cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 346 Documents
OPTIMALISASI HARGA POKOK PENJUALAN UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL YANG KOMPETITIF PADA UMKM KUE BASAH Indah Lia Puspita; Rafly Anggara; Rahmawati Rahmawati; Wahyu Rianizar
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.12899

Abstract

ABSTRACT Determining an appropriate selling price remains a major challenge for many micro, small, and medium enterprises (MSMEs) producing traditional wet cakes because the calculation of the cost of goods sold (COGS) has not yet been based on a comprehensive identification of all production cost components. As a result, pricing decisions are often driven by customary practices and prevailing market prices rather than by accurate cost information. This community service program introduced a mentoring model based on the partner's actual production data through the implementation of the full costing method to strengthen the partner’s capacity to calculate COGS and establish more rational selling prices. The program began with observations and interviews to identify existing cost management practices, followed by hands-on assistance in preparing COGS calculations, simulation exercises using the partner’s production data, and reflective discussions for evaluation. The results demonstrated that the partner was able to identify raw material costs, direct labor costs, and production overhead costs in a more systematic manner. The simulation produced a total production cost of IDR 450,000 for 100 units, resulting in a COGS of IDR 4,500 per unit and a recommended selling price of approximately IDR 6,000 per unit. Beyond producing a more structured cost calculation, the mentoring process enhanced the partner’s understanding of the importance of cost recording as a foundation for business decision-making. These findings indicate that mentoring based on actual production data offers a practical approach to improving cost management and supporting more accurate pricing decisions among MSMEs. ABSTRAK Ketepatan penentuan harga jual masih menjadi tantangan bagi banyak UMKM kue basah karena perhitungan harga pokok penjualan (HPP) belum sepenuhnya didasarkan pada identifikasi seluruh komponen biaya produksi. Kondisi tersebut menyebabkan keputusan penetapan harga lebih sering mengacu pada kebiasaan maupun harga pasar dibandingkan informasi biaya yang aktual. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dikembangkan pendampingan berbasis data produksi riil dengan penerapan metode full costing untuk memperkuat kemampuan mitra dalam menyusun HPP dan menetapkan harga jual secara lebih rasional. Pendampingan diawali dengan identifikasi kondisi pengelolaan biaya melalui observasi dan wawancara, kemudian dilanjutkan dengan praktik penyusunan HPP, simulasi perhitungan menggunakan data usaha mitra, serta evaluasi melalui diskusi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu mengidentifikasi biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead produksi secara lebih sistematis. Simulasi menghasilkan total biaya produksi sebesar Rp450.000 untuk 100 unit produk dengan HPP sebesar Rp4.500 per unit dan rekomendasi harga jual sekitar Rp6.000 per unit. Selain menghasilkan perhitungan biaya yang lebih terstruktur, pendampingan berbasis data produksi riil juga memperkuat pemahaman mitra mengenai pentingnya pencatatan biaya sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Pendekatan tersebut menunjukkan potensi sebagai model pendampingan yang aplikatif untuk mendukung pengelolaan biaya dan meningkatkan ketepatan penetapan harga jual pada UMKM.
TRANSFORMASI DIGITAL GURU BIMBEL DLL COURSE MELALUI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN BAAMBOOZLE Agus Darmawan; Syamsiah Syamsiah; Een Juhriah; Dewi Leyla Rahmah
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.13055

Abstract

The development of digital technology has had a significant impact on the world of education, including tutoring institutions. Teachers are required to utilize technology as an innovative and interactive learning medium. However, some teachers are still not optimal in using digital learning media in the teaching and learning process. This Community Service (PKM) activity aims to improve the digital competence of DLL Course tutoring teachers through the development of interactive learning media using Baamboozle. The activity implementation method is carried out through the stages of observation, socialization, training, direct practice, and evaluation. Participants are teachers at the DLL Course tutoring institution. The results of the activity show an increase in teachers' understanding and skills in creating educational game-based learning media using Baamboozle. Teachers are able to develop interactive quizzes, educational games, and learning activities that are more engaging for students. This activity has a positive impact on the digital transformation of learning in the DLL Course tutoring environment. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital memberikan dampak besar terhadap dunia pendidikan, termasuk pada lembaga bimbingan belajar. Guru dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Namun, masih terdapat guru yang belum optimal dalam menggunakan media pembelajaran digital dalam proses belajar mengajar. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital guru Bimbel DLL Course melalui pengembangan media pembelajaran interaktif menggunakan Baamboozle. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan observasi, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan evaluasi. Peserta kegiatan merupakan guru pada lembaga Bimbel DLL Course. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam membuat media pembelajaran berbasis game edukasi menggunakan Baamboozle. Guru mampu mengembangkan kuis interaktif, permainan edukatif, dan aktivitas pembelajaran yang lebih menarik bagi peserta didik. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap transformasi digital pembelajaran di lingkungan Bimbel DLL Course..  
PENINGKATAN KAPASITAS ADMINISTRASI POKDAKAN MENUJU KEMANDIRIAN AKSES PROGRAM BANTUAN PEMERINTAH DI KELURAHAN TALIPPUKI, MAMASA Irmawati Irmawati; Irmayanti Irmayanti; Sakinah Saharuna; Ratih Purwati Tahir
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.13056

