cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 277 Documents
INOVASI MANAJEMEN KEUANGAN MELALUI KEGIATAN KEWIRAUSAHAAN (EDUPRENEURSHIP) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI MI Suhermi, Lulut; Salim, Muhlisin; Bambang, Bambang
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7560

Abstract

Financial limitations are often the main obstacle in improving the quality of learning in Islamic Elementary Schools (MI). Funding from the government and parental contributions (SPP) are often insufficient to finance innovative infrastructure and learning programs. This study aims to analyze how financial management innovation through entrepreneurial activities (edupreneurship) can contribute to improving the quality of learning in MI. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies at MI Al-Ikhlas as the research locus. Data were analyzed interactively through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings show that: (1) The implementation of edupreneurship through the "Market Day" program, plant cultivation, and handicraft production has successfully created new sources of income for the madrasah. (2) The resulting funds are managed with an innovative, transparent, and accountable financial management system, including planning, budgeting, implementing, and reporting. (3) The proceeds from this financial management are allocated directly to support improvements in the quality of learning, such as purchasing science teaching aids, procuring literacy-supporting reading materials, and providing training to improve teacher competency. Edupreneurship-based financial management innovation has proven effective not only in increasing the financial independence of madrasas but also significantly impacting the quality of learning input, process, and output. This model can be an alternative solution for other Islamic elementary schools (MIs) to overcome funding constraints while instilling an entrepreneurial spirit in students. ABSTRAKKeterbatasan finansial seringkali menjadi kendala utama dalam peningkatan mutu pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pendanaan dari pemerintah dan iuran orang tua (SPP) seringkali belum mencukupi untuk membiayai sarana prasarana dan program pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana inovasi manajemen keuangan melalui kegiatan kewirausahaan (edupreneurship) dapat berkontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran di MI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi di MI Al-Ikhlas sebagai lokus penelitian. Data dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan edupreneurship melalui program "Market Day", budidaya tanaman, dan produksi kerajinan tangan berhasil menciptakan sumber pendapatan baru bagi madrasah. (2) Dana yang dihasilkan dikelola dengan sistem manajemen keuangan yang inovatif, transparan, dan akuntabel, meliputi perencanaan (planning), penganggaran (budgeting), pelaksanaan (implementing), dan pelaporan (reporting). (3) Hasil dari pengelolaan keuangan ini dialokasikan secara langsung untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran, seperti pembelian alat peraga IPA, pengadaan buku bacaan penunjang literasi, dan pelatihan peningkatan kompetensi guru. Inovasi manajemen keuangan berbasis edupreneurship terbukti efektif tidak hanya dalam meningkatkan kemandirian finansial madrasah tetapi juga secara signifikan berdampak pada peningkatan kualitas input, proses, dan output pembelajaran. Model ini dapat menjadi alternatif solusi bagi MI-MI lain untuk mengatasi keterbatasan dana sekaligus menanamkan jiwa kewirausahaan kepada peserta didik.
KARAKTERISASI PROGRAM PENDIDKAN NON FORMAL DI KB DAN TK IMAN AL QURBAH Saphira, Nur; Akma, Nur Syaidatul; Ansar, Ahlun; Arismunandar, Arismunandar
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7646

