cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 277 Documents
OPTIMALISASI PEMANFAATAN TIK DALAM KERANGKA KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI SD NEGERI 1 KARANGANOM KLATEN UTARA Fiani, Adella Shifa Okvita; Mayasari, Aulia; Wibowo, Naya Amelia; Mubarok, Muhamad Abid; Utomo, Saifudin; Susanti, Maria Melani Ika
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6203

Abstract

21st century education demands the integration of Information and Communication Technology (ICT) as an essential component in teacher professional competence to create effective and relevant learning. This background encourages the importance of examining the extent to which teachers are able to optimize technology in their teaching practices. This study focuses on describing and analyzing the level of optimization of ICT utilization within the framework of teacher professional competence at SD Negeri 1 Karanganom, North Klaten. Using a descriptive qualitative approach, this study carried out several important stages, namely collecting primary data through participatory observation in class, in-depth interviews, and distributing structured questionnaires. The collected data were then analyzed thematically to identify patterns of ICT mastery and implementation. The main findings show that teachers have mastered ICT at a good level, as evidenced by their ability to operate computers, Microsoft Word, and PowerPoint, to editing images and videos. Significantly, they are able to create interactive materials and questions using applications such as Canva, CapCut, Kahoot, Liveworksheets, and Quizizz. The main conclusion is that this ICT optimization effectively supports a more innovative, interactive, and enjoyable learning process, while at the same time confirming the fulfillment of teacher professional competence according to the demands of the digital era. ABSTRAKPendidikan abad ke-21 menuntut integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai komponen esensial dalam kompetensi profesional guru untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan relevan. Latar belakang ini mendorong pentingnya meneliti sejauh mana guru mampu mengoptimalkan teknologi dalam praktik mengajar mereka. Penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan dan menganalisis tingkat optimalisasi pemanfaatan TIK dalam kerangka kompetensi profesional para guru di SD Negeri 1 Karanganom, Klaten Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melaksanakan beberapa tahapan penting, yaitu pengumpulan data primer melalui observasi partisipatif di kelas, wawancara mendalam, serta penyebaran kuesioner terstruktur. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola penguasaan dan implementasi TIK. Temuan utama menunjukkan bahwa guru telah menguasai TIK pada tingkat yang baik, terbukti dari kemampuan mengoperasikan komputer, Microsoft Word, dan PowerPoint, hingga mengedit gambar dan video. Secara signifikan, mereka mampu menciptakan materi dan soal interaktif menggunakan aplikasi seperti Canva, CapCut, Kahoot, Liveworksheets, dan Quizizz. Simpulan utamanya adalah optimalisasi TIK ini secara efektif mendukung proses pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan menyenangkan, sekaligus menegaskan terpenuhinya kompetensi profesional guru sesuai tuntutan era digital.  
TREN PENELITIAN TENTANG KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN SEKOLAH: ANALISIS BIBLIOMETRIK DARI PUBIKASI INTERNASIONAL Ramadhan, Raihan; Zaki, Khilda Rahmi; Jalinus, Nizwardi; Ernawati, Ernawati
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6205

Abstract

This study aims to analyse the trend and development of research on principal leadership in school management through a bibliometric approach. Data was obtained from Scopus database with publication year limitation 2014-2024, resulting in 215 journal articles analysed. The bibliometric method was used with the help of VOSviewer and R Studio (Biblioshiny) software to map publication trends, most productive authors, most influential journals, and keyword linkages. The visualisation results show that the keyword ‘leadership’ has a strong dominance, and acts as the centre of a network that is closely connected to words such as ‘education,’ ‘school,’ ‘teacher,’ and ‘role.’ Five thematic clusters were identified: leadership in formal education, child education management, COVID-19 impact, medical education, and literature review methodology clusters. The findings show that principal leadership remains a central topic in the global education literature, and is evolving in a multidisciplinary direction. The review recommends further exploration of the role of leadership in non-formal contexts and evolving educational technologies. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren dan perkembangan penelitian tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam manajemen sekolah melalui pendekatan bibliometrik. Data diperoleh dari basis data Scopus dengan Batasan tahun publikasi 2014–2024, menghasilkan 215 artikel jurnal yang dianalisis. Metode bibliometrik digunakan dengan bantuan perangkat lunak VOSviewer dan R Studio (Biblioshiny) untuk memetakan tren publikasi, penulis paling produktif, jurnal paling berpengaruh, serta keterkaitan kata kunci. Hasil visualisasi menunjukkan bahwa kata kunci “leadership” memiliki dominasi kuat, dan berperan sebagai pusat jaringan yang terhubung erat dengan kata seperti “education”, “school”, “teacher”, dan “role”. Lima klaster tematik berhasil diidentifikasi: klaster kepemimpinan dalam pendidikan formal, manajemen pendidikan anak, dampak COVID-19, pendidikan kedokteran, serta metodologi kajian literatur. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah masih menjadi topik sentral dalam literatur pendidikan global, dan berkembang ke arah multidisipliner. Kajian ini merekomendasikan perlunya eksplorasi lebih lanjut terhadap peran kepemimpinan dalam konteks non-formal dan teknologi pendidikan yang terus berkembang.
MANAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SMP NEGERI 2 TELUK PANDAN Robinson, Amos
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6405

