cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 277 Documents
ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SD NEGERI INPRES BAJO Fahirah, Jihan; Hastuti, Intan Dwi; Anwar, Khairil
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6836

Abstract

This study aims to determine the implementation of the independent curriculum at SDN Inpres Bajo by starting from the planning stage of the implementation of the independent curriculum, the process of implementing the independent curriculum, and the process of evaluating the implementation of the independent curriculum at SDN Inpres Bajo. The type of research used in this study is a qualitative approach. A qualitative research approach that produces descriptive data in the form of written words or writings from people or research behavior based on the philosophy of postpositivity, is used to research the conditions of natural objects. Data collection techniques are carried out through triangulation (combined), data analysis is inductive and the results of qualitative research emphasize meaning rather than generalization. Data collection procedures used in this study are analysis, interviews, and documentation. The data analysis process used is data reduction, data presentation and drawing conclusions. This shows that the implementation of the independent curriculum at SDN Inpres Bajo has gone well, however there are several challenges faced, teachers are required to be more creative in preparing teaching media and also teaching modules that are appropriate to the material being taught. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui impelemntasi kurikulum merdeka di SDN Inpres Bajo dengan memulai dari tahap perencanaan implementasi kurikulum merdeka, proses pelaksanaankurikulum merdeka, serta proses evaluasi pelaksanaan kurikulum merdeka  di SDN Inpres Bajo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penenlitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan penelitian kualitatif yang menghasilkan data dekriptif berupa kata-kata tertulis atau tulisan dari orang-orang atau perilaku penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, di gunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah. Teknik  pengumpulan data dilakukan secara tringulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif dan hasil penenlitian kualitatif menekankan pada makna dari pada generalisasi. Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hal ini menujukan bahwa implementasi  kurikulum merdeka di SDN Inpres Bajo  sudah berjalan dengan baik, akan tetapi ada beberapa tantangan yang dihadapi, guru di tuntut menjadi lebih kreatif dalam mempersiapkan media ajar dan juga modul ajar yang sesuai dengan materi yang di ajarkan.
PROGRAM VISUALISASI KURIKULUM UNTUK MENINGKATKAN LAYANAN KURIKULUM DI LINGKUNGAN FPMIPA UPI Wijayanti, Utari; Nurjanah, Nurjanah; Rusdiana, Dadi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i3.6924

Abstract

Developing a curriculum demands high precision because it must consider various constraints such as the number of credits (SKS) allowed per semester, the availability of teaching staff, the prerequisite interrelation between courses, student readiness, and the availability of facilities. Difficulty often arises in designing a consistent curriculum, where prerequisite courses must always be taken before advanced courses; the curriculum is considered inconsistent if the offering order of a course and its prerequisite is reversed. This research addresses this issue by developing a curriculum visualization program that helps curriculum developers achieve consistency and facilitates academic teams at the study program up to the faculty level to supervise the consistency of the existing curriculum, with results indicating that the developed program eases the supervision of curriculum consistency. ABSTRAK Mengembangkan kurikulum membutuhkan ketelitian tinggi karena memiliki banyak batasan termasuk di antaranya jumlah sks yang dapat diambil oleh mahasiswa pada setiap semester, ketersediaan tenaga pengajar, keterkaitan antara suatu mata kuliah dengan mata kuliah prasyarat, kematangan dan kesiapan mahasiswa dalam mengambil suatu mata kuliah, dan ketersediaan fasilitas untuk penyelenggaraan mata kuliah pada satu semester. Dalam penyusunan kurikulum, dengan banyaknya batasan yang perlu dipenuhi tidak jarang penyusun kurikulum mengalami kesulitan dalam menyusun kurikulum yang konsisten di mana suatu mata kuliah dapat ditawarkan pada suatu semester jika mata kuliah prasyarat sudah diambil oleh mahasiswa pada semester-semester sebelumnya. Kurikulum tidak konsisten jika muncul suatu mata kuliah dengan mata kuliah prasyarat ditawarkan dengan urutan yang terbalik. Penelitian ini mengembangkan program visualisasi kurikulum sehingga membantu penyusun kurikulum menyusun kurikulum secara konsisten dan memudahkan tim akademik baik di program studi, departemen dan fakultas untuk melakukan supervisi terkait konsistensi kurikulum yang ada. Hasil penelitian menunjukkan program kurikulum yang dikembangkan memudahkan supervisi konsisten kurikulum.
PENGARUH KEPEMIMPINAN ADAPTIF UNTUK MENINGAKTKAN KINERJA GURU Sumiati, Sumiati
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i3.7247

