cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 277 Documents
A PSYCHOLINGUISTIC ANALYSIS OF TIME PRESSURE EFFECTS ON ENGLISH WRITING ACCURACY AND COMPLEXITY Brinda, Sonya; Ardiyanto, Fahrur Rijal
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6609

Abstract

This study investigates the psycholinguistic effects of time pressure on English writing performance, focusing specifically on writing accuracy and complexity among EFL learners. Writing in a second language involves complex cognitive processes, including working memory, lexical retrieval, and syntactic structuring, which may be disrupted under time constraints. The research aims to analyze how time pressure affects these two critical aspects of writing. A quasi-experimental within-subjects design was employed, involving 40 students of Mayjen Sungkono University. Each participant completed two narrative writing tasks: one under time pressure (15 minutes) and one without time limits. Writing accuracy was assessed through error analysis, while writing complexity was measured using syntactic complexity indices. The findings revealed that time pressure significantly reduced grammatical accuracy and syntactic complexity in students' writing. These results indicate a trade-off between speed and language quality under time constraints. The study concludes that time pressure limits cognitive resources for monitoring and complex sentence construction, highlighting the need for balanced instructional approaches in English writing classes. ABSTRAKStudi ini menyelidiki efek psikolinguistik dari tekanan waktu terhadap kinerja menulis dalam bahasa Inggris, dengan fokus khusus pada akurasi dan kompleksitas tulisan di kalangan pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Menulis dalam bahasa kedua melibatkan proses kognitif yang kompleks, termasuk memori kerja, pengambilan kosakata, dan penyusunan sintaksis, yang dapat terganggu ketika terdapat batasan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tekanan waktu memengaruhi dua aspek penting dalam menulis tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimental, melibatkan 40 mahasiswa di Universitas Mayjen Sungkono. Setiap peserta diminta menyelesaikan dua tugas menulis narasi: satu di bawah tekanan waktu (15 menit) dan satu tanpa batasan waktu. Akurasi tulisan dianalisis melalui identifikasi kesalahan tata bahasa, sementara kompleksitas tulisan diukur menggunakan indeks kompleksitas sintaksis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan waktu secara signifikan menurunkan akurasi tata bahasa dan kompleksitas sintaksis dalam tulisan mahasiswa. Temuan ini mengindikasikan adanya keterbatasan antara kecepatan dan kualitas bahasa ketika peserta dihadapkan pada batasan waktu. Studi ini menyimpulkan bahwa tekanan waktu membatasi sumber daya kognitif yang diperlukan untuk memantau kesalahan dan membangun struktur kalimat yang kompleks, sehingga menekankan pentingnya penerapan pendekatan pengajaran yang seimbang dalam pembelajaran menulis bahasa Inggris.
ANALISIS AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PENGELOLAAN DANA BOS SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN GOOD SCHOOL GOVERNANCE Fatimatuzzahra, Siti; Murapi, Ikang; Ihyani, Layali
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6607

Abstract

ABSTRACT The management of School Operational Assistance (BOS) funds is an important responsibility for every educational unit because it is related to the use of public funds that must be carried out efficiently, transparently, and responsibly. This study focuses on the implementation of the principles of good governance. The approach used in this study is descriptive qualitative, with data collection techniques through interviews and documentation. The data analysis process was carried out using qualitative descriptive analysis methods. The purpose of this study is to examine how accountability and transparency in fund management are implemented as a step to realize good school governance. This research was conducted directly at SDN 2 Banyumulek. The results show that fund management has been running quite well, especially in terms of transparency and accountability. The school is open in budget use and involves the principal, treasurer, teachers, and the school committee in reporting and supervision. This reflects the school's commitment to the principles of good governance, namely transparency, accountability, and participation. ABSTRAK Pengelolaan dana (Bantuan Operasional Sekolah) BOS merupakan tanggung jawab penting bagi setiap satuan pendidikan karena berkaitan dengan penggunaan dana publik yang harus dilakukan secara efisien, transparan, dan dapat dipertanggung jawabkan. Penelitian ini berfokus pada implementasi prinsip good governance. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana yang diterapkan sebagai langkah untuk mewujudkan tata kelola sekolah yang baik. Penelitian ini dilaksanakan secara langsung di SDN 2 Banyumulek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana sudah berjalan cukup baik, terutama dalam hal transparansi dan akuntabilitas. Sekolah terbuka dalam penggunaan anggaran dan melibatkan kepala sekolah, bendahara, guru, serta komite sekolah dalam pelaporan dan pengawasan. Hal ini mencerminkan komitmen sekolah terhadap prinsip tata kelola yang baik, yaitu transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi.
PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MUTU PENDIDIKAN DI SD NEGERI 235 LENGKONG KECIL BANDUNG Sobari, Sobari; Handayani, Neng Kiki; Maesaroh, Nimas; Utami, Puji Ratna Dwi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6690