Abstract

This research aims to analyze and describe the curriculum development at SMP Negeri 2 Teluk Pandan, East Kutai Regency. The research type is descriptive qualitative. The subjects of this research are the school principal, teachers, school committee, student guardians, and students. The research object is curriculum development management, which includes planning, organizing, implementing, and supervising. Data collection techniques use observation, interviews, and documentation. Qualitative data analysis uses the interactive model of Miles and Huberman, which includes data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing. The validity test uses the triangulation technique. The research results on the aspects of curriculum development management are: 1) Planning, which involves developing the vision, mission, and goals, preparing programs, facilities and infrastructure, learning tools, and human resources; 2) Organizing, which covers the management of institutional structure, regulations, work programs, human resources, activity units, facilities and infrastructure, budget, partnerships, supervision, and evaluation; 3) Implementation, where learning uses contextual and scientific approaches, with methods such as exposition, reflective thinking, discussion, and simulation. The learning materials are systematically arranged and cross-curricular, including extracurricular activities; 4) Supervision, which is carried out through internal audit activities in the form of direct and indirect supervision, with supervision targets covering planning, management, education, empowerment of the school community, and the physical school. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pengembangan kurikulum di SMP Negeri 2 Teluk Pandan  Kabupaten Kutai Timur. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian adalah kepala Sekolah, guru, komite, wali siswa dan siswa. Obyek penelitian adalah manajemen pengembangan kurikulum meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data kualitatif menggunakan model interaktif  Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Uji Keabsahan menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian manajemen pengembangan kurikulum aspek: 1) Perencanaan berupa pengembangkan visi misi dan tujuan, penyusunan program, sarana dan prasarana, perangkat pembelajaran dan SDM; 2) Pengorganisasian mencakup pengelolaan struktur kelembagaan peraturan, program kerja, SDM, unit-unit kegiatan, sarana prasana, anggaran, kemitraan, pengawasan dan evaluasi; 3) Pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual dan ilmiah, dengan metode eksposisi, berpikir reflektif, diskusi, simulasi. Materi pembelajaran disusun secara sistematis dan lintas mata pelajaran dan ekstrakurikuler. 4) Pengawasan melalui kegiatan audit internal, dalam bentuk pengawasan langsung dan tidak langung, dengan sasaran pengawasan meliputi perencanaan, manajemen, pendidikan, pemberdayaan warga sekolah dan fisik sekolah.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH PENGGERAK Burmantara, Asrof; Hardiansyah, Hardiansyah; Hakim, Lukmanul
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6413

