cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 44 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2026)" : 44 Documents clear
ANALISIS KEDISIPLINAN SISWA SMPN 10 SALATIGA MENYIKAPI PEMUTARAN LAGU INDONESIA RAYA SETIAP PUKUL 10.00 WIB Sardiyosa, Katrine Ananda; Imaduddin, Wildan; Wafa, Muhammad Sirril; Rizal, Tanaya Elghifara Syah; Malihah, Noor
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8948

Abstract

Student discipline in responding to the playing of the Indonesian national anthem is an important part character of nationalism and respect for national symbols in the school environment. However, in practice, there are still variations in student responses, ranging from punctuality in standing, awareness of following the rules, to respectful behavior while the song is playing. This study aims to analyze the discipline of students at SMP 10 Salatiga in responding to the playing of the Indonesia Raya every day at 10:00 a.m. and to identify the factors that influence this behavior. The study uses a descriptive qualitative approach with observation, interviews, and documentation techniques. Data was obtained from teachers, students, and school officials directly involved in the implementation of this discipline program. The results showed that most students demonstrated disciplined behavior, such as stopping their activities, standing at attention, and following the teacher's instructions, in line with the finding that routine school activities can strengthen moral character and discipline. However, several obstacles were found, such as a lack of supervision at certain points, a low understanding of the meaning of the activities, and differences in individual awareness. In conclusion, student discipline is influenced by the consistency of school rules, teacher role models, and student understanding of the value of nationalism. Strengthening socialization and routine monitoring are necessary to maintain the sustainability of a culture of discipline in schools. ABSTRAK Kedisiplinan siswa dalam menyikapi pemutaran Lagu Indonesia Raya merupakan bagian penting dari pembentukan karakter nasionalisme dan penghargaan terhadap simbol negara di lingkungan sekolah. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan variasi respons siswa, mulai dari ketepatan waktu berdiri, kesadaran mengikuti aturan, hingga sikap menghormati selama lagu diputar. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kedisiplinan siswa SMP 10 Salatiga dalam merespons pemutaran Lagu Indonesia Raya setiap pukul 10.00 WIB serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi perilaku tersebut. Pengabdian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diperoleh dari guru, siswa, dan pihak sekolah yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program kedisiplinan ini. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah menunjukkan sikap disiplin seperti berhenti beraktivitas, berdiri tegap, dan mengikuti instruksi guru, sejalan dengan temuan bahwa kegiatan rutin sekolah dapat memperkuat karakter moral dan kedisiplinan. Namun, beberapa kendala ditemukan, seperti kurangnya pengawasan di titik tertentu, rendahnya pemahaman tentang makna kegiatan, serta perbedaan kesadaran individu. Kesimpulannya, kedisiplinan siswa dipengaruhi oleh konsistensi aturan sekolah, keteladanan guru, dan pemahaman siswa terhadap nilai nasionalisme. Penguatan sosialisasi dan monitoring rutin diperlukan untuk menjaga keberlanjutan budaya disiplin di sekolah.  
PENINGKATAN KAPASITAS BINAAN USAHA MIKRO MELALUI INTEGRATED FARMING DAN EKONOMI SIRKULAR Hartono, Budi; Giovanni, Axel; Wafa, Muchammad Khusni; Purwanto, Mu'alfad Zulfikar; Harsono, Mirna
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8949