Abstract

Limited access to information and low bureaucratic administrative skills represent major structural barriers for communities in remote rural areas to access government assistance programs. This community service activity aims to provide organizational governance mentoring for fishery groups and enhance administrative literacy capacity through hands-on training in independently drafting fish seed assistance proposals. The activity was conducted from January 20 to February 03, 2026, in Kampuang Neighborhood, Talippuki Village, Mambi District, Mamasa Regency. The method applied was a participatory approach (Participatory Rural Appraisal) through stages of socialization, group institutionalization mentoring, hands-on computer-based training, and interactive discussions. The results demonstrated significant improvements in both institutional aspects and local human resource capacity. This program successfully initiated and established an official Fish Cultivator Group (Pokdakan) named "Nenek Bikki," equipped with a functional management structure and internal regulations (AD/ART). Furthermore, through a learning-by-doing approach, the group management successfully completed the formulation of a formal proposal for tilapia seed assistance, ready to be submitted to the Mamasa Regency Fisheries Department. This intensive mentoring activity proved effective in lowering psychological barriers toward digital administration in rural communities and laid the foundation for group independence in accessing external development stimuli to achieve economic diversification based on local potential. ABSTRAK Keterbatasan akses informasi dan rendahnya keterampilan administrasi birokrasi menjadi hambatan struktural utama bagi masyarakat di wilayah pedesaan terpencil dalam mengakses program bantuan pemerintah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan tata kelola organisasi kelompok perikanan serta meningkatkan kapasitas literasi administrasi melalui pelatihan penyusunan proposal bantuan bibit ikan secara mandiri. Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 20 Januari hingga 03 Februari 2026 di Lingkungan Kampuang, Kelurahan Talippuki, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif (Participatory Rural Appraisal) melalui tahapan sosialisasi, pendampingan pelembagaan kelompok, pelatihan praktik langsung (hands-on training) menggunakan perangkat komputer, serta diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek kelembagaan dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Program ini berhasil menginisiasi dan membentuk Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) resmi bernama “Nenek Bikki” yang dilengkapi dengan struktur kepengurusan fungsional dan regulasi internal (AD/ART). Selain itu, melalui pendekatan learning by doing, pengurus kelompok berhasil menuntaskan penyusunan satu dokumen proposal permohonan bantuan bibit ikan nila yang siap diajukan ke Dinas Perikanan Kabupaten Mamasa. Pengabdian berupa pendampingan intensif ini terbukti efektif memangkas hambatan psikologis administrasi digital pada masyarakat pedesaan serta meletakkan fondasi awal bagi kemandirian kelompok dalam mengakses stimulus pembangunan eksternal demi mewujudkan diversifikasi ekonomi berbasis potensi lokal.    
PELATIHAN PENYUSUNAN SOAL BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) BAGI TENTOR BAHASA INGGRIS Dinar Martia Azizah; Ida Megawati; Titi Lestari; Ika Nur Zulaifah
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.13057