Abstract

Improving the quality of education is strongly influenced by how human resource management in schools is implemented. This study is motivated by the important role of human resource management in creating quality learning, especially in a driving school such as SD Negeri Labuhan Lalar, Taliwang sub-district. The main objective of this study is to analyze the process of planning, implementation and evaluation of human resource management in the school. The approach used was qualitative with a case study method. Data were collected through interviews, observations and documentation involving the principal, vice principal, lead teachers and homeroom teachers. The analysis procedure was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that the planning of teaching staff is based on the actual needs of the school and teacher competencies. Management implementation includes training programs, assignments according to expertise, and continuous professional development. Evaluation is carried out regularly as an effort to monitor and improve the performance of teaching staff. In conclusion, structured and targeted human resource management contributes significantly to improving the quality of education. It is recommended that schools continue to strengthen the training system, evaluation and cooperation among educators. ABSTRAK Peningkatan mutu pendidikan sangat dipengaruhi oleh bagaimana pengelolaan sumber daya manusia di sekolah dilaksanakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran manajemen sumber daya manusia dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas, khususnya di sekolah penggerak seperti SD Negeri Labuhan Lalar, Kecamatan Taliwang. Tujuan utama dari studi ini adalah menganalisis proses perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi terhadap pengelolaan sumber daya manusia di sekolah tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru penggerak, serta wali kelas. Prosedur analisis dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan menunjukkan bahwa perencanaan tenaga pendidik dilakukan berdasarkan kebutuhan aktual sekolah dan kompetensi guru. Pelaksanaan manajemen mencakup program pelatihan, penugasan sesuai keahlian, serta pengembangan profesional secara berkelanjutan. Evaluasi dilaksanakan secara rutin sebagai upaya pemantauan dan peningkatan kinerja tenaga pendidik. Kesimpulannya, pengelolaan sumber daya manusia yang terstruktur dan tepat sasaran memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan. Disarankan agar sekolah terus memperkuat sistem pelatihan, evaluasi, serta kerja sama antar pendidik.
PELUANG DAN TANTANGAN SARJANA ADMINISTRASI PENDIDIKAN DALAM MENGISI POSISI STRATEGIS TENAGA KEPENDIDIKAN PROFESIONAL SEKOLAH : SEBUAH TINJAUAN KRITIS LITERATUR Asri, Syarani Darayatul; Suhardi, Muhamad; Widiawati, Nanda; Anggriani, Putri; Putra, Ryan; Purnasari, Hesty
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6418

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study is to explore the roles and challenges faced by graduates of Educational Administration in managing educational institutions. The identified issues include the need for competent professionals in the field of educational management, as well as challenges in responding to changes in policy, curriculum, and technology. The method used is a literature study by collecting data from various academic sources, including books, journals, and relevant articles. The research stages in this article include collecting data through a literature review of 11 relevant academic articles, followed by descriptive qualitative analysis to identify the roles, opportunities, and challenges of educational administration graduates as professional education personnel in schools. The analysis emphasizes the validity and credibility of sources to produce in-depth understanding and strong theoretical contributions. The findings indicate that educational administration plays an important role in resource management and improving education quality, but graduates often face difficulties in applying theory to practice. The conclusion of this study highlights the importance of continuous training and skill development for education personnel to improve the quality of education and ensure graduates are prepared to face challenges in the workforce. Therefore, Educational Administration graduates hold a strategic position in filling educational staff roles in schools, and they also face diverse opportunities and challenges, especially with the advancement of digital technology. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran dan tantangan yang dihadapi oleh Sarjana Administrasi Pendidikan dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Masalah yang diidentifikasi mencakup kebutuhan akan profesional yang kompeten di bidang manajemen pendidikan, serta tantangan dalam menghadapi perubahan kebijakan, kurikulum, dan teknologi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber akademis, termasuk buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Tahapan penelitian dalam artikel ini meliputi pengumpulan data melalui studi literatur dari 11 artikel akademik yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi peranan, peluang, dan tantangan sarjana administrasi pendidikan sebagai tenaga kependidikan profesional di sekolah. Analisis dilakukan dengan menekankan validitas dan kredibilitas sumber untuk menghasilkan pemahaman yang mendalam dan kontribusi teoritis yang kuat. Hasil kajian menunjukkan bahwa administrasi pendidikan memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya dan peningkatan kualitas pendidikan, namun lulusan ini sering kali menghadapi kesulitan dalam menerapkan teori ke dalam praktik. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan dan pengembangan keterampilan bagi tenaga kependidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memastikan lulusan ini siap menghadapi tantangan di dunia kerja. Jadi Sarjana Administrasi Pendidikan memiliki posisi yang strategis dakam mengisi peluang tenaga kependidikan di sekolah, selain itu peluang dan tantangan di sarjana ini juga sangat beragam terutama dalam kemajuan teknologi digital.
KINERJA ADMINISTRASI SEKOLAH DI DAERAH TERPENCIL DALAM PERSPEKTIF MANAJEMEN PENDIDIKAN EFEKTIF Yonanda, Bintang; Suhardi, Muhamad; Patmah, Patmah; Haerurrozikin, Haerurrozikin; Syifa, Nur Aisyah; Kamila, Nayla Rodiatul
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6513