Abstract

Micro-enterprises focusing on food security, particularly in the context of urban farming, play a vital role in the local economy. However, many micro-enterprises in this sector face significant challenges, including limited business management capacity, scarce resources, and insufficient technical knowledge related to efficient and sustainable agricultural practices. This community engagement program aims to enhance the capacity of micro-enterprises through the application of integrated farming and circular economy approaches to improve efficiency, sustainability, and product competitiveness. Implemented through a strategic partnership with Fita Farm an organization with expertise in integrated agriculture and community empowerment the program involves training, hands-on mentoring, and continuous evaluation to develop a more efficient and sustainable micro-enterprise model. Furthermore, it targets tangible outcomes such as scientific publications, video documentation, and the acquisition of intellectual property rights (IPR) for innovations developed during the program. Ultimately, the expected outcomes include improved business management capacity, increased income, and greater resilience and sustainability of micro-enterprises in facing economic challenges. ABSTRAK Usaha mikro yang berfokus pada ketahanan pangan, terutama dalam konteks urban farming, memainkan peran penting dalam perekonomian lokal. Namun, banyak usaha mikro yang terlibat dalam sektor ini menghadapi tantangan yang signifikan, seperti keterbatasan kapasitas pengelolaan usaha, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya pengetahuan teknis terkait praktik pertanian yang efisien dan berkelanjutan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha mikro melalui pendekatan integrated farming dan ekonomi sirkular, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan daya saing produk usaha mikro. Program ini dilaksanakan melalui kemitraan strategis dengan Fita Farm, yang memiliki keahlian dalam pertanian terpadu dan pemberdayaan masyarakat, sebagai mitra utama dalam pelaksanaan kegiatan. Program ini melibatkan pelatihan, pendampingan langsung, serta evaluasi berkelanjutan dengan tujuan untuk menghasilkan model usaha mikro yang lebih efisien dan berkelanjutan. Di samping itu, program ini juga menargetkan hasil berupa publikasi ilmiah, dokumentasi video, dan perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas inovasi yang dikembangkan. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan kapasitas pengelolaan usaha, peningkatan pendapatan, serta keberlanjutan usaha mikro yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi.
IMPLEMENTASI KOMBINASI PRESS MOLDING & DEHYDRATOR PACKAGE UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS, HIGIENITAS, SERTA PROFITABILITAS USAHA TERASI QONJAMADU Lestari, Sukma Puji; Iryanti, Endang; Farel, Kholin Gio; Dewantara, Arya Gading; Falah, Naimul; Husnika, Roaina
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8950

Abstract

QonjaMadu is a Micro, Small, and Medium Enterprise (MSMEs) which operates in the field of processing pond shrimp, especially into shrimp paste. QonjaMadu’s shrimp paste are highly demanded by consumers enabling a monthly production capacity of up to 72 kg of tiger prawns. However, based on a statement from the owner of QonjaMadu, there are several issues in the production process, especially in the drying of row materials, molding, and final drying stages, which are still performed using conventional methods that require up to 78 hours and pose a risk of reducing the product’s level of hygiene. The Objective of this science and technology implementation activity is to implement the Press Molding and Dehydrator Package as a solution to improve the productivity, hygiene, and profitability of QonjaMadu. The methods used in this activity include partner needs surveys, equipment design, fabrication, testing, implementation, and laboratory testing of the produced shrimp paste quality. The implementation of these tools has proven to provide production efficiency solution and to enhance to productivity, hygiene, and profitability of the QonjaMadu. ABSTRAK QonjaMadu merupakan sebuah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pengolahan hasil tambak udang terutama terasi. Terasi QonjaMadu banyak diminati oleh masyarakat sehingga dalam satu bulan dapat memproduksi 72 kg udang windu. Namun berdasarkan pernyataan pemilik usaha, terdapat permasalahan dalam proses produksinya, yaitu pada proses penjemuran bahan, pencetakan, dan pengeringan akhir menggunakan metode konvensional yang memerlukan waktu hingga 78 jam dan berisiko menurunkan higienitas produk. Tujuan kegiatan penerapan iptek ini adalah untuk menerapkan alat Press Molding dan Dehydrator Package sebagai solusi peningkatan produktivitas, higienitas serta profitabilitas UMKM Terasi QonjaMadu. Metode yang digunakan dalam kegiatan meliputi survei kebutuhan mitra, perancangan alat, pembuatan alat, uji coba alat, penerapan alat, dan uji laboratorium kualitas terasi yang dihasilkan. Penerapan alat tersebut telah terbukti memberikan solusi efisiensi produksi dan meningkatkan produktivitas, higienitas, serta profitabilitas UMKM Terasi QonjaMadu.     
PENERAPAN MATRAS-TBC SEBAGAI STRATEGI INTERVENSI BERBASIS KOMUNITAS DALAM ELIMINASI TB–DM Hartanto, Agung Eko; Wiratmoko, Heru; Purwaningsih, Endang; Suwanto, Agus Wiwit; Purwaningsih, Yustina; Hendrawati, Gandes Widya
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8951

Abstract

Integrated community-based screening for Tuberculosis (TB) and Diabetes Mellitus (DM) is an essential strategy to enhance early detection of communicable and non-communicable diseases. This community engagement activity was conducted in July 2024 in Kadipaten Village, Ponorogo, using four screening approaches: village hall service, Posbindu, elderly health screening, and door-to-door. A total of 265 participants underwent TB screening and 166 underwent DM screening. Results showed 16 suspected TB cases (6%) and 15 individuals (9%) with elevated blood glucose, including four new DM cases (2.4%). The door-to-door method yielded the highest detection in both TB and DM screenings. The findings support existing evidence that active case finding improves detection coverage among at-risk populations. This integrated screening emphasizes the need for structured referral pathways, community health education, cross-program collaboration, and integrated health information systems to ensure sustainable TB–DM detection programs.  ABSTRAK Kegiatan skrining terpadu Tuberkulosis dan Diabetes Mellitus (skrining TB-DM) berbasis komunitas merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan deteksi dini penyakit menular dan tidak menular, khususnya di wilayah dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Juli 2024 di Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, melalui empat pendekatan, yaitu Balai Kelurahan, Posbindu, kegiatan lansia, dan door-to-door. Sebanyak 265 peserta mengikuti skrining TBC dan 166 peserta mengikuti skrining DM. Hasil menunjukkan 16 peserta (6%) terduga TBC dan 15 peserta (9%) dengan gula darah tinggi, termasuk 4 kasus DM baru (2,4%). Pendekatan door-to-door memberikan kontribusi temuan terbanyak baik pada TBC maupun DM baru. Temuan ini sejalan dengan bukti penelitian bahwa active case finding meningkatkan cakupan deteksi pada komunitas berisiko. Skrining terpadu ini menegaskan perlunya jalur rujukan konfirmasi, edukasi kesehatan masyarakat, kolaborasi lintas program, dan integrasi sistem informasi kesehatan untuk keberlanjutan program deteksi dini TB–DM.    
IMPLEMENTASI PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN BERBASIS WEBSITE DI MI PLUS WALISONGO TRENGGALEK Hatifuddin, Muhammad Iqbal; Junaris, Imam
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8952

Abstract

This Community Service (PkM) program was motivated by the urgent need to address the challenges of managing educational institutions, which are still dominated by manual and semi-digital systems at MI Plus Walisongo Trenggalek, resulting in time inefficiency, difficulty in accessing data, and potential accountability issues. The main objective of this activity is to implement and assist in the management of a website-based Management Information System (MIS) to transform administrative workflows into an integrated, efficient, and data-driven decision-making system. The methods used were the System Development Approach and Participatory Assistance, including stages of partner needs analysis, MIS module design and development (covering master data, academic, attendance, and reporting modules), intensive user training (staff and teachers), and continuous monitoring and evaluation. The results of the Community Service Program show that the website-based SIM has been successfully implemented and is operating well. This achievement is supported by a significant increase in the competence of madrasah human resources, where the level of system mastery after training has had a very positive impact. Managerially, the implementation of the SIM has successfully reduced data processing and recapitulation report generation time, enabling madrasah management to monitor student data in real-time and make faster, more accurate, and data-driven decisions. It is concluded that the effective implementation of website-based SIM management can transform the administration of MI Plus Walisongo into an efficient, structured, and accountable digital system, which ultimately contributes to improving the quality of educational institutions' services. ABSTRAK Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh urgensi untuk mengatasi tantangan pengelolaan administrasi lembaga pendidikan yang masih didominasi oleh sistem manual dan semi-digital di MI Plus Walisongo Trenggalek, yang berdampak pada inefisiensi waktu, kesulitan akses data, dan potensi masalah akuntabilitas. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengimplementasikan dan mendampingi pengelolaan Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis website guna mentransformasi alur kerja administrasi menjadi sistem digital yang terpadu, efisien, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Metode yang digunakan adalah Pendekatan Pengembangan Sistem dan Pendampingan Partisipatif, meliputi tahapan analisis kebutuhan mitra, perancangan dan pengembangan modul SIM (mencakup modul data induk, akademik, kehadiran, dan pelaporan), pelatihan intensif pengguna (staf dan guru), serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Hasil PkM menunjukkan bahwa SIM berbasis website berhasil diimplementasikan dan dioperasikan dengan baik. Capaian ini didukung oleh peningkatan signifikan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) madrasah, di mana tingkat penguasaan sistem pasca-pelatihan sangat berdampak baik. Secara manajerial, implementasi SIM berhasil memangkas waktu pemrosesan data dan pembuatan laporan rekapitulasi, memungkinkan manajemen madrasah untuk memantau data siswa secara real-time dan melakukan pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan didasarkan pada data yang valid. Disimpulkan bahwa implementasi pengelolaan SIM berbasis website secara efektif mampu mentransformasi administrasi MI Plus Walisongo menuju sistem digital yang efisien, terstruktur, dan akuntabel, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan lembaga pendidikan.  
PERAN WEDDING ORGANIZER DALAM PENGELOLAAN TIM DAN PENGENALAN LAYANAN PADA ACARA NIKAH MASSAL Love, Jein Eyllafan B; Sugito, Sugito
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.9413

Abstract

Mass weddings are social events involving many couples from limited economic backgrounds, requiring professional event management. This community service project aims to analyze the role of wedding organizers in team management and service introduction strategies for mass weddings. The method used was a participatory approach involving the wedding organizer team, participants, and vendors through coordination stages, simulation practices, and technical briefing sessions. The results of the activity indicate that wedding organizers play a key role in organizing the event flow (rundown), managing human resources through a clear division of liaison officers (LOs), and serving as an effective communication link between participants and external parties, such as the registrar. Service introductions are conducted in an educational manner through quality direct assistance, which contributes to participant satisfaction and builds a positive image of the service provider. Structured team management has been proven to minimize technical obstacles and ensure that the marriage ceremony is carried out in accordance with applicable laws and administration. In conclusion, the role of wedding organizers is crucial in increasing the operational effectiveness of large-scale social events. Through this experience, the team can strengthen its professionalism and social contribution in supporting government programs to legalize community marriage. Thorough coordination and integration are key to creating a sustainable, sacred, and joyful moment for mass wedding participants. ABSTRAK Acara nikah massal merupakan kegiatan sosial yang melibatkan banyak pasangan dengan latar belakang keterbatasan ekonomi, sehingga memerlukan manajemen acara yang profesional. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis peran wedding organizer dalam pengelolaan tim dan strategi pengenalan layanan pada acara nikah massal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang melibatkan tim wedding organizer, peserta, dan vendor melalui tahapan koordinasi, praktik simulasi, serta sesi briefing teknis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa wedding organizer berperan sebagai koordinator utama dalam mengatur alur acara (rundown), mengelola sumber daya manusia melalui pembagian divisi liaison officer (LO) yang jelas, dan menjadi penghubung komunikasi efektif antara peserta dengan pihak eksternal seperti penghulu. Pengenalan layanan dilakukan secara edukatif melalui kualitas pendampingan langsung, yang mampu menciptakan kepuasan peserta dan membangun citra positif perusahaan jasa tersebut. Pengelolaan tim yang terstruktur terbukti meminimalisir kendala teknis dan memastikan prosesi akad berjalan sesuai hukum serta administrasi yang berlaku. Kesimpulannya, peran wedding organizer sangat krusial dalam meningkatkan efektivitas operasional acara sosial berskala besar. Melalui pengalaman ini, tim dapat menguatkan profesionalisme dan kontribusi sosial dalam mendukung program pemerintah guna melegalkan pernikahan masyarakat. Integrasi koordinasi yang matang menjadi kunci utama dalam menciptakan momen bahagia yang sakral bagi para peserta nikah massal secara berkelanjutan.  
EDUKASI PARENTING ISLAMI BERBASIS VIDEO HOME EDUCATION UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK DI DESA Usnur, Uswatun Hasanah; Sutrisni, Sutrisni; Sari, Laila Darma; Sakinah, Ridha; Hanum, Elvida
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.9414

Abstract

Early childhood cognitive development is a fundamental aspect that determines learning success in later stages, where parental stimulation is a key factor. This community service project aims to examine the implementation of Islamic parenting education based on home education videos in improving children's cognitive development in Perbahingan Village, Serdang Bedagai Regency. Using a descriptive qualitative approach, the research subjects involved parents and early childhood children through observation, in-depth interviews, and documentation techniques. Education was provided through home education videos that integrate the values ​​of the Qur'an and Hadith with practical guidance on cognitive stimulation. The results of the activity indicate that the use of video media is highly effective due to its flexible nature, easy access, and appropriateness to rural communities. There was a significant increase in parents' understanding of Islamic parenting patterns and the intensity of their involvement in accompanying their children's learning at home. Positive impacts were also seen on children's cognitive aspects, particularly in the ability to recognize basic concepts, strengthen memory, think logically, and solve simple problems. Thus, Islamic parenting based on home education videos is an applicable alternative strategy for optimizing children's intellectual potential in line with spiritual values. The integration of digital technology in family education has proven to be able to bridge the limited access to information for parents in rural areas in a sustainable manner. ABSTRAK Perkembangan kognitif anak usia dini merupakan aspek fundamental yang menentukan keberhasilan belajar pada tahap selanjutnya, di mana stimulasi orang tua menjadi faktor kunci. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengkaji implementasi edukasi parenting Islami berbasis video home education dalam meningkatkan perkembangan kognitif anak di Desa Perbahingan, Kabupaten Serdang Bedagai. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, subjek penelitian melibatkan orang tua dan anak usia dini melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Edukasi diberikan melalui media video home education yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis dengan panduan praktis stimulasi kognitif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan media video sangat efektif karena sifatnya yang fleksibel, mudah diakses, dan sesuai dengan kondisi masyarakat pedesaan. Terjadi peningkatan signifikan pada pemahaman orang tua mengenai pola asuh Islami serta intensitas keterlibatan mereka dalam mendampingi anak belajar di rumah. Dampak positif juga terlihat pada aspek kognitif anak, khususnya dalam kemampuan mengenal konsep dasar, penguatan daya ingat, berpikir logis, dan pemecahan masalah sederhana. Dengan demikian, parenting Islami berbasis video home education menjadi strategi alternatif yang aplikatif untuk mengoptimalkan potensi intelektual anak yang selaras dengan nilai spiritual. Integrasi teknologi digital dalam pendidikan keluarga terbukti mampu menjembatani keterbatasan akses informasi bagi orang tua di wilayah pedesaan secara berkelanjutan.  
TANGGAP DARURAT PASCABANJIR MELALUI PENYEDIAAN FILTER AIR BERSIH DAN LOGISTIK BERBASIS GOTONG ROYONG DI KABUPATEN LANGKAT Angin, Despaleri Perangin; Alamsyah, Bhakti; Modifa, Ira; Rahmadia, Nirma; Syukran, Puji; Sinaga, Gita Ronauli; N, Binsar Suwilyam
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.9415

Abstract

The flood disaster in Langkat Regency significantly impacted the availability of clean water and the fulfillment of basic community needs due to contamination by pollutants and pathogenic microorganisms. This community service program aims to implement an emergency response program by providing clean water filters and community-based post-flood recovery logistics packages in Pematang Cengal Village and Paya Perupuk Village. The implementation method used a participatory approach that included needs assessment, assembly of filtration units using nanofiltration technology, coordinated distribution of logistical assistance, and education on facility maintenance. The results of the activity showed an improvement in water quality visually and functionally, from a cloudy brownish condition to clear and drinkable. A total of ten water filters have been installed at strategic points to serve 427 families, supported by the distribution of logistics in the form of food, medicines, and emergency equipment such as tents and mattresses. The mutual cooperation approach has proven effective in accelerating the distribution process and increasing community participation and ownership of village assets. In conclusion, the integration of technical filtration solutions and community-based social assistance can strengthen the socio-economic resilience of communities in facing emergencies. This model has great potential to be replicated in other disaster-prone areas as a systematic and sustainable post-disaster recovery strategy. ABSTRAK Bencana banjir di Kabupaten Langkat berdampak signifikan terhadap ketersediaan air bersih dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akibat kontaminasi polutan dan mikroorganisme patogen. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan program tanggap darurat melalui penyediaan filter air bersih dan paket logistik pemulihan pascabanjir berbasis gotong royong di Desa Pematang Cengal dan Desa Paya Perupuk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan assessment kebutuhan, perakitan unit filtrasi menggunakan teknologi nanofiltration, distribusi bantuan logistik secara terkoordinasi, serta edukasi pemeliharaan sarana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kualitas air secara visual dan fungsional, dari kondisi keruh kecokelatan menjadi jernih dan layak konsumsi. Sebanyak sepuluh unit filter air telah terpasang di titik strategis untuk melayani 427 kepala keluarga, didukung dengan penyaluran logistik berupa bahan pangan, obat-obatan, serta perlengkapan darurat seperti tenda dan matras. Pendekatan gotong royong terbukti efektif mempercepat proses distribusi dan meningkatkan partisipasi serta rasa kepemilikan masyarakat terhadap aset desa. Kesimpulannya, integrasi solusi teknis filtrasi dan bantuan sosial berbasis komunitas mampu memperkuat ketangguhan sosial-ekonomi masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Model ini memiliki potensi besar untuk direplikasi di wilayah rawan bencana lainnya sebagai strategi pemulihan pascabencana yang sistematis dan berkelanjutan.
AKSI TIGA PILAR: LOGISTIK CEPAT, GIZI TEPAT, DAN PEMBERIAN LAYANAN TRAUMA UNTUK TANGGAP BENCANA DI LANGKAT (SUMATERA UTARA) Purba, Windania; Ikhtiari, Refi; Ginting, Rapael
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.9416

Abstract

The flood disaster that struck the Tanjung Pura area of ​​Langkat Regency, North Sumatra, had a significant impact on the social, economic, health, and psychological well-being of the community. Limited access to basic necessities, decreased nutritional quality, and the emergence of psychological trauma, particularly among vulnerable groups such as children, the elderly, and pregnant women, are key issues requiring rapid and integrated response. This community service activity aims to provide a disaster response through a Three-Pillar Action approach: Rapid Logistics, Appropriate Nutrition, and Trauma Services. The implementation method was participatory, encompassing preparation and coordination with local partners, core activities such as the distribution of logistical assistance and nutritious food, and trauma healing services. The program concluded with monitoring and evaluation. The aid distributed included basic food packages, hygiene kits, clothing, and psychosocial support for the affected community. Results from the activity indicate that this program was able to meet the community's basic needs quickly and effectively, improve nutritional intake, especially for vulnerable groups, and help reduce stress and trauma caused by the disaster. Thus, the Three Pillars Action approach has proven effective as a holistic and sustainable disaster response model in supporting the physical and psychological recovery of affected communities. ABSTRAK Bencana banjir yang melanda wilayah Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menimbulkan dampak signifikan terhadap kehidupan sosial, ekonomi, kesehatan, dan kondisi psikologis masyarakat. Terbatasnya akses terhadap kebutuhan dasar, menurunnya kualitas asupan gizi, serta munculnya trauma psikologis, khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil, menjadi permasalahan utama yang memerlukan penanganan cepat dan terintegrasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan respons tanggap bencana melalui pendekatan Aksi Tiga Pilar, yaitu Logistik Cepat, Gizi Tepat, dan Pemberian Layanan Trauma. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan persiapan dan koordinasi dengan mitra setempat, pelaksanaan kegiatan inti berupa distribusi bantuan logistik dan pangan bergizi, serta layanan trauma healing, dan diakhiri dengan monitoring serta evaluasi kegiatan. Produk bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, perlengkapan kebersihan, kebutuhan sandang, serta dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara cepat dan tepat sasaran, meningkatkan pemenuhan gizi terutama bagi kelompok rentan, serta membantu mengurangi tingkat stres dan trauma akibat bencana. Dengan demikian, pendekatan Aksi Tiga Pilar terbukti efektif sebagai model penanganan tanggap bencana yang holistik dan berkelanjutan dalam mendukung pemulihan fisik dan psikologis masyarakat terdampak.
PENDAMPINGAN DAN EDUKASI MASYARAKAT DALAM PROSES GADAI EMAS MELALUI LAYANAN PEGADAIAN DAN KEGIATAN SOSIALISASI DI BALAI DESA Haristy, Nandira Ania; Warmana, G. Oka
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.9417

Abstract

Pegadaian, as a non-bank financial institution, plays an important role in providing financing services through gold pawn products that are easy, fast, and secure. However, many people still lack a comprehensive understanding of gold pawn procedures, including administrative requirements, gold appraisal processes, and repayment or pawn extension mechanisms. This low level of financial literacy may lead to misunderstandings in utilizing Pegadaian’s services. This community service program aims to improve public understanding and financial literacy through direct assistance to customers at Pegadaian UPC Baureno and educational activities for the general public at the Village Hall using brochure media. The implementation method applies an educational and participatory approach, including transaction assistance, socialization activities, and brochure distribution. The results indicate improved public understanding of gold pawn procedures, smoother transaction processes, and increased public interest and trust in Pegadaian’s services. ABSTRAK Pegadaian sebagai lembaga keuangan bukan bank berperan penting dalam menyediakan pembiayaan melalui produk gadai emas yang mudah, cepat, dan aman. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh prosedur gadai emas, meliputi persyaratan administrasi, proses penaksiran, serta mekanisme pelunasan dan perpanjangan gadai. Rendahnya literasi keuangan ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dalam pemanfaatan layanan Pegadaian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan literasi keuangan masyarakat melalui pendampingan langsung kepada nasabah di Pegadaian UPC Baureno serta edukasi kepada masyarakat umum di Balai Desa menggunakan media brosur. Metode pelaksanaan dilakukan secara edukatif dan partisipatif melalui pendampingan transaksi, sosialisasi, dan penyebaran brosur. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat, kelancaran proses transaksi, serta meningkatnya minat dan kepercayaan terhadap layanan Pegadaian.