agraris di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan selama tiga bulan, dan analisis dokumen budaya terkait. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik, yang mencakup enam tahap: familiarisasi data, pembuatan kode awal, pencarian tema, peninjauan tema, penamaan tema, dan pelaporan. Temuan penelitian mengidentifikasi tiga praktik utama pola asuh "Rumasa": (1) ngajénan (mengajarkan rasa hormat kepada diri sendiri dan orang lain), (2) teu adigung (mendidik untuk tidak sombong dan menyadari keterbatasan diri), dan (3) ngaragap rasa (melatih kepekaan dan empati terhadap perasaan orang lain). Praktik-praktik ini secara langsung berkontribusi pada pengembangan pilar-pilar ketahanan remaja, seperti regulasi emosi, kompetensi sosial, dan optimisme yang realistis. "Rumasa" berfungsi sebagai modal budaya yang vital dalam pola asuh orang Sunda. Nilai ini tidak hanya diajarkan secara lisan tetapi juga diinternalisasi melalui praktik sehari-hari, membekali remaja dengan ketahanan untuk menghadapi tantangan hidup. Penelitian ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam studi psikologi perkembangan di Indonesia.
MENINGKATKAN LITERASI KESEHATAN MENTAL MELALUI PSIKOEDUKASI PADA MAHASISWA BARU PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING Indrawati, Mulyani; Rasido, Ikhlas; Puswiartika, Dhevy; Hasan, Hasan
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.6069

Abstract

This research investigates the effectiveness of psychoeducational intervention in enhancing mental health literacy among first-year students in the Guidance and Counselling program. The research employed a quasi-experimental with pretest-post test a nonequivalent control group design, using two groups: an experimental group receiving psychoeducation and a control group receiving standard treatment (with 48 students in each group). Mental health literacy scale was assessed using a validated questionnaire administered as both a pretest and a posttest measure. Statistical analysis using the Mann-Whitney U test revealed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference between the experimental and control groups. The experimental group demonstrated substantial improvement, with mean scores increasing from 87.77 (pretest) to 114.13 (posttest), representing a gain of 26.36 points. In contrast, the control group showed minimal improvement, with scores rising from 87.40 to 95.00, a gain of only 7.60 points. These findings provide empirical evidence that psychoeducational intervention significantly enhances mental health literacy among first-year students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi dalam meningkatkan literasi kesehatan mental mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pretest-posttest Non equivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari dua kelompok: eksperimen dan kontrol, masing-masing terdiri dari 48 mahasiswa Instrumen yang digunakan adalah angket skala literasi kesehatan mental. Perlakuan menggunakan psikoedukasi pada kelompok eksperiman. Hasil analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi 0.000 < 0.05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Rata-rata skor posttest kelompok eksperimen meningkat dari 87.77 menjadi 114.13, sedangkan kelompok kontrol dari 87.40 menjadi 95,00. Temuan ini membuktikan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental mahasiswa baru.
PENERAPAN TEKNIK TOKEN EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU ON-TASK PADA ANAK DENGAN PENCAPAIAN AKADEMIK RENDAH Aidina, Wenny; Salsabila, Syifa
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.6087