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the effectiveness of school administration in remote areas from the perspective of efficient educational management. The main issue identified is that inefficient administrative methods can hinder the achievement of educational goals. The study highlights the challenges faced by schools in remote areas, such as a lack of teaching staff, inadequate facilities, and administrative responsibilities that are often borne by teachers. The method used in this research is a literature review with a descriptive qualitative approach. Data were obtained from various literature sources, such as books, articles, and relevant scientific journals, accessed through the Google Scholar platform over the past decade. The findings indicate that despite facing various challenges, some schools in remote areas can implement creative managerial strategies to improve their administrative performance. In this regard, it is important to note that effective school management is not merely a technical aspect but also a crucial factor that supports the overall success of achieving educational objectives. Without an efficient administrative system, the educational process will encounter various technical and managerial obstacles. The conclusion of this research emphasizes that effective educational management is a critical approach in building an efficient and sustainable school administration system. Appropriate and innovative strategies that combine modern management principles with local wisdom are needed to address these challenges. ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas administrasi sekolah di daerah terpencil dari perspektif manajemen pendidikan yang efisien. Permasalahan utama yang teridentifikasi adalah metode administrasi yang tidak efisien dapat menghambat pencapaian tujuan pendidikan. Studi ini menyoroti masalah yang dialami oleh sekolah-sekolah di daerah terpencil, seperti kekurangan tenaga pengajar, fasilitas yang tidak memadai, dan tanggung jawab administratif yang sering ditanggung oleh para guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur, seperti buku, artikel, dan jurnal ilmiah yang relevan, yang diakses melalui platform Google Scholar dalam satu dekade terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun menghadapi berbagai tantangan, beberapa sekolah di daerah terpencil dapat mengimplementasikan strategi manajerial yang kreatif untuk meningkatkan kinerja administrasi mereka. Dalam hal ini, perlu dicatat bahwa manajemen sekolah yang efektif bukan hanya sekadar aspek teknis, tetapi juga merupakan faktor penting yang mendukung keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan secara keseluruhan. Tanpa adanya sistem administrasi yang efisien, proses pendidikan akan menemui berbagai kendala teknis dan manajerial. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa manajemen pendidikan yang efektif adalah pendekatan krusial dalam membangun sistem administrasi sekolah yang efisien dan berkelanjutan. Diperlukan strategi yang sesuai dan inovatif yang menggabungkan prinsip-prinsip manajemen modern dengan kearifan lokal untuk mengatasi tantangan yang ada.
ANALISIS MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM BAHASA ARAB DI PERGURUAN TINGGI ISLAM Nugraha, Rahmat Mulya; Ratna, Ai; Jamilah, Ayi Noer; Latopah, Leni; Sabila, Rabbaniah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6535

Abstract

Arabic curriculum development in Islamic universities plays an important role in improving students' competence in understanding and using the language which is the main source of Islamic teachings. This study analyzes the application of three curriculum development models: Tyler, Taba, and Schwab, as well as the advantages and challenges of each in the context of Arabic language education. The research method used is qualitative with a descriptive approach. Tyler's model offers a systematic approach based on learning objectives, while Taba emphasizes the active role of teachers in curriculum development inductively. Schwab's model focuses on the social, cultural and student needs aspects of educational practice. The results show that the Tyler Model has a systematic structure but lacks flexibility, the Taba Model is more adaptive but requires active involvement of the teacher, and the Schwab Model is more contextual but faces coordination challenges in its implementation. All three have the potential to complement each other when applied synergistically. The implications of the results of this study show the importance of the role of higher education institutions in adjusting the curriculum to the demands of the times as well as local and global needs. The combination of the three models is expected to produce an Arabic curriculum that is not only academically relevant, but also responsive to social and technological developments. This study recommends periodic curriculum evaluation and intensive training for teachers to improve the effectiveness of curriculum implementation on an ongoing basis. ABSTRAK Pengembangan kurikulum Bahasa Arab di perguruan tinggi Islam berperan penting dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam memahami dan menggunakan bahasa yang menjadi sumber utama ajaran Islam. Penelitian ini menganalisis penerapan tiga model pengembangan kurikulum: Tyler, Taba, dan Schwab, serta keunggulan dan tantangan masing-masing dalam konteks pendidikan Bahasa Arab. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Model Tyler menawarkan pendekatan sistematis berbasis tujuan pembelajaran, sementara Taba menekankan peran aktif pengajar dalam penyusunan kurikulum secara induktif. Model Schwab berfokus pada aspek sosial, budaya, dan kebutuhan mahasiswa dalam praktik pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model Tyler memiliki struktur yang sistematis tetapi kurang fleksibel, Model Taba lebih adaptif namun menuntut keterlibatan aktif pengajar, dan Model Schwab lebih kontekstual tetapi menghadapi tantangan koordinasi dalam pelaksanaannya. Ketiganya memiliki potensi untuk saling melengkapi bila diterapkan secara sinergis. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya peran lembaga pendidikan tinggi dalam menyesuaikan kurikulum dengan tuntutan zaman serta kebutuhan lokal dan global. Kombinasi dari ketiga model diharapkan dapat menghasilkan kurikulum Bahasa Arab yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga responsif terhadap perkembangan sosial dan teknologi. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi kurikulum secara berkala dan pelatihan intensif bagi pengajar untuk meningkatkan efektivitas implementasi kurikulum secara berkelanjutan.
KEPEMIMPINAN ADAPTIF DI ERA VUCA: STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGELOLA KETIDAKPASTIAN DAN KOMPLEKSITAS DUNIA PENDIDIKAN Imadoeddin, Imadoeddin; Taufik, Achmad; Bari, Abdul; Syaiful, Syaiful
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6578