Abstract

This research is motivated by the crucial role of principals in improving teacher performance, but there is a gap in studies that specifically examine effective leadership models in complex and dynamic educational situations. Therefore, this study focuses on examining the influence of principals' adaptive leadership, broken down into behavioral and skill variables, on improving teacher performance in elementary schools. Using a causal quantitative approach, this study distributed questionnaires to 364 public elementary school teachers in Bogor Regency. The collected data were then analyzed using Partial Least Square Structural Equation Modeling (SEM-PLS) to test the hypothesized relationships between the variables. After undergoing validity and reliability tests, the results of the structural model analysis showed that both adaptive leadership behavior (? = 0.424) and adaptive leadership skills (? = 0.307) had a positive and statistically significant influence on teacher performance (p < 0.01). These findings confirm that principals who implement adaptive leadership practices and skills can effectively improve teacher performance. It is concluded that adaptive leadership is a relevant strategic approach for navigating challenges and developing policies that support teacher professional development. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh krusialnya peran kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru, namun terdapat kesenjangan dalam studi yang secara spesifik mengkaji model kepemimpinan yang efektif dalam situasi pendidikan yang kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menguji pengaruh kepemimpinan adaptif kepala sekolah, yang diuraikan menjadi variabel perilaku dan keterampilan, terhadap peningkatan kinerja guru di sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kuantitatif kausal, penelitian ini menyebarkan kuesioner kepada 364 guru sekolah dasar negeri di Kabupaten Bogor. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (SEM-PLS) untuk menguji hipotesis hubungan antar variabel. Setelah melalui uji validitas dan reliabilitas, hasil analisis model struktural menunjukkan bahwa baik perilaku kepemimpinan adaptif (? = 0,424) maupun keterampilan kepemimpinan adaptif (? = 0,307) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan secara statistik terhadap kinerja guru (p < 0,01). Temuan ini menegaskan bahwa kepala sekolah yang menerapkan praktik dan keterampilan kepemimpinan adaptif dapat secara efektif meningkatkan kinerja guru. Disimpulkan bahwa kepemimpinan adaptif merupakan pendekatan strategis yang relevan untuk menavigasi tantangan dan membangun kebijakan yang mendukung pengembangan profesionalisme guru.
EVALUASI EFEKTIVITAS STANDAR PROSES KURIKULUM 2013 DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Athirah, Fannia; Giyandita, Fatimah Siti; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i3.7295

Abstract

This research is motivated by the crucial role of process standards in the 2013 Curriculum as a reference for creating active, creative, and student-centered learning. However, their implementation in the field often faces obstacles. The gap between the ideal goals of process standards and the reality of their implementation, such as a lack of teacher understanding and limited resources, prompted this evaluation. The focus of the research is to evaluate the effectiveness of implementing the 2013 Curriculum process standards in improving the quality of learning. This study used a qualitative method with a library research approach, analyzing various literature such as books, journals, and official documents related to the implementation of process standards. Data analysis was conducted using content analysis. The results of the study indicate that the K13 process standards conceptually have a positive impact, encouraging a scientific approach and active learning. However, key findings reveal that their effectiveness is highly dependent on teacher readiness in planning (lesson plan), implementing (variative methods), and assessing learning. Significant obstacles include a lack of teacher training, difficulties integrating a scientific approach and authentic assessment, and limited supporting resources. It was concluded that the K13 process standards have the potential to improve learning quality, but their effectiveness is not yet optimal and requires ongoing teacher training and facility improvements to achieve maximum results. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh peran krusial standar proses dalam Kurikulum 2013 sebagai acuan untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan berpusat pada siswa, namun implementasinya di lapangan sering menghadapi kendala. Adanya kesenjangan antara tujuan ideal standar proses dengan realitas pelaksanaannya, seperti kurangnya pemahaman guru dan keterbatasan sarana, mendorong evaluasi ini. Fokus penelitian adalah mengevaluasi efektivitas penerapan standar proses Kurikulum 2013 dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menganalisis berbagai literatur seperti buku, jurnal, dan dokumen resmi terkait implementasi standar proses. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa standar proses K13 secara konseptual berdampak positif, mendorong pendekatan saintifik dan pembelajaran aktif. Namun, temuan utama mengungkap bahwa efektivitasnya sangat bergantung pada kesiapan guru dalam merencanakan (RPP), melaksanakan (metode variatif), dan menilai pembelajaran. Kendala signifikan meliputi kurangnya pelatihan guru, kesulitan mengintegrasikan pendekatan saintifik dan penilaian autentik, serta keterbatasan sarana pendukung. Disimpulkan bahwa standar proses K13 berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran, namun efektivitasnya belum optimal dan memerlukan pelatihan guru berkelanjutan serta peningkatan fasilitas agar dapat tercapai secara maksimal.
URGENSI KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM EDUKASI PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR Sari, Feni Huspita; Andaryani, Sutinah; Hasanah, Ade Uswatun; Solha, Solha
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i3.7323