Abstract

ABSTRACT On-task behavior is essential for children's academic success, as it promotes engagement and task completion within a specified time. Daily training of on-task behavior builds discipline, which contributes significantly to academic achievement. This study aimed to enhance on-task behavior in a child with low academic performance using the token economy technique. The participant was a 9-year-4-month-old girl who often avoided academic tasks, especially during home study sessions. A single case A-B design with a follow-up phase was used in this quantitative study. The intervention consisted of 11 sessions, each lasting one hour, with gradually increasing targets in both task quantity and accuracy. The token economy served as a positive reinforcement strategy—participants received star-shaped tokens upon achieving session targets, which were later exchanged for preferred rewards. Baseline data indicated the participant completed only 44.3% of tasks accurately within one hour. After the implementation of the program, there was a significant increase in the intensity of task completion to 100%, even with a shorter processing time. This result also consistently occurred during the follow-up session, which was two weeks after the intervention. The effect of this study made participants able to demonstrate on-task behavior during the learning process. ABSTRAK Perilaku on-task memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan akademik anak, karena perilaku ini mendorong keterlibatan dan penyelesaian tugas dalam waktu yang ditentukan. Adanya perilaku on-task yang dilatih setiap harinya menjadikan anak disiplin, yang berkontribusi signifikan terhadap prestasi akademis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan intensitas perilaku on-task pada anak dengan pencapaian akademik rendah melalui teknik token ekonomi. Partisipan dalam penelitian ini adalah seorang anak perempuan berusia 9 tahun 4 bulan yang menunjukkan kecenderungan untuk menghindari tugas akademik, terutama saat belajar di rumah. Penelitian ini menggunakan desain single case A-B with follow-up design dengan pendekatan kuantitatif. Intervensi dilakukan selama 11 sesi, yang berdurasi satu jam, dengan target bertahap untuk meningkatkan jumlah dan akurasi soal yang diselesaikan. Teknik token ekonomi digunakan sebagai strategi penguatan positif, di mana anak memperoleh token (stiker bintang) ketika mencapai target perilaku, yang kemudian dapat ditukar dengan berbagai hadiah (backup reinforcers). Data baseline menunjukkan bahwa partisipan hanya mampu menyelesaikan 44,3% soal dengan benar dalam satu jam. Setelah penerapan program, terjadi peningkatan signifikan dalam intensitas penyelesaian tugas hingga mencapai 100%, bahkan dengan waktu pengerjaan yang lebih singkat. Hasil ini juga konsisten terjadi saat sesi follow-up yaitu dua minggu setelah intervensi. Efek dari penelitian ini membuat partisipan dapat menunjukkan perilaku on task saat proses pembelajaran.
PERAN CHARACTER STRENGHTS TERHADAP RESILIENSI REMAJA: IMPLEMENTASI KONSEP PSIKOLOGI POSITIF DALAM DUNIA PENDIDIKAN Junaidin, Junaidin; Lara, Pipit Leni; Qorianti, Al; Rizkillah, Miftahul; Atmasari, Ayuning; Erliana, Yossy Dwi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.6097

Abstract

ABSTRACT Character strengths are one of the variables in positive psychology that emphasize individual qualities and ideal human growth to strengthen positive values and character in interpersonal interactions. Adolescents or students are at a stage of development where they experience psychological and social problems such as anxiety, stress, depression, and low self-confidence, making them unable to maintain balance in facing stressful life changes. This study aims to determine the role of character strengths in the resilience of students at SMA Negeri 1 Lape. The method used in this study is quantitative correlational using area sampling techniques, with data analysis employing simple linear regression tests on a sample size of 112 students. Data collection in this study utilized character strengths scales and resilience scales. The results of the study indicate that character strengths has a positive influence of 52.2% on the resilience of students at SMA Negeri 1 Lape Sumbawa, particularly in the aspects of fairness, transcendence, humanity, and wisdom. This means that the higher the character strengths possessed by adolescents/students, the higher their resilience. Conversely, the lower the character strengths of the adolescents/students, the lower their resilience scores at SMAN 1 Lape Sumbawa. ABSTRAK Character strengthssalah satu variabel dalam psikologi positif yang menekankan pada kualitas individu serta pertumbuhan manusia yang ideal untuk memperkuat nilai-nilai dan karakter positif dalam interaksi antar pribadi. Remaja atau siswa sedang berada pada tahap perkembangan mengalami permasalahan psikologis dan sosial seperti cemas, stres, depresi, dan kurang percaya diri menjadikan siswa tidak mampu menjaga keseimbangan dalam menghadapi perubahan kehidupan yang menekan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran character strengths terhadap Resiliensi siswa SMA Negeri 1 Lape. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan menggunakan teknik sampling area, analisis data dalam penelitian menggunakan uji regresi linear sederhana dengan jumlah sampel sebanyak 112 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunaka skala character strengths dan skala resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa character strengths berpengaruh sebesar 52,2% secara positif terhadap Resiliensi siswa SMA Negeri 1 Lape Sumbawa, terutama pada aspek keadilan, transendensi, kemanusiaan, dan kebijaksanaan. Artinya, semakin tinggi character strengths yang dimiliki oleh remaja/siswa, maka semakin tinggi Resiliensi yang mereka miliki. Sebaliknya semakin rendah character strengths remaja/siswa, maka semakin rendah juga nilai resiliensi pada remaja/siswa SMAN 1 Lape Sumbawa.
PERAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PADA SISWA KELAS X DI SMK MUHAMMADIYAH LEBAKSIU Faisaluddin, Faisaluddin; Ni’mah, Jumrotun; Itsna, Ita Nur; Oktiawati, Anisa; Insani, Uswatun
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.6104