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine in-depth the adaptive leadership strategies implemented by school principals in facing the challenges of education in the VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) era. A qualitative approach with a case study design was used in this study, with research locations in several secondary schools in Pamekasan Regency, East Java. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation analysis, then analyzed using thematic analysis techniques. The results indicate that successful school principals in the VUCA context tend to display strong systemic thinking skills, make flexible decisions, and build open and collaborative communication with all school stakeholders. The identified adaptive strategies include restructuring teacher roles in emergency situations, strengthening a reflective culture in schools, strategically utilizing technology, and developing external networks to address resource constraints. On the other hand, key challenges to adaptive leadership include resistance to change from within the organization, frequently changing central policies, and limited human resource capacity at the local level. This study makes a theoretical contribution to the educational leadership literature by emphasizing the importance of a context-based adaptive approach in school management. Furthermore, the findings of this study offer practical implications for the development of principal training and education policy reform at the regional level. Recommendations for further research include the development of a more comprehensive adaptive leadership model and quantitative studies to broaden the generalizability of the findings. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi kepemimpinan adaptif yang diterapkan oleh kepala sekolah dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan lokasi penelitian di beberapa sekolah menengah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah yang berhasil dalam konteks VUCA cenderung menampilkan kemampuan tinggi dalam berpikir sistemik, mengambil keputusan secara fleksibel, serta membangun komunikasi terbuka dan kolaboratif dengan seluruh pemangku kepentingan sekolah. Strategi adaptif yang diidentifikasi antara lain: restrukturisasi peran guru dalam situasi darurat, penguatan budaya reflektif di sekolah, pemanfaatan teknologi secara strategis, serta pengembangan jejaring eksternal untuk menghadapi keterbatasan sumber daya. Di sisi lain, tantangan utama kepemimpinan adaptif meliputi resistensi perubahan dari internal organisasi, kebijakan pusat yang sering berubah, serta keterbatasan kapasitas sumber daya manusia di tingkat lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap literatur kepemimpinan pendidikan dengan menegaskan pentingnya pendekatan adaptif berbasis konteks dalam manajemen sekolah. Selain itu, hasil penelitian ini juga menawarkan implikasi praktis bagi pengembangan pelatihan kepala sekolah dan reformasi kebijakan pendidikan di tingkat daerah. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya mencakup pengembangan model kepemimpinan adaptif yang lebih komprehensif dan studi kuantitatif untuk memperluas generalisasi temuan.
KEPEMIMPINAN SEKOLAH DI ERA DIGITAL: STUDI KUALITATIF STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGELOLA PERUBAHAN Anam, Syaiful; Habibi, Nur Syakherul; Firdaus, Sukma Umbara Tirta
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6579