Abstract

This research is motivated by the high number of cases of sexual violence against children in Indonesia, including in elementary schools, as recorded in 2024 data from the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection (KemenPPPA) and the Indonesian Child Protection Commission (KPAI). The urgency of child protection, while the perceived suboptimal implementation of existing policies, constitutes a major gap. Therefore, this research focuses on analyzing the urgency of government policies on sexual violence prevention education in elementary schools and identifying barriers to their implementation. Using a descriptive qualitative method with a literature review approach, this study examines regulations (such as Law No. 12/2022 on the Child Protection and Child Protection (TPKS) and Regulation No. 46/2023) and empirical data, analyzed using Mazmanian and Sabatier's implementation theory. The results indicate that although the legal basis exists, its implementation is suboptimal. Key findings reveal obstacles such as a lack of clear technical guidelines, limited teacher capacity, cultural resistance to sexuality education, and weak coordination between institutions. It concludes that policy strengthening through technical regulations, teacher training, social paradigm shifts, and cross-sectoral coordination are essential for effective and sustainable sexual violence prevention education in elementary schools. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia, termasuk di lingkungan sekolah dasar, sebagaimana tercatat dalam data KemenPPPA dan KPAI tahun 2024. Adanya urgensi perlindungan anak namun implementasi kebijakan yang ada dirasa belum optimal menjadi kesenjangan utama. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus menganalisis urgensi kebijakan pemerintah dalam edukasi pencegahan kekerasan seksual di sekolah dasar serta mengidentifikasi hambatan implementasinya. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, penelitian ini mengkaji regulasi (seperti UU TPKS No. 12/2022 dan Permendikbudristek No. 46/2023) dan data empiris, dianalisis menggunakan teori implementasi Mazmanian dan Sabatier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dasar hukum telah ada, implementasinya belum optimal. Temuan utama mengungkap hambatan berupa kurangnya pedoman teknis yang jelas, keterbatasan kapasitas guru, resistensi budaya terhadap pendidikan seksualitas, dan lemahnya koordinasi antar lembaga. Disimpulkan bahwa penguatan kebijakan melalui regulasi teknis, pelatihan guru, perubahan paradigma sosial, dan koordinasi lintas sektor sangat diperlukan agar edukasi pencegahan kekerasan seksual dapat berjalan efektif dan berkelanjutan di sekolah dasar.
TATA LAKSANA PENGEMBANGAN KURIKULUM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DI SD RUMAH QURAN AL UMMAH Indahwati, Noor
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i3.7324