Abstract

Adolescence is a period of development characterized by identity exploration and increased social interaction, including with peers. Peers have a significant influence on adolescent behavior, including in the sexual aspect. This study aims to determine the influence of peers on the sexual behavior of grade X students at SMK Muhammadiyah Lebaksiu. This study used a cross-sectional design with a quantitative approach and involved 119 respondents selected through purposive sampling technique. Data collection instruments used validated peer and sexual behavior questionnaires. The results showed that most of the respondents (49.6%) showed mild risky sexual behavior, while 6.7% were involved in severe risky sexual behavior. Peer variables contributed significantly to sexual behavior with a Nagelkerke R² value of 0.109 and a significance of p = 0.001. This finding confirms that the greater the influence of peers, the higher the likelihood of adolescents engaging in sexual behavior. Although the contribution is not dominant, peers are shown to have an important role in shaping adolescent sexual behavior. These results provide a basis for interventions that target adolescent social dynamics, both in school and family settings. ABSTRAK Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai oleh eksplorasi identitas dan peningkatan interaksi sosial, termasuk dengan teman sebaya. Teman sebaya memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku remaja, termasuk dalam aspek seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teman sebaya terhadap perilaku seksual siswa kelas X di SMK Muhammadiyah Lebaksiu. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 119 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner teman sebaya dan perilaku seksual yang telah divalidasi. Analisis data dilakukan dengan uji regresi logistik menggunakan SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (49,6%) menunjukkan perilaku seksual berisiko ringan, sedangkan 6,7% terlibat dalam perilaku seksual berisiko berat. Variabel teman sebaya berkontribusi secara signifikan terhadap perilaku seksual dengan nilai Nagelkerke R² sebesar 0,109 dan signifikansi p = 0,001. Temuan ini menegaskan bahwa semakin besar pengaruh teman sebaya, semakin tinggi pula kemungkinan remaja terlibat dalam perilaku seksual. Meskipun kontribusinya tidak dominan, teman sebaya terbukti memiliki peran penting dalam pembentukan perilaku seksual remaja. Hasil ini memberikan dasar bagi intervensi yang menargetkan dinamika sosial remaja, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE TERHADAP ACADEMIC BURNOUT PADA MAHASISWA UKSW PSIKOLOGI Sugito, Irene Helen; Arianti, Rudangta
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.6143

Abstract

University students face various complex and ongoing academic demands that can lead to chronic stress and ultimately result in academic burnout. One potential factor suspected to contribute to this condition is the intensity of smartphone use. This study aims to analyze the effect of smartphone use intensity on academic burnout among students of the Faculty of Psychology at Satya Wacana Christian University (UKSW). A quantitative approach was employed using a survey method and simple random sampling technique, involving 54 active students as participants. The instruments used include the School Burnout Inventory (SBI) to measure academic burnout levels, as well as a smartphone use intensity scale developed based on behavioral aspects according to Ajzen's theory. Data analysis was conducted using simple linear regression. The results indicate a significant but weak positive effect between smartphone use intensity and academic burnout (R = 0.309; p = 0.023), with a coefficient of determination (R²) of 0.096. This means that smartphone use intensity explains only 9.6% of the variance in burnout. These findings suggest that although smartphone use intensity contributes to burnout, other factors such as academic pressure, self-efficacy, and social support have a more dominant influence. ABSTRAKMahasiswa pendidikan tinggi dihadapkan pada berbagai tuntutan akademik yang kompleks dan berkelanjutan, yang dapat memicu stres kronis dan berujung pada academic burnout. Salah satu faktor potensial yang diduga turut berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah intensitas penggunaan smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas penggunaan smartphone terhadap academic burnout pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan teknik simple random sampling, melibatkan 54 mahasiswa aktif sebagai partisipan. Instrumen yang digunakan meliputi School Burnout Inventory (SBI) untuk mengukur tingkat academic burnout, serta skala intensitas penggunaan smartphone yang disusun berdasarkan aspek perilaku menurut teori Ajzen. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan namun lemah antara intensitas penggunaan smartphone dan academic burnout (R = 0,309; p = 0,023), dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,096. Artinya, intensitas penggunaan smartphone hanya menjelaskan 9,6% variansi burnout. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun intensitas penggunaan smartphone memiliki kontribusi terhadap burnout, faktor-faktor lain seperti tekanan akademik, efikasi diri, dan dukungan sosial memiliki pengaruh yang lebih dominan.
PENGARUH PENGGUNAAN FLASHCARDS TERHADAP KEMAMPUAN PENGENALAN EMOSI ANAK USIA 4-6 TAHUN Kelisha, Innara; Romansza, Hana Kameliana; Sanjaya, Alvin; Susanto, Lorentius Rossi Dwi; Pangestu, Gold Stefen; Risnawaty, Widya
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.6229