Abstract

This study aims to analyze the implementation of non-formal education at Iman Al-Qurban Kindergarten and Kindergarten, which offer a flagship program for memorizing the Quran (tahfidz) and developing morals in early childhood. This study utilized observation and interviews with the principal and teachers, as well as direct observations at the institution. The results indicate that the institution has a simple yet effective organizational structure, with the principal as the primary administrator, assisted by class teachers and assistant teachers. The curriculum used is a special curriculum from the foundation, integrated with the values of the Quran and Hadits through an Individual Learning Plan (ILP). The learning process employs the batiniyah method for memorizing the Quran and thematic activities to develop children's morals and creativity. Learning facilities are adequate, supported by teaching aids, television, and outings for out-of-class learning. Evaluation is conducted periodically through assessments of child development and feedback to parents. Overall, the implementation of non-formal education at Iman Al-Qurban Kindergarten and Kindergarten is effective in shaping the character, morals, and basic skills of early childhood. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pendidikan non-formal di KB dan TK Iman Al-Qurban, yang memiliki program unggulan tahfidz dan pembentukan moral anak usia dini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan teknik pengambilan data yaitu observasi dan wawancara terhadap kepala sekolah, guru, serta hasil pengamatan langsung di Lembaga tersebut. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa lembaga ini memiliki struktur organisasi yang sederhana namun efektif, dengan kepala sekolah sebagai pengelola utama yang dibantu oleh guru kelas dan juga guru pendamping. Kurikulum yang digunakan merupakan kurikulum khusus dari Yayasan yang di padukan dengan nilai-nilai Al-Quran dan Hadis melalui rencana pembelajaran berbasis ILP (Individual Learning Plan).proses pembelajaran menerapkan metode nuraniyah untuk tahfidz dan kegiatan tematik untuk pengembangan moral serta kreativitas anak. fasilitas belajar cukup memadai dengan dukungan alat peraga, televisi dan kegiatan outing kelas sebagai pembelajaran luar kelas. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui penilaian perkembangan anak dan umpan balik kepada orang tua. Secara keseluruhan, pelaksanaan pendidikan Non- Formal di KB dan TK iman Al-Qurbah berjalan efektif dalam membentuk karakter, moral, dan kemampuan dasar anak usia dini.
STRATEGI GURU MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI SALATIGA DALAM INSERSI KURIKULUM BERBASIS CINTA Apriana, Rizzal Rizqi; Abshar, Muhammad Umar Ulil Aidi; Yani, Arum Pebri; Sulistyowati, Dwi; Susilawati, Ulfah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7664

Abstract

This study examines the strategies used by teachers at Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Salatiga in integrating the Love-Based Curriculum (Kurikulum Berbasis Cinta/KBC) into the teaching and learning process, specifically in seventh-grade classrooms. The research aims to identify the practical approaches implemented by teachers to foster love-based values in students and to analyze the challenges encountered during the implementation of this curriculum innovation. A qualitative descriptive method was employed, involving classroom observations, interviews with teachers, and documentation analysis to obtain a comprehensive understanding of teaching practices. The findings show that teachers apply various methods such as modeling compassionate behavior, integrating affective values into learning materials, strengthening teacher-student relationships, and promoting collaborative learning environments. However, the implementation still faces several obstacles, including limited teacher training, varied student characteristics, insufficient learning media, and time constraints due to curricular demands. Despite these challenges, teachers demonstrate a strong commitment to cultivating emotional and spiritual development in students. This study concludes that the integration of a Love-Based Curriculum contributes positively to character formation and supports a more humanistic Islamic education model, although continuous professional development and institutional support are required to optimize the implementation. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji strategi guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Salatiga dalam menginsersikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) ke dalam proses pembelajaran pada kelas VII serta mengidentifikasi tantangan yang muncul dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi kelas, wawancara dengan guru, dan studi dokumentasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif terkait praktik pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi, antara lain memberi keteladanan sikap penuh kasih, mengintegrasikan nilai afektif dalam materi pelajaran, memperkuat relasi guru–siswa, serta menciptakan suasana belajar kolaboratif. Namun, implementasi KBC masih menghadapi beberapa hambatan seperti keterbatasan pelatihan guru, karakteristik siswa yang beragam, minimnya media pembelajaran pendukung, serta keterbatasan waktu akibat padatnya tuntutan kurikulum. Meskipun demikian, guru tetap berkomitmen dalam menumbuhkan perkembangan emosional dan spiritual peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa insersi Kurikulum Berbasis Cinta memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter dan mendukung model pendidikan Islam yang lebih humanis, namun perlu adanya dukungan berkelanjutan dan penguatan kapasitas guru agar pelaksanaannya lebih optimal.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Irvan, Irvan; Wardan, Khusnul
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7832