Abstract

This research is motivated by the fundamental role of Pancasila Education in shaping national character from an early age, particularly at the elementary school level, and its relevance in the context of the Independent Curriculum. The need to contextually integrate Pancasila values ??in religious-based schools prompted this study. The focus of the research is to analyze the development and implementation of the Pancasila Education curriculum for grade 1 at Rumah Quran Al Ummah Elementary School. Using descriptive qualitative methods, data was collected through observations and interviews to explore learning practices. The research stages included a preliminary study, data collection on curriculum implementation, data analysis, and report preparation. Key findings indicate that the learning was designed in a student-centered and applicable manner, integrating Pancasila values ??through a variety of methods such as interactive lectures, discussions, case studies, role-playing, and projects. Evaluation was conducted holistically (cognitive, affective, and psychomotor). It was concluded that this contextual and experience-oriented approach effectively strengthens the profile of Pancasila learners. The study recommends a responsive curriculum development model that can be replicated in other religious-based elementary schools. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh peran fundamental Pendidikan Pancasila dalam membentuk karakter bangsa sejak dini, khususnya di tingkat sekolah dasar, dan relevansinya dalam konteks Kurikulum Merdeka. Adanya kebutuhan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila secara kontekstual di sekolah berbasis keagamaan mendorong studi ini. Fokus penelitian adalah menganalisis tata laksana pengembangan dan implementasi kurikulum Pendidikan Pancasila kelas 1 di SD Rumah Quran Al Ummah. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara untuk mengeksplorasi praktik pembelajaran. Tahapan penelitian meliputi studi pendahuluan, pengumpulan data implementasi kurikulum, analisis data, dan penyusunan laporan. Temuan utama menunjukkan bahwa pembelajaran dirancang secara student-centered dan aplikatif, mengintegrasikan nilai Pancasila melalui metode variatif seperti ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, bermain peran, dan proyek. Evaluasi dilakukan secara holistik (kognitif, afektif, psikomotorik). Disimpulkan bahwa pendekatan yang kontekstual dan berorientasi pengalaman ini efektif memperkuat profil pelajar Pancasila. Penelitian merekomendasikan model pengembangan kurikulum responsif yang dapat direplikasi di sekolah dasar berbasis keagamaan lainnya.
MANAJEMEN KEPALA MADRASAH DALAM MEMOTIVASI KERJA GURU DI MADRASAH DINIYYAH AL-FUTUHIYYAH ASSALAFIYYAH SUKOREJO SEMPU ANDONG BOYOLALI Assi, Muhammad Hamid; Ibrahim, Rustam
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7464

Abstract

The This study aims to describe and analyze the management of the head of the madrasah in motivating teachers at Madrasah Diniyyah Al-Futuhiyyah Assalafiyyah Sukorejo Sempu Andong Boyolali, as well as to identify the obstacles encountered and the solutions implemented. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects consisted of the head of the madrasah as the key informant and several permanent and non-permanent teachers selected through purposive sampling. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The results revealed that the head of the madrasah implemented four main management functions planning, organizing, actuating, and controlling in an integrated manner to enhance teachers’ work motivation. The head of the madrasah actively served as a leader, mentor, and motivator through spiritual, humanistic, participatory, and exemplary approaches. The main challenges included limited teacher attendance and time, insufficient learning facilities, and the absence of a standardized performance evaluation system. To overcome these issues, the head of the madrasah adopted adaptive strategies such as schedule adjustments, non-material rewards, strengthened communication, and continuous spiritual guidance. This study concludes that religious and humanistic-based leadership effectively fosters a harmonious work atmosphere, enhances teacher motivation and discipline, and sustains the learning process in nonformal Islamic educational institutions. This management model can serve as a reference for other Islamic educational institutions in developing effective, participatory, and value-based management systems that emphasize spiritual development and teacher professionalism. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kepala madrasah dalam memotivasi kerja guru di Madrasah Diniyyah Al-Futuhiyyah Assalafiyyah Sukorejo Sempu Andong Boyolali, serta mengidentifikasi hambatan dan solusi yang diterapkan dalam pelaksanaannya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah sebagai informan kunci serta guru tetap dan tidak tetap yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menerapkan empat fungsi utama manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, secara terpadu untuk meningkatkan motivasi kerja guru. Kepala madrasah berperan aktif sebagai pemimpin, pembimbing, dan motivator melalui strategi spiritual, humanis, partisipatif, dan keteladanan. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu guru, sarana prasarana yang minim, serta belum adanya sistem evaluasi kinerja yang terstandar. Untuk mengatasinya, kepala madrasah menerapkan solusi adaptif berbasis kekeluargaan, pembinaan spiritual, dan penghargaan nonmaterial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala madrasah yang humanis dan religius berperan penting dalam membangun motivasi kerja guru dan menjaga stabilitas lembaga pendidikan nonformal. Model manajemen ini dapat menjadi contoh efektif bagi lembaga pendidikan Islam lainnya dalam mengembangkan sistem manajemen berbasis nilai, partisipatif, dan berorientasi pada pembinaan spiritual serta profesionalitas guru.
MANAJEMEN KONFLIK DALAM TIM EDUPRENEUR SEBAGAI KATALISATOR INOVASI DI MI Fauzi, Hasan; Salim, Muhlisin
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7557

Abstract

The purpose of this study is to analyze the forms of conflict, management strategies, and their role as catalysts for innovation within the edupreneur team at MI Roudlotul Huda Terban. The research method used was qualitative with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews with foundation administrators, madrasah principals, and teachers, as well as participant observation and documentation studies. Data analysis followed the interactive model of Miles and Huberman. The results showed that: (1) The forms of conflict that emerged consisted of substantive conflicts, such as tensions between teachers' pedagogical visions and the foundation's commercial orientation, as well as affective conflicts resulting from generational dynamics within the team; (2) The effective conflict management strategy implemented was a collaborative approach colored by Islamic values, such as deliberation to find the best solution (mashlahah), strengthening ties, and making congregational prayer a medium for shared reflection; (3) This constructively managed conflict proved to be a catalyst that triggered a number of important innovations, including the birth of the "Creative Student Market" program that teaches the principles of muamalah, the adoption of an integrated digital payment system, and the development of a more interactive tahfiz learning module. The conclusion of this study is that in the context of MI Roudlotul Huda Terban, conflict is not avoided but rather managed productively with value-based strategies, which ultimately encourages the creation of strategic innovations for the advancement of the madrasah. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk konflik, strategi manajemen, dan perannya sebagai katalisator inovasi dalam tim edupreneur di MI Roudlotul Huda Terban. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengurus yayasan, kepala madrasah, dan guru, serta observasi partisipan dan studi dokumentasi. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk konflik yang muncul terdiri dari konflik substantif, seperti ketegangan antara visi pedagogis guru dengan orientasi komersial yayasan, serta konflik afektif akibat dinamika generasi dalam tim; (2) Strategi manajemen konflik yang efektif diterapkan adalah pendekatan kolaboratif yang diwarnai nilai-nilai Islam, seperti musyawarah untuk mencari solusi terbaik (mashlahah), mempererat silaturahmi, dan menjadikan shalat berjamaah sebagai media refleksi bersama; (3) Konflik yang dikelola secara konstruktif ini terbukti menjadi katalisator yang memicu sejumlah inovasi penting, di antaranya lahirnya program "Pasar Siswa Kreatif" yang mengajarkan prinsip muamalah, adopsi sistem pembayaran digital yang terintegrasi, dan pengembangan modul pembelajaran tahfiz yang lebih interaktif. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa dalam konteks MI Roudlotul Huda Terban, konflik tidak dihindari melainkan dikelola secara produktif dengan strategi berbasis nilai, yang pada akhirnya justru mendorong terciptanya inovasi-inovasi strategis bagi kemajuan madrasah.
EKSPLORASI STRATEGI GURU DALAM MEMBANGUN KOMUNIKASI POSITIF SEBAGAI BENTUK PEMASARAN JASA PENDIDIKAN DI SD NEGERI 02 SOKOSARI Restalia, Winda; Salim, Muhlisin; Bambang, Bambang
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7558

Abstract

This qualitative research aims to explore the strategies employed by teachers in building positive communication as a form of marketing educational services at SD Negeri 02 Sokosari. This case study employed a qualitative approach, collecting data through in-depth interviews with teachers, participant observation of teacher interactions with parents and students, and document analysis, including communication agendas. The results revealed that teacher strategies manifested themselves in three main ways. First, empathetic interpersonal communication, where teachers actively listened to parents' concerns and aspirations. Second, transparency of information through regular meetings and a contact book regarding students' academic and behavioral progress. Third, active collaboration with parents in resolving children's learning challenges. This positive communication has been shown to build trust and a strong sense of belonging among parents. Ultimately, this parental satisfaction translates into the most effective form of organic marketing: word-of-mouth recommendations, which strengthen the school's positive image in the community. These findings highlight the critical role of teachers not only as educators but also as marketing spearheads, building the school's reputation through humane and sustainable relationships. The implication of this research is the need for schools to systematically support and develop teachers' capacity in strategic communication. ABSTRAKPenelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi yang diterapkan oleh guru dalam membangun komunikasi positif sebagai bentuk pemasaran jasa pendidikan di SD Negeri 02 Sokosari. Studi kasus ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan para guru, observasi partisipatif terhadap interaksi guru dengan orang tua dan siswa, serta analisis dokumen seperti agenda komunikasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa strategi guru terwujud dalam tiga bentuk utama. Pertama, komunikasi interpersonal yang empatik, dimana guru aktif mendengarkan keluhan dan aspirasi orang tua. Kedua, transparansi informasi melalui pertemuan rutin dan buku penghubung mengenai perkembangan akademik dan perilaku siswa. Ketiga, kolaborasi aktif dengan orang tua dalam memecahkan masalah belajar anak. Komunikasi positif ini terbukti mampu membangun kepercayaan (trust) dan rasa memiliki yang kuat di kalangan orang tua. Pada akhirnya, kepuasan orang tua ini berubah menjadi bentuk pemasaran organik yang paling efektif, yaitu rekomendasi dari mulut ke mulut (word-of-mouth) yang memperkuat citra positif sekolah di masyarakat. Temuan ini menyoroti peran kritis guru tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai ujung tombak pemasaran yang membangun reputasi sekolah melalui hubungan yang manusiawi dan berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya sekolah secara sistematis mendukung dan mengembangkan kapasitas guru dalam hal komunikasi strategis.
PROSES PEMBENTUKAN JIWA KEPEMIMPINAN MELALUI PROGRAM "CLASS CAPTAIN" DI KELAS TINGGI SD NEGERI 02 SOKOSARI Atiyah, Atiyah; Restalia, Winda; Khasanah, Nur; Salim, Muhlisin; Bambang, Bambang
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7559

Abstract

This qualitative research aims to investigate the process of leadership development in students through the “Class Captain” program in upper grades (IV, V, and VI) of SD Negeri 02 Sokosari. This research uses a case study approach to explore the experiences and understanding of participants in depth. Data were collected through participant observation in the classroom, in-depth interviews with six students who had served as Class Captains, two homeroom teachers, and four other students, and supported by study documentation. The research findings reveal that the process of leadership development occurs through three interrelated stages: (1) the Recruitment Stage, which emphasizes the values ??of democracy and sportsmanship through the process of acceptance and voting; (2) the Coaching Stage, where teachers provide guidance and space for students to carry out daily leadership tasks, such as leading prayers and coordinating friends; and (3) the Evaluation Stage, which includes reflection and feedback to build accountability. Through this experiential process, key leadership aspects that develop in students include an increased sense of responsibility, self-confidence, communication skills, initiative, and empathy. The main supporting factors are teacher commitment and active student participation, while the main obstacles are shyness and minor social conflict dynamics. This study concludes that the Class Captain program serves as an effective leadership laboratory, providing crucial hands-on experience in instilling the foundations of leadership character in elementary school students. ABSTRAKPenelitian kualitatif ini bertujuan untuk menginvestigasi proses pembentukan jiwa kepemimpinan siswa melalui program “Class Captain” di kelas tinggi (IV, V, dan VI) SD Negeri 02 Sokosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk menggali pengalaman dan pemahaman para partisipan secara mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan di dalam kelas, wawancara mendalam dengan enam siswa yang pernah menjabat sebagai Class Captain, dua guru wali kelas, serta empat siswa lainnya, dan didukung oleh studi dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa proses pembentukan jiwa kepemimpinan berlangsung melalui tiga tahap yang saling terkait: (1) Tahap Rekrutmen, yang menekankan nilai demokrasi dan sportivitas melalui proses nominasi dan pemungutan suara; (2) Tahap Pembinaan, dimana guru memberikan pendampingan dan ruang bagi siswa untuk melaksanakan tugas-tugas kepemimpinan sehari-hari, seperti memimpin doa dan mengkoordinir teman; dan (3) Tahap Evaluasi, yang melibatkan refleksi dan umpan balik untuk membangun akuntabilitas. Melalui proses eksperiensial ini, aspek-aspek kepemimpinan utama yang berkembang pada siswa mencakup peningkatan rasa tanggung jawab, kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, inisiatif, dan empati. Faktor pendukung utamanya adalah komitmen guru dan partisipasi aktif siswa, sementara kendala utama adalah rasa malu dan dinamika konflik sosial minor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program Class Captain berfungsi sebagai sebuah laboratorium kepemimpinan yang efektif, memberikan pengalaman langsung yang kritis dalam menanamkan fondasi karakter kepemimpinan pada siswa sekolah dasar.