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of flashcard media in improving emotion recognition skills in children aged 4-6 years. The research background highlights the importance of early emotion recognition, as preschool-aged children begin to display basic emotions, but their skills in recognizing and managing emotions remain limited. The study employed a quantitative method with a pretest-posttest design, involving five students from TK Bhakti YKKP Kemanggisan. Children were given an initial test to assess their emotion recognition abilities, followed by an intervention using the “Know Your Emotions” flashcards featuring eight basic emotions. After the intervention, a post-test was conducted to evaluate changes in emotion recognition skills. The results showed a significant improvement in children’s ability to recognize emotions after using flashcards. As an engaging and simple visual medium, flashcards proved effective in helping children identify and understand various emotions more specifically and interactively. Flashcards can be applied both at school and at home, thus supporting the optimal development of children’s emotional intelligence. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menguji efektivitas media flashcards dalam meningkatkan kemampuan pengenalan emosi pada anak usia 4-6 tahun. Latar belakang penelitian menyoroti pentingnya pengenalan emosi sejak dini, karena anak usia prasekolah mulai mampu menunjukkan berbagai emosi dasar, namun keterampilan mereka dalam mengenali dan mengelola emosi masih terbatas. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pretest-posttest, melibatkan lima murid TK Bhakti YKKP Kemanggisan. Anak-anak diberikan tes awal untuk mengukur kemampuan pengenalan emosi, kemudian dilakukan intervensi menggunakan flashcard “Know Your Emotions” yang menampilkan delapan emosi dasar. Setelah intervensi, dilakukan tes akhir untuk menilai perubahan kemampuan pengenalan emosi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan anak mengenali emosi setelah penggunaan flashcard. Flashcard sebagai media visual yang menarik dan sederhana terbukti efektif membantu anak mengenali dan memahami berbagai emosi secara lebih spesifik dan interaktif. Penggunaan flashcard dapat diterapkan baik di sekolah maupun di rumah, sehingga mendukung perkembangan kecerdasan emosional anak secara optimal.
MENCARI BAHAGIA DI PESANTREN: PERAN KEBERSYUKURAN TERHADAP SUBJECTIVE WELL-BEING PADA SANTRI Haq, Muhammad Shodikul; Hanifah, Raidah
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.6230

Abstract

This study aims to examine the relationship between gratitude and subjective well-being among adolescent students (santri) in Islamic boarding schools. The research employed a quantitative correlational method with a sample of 90 junior high school-level santri (MTs) from an Islamic boarding school in Yogyakarta. The instruments used were the subjective well-being scale and the gratitude scale, both of which had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation technique. The results showed a significant positive relationship between gratitude and subjective well-being, with a correlation coefficient of r = 0.425 and a significance value of p = 0.031. This indicates that the higher the level of gratitude experienced by santri, the higher their level of subjective well-being. The findings suggest that gratitude is an important internal factor that can serve as a psychological protector for adolescent santri in dealing with the pressures of boarding school life. The implication of this study highlights the importance of integrating gratitude-based values into character development programs and psychological interventions within Islamic boarding school environments. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebersyukuran dan subjective well-being pada santri. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan sampel sebanyak 90 santri MTs di salah satu pondok pesantren di Yogyakarta. Instrumen yang digunakan adalah skala subjective well-being dan skala kebersyukuran, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kebersyukuran dan subjective well-being dengan nilai r = 0,425 dan p = 0,031. Artinya, semakin tinggi rasa syukur yang dimiliki santri, semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan subjektifnya. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebersyukuran merupakan salah satu faktor penting yang dapat berperan sebagai protektor psikologis bagi remaja santri dalam menghadapi tekanan kehidupan pesantren. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya penguatan nilai syukur dalam program pembinaan karakter dan intervensi psikologis di lingkungan pesantren.