Abstract

The quality of education in Indonesia still faces serious challenges, as indicated by the low PISA 2023 scores, despite principals playing a central role in orchestrating the transformation of educational institutions. This research focuses on an in-depth analysis of principals' leadership strategies in improving educational standards through a managerial approach, academic supervision, and technology integration. Using a descriptive qualitative method based on a literature review of scientific documents and journals from the past decade, this study examines effective leadership patterns in addressing the dynamics of the times. The study stages include identifying the implementation of school-based management, analyzing teacher professional development programs, and evaluating the use of digital technology in learning. Key findings indicate that visionary and collaborative transformational leadership has a significant impact on increasing teacher motivation, community participation, and student learning outcomes. Furthermore, ongoing academic supervision has proven to be a vital instrument in maintaining pedagogical quality. The study's conclusions emphasize that principals must act as adaptive agents of change capable of synergizing all school resources, making strengthening managerial and leadership capacity an absolute prerequisite for realizing a superior and globally competitive educational ecosystem. ABSTRAKKualitas pendidikan di Indonesia masih menghadapi tantangan serius yang terindikasi dari rendahnya capaian skor PISA 2023, padahal kepala sekolah memegang peran sentral dalam mengorkestrasi transformasi mutu lembaga pendidikan. Penelitian ini berfokus pada analisis mendalam mengenai strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan standar pendidikan melalui pendekatan manajerial, supervisi akademik, dan integrasi teknologi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi literatur terhadap dokumen dan jurnal ilmiah satu dekade terakhir, penelitian ini menelaah pola kepemimpinan yang efektif dalam menghadapi dinamika zaman. Tahapan kajian meliputi identifikasi implementasi manajemen berbasis sekolah, analisis program pengembangan profesional guru, serta evaluasi pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Temuan utama menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional yang visioner dan kolaboratif memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan motivasi guru, partisipasi masyarakat, dan hasil belajar siswa. Selain itu, supervisi akademik yang berkelanjutan terbukti menjadi instrumen vital dalam menjaga kualitas pedagogik. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kepala sekolah harus bertindak sebagai agen perubahan adaptif yang mampu menyinergikan seluruh sumber daya sekolah, sehingga penguatan kapasitas manajerial dan kepemimpinan menjadi prasyarat mutlak demi terwujudnya ekosistem pendidikan yang unggul dan berdaya saing global.
MERAKIT KETAPANG: MENANAM HARAPAN DI PEDALAMAN KATINGAN MELALUI KETAHANAN PANGAN Fahdiani, Dina
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7833

Abstract

The background to this research problem is the condition of SMAN 1 Katingan Hulu, located in a remote area with limited access, where the community is predominantly gold mining workers. This results in underdeveloped farming skills, resulting in a heavy reliance on urban vegetable supplies. However, this situation is seen as an opportunity to introduce contextual learning about food security through the innovative "MERAKIT KETAPANG" program. This research focuses on the program's implementation as an effort to increase student engagement and strengthen their character competencies. Key stages of the research used descriptive qualitative methods with a case study approach, including observation, documentation, teacher reflection, and gathering feedback from students and parents. Key findings indicate that the program successfully increased student active participation and produced tangible products. Another key finding was a significant increase in student competency, with 80% reaching the proficient stage and 20% still in the developing stage. It is concluded that the MERAKIT KETAPANG program is effective as a contextual learning model relevant to local needs. ABSTRAKLatar belakang masalah penelitian ini adalah kondisi SMAN 1 Katingan Hulu yang terletak di wilayah pedalaman dengan akses terbatas, di mana masyarakatnya didominasi pekerja tambang emas. Hal ini menyebabkan keterampilan bercocok tanam belum berkembang, sehingga pemenuhan kebutuhan sayuran sangat bergantung pada pasokan dari kota. Namun, kondisi ini justru dilihat sebagai peluang untuk menghadirkan pembelajaran kontekstual tentang ketahanan pangan melalui program inovatif "MERAKIT KETAPANG". Penelitian ini berfokus pada implementasi program tersebut sebagai upaya meningkatkan keterlibatan siswa dan memperkuat kompetensi karakter mereka. Tahapan penting penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, yang meliputi observasi, dokumentasi, refleksi guru, serta pengumpulan umpan balik dari murid dan orang tua. Temuan utama menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan partisipasi aktif murid dan menghasilkan produk nyata. Temuan kunci lainnya adalah peningkatan kompetensi murid yang signifikan, dengan 80% mencapai tahap cakap dan 20% masih dalam tahap berkembang. Disimpulkan bahwa program MERAKIT KETAPANG efektif sebagai model pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kebutuhan lokal.
EVALUASI PERENCANAAN ANGGARAN BELANJA DI MADRASAH Hidayat, Taufik; Khuriyah, Khuriyah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7834