Abstract

The objectives of this training program were to: 1) introduce the concept of Bloom's taxonomy; 2) provide assistance in analyzing questions based on Higher Order Thinking Skills (HOTS); and 3) train the English tutors to develop HOTS-based questions. This Community Service (PkM) program involved four English tutors from an English course in Sleman, Special Region of Yogyakarta. The PkM program was conducted over three sessions. The results of the program indicated that 1) English tutors who initially had only a limited understanding of Bloom’s Taxonomy and its revised version gained a better understanding of both concepts after participating in the program; (2) the tutors became aware that many English practice questions were still focused on Lower-Order Thinking Skills (LOTS); and (3) the tutors were able to develop HOTS-based questions. Therefore, it can be concluded that this PkM program successfully trained English tutors to design assessment questions that align with the demands of 21st-century education. As a recommendation, the questions developed during the training should be implemented in classroom instruction and incorporated into teaching modules. ABSTRAK Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk: 1) pengenalan konsep taksonomi bloom; 2) pendampingan analisis soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS); dan 3) pelatihan penyusunan soal berbasis HOTS  bagi tentor bahasa Inggris. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah pelatihan yang diberikan kepada 4 orang tentor bahasa Inggris dari sebuah lembaga kursus bahasa Inggris di Sleman, DIY. Kegiatan PkM diselenggarakan selama 3 sesi. Hasil kegiatan tersebut menunjukkan bahwa  1) tentor bahasa Inggris yang semula hanya memiliki pemahaman terkait taksonomi bloom sebelum revisi, setelah mengikuti PkM ini menjadi lebih paham terhadap taksonomi bloom setelah revisi; 2) tentor bahasa Inggris memiliki kesadaran bahwa tidak sedikit latihan soal bahasa Inggris yang masih berbasis LOTS; dan 3) tentor bahasa Inggris mampu menyusun soal berbasis HOTS. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PkM ini telah melatih tentor bahasa Inggris untuk mengembangkan soal sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Sebagai rekomendasi, soal yang telah disusun selama mengikuti pelatihan ini dapat diterapkan di kelas dan ditindaklanjuti menjadi bagian dari modul ajar.    
PENGUATAN KARAKTER: PELATIHAN LEADERSHIP & MINDFULNESS PADA ANAK DAN REMAJA DI PANTI ASUHAN MEKAR LESTARI BSD Budi Christanto; Abigail Theodora Tanzil; Nadine Kuswandi; Michelle Shalom Harjanto
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.13235

Abstract

Children and adolescents living in orphanages face various developmental challenges related to social, emotional, and psychological aspects. Therefore, character development programs are needed to support their ability to cope with life challenges. This community service program aimed to improve leadership and mindfulness competencies among children and adolescents at Mekar Lestari Orphanage BSD. The activity was conducted on May 16, 2026, involving 35 participants consisting of 21 adolescents and 14 children. The implementation methods included interactive seminars, group discussions, educational games, mindfulness practices through mindful daily journaling, and self-reflection sessions. The results indicated that participants gained a better understanding of leadership concepts, improved emotional awareness, and actively engaged throughout the program. Evaluation results showed that the speakers received average scores ranging from 3.70 to 3.90 in educational, objective, accountable, and transparent aspects. This program positively contributed to the development of participants' interpersonal and intrapersonal skills. Similar activities should be conducted continuously to strengthen character development, social skills, and mental well-being among children and adolescents in orphanage environments. ABSTRAK Anak-anak dan remaja yang tinggal di panti asuhan menghadapi berbagai tantangan perkembangan yang berkaitan dengan aspek sosial, emosional, dan psikologis. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengembangan karakter yang dapat mendukung kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan kehidupan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kepemimpinan (leadership) serta kesadaran diri (mindfulness) pada anak-anak dan remaja di Panti Asuhan Mekar Lestari BSD. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2026 dengan melibatkan 35 peserta yang terdiri dari 21 remaja dan 14 anak-anak. Metode pelaksanaan dilakukan melalui seminar interaktif, diskusi kelompok, permainan edukatif, praktik mindfulness melalui mindful daily journaling, serta sesi refleksi diri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep dasar kepemimpinan, meningkatkan kesadaran terhadap emosi yang dirasakan, serta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Berdasarkan hasil evaluasi, narasumber memperoleh rata-rata penilaian antara 3,70–3,90 pada aspek edukatif, objektif, akuntabel, dan transparan. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kemampuan interpersonal dan intrapersonal peserta. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat karakter, keterampilan sosial, dan kesehatan mental anak-anak serta remaja di lingkungan panti asuhan.
PENINGKATAN SELF-EFFICACY AKADEMIK MELALUI PSIKOEDUKASI PADA SISWA MTS Siti Muzaro’atut Dawamah; Cahyaning Suryaningrum; Yuni Nurhamida
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.13275

Abstract

Low academic self-efficacy may hinder students' ability to cope with learning demands, particularly among Islamic junior high school students who simultaneously undertake academic and Qur'an memorization responsibilities. This community service program aimed to strengthen students' academic self-efficacy through a psychoeducational intervention implemented at MTs Unggulan Al Bahroin. The program was conducted through a series of activities, including needs assessment, delivery of self-efficacy-based learning materials, interactive discussions, self-reflection sessions, evaluation, and follow-up mentoring to support the application of the acquired knowledge in daily learning practices. Program evaluation employed a pre-test and post-test design to examine changes in participants' academic self-efficacy following the intervention. The implementation results indicated that the psychoeducational program enhanced participants' understanding of academic self-efficacy, strengthened their confidence in managing academic tasks, and fostered greater learning motivation, perseverance, and readiness to address academic challenges. Furthermore, the program produced a practical psychoeducational model that can serve as an alternative student support program for promoting psychological readiness and academic resilience in both school and Islamic boarding school settings. ABSTRAK Rendahnya self-efficacy akademik menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat kemampuan siswa dalam menghadapi tuntutan pembelajaran, terutama pada siswa MTs yang juga menjalani peran sebagai santri tahfidz dengan beban akademik dan keagamaan secara bersamaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan self-efficacy akademik melalui program psikoedukasi yang diselenggarakan di MTs Unggulan Al Bahroin. Program dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyampaian materi berbasis teori self-efficacy, diskusi interaktif, refleksi diri, evaluasi, dan pendampingan untuk mendukung penerapan materi dalam aktivitas belajar. Evaluasi program dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengidentifikasi perubahan self-efficacy akademik peserta setelah mengikuti kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa program psikoedukasi mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep self-efficacy akademik, memperkuat keyakinan terhadap kemampuan dalam menyelesaikan tugas belajar, serta mendorong berkembangnya motivasi, ketekunan, dan kesiapan dalam menghadapi tantangan akademik. Selain memberikan dampak positif terhadap peserta, kegiatan ini menghasilkan model psikoedukasi yang dapat diimplementasikan sebagai alternatif program pendampingan dalam mendukung penguatan kapasitas psikologis siswa di lingkungan sekolah maupun pesantren.
PENDAMPINGAN PENENTUAN WILAYAH PRIORITAS PENANGGULANGAN KEMISKINAN BERBASIS PEMETAAN SPASIAL DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Pahrul Idham Kaliky; Andiah Nurhaeny
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.13358

Abstract

ABSTRACT Fragmented poverty data management across Regional Government Organizations (Organisasi Perangkat Daerah/OPD) has become a major challenge in formulating poverty alleviation policies in West Seram Regency, as it has not provided an integrated spatial perspective for determining priority intervention areas. This condition prompted the implementation of a community assistance program for the Regional Poverty Alleviation Coordination Team (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah/TKPKD) to identify priority areas through the integration of multidimensional poverty data and spatial analysis. The assistance was conducted using a participatory approach involving data and indicator harmonization across OPDs, verification of sectoral data, multidimensional poverty analysis, thematic and composite mapping, and joint evaluation with project partners. The program resulted in an integrated multidimensional poverty database, a consensus on cross-sectoral indicators, and a composite priority map that serves as a reference for preparing the Regional Poverty Alleviation Plan (Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah/RPKD). Based on the composite analysis, Huamual, Huamual Belakang, Seram Barat, and Taniwel Districts were identified as Priority I areas for poverty alleviation. These findings demonstrate that integrating multidimensional poverty data with spatial analysis not only improves the identification of priority intervention areas but also strengthens inter-agency coordination and promotes the implementation of evidence-based planning and spatial-based planning to support more integrated, adaptive, and targeted poverty alleviation policies. ABSTRAK Pengelolaan data kemiskinan yang masih terpisah antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi salah satu tantangan dalam penyusunan kebijakan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Seram Bagian Barat karena belum mampu memberikan gambaran kewilayahan yang terpadu sebagai dasar penentuan prioritas intervensi. Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan kegiatan pendampingan bagi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) untuk menyusun wilayah prioritas melalui integrasi data kemiskinan multidimensi dengan pendekatan spasial. Pendampingan dilaksanakan secara partisipatif melalui harmonisasi data dan indikator lintas OPD, verifikasi informasi sektoral, analisis kemiskinan multidimensi, penyusunan peta tematik dan peta komposit, serta evaluasi bersama mitra. Kegiatan ini menghasilkan basis data kemiskinan multidimensi yang terintegrasi, kesepakatan indikator lintas OPD, dan peta komposit sebagai acuan penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD). Berdasarkan analisis komposit, Kecamatan Huamual, Huamual Belakang, Seram Barat, dan Taniwel ditetapkan sebagai wilayah Prioritas I penanggulangan kemiskinan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa integrasi data multidimensi dan pendekatan spasial tidak hanya meningkatkan kualitas identifikasi wilayah prioritas, tetapi juga memperkuat koordinasi antarlembaga serta mendorong penerapan evidence-based planning dan spatial-based planning dalam penyusunan kebijakan penanggulangan kemiskinan yang lebih terpadu, adaptif, dan tepat sasaran.
UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS PELAKU UMKM WILAYAH PAMULANG: PELATIHAN TRANSAKSI JUAL BELI DIGITAL Akhmad Marwazy; Edith Indah Lestari; Siti Aulia Zahra; Aist Istiqomah; Muhammad Muhammad; Bunga Putri Ramadhania
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.13379

Abstract

ABSTRACT Low digital literacy and limited utilization of digital technology have prevented many Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Pamulang District from optimizing digital marketing and cashless transactions, resulting in low business visibility and competitiveness. This community service program aimed to enhance the capacity of MSME owners through digital transaction training based on Google Maps and the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach and was evaluated using the Context, Input, Process, and Product (CIPP) model. Six MSMEs were selected as participants based on the results of community mapping conducted through field observations and interviews. The program consisted of workshops, one-on-one mentoring, business banner installation, Google Business Profile registration, QRIS activation, and program evaluation. The results showed that all participating MSMEs successfully established visual business identities, verified their business locations on Google Maps, and implemented QRIS as a digital payment system. In addition, participants demonstrated improved digital literacy and greater confidence in utilizing digital technology, contributing to an average revenue increase of approximately 20%. These findings indicate that integrating training with intensive mentoring effectively strengthens digital capabilities, expands market access, and enhances the long-term competitiveness of MSMEs. ABSTRAK Rendahnya literasi digital dan terbatasnya pemanfaatan teknologi menyebabkan sebagian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Pamulang belum mampu mengoptimalkan pemasaran maupun transaksi digital, sehingga berdampak pada rendahnya visibilitas usaha dan daya saing. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan transaksi jual beli digital berbasis Google Maps dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan model evaluasi Context, Input, Process, dan Product (CIPP). Sasaran kegiatan adalah enam UMKM yang dipilih berdasarkan hasil community mapping melalui observasi dan wawancara. Program meliputi workshop, pendampingan one-on-one, pemasangan banner usaha, registrasi Google Business Profile, aktivasi QRIS, serta evaluasi ketercapaian program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh UMKM berhasil memiliki identitas visual usaha, lokasi usaha yang terverifikasi pada Google Maps, serta QRIS aktif sebagai media pembayaran digital. Pendampingan juga meningkatkan kemampuan mitra dalam mengoperasikan teknologi digital secara mandiri dan mendorong peningkatan jumlah pelanggan serta omzet usaha sekitar 20%. Program ini menunjukkan bahwa integrasi pelatihan dan pendampingan intensif efektif memperkuat literasi digital, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing UMKM secara berkelanjutan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MELALUI PROGRAM TAMAN EDUKASI DI DESA PANGUMBAHAN KECAMATAN CIRACAP Muhidin Muhidin; Sarip Hidayat; Akbar Maulana; M. Rayiz Ayinul M; Meilani Safitri; Seli Mutiara
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7163

Abstract

Pangumbahan Village, located in Ciracap Subdistrict, Sukabumi Regency, is a coastal area renowned for turtle conservation. However, the village still encounters challenges in children’s access to education and literacy. Limited informal learning facilities and the absence of expressive spaces hinder children from experiencing enjoyable learning outside formal schooling. In response, the Student Community Service Program (KKM) of STKIP BMS II initiated the establishment of an Educational Park as an open learning space integrating literacy, ecology, and local culture. This program was designed to improve children’s basic literacy skills through contextual and interactive approaches grounded in the local environment. The methods implemented included the provision of open reading corners, environmental education boards, storytelling sessions, and educational games that encouraged active participation of both children and parents. The results indicated a noticeable improvement in children’s reading interest, the emergence of community initiatives to sustain the facilities, and increased awareness of the importance of early literacy. The program demonstrates the synergy between students, communities, and the environment in building a village literacy ecosystem. With its simple and locally based concept, the Educational Park holds potential to be replicated in other villages with similar characteristics. ABSTRAKDesa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi merupakan daerah pesisir yang dikenal sebagai kawasan konservasi penyu, namun masih menghadapi tantangan dalam hal akses pendidikan dan literasi anak. Minimnya fasilitas belajar informal dan kurangnya ruang ekspresi membuat anak-anak desa kesulitan mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan di luar sekolah. Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 4 STKIP BMS II merespons isu tersebut dengan merancang dan membangun Taman Edukasi sebagai ruang belajar terbuka yang menggabungkan Literasi Ekologi, Teknologi Informasi, Seni dan Budaya. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi dasar anak melalui pendekatan kontekstual dan interaktif berbasis lingkungan sekitar. Metode kegiatan meliputi penyediaan sudut baca terbuka, papan edukasi lingkungan, sesi dongeng, serta permainan edukatif yang mendorong keterlibatan aktif anak dan orang tua. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan minat baca anak, munculnya inisiatif masyarakat untuk turut menjaga fasilitas, serta tumbuhnya kesadaran pentingnya literasi sejak dini. Kegiatan ini menjadi praktik nyata sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan lingkungan dalam membangun ekosistem literasi desa. Dengan konsep sederhana dan berbasis potensi lokal, taman edukasi ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah desa lain dengan karakter serupa.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI EKOWISATA DIGITAL DAN KEGIATAN REKREASI ALAM DI DESA AIQ BERIK, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Maulidin Maulidin; Irna Ningsih Amalia Rachma; M. Ary Irawan; Hastuti Diah Ikawati; Zul Anwar
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.7486

Abstract

ABSTRACT Aiq Berik Village in Central Lombok has significant ecotourism potential, but its development is hampered by low digital literacy, weak tourism institutions, and minimal integration between conservation and public health. This community service program aims to empower the community through an interdisciplinary approach that integrates ecotourism education, digital skills training, development of nature recreation activities, and institutional strengthening. This program was implemented for a duration of 2 days involving 15 youth participants and village officials. The methods used include participatory workshops, hands-on training (learning by doing), and intensive mentoring. The program results show a significant increase in community understanding of sustainable ecotourism, as measured by pre- and post-tests with an average increase above 85%. In addition, this program has succeeded in producing concrete outputs in the form of a youth-managed digital promotion channel, the initiation of an edu-recreation program, and the formation of the “Aiq Berik Lestari” Tourism Awareness Group (Pokdarwis). This program has successfully laid the foundation for the transformation of Aiq Berik Village into an independent and sustainable digital ecotourism destination, by breaking the cycle of stagnation through local capacity building. The sustainability of this program depends on community commitment and infrastructure support from relevant stakeholders. ABSTRAK Desa Aiq Berik di Lombok Tengah memiliki potensi ekowisata yang signifikan, namun pengembangannya terhambat oleh rendahnya literasi digital, lemahnya kelembagaan pariwisata, dan minimnya integrasi antara konservasi dan kesehatan masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan edukasi ekowisata, pelatihan keterampilan digital, pengembangan kegiatan rekreasi alam, dan penguatan kelembagaan. Program ini dilaksanakan selama durasi 2 hari dengan melibatkan jumlah peserta 15 pemuda dan aparat desa. Metode yang digunakan meliputi workshop partisipatif, pelatihan praktik langsung (learning by doing), dan pendampingan intensif. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman masyarakat tentang ekowisata berkelanjutan, yang terukur melalui pre-test dan post-test dengan peningkatan rata-rata di atas 85%. Selain itu, program ini berhasil menghasilkan luaran konkret berupa kanal promosi digital yang dikelola pemuda, inisiasi program edu-rekreasi, serta terbentuknya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Program ini berhasil meletakkan fondasi bagi transformasi Desa Aiq Berik menjadi destinasi ekowisata digital yang mandiri dan berkelanjutan, dengan memutus siklus stagnasi melalui peningkatan kapasitas lokal. Keberlanjutan program ini bergantung pada komitmen masyarakat dan dukungan infrastruktur dari pemangku kepentingan terkait.