Abstract

ABSTRACT Digital transformation in education demands a fundamental shift in the way schools are managed, particularly at the leadership level. Principals, as learning leaders, are required not only to understand technology but also to strategically manage organizational culture change. This study aims to uncover principals' leadership strategies in managing digital-based change at the junior high school level. The approach used was a qualitative interpretive approach with a multiple case study design, involving principals from public and private junior high schools in Pakong District, Pamekasan Regency, who have experience in digital transformation. Data collection techniques included in-depth interviews, limited observation, and documentation studies. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, while validity was maintained through triangulation of sources and methods. The study's findings are divided into three main themes. First, the meaning of digital leadership is reflectively interpreted by principals as the ability to integrate technological vision with participatory leadership values. Second, the managerial strategies employed include strengthening teacher capacity, digitizing standard operating procedures (SOPs) and quality control, and optimizing digital communication platforms. Third, the main challenges faced are teacher resistance, infrastructure inequality, and resource limitations, but these are offset by innovative solutions and local best practices. This study provides theoretical contributions to the development of a locally context-based digital leadership model, as well as practical implications for policymakers designing programs to improve the capacity of school principals to manage change in the digital era. ABSTRAK Transformasi digital dalam pendidikan menuntut pergeseran mendasar dalam cara sekolah dikelola, khususnya pada level kepemimpinan. Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dituntut tidak hanya mampu memahami teknologi, tetapi juga mengelola perubahan budaya organisasi secara strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola perubahan berbasis digital di tingkat sekolah menengah pertama. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif interpretatif dengan desain studi kasus multipel, melibatkan kepala sekolah dari SMP negeri dan swasta di Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, yang telah memiliki pengalaman dalam transformasi digital. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara mendalam, observasi terbatas, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, sedangkan validitas dijaga melalui triangulasi sumber dan metode. Temuan studi ini terbagi dalam tiga tema utama. Pertama, makna kepemimpinan digital dimaknai secara reflektif oleh kepala sekolah sebagai kemampuan mengintegrasikan visi teknologi dengan nilai-nilai kepemimpinan partisipatif. Kedua, strategi manajerial yang digunakan meliputi penguatan kapasitas guru, digitalisasi SOP dan kontrol mutu, serta optimalisasi platform komunikasi digital. Ketiga, tantangan utama yang dihadapi adalah resistensi guru, ketimpangan infrastruktur, dan keterbatasan sumber daya, namun diimbangi oleh solusi inovatif dan praktik baik lokal. Studi ini memberikan kontribusi teoritis pada pengembangan model kepemimpinan digital berbasis konteks lokal, serta implikasi praktis bagi pengambil kebijakan untuk merancang program peningkatan kapasitas kepala sekolah dalam mengelola perubahan di era digital.
STUDI LITERATUR KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP KUALITAS GURU Laa, Raspa; Subagyo, Ahmad; Sofyan, Muhammad
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6835

Abstract

This research is motivated by the strategic role of Islamic education in shaping national character and the historical gap between its ideal potential and the reality of policies that often marginalize teacher quality, particularly in the teaching profession. Although numerous studies discuss Islamic education policy in general, few analyze its direct impact on teacher quality. Therefore, this research focuses on examining the causal relationship between Islamic education policy and improving teacher quality, encompassing competency, professionalism, and well-being. This research employed a library research method with a qualitative descriptive-analytical approach. Primary and secondary data from various literature were analyzed using content analysis and validated through source triangulation. Key findings confirm that effective policies influence teacher quality through three main domains: establishing competency standards, implementing ongoing professional development, and providing a supportive evaluation system. It concludes that Islamic education policy must be designed as a comprehensive, supportive ecosystem that not only sets high standards but also proactively addresses implementation barriers such as workload and resource constraints, to ensure holistic and sustainable teacher quality improvement. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh peran strategis pendidikan Islam dalam membentuk karakter bangsa dan adanya kesenjangan historis antara potensi idealnya dengan realitas kebijakan yang seringkali memarginalkan kualitasnya, terutama pada aspek guru. Meskipun banyak kajian membahas kebijakan pendidikan Islam secara umum, masih sedikit yang menganalisis dampaknya secara langsung terhadap kualitas guru. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk mengkaji hubungan kausal antara kebijakan pendidikan Islam dengan peningkatan kualitas guru, yang mencakup kompetensi, profesionalisme, dan kesejahteraan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data primer dan sekunder dari berbagai literatur dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) dan divalidasi melalui triangulasi sumber. Temuan utama menegaskan bahwa kebijakan yang efektif memengaruhi kualitas guru melalui tiga ranah utama: penetapan standar kompetensi, penyelenggaraan pengembangan profesional berkelanjutan, dan sistem evaluasi yang suportif. Disimpulkan bahwa kebijakan pendidikan Islam harus dirancang sebagai ekosistem pendukung yang komprehensif, yang tidak hanya menetapkan standar tinggi tetapi juga secara proaktif mengatasi hambatan implementasi seperti beban kerja dan keterbatasan sumber daya, guna memastikan peningkatan kualitas guru secara holistik dan berkelanjutan.