Abstract

This research is a research in examining the budget planning in Islamic educational institutions, both from the policy level (government) to the implementation in Madrasahs. This research will later find an overview and solution to the problem of planning the education expenditure budget in madrasas. This research aims to find out how the planning, implementation, supervision, and evaluation of the Islamic education expenditure budget in Indonesia is planned. The research method used is descriptive research with a qualitative approach. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation, with data analysis through data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study revealed that: Budget planning through the preparation of the Madrasah Budget Work Plan involves needs analysis, expenditure planning, and consultation with the head of the madrasah, treasurer, administration, teacher council, and committee,  Madrasah Budget Work Plan helps estimate expenditure needs for one school year, Implementation Expenditure includes the expenditure of funds from four sources, namely School Operational Cost funds as the main source, committees, madrasah businesses and other sources used for operational and sudden needs, Supervision is carried out by internal and external parties to ensure the budget is as planned. Evaluations are carried out every three months by the head of the madrasah to ensure the use of the budget in accordance with the Madrasah Budget Work Plan. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian dalam mengkaji perencanaan anggaran belanja yang ada di lembaga pendidikan Islam, baik dari tingkat kebijakan (pemerintah) hingga kepada pelaksanaan di Madrasah. Penelitian ini nantinya akan  menemukan sebuah gambaran dan solusi terhadap permasalahan perencanaan anggaran belanja pendidikan di madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta evaluasi anggaran belanja pendidikan Islam di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa : Perencanaan anggaran melalui penyusunan Rencana Kerja Anggaran Madrasah melibatkan analisis kebutuhan, perencanaan pengeluaran, dan konsultasi dengan kepala madrasah, bendahara, tata usaha, dewan guru, dan komite, Rencana Kerja Anggaran Madrasah membantu memperkirakan kebutuhan belanja untuk satu tahun ajaran, Pelaksanaan belanja mencakup pengeluaran dana dari empat sumber yaitu dana Biaya Operasional Sekolah sebagai sumber utama, komite, usaha madrasah dan sumber lain digunakan untuk kebutuhan operasional dan mendadak, Pengawasan dilakukan oleh pihak internal dan eksternal untuk memastikan anggaran sesuai rencana. Evaluasi dilakukan setiap tiga bulan oleh kepala madrasah untuk memastikan penggunaan anggaran sesuai Rencana Kerja Anggaran Madrasah.
PROBLEMATIK IMPLEMENTASI PENGUATAN POTENSI SISWA DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR Unisa, Lesni; Azzahra, Siti Fatimah; Juanda, Mayshir; Rahmanda, M Dino; Abdurrahmansya, Abdurrahmansya
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7835