Abstract

This study aims to describe the role of the school principal as an educational supervisor in efforts to improve the quality of learning at SD Negeri 235 Lengkong Kecil, Bandung City. The principal’s role as a supervisor does not only involve administrative oversight, but also focuses on mentoring and facilitating the continuous professional development of teachers. This research employed a descriptive qualitative method, with data collected through interviews, observations, and document studies. The results show that the supervision carried out by the principal focuses on enhancing teacher competence in lesson planning, implementation, and evaluation. The applied approach is humanistic, participatory, clinical, and reflective, and is integrated with professional development programs such as training sessions and teacher working groups (MGMP). Despite challenges such as limited time and administrative workload, the principal continues to implement supervision effectively. Furthermore, supervision contributes to creating a school climate that is conducive, collaborative, and quality-oriented. It can thus be concluded that the principal’s role as a supervisor is highly strategic in supporting the achievement of quality education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai supervisor pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran di SD Negeri 235 Lengkong Kecil, Kota Bandung. Peran kepala sekolah sebagai supervisor tidak hanya mencakup aspek pengawasan administratif, tetapi lebih pada fungsi pembinaan dan fasilitasi pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah berfokus pada peningkatan kompetensi guru dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pendekatan yang diterapkan bersifat humanis, partisipatif, klinis, dan reflektif, serta terintegrasi dengan program pengembangan profesional guru seperti pelatihan dan MGMP. Meskipun dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan waktu dan beban administratif, kepala sekolah tetap berupaya menjalankan supervisi secara efektif. Supervisi juga berperan dalam menciptakan iklim sekolah yang kondusif, kolaboratif, dan berorientasi pada budaya mutu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran kepala sekolah sebagai supervisor sangat strategis dalam mendukung pencapaian mutu pendidikan yang berkualitas.
EVALUASI PROGRAM AKSIS DALAM MENINGKATKAN POTENSI SISWA DI SMP NEGERI 1 PEMENANG KABUPATEN LOMBOK UTARA Hadi, Riswan; Iqbal, Muhammad; Hariawan, Rudi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.6720

Abstract

This research is motivated by the importance of developing students’ potential through well-structured school programs, such as the AKSIS Program (Ajang Kreativitas Siswa) at SMP Negeri 1 Pemenang, which serves as a platform for students to explore their talents in arts, science, and sports. The focus of this study includes: (1) the relevance of the AKSIS Program to students’ needs and expectations, (2) the adequacy of resources supporting the program, (3) the alignment of program implementation with school planning, and (4) the impact of the program on enhancing student potential. This research employs a qualitative approach using an evaluative method and the CIPP model (Context, Input, Process, Product), with data collected through interviews, observation, and documentation. The findings show that the program is relatively effective, aligns with students’ interests, is supported by sufficient resources, and is implemented according to plan despite some technical challenges. Moreover, the program has a positive impact on students’ potential, creativity, and self-confidence. It is recommended that the school continue improving the quality of mentors, strengthen routine program evaluation, and optimize supporting facilities to ensure the sustainability of the AKSIS Program. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan potensi siswa melalui program sekolah yang terarah, seperti Program AKSIS (Ajang Kreativitas Siswa) di SMP Negeri 1 Pemenang yang menjadi wadah eksplorasi bakat di bidang seni, sains, dan olahraga. Fokus penelitian ini meliputi: (1) relevansi Program AKSIS dengan kebutuhan dan harapan siswa, (2) kecukupan sumber daya yang mendukung pelaksanaan program, (3) kesesuaian pelaksanaan program dengan perencanaan sekolah, dan (4) dampak Program AKSIS terhadap peningkatan potensi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode evaluatif dan model CIPP (Context, Input, Process, Product), serta pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berjalan cukup efektif, relevan dengan kebutuhan siswa, didukung sumber daya yang memadai, pelaksanaannya sesuai rencana meskipun masih terdapat kendala teknis, serta berdampak positif terhadap peningkatan potensi, kreativitas, dan rasa percaya diri siswa. Disarankan agar pihak sekolah terus meningkatkan kualitas pembina, memperkuat evaluasi program secara berkala, dan mengoptimalkan fasilitas sebagai dukungan terhadap keberlanjutan Program AKSIS.
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH UNTUK MENGATASI KETERBATASAN SARANA DI YAYASAN UKWATUNA LOMBOK Zulfahmi Akbar, Muhammad; Syaifullah, Muhammad
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i3.6802

Abstract

School-Based Management (SBM) grants schools autonomous authority in managing educational resources. This study aims to analyze the role of SBM at the Ukwatuna Lombok Foundation, a vocational school with three study programs (Culinary Arts, Ruminant Agribusiness, and Visual Communication Design) that is still in its early stages of development. A descriptive qualitative approach was employed through observations and interviews with the principal and nine teachers. The findings reveal that the main obstacles include limited funding, low community support, and competition with other operational needs. For instance, the Visual Communication Design program is equipped with only one desktop computer and two laptops to support learning activities. To address these challenges, the school adopted adaptive strategies such as procurement through purchasing, self-production, donations, leasing, and refurbishing. The results highlight that SBM can serve as an effective framework for empowering schools to cope with resource constraints. This study demonstrates that adaptive SBM strategies can be a practical and sustainable solution for private schools in non-urban areas with limited facilities. ABSTRAK Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) memberikan kewenangan otonom kepada sekolah dalam mengelola sumber daya pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran MBS di Yayasan Ukwatuna Lombok, sebuah sekolah vokasi dengan tiga jurusan (Tata Boga, Agribisnis Ruminansia, dan Desain Komunikasi Visual/ DKV) yang masih dalam tahap pengembangan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah serta sembilan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama adalah keterbatasan dana, minimnya dukungan masyarakat, dan persaingan dengan kebutuhan operasional lain. Jurusan DKV, misalnya, hanya memiliki satu komputer dan dua laptop untuk mendukung proses pembelajaran. Untuk mengatasi kondisi tersebut, sekolah menerapkan strategi adaptif berupa pengadaan melalui pembelian, produksi mandiri, hibah, penyewaan, dan rekondisi. Temuan ini menegaskan bahwa MBS dapat menjadi kerangka kerja yang efektif dalam memberdayakan sekolah menghadapi kendala sumber daya. Studi ini membuktikan bahwa strategi adaptif MBS dapat menjadi solusi praktis dan berkelanjutan bagi sekolah swasta di daerah nonperkotaan dengan fasilitas terbatas.
EVALUASI KURIKULUM (PENGERTIAN, TUJUAN, PRINSIP, DAN PROBLEMATIKANYA) Abdan, Sarwani
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i3.6859

Abstract

This study aims to comprehensively examine the concept of curriculum evaluation, including its definition, objectives, principles, and challenges. This study employed a library research method with a qualitative approach. Data were collected from various reliable sources, such as books and scientific journals, and then analyzed descriptively. The results of this study indicate that curriculum evaluation is a fundamental, dynamic process, not only for program improvement but also for ensuring accountability and strategic decision-making. Conceptually, curriculum evaluation encompasses two main functions: formative (continuous improvement) and summative (accountability). The principles guiding its implementation include objectivity, comprehensiveness, continuity, cooperation, and efficiency. However, in practice, curriculum evaluation often faces various challenges, ranging from psychological challenges such as avoidance and skepticism to methodological constraints such as theoretical weaknesses and limited human resources. In conclusion, although curriculum evaluation is vital, its success depends heavily on the application of appropriate principles and the ability to overcome these challenges. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep evaluasi kurikulum, meliputi pengertian, tujuan, prinsip, dan problematika yang dihadapinya. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dari berbagai sumber terpercaya seperti buku dan jurnal ilmiah, yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi kurikulum merupakan proses fundamental yang dinamis, tidak hanya untuk perbaikan program, tetapi juga untuk memastikan akuntabilitas dan pengambilan keputusan strategis. Secara konseptual, evaluasi kurikulum mencakup dua fungsi utama, yaitu formatif (perbaikan berkelanjutan) dan sumatif (pertanggungjawaban). Prinsip-prinsip yang menjadi pedoman pelaksanaannya meliputi objektivitas, komprehensivitas, kontinuitas, kooperatif, dan efisiensi. Namun, dalam praktiknya, evaluasi kurikulum seringkali menghadapi beragam problematika, mulai dari tantangan psikologis seperti sikap menghindar dan skeptis, hingga kendala metodologis seperti kelemahan teori dan keterbatasan pada sumber daya manusia. Kesimpulannya, meskipun evaluasi kurikulum sangat vital, namun keberhasilannya sangat bergantung pada penerapan prinsip yang tepat dan kemampuan untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut.
PENGARUH KEPEMIMPINAN PROFETIK TERHADAP MUTU PENDIDIKAN DI MA’HAD ALY DAN MA’HAD AL JAMI’AH: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Jaswadi, Jaswadi; Muhajir, As’aril; Fitri, Agus Zaenul; Jabbar, Moch. Rikza Alkhubra Abdul; Nadir, Nadir
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i3.6943

Abstract

This study examines the influence of prophetic leadership on educational quality in Islamic higher education institutions, specifically Ma'had Aly and Ma'had al-Jami'ah, using the Systematic Literature Review (SLR) method. Through an analysis of 26 articles published between 2015 and 2025, this study aims to answer three main questions: how is prophetic leadership conceptualized from an Islamic educational perspective, how it impacts educational quality, and effective implementation strategies. The results indicate that prophetic leadership, rooted in the values ??of shiddiq (belief), amanah (trustworthiness), tabligh (discipline), and fathanah (prophetic conduct), plays a crucial role in creating a spiritual atmosphere, shaping character, and strengthening a management system based on Islamic values. These values ??have been shown to improve academic and spiritual quality, discipline, and institutional loyalty. Identified best practices include exemplary leadership, the integration of prophetic values ??into the curriculum, spiritual training for educators, and the revitalization of values-based governance. This study emphasizes the importance of adopting a transformative and values-oriented leadership model in addressing the gap between the ideal goals of Islamic education and the reality on the ground. Theoretically, this study provides a conceptual synthesis linking prophetic leadership to improving educational quality. Practically, it provides strategic recommendations for institutional leaders. The findings also open up opportunities for further research that empirically tests the implementation of this model in a broader institutional context. Thus, prophetic leadership presents itself as a contextual, adaptive, and integrative leadership model to strengthen the quality assurance of Islamic education. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji pengaruh kepemimpinan profetik terhadap mutu pendidikan pada lembaga pendidikan tinggi Islam, khususnya Ma’had Aly dan Ma’had al-Jami’ah, dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Melalui analisis terhadap 26 artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu 2015–2025, kajian ini bertujuan menjawab tiga pertanyaan utama: bagaimana konsep kepemimpinan profetik dalam perspektif pendidikan Islam, bagaimana pengaruhnya terhadap mutu pendidikan, serta strategi implementasi yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan profetik yang berakar pada nilai shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah, memiliki peran penting dalam menciptakan atmosfer spiritual, membentuk karakter, dan menguatkan sistem manajemen yang berbasis nilai-nilai Islam. Nilai-nilai tersebut terbukti mampu meningkatkan kualitas akademik dan spiritual, kedisiplinan, serta loyalitas kelembagaan. Praktik terbaik yang teridentifikasi mencakup keteladanan pemimpin, integrasi nilai profetik dalam kurikulum, pelatihan ruhiyah bagi pendidik, serta revitalisasi tata kelola berbasis nilai. Kajian ini menekankan pentingnya adopsi model kepemimpinan yang transformatif dan berorientasi pada nilai dalam merespons kesenjangan antara tujuan pendidikan Islam yang ideal dan kenyataan di lapangan. Secara teoretis, studi ini menyusun sintesis konseptual yang menghubungkan kepemimpinan profetik dengan peningkatan mutu pendidikan. Secara praktis, kajian ini memberikan rekomendasi strategis bagi para pemimpin lembaga. Temuan ini juga membuka ruang untuk penelitian lanjutan yang menguji implementasi model ini secara empiris dalam konteks kelembagaan yang lebih luas. Dengan demikian, kepemimpinan profetik hadir sebagai model kepemimpinan yang kontekstual, adaptif, dan integratif untuk memperkuat penjaminan mutu pendidikan Islam.
EVALUASI IMPLEMENTASI KURIKULUM BAHASA ARAB DI PONDOK PESANTREN SALAFIYAH DAN MODERN Sapura, Najla Lia; Amalia, Lia; Shofah, Anuri; Nugraha, Rahmat Mulya
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i3.6944

Abstract

Curriculum evaluation is a strategic step in improving the quality of learning, including in teaching Arabic in Islamic boarding schools. This article discusses the evaluation of the Arabic language curriculum in Salafiyah and modern Islamic boarding schools using the CIPP (Context, Input, Process, Product) model developed by Daniel Stufflebeam. This model allows for a comprehensive assessment of the curriculum context, resources, learning implementation, and the final results achieved. Salafiyah Islamic boarding schools emphasize more on understanding classical texts (yellow books) with traditional methods such as sorogan and bandongan, while modern Islamic boarding schools adopt a competency-based and technology-based approach to improve active communication skills in Arabic. The evaluation shows that both types of Islamic boarding schools have their own advantages and challenges in implementing the Arabic language curriculum. Supporting factors such as the competence of teaching staff, the use of learning media, and policy support also influence the effectiveness of the curriculum. Therefore, a comprehensive evaluation system is needed so that Islamic boarding schools can develop a curriculum that is relevant. ABSTRAKEvaluasi kurikulum merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk dalam pengajaran bahasa Arab di pesantren. Artikel ini membahas evaluasi kurikulum bahasa Arab di pesantren salafiyah dan modern dengan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh Daniel Stufflebeam. Model ini memungkinkan penilaian menyeluruh terhadap konteks kurikulum, sumber daya, pelaksanaan pembelajaran, dan hasil akhir yang dicapai. Pesantren salafiyah lebih menitikberatkan pada pemahaman teks klasik (kitab kuning) dengan metode tradisional seperti sorogan dan bandongan, sementara pesantren modern mengadopsi pendekatan berbasis kompetensi dan teknologi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi aktif dalam bahasa Arab. Evaluasi menunjukkan bahwa kedua jenis pesantren memiliki keunggulan dan tantangan masing-masing dalam implementasi kurikulum bahasa Arab. Faktor pendukung seperti kompetensi tenaga pengajar, penggunaan media pembelajaran, dan dukungan kebijakan turut memengaruhi efektivitas kurikulum. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem evaluasi yang komprehensif agar pesantren dapat menyusun kurikulum yang relevan.
ANALISIS KESIAPAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SDN 03 PANCUNG TEBAL KABUPATEN PESISIR SELATAN Zahraturahmi, Zahraturahmi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i3.6981

Abstract

This research is motivated by the readiness of teachers in implementing the independent curriculum at SDN 03 Pancung Tebal. This research uses a qualitative approach. The subjects in this research are teachers at SDN 03 Pancung Tebal. The results of the research show that (1) most teachers at SDN 03 Pancung Tebal already have a basic understanding of the principles of the Independent Curriculum. However, this understanding is not evenly distributed and cannot be translated optimally into real teaching practice, especially by senior teachers and their training is limited, thus creating a mismatch between theory and application; (2) Teachers show mental readiness and high enthusiasm to implement the new curriculum, which is demonstrated by participation and training. However, their technical readiness is still very weak, especially in planning and assessing the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), due to an insufficient understanding of the philosophy and mechanisms of P5; (3) Schools face significant challenges, such as limited books that are in accordance with the curriculum and most importantly, the lack of stable internet access. ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh  kesiapan guru dalam implementasi kurikulum merdeka di SDN 03 Pancung Tebal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif .Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah guru-guru di SDN 03 Pancung Tebal. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Mayoritas guru di SDN 03 Pancung Tebal sudah memiliki pemahaman dasar tentang prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Namun, pemahaman ini belum merata dan belum dapat diterjemahkan secara optimal ke dalam praktik mengajar nyata, terutama oleh guru senior dan pelatihannya terbatas, sehingga menciptakan kesenjangan antara teori dan aplikasi; (2) Guru-guru menunjukkan kesiapan mental dan antusiasme yang tinggi untuk menerapkan kurikulum baru, yang ditunjukkan dengan partisipasi dan pelatihan. Namun, kesiapan teknisnya masih sangat lemah, khususnya dalam merancang dan menilai Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), akibat pemahaman yang kurang mendalam tentang filosofi dan mekanisme P5; (3) Sekolah menghadapi tantangan yang signifikan, seperti keterbatasan buku yang sesuai dengan kurkulum dan paling utama, tidak adanya akses internet yang stabil.
STRATEGIS IMPLIKASI BENCHMARKING KEPALA SEKOLAH DALA MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SD MUHAMMADIYAH 1 PONTIANAK Sulpikar, Sulpikar; Wahab, Wahab; Prabowo, Sugeng Listyo
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i3.7011

Abstract

This study aims to analyse the implementation strategy of benchmarking conducted by the principal in improving teacher performance at SD Muhammadiyah 1 Pontianak. The research method used was descriptive quantitative approach with data collection techniques through structured interviews, observation, and documentation. The research subjects consisted of principals and teachers who were directly involved in the benchmarking implementation process. The results showed that principals actively conduct benchmarking to reference schools to adopt best practices in education management and learning quality improvement. The strategies implemented include strengthening academic supervision, conducting regular teacher training, and rewarding teacher performance. Observations and documentation show improvements in lesson planning, more varied lesson implementation and more structured lesson evaluation. Teachers also stated that benchmarking had a positive impact on their motivation and professionalism. This study concludes that benchmarking is an effective and strategic strategy to improve teacher performance if done systematically, contextually and sustainably. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerapan benchmarking yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SD Muhammadiyah 1 Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah dan guru-guru yang terlibat langsung dalam proses penerapan benchmarking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah secara aktif melakukan benchmarking ke sekolah-sekolah referensi guna mengadopsi praktik terbaik dalam manajemen pendidikan dan peningkatan mutu pembelajaran. Strategi yang diterapkan meliputi penguatan supervisi akademik, pelaksanaan pelatihan guru secara berkala, serta pemberian penghargaan terhadap kinerja guru. Dari hasil observasi dan dokumentasi, terlihat adanya peningkatan dalam aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang lebih variatif, serta evaluasi pembelajaran yang lebih terstruktur. Guru juga menyatakan bahwa benchmarking berdampak positif terhadap motivasi dan profesionalisme kerja mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa benchmarking merupakan strategi yang efektif dan strategis untuk meningkatkan kinerja guru apabila dilakukan secara sistematis, kontekstual, dan berkelanjutan