Abstract

The Independent Curriculum was designed as a strategic response to create flexible learning to optimize students' interests and talents. However, its implementation at the elementary school level still faces various complex obstacles that prevent students from maximizing their potential. This study aims to analyze the challenges of implementing this curriculum through a qualitative approach using a literature review method, which examines secondary data from various scientific literature and relevant documents. The research findings outline three fundamental obstacles. First, the limited availability of resources and technology-based learning media, which reduces the effectiveness of the knowledge transfer process. Second, the imbalance in school readiness, including disparities in facilities between urban and remote areas, and variations in teacher competency in adapting new pedagogical methods. Third, the lack of parental support and understanding of this educational paradigm, which leads to a lack of synergy between the learning environment at school and at home. Based on this analysis, it is concluded that the success of the Independent Curriculum does not depend solely on regulations but rather requires integrative collaboration between the government, schools, and parents to create a conducive educational ecosystem for the realization of independent and creative student profiles. ABSTRAKKurikulum Merdeka dirancang sebagai respons strategis untuk menciptakan pembelajaran yang fleksibel guna mengoptimalkan minat dan bakat peserta didik. Kendati demikian, implementasinya di tingkat sekolah dasar masih dihadapkan pada berbagai hambatan kompleks yang menghalangi penguatan potensi siswa secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika penerapan kurikulum tersebut melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, yang mengkaji data sekunder dari berbagai literatur ilmiah dan dokumen relevan. Temuan penelitian menguraikan tiga kendala fundamental. Pertama, keterbatasan ketersediaan sumber daya dan media pembelajaran berbasis teknologi yang mengurangi efektivitas proses transfer ilmu. Kedua, ketimpangan kesiapan sekolah yang mencakup disparitas fasilitas antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil, serta variasi kompetensi guru dalam mengadaptasi metode pedagogik baru. Ketiga, minimnya dukungan dan pemahaman orang tua terhadap paradigma pendidikan ini, yang menyebabkan kurangnya sinergi antara lingkungan belajar di sekolah dan di rumah. Berdasarkan analisis tersebut, disimpulkan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka tidak hanya bergantung pada regulasi, melainkan menuntut kolaborasi integratif antara pemerintah, sekolah, dan wali murid untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif demi terwujudnya profil pelajar yang mandiri dan kreatif.
ANALISIS KOMPARATIF KERANGKA KURIKULUM VICTORIA F-10 DAN KURIKULUM MERDEKA: IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN KURIKULUM NASIONAL INDONESIA Videlia, Beatric; Mulyono, Mulyono; Waluya, SB
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7672

Abstract

The purpose of this study is to compare the curriculum frameworks between the Victorian F-10 Curriculum in Australia and the Merdeka Curriculum in Indonesia with the aim of identifying similarities, differences, and their implications for the development of the Indonesian national curriculum. This study uses qualitative methods with comparative document analysis from official sources of both curricula. The results show that the Victorian  Curriculum F – 10 emphasizes a balance between knowledge and cross disciplinary critical and ethical thinking skills, while the Merdeka Curriculum emphasizes structural flexibility and strengthening national character through learning projects. The Victorian assessment system is based on rigorous standards and evidence, while Indonesia emphasizes authentic, contextual, and flexible assessment. The implications of this study recommend the development of an adaptive and evidence based Indonesian national curriculum, by strengthening competency alignment and empowering teachers as learning designers. In conclusion, the integration of global and local values ??and an authentic assessment system are key to updating the Indonesian curriculum to face the challenges of the 21st century. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kerangka kurikulum antara Kurikulum Victoria F-10 di Australia dan Kurikulum Merdeka di Indonesia dengan tujuan mengidentifikasi persamaan, perbedaan, dan implikasinya terhadap pengembangan kurikulum nasional Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis dokumen komparatif pada sumber resmi kedua kurikulum. Hasil menunjukkan bahwa Kurikulum Victoria F-10 menekankan keseimbangan antara pengetahuan dan kemampuan berpikir kritis serta etis secara lintas disiplin, sedangkan Kurikulum Merdeka lebih menonjolkan fleksibilitas struktural dan penguatan karakter nasional melalui proyek pembelajaran. Sistem penilaian Victoria berbasis standar ketat dan evidensi, sedangkan Indonesia menekankan asesmen autentik yang kontekstual dan fleksibel. Implikasi penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum nasional Indonesia yang adaptif, berbasis bukti, dengan memperkuat alignment kompetensi dan pemberdayaan guru sebagai desainer pembelajaran. Kesimpulannya, integrasi nilai global dan lokal serta sistem penilaian yang autentik menjadi kunci pembaruan kurikulum Indonesia untuk menghadapi tantangan abad 21.  
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP INOVASI GURU MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN DIGITAL Noviko, Heri; Maksum, Hasan; Novaliendry, Dony
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8013

Abstract

This study aims to analyze the effect of transformational leadership on teacher innovation in the use of simple digital learning technologies at SMAN 2 Sipora. As a school located in an island region, teachers face resource constraints, but the presence of digital platforms such as Google Classroom, Canva Edu, and Quizizz provides opportunities for more innovative learning. This study used a quantitative method with a correlational design and involved 35 teachers selected through total sampling. The research instrument was a Likert-scale questionnaire, and data analysis was performed using Pearson's correlation and simple linear regression. The results showed that transformational leadership had a positive and significant relationship with teacher innovation, as indicated by a correlation ue of 0.399. The regression model produced the equation Y = 24.43 + 0.40X, which shows that an increase in transformational leadership is followed by an increase in teacher innovation. These findings emphasize the importance of leadership support and the use of simple digital technology in encouraging innovative learning practices. This study recommends strengthening transformational leadership competencies and increasing access to technology as efforts to improve teacher innovation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap inovasi guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran digital sederhana di SMAN 2 Sipora. Sebagai sekolah yang berada di wilayah kepulauan, guru menghadapi keterbatasan sumber daya, namun hadirnya platform digital seperti Google Classroom, Canva Edu, dan Quizizz memberikan peluang bagi terciptanya pembelajaran yang lebih inovatif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan melibatkan 35 guru yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki hubungan positif dan signifikan dengan inovasi guru, ditunjukkan oleh nilai korelasi sebesar 0,399. Model regresi menghasilkan persamaan Y = 24,43 + 0,40X yang menunjukkan bahwa peningkatan kepemimpinan transformasional diikuti oleh peningkatan inovasi guru. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan kepemimpinan serta pemanfaatan teknologi digital sederhana dalam mendorong praktik pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi kepemimpinan transformasional dan peningkatan akses teknologi sebagai upaya untuk meningkatkan inovasi guru.    
PRAKTIK MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PROFESIONALISME GURU DI SEKOLAH DASAR Rivada, Feby Suci Firly Amanda; Suriansyah, Ahmad; Harsono, Arta Mulya Budi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8093

Abstract

ABSTRACT The background of this study stems from the need for effective principal management in creating a clear and sustainable teacher support system, so that the quality of education can significantly improve. This study aims to evaluate the role of the principal in improving teacher professionalism at SDN Sungai Miai 5 Banjarmasin. The background of this study stems from the need for effective principal management in creating a clear and sustainable teacher support system, so that the quality of education can significantly improve. This study used a qualitative method with a case study approach, because it aimed to understand the principal's management practices in depth. Data collection was conducted through in-depth interviews, non-participatory observation, and document analysis such as workshop reports and teacher teaching modules. The research findings indicate that the principal successfully implemented four aspects of management: planning, organizing, implementing, and monitoring in an integrated manner. Activities such as workshops, learning communities, and learning supervision contributed to improving teachers' skills in the personality, pedagogical, social, and professional aspects. The main challenges faced included limited time, facilities, and coordination in training. The principal addressed these problems through reflection and collaborative solutions with teachers. This study shows that the principal's participatory and reflective leadership style can improve teacher professionalism and the quality of learning. The findings of this study also contribute to strengthening instructional leadership theory and serve as a reference for the development of school-based teacher development policies. ABSTRAK Latar belakang dari penelitian ini berasal dari kebutuhan akan manajemen kepala sekolah yang efektif dalam menciptakan sistem dukungan guru yang jelas dan berkelanjutan, sehingga kualitas pendidikan dapat meningkat secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran kepala sekolah dalam upaya meningkatkan profesionalisme para guru di SDN Sungai Miai 5 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, karena bertujuan untuk memahami secara mendalam praktik manajemen kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi tanpa partisipasi, serta analisis dokumen seperti laporan dari workshop dan modul pengajaran guru. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kepala sekolah berhasil menjalankan empat aspek manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan secara terintegrasi. Aktivitas seperti workshop, komunitas belajar, dan supervisi pembelajaran berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan guru dalam aspek kepribadian, pedagogik, sosial, dan profesional. Tantangan utama yang dihadapi meliputi terbatasnya waktu, fasilitas, dan koordinasi dalam pelatihan. Kepala sekolah mengatasi masalah tersebut melalui refleksi dan solusi yang kolaboratif bersama pengajar. Penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah yang partisipatif dan reflektif dapat meningkatkan profesionalisme guru serta mutu pembelajaran. Temuan dari penelitian ini juga memberikan kontribusi dalam memperkuat teori kepemimpinan instruksional dan menjadi acuan bagi pengembangan kebijakan pengembangan guru yang berbasis